Modul AjarPertemuan 5Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif: Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Sama Istimewa

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif: Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Sama Istimewa". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif: Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Sama Istimewa

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif: Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Sama Istimewa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif: Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Sama Istimewa
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan secara tertulis bukti-bukti dari Kejadian 1:26–28 bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sama istimewa, sama martabat, dan sama derajatnya di hadapan Allah.
  2. Murid dapat menunjukkan melalui tes tertulis pemahaman tentang sikap saling menghargai antara laki-laki dan perempuan sebagai ciptaan Allah yang sama istimewa dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurut kalian, apakah Allah menciptakan laki-laki lebih istimewa daripada perempuan, atau sebaliknya? Mengapa kalian berpikir demikian?
  2. Apa bukti yang bisa kita temukan di Kejadian 1:26–28 bahwa Allah memperlakukan laki-laki dan perempuan dengan cara yang sama?
  3. Bagaimana cara kita menunjukkan sikap menghargai teman laki-laki maupun perempuan di sekolah setiap hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebagai tanda syukur atas kesempatan belajar hari ini.
  • Guru melakukan absensi dan mengecek kesiapan murid secara singkat (apakah sudah menyiapkan alat tulis).
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan asesmen sumatif untuk Bab 1, sehingga murid akan menunjukkan pemahaman mereka secara tertulis dan mandiri.
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan: guru bertanya kepada 2–3 murid secara acak, 'Coba sebutkan satu bukti dari Alkitab bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sama istimewa.' Guru mencatat respons untuk memetakan kesiapan murid sebelum asesmen dimulai.
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif hari ini: murid diminta menjelaskan bukti-bukti dari Kejadian 1:26–28 secara tertulis dan menunjukkan pemahaman tentang sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru memberikan motivasi singkat: 'Kalian sudah belajar topik ini dengan baik. Hari ini adalah kesempatan untuk memperlihatkan apa yang sudah kalian pahami. Tulis dengan tenang dan percaya diri.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru meminta murid membuka Alkitab dan membaca bersama-sama Kejadian 1:26–28 selama 2 menit sebagai penyegaran ingatan sebelum asesmen dimulai. (Prinsip: Berkesadaran — murid diajak hadir penuh dan fokus pada teks Alkitab sebelum mengerjakan soal.)
  • Guru menampilkan atau menuliskan di papan tulis tiga poin ringkas: (1) Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya (ay. 26–27), (2) Allah memberi tugas dan tanggung jawab yang sama kepada laki-laki dan perempuan (ay. 28a), (3) Allah memberi berkat yang sama (ay. 28b). Guru memberi waktu 2 menit bagi murid untuk membaca ulang catatan mereka sendiri jika ada.
  • Guru mengumumkan bahwa sesi mengerjakan soal dimulai, menjelaskan petunjuk pengerjaan secara singkat: baca soal dengan teliti, tulis jawaban dengan kalimat lengkap dan jelas, kerjakan secara mandiri.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif. Soal terdiri dari dua bagian: Bagian A (pilihan ganda, 10 soal) menguji pemahaman bukti dari Kejadian 1:26–28 tentang kesamaan martabat dan derajat laki-laki dan perempuan; Bagian B (uraian singkat, 3 soal) menguji kemampuan murid menjelaskan bukti-bukti tersebut secara tertulis dan memberikan contoh sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
  • Contoh soal Bagian A: 'Berikut ini yang merupakan bukti bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sama-sama istimewa adalah … (A) Allah memberi tugas yang sama kepada laki-laki maupun perempuan untuk mengurus seluruh ciptaan-Nya; B) … dst.'
  • Contoh soal Bagian B: (1) Apa saja bukti dari Kejadian 1:26–28 bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sama istimewa? Jelaskan minimal dua bukti! (2) Jelaskan apa yang dimaksud dengan laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama di hadapan Allah! (3) Tuliskan dua contoh sikap yang dapat kamu lakukan di sekolah sebagai wujud menghargai teman laki-laki maupun perempuan sebagai ciptaan Allah yang sama istimewa!
  • Murid mengerjakan lembar soal secara mandiri selama 35 menit. Guru berkeliling dengan tenang untuk memastikan kondusifitas ruang dan mengamati proses pengerjaan tanpa memberikan jawaban. (Prinsip: Bermakna — soal dirancang mengaitkan pemahaman Alkitab dengan sikap nyata dalam kehidupan sehari-hari murid.)
  • Diferensiasi selama pengerjaan: murid yang kesulitan (belum selesai setelah 30 menit) diperbolehkan melihat teks Kejadian 1:26–28 dari Alkitab mereka untuk soal uraian; murid yang selesai lebih awal diminta memeriksa kembali jawaban mereka dan menulis ayat hafalan Kejadian 1:27 di bagian belakang lembar soal sebagai kegiatan pengayaan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah waktu pengerjaan selesai, guru meminta murid mengumpulkan lembar soal.
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi diri selama 5 menit dengan menjawab dua pertanyaan refleksi secara tertulis di buku catatan masing-masing: (1) 'Bagian mana dari soal tadi yang menurutmu paling mudah dan paling sulit? Mengapa?' (2) 'Satu hal baru atau penting yang kamu sadari tentang bagaimana Allah memandang laki-laki dan perempuan setelah kamu belajar topik ini?'
  • Guru mempersilakan 2–3 murid berbagi jawaban refleksi mereka secara sukarela. Guru merespons dengan hangat dan menghargai setiap jawaban tanpa menghakimi. (Prinsip: Berkesadaran dan Bermakna — murid didorong menghubungkan hasil belajar dengan pengalaman dan keyakinan pribadi mereka.)

