Modul AjarPertemuan 1Bab 9Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Allah Mengatur Iklim dan Cuaca (Kejadian 8:22)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Allah Mengatur Iklim dan Cuaca (Kejadian 8:22)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Allah Mengatur Iklim dan Cuaca (Kejadian 8:22)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 9 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Allah Mengatur Iklim dan Cuaca (Kejadian 8:22)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAllah Mengatur Iklim dan Cuaca (Kejadian 8:22)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bahwa Allah yang mengatur iklim dan cuaca berdasarkan janji Allah kepada Nuh dalam Kejadian 8:22 dengan menyebutkan minimal dua contoh musim atau cuaca yang diatur Allah.
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa Allah sebagai Pencipta berkuasa atas iklim dan cuaca di bumi sehingga manusia patut bersyukur atas keteraturan alam yang Allah janjikan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang menurutmu mengatur hujan turun dan matahari bersinar setiap hari?
  2. Apa yang akan terjadi jika tidak ada musim hujan atau tidak ada musim kemarau sama sekali?
  3. Apa janji Allah kepada Nuh tentang alam yang kamu ketahui?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa pembuka bersama murid.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu pendek bertema alam ciptaan Allah sebagai ice-breaking (misalnya lagu 'Semua Yang Dijadikan Tuhan Sungguh Baik' atau lagu sejenis yang dikenal murid).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua gambar (cuaca cerah dan cuaca hujan), lalu bertanya kepada murid, 'Gambar mana yang pernah kamu alami hari ini? Siapa menurutmu yang membuat cuaca seperti itu?' Guru mencatat respons lisan murid untuk mengetahui pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan satu per satu dan memberi waktu murid untuk berpikir sejenak sebelum menjawab.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang ramah anak: 'Hari ini kita akan belajar tentang janji Allah kepada Nuh — bahwa Allahlah yang mengatur cuaca dan musim di bumi kita. Kita juga akan menemukan cara bersyukur atas keteraturan alam ini.'
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau video singkat (1-2 menit) berbagai cuaca dan musim: hujan, panas terik, mendung, angin. Murid diminta mengamati dengan tenang sambil merasakan apa yang mereka rasakan melihat gambar tersebut. (Berkesadaran)
  • Guru membacakan Kejadian 8:22 dengan lantang dan jelas: 'Selama bumi masih ada, takkan berhenti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.' Murid mendengarkan dengan seksama. (Berkesadaran)
  • Guru mengajak murid membaca ulang ayat tersebut bersama-sama satu kali.
  • Guru menjelaskan konteks ayat secara singkat dan menarik: kisah Nuh setelah banjir besar — Allah memberikan janji kepada Nuh bahwa Dia akan terus mengatur keteraturan alam. Guru menggunakan papan tulis untuk menuliskan kata kunci: iklim, cuaca, musim menabur, musim menuai, kemarau, hujan.
  • Guru menjelaskan perbedaan sederhana antara iklim (kondisi cuaca jangka panjang di suatu wilayah) dan cuaca (keadaan udara pada hari tertentu) menggunakan analogi yang mudah dipahami anak kelas 3.
  • Guru bertanya kepada murid: 'Dari ayat Kejadian 8:22, sebutkan contoh musim atau cuaca apa saja yang Allah atur?' Murid menjawab secara bergantian dan guru menuliskan jawaban di papan tulis. (Bermakna)
  • Guru memberikan penguatan: bahwa keteraturan iklim dan cuaca adalah bukti Allah hadir dan berkuasa atas ciptaan-Nya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Cuaca Harianku' kepada setiap murid. Lembar ini berisi kolom untuk menuliskan: (1) nama cuaca atau musim, (2) tanda-tandanya yang bisa dilihat atau dirasakan, (3) manfaat cuaca/musim tersebut bagi manusia dan makhluk hidup, dan (4) ungkapan syukur singkat kepada Allah. (Bermakna)
  • Murid mengisi lembar kerja secara mandiri dengan memilih minimal dua jenis cuaca atau musim dari Kejadian 8:22 (misalnya kemarau dan hujan, atau siang dan malam). (Bermakna)
  • Guru berkeliling memantau pengerjaan murid, memberikan bimbingan kepada murid yang membutuhkan bantuan, dan memberikan pertanyaan pengayaan kepada murid yang sudah selesai lebih cepat: 'Apa yang akan terjadi pada tumbuhan dan hewan jika tidak ada musim hujan?' (Diferensiasi)
  • Setelah mengisi lembar kerja, murid diajak untuk membuat 'Kartu Syukur Cuaca' sederhana: sebuah kartu kecil bergambar cuaca pilihan mereka dengan tulisan satu kalimat syukur kepada Allah atas cuaca tersebut. Murid bebas menggambar dan mewarnai sesuai kreativitas mereka. (Menggembirakan)
  • Beberapa murid (3-4 orang sukarela) diminta maju ke depan untuk menceritakan kartu syukur mereka kepada teman-teman: cuaca apa yang mereka pilih dan mengapa mereka bersyukur atas cuaca itu. (Bermakna)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk dengan nyaman dan tenang. Guru membacakan kembali Kejadian 8:22 perlahan-lahan satu kali sebagai pengantar refleksi. (Berkesadaran)
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Apa yang kamu pelajari hari ini tentang siapa yang mengatur cuaca dan musim?', 'Bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa Allah yang mengatur cuaca setiap hari dalam hidupmu?', dan 'Apa yang ingin kamu lakukan sebagai bentuk syukurmu kepada Allah atas keteraturan alam ini?' (Berkesadaran)
  • Murid menjawab pertanyaan refleksi secara lisan bergantian. Guru menerima semua jawaban dengan positif.
  • Guru mengajak murid mengisi kolom refleksi diri singkat di bagian bawah lembar kerja (sudah tersedia): dengan memberi tanda centang pada wajah emoji — senang, biasa, atau belum paham — sebagai gambaran pemahaman dan perasaan mereka hari ini.
  • Guru memberikan penguatan nilai akhir: 'Karena Allah yang mengatur iklim dan cuaca, kita tidak perlu takut. Kita bisa percaya kepada Allah dan bersyukur setiap hari, apa pun cuacanya.' (Bermakna)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Allah mengatur iklim dan cuaca sesuai janji-Nya kepada Nuh dalam Kejadian 8:22, dan karena itu manusia patut bersyukur atas keteraturan alam.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan singkat dengan bertanya kepada 3-4 murid: 'Sebutkan dua contoh cuaca atau musim yang diatur Allah!' untuk mengecek ketercapaian TP 3.9.1.1.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati cuaca besok pagi dan menuliskan satu kalimat syukur kepada Allah atas cuaca hari itu di buku catatan mereka (pekerjaan rumah sederhana).
  • Guru menginformasikan bahwa kartu syukur yang sudah dibuat akan ditempel di papan kelas sebagai 'Pohon Syukur Cuaca'.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa syukur bersama yang dipimpin oleh seorang murid sukarela, mengucap syukur atas keteraturan iklim dan cuaca ciptaan Allah.
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep iklim dan cuaca mendapat penjelasan ulang menggunakan gambar visual sederhana bergambar matahari, awan, hujan, dan salju. Murid yang sudah memahami dengan cepat diberikan pertanyaan tambahan: mencari contoh ayat Alkitab lain yang berbicara tentang alam ciptaan Allah.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan dapat mengisi lembar kerja secara berpasangan dengan teman sebangku. Murid yang sudah mahir mengerjakan secara mandiri dan mendapat tantangan tambahan untuk menjelaskan hubungan antara cuaca dengan kehidupan petani atau nelayan sebagai bentuk rasa syukur yang konkret.
  • Produk: Murid yang memiliki kemampuan menggambar lebih baik dapat membuat kartu syukur yang lebih detail dengan dua gambar cuaca berbeda. Murid yang kesulitan menggambar cukup menulis dua kata kunci cuaca dan satu kalimat syukur tanpa gambar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar cuaca (cerah dan hujan) dan bertanya: 'Siapa yang menurutmu membuat cuaca seperti ini?' untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang Allah sebagai pengatur alam.
  • Guru bertanya singkat: 'Siapa yang pernah mendengar nama Nuh dari Alkitab? Ceritakan sedikit yang kamu tahu!' untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang kisah Nuh.

