MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 1 — Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Sama Istimewa INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Sama Istimewa |
|---|
| Alokasi Waktu | 9 JP (9 x 35 menit = 315 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.1.1 Menyebutkan bukti penciptaan manusia (perempuan dan laki-laki) berdasarkan Kejadian 1:26–28
- TP 4.1.2 Mengidentifikasi kesetaraan kedudukan manusia (perempuan dan laki-laki) sebagai sesama ciptaan Allah
- TP 4.1.3 Menunjukkan contoh kegiatan kerja sama antara murid perempuan dan laki-laki di sekolah
- TP 4.1.4 Menceritakan rasa syukur atas penciptaan dirinya sebagai manusia (perempuan dan laki-laki)
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa bukti dalam Alkitab bahwa Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan sama istimewa?
- Mengapa laki-laki dan perempuan mempunyai derajat dan kedudukan yang setara di hadapan Allah?
- Apa saja kegiatan di kelas dan lingkungan sekolah yang dapat kita lakukan bersama-sama antara murid laki-laki dan perempuan?
- Mengapa kita patut mengucap syukur kepada Allah yang telah menciptakan kita sebagai anak laki-laki atau anak perempuan?
- Bagaimana kita membuktikan melalui teks Kejadian 1:26–28 bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan setara di hadapan Allah?
- Apa bentuk kerja sama yang adil antara murid laki-laki dan perempuan yang dapat kita tunjukkan di sekolah?
- Mengapa kita patut bersyukur kepada Allah atas penciptaan diri kita sebagai anak laki-laki atau perempuan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyebutkan Bukti Penciptaan Manusia Berdasarkan Kejadian 1:26–28 dan Mengidentifikasi Kesetaraan Kedudukan Laki-laki dan Perempuan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.1 Menyebutkan bukti penciptaan manusia (perempuan dan laki-laki) berdasarkan Kejadian 1:26–28
- TP 4.1.2 Mengidentifikasi kesetaraan kedudukan manusia (perempuan dan laki-laki) sebagai sesama ciptaan Allah
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan salam hangat, memimpin doa pembuka pembelajaran, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal secara lisan untuk memetakan pengetahuan dasar murid dengan menanyakan: Siapakah yang menciptakan manusia laki-laki dan perempuan menurut Alkitab? dan Apakah ada ciptaan yang lebih tinggi derajatnya antara laki-laki dan perempuan di hadapan Allah? (acuan diagnostik: Allah yang menciptakan; keduanya sama/setara di mata Allah) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni menyebutkan bukti penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28 serta mengidentifikasi kesetaraan kedudukan laki-laki dan perempuan di hadapan Allah, dilanjutkan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru membuka Alkitab dan membaca bersama teks Kejadian 1:26–28 secara bergantian untuk mencermati proses dan rencana Allah saat menciptakan manusia (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru yang memaparkan 3 bukti alkitabiah penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28, yaitu: (1) Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah; (2) Allah memberkati laki-laki dan perempuan tanpa terkecuali; (3) Allah memberi mandat dan tanggung jawab kepada laki-laki dan perempuan untuk mengelola serta berkuasa atas seluruh ciptaan di bumi (10 menit).
- Murid menyimak pendalaman konsep mengenai kesetaraan kedudukan ciptaan Allah, bahwa martabat dan derajat laki-laki dan perempuan adalah sama tinggi di hadapan Allah, tidak ada yang lebih unggul atau lebih rendah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid berpasangan memainkan permainan kartu tantangan Pasangan Bukti dan Kesetaraan untuk mengelompokkan 4 kartu pernyataan ke dalam kotak Kategori Bukti Penciptaan atau Kotak Kesetaraan Kedudukan. Kartu yang dikelompokkan: Kartu 1 Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (kategori: Bukti Penciptaan); Kartu 2 Diberkati Allah untuk bertambah banyak dan mengelola bumi (kategori: Bukti Penciptaan); Kartu 3 Perempuan dan laki-laki sama-sama berhak mendapat kesempatan memimpin (kategori: Kesetaraan Kedudukan); Kartu 4 Laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kehormatan yang sama untuk bersekolah (kategori: Kesetaraan Kedudukan) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar latihan identifikasi kesetaraan kedudukan dengan menentukan status Benar atau Salah pada 4 pernyataan: (1) Allah menciptakan perempuan dengan derajat lebih rendah dari laki-laki (acuan: Salah); (2) Laki-laki dan perempuan sama-sama diciptakan menurut rupa Allah (acuan: Benar); (3) Hanya anak laki-laki yang diberi kuasa oleh Allah untuk menjaga bumi (acuan: Salah); (4) Kedudukan anak laki-laki dan perempuan sama istimewa di mata Allah (acuan: Benar) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengambil waktu hening sejenak untuk merenungkan kebaikan Allah yang telah menciptakan dirinya secara istimewa serta menumbuhkan kesadaran untuk memandang teman laki-laki dan perempuan sebagai sesama ciptaan yang setara dan berharga (5 menit).
