Modul AjarBab 10Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 10: Mensyukuri Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 untuk Bab 10 "Mensyukuri Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 10: Mensyukuri Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 10

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 10 — Mensyukuri Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 10 — Mensyukuri Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia
Alokasi Waktu9 JP (9 x 35 menit = 315 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.10.1 Mengidentifikasi keragaman budaya di Indonesia sebagai anugerah Allah
  2. TP 4.10.2 Menyebutkan contoh keragaman agama di Indonesia sebagai anugerah Allah
  3. TP 4.10.3 Menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya dan agama di lingkungan masyarakat sebagai anugerah Allah
  4. TP 4.10.4 Menceritakan pengalaman bergaul dengan teman yang berbeda latar belakang di lingkungan masyarakat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja bentuk keragaman suku dan budaya di Indonesia yang merupakan anugerah Allah?
  2. Agama apa saja yang ada di Indonesia yang kita syukuri sebagai kekayaan anugerah Allah?
  3. Bagaimana caramu bersikap jika ada teman di lingkungan bermainmu yang merayakan hari raya agama yang berbeda?
  4. Apa pengalaman menarikmu saat bermain bersama teman yang memiliki suku atau agama berbeda denganmu?
  5. Bagaimana kita membuktikan rasa syukur kepada Allah atas keragaman budaya dan agama di sekitar kita?
  6. Pengalaman berharga apa yang pernah kamu alami saat bermain atau belajar bersama teman yang berbeda latar belakang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Keragaman Budaya dan Menyebutkan Contoh Keragaman Agama di Indonesia sebagai Anugerah Allah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.10.1 Mengidentifikasi keragaman budaya di Indonesia sebagai anugerah Allah
  • TP 4.10.2 Menyebutkan contoh keragaman agama di Indonesia sebagai anugerah Allah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, berdoa bersama, dan mengajak murid menyanyikan lagu 'Karena Roh Allah Ada di Dalamku' untuk mengondisikan suasana hati (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi keragaman budaya dan menyebutkan contoh keragaman agama di Indonesia sebagai anugerah Allah berdasarkan Mazmur 150:1-6 (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan: (1) Sebutkan 1 contoh alat musik atau tarian daerah yang kamu ketahui! (acuan jawaban: alat musik seperti Sasando/Angklung/Gamelan/Tifa atau tarian seperti Saman/Pendet/Tor-tor/Jaipong); (2) Sebutkan 2 agama resmi di Indonesia! (acuan jawaban: memilih 2 dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru membaca dan menjelaskan bacaan Alkitab Mazmur 150:1-6, mengaitkan pesan pemazmur yang memuji Allah dengan beragam alat musik (sangkakala, gambus, kecapi, rebana, tari-tarian, tali-talian, seruling, ceracap) dengan kekayaan keragaman budaya dan agama di Indonesia yang diciptakan dan dianugerahkan Allah (15 menit).
  • Guru menampilkan 4 gambar unsur budaya: (1) Alat musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur; (2) Tari Tor-tor dari Batak/Sumatera Utara; (3) Rumah Gadang dari Minangkabau/Sumatera Barat; (4) Pakaian Baju Bodo dari Bugis/Sulawesi Selatan. Murid menyimak dan mencocokkan asal daerah serta unsur budayanya (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid memainkan kuis berpasangan ceria 'Kartu Budaya & Agama Anugerah Allah', di mana murid secara bergantian mencocokkan kartu bertuliskan unsur budaya dan agama resmi dengan kartu nama daerah atau penjelasannya secara cepat dan gembira (15 menit).
  • Murid secara individu mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi yang berisi 2 tugas terstruktur: Tugas 1: Mengidentifikasi 4 bentuk keragaman budaya pada tabel: (1) Rumah Tongkonan (Toraja/Sulawesi Selatan), (2) Tari Saman (Aceh), (3) Alat musik Angklung (Jawa Barat), (4) Kain Ulos (Batak/Sumatera Utara); Tugas 2: Menyebutkan 6 agama resmi di Indonesia sebagai anugerah Allah beserta 1 contoh tempat ibadahnya masing-masing: (1) Islam - Masjid, (2) Kristen - Gereja, (3) Katolik - Gereja, (4) Hindu - Pura, (5) Buddha - Vihara, (6) Khonghucu - Klenteng/Litang (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid hening sejenak merenungkan bahwa perbedaan suku, adat, pakaian, serta agama di Indonesia adalah anugerah Allah yang indah untuk disyukuri, bukan alasan saling merendahkan (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali bentuk keragaman budaya dan 6 agama di Indonesia sebagai bukti anugerah Allah yang memperkaya bangsa (10 menit).
  • Guru memberikan penguatan, menginformasikan bahwa materi berikutnya akan membahas sikap menghargai keragaman, lalu menutup pembelajaran dengan doa syukur (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja bergambar dengan petunjuk pilihan kata kunci, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan lembar kerja tanpa pilihan kata kunci.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara langsung oleh guru dalam membaca petunjuk lembar kerja; murid yang mahir mengerjakan tugas mandiri secara penuh.
  • Produk: Semua murid menghasilkan lembar kerja terisi sesuai target kompetensi yang sama (mengidentifikasi 4 keragaman budaya dan menyebutkan 6 keragaman agama).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di pendahuluan: (1) Sebutkan 1 contoh alat musik atau tarian daerah di Indonesia! (acuan jawaban: salah satu dari Sasando, Angklung, Gamelan, Tifa, Tari Saman, Pendet, Tor-tor, Jaipong); (2) Sebutkan 2 nama agama resmi di Indonesia! (acuan jawaban: 2 dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Identifikasi: Tugas 1 memuat identifikasi 4 unsur budaya dan daerah asalnya (Rumah Tongkonan -> Toraja/Sulawesi Selatan; Tari Saman -> Aceh; Angklung -> Jawa Barat; Kain Ulos -> Batak/Sumatera Utara); Tugas 2 menyebutkan 6 agama di Indonesia beserta tempat ibadahnya (Islam -> Masjid; Kristen -> Gereja; Katolik -> Gereja; Hindu -> Pura; Buddha -> Vihara; Khonghucu -> Klenteng/Litang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan nama tempat ibadah atau unsur budaya, murid secara serentak dan cepat menyebutkan agama atau asalnya sebagai anugerah Allah (acuan: Pura -> Hindu; Tari Saman -> Aceh; Vihara -> Buddha).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik pada awal pembelajaran
  • Observasi partisipasi dalam permainan kartu berpasangan
  • Penilaian lembar kerja tertulis identifikasi keragaman budaya dan contoh agama