Proses:

  • Guru mengamati dan mencatat partisipasi murid saat menjawab pertanyaan tentang Kejadian 8:22 selama tahap Memahami.
  • Guru memeriksa pengisian lembar kerja 'Cuaca Harianku' selama tahap Mengaplikasi — apakah murid berhasil menyebutkan minimal dua jenis cuaca atau musim beserta manfaatnya.
  • Guru mengamati kemampuan murid mengungkapkan rasa syukur melalui kartu dan presentasi lisan selama tahap Mengaplikasi.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan individual di penutup: guru bertanya kepada 3-4 murid untuk menyebutkan minimal dua contoh cuaca atau musim yang disebutkan dalam Kejadian 8:22 dan menjelaskan mengapa manusia patut bersyukur kepada Allah atas keteraturan tersebut.
  • Produk Kartu Syukur Cuaca dinilai menggunakan rubrik berdasarkan dua aspek: (1) ketepatan menyebutkan cuaca/musim yang diatur Allah, dan (2) kemampuan mengungkapkan rasa syukur.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama tanya jawab dan diskusi kelas tentang Kejadian 8:22.
  • Penilaian lembar kerja 'Cuaca Harianku' — ketepatan mengidentifikasi minimal dua jenis cuaca atau musim yang diatur Allah.
  • Pengamatan presentasi lisan murid saat menceritakan kartu syukur di depan kelas.
  • Penilaian diri murid melalui emoji refleksi di lembar kerja.

