Modul AjarPertemuan 5Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Asesmen Sumatif: Menghargai Keragaman dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Asesmen Sumatif: Menghargai Keragaman dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Asesmen Sumatif: Menghargai Keragaman dalam Kehidupan Sehari-hari

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 8 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif: Menghargai Keragaman dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAsesmen Sumatif: Menghargai Keragaman dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang keragaman suku, budaya, dan agama di Indonesia sebagai anugerah Allah dengan menjawab pertanyaan asesmen secara tertulis.
  2. Murid dapat melakukan penilaian diri (self-assessment) tentang sikap toleran dan tindakan menolong sesama tanpa membeda-bedakan yang telah dipraktikkan selama pembelajaran Bab 8.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Selama belajar Bab 8, apa hal paling berkesan yang kamu pelajari tentang menghargai orang yang berbeda darimu?
  2. Pernahkah kamu menolong seseorang yang berbeda suku atau agama darimu? Bagaimana perasaanmu saat itu?
  3. Mengapa menurut kamu Tuhan menciptakan manusia dengan suku, budaya, dan agama yang berbeda-beda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama, mengajak murid bersyukur atas keragaman yang Tuhan anugerahkan di Indonesia (2 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan terakhir Bab 8, yaitu asesmen sumatif — kesempatan bagi murid untuk menunjukkan semua yang sudah mereka pelajari (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan untuk membangkitkan ingatan murid: 'Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari di Bab 8 ini?' Beri kesempatan 2–3 murid menjawab singkat (3 menit).
  • Diagnostik awal: Guru meminta murid menuliskan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka hari ini di secarik kertas kecil (stiker atau kertas post-it) dan menempelkannya di papan 'Perasaanku Hari Ini'. Guru mengamati kesiapan belajar murid secara cepat (3 menit).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini: (1) mengingat kembali materi Bab 8 sebentar, (2) mengerjakan soal asesmen tertulis, (3) mengisi penilaian diri, dan (4) refleksi penutup. Guru mengingatkan murid untuk mengerjakan dengan jujur dan tenang (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau flashcard singkat (4–5 gambar) yang menggambarkan keragaman suku, budaya, dan agama di Indonesia — misalnya pakaian adat, rumah adat, dan suasana peribadatan berbeda agama. Guru bertanya: 'Gambar mana yang pernah kamu lihat atau alami langsung?' untuk mengaktifkan memori murid (5 menit).
  • Guru secara singkat merangkum pokok-pokok Bab 8 melalui tanya jawab interaktif: (a) Apa itu keragaman? (b) Mengapa keragaman adalah anugerah Allah? (c) Siapa tokoh Alkitab yang mengajarkan kita menolong sesama tanpa membeda-bedakan? Guru mengacu pada Mazmur 133:1, Galatia 6:2, dan kisah Orang Samaria yang Murah Hati (Lukas 10:25–37) (5 menit).
  • Guru mengonfirmasi pemahaman murid dengan teknik 'Jempol Tiga': jempol ke atas (sudah paham), jempol ke tengah (agak paham), jempol ke bawah (belum paham). Murid yang belum paham diberi penjelasan singkat tambahan oleh guru (3 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif tertulis yang memuat 7 pertanyaan uraian singkat sesuai buku siswa: (1) Apa saja contoh keragaman yang ada pada bangsa Indonesia? (2) Apa yang kamu lakukan ketika bertemu orang yang berbeda suku maupun agama? (3) Apa saja contoh perbuatan menghargai keragaman yang dapat kita lakukan? (4) Mengapa kita harus menghargai keragaman? (5) Apa artinya mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan? (6) Mengapa kita perlu mengasihi sesama? (7) Apa idemu agar orang lain termotivasi mau menolong sesama tanpa membeda-bedakan? (15 menit).
  • Murid mengerjakan soal secara mandiri dan tenang. Guru berkeliling mengamati proses pengerjaan, memastikan murid memahami instruksi soal, dan memberikan penjelasan teknis jika ada kata yang tidak dipahami — tanpa memberikan jawaban (15 menit).
