Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Menurut Gambar dan Rupa-Nya (Kejadian 1:26–28)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Menurut Gambar dan Rupa-Nya (Kejadian 1:26–28)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Menurut Gambar dan Rupa-Nya (Kejadian 1:26–28)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Menurut Gambar dan Rupa-Nya (Kejadian 1:26–28)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAllah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Menurut Gambar dan Rupa-Nya (Kejadian 1:26–28)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa-Nya berdasarkan Kejadian 1:26–28 sebagai bukti keistimewaan keduanya di mata Allah.
  2. Murid dapat menyebutkan minimal tiga bukti dari teks Kejadian 1:26–28 yang menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan sama istimewa oleh Allah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurut kamu, apakah ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan di mata Allah? Mengapa?
  2. Pernahkah kamu merasa bangga menjadi dirimu sendiri — sebagai laki-laki atau perempuan? Ceritakan!
  3. Jika Allah menciptakan kamu 'menurut gambar dan rupa-Nya', menurutmu apa artinya itu bagi hidupmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka: 'Allah Mahakuasa, terima kasih karena Engkau menciptakan kami masing-masing dengan istimewa. Tolonglah kami belajar tentang kasih-Mu hari ini. Amin.'
  • Guru melakukan absensi dan menyapa murid dengan hangat.
  • Asesmen Awal — Guru menampilkan dua gambar sederhana (siluet laki-laki dan perempuan) dan bertanya secara lisan kepada seluruh kelas: 'Siapa yang tahu, dari mana asal-usul manusia menurut Alkitab?' Guru mencatat respons murid di papan tulis sebagai peta pengetahuan awal (diagnostik singkat).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum menjawab secara sukarela.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan membaca Kejadian 1:26–28 bersama dan menemukan bukti-bukti bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sama istimewa.'
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid mengetahui apa yang akan dilakukan selama pembelajaran.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Alkitab atau buku teks pada teks Kejadian 1:26–28. Guru membacakan teks dengan nyaring dan ekspresif, lalu meminta murid mengikuti dalam hati.
  • Guru meminta satu atau dua murid sukarela membaca ulang teks tersebut dengan lantang di depan kelas untuk membiasakan murid berinteraksi langsung dengan teks Alkitab.
  • Guru menampilkan empat poin kunci dari teks di papan tulis (atau kartu tempel berwarna): (1) Manusia diciptakan menurut gambar Allah; (2) Menurut gambar Allah diciptakan laki-laki dan perempuan; (3) Allah memberkati laki-laki dan perempuan; (4) Manusia diberi tanggung jawab berkuasa atas seluruh ciptaan Allah.
  • Guru menjelaskan makna 'gambar dan rupa Allah' dengan bahasa sederhana: bukan berarti wajah fisik, melainkan sifat-sifat mulia Allah seperti kasih, hikmat, dan kemampuan bertanggung jawab yang diberikan kepada manusia.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman lisan: 'Siapa saja yang diciptakan menurut gambar Allah? Apa yang Allah lakukan kepada laki-laki dan perempuan setelah diciptakan? Apa tugas yang diberikan kepada mereka?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) secara acak, pastikan setiap kelompok campuran laki-laki dan perempuan untuk mempraktikkan kesetaraan gender.
  • Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Kelompok berisi tabel 'Bukti-Bukti Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Sama Istimewa' — murid diminta mengisi tabel dengan minimal tiga bukti berdasarkan Kejadian 1:26–28.
  • Setelah mengisi tabel, kelompok mendiskusikan pertanyaan tambahan: 'Apa artinya kata berkuasa dalam ayat 28 — apakah artinya boleh semena-mena? Mengapa tidak?'
  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas (masing-masing 1–2 menit). Guru memberikan umpan balik positif dan meluruskan pemahaman yang keliru — khususnya bila ada murid yang masih berpendapat laki-laki lebih tinggi derajatnya.
