Modul AjarPertemuan 3Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Menghargai Teman yang Berbeda Suku, Budaya, dan Agama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menghargai Teman yang Berbeda Suku, Budaya, dan Agama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Menghargai Teman yang Berbeda Suku, Budaya, dan Agama

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 8 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menghargai Teman yang Berbeda Suku, Budaya, dan Agama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenghargai Teman yang Berbeda Suku, Budaya, dan Agama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan keragaman latar belakang suku, budaya, dan agama sehingga setiap orang perlu saling menghargai, dikaitkan dengan pemahaman Allah sebagai Pencipta.
  2. Murid dapat mempraktikkan sikap menghargai teman yang berbeda suku, budaya, dan agama sebagai makhluk sosial melalui simulasi atau bermain peran dalam pergaulan sehari-hari di sekolah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu punya teman yang berbeda suku, budaya, atau agama? Bagaimana perasaanmu saat bermain bersama mereka?
  2. Mengapa Allah menciptakan manusia dengan perbedaan suku, budaya, dan agama — bukan semua sama?
  3. Apa yang akan terjadi jika kita tidak mau berteman dengan orang yang berbeda dari kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama, memohon agar Allah membuka hati untuk belajar menghargai sesama ciptaan-Nya.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen Awal — Guru menampilkan sebuah gambar anak-anak dari berbagai suku dan agama, lalu mengajukan pertanyaan singkat: 'Siapa di sini yang punya teman yang berbeda suku atau agama?' dan 'Menurutmu, bagaimana cara bersikap baik kepada mereka?' Guru mencatat respons murid sebagai pemetaan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi waktu 2–3 menit bagi murid untuk menjawab secara spontan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar bahwa Allah yang menciptakan keragaman manusia, dan kita akan berlatih cara menghargai teman yang berbeda suku, budaya, dan agama.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu rohani sederhana tentang persaudaraan atau kerukunan sebagai pemantik suasana.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau video singkat (2–3 menit) yang memperlihatkan keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia — misalnya pakaian adat, rumah adat, dan suasana perayaan berbagai agama.
  • Guru membacakan ayat Alkitab: Mazmur 133:1 ('Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!') dan mengajak murid membacanya bersama-sama dengan lantang.
  • Guru menjelaskan secara sederhana bahwa Allah adalah Pencipta seluruh manusia — termasuk manusia dari berbagai suku, budaya, dan agama yang berbeda. Karena Allah menciptakan semua orang, maka semua orang memiliki nilai dan patut dihargai.
  • Guru mengajukan pertanyaan diskusi kelas: 'Kalau Allah yang menciptakan semua orang, apakah boleh kita menolak berteman hanya karena berbeda suku atau agama? Mengapa?' Murid diberi kesempatan menjawab secara bergantian.
  • Guru memberikan penguatan: perbedaan suku, budaya, dan agama adalah karya Allah yang indah, bukan alasan untuk tidak berteman. Sebagai makhluk sosial, kita diciptakan untuk saling menghargai dan hidup berdampingan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok kecil (3–4 orang), diusahakan setiap kelompok memiliki murid dengan latar belakang yang beragam jika memungkinkan.
  • Guru menjelaskan skenario bermain peran: setiap kelompok akan memperagakan salah satu situasi berikut — (a) menyambut teman baru yang berbeda suku di kelas, (b) mengajak teman yang berbeda agama bermain bersama saat istirahat, atau (c) membantu teman dari suku lain yang kesulitan.
  • Setiap kelompok diberi waktu 5 menit untuk berlatih peran masing-masing, dengan panduan singkat dari guru tentang sikap tubuh, kata-kata, dan ekspresi yang mencerminkan penghargaan.
  • Kelompok tampil bergantian di depan kelas. Murid yang menjadi penonton diminta memperhatikan: apakah sikap yang ditunjukkan sudah mencerminkan penghargaan? Guru mencatat sikap murid selama presentasi sebagai asesmen proses.
  • Setelah semua kelompok tampil, guru bersama murid mendiskusikan: sikap apa saja yang sudah baik, dan apa yang masih bisa ditingkatkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan meminta mereka menutup mata sejenak sambil menarik napas dalam.
  • Guru membacakan kembali Mazmur 133:1 dengan suara tenang, kemudian bertanya: 'Saat kamu bermain peran tadi, bagaimana perasaanmu? Apakah mudah atau sulit menghargai orang yang berbeda?'
  • Murid diminta mengisi lembar refleksi singkat (bisa berupa gambar bagi murid yang belum lancar menulis): (1) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini, (2) Satu sikap menghargai yang ingin aku lakukan mulai besok di sekolah, (3) Bagaimana perasaanku setelah belajar ini.
  • Beberapa murid diminta sukarela menyampaikan refleksinya di depan kelas.
  • Guru memberikan penguatan akhir: menghargai teman yang berbeda adalah cara kita bersyukur kepada Allah atas keindahan ciptaan-Nya, dan itu dimulai dari tindakan kecil sehari-hari di sekolah.