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum: menyampaikan bahwa hasil asesmen akan segera diperiksa dan dikembalikan pada pertemuan berikutnya beserta komentar tertulis dari guru.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang meneguhkan: 'Allah tidak pernah membedakan laki-laki dan perempuan. Kita semua sama istimewa di mata-Nya. Mari kita tunjukkan itu dalam sikap kita setiap hari kepada teman-teman kita.'
  • Guru mengajak murid menutup kelas dengan berdoa bersama menggunakan doa syukur: 'Allah Mahakuasa, kami berterima kasih karena telah menciptakan laki-laki dan perempuan sama istimewa. Tolonglah kami agar mampu hidup baik dan benar sebagai pribadi yang istimewa yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.'
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diperbolehkan mengacu pada teks Kejadian 1:26–28 dari Alkitab mereka saat mengerjakan soal uraian. Guru dapat menyediakan kartu referensi kecil berisi tiga bukti utama dari Kejadian 1:26–28 bagi murid yang memiliki kesulitan membaca atau pemahaman teks.
  • Proses: Murid dengan kemampuan tinggi yang menyelesaikan soal lebih awal diminta menuliskan ayat hafalan Kejadian 1:27 di bagian belakang lembar soal dan menuliskan satu kalimat refleksi mengapa ayat itu penting bagi mereka. Murid dengan kecepatan belajar lebih lambat diberi waktu tambahan maksimal 5 menit setelah waktu reguler berakhir.
  • Produk: Produk utama semua murid adalah lembar jawaban asesmen tertulis. Bagi murid yang menyelesaikan lebih awal, produk tambahan berupa ayat hafalan tertulis dan refleksi singkat satu kalimat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada 2–3 murid secara acak di awal pendahuluan: 'Coba sebutkan satu bukti dari Alkitab bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sama istimewa.' Tujuannya untuk memetakan kesiapan dan mengaktifkan pengetahuan awal murid sebelum asesmen sumatif dimulai, bukan untuk dinilai.

Proses:

  • Observasi guru selama pengerjaan soal: guru mencatat murid yang tampak kesulitan atau tidak fokus untuk ditindaklanjuti.
  • Refleksi tertulis mandiri setelah pengumpulan soal: murid menjawab dua pertanyaan refleksi di buku catatan tentang pengalaman mengerjakan soal dan pemahaman bermakna yang diperoleh.
  • Berbagi refleksi lisan sukarela: guru mengamati dan mencatat respons murid sebagai bahan umpan balik formatif untuk pertemuan berikutnya.

Akhir:

  • Lembar asesmen sumatif tertulis (Bagian A: 10 pilihan ganda + Bagian B: 3 uraian singkat) yang dikerjakan secara mandiri oleh murid selama 35 menit.
  • Penilaian menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk soal uraian, dan penskoran standar untuk soal pilihan ganda.
  • Hasil asesmen dikembalikan pada pertemuan berikutnya disertai komentar tertulis guru sebagai umpan balik.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran untuk memetakan kesiapan murid sebelum asesmen sumatif dimulai.
  • Observasi guru selama murid mengerjakan soal: memantau sikap, kemandirian, dan fokus murid.
  • Refleksi tertulis mandiri di buku catatan setelah pengumpulan lembar soal (pertanyaan tentang bagian tersulit dan hal baru yang dipelajari).
  • Berbagi refleksi lisan sukarela di akhir sesi inti.