- Tiga perwakilan murid bergantian menyebutkan kembali secara lisan satu bukti penciptaan dari Kejadian 1:26–28 dan satu penegasan mengapa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan setara di hadapan Allah (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat rangkuman intisari materi bahwa Kejadian 1:26–28 membuktikan laki-laki dan perempuan diciptakan setara, istimewa, serta sama-sama dikaruniai berkat dan mandat oleh Allah (5 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman akhir secara lisan kepada murid mengenai bukti penciptaan manusia dan arti kesetaraan kedudukan di hadapan Allah (5 menit).
- Guru memberikan penguatan serta tindak lanjut untuk membaca ulang Kejadian 1:26–28 di rumah, lalu menutup seluruh rangkaian sesi pembelajaran dengan doa syukur bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Guru menyediakan teks Kejadian 1:26–28 dengan penandaan warna khusus pada frasa bukti penciptaan untuk murid yang memerlukan dukungan membaca, dan teks Alkitab standar bagi murid yang sudah mandiri.
- Proses: Pada aktivitas mencocokkan kartu, murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan membaca kartu secara terbimbing bersama guru, sedangkan murid yang cepat menyelesaikan diberikan 2 kartu skenario situasi kesetaraan tambahan untuk diidentifikasi.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan dapat menyampaikan bukti penciptaan dan kesetaraan secara lisan langsung kepada guru, sedangkan murid yang mandiri menuangkannya secara tertulis pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran untuk mengecek pengetahuan awal: (1) Siapakah yang menciptakan manusia menurut Alkitab? (acuan: Allah); (2) Apakah laki-laki dan perempuan diciptakan dengan derajat yang sama di mata Allah? (acuan: Ya, sama derajat/kedudukannya).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid saat berpasangan mencocokkan 4 kartu pernyataan ke dalam kategori Bukti Penciptaan atau Kesetaraan Kedudukan. Acuan kunci: Kartu 1 Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Bukti Penciptaan); Kartu 2 Diberkati Allah untuk bertambah banyak dan mengelola bumi (Bukti Penciptaan); Kartu 3 Perempuan dan laki-laki sama-sama berhak mendapat kesempatan memimpin (Kesetaraan Kedudukan); Kartu 4 Laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kehormatan yang sama untuk bersekolah (Kesetaraan Kedudukan).
- Pemeriksaan hasil lembar kerja mandiri identifikasi kesetaraan kedudukan (4 butir pernyataan). Acuan kunci: Butir 1 Salah, Butir 2 Benar, Butir 3 Salah, Butir 4 Benar. Kriteria ketercapaian: murid menjawab tepat minimal 3 dari 4 butir.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: (1) Murid menyebutkan minimal 2 bukti penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28 (acuan: [a] diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, [b] diberkati Allah, [c] diberi kuasa mengelola bumi); (2) Murid menjelaskan apakah kedudukan laki-laki dan perempuan berbeda di mata Allah (acuan: Kedudukan keduanya setara/sama tinggi, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah).
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan pada permainan pengelompokan 4 kartu pernyataan Bukti Penciptaan dan Kesetaraan Kedudukan
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri 4 butir identifikasi pernyataan kesetaraan kedudukan ciptaan Allah
- Tanya jawab lisan pengecekan bukti penciptaan berdasarkan Kejadian 1:26–28
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan bukti penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28 (Daftar acuan 3 bukti: [1] Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah; [2] Diberkati oleh Allah; [3] Diberi tugas mengelola ciptaan/bumi) | Belum dapat menyebutkan bukti penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28 meskipun telah dibimbing guru. | Menyebutkan 1 dari 3 bukti penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28 dengan bantuan arahan guru. | Menyebutkan 2 dari 3 bukti penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28 secara tepat dan mandiri. | Menyebutkan seluruh 3 bukti penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28 secara lengkap, tepat, dan mandiri. | | Mengidentifikasi kesetaraan kedudukan manusia (perempuan dan laki-laki) sebagai ciptaan Allah (Daftar acuan 4 butir: [1] Pernyataan perempuan lebih rendah: Salah; [2] Pernyataan sama-sama segambar Allah: Benar; [3] Pernyataan hanya laki-laki yang berkuasa: Salah; [4] Pernyataan derajat sama istimewa: Benar) | Mengidentifikasi dengan tepat 0 sampai 1 dari 4 pernyataan kesetaraan kedudukan ciptaan Allah. | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 pernyataan kesetaraan kedudukan ciptaan Allah. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 pernyataan kesetaraan kedudukan ciptaan Allah secara mandiri. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 dari 4 pernyataan kesetaraan kedudukan ciptaan Allah tanpa kekeliruan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran dengan kartu tantangan efektif membantu murid memahami bukti penciptaan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid saat mencermati teks Alkitab Kejadian 1:26–28?