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi keragaman budaya di Indonesia sebagai anugerah AllahMengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 unsur keragaman budaya (acuan: Tongkonan-Toraja, Saman-Aceh, Angklung-Jawa Barat, Ulos-Batak).Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 unsur keragaman budaya (acuan: Tongkonan-Toraja, Saman-Aceh, Angklung-Jawa Barat, Ulos-Batak).Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 unsur keragaman budaya (acuan: Tongkonan-Toraja, Saman-Aceh, Angklung-Jawa Barat, Ulos-Batak).Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 unsur keragaman budaya (acuan: Tongkonan-Toraja, Saman-Aceh, Angklung-Jawa Barat, Ulos-Batak) secara mandiri.
Menyebutkan contoh keragaman agama di Indonesia sebagai anugerah AllahMenyebutkan dengan tepat 1-2 dari 6 contoh agama beserta tempat ibadahnya (acuan: Islam-Masjid, Kristen-Gereja, Katolik-Gereja, Hindu-Pura, Buddha-Vihara, Khonghucu-Klenteng).Menyebutkan dengan tepat 3-4 dari 6 contoh agama beserta tempat ibadahnya (acuan: Islam-Masjid, Kristen-Gereja, Katolik-Gereja, Hindu-Pura, Buddha-Vihara, Khonghucu-Klenteng).Menyebutkan dengan tepat 5 dari 6 contoh agama beserta tempat ibadahnya (acuan: Islam-Masjid, Kristen-Gereja, Katolik-Gereja, Hindu-Pura, Buddha-Vihara, Khonghucu-Klenteng).Menyebutkan dengan tepat seluruh 6 contoh agama beserta tempat ibadahnya (acuan: Islam-Masjid, Kristen-Gereja, Katolik-Gereja, Hindu-Pura, Buddha-Vihara, Khonghucu-Klenteng) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mengidentifikasi keragaman budaya dan menyebutkan agama-agama di Indonesia dengan tepat?
  • Bagaimana respons murid saat bermain kartu berpasangan untuk mengenal keragaman sebagai anugerah Allah?
  • Langkah apa yang perlu diperbaiki untuk membantu murid yang masih tertukar menyebutkan contoh agama dan tempat ibadahnya?

