Modul AjarPertemuan 4Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Menolong Sesama Tanpa Membeda-bedakan Berdasarkan Lukas 10:25-37

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menolong Sesama Tanpa Membeda-bedakan Berdasarkan Lukas 10:25-37". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Menolong Sesama Tanpa Membeda-bedakan Berdasarkan Lukas 10:25-37

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 8 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menolong Sesama Tanpa Membeda-bedakan Berdasarkan Lukas 10:25-37

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenolong Sesama Tanpa Membeda-bedakan Berdasarkan Lukas 10:25-37
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan kembali kisah Orang Samaria yang Baik Hati (Lukas 10:25-37) sebagai teladan menolong sesama tanpa memandang perbedaan suku, budaya, dan agama.
  2. Murid dapat membuat rencana tindakan nyata untuk menolong sesama tanpa pilih kasih di lingkungan sekolah atau rumah, merujuk pada nilai saling menanggung beban (Galatia 6:2).

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menolong teman yang sedang kesulitan? Bagaimana perasaanmu setelah menolongnya?
  2. Jika kamu melihat seseorang yang tidak kamu kenal jatuh dan terluka di jalan, apa yang akan kamu lakukan?
  3. Menurutmu, apakah boleh kita memilih-milih siapa yang mau kita tolong? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama untuk membuka pembelajaran.
  • Guru melakukan absensi dan menanyakan kabar murid.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid mengacungkan tangan dan menjawab pertanyaan singkat: 'Siapa yang pernah menolong orang lain minggu ini? Siapakah orang yang kamu tolong?' Guru mencatat variasi jawaban untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang konsep 'sesama'.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberikan ruang bagi 2–3 murid untuk menjawab secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mempelajari kisah Orang Samaria yang Baik Hati dan membuat rencana nyata untuk menolong sesama tanpa pilih kasih.
  • Guru menuliskan ayat kunci di papan tulis: Galatia 6:2 – 'Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.' dan membacakannya bersama murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk nyaman, lalu meminta mereka memejamkan mata sejenak sambil mendengarkan. Guru berkata: 'Kita akan mendengar sebuah cerita dari Alkitab. Bayangkan kamu ada di sana.' (Berkesadaran — mengajak murid hadir penuh dalam proses belajar.)
  • Guru menceritakan kisah Orang Samaria yang Baik Hati (Lukas 10:25-37) dengan suara ekspresif dan intonasi menarik. Untuk membantu murid memahami konteks, guru menjelaskan secara singkat bahwa orang Yahudi dan orang Samaria pada zaman itu tidak saling berteman dan sering berselisih.
  • Setelah cerita selesai, guru menampilkan atau menggambar sketsa sederhana tiga karakter di papan tulis: Imam, Orang Lewi, dan Orang Samaria. Guru bertanya: 'Apa yang dilakukan masing-masing orang ini saat melihat orang yang terluka?' (Penalaran Kritis)
  • Guru memandu diskusi kelas dengan pertanyaan: (1) Mengapa imam dan orang Lewi tidak menolong? (2) Apa yang membuat tindakan orang Samaria istimewa? (3) Apa artinya kata 'sesama' menurut Yesus dalam cerita ini? (Bermakna — menghubungkan teks Alkitab dengan konsep kehidupan nyata.)
  • Guru memperkuat pemahaman dengan menjelaskan bahwa orang Samaria menolong meski berbeda suku dan latar belakang, dan ini adalah contoh kasih yang sejati — menolong semua orang tanpa membeda-bedakan.
  • Guru mengajak murid membaca bersama Galatia 6:2 yang sudah tertulis di papan, lalu menjelaskan arti 'menanggung beban bersama' dalam bahasa yang mudah dipahami anak kelas 3.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Mari Membuat Rencana!' kepada setiap murid (mengacu pada aktivitas di Buku Siswa halaman 143).
  • Guru menjelaskan instruksi dengan jelas: murid mengisi tabel rencana kegiatan menolong sesama (minimal 3 kegiatan), mencantumkan siapa yang akan ditolong, dan boleh memilih konteks sekolah atau rumah. (Bermakna — rencana terhubung langsung dengan kehidupan nyata murid.)
  • Untuk membuat suasana lebih menyenangkan, guru mengajak murid berdiskusi berpasangan selama 3 menit: 'Ceritakan kepada temanmu satu rencana menolong yang ingin kamu lakukan!' Pasangan saling memberi masukan singkat. (Menggembirakan — interaksi sosial yang positif; Kolaborasi)
  • Murid kembali mengerjakan lembar rencana secara mandiri, melengkapi minimal 3 baris dalam tabel berdasarkan hasil diskusi berpasangan.