- Apakah ada murid yang masih berpandangan bahwa salah satu gender berkedudukan lebih tinggi, dan bagaimana tindak lanjut bimbingannya?
Murid:- Apa hal baru yang aku pahami hari ini tentang alasan Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sama istimewa?
- Bagaimana caraku memperlakukan teman laki-laki dan perempuan di kelasku setelah mengetahui bahwa kita semua setara di hadapan Allah?
Pertemuan 2 — Menunjukkan Contoh Kerja Sama Murid Perempuan dan Laki-laki serta Latihan Menceritakan Rasa Syukur Penciptaan Diri (Giliran 14 Murid) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.3 Menunjukkan contoh kegiatan kerja sama antara murid perempuan dan laki-laki di sekolah
- TP 4.1.4 Menceritakan rasa syukur atas penciptaan dirinya sebagai manusia (perempuan dan laki-laki)
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan menyapa murid, memimpin doa pembukaan, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid menyanyikan lagu pujian syukur bersama dengan penuh sukacita (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terpimpin: (1) Guru membacakan dua situasi dan meminta murid memilih tindakan yang menunjukkan kerja sama: Skenario X: 'Murid laki-laki dan perempuan bersama-sama menyapu lantai dan merapikan bangku saat piket kelas'; Skenario Y: 'Murid laki-laki menolak dibantu murid perempuan saat membersihkan ruang kelas' (acuan jawaban: Skenario X adalah contoh kerja sama, Skenario Y adalah penolakan kerja sama); (2) Guru menanyakan kepada 2 murid hal yang disyukuri sebagai anak laki-laki atau perempuan ciptaan Allah (kriteria penerimaan: menyebutkan minimal 1 anugerah Allah berupa tubuh sehat atau kemampuan membantu teman) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan contoh kegiatan kerja sama antara murid laki-laki dan perempuan di sekolah serta menceritakan rasa syukur atas penciptaan diri secara bergiliran bagi 14 murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tebak cepat 'Kartu Situasi Sahabat Sekolah' di mana guru membacakan 4 kartu situasi: (1) Kartu A: Samuel dan Kristin membagi tugas merapikan buku di perpustakaan sekolah; (2) Kartu B: Dika melarang Siti bergabung dalam kelompok belajar matematika karena Siti perempuan; (3) Kartu C: Edo dan Maria bersama-sama menyiram tanaman di halaman sekolah; (4) Kartu D: Doni menertawakan teman perempuan yang membawa ember air tanpa mau membantu. Murid berdiri jika situasi menunjukkan kerja sama laki-laki dan perempuan, dan duduk jika bukan. Guru bersama murid memverifikasi bahwa Kartu A dan Kartu C adalah contoh kerja sama, sedangkan Kartu B dan Kartu D adalah penolakan kerja sama (10 menit).
- Murid menyimak ulasan guru mengenai bentuk kerja sama murid laki-laki dan perempuan di lingkungan sekolah (seperti regu piket kebersihan, kelompok belajar, penataan ruang kelas, dan kepanitiaan kegiatan kelas) serta mengidentifikasi 3 pokok rasa syukur atas penciptaan diri: (a) pengakuan diri sebagai ciptaan Allah, (b) karunia anggota tubuh dan kemampuan yang diberikan Allah, dan (c) tindakan nyata memakai karunia tersebut untuk menolong teman di sekolah (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Kerja Sama Sekolah dengan menunjukkan 4 contoh kegiatan kerja sama antara murid perempuan dan laki-laki dari daftar 6 pilihan kegiatan: (1) Mengangkat meja bersama antara murid putra dan putri saat menata ruang kelas (Kerja sama); (2) Berpasangan menyelesaikan tugas matematika antara murid perempuan dan laki-laki (Kerja sama); (3) Murid laki-laki bermain bola sendiri dan melarang anak perempuan melintas di lapangan (Pengalih/Bukan kerja sama); (4) Membersihkan jendela dan papan tulis bersama antara murid laki-laki dan perempuan (Kerja sama); (5) Bergantian menyiram taman sekolah dalam regu piket gabungan murid laki-laki dan perempuan (Kerja sama); (6) Menolak masuk ke kelompok diskusi karena ada anggota perempuan (Pengalih/Bukan kerja sama). Kunci: Murid menandai butir 1, 2, 4, dan 5 serta tidak memilih butir 3 dan 6 (15 menit).