Murid:

  • Keragaman budaya apa saja yang paling menarik dan kamu syukuri sebagai anugerah Allah hari ini?
  • Agama apa saja yang ada di Indonesia yang baru kamu pelajari atau semakin kamu pahami hari ini?

Pertemuan 2 — Menunjukkan Sikap Menghargai Keragaman Budaya dan Agama serta Menceritakan Pengalaman Bergaul dengan Teman yang Berbeda — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.10.3 Menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya dan agama di lingkungan masyarakat sebagai anugerah Allah
  • TP 4.10.4 Menceritakan pengalaman bergaul dengan teman yang berbeda latar belakang di lingkungan masyarakat

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama mengucap syukur atas kasih Allah, dan menyanyikan bersama lagu pujian 'Karena Roh Allah Ada di Dalamku' untuk menciptakan suasana belajar yang ceria (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya dan agama serta menceritakan pengalaman bergaul dengan teman yang berbeda latar belakang (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan dua studi kasus lisan: (1) 'Temanmu Edo sedang berpuasa, apa yang kamu lakukan saat makan siang di dekatnya?' (acuan jawaban: menjaga ketenangan, tidak sengaja pamer makanan, menghargai waktu puasanya); (2) 'Temanmu Wayan mengenakan pakaian adat daerahnya saat pawai, bagaimana sikapmu?' (acuan jawaban: memuji/menghargai tanpa mengejek) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan bahan Alkitab Mazmur 150:1-6 dan penjelasan guru mengenai keragaman suku, budaya, serta agama sebagai anugerah Allah yang patut dihargai dan dirawat dalam kerukunan hidup sehari-hari (15 menit).
  • Murid berpasangan memainkan kuis kartu 'Pilihan Sikap Kasih'. Guru membagikan 4 kartu situasi: Kartu 1: 'Teman tetangga berbeda agama sedang menjalankan ibadah di rumahnya' (sikap tepat: tidak membuat kegaduhan di dekat rumahnya); Kartu 2: 'Teman sekelas membawa bekal makanan khas daerahnya yang aromanya asing bagimu' (sikap tepat: menghargai dan tidak mencela makanannya); Kartu 3: 'Teman baru yang berbeda suku merasa malu saat berbicara di taman bermain' (sikap tepat: mengajaknya bermain bersama dengan ramah); Kartu 4: 'Ada perayaan hari besar keagamaan teman di lingkungan tempat tinggal' (sikap tepat: memberikan ucapan selamat dengan sopan). Setiap pasangan memilih tindakan yang menunjukkan sikap menghargai sesuai acuan (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri memilih dan menandai tindakan menghargai keragaman budaya dan agama pada lembar skenario sikap yang memuat 4 kasus nyata lingkungan masyarakat sesuai kriteria penerimaan sikap kristiani (menjaga ketenangan ibadah orang lain, tidak mengejek budaya teman, mau berteman tanpa membeda-bedakan latar belakang, menolong teman berbeda agama yang tertimpa musibah) (15 menit).
  • Murid menuliskan draf cerita pengalaman bergaul dengan teman yang berbeda latar belakang suku atau agama di lingkungan sekitar pada lembar aktivitas, yang mencakup identitas latar belakang teman (suku/agama), bentuk kegiatan bersama (bermain/belajar/gotong royong), dan cara mereka saling menghargai saat bergaul (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid berpasangan secara bergantian menceritakan pengalaman bergaul tersebut kepada teman sebangkunya dan saling memberikan tanggapan apakah cerita sudah memuat unsur latar belakang perbedaan dan sikap saling menghargai (15 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan intisari pelajaran bahwa menghargai teman yang berbeda budaya dan agama merupakan wujud syukur atas kasih anugerah Allah dalam masyarakat majemuk (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kegiatan belajar hari ini, mengingatkan murid untuk tetap bersahabat dengan semua orang tanpa membedakan, lalu menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat rumpang untuk menyusun cerita pengalaman bergaul, sedangkan murid yang mandiri langsung menuliskan cerita secara utuh.