  • Guru mengingatkan waktu (5 menit tersisa) agar murid memeriksa kembali jawaban mereka sebelum dikumpulkan. Murid yang selesai lebih awal dapat menuliskan ayat Alkitab favorit mereka dari Bab 8 di bagian bawah lembar jawaban sebagai bonus (5 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar jawaban asesmen tertulis.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar Penilaian Diri (self-assessment) sesuai buku siswa. Guru membacakan petunjuk: 'Bacalah setiap pernyataan dan jawablah dengan jujur. Berikan tanda centang pada kolom: Tidak Pernah, Jarang, Sering, atau Selalu.' Guru menekankan bahwa ini bukan tes benar-salah, melainkan cermin untuk mengenal diri sendiri (3 menit).
  • Murid mengisi lembar Penilaian Diri secara mandiri dan jujur. 8 pernyataan mencakup: (1) Memiliki teman yang berbeda suku dan agama; (2) Menghargai teman yang sedang beribadah; (3) Mendoakan teman; (4) Bermain dengan semua teman; (5) Menolong teman tanpa membeda-bedakan; (6) Menasihati teman; (7) Mengucapkan selamat kepada teman yang merayakan hari raya; (8) Merasa nyaman berteman dengan siapa saja. Guru berkeliling dan memberi dorongan positif agar murid menjawab dengan jujur (7 menit).
  • Setelah selesai, guru mengajak murid duduk melingkar kecil (atau tetap di tempat duduk) dan bertanya secara terbuka: 'Setelah mengisi penilaian diri, apa satu hal yang ingin kamu tingkatkan ke depannya?' Guru menampung 3–4 jawaban murid dan memberikan penguatan positif: bahwa menyadari kekurangan adalah langkah awal bertumbuh (5 menit).
  • Guru memberikan motivasi penutup inti: 'Tuhan menciptakan kita semua berbeda-beda karena Ia ingin kita saling melengkapi dan mengasihi. Seperti Orang Samaria yang Murah Hati, kita dipanggil untuk menolong siapa saja dengan tulus.' (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan 'Komitmen Satu Kalimat': setiap murid menyebutkan atau menuliskan satu komitmen konkret yang akan mereka lakukan minggu ini terkait menghargai keragaman — misalnya 'Saya akan bermain bersama teman yang berbeda suku di sekolah.' (3 menit).
  • Guru merangkum pembelajaran Bab 8 secara singkat dan menegaskan bahwa keragaman adalah anugerah Allah yang harus disyukuri dan dijaga bersama (2 menit).
  • Guru menginformasikan tindak lanjut: lembar jawaban asesmen dan penilaian diri akan diperiksa guru dan hasilnya dikembalikan pada pertemuan berikutnya disertai umpan balik tertulis (1 menit).
  • Guru menutup kelas dengan doa bersama, mengucap syukur atas semua yang telah dipelajari di Bab 8, dan memohon kekuatan untuk mempraktikkan kasih kepada sesama tanpa membeda-bedakan (2 menit).
  • Guru mengucapkan salam penutup dan memberi apresiasi kepada seluruh murid atas kesungguhan mereka hari ini (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan dapat menggunakan lembar soal berversi sederhana dengan pilihan kata kunci yang disediakan di bagian bawah soal sebagai bantuan (word bank), sehingga mereka dapat merangkai jawaban sendiri tanpa merasa frustrasi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama mengerjakan soal diberi toleransi waktu tambahan 5 menit. Murid yang menyelesaikan lebih cepat diarahkan menulis refleksi tambahan: 'Tuliskan sebuah skenario nyata di mana kamu bisa menjadi seperti Orang Samaria yang Murah Hati di sekolah atau di rumahmu.'
  • Produk: Murid yang memiliki kemampuan menulis lebih terbatas diperbolehkan menjawab beberapa soal dengan gambar ilustrasi sederhana disertai keterangan singkat. Murid dengan kemampuan lebih dapat menambahkan ayat Alkitab yang mendukung jawaban mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka di kertas post-it dan menempelkannya di papan 'Perasaanku Hari Ini' — digunakan untuk mengecek kesiapan emosional dan belajar murid sebelum asesmen dimulai.
  • Tanya jawab lisan singkat: 'Apa hal paling berkesan yang kamu ingat dari Bab 8?' — untuk mengaktifkan skema pengetahuan murid dan mengidentifikasi murid yang perlu penguatan singkat.