- Murid secara bergiliran (14 murid dengan durasi sekitar 2 menit per anak) menceritakan secara lisan rasa syukur atas penciptaan dirinya sebagai manusia (laki-laki atau perempuan) di depan kelompok/kelas dengan panduan 3 pokok cerita: (a) menyebutkan dirinya sebagai ciptaan Allah (anak laki-laki atau perempuan), (b) menyebutkan minimal 1 hal konkret yang disyukuri atas kebaikan Allah pada tubuh atau kemampuannya, dan (c) menyebutkan 1 wujud perbuatan baik sebagai ucapan syukur di sekolah; murid lain mendengarkan dengan sikap saling menghargai (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak hening sejenak (olah rasa dan olah hati) untuk merenungkan: 'Bagaimana perasaanku saat bekerja sama dengan teman yang berbeda jenis kelamin di kelas? Mengapa aku bersyukur dan menghargai diriku serta temanku sebagai ciptaan Allah?' Lalu 2 perwakilan murid membagikan perasaannya secara singkat di hadapan kelas (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pelajaran hari ini bahwa murid laki-laki dan perempuan sama-sama berharga di mata Allah dan dipanggil untuk bekerja sama di sekolah, serta setiap pribadi patut bersyukur atas dirinya yang diciptakan istimewa oleh Allah (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir melalui tiket keluar singkat, memberikan umpan balik penguatan terhadap kerja sama dan keberanian murid bercerita, lalu menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja dengan gambar ilustrasi konkret aktivitas sekolah bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual, serta teks skenario naratif bagi murid yang telah membaca lancar mandiri.
- Proses: Menyediakan kartu panduan kalimat pemantik bagi murid yang membutuhkan bimbingan saat giliran bercerita ('Aku bersyukur diciptakan Allah sebagai anak ... karena Allah memberiku ... dan aku mau memakainya untuk ...'), sedangkan murid yang sudah lancar dipersilakan mengembangkan cerita dengan bahasa sendiri.
- Produk: Pada latihan menceritakan rasa syukur, murid yang masih cemas berbicara di depan seluruh kelas diperkenankan menceritakan pokok syukurnya di hadapan kelompok kecil beranggotakan 4 teman sebelum menyampaikan poin intinya kepada guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menunjukkan kerja sama: Guru membacakan 2 skenario perilaku di sekolah: Skenario X: 'Murid laki-laki dan perempuan bersama-sama menyapu lantai dan merapikan bangku saat piket kelas'; Skenario Y: 'Murid laki-laki menolak dibantu murid perempuan saat membersihkan ruang kelas'. Acuan jawaban: Skenario X adalah contoh kerja sama, Skenario Y adalah penolakan kerja sama/bukan kerja sama.
- Tanya jawab diagnostik menceritakan rasa syukur: Guru meminta murid menyebutkan satu hal yang disyukurinya sebagai anak ciptaan Allah. Kriteria penerimaan: Murid menyebutkan minimal 1 anugerah Allah atas dirinya sebagai laki-laki atau perempuan (misal: bersyukur atas kesehatan tubuh, tangan untuk menolong, atau kesempatan belajar bersama teman).
Proses:- Penilaian lembar kerja menunjukkan contoh kerja sama di sekolah. Acuan kunci jawaban: Dari 6 pilihan yang tersedia, murid menandai 4 contoh kerja sama yang benar: (1) Mengangkat meja bersama antara murid putra dan putri saat menata ruang kelas, (2) Berpasangan menyelesaikan tugas matematika antara murid perempuan dan laki-laki, (4) Membersihkan jendela dan papan tulis bersama antara murid laki-laki dan perempuan, (5) Bergantian menyiram taman sekolah dalam regu piket gabungan murid laki-laki dan perempuan; serta tidak memilih 2 opsi pengalih: (3) Murid laki-laki bermain bola sendiri dan melarang anak perempuan melintas di lapangan, dan (6) Menolak masuk ke kelompok diskusi karena ada anggota perempuan.
