Modul AjarPertemuan 1Bab 10Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Keberagaman Indonesia sebagai Anugerah Allah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Keberagaman Indonesia sebagai Anugerah Allah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Keberagaman Indonesia sebagai Anugerah Allah

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 10 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Keberagaman Indonesia sebagai Anugerah Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikKeberagaman Indonesia sebagai Anugerah Allah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendaftarkan minimal sepuluh bentuk keberagaman (suku, bahasa, budaya, agama, pakaian, makanan, rumah adat, kesenian, lagu daerah, dan alat musik) yang ada di Indonesia sebagai anugerah Allah.
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia merupakan pemberian Allah yang patut disyukuri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian berteman dengan seseorang yang berasal dari suku atau daerah yang berbeda? Apa yang kalian pelajari dari teman itu?
  2. Jika Allah menciptakan semua orang sama persis, kira-kira seperti apa Indonesia kita? Lebih seru atau lebih membosankan?
  3. Mengapa semboyan bangsa kita adalah 'Bhinneka Tunggal Ika' — berbeda-beda tetapi tetap satu? Apa artinya bagi kita sebagai orang Kristen?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Karena Roh Allah Ada di Dalamku' bersama-sama untuk membangkitkan semangat (prinsip Menggembirakan).
  • ASESMEN AWAL — Guru mengajukan pertanyaan diagnostik lisan: 'Coba sebutkan, apa saja perbedaan yang kalian lihat di antara teman-teman di kelas kita?' Guru mencatat respons murid untuk mengetahui peta pengetahuan awal tentang keberagaman.
  • Guru menampilkan gambar lambang Garuda Pancasila dan meminta murid membaca semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika'. Guru bertanya: 'Apa arti semboyan ini dan apa hubungannya dengan kita sebagai orang Kristen?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan mendaftarkan sepuluh bentuk keberagaman di Indonesia dan menjelaskan bahwa keberagaman itu adalah anugerah Allah yang patut disyukuri.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan sepanjang pelajaran.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membacakan Mazmur 150:1–6 dengan lantang, kemudian meminta beberapa murid membacanya bergantian. Guru bertanya: 'Alat musik apa saja yang disebutkan dalam Mazmur ini? Menurut kalian, mengapa penulis Mazmur memuji Allah dengan banyak alat musik yang berbeda?'
  • Guru menampilkan gambar-gambar keberagaman Indonesia (alat musik tradisional, pakaian adat, rumah adat, makanan khas, dan tarian daerah dari berbagai provinsi) melalui papan tulis, poster, atau proyektor.
  • Guru menjelaskan bahwa keberagaman ini bukan kebetulan, melainkan dirancang oleh Allah sebagai anugerah bagi bangsa Indonesia — menghubungkan langsung dengan pesan Mazmur 150 bahwa semua ciptaan dipanggil untuk memuji Allah, termasuk melalui keragaman budayanya. (Prinsip: Bermakna)
  • Guru memperkenalkan contoh konkret perbandingan keberagaman bahasa: ucapan 'terima kasih' dalam bahasa Batak adalah 'mauliate godang', dalam bahasa Sunda adalah 'hatur nuhun', dan dalam bahasa Indonesia adalah 'terima kasih'. Guru mengajak murid menyebutkan padanannya dalam bahasa daerah masing-masing jika ada. (Prinsip: Berkesadaran)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja Murid (LKM) berisi tabel kosong dengan kolom: No | Bentuk Keberagaman | Contoh dari Daerah/Suku | Cara Mensyukurinya.
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk mengisi tabel dengan minimal sepuluh bentuk keberagaman di Indonesia (suku, bahasa, budaya, agama, pakaian adat, makanan khas, rumah adat, kesenian, lagu daerah, dan alat musik). Murid boleh bertanya kepada teman yang berbeda suku atau merujuk buku siswa. (Prinsip: Menggembirakan, Bermakna)
  • ASESMEN PROSES — Guru berkeliling mengamati proses diskusi kelompok, mengajukan pertanyaan pancingan seperti: 'Sudah berapa keberagaman yang kalian temukan? Adakah yang belum kalian masukkan?' dan mencatat perkembangan tiap kelompok.
  • Setelah diskusi kelompok selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil tabelnya di depan kelas secara singkat (2–3 menit per kelompok). Kelompok lain boleh menambahkan atau menanggapi. (Prinsip: Komunikasi, Kolaborasi)
  • Guru memberikan penguatan dan melengkapi jawaban murid jika ada bentuk keberagaman yang belum disebutkan, sambil menegaskan bahwa semua bentuk keberagaman itu adalah pemberian Allah yang patut disyukuri.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid kembali ke Mazmur 150 dan bertanya: 'Setelah kalian melihat begitu banyak keberagaman di Indonesia, apa yang ingin kalian katakan kepada Allah?' Guru memberikan waktu hening 1 menit bagi murid untuk berpikir dan bersyukur dalam hati. (Prinsip: Berkesadaran)
  • Guru meminta setiap murid menuliskan satu kalimat syukur secara mandiri di buku tugasnya, contoh format: 'Aku bersyukur kepada Allah atas … karena …' Murid bebas memilih satu bentuk keberagaman yang paling berkesan bagi mereka.
  • Beberapa murid secara sukarela membacakan kalimat syukurnya kepada kelas. Guru merespons dengan hangat dan mengapresiasi tiap ungkapan syukur. (Prinsip: Menggembirakan)
  • Guru merangkum pemahaman inti: keberagaman suku bangsa dan budaya Indonesia adalah anugerah Allah yang nyata, dan sebagai orang Kristen kita dipanggil untuk mensyukuri, menghormati, dan merayakannya — bukan mempermasalahkannya.