  • Proses: Pada aktivitas memilih sikap menghargai keragaman, murid yang memerlukan bantuan didampingi langsung oleh guru melalui telaah terbimbing per kasus.
  • Produk: Murid dapat menceritakan pengalaman bergaul dalam bentuk tulisan paragraf sederhana atau menceritakannya secara lisan langsung kepada teman berpasangan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan kesiapan sikap: Guru menanyakan respon murid pada 2 kasus: (1) Sikap saat teman berbeda agama sedang berpuasa/beribadah (acuan: menjaga ketenangan dan tidak mengganggu); (2) Sikap saat melihat teman menampilkan tarian/pakaian adat berbeda (acuan: menghargai, menonton dengan sopan, tidak mengejek).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan memilih sikap menghargai keragaman budaya dan agama pada 4 skenario lembar kerja: Kasus 1: Tetangga beribadah -> acuan: menjaga ketenangan; Kasus 2: Teman membawa makanan daerah -> acuan: menghargai/tidak mencela; Kasus 3: Teman beda suku pemalu -> acuan: mengajak bermain dengan ramah; Kasus 4: Hari raya teman -> acuan: memberi ucapan sopan.
  • Observasi menceritakan pengalaman bergaul: memeriksa apakah cerita memuat 3 unsur: (a) menyebut latar belakang perbedaan teman (suku/agama), (b) aktivitas bergaul yang dilakukan bersama, (c) sikap menghargai saat bergaul.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2-3 perwakilan murid menyebutkan satu komitmen konkret sikap menghargai teman berbeda di lingkungan rumah (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan nyata menghormati ibadah teman, bermain tanpa membeda-bedakan suku/agama, atau menolong sesama teman tanpa pilih kasih).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pemilihan sikap menghargai keragaman pada lembar skenario 4 kasus
  • Penilaian kinerja menceritakan pengalaman bergaul dengan teman yang berbeda latar belakang

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya dan agama di lingkungan masyarakatMenentukan sikap yang tepat hanya pada 1 dari 4 skenario kasus keragaman budaya dan agama yang diberikan.Menentukan sikap yang tepat pada 2 dari 4 skenario kasus keragaman budaya dan agama yang diberikan.Menentukan sikap yang tepat pada 3 dari 4 skenario kasus keragaman budaya dan agama yang diberikan.Menentukan sikap yang tepat pada seluruh 4 skenario kasus keragaman budaya dan agama yang diberikan secara mandiri.
Menceritakan pengalaman bergaul dengan teman yang berbeda latar belakang di lingkungan masyarakatCerita hanya memuat 1 unsur (hanya menyebutkan nama/aktivitas teman tanpa menyebut perbedaan latar belakang dan tanpa sikap menghargai).Cerita memuat 2 unsur (menyebutkan aktivitas bergaul dan latar belakang perbedaan teman, namun belum memuat sikap menghargai).Cerita memuat lengkap 3 unsur (latar belakang perbedaan suku/agama teman, aktivitas bergaul bersama, dan sikap saling menghargai) dengan sedikit bimbingan pertanyaan pengarah.Cerita memuat lengkap 3 unsur (latar belakang perbedaan suku/agama teman, aktivitas bergaul bersama, dan sikap saling menghargai) secara runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan permainan kartu sikap menghargai keragaman?
  • Apakah instruksi dalam memandu murid menuliskan dan menceritakan pengalaman bergaul dengan teman berbeda latar belakang sudah cukup jelas dan kontekstual?