- Observasi unjuk kerja lisan menceritakan rasa syukur atas penciptaan diri untuk 14 murid. Acuan 3 komponen cerita: (1) menyebutkan identitas diri sebagai ciptaan Allah (anak laki-laki atau perempuan), (2) menyebutkan minimal 1 karunia tubuh/kemampuan yang disyukuri (misal: mata untuk melihat, kaki untuk melangkah, akal budi untuk belajar), dan (3) menyebutkan minimal 1 wujud tindakan nyata bersyukur di sekolah (misal: membantu teman piket, belajar giat, atau berbicara sopan).
Akhir Pertemuan:- Tiket keluar lisan/tulis singkat butir 1: 'Sebutkan 1 contoh kegiatan kerja sama antara murid laki-laki dan perempuan saat menjalankan tugas kebersihan di kelas!'. Kriteria penerimaan: Jawaban memuat aktivitas membersihkan kelas secara bersama yang melibatkan kedua belah pihak (misal: menyapu lantai bersama, murid laki-laki mengangkat kursi dan murid perempuan mengepel lantai, atau mengelap kaca jendela bersama).
- Tiket keluar lisan/tulis singkat butir 2: 'Sebutkan 1 alasan mengapa kamu bersyukur diciptakan Allah sebagai anak laki-laki atau perempuan!'. Kriteria penerimaan: Jawaban memuat ungkapan terima kasih kepada Allah karena telah menciptakan dirinya dengan anggota tubuh yang lengkap/sehat atau diberi kemampuan untuk saling melengkapi dan berbuat baik di sekolah.
Formatif:- Pemeriksaan Lembar Kerja Siswa: Menunjukkan 4 contoh kegiatan kerja sama murid laki-laki dan perempuan di sekolah serta menghindari 2 pilihan pengalih
- Penilaian unjuk kerja lisan menceritakan rasa syukur atas penciptaan diri (giliran 14 murid) menggunakan lembar observasi 3 komponen cerita syukur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan contoh kegiatan kerja sama antara murid perempuan dan laki-laki di sekolah (TP 4.1.3) | Menunjukkan 1 dari 4 contoh kegiatan kerja sama di sekolah dengan tepat atau masih memilih kedua opsi pengalih (butir 3 dan 6). | Menunjukkan 2 dari 4 contoh kegiatan kerja sama di sekolah dengan tepat dan masih memilih 1 opsi pengalih (butir 3 atau 6). | Menunjukkan 3 dari 4 contoh kegiatan kerja sama di sekolah dengan tepat tanpa memilih opsi pengalih, atau menunjukkan seluruh 4 contoh benar namun masih memilih 1 opsi pengalih. | Menunjukkan seluruh 4 contoh kegiatan kerja sama di sekolah dengan tepat (butir 1, 2, 4, dan 5) secara mandiri tanpa memilih opsi pengalih (butir 3 dan 6). | | Menceritakan rasa syukur atas penciptaan dirinya sebagai manusia (perempuan dan laki-laki) (TP 4.1.4) | Hanya memuat 1 dari 3 komponen pokok rasa syukur (hanya menyebutkan jenis kelamin ciptaan Allah tanpa alasan karunia dan tanpa wujud tindakan nyata) serta membutuhkan bantuan guru secara penuh. | Memuat 2 dari 3 komponen pokok rasa syukur (menyebutkan identitas ciptaan Allah dan 1 karunia yang disyukuri, tetapi belum memuat wujud tindakan nyata) dengan bimbingan guru. | Memuat seluruh 3 komponen pokok rasa syukur (identitas ciptaan Allah, 1 hal konkret yang disyukuri atas tubuh/kemampuan, dan 1 wujud tindakan nyata di sekolah) secara runtut dengan sedikit arahan. | Memuat seluruh 3 komponen pokok rasa syukur (identitas ciptaan Allah, lebih dari 1 hal konkret yang disyukuri atas karunia Allah, dan wujud tindakan nyata di sekolah) secara runtut, mandiri, dan penuh keyakinan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh 14 murid mendapatkan kesempatan bercerita dengan alokasi waktu yang tertib dan suasana kelas yang saling menghargai?
- Apakah aktivitas permainan kartu dan lembar kerja efektif menolong murid membedakan contoh kerja sama yang sehat dan sikap penolakan kerja sama di sekolah?
- Langkah bimbingan apa yang perlu dipersiapkan untuk memfasilitasi murid yang masih malu atau ragu saat mengungkapkan rasa syukur di depan kelas?