  • Guru menegaskan kembali: 'Dari teks ini, kita menemukan bahwa Allah tidak membedakan laki-laki dan perempuan — keduanya diciptakan menurut gambar-Nya, keduanya diberkati, dan keduanya diberi tanggung jawab yang sama.' Guru memberi contoh konkret kesetaraan peran di kelas (kesempatan yang sama menjadi pemimpin kelompok, menyampaikan pendapat, dsb.).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan membagikan Lembar Refleksi Pribadi berisi dua pertanyaan: (1) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang diriku sebagai ciptaan Allah adalah...'; (2) 'Karena aku diciptakan menurut gambar Allah, satu hal yang akan aku lakukan untuk menghargai diri sendiri dan teman-temanku adalah...'
  • Murid mengisi lembar refleksi secara mandiri selama ± 5 menit dalam suasana tenang dan penuh kesadaran (guru dapat memutar musik lembut instrumental).
  • Beberapa murid diundang secara sukarela untuk berbagi isi refleksinya. Guru merespons dengan hangat dan menghargai setiap jawaban.
  • Guru mengajak seluruh kelas mengucapkan bersama-sama ayat hafalan Kejadian 1:27: 'Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.' — sebagai penutup tahap refleksi dan penguatan iman.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman lisan: 'Apa saja tiga bukti dari Kejadian 1:26–28 yang menunjukkan laki-laki dan perempuan sama istimewa?' Guru menunjuk beberapa murid untuk menjawab.
  • Asesmen Akhir — Guru memberikan kuis lisan/tertulis singkat (3 soal): (1) Sebutkan minimal tiga bukti dari Kejadian 1:26–28 bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan sama istimewa! (2) Apa artinya manusia diciptakan menurut gambar Allah? (3) Apa tugas yang Allah berikan kepada laki-laki dan perempuan dalam Kejadian 1:28?
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil diskusi kelompok yang tadi dipresentasikan.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang menguatkan: 'Ingat, kamu — baik laki-laki maupun perempuan — adalah ciptaan Allah yang sangat istimewa dan berharga. Hiduplah dengan bangga dan bertanggung jawab!'
  • Guru memimpin doa penutup bersama murid: 'Allah Mahakuasa, kami berterima kasih karena telah menciptakan laki-laki dan perempuan sama istimewa. Tolonglah kami agar mampu hidup baik dan benar sebagai pribadi yang istimewa yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.'
  • Guru menutup kelas dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah fasih membaca Alkitab, guru menyediakan teks Kejadian 1:26–28 dalam versi terjemahan lain (mis. BIS/BIMK) agar mereka dapat membandingkan diksi dan memperkaya pemahaman. Untuk murid yang kesulitan membaca, guru menyediakan ringkasan teks dalam bentuk kalimat sederhana bergambar.
  • Proses: Untuk murid yang lebih cepat memahami, guru memberikan pertanyaan tantangan tambahan: 'Jika manusia diciptakan untuk berkuasa atas ciptaan Allah, bagaimana caranya berkuasa yang baik dan bertanggung jawab?' Untuk murid yang membutuhkan bantuan lebih, guru mendampingi kelompoknya dan membantu membaca teks serta memberikan petunjuk dengan pertanyaan pemandu seperti 'Coba cari kata-kata yang menunjukkan Allah melakukan sesuatu untuk laki-laki dan perempuan'.
  • Produk: Murid yang sudah mampu dapat menuliskan empat atau lebih bukti keistimewaan laki-laki dan perempuan dengan penjelasan singkat di masing-masing bukti. Murid yang masih berkembang cukup menyebutkan tiga bukti dalam bentuk poin-poin sederhana tanpa penjelasan panjang.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan spontan: 'Siapa yang tahu, dari mana asal-usul manusia menurut Alkitab?' — diajukan sebelum pembelajaran inti untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang penciptaan manusia.
  • Guru mencatat respons murid di papan tulis sebagai acuan menyesuaikan penjelasan pada kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat menjawab pertanyaan pemahaman lisan pada tahap Memahami.
  • Penilaian Lembar Kerja Kelompok (tabel bukti-bukti) pada tahap Mengaplikasi — guru berkeliling dan memberi umpan balik langsung kepada tiap kelompok.
  • Penilaian Lembar Refleksi Pribadi pada tahap Merefleksi — guru membaca dan memberi catatan singkat apresiatif.