Murid:

  • Sikap menghargai apa yang paling mudah kamu lakukan kepada teman yang berbeda agama atau suku di sekitarmu?
  • Bagaimana perasaanmu setelah menceritakan pengalaman berteman dengan teman yang berbeda latar belakang kepada teman sebangku?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.10.1 Mengidentifikasi keragaman budaya di Indonesia sebagai anugerah Allah
  • TP 4.10.2 Menyebutkan contoh keragaman agama di Indonesia sebagai anugerah Allah
  • TP 4.10.3 Menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya dan agama di lingkungan masyarakat sebagai anugerah Allah
  • TP 4.10.4 Menceritakan pengalaman bergaul dengan teman yang berbeda latar belakang di lingkungan masyarakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa pembuka bersama, dan menyanyikan lagu pujian syukur 'Indonesia Negaraku' untuk mengondisikan ketenangan dan kesiapan hati murid (6 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-3, yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 10 yang mencakup pengerjaan Tugas 1 secara tertulis serentak dan Tugas 2 berupa unjuk kerja lisan bercerita bagi murid nomor absen 15-28 (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar Tugas 1 (Asesmen Tertulis dan Refleksi Diri) kepada seluruh 28 murid serta menjelaskan instruksi teknis pengerjaan: soal tertulis terdiri dari 3 butir isian/uraian singkat dan 1 bagian refleksi sikap yang dikerjakan secara mandiri dan hening (7 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh 28 murid secara serentak dan mandiri mengerjakan lembar Tugas 1 di meja masing-masing selama 45 menit di bawah pengawasan guru. Soal Tugas 1 memuat: (1) Mengidentifikasi 3 bentuk keragaman budaya Indonesia beserta contoh daerah asalnya dari daftar acuan [Pilihan benar: Rumah adat Tongkonan dari Toraja/Sulsel, Tari Saman dari Aceh, Baju Bodo dari Bugis/Makassar/Sulsel; Opsi pengalih budaya non-Indonesia: Kimono dari Jepang, Hanbok dari Korea, Samba dari Brasil]; (2) Menyebutkan 4 contoh agama resmi yang diakui di Indonesia beserta tempat ibadahnya [Acuan benar: Kristen Protestan-Gereja, Katolik-Gereja, Islam-Masjid, Hindu-Pura, Buddha-Vihara, Khonghucu-Klenteng]; (3) Menunjukkan 2 contoh sikap menghargai keragaman budaya dan 2 contoh sikap menghargai keragaman agama di lingkungan masyarakat [Acuan budaya: menonton festival budaya daerah lain dengan tertib, memakai batik daerah lain tanpa mengejek, mau mempelajari alat musik tradisional lain; Acuan agama: tidak membuat keributan saat tetangga beribadah, mengucapkan selamat hari raya dengan tulus, bermain bersama tanpa membedakan agama] (45 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 2 (Unjuk Kerja Lisan Bercerita Pengalaman Bergaul bagi murid nomor absen 15 sampai 28): secara bergiliran tiap murid maju menceritakan pengalaman nyata bergaul dengan teman yang berbeda latar belakang (suku/budaya/agama) dengan alokasi 2 menit per murid, sementara guru melakukan observasi dan mencatat pada lembar penilaian (total 14 murid x 2 menit = 28 menit, ditambah 7 menit jeda transisi pemanggilan antar-murid dan pencatatan skor guru) (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar tugas tertulis bernomor nama milik 28 murid, kemudian mengajak seluruh murid merenungkan proses pelaksanaan asesmen serta menegaskan komitmen untuk terus hidup rukun di tengah keberagaman sebagai wujud syukur atas anugerah Allah (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kejujuran, dan kemandirian seluruh murid selama asesmen berlangsung serta merangkum secara ringkas pembelajaran Bab 10 tentang hidup bersyukur atas keberagaman Indonesia (1 menit).
  • Guru menutup pertemuan dan rangkaian pembelajaran bab dengan doa penutup dan doa syukur bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Lembar asesmen tertulis menyediakan petunjuk bacaan dengan teks berjarak jelas dan huruf yang mudah dibaca bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
  • Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk tugas secara perlahan secara individual bagi murid yang mengalami hambatan pemahaman instruksi tanpa mengubah butir pertanyaan maupun kunci jawaban.
  • Produk: Standar bukti dan rubrik penilaian seragam untuk seluruh murid; murid yang membutuhkan akomodasi motorik halus diberi kelonggaran ruang tulis pada lembar jawaban.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis asesmen sumatif: verifikasi kelengkapan alat tulis murid dan pengondisian meja kerja mandiri sebelum lembar soal dibagikan.