Murid:- Apa contoh kerja sama dengan teman berbeda jenis kelamin yang paling menyenangkan yang pernah aku lakukan di sekolah?
- Hal apa yang paling aku syukuri kepada Allah atas diriku yang diciptakan sebagai anak laki-laki atau perempuan?
- Bagaimana aku akan memperlakukan teman laki-laki dan perempuan di kelas agar kami bisa bekerja sama dengan baik?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.1 Menyebutkan bukti penciptaan manusia (perempuan dan laki-laki) berdasarkan Kejadian 1:26–28
- TP 4.1.2 Mengidentifikasi kesetaraan kedudukan manusia (perempuan dan laki-laki) sebagai sesama ciptaan Allah
- TP 4.1.3 Menunjukkan contoh kegiatan kerja sama antara murid perempuan dan laki-laki di sekolah
- TP 4.1.4 Menceritakan rasa syukur atas penciptaan dirinya sebagai manusia (perempuan dan laki-laki)
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan doa pembuka, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 1 untuk mengukur ketercapaian pemahaman penciptaan manusia, kesetaraan kedudukan, kerja sama di sekolah, dan rasa syukur diri (5 menit).
- Guru memberikan pengarahan alur pelaksanaan asesmen yang terdiri atas tes tertulis serentak dan unjuk kerja lisan bergiliran di meja guru, serta menegaskan pentingnya sikap jujur, mandiri, dan tertib selama sesi berlangsung (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tes tertulis kepada seluruh 28 murid dan membacakan petunjuk pengerjaan soal tertulis (Bagian 1: Identifikasi Kesetaraan Kedudukan; Bagian 2: Contoh Kerja Sama di Sekolah) serta menjelaskan mekanisme pemanggilan unjuk kerja lisan untuk 14 murid sisa tanpa menimbulkan kepanikan (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid mengerjakan lembar tes tertulis secara mandiri selama 35 menit yang berisi 4 butir soal identifikasi kesetaraan kedudukan manusia di hadapan Allah dan 1 butir soal uraian untuk menunjukkan 3 contoh kerja sama murid laki-laki dan perempuan di sekolah dengan pembagian peran yang adil (35 menit).
- Guru melaksanakan unjuk kerja lisan bergiliran di meja guru untuk 14 murid sisa (alokasi 2 menit tampil per murid ditambah pencatatan skor pada lembar observasi) di mana murid menyebutkan bukti penciptaan berdasarkan Kejadian 1:26–28 dan menceritakan rasa syukur atas penciptaan dirinya, sementara murid lain yang menunggu giliran atau telah selesai tes tertulis membaca senyap teks Kejadian 1:26–28 di bangku masing-masing dengan tenang (45 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi 3 butir refleksi diri singkat pada bagian bawah lembar tes mengenai ketenangan dalam mengerjakan tugas, kejujuran diri, dan ungkapan rasa syukur setelah menyelesaikan seluruh materi Bab 1 (5 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh artefak lembar jawaban tes tertulis dan lembar refleksi murid yang telah selesai, memeriksa kelengkapan nama, serta memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian seluruh murid (3 menit).
- Guru merangkum inti pembelajaran Bab 1 bahwa laki-laki dan perempuan adalah ciptaan Allah yang sama martabatnya dan dipanggil untuk bekerja sama, lalu menutup sesi dengan doa syukur penutup bab dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses tata letak dan ukuran teks soal yang diperbesar bagi murid yang membutuhkan kejelasan visual tanpa mengubah butir pertanyaan maupun kunci jawaban.
- Proses: Penyediaan meja khusus di bagian depan dekat guru bagi murid yang membutuhkan konsentrasi lebih tenang dalam pengerjaan tertulis tanpa mengubah waktu pengerjaan.
- Produk: Standar pembuktian hasil asesmen tetap sama bagi seluruh murid, yaitu lembar jawaban tertulis sesuai kunci penskoran dan performa lisan sesuai kriteria rubrik tanpa pengurangan kompetensi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan perlengkapan alat tulis murid dan konfirmasi pemahaman petunjuk pengerjaan asesmen sumatif sebelum lembar soal dibagikan (acuan kesiapan: seluruh murid memiliki alat tulis lengkap, memahami larangan berdiskusi, dan mengetahui urutan gilirannya).