Akhir:

  • Kuis tertulis/lisan 3 soal di tahap Penutup: (1) Sebutkan minimal tiga bukti dari Kejadian 1:26–28 bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan sama istimewa. (2) Apa artinya manusia diciptakan menurut gambar Allah? (3) Apa tugas yang Allah berikan kepada laki-laki dan perempuan dalam Kejadian 1:28?
  • Penilaian menggunakan rubrik 4 level untuk mengukur ketercapaian TP [4.1.1.1] dan [4.1.1.2].

Formatif:

  • Observasi lisan saat guru mengajukan pertanyaan pemahaman pada tahap Memahami — guru mencatat respons murid secara informal.
  • Penilaian hasil diskusi kelompok pada Lembar Kerja (tabel bukti-bukti keistimewaan) selama tahap Mengaplikasi.
  • Lembar Refleksi Pribadi yang diisi murid pada tahap Merefleksi sebagai bukti proses berpikir dan internalisasi nilai.

Sumatif:

  • Kuis lisan/tertulis 3 soal di akhir pembelajaran untuk mengukur ketercapaian TP [4.1.1.1] dan [4.1.1.2].
  • Hasil presentasi kelompok dinilai menggunakan rubrik yang mencakup ketepatan isi, kemampuan menyebutkan minimal tiga bukti, dan keberanian berkomunikasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan penciptaan menurut gambar dan rupa Allah (TP 4.1.1.1)Murid belum dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa-Nya, atau penjelasannya tidak berkaitan dengan teks Kejadian 1:26–28.Murid dapat menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, tetapi belum dapat mengaitkannya dengan keistimewaan laki-laki dan perempuan secara jelas.Murid dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa-Nya berdasarkan Kejadian 1:26–28, dan mampu mengaitkannya dengan keistimewaan keduanya di mata Allah.Murid dapat menjelaskan dengan rinci dan menggunakan kata-kata sendiri bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa-Nya berdasarkan Kejadian 1:26–28, serta mampu memberikan contoh konkret implikasi keistimewaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Menyebutkan bukti-bukti keistimewaan dari teks (TP 4.1.1.2)Murid belum dapat menyebutkan satupun bukti dari Kejadian 1:26–28 yang menunjukkan laki-laki dan perempuan diciptakan sama istimewa.Murid dapat menyebutkan satu atau dua bukti dari Kejadian 1:26–28, namun belum mencapai minimal tiga bukti.Murid dapat menyebutkan minimal tiga bukti dari Kejadian 1:26–28 yang menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan sama istimewa oleh Allah.Murid dapat menyebutkan lebih dari tiga bukti dari Kejadian 1:26–28 dengan penjelasan singkat yang tepat untuk masing-masing bukti, dan mampu mengaitkan bukti-bukti tersebut dengan kehidupan nyata.
Partisipasi diskusi kelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada pengisian lembar kerja.Murid ikut hadir dalam diskusi kelompok, namun kontribusinya sangat terbatas atau hanya mengikuti pendapat teman tanpa mengemukakan ide sendiri.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok, menyampaikan pendapat dengan cukup jelas, dan membantu kelompok mengisi lembar kerja dengan benar.Murid sangat aktif dalam diskusi, berani menyampaikan pendapat dengan jelas dan percaya diri, mendorong teman untuk ikut berpendapat, dan memimpin kelompok dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil memahami makna 'diciptakan menurut gambar dan rupa Allah' setelah kegiatan pembelajaran hari ini? Bagaimana saya tahu?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Pertanyaan mana yang paling efektif?
  • Apakah semua murid — baik yang cepat maupun yang lambat — mendapat dukungan yang memadai selama pembelajaran? Apa yang perlu saya perbaiki untuk diferensiasi berikutnya?
  • Apakah suasana kelas mencerminkan nilai kesetaraan gender yang menjadi inti topik hari ini? Adakah tindakan saya yang tidak sengaja bias gender?
  • Seberapa efektif diskusi kelompok dalam membantu murid menemukan bukti-bukti dari teks? Apa yang perlu diubah untuk pertemuan serupa ke depan?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang diriku sebagai ciptaan Allah adalah...
  • Dari teks Kejadian 1:26–28, bukti yang paling berkesan bagiku adalah... karena...
  • Karena aku diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, satu hal yang akan aku lakukan untuk menghargai diri sendiri dan teman-temanku adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — Teks Kejadian 1:26–28 (Terjemahan Baru, LAI)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV — Norita Yudiet Tompah dan Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021 (ISBN 978-602-244-444-2)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV — Kemendikbudristek 2021
  4. Lembar Kerja Kelompok (tabel bukti-bukti keistimewaan laki-laki dan perempuan) — dibuat guru
  5. Lembar Refleksi Pribadi — dibuat guru
  6. Kartu tempel berwarna berisi empat poin kunci Kejadian 1:26–28 — alat bantu visual
  7. Papan tulis dan spidol/kapur untuk peta pengetahuan awal
  8. Gambar/ilustrasi siluet laki-laki dan perempuan sebagai media pembuka
  9. Musik instrumental lembut (opsional, untuk suasana refleksi)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.