Sumatif:

  • Lembar asesmen sumatif tertulis: Bagian A (10 soal pilihan ganda) mengukur pemahaman bukti dari Kejadian 1:26–28 tentang kesamaan martabat dan derajat laki-laki dan perempuan sesuai TP 4.1.5.1.
  • Lembar asesmen sumatif tertulis: Bagian B (3 soal uraian singkat) mengukur kemampuan menjelaskan bukti-bukti tersebut secara tertulis dan memberikan contoh sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari sesuai TP 4.1.5.1 dan TP 4.1.5.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan bukti dari Kejadian 1:26–28 bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sama istimewa (TP 4.1.5.1)Murid tidak dapat menyebutkan bukti dari Kejadian 1:26–28, atau jawaban tidak relevan dengan teks Alkitab.Murid dapat menyebutkan satu bukti dari Kejadian 1:26–28 tetapi penjelasan masih sangat singkat dan belum lengkap.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan dua bukti dari Kejadian 1:26–28 dengan kalimat yang cukup jelas, meskipun ada bagian yang kurang tepat.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan tiga bukti dari Kejadian 1:26–28 (gambar-rupa Allah, tugas yang sama, berkat yang sama) dengan kalimat yang lengkap, jelas, dan tepat.
Menjelaskan konsep martabat dan derajat yang sama antara laki-laki dan perempuan di hadapan Allah (TP 4.1.5.1)Murid tidak dapat menjelaskan arti martabat atau derajat, atau memberikan jawaban yang tidak sesuai konteks.Murid dapat menyebutkan salah satu konsep (martabat atau derajat) tetapi penjelasan masih sangat sederhana dan belum menunjukkan pemahaman.Murid dapat menjelaskan arti martabat dan derajat dengan kalimatnya sendiri dan mengaitkannya dengan pandangan Allah terhadap laki-laki dan perempuan, meskipun belum sepenuhnya tepat.Murid dapat menjelaskan dengan tepat arti martabat (hak untuk diakui dan dihormati) dan derajat (kedudukan sebagai ciptaan Allah) serta mengaitkan keduanya dengan ajaran Kejadian 1:26–28 secara logis dan jelas.
Memberikan contoh sikap saling menghargai antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari (TP 4.1.5.2)Murid tidak dapat memberikan contoh sikap, atau contoh yang diberikan tidak relevan dengan konteks menghargai sesama ciptaan Allah.Murid dapat menyebutkan satu contoh sikap saling menghargai tetapi belum dikaitkan dengan pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan sama istimewa di mata Allah.Murid dapat menyebutkan dua contoh sikap saling menghargai yang relevan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah atau rumah, dengan kaitan yang cukup jelas pada nilai Kristiani.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan dua atau lebih contoh sikap saling menghargai yang konkret, relevan, dan dikaitkan secara jelas dengan pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan sama istimewa sebagai ciptaan Allah.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi dan petunjuk asesmen sumatif hari ini sudah cukup jelas sehingga murid dapat mengerjakan soal dengan mandiri dan tenang?
  • Murid mana yang tampak kesulitan selama pengerjaan soal, dan apa tindak lanjut yang perlu saya siapkan untuk mereka?
  • Apakah soal yang saya buat sudah benar-benar mengukur dua tujuan pembelajaran (TP 4.1.5.1 dan TP 4.1.5.2) secara seimbang?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (kartu referensi, waktu tambahan, kegiatan pengayaan) sudah efektif dan adil bagi semua murid?

Refleksi Murid:

  • Bagian soal mana yang menurutmu paling mudah dan paling sulit hari ini? Mengapa?
  • Satu hal paling penting yang kamu pelajari tentang cara Allah memandang laki-laki dan perempuan adalah …
  • Setelah belajar topik ini, apa satu sikap nyata yang ingin kamu tunjukkan kepada teman laki-laki atau perempuanmu di sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Perjanjian Lama: Kejadian 1:26–28)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV — Norita Yudiet Tompah dan Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021 (ISBN 978-602-244-444-2)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV — Kemendikbudristek 2021
  4. Lembar soal asesmen sumatif (pilihan ganda dan uraian) yang disiapkan guru
  5. Papan tulis dan spidol untuk menampilkan ringkasan tiga bukti dari Kejadian 1:26–28
  6. Buku catatan murid (untuk refleksi tertulis)
  7. Kartu referensi berisi tiga bukti utama dari Kejadian 1:26–28 (opsional, untuk diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan tambahan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.