Penutup:

  • ASESMEN AKHIR — Guru memberikan kuis lisan cepat: setiap murid menyebutkan satu bentuk keberagaman beserta contoh konkretnya secara bergiliran. Guru mencatat murid yang belum lancar untuk tindak lanjut.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dengan pertanyaan: 'Apa satu hal terpenting yang kalian pelajari hari ini tentang keberagaman Indonesia?'
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Bhinneka Tunggal Ika adalah karunia Allah. Tugas kita adalah menjaganya dengan saling menghormati dan bersyukur.'
  • Guru memberikan tugas rumah ringan: mintalah murid bertanya kepada satu anggota keluarga atau tetangga tentang satu tradisi atau makanan khas dari daerah asal mereka, lalu diceritakan kembali di pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa syukur bersama yang dipimpin oleh salah satu murid.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan keberagaman Indonesia disediakan kartu gambar bergambar alat musik, pakaian, dan rumah adat dari berbagai daerah sebagai alat bantu visual saat mengisi LKM.
  • Proses: Murid yang cepat dan sudah mampu mendaftarkan lebih dari sepuluh keberagaman diminta membandingkan dua daerah secara lebih mendalam (misalnya: membandingkan tiga kosakata terima kasih dari tiga bahasa daerah berbeda). Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman sebaya atau mendapat panduan bertahap dari guru.
  • Produk: Murid yang cepat dapat menuliskan kalimat syukur lebih dari satu dan mendekorasinya menjadi kartu doa kecil. Murid yang membutuhkan dukungan cukup melengkapi satu kalimat syukur dengan format yang sudah disediakan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: 'Apa saja perbedaan yang kalian lihat di antara teman-teman di kelas kita?' untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang keberagaman sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok saat mengisi LKM: guru berkeliling dan mencatat kemampuan murid mendaftarkan bentuk keberagaman.
  • Pertanyaan pancingan lisan kepada kelompok: 'Sudah berapa keberagaman yang kalian temukan? Adakah yang belum kalian masukkan?'
  • Penilaian presentasi kelompok: kelengkapan daftar (minimal 10 bentuk), kejelasan penjelasan, dan kemampuan mengaitkan dengan anugerah Allah.