Proses:- Pengamatan keteraturan, keheningan, dan kemandirian pengerjaan lembar tes tertulis pada seluruh 28 murid serta pencatatan skor performa lisan 14 murid pada lembar amatan sumatif guru.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis terpadu dan unjuk kerja lisan bergiliran: lembar jawaban tertulis berisi identifikasi kesetaraan kedudukan laki-laki dan perempuan serta daftar contoh kerja sama yang adil di sekolah, dilengkapi penyampaian lisan tentang bukti penciptaan manusia menurut teks Kejadian 1:26–28 dan ungkapan rasa syukur atas penciptaan dirinya
- tes tertulis serentak: 28 murid serentak mengerjakan lembar tes tertulis selama 40 menit yang memuat identifikasi kesetaraan kedudukan manusia perempuan dan laki-laki di hadapan Allah (TP 2) serta penulisan contoh kegiatan dan pembagian peran kerja sama yang adil antara murid laki-laki dan perempuan di lingkungan sekolah (TP 3). Artefak lembar jawaban dikumpulkan dan diperiksa sesudah sesi menggunakan rubrik dan kunci penskoran. (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban tes tertulis)
- unjuk kerja lisan bergiliran: Pengambilan bukti performa lisan untuk 2 TP (menyebutkan bukti penciptaan berdasarkan Kejadian 1:26–28 dan menceritakan doa rasa syukur diri) dengan hitungan kapasitas guru tunggal: 28 murid total. Sebanyak 14 murid telah dinilai pada sesi latihan pertemuan ke-2 (14 murid × 2 menit = 28 menit + 4 menit transisi = 32 menit saat latihan terpandu). Sisa 14 murid dinilai pada slot sumatif ini: 14 murid × 2 menit = 28 menit + 4 menit transisi/pencatatan = 32 menit <= 65 menit. Murid lain yang belum/sudah giliran mengerjakan lembar tes atau membaca senyap Alkitab tanpa membutuhkan observasi lisan guru. (65 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian kinerja lisan terstruktur dengan lembar amatan individual)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis terpadu dan unjuk kerja lisan bergiliran: lembar jawaban tertulis berisi identifikasi kesetaraan kedudukan laki-laki dan perempuan serta daftar contoh kerja sama yang adil di sekolah, dilengkapi penyampaian lisan tentang bukti penciptaan manusia menurut teks Kejadian 1:26–28 dan ungkapan rasa syukur atas penciptaan dirinya
- tes tertulis serentak: 28 murid serentak mengerjakan lembar tes tertulis selama 40 menit yang memuat identifikasi kesetaraan kedudukan manusia perempuan dan laki-laki di hadapan Allah (TP 2) serta penulisan contoh kegiatan dan pembagian peran kerja sama yang adil antara murid laki-laki dan perempuan di lingkungan sekolah (TP 3). Artefak lembar jawaban dikumpulkan dan diperiksa sesudah sesi menggunakan rubrik dan kunci penskoran. (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban tes tertulis)
- unjuk kerja lisan bergiliran: Pengambilan bukti performa lisan untuk 2 TP (menyebutkan bukti penciptaan berdasarkan Kejadian 1:26–28 dan menceritakan doa rasa syukur diri) dengan hitungan kapasitas guru tunggal: 28 murid total. Sebanyak 14 murid telah dinilai pada sesi latihan pertemuan ke-2 (14 murid × 2 menit = 28 menit + 4 menit transisi = 32 menit saat latihan terpandu). Sisa 14 murid dinilai pada slot sumatif ini: 14 murid × 2 menit = 28 menit + 4 menit transisi/pencatatan = 32 menit <= 65 menit. Murid lain yang belum/sudah giliran mengerjakan lembar tes atau membaca senyap Alkitab tanpa membutuhkan observasi lisan guru. (65 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian kinerja lisan terstruktur dengan lembar amatan individual)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan bukti penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28 (TP 4.1.1 - Unjuk Kerja Lisan; Acuan bukti: (1) menurut gambar dan rupa Allah, (2) diciptakan laki-laki dan perempuan, (3) diberkati dan diberi mandat mengelola bumi) | Belum mampu menyebutkan bukti penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28 (menyebutkan 0 dari 3 bukti acuan). | Menyebutkan 1 dari 3 bukti penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28 dengan tepat sesuai daftar acuan. | Menyebutkan 2 dari 3 bukti penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28 dengan tepat sesuai daftar acuan. | Menyebutkan seluruh 3 bukti penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26–28 dengan tepat dan lengkap sesuai daftar acuan. | | Mengidentifikasi kesetaraan kedudukan manusia sebagai sesama ciptaan Allah (TP 4.1.2 - Tes Tertulis; Acuan kunci butir 1-4: (1) Benar/Imago Dei, (2) Salah/Mandat untuk keduanya, (3) Benar/Derajat sama, (4) Dua alasan kesetaraan) | Mengidentifikasi kesetaraan kedudukan dengan tepat kurang dari 2 butir soal (menjawab tepat 0–1 dari 4 butir acuan). | Mengidentifikasi kesetaraan kedudukan dengan tepat pada 2 dari 4 butir soal sesuai daftar kunci jawaban. | Mengidentifikasi kesetaraan kedudukan dengan tepat pada 3 dari 4 butir soal sesuai daftar kunci jawaban. | Mengidentifikasi kesetaraan kedudukan dengan tepat pada seluruh 4 butir soal sesuai daftar kunci jawaban. | | Menunjukkan contoh kegiatan kerja sama antara murid perempuan dan laki-laki di sekolah (TP 4.1.3 - Tes Tertulis; Acuan kriteria butir 5: (1) piket kelas adil peran, (2) belajar kelompok bersama, (3) tugas/kegiatan sekolah bersama tanpa pembedaan gender) | Belum mampu menunjukkan contoh kegiatan kerja sama antara murid perempuan dan laki-laki di sekolah (0 contoh yang memenuhi kriteria). | Menunjukkan 1 contoh kegiatan kerja sama antara murid perempuan dan laki-laki di sekolah dengan pembagian peran yang adil sesuai kriteria acuan. | Menunjukkan 2 contoh kegiatan kerja sama antara murid perempuan dan laki-laki di sekolah dengan pembagian peran yang adil sesuai kriteria acuan. | Menunjukkan 3 contoh kegiatan kerja sama antara murid perempuan dan laki-laki di sekolah secara konkret dengan pembagian peran yang adil sesuai kriteria acuan. | | Menceritakan rasa syukur atas penciptaan dirinya sebagai manusia (TP 4.1.4 - Unjuk Kerja Lisan; Acuan kriteria: (1) identitas diri laki-laki/perempuan istimewa, (2) ucapan terima kasih atas tubuh/anugerah Allah, (3) komitmen berbuat baik/merawat diri) | Belum mampu menceritakan rasa syukur atas penciptaan dirinya (memenuhi 0 dari 3 kriteria acuan). | Menceritakan rasa syukur atas penciptaan dirinya dengan memuat 1 dari 3 kriteria acuan. | Menceritakan rasa syukur atas penciptaan dirinya dengan memuat 2 dari 3 kriteria acuan secara jelas. | Menceritakan rasa syukur atas penciptaan dirinya secara utuh dengan memuat seluruh 3 kriteria acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu unjuk kerja lisan bergiliran untuk 14 murid berjalan efektif dan tidak mengganggu ketenangan pengerjaan tes tertulis?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 4 secara keseluruhan terhadap materi kesetaraan laki-laki dan perempuan serta sikap kerja sama di sekolah berdasarkan hasil asesmen sumatif ini?
- Tindak lanjut pembelajaran apa yang perlu dipersiapkan untuk murid yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada bab berikutnya?
Murid:- Apakah saya sudah mengerjakan lembar tes tertulis dengan jujur, mandiri, dan sungguh-sungguh?
- Bagaimana perasaan saya saat menceritakan rasa syukur kepada Tuhan atas diri saya yang diciptakan istimewa?
- Hal baik apa tentang kesetaraan dan kerja sama dengan teman laki-laki dan perempuan yang akan terus saya lakukan di sekolah?
SUMBER BELAJAR- Alkitab (Kejadian 1:26–28)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Set kartu pernyataan tantangan Bukti Penciptaan dan Kesetaraan Kedudukan
- Lembar Kerja Murid identifikasi kesetaraan kedudukan
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021, Penulis: Norita Yudiet Tompah dan Novy Amelia Elisabeth Sine)
- Alkitab: Kitab Kejadian 1:26–28
- Set Kartu Situasi 'Sahabat Sekolah' (berisi 4 skenario tindakan murid laki-laki dan perempuan)
- Lembar Kerja Siswa 'Kerja Sama Murid Laki-laki dan Perempuan di Sekolah'
- Alkitab: Kitab Kejadian 1:26–28.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Penulis: Norita Yudiet Tompah dan Novy Amelia Elisabeth Sine, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek RI, 2021.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Penulis: Norita Yudiet Tompah dan Novy Amelia Elisabeth Sine, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek RI, 2021.
- Lembar Soal dan Lembar Jawaban Tes Tertulis Sumatif Bab 1.
- Lembar Rubrik Observasi Kinerja Lisan Sumatif Bab 1.
|