Proses:

  • Pengawasan guru terhadap ketertiban dan kemandirian pengerjaan serentak lembar tertulis serta pencatatan rubrik unjuk kerja lisan untuk murid 15-28.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis dan refleksi diri serta unjuk kerja lisan bercerita: Tugas 1 (TP 1, TP 2, TP 3): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar asesmen tertulis dan refleksi diri terstruktur secara serentak selama 45 menit di bawah pengawasan guru; artefak bernama diperiksa sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik refleksi, bukan observasi lisan satu per satu. Tugas 2 (TP 4): Catatan pengamatan guru pada unjuk kerja bercerita pengalaman bergaul yang dilakukan secara bergiliran dalam 2 pertemuan, aspek: kelengkapan cerita pengalaman; penghayatan sikap saling menghargai. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan.
  • tes tertulis dan lembar refleksi diri serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar asesmen tertulis dan refleksi diri terstruktur secara serentak selama 45 menit di bawah pengawasan guru; artefak bernama diperiksa sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik refleksi, bukan observasi lisan satu per satu. (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban tes isian/uraian singkat dan rubrik refleksi diri)
  • unjuk kerja bercerita secara bergiliran: Catatan pengamatan guru pada unjuk kerja bercerita pengalaman bergaul yang dilakukan secara bergiliran dalam 2 pertemuan, aspek: kelengkapan cerita pengalaman; penghayatan sikap saling menghargai. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja: kelengkapan cerita pengalaman dan penghayatan sikap saling menghargai)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis dan refleksi diri serta unjuk kerja lisan bercerita: Tugas 1 (TP 1, TP 2, TP 3): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar asesmen tertulis dan refleksi diri terstruktur secara serentak selama 45 menit di bawah pengawasan guru; artefak bernama diperiksa sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik refleksi, bukan observasi lisan satu per satu. Tugas 2 (TP 4): Catatan pengamatan guru pada unjuk kerja bercerita pengalaman bergaul yang dilakukan secara bergiliran dalam 2 pertemuan, aspek: kelengkapan cerita pengalaman; penghayatan sikap saling menghargai. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan.
  • tes tertulis dan lembar refleksi diri serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar asesmen tertulis dan refleksi diri terstruktur secara serentak selama 45 menit di bawah pengawasan guru; artefak bernama diperiksa sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik refleksi, bukan observasi lisan satu per satu. (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban tes isian/uraian singkat dan rubrik refleksi diri)
  • unjuk kerja bercerita secara bergiliran: Catatan pengamatan guru pada unjuk kerja bercerita pengalaman bergaul yang dilakukan secara bergiliran dalam 2 pertemuan, aspek: kelengkapan cerita pengalaman; penghayatan sikap saling menghargai. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja: kelengkapan cerita pengalaman dan penghayatan sikap saling menghargai)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Keragaman Budaya (TP 4.10.1) [Acuan: 3 budaya Indonesia benar (Rumah Tongkonan-Toraja, Tari Saman-Aceh, Baju Bodo-Bugis); Opsi pengalih (Kimono-Jepang, Hanbok-Korea, Samba-Brasil)]Hanya mengidentifikasi 0-1 budaya Indonesia dengan tepat dan/atau memilih 2 atau lebih opsi pengalih.Mengidentifikasi tepat 2 budaya Indonesia dengan tepat dan memilih 1 opsi pengalih.Mengidentifikasi tepat 3 budaya Indonesia dengan tepat namun masih memilih 1 opsi pengalih.Mengidentifikasi seluruh 3 budaya Indonesia dengan tepat tanpa memilih satu pun opsi pengalih secara mandiri.