  • Setelah selesai, beberapa murid (3–4 orang secara sukarela) diminta membacakan satu rencana terbaik mereka di depan kelas. Guru memberikan respons positif dan afirmatif atas setiap rencana yang dibagikan. (Menggembirakan — apresiasi mendorong kepercayaan diri; Komunikasi)
  • Guru menghubungkan rencana-rencana murid dengan nilai Galatia 6:2: 'Rencana kalian ini adalah cara kita memenuhi hukum Kristus — saling menanggung beban sesama.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak dan mengambil napas pelan bersama-sama sebagai jeda refleksi. (Berkesadaran — memberi ruang bagi murid untuk memaknai pengalaman belajarnya.)
  • Guru menampilkan atau membacakan ulang percakapan tokoh di Buku Siswa halaman 144–145 (Hana, Ruben, dan narasi guru): 'Kita harus peduli dan menolong orang lain... saya ingin seperti orang Samaria yang murah hati.' Guru bertanya: 'Kalimat mana yang paling menyentuh hatimu? Mengapa?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi singkat di bagian bawah lembar kerja atau di buku catatan dengan panduan pertanyaan: (1) Apa yang aku pelajari hari ini tentang menolong sesama? (2) Apakah selama ini aku sudah menolong tanpa membeda-bedakan? (3) Rencana mana yang paling ingin aku lakukan lebih dulu dan mengapa? (Bermakna — refleksi menghubungkan pembelajaran dengan sikap dan nilai pribadi.)
  • Guru meminta 2–3 murid berbagi refleksi mereka secara lisan. Guru merespons dengan empati dan tidak menghakimi.
  • Guru mengajak murid mengucapkan 'Janji Saya' bersama-sama (mengacu pada aktivitas di Buku Siswa halaman 143): murid membacakan atau mengucapkan satu kalimat janji untuk menolong sesama tanpa pilih kasih dalam minggu ini. (Berkesadaran — komitmen yang disadari dan diucapkan memperkuat internalisasi nilai.)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama dengan bertanya: 'Apa pelajaran terpenting yang kita ambil hari ini dari kisah Orang Samaria yang Baik Hati?'
  • Guru menegaskan kembali pesan inti: sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menolong semua orang tanpa membeda-bedakan suku, budaya, atau agama, seperti yang diteladankan orang Samaria dan diperintahkan dalam Galatia 6:2.
  • Asesmen Akhir: Guru meminta setiap murid menuliskan 1 kata atau 1 kalimat pendek di secarik kertas kecil (atau di buku) sebagai tiket keluar: 'Satu cara yang akan aku lakukan untuk menolong sesama minggu ini adalah...' Guru mengumpulkan atau meminta beberapa murid membacakannya.
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta melaksanakan minimal satu rencana dari tabel yang sudah dibuat, lalu pada pertemuan berikutnya berbagi pengalaman singkat.
  • Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid berdoa syukur dan memohon kekuatan untuk bisa menjadi seperti Orang Samaria yang Baik Hati dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca dapat mendengarkan cerita Lukas 10:25-37 melalui rekaman audio atau dibacakan langsung oleh guru dengan bantuan ilustrasi gambar sederhana di papan tulis. Murid yang sudah sangat memahami kisah tersebut diberikan tantangan tambahan: mencari persamaan antara sikap Orang Samaria dengan situasi nyata di Indonesia (misalnya membantu korban bencana dari daerah lain).
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan lembar kerja rencana dengan panduan pertanyaan pemandu di setiap baris tabel (contoh: 'Di sekolah, siapa yang mungkin butuh bantuanku?'). Murid yang cepat memahami diminta membuat rencana dalam 5 kegiatan dan menuliskan alasan mengapa setiap kegiatan itu penting berdasarkan nilai Galatia 6:2.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman mereka dengan cara yang beragam: (1) menulis rencana di tabel seperti pada lembar kerja standar, (2) menggambar komik mini 3 panel yang menggambarkan salah satu rencana menolong mereka, atau (3) menceritakan rencana secara lisan kepada guru jika mengalami kesulitan menulis.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di awal pendahuluan: guru meminta murid mengacungkan tangan menjawab 'Siapa yang pernah menolong orang lain minggu ini? Siapakah orang itu?' untuk mengetahui apakah murid sudah memiliki pemahaman bahwa 'sesama' mencakup semua orang, bukan hanya teman dekat atau keluarga.
  • Guru mencatat siapa yang menjawab hanya 'teman dekat/keluarga' (perlu pendalaman konsep sesama) dan siapa yang sudah menyebut orang yang berbeda latar belakang (sudah memiliki pemahaman awal yang baik).