Sumatif:

  • Pertanyaan lisan di akhir pembelajaran: murid menyebutkan minimal dua contoh cuaca atau musim yang diatur Allah berdasarkan Kejadian 8:22.
  • Kartu Syukur Cuaca sebagai produk akhir: menilai kemampuan murid menghubungkan keteraturan alam dengan rasa syukur kepada Allah.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan bahwa Allah mengatur iklim dan cuaca berdasarkan Kejadian 8:22 (TP 3.9.1.1)Murid belum dapat menyebutkan contoh musim atau cuaca yang diatur Allah, meskipun sudah diberi bantuan.Murid dapat menyebutkan satu contoh musim atau cuaca yang diatur Allah dengan bantuan guru atau teman.Murid dapat menyebutkan minimal dua contoh musim atau cuaca yang diatur Allah berdasarkan Kejadian 8:22 secara mandiri.Murid dapat menyebutkan minimal dua contoh musim atau cuaca yang diatur Allah, menjelaskan maknanya dari Kejadian 8:22, dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari secara mandiri dan lancar.
Menjelaskan bahwa Allah berkuasa atas iklim dan cuaca sehingga manusia patut bersyukur (TP 3.9.1.2)Murid belum dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas keteraturan alam, meskipun sudah diberi contoh.Murid dapat mengungkapkan satu kalimat syukur kepada Allah atas cuaca atau musim dengan bantuan scaffolding dari guru.Murid dapat menjelaskan bahwa Allah berkuasa atas iklim dan cuaca serta mengungkapkan rasa syukur secara mandiri dalam bentuk lisan atau tulisan.Murid dapat menjelaskan dengan kalimat sendiri bahwa Allah berkuasa atas iklim dan cuaca, mengaitkannya dengan janji Allah kepada Nuh, dan mengungkapkan rasa syukur yang spesifik dan kontekstual dengan kehidupannya.
Produk Kartu Syukur CuacaKartu tidak memuat gambar atau tulisan yang relevan dengan cuaca atau syukur kepada Allah.Kartu memuat gambar atau tulisan tentang satu jenis cuaca, namun ungkapan syukur kepada Allah belum terhubung dengan jelas.Kartu memuat gambar satu jenis cuaca dengan satu kalimat syukur kepada Allah yang relevan dan dapat dipahami.Kartu memuat gambar cuaca yang jelas, satu kalimat syukur yang bermakna dan spesifik kepada Allah, serta dibuat dengan rapi dan kreatif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat menyebutkan minimal dua contoh cuaca atau musim yang diatur Allah berdasarkan Kejadian 8:22? Jika belum, apa yang perlu saya sesuaikan?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid?
  • Apakah aktivitas Kartu Syukur Cuaca efektif untuk membantu murid menghubungkan keteraturan alam dengan rasa syukur kepada Allah?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan tambahan maupun murid yang belajar lebih cepat?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu pelajari hari ini tentang siapa yang mengatur cuaca dan musim?
  • Cuaca atau musim apa yang paling kamu sukai, dan mengapa kamu bersyukur kepada Allah atas cuaca itu?
  • Apa yang ingin kamu lakukan besok sebagai tanda syukurmu kepada Allah atas keteraturan alam yang Dia ciptakan?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Kejadian 8:22) — bacaan utama
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022) — Bab 9, halaman 152-158
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Penulis: Poppy Febrina Purba, ISBN: 978-602-244-689-7) — Pelajaran 9
  4. Gambar atau video singkat berbagai jenis cuaca dan musim (dapat diakses dari buku siswa atau sumber daring yang sesuai)
  5. Lembar kerja 'Cuaca Harianku' (disiapkan oleh guru)
  6. Kartu kosong berukuran kartu pos untuk Kartu Syukur Cuaca (disiapkan oleh guru)
  7. Krayon atau pensil warna untuk menghias kartu
  8. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan kata kunci

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.