Akhir:

  • Kuis lisan cepat bergiliran: setiap murid menyebutkan satu bentuk keberagaman beserta contoh konkretnya — menilai TP 4.10.1.1.
  • Kalimat syukur tertulis ('Aku bersyukur kepada Allah atas … karena …') di buku tugas — menilai TP 4.10.1.2 terkait kemampuan menjelaskan keberagaman sebagai anugerah Allah yang patut disyukuri.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok: guru mengamati keaktifan, kemampuan menyebutkan keberagaman, dan kerja sama antar murid.
  • Pertanyaan lisan saat guru berkeliling kelompok untuk memantau pemahaman proses.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kelengkapan daftar keberagaman dan kemampuan menjelaskan secara lisan.

Sumatif:

  • Kuis lisan cepat di penutup: setiap murid menyebutkan minimal satu bentuk keberagaman beserta contoh konkretnya.
  • Kalimat syukur tertulis di buku tugas: dinilai berdasarkan kemampuan menghubungkan keberagaman dengan rasa syukur kepada Allah.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendaftarkan bentuk keberagaman Indonesia (TP 4.10.1.1)Murid menyebutkan kurang dari 4 bentuk keberagaman dan tidak dapat memberikan contoh konkret.Murid dapat menyebutkan 4–6 bentuk keberagaman dengan contoh yang masih umum atau kurang tepat.Murid dapat menyebutkan 7–9 bentuk keberagaman disertai contoh yang tepat dari suku atau daerah tertentu.Murid dapat menyebutkan minimal 10 bentuk keberagaman disertai contoh konkret yang tepat dari berbagai daerah di Indonesia.
Menjelaskan keberagaman sebagai anugerah Allah (TP 4.10.1.2)Murid belum dapat menjelaskan hubungan antara keberagaman Indonesia dan anugerah Allah, atau penjelasannya tidak relevan.Murid dapat menyebutkan bahwa keberagaman adalah pemberian Allah, tetapi belum dapat menjelaskan alasannya.Murid dapat menjelaskan bahwa keberagaman Indonesia adalah anugerah Allah yang patut disyukuri disertai satu alasan yang logis.Murid dapat menjelaskan dengan jelas dan runtut bahwa keberagaman Indonesia adalah anugerah Allah yang patut disyukuri, disertai hubungan dengan Mazmur 150 dan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari.
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif dalam diskusi dan tidak memberikan kontribusi kepada kelompok.Murid sesekali berpartisipasi dalam diskusi ketika diminta oleh guru atau teman.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan teman.Murid sangat aktif memimpin atau mengarahkan diskusi kelompok, mendorong teman untuk berkontribusi, dan menyimpulkan hasil diskusi bersama.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mendaftarkan minimal sepuluh bentuk keberagaman pada akhir pelajaran? Murid mana yang masih perlu dukungan?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan cukup memancing rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan sudah membantu murid yang membutuhkan dukungan lebih dan cukup menantang bagi murid yang cepat?

Refleksi Murid:

  • Bentuk keberagaman apa yang paling menarik bagimu hari ini? Mengapa?
  • Setelah belajar hari ini, apa yang ingin kamu ceritakan kepada keluargamu tentang keberagaman Indonesia?
  • Bagaimana perasaanmu ketika mengetahui bahwa begitu banyak keberagaman di Indonesia adalah pemberian Allah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-442-8)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-444-2)
  3. Alkitab — Mazmur 150:1–6
  4. Gambar/poster keberagaman Indonesia: alat musik tradisional, pakaian adat, rumah adat, makanan khas, tarian daerah (dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor)
  5. Lembar Kerja Murid (LKM) tabel keberagaman yang disiapkan oleh guru
  6. Kartu gambar keberagaman daerah (untuk alat bantu diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan visual)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.