Proses:

  • Tahap Memahami — Observasi dan tanya jawab lisan: guru mengamati apakah murid dapat mengidentifikasi perbedaan tindakan Imam, Orang Lewi, dan Orang Samaria serta menjelaskan mengapa tindakan Orang Samaria disebut kasih sejati.
  • Tahap Mengaplikasi — Penilaian lembar kerja rencana saat dikerjakan: guru berkeliling mengamati apakah murid menulis kegiatan yang nyata, spesifik, dan mencakup orang yang berbeda (tidak hanya sahabat dekat). Guru memberikan umpan balik lisan langsung.
  • Tahap Merefleksi — Penilaian jurnal refleksi singkat: guru membaca jawaban tertulis murid untuk 3 pertanyaan panduan refleksi guna menilai kedalaman pemahaman dan keterhubungan nilai dengan sikap pribadi.

Akhir:

  • Lembar kerja 'Mari Membuat Rencana!' dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik: aspek kelengkapan isi tabel (minimal 3 kegiatan), kesesuaian kegiatan dengan konsep menolong tanpa pilih kasih, dan keterhubungan dengan nilai Galatia 6:2.
  • Tiket keluar: satu kalimat komitmen nyata yang ditulis murid ('Satu cara yang akan aku lakukan untuk menolong sesama minggu ini adalah...') dinilai berdasarkan apakah kalimat tersebut spesifik, nyata, dan mencerminkan nilai tanpa membeda-bedakan.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelas saat tahap Memahami (apakah murid mampu menjawab pertanyaan tentang tindakan tiga karakter dalam cerita).
  • Pengamatan diskusi berpasangan saat tahap Mengaplikasi (apakah murid mampu mengusulkan rencana menolong yang konkret dan relevan).
  • Penilaian diri melalui refleksi tertulis singkat di akhir tahap Merefleksi (apakah murid menghubungkan nilai kisah dengan sikap pribadinya).

Sumatif:

  • Lembar kerja rencana tindakan 'Mari Membuat Rencana!' yang telah diisi murid (minimal 3 kegiatan menolong sesama yang konkret dan tanpa pilih kasih).
  • Tiket keluar berupa satu kalimat komitmen nyata yang ditulis murid di akhir pembelajaran sebagai bukti internalisasi nilai.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kembali kisah Orang Samaria yang Baik Hati (TP 3.8.4.1)Murid belum dapat menceritakan kisah Orang Samaria, atau hanya menyebut nama tokoh tanpa menjelaskan peristiwa yang terjadi.Murid dapat menceritakan sebagian kisah (misalnya hanya menyebut bahwa ada orang yang ditolong), namun belum menjelaskan peran ketiga karakter (Imam, Orang Lewi, Orang Samaria) atau makna tanpa membeda-bedakan.Murid dapat menceritakan kembali kisah secara runtut dengan menyebut ketiga karakter dan tindakan mereka, serta menjelaskan bahwa Orang Samaria menolong meski berbeda latar belakang.Murid dapat menceritakan kembali kisah secara runtut dan lengkap, menjelaskan peran ketiga karakter, menyimpulkan makna 'sesama' menurut Yesus, serta menghubungkan teladan Orang Samaria dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Membuat rencana tindakan menolong sesama tanpa pilih kasih (TP 3.8.4.2)Murid belum mengisi tabel rencana, atau hanya menuliskan kegiatan yang sangat umum dan tidak spesifik (misalnya hanya menulis 'baik ke semua orang').Murid mengisi 1–2 kegiatan dalam tabel rencana, namun kegiatan yang ditulis masih terbatas pada orang-orang terdekat saja (sahabat atau keluarga inti) tanpa mempertimbangkan keragaman.Murid mengisi minimal 3 kegiatan dalam tabel rencana dengan jelas, mencantumkan siapa yang akan ditolong, dan kegiatan-kegiatan tersebut mencerminkan sikap tanpa pilih kasih di sekolah atau rumah.Murid mengisi minimal 3 kegiatan yang spesifik, nyata, dan beragam (mencakup konteks sekolah dan/atau rumah, mencakup orang yang berbeda latar belakang), disertai penjelasan singkat mengapa kegiatan tersebut mencerminkan nilai Galatia 6:2 tentang saling menanggung beban.
Refleksi dan internalisasi nilaiMurid belum dapat menuliskan atau mengungkapkan refleksi pribadi, atau jawaban tidak berkaitan dengan materi pembelajaran.Murid menuliskan refleksi singkat yang menunjukkan pemahaman permukaan (misalnya hanya 'aku harus baik'), namun belum menghubungkan dengan nilai konkret dari kisah atau ayat Alkitab.Murid menuliskan refleksi yang menunjukkan kesadaran bahwa menolong sesama tidak boleh pilih kasih, dan menghubungkannya dengan salah satu pesan dari kisah Orang Samaria atau Galatia 6:2.Murid menuliskan refleksi yang mendalam dan personal: mengakui apakah selama ini sudah menolong tanpa membeda-bedakan, menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman nyatanya, dan menyatakan komitmen konkret yang terinspirasi dari nilai Orang Samaria dan Galatia 6:2.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam diskusi kisah Orang Samaria? Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah penjelasan konteks perbedaan orang Yahudi dan Samaria cukup dipahami murid kelas 3? Bagaimana cara menyampaikannya dengan lebih efektif di pertemuan berikutnya?
  • Apakah rencana tindakan yang dibuat murid sudah cukup konkret dan mencerminkan pemahaman nilai tanpa pilih kasih, atau perlu dibimbing lebih lanjut?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Tahap mana yang perlu penyesuaian waktu?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan berhasil menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu ingat dari kisah Orang Samaria yang Baik Hati hari ini?
  • Apakah kamu pernah berasa sulit untuk menolong seseorang yang berbeda darimu? Ceritakan!
  • Dari rencana yang sudah kamu buat, mana yang paling ingin kamu lakukan lebih dahulu? Mengapa?
  • Apa artinya 'menanggung beban bersama' menurutmu dalam bahasa sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: Lukas 10:25-37 dan Galatia 6:2
  2. Buku Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Penulis: Poppy Febrina Purba, Kemendikbudristek 2022) — halaman 135–145
  3. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (ISBN: 978-602-244-689-7) — Pelajaran 8
  4. Lembar kerja 'Mari Membuat Rencana!' (diperbanyak oleh guru sesuai jumlah murid, mengacu format tabel di Buku Siswa halaman 143)
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk sketsa karakter cerita (Imam, Orang Lewi, Orang Samaria)
  6. Kertas kecil/sticky note untuk tiket keluar di akhir pembelajaran
  7. Opsional: gambar ilustrasi atau kartu bergambar kisah Orang Samaria yang Baik Hati untuk mendukung murid visual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.