Proses:

  • Teknik 'Jempol Tiga' setelah ringkasan materi di tahap Memahami — guru mendapat gambaran cepat tentang tingkat pemahaman murid sebelum soal dikerjakan.
  • Observasi berkeliling selama murid mengerjakan soal asesmen tertulis — guru mencatat murid yang mengalami kesulitan memahami instruksi soal untuk dijadikan catatan umpan balik.
  • Observasi saat murid mengisi Penilaian Diri — guru memperhatikan keterlibatan dan kejujuran murid dalam proses refleksi diri.

Akhir:

  • Asesmen sumatif tertulis: 7 pertanyaan uraian singkat tentang pemahaman keragaman suku, budaya, agama di Indonesia sebagai anugerah Allah, sikap toleran, dan makna mengasihi sesama — dinilai dengan rubrik 4 level.
  • Penilaian Diri tertulis: lembar centang 8 pernyataan sikap yang menggambarkan praktik toleransi dan menolong sesama selama Bab 8 — dinilai berdasarkan kelengkapan dan kejujuran pengisian.
  • Komitmen Satu Kalimat di penutup: murid menuliskan satu tindakan konkret sebagai bukti penginternalisasian nilai — digunakan guru sebagai data tindak lanjut pembelajaran.

Formatif:

  • Pengamatan guru selama tanya jawab singkat di tahap Memahami — guru mencatat murid yang aktif menjawab dan yang tampak kurang siap.
  • Teknik 'Jempol Tiga' untuk mengecek pemahaman awal sebelum asesmen tertulis dimulai.
  • Pengamatan guru saat murid mengerjakan soal — memperhatikan ekspresi kebingungan atau kesulitan sebagai data umpan balik.
  • Pengamatan saat pengisian Penilaian Diri — guru mencatat murid yang tampak ragu atau kurang jujur untuk ditindaklanjuti secara personal.

Sumatif:

  • Asesmen tertulis: 7 pertanyaan uraian singkat tentang keragaman suku, budaya, agama, sikap toleran, dan makna mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan.
  • Penilaian Diri (self-assessment): lembar centang 8 pernyataan sikap dengan skala Tidak Pernah – Jarang – Sering – Selalu, dinilai berdasarkan kejujuran dan kelengkapan pengisian.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Keragaman sebagai Anugerah Allah (TP 3.8.5.1)Murid belum mampu menyebutkan contoh keragaman suku, budaya, atau agama di Indonesia, atau jawaban tidak relevan dengan pertanyaan.Murid menyebutkan 1–2 contoh keragaman dengan benar, namun belum dapat menjelaskan mengapa keragaman merupakan anugerah Allah.Murid menyebutkan minimal 3 contoh keragaman dan mampu menjelaskan bahwa keragaman adalah anugerah Allah, meski penjelasan masih sederhana.Murid menyebutkan beragam contoh keragaman suku, budaya, dan agama secara lengkap, menjelaskan dengan alasan yang kuat bahwa keragaman adalah anugerah Allah, dan mengaitkannya dengan ayat Alkitab atau kisah Orang Samaria yang Murah Hati.
Kemampuan Menjelaskan Sikap Toleran dan Menolong Sesama (TP 3.8.5.1)Murid tidak dapat menjelaskan apa yang harus dilakukan saat bertemu orang berbeda suku atau agama, atau contoh tindakan menolong sesama.Murid menyebutkan 1 contoh sikap toleran atau tindakan menolong sesama, namun belum dapat menjelaskan alasannya.Murid menyebutkan 2–3 contoh sikap toleran dan tindakan menolong sesama, serta memberikan alasan yang logis mengapa hal itu perlu dilakukan.Murid menyebutkan berbagai contoh sikap toleran dan tindakan menolong sesama dengan penjelasan yang mendalam, mengaitkan dengan nilai kasih Kristiani, dan memberikan ide konkret untuk memotivasi orang lain.
Penilaian Diri — Kejujuran dan Kelengkapan (TP 3.8.5.2)Murid tidak mengisi atau hanya mengisi sebagian kecil lembar penilaian diri (kurang dari 4 pernyataan), dan tampak mengisi tanpa refleksi.Murid mengisi lembar penilaian diri secara lengkap, namun jawaban tampak seragam (misalnya semua 'Selalu') tanpa tanda-tanda refleksi kritis.Murid mengisi lembar penilaian diri secara lengkap dengan jawaban yang bervariasi dan jujur, menunjukkan kesadaran diri tentang kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.Murid mengisi lembar penilaian diri secara lengkap, jujur, dan bervariasi, mampu menjelaskan secara lisan atau tulisan alasan di balik pilihannya, serta menuliskan komitmen konkret yang spesifik untuk bertumbuh.
Komitmen dan Tindak Lanjut (TP 3.8.5.2)Murid tidak menuliskan komitmen, atau komitmen yang ditulis sangat umum dan tidak berkaitan dengan topik keragaman.Murid menuliskan komitmen yang berkaitan dengan topik keragaman, namun masih sangat umum dan tidak spesifik.Murid menuliskan komitmen yang spesifik dan dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah atau di rumah.Murid menuliskan komitmen yang spesifik, realistis, disertai alasan yang mencerminkan internalisasi nilai kasih Kristiani dan penghargaan terhadap keragaman sebagai anugerah Allah.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid secara keseluruhan mampu menjawab soal asesmen dengan baik? Murid mana yang perlu mendapat perhatian dan umpan balik lebih lanjut?
  • Apakah instruksi soal asesmen cukup jelas dan sesuai dengan kemampuan murid kelas 3? Perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk asesmen berikutnya?
  • Apakah proses penilaian diri berjalan dengan jujur dan reflektif? Bagaimana cara saya mendorong murid untuk lebih berani jujur menilai diri sendiri?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk seluruh rangkaian kegiatan asesmen? Bagian mana yang perlu disesuaikan waktunya?
  • Sudahkah saya memberikan diferensiasi yang tepat bagi murid yang membutuhkan dukungan tambahan maupun murid yang lebih cepat menyelesaikan tugasnya?

Refleksi Murid:

  • Dari semua yang sudah kamu pelajari di Bab 8, apa satu hal yang paling kamu ingat tentang menghargai keragaman?
  • Setelah mengisi penilaian diri, apa satu sikap yang ingin kamu perbaiki atau tingkatkan dalam bergaul dengan teman yang berbeda darimu?
  • Apakah kamu sudah menjawab soal dengan sungguh-sungguh dan jujur hari ini? Bagaimana perasaanmu setelah menyelesaikan asesmen ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek 2022) — Bab 8 Menghargai Keragaman, hal. 142–146.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Penulis: Poppy Febrina Purba (Kemendikbudristek 2022, ISBN: 978-602-244-689-7) — Pelajaran 8.
  3. Alkitab: Mazmur 133:1; Galatia 6:2; Lukas 10:25–37 (kisah Orang Samaria yang Murah Hati).
  4. Gambar atau flashcard keragaman suku, budaya, dan agama di Indonesia (pakaian adat, rumah adat, suasana peribadatan) — disiapkan guru.
  5. Lembar soal asesmen tertulis (7 pertanyaan uraian singkat) — diperbanyak guru sesuai jumlah murid.
  6. Lembar Penilaian Diri (self-assessment) dengan 8 pernyataan skala Tidak Pernah–Jarang–Sering–Selalu — diperbanyak guru sesuai jumlah murid.
  7. Kertas post-it atau kertas kecil untuk kegiatan 'Perasaanku Hari Ini' di pendahuluan.
  8. Papan tulis atau papan tempel untuk menampilkan gambar dan menempelkan post-it murid.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.