Menyebutkan Contoh Keragaman Agama (TP 4.10.2) [Acuan 6 agama resmi & tempat ibadahnya: Kristen Protestan-Gereja, Katolik-Gereja, Islam-Masjid, Hindu-Pura, Buddha-Vihara, Khonghucu-Klenteng]Menyebutkan 0-1 contoh agama beserta tempat ibadahnya yang tepat dari daftar acuan.Menyebutkan 2 contoh agama beserta tempat ibadahnya yang tepat dari daftar acuan.Menyebutkan 3 contoh agama beserta tempat ibadahnya yang tepat dari daftar acuan.Menyebutkan 4 atau lebih contoh agama beserta tempat ibadahnya yang tepat sesuai daftar acuan resmi.
Menunjukkan Sikap Menghargai Keragaman Budaya dan Agama (TP 4.10.3) [Acuan: minimal 2 sikap terhadap budaya dan 2 sikap terhadap agama di masyarakat]Hanya menunjukkan 1 contoh sikap menghargai yang tepat atau jawaban belum relevan dengan konteks keberagaman.Menunjukkan 2 contoh sikap menghargai (hanya mencakup ranah budaya saja atau agama saja) yang relevan.Menunjukkan 3 contoh sikap menghargai yang mencakup ranah budaya dan ranah agama sesuai daftar acuan.Menunjukkan secara lengkap minimal 2 contoh sikap menghargai keragaman budaya dan 2 contoh sikap menghargai keragaman agama sesuai acuan.
Menceritakan Pengalaman Bergaul (TP 4.10.4) — Kelengkapan Cerita dan Penghayatan Sikap Saling Menghargai [Kriteria: latar perbedaan teman, bentuk pergaulan/kegiatan bersama, dan sikap saling menghargai]Cerita tidak memuat latar belakang perbedaan teman dan tidak memuat sikap menghargai dalam pergaulan.Menceritakan pengalaman bergaul namun hanya menyebutkan identitas teman tanpa menceritakan bentuk kegiatan dan sikap menghargai.Menceritakan pengalaman bergaul dengan menyebutkan perbedaan latar belakang dan bentuk kegiatan bersama, namun sikap menghargai belum terurai jelas.Menceritakan pengalaman secara runtut dan lengkap mencakup latar belakang perbedaan teman, kegiatan bergaul bersama, serta penghayatan sikap saling menghargai secara nyata.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 45 menit untuk pengerjaan Tugas 1 serentak dan 35 menit untuk unjuk kerja lisan murid 15-28 berjalan efektif dan tepat waktu?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 4 secara keseluruhan terhadap empat TP pada bab keberagaman ini berdasarkan artefak tertulis dan catatan performa lisan?

Murid:

  • Bagian mana dari lembar soal sumatif tadi yang paling mudah dan paling menantang untuk saya jawab secara jujur?
  • Bagaimana perasaan saya setelah berhasil menceritakan pengalaman berteman dengan teman yang berbeda di hadapan guru dan teman-teman?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: Mazmur 150:1-6
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
  4. Kartu bergambar budaya dan simbol/tempat ibadah agama di Indonesia
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD)
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
  8. Alkitab (Bahan bacaan Mazmur 150:1-6)
  9. Kartu situasi dan lembar kerja skenario keberagaman masyarakat
  10. Lembar Asesmen Sumatif Tertulis dan Lembar Refleksi Terstruktur Bab 10
  11. Lembar Instrumen Observasi Unjuk Kerja Lisan Guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.