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum pembelajaran: Allah menciptakan manusia dengan keragaman suku, budaya, dan agama; sebagai ciptaan Allah kita dipanggil untuk saling menghargai.
  • Guru memberikan asesmen akhir lisan: menunjuk 3–4 murid secara acak dan meminta mereka menyebutkan satu contoh sikap menghargai teman yang berbeda yang bisa dilakukan di sekolah.
  • Guru menyampaikan tantangan rumah: amati satu teman atau tetangga yang berbeda suku atau agama, lalu lakukan satu sikap menghargai kepadanya — ceritakan hasilnya pada pertemuan berikutnya.
  • Guru mengajak murid berdoa penutup, mengucap syukur atas keragaman yang Allah ciptakan dan memohon kekuatan untuk menghargai sesama.
  • Guru menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami konsep dengan cepat diberikan tantangan tambahan: membaca Lukas 10:25-37 (perumpamaan orang Samaria yang murah hati) secara mandiri dan menghubungkannya dengan tema menghargai orang yang berbeda. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan gambar ilustrasi bergambar dan kartu kata kunci (suku, budaya, agama, menghargai) sebagai bantuan memahami konsep.
  • Proses: Saat bermain peran, murid yang membutuhkan dukungan dapat menggunakan skrip dialog sederhana yang telah disiapkan guru. Murid yang cepat dapat berimprovisasi dan menambahkan situasi yang lebih kompleks dalam skenario bermain peran mereka. Guru mendampingi kelompok yang membutuhkan bimbingan lebih intensif.
  • Produk: Lembar refleksi dapat diisi dengan tulisan, gambar, atau kombinasi keduanya sesuai kemampuan murid. Murid yang sudah terampil menulis dapat menuliskan refleksi dalam bentuk paragraf singkat. Murid yang belum lancar menulis cukup menggambar ekspresi wajah dan menunjuk kartu pilihan yang disediakan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar anak-anak dari berbagai suku dan agama, lalu bertanya: 'Siapa yang punya teman berbeda suku atau agama?' dan 'Bagaimana cara kamu bersikap kepada mereka?'
  • Guru mencatat secara informal jawaban murid untuk memetakan pengetahuan awal: apakah murid sudah memahami bahwa keragaman adalah ciptaan Allah, dan apakah murid sudah pernah mempraktikkan sikap menghargai.

Proses:

  • Selama diskusi tahap Memahami: guru mengamati apakah murid dapat menjelaskan kaitan antara Allah sebagai Pencipta dan keragaman manusia menggunakan bahasa mereka sendiri.
  • Selama bermain peran tahap Mengaplikasi: guru menggunakan lembar ceklis untuk mengamati apakah murid menunjukkan sikap menghargai (kata-kata sopan, ekspresi ramah, tindakan inklusif) dalam skenario yang diperankan.
  • Saat murid memberikan tanggapan terhadap penampilan kelompok lain: guru mencatat kemampuan murid mengidentifikasi sikap menghargai yang tepat.

Akhir:

  • Tanya jawab lisan acak: 3–4 murid ditanya untuk menyebutkan satu contoh konkret sikap menghargai teman yang berbeda suku, budaya, atau agama yang bisa dilakukan di sekolah.
  • Guru meninjau lembar refleksi murid untuk menilai kedalaman pemahaman dan kesiapan murid mengaplikasikan nilai menghargai dalam kehidupan nyata.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelas pada tahap Memahami — apakah murid dapat menghubungkan konsep Allah Pencipta dengan sikap menghargai keragaman.
  • Pengamatan sikap dan dialog murid selama bermain peran pada tahap Mengaplikasi menggunakan lembar ceklis observasi.
  • Lembar refleksi singkat yang diisi murid pada tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Tanya jawab lisan di akhir pertemuan: murid diminta menyebutkan minimal satu contoh sikap menghargai teman yang berbeda suku, budaya, atau agama di sekolah.
  • Penilaian kualitas bermain peran berdasarkan rubrik 4 level yang mencakup aspek pemahaman konsep dan praktik sikap menghargai.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan bahwa Allah menciptakan keragaman manusia (TP 3.8.3.1)Murid belum dapat menjelaskan kaitan antara Allah sebagai Pencipta dan keragaman suku, budaya, agama, meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia yang beragam tetapi belum dapat menjelaskan mengapa perbedaan itu perlu dihargai.Murid dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan keragaman suku, budaya, dan agama, dan menyebutkan bahwa perbedaan itu perlu dihargai.Murid dapat menjelaskan dengan jelas bahwa Allah menciptakan keragaman manusia sebagai karya yang indah, mengaitkannya dengan Mazmur 133:1, dan memberikan contoh konkret mengapa setiap orang perlu saling menghargai.
Mempraktikkan sikap menghargai dalam bermain peran (TP 3.8.3.2)Murid tidak menunjukkan sikap menghargai dalam bermain peran; cenderung diam, menolak berpartisipasi, atau memperlihatkan sikap tidak menerima perbedaan.Murid berpartisipasi dalam bermain peran tetapi sikap yang ditunjukkan belum mencerminkan penghargaan secara konsisten; masih perlu banyak panduan dari guru.Murid menunjukkan sikap menghargai dalam bermain peran dengan bahasa dan ekspresi yang sopan dan ramah, meskipun masih sesekali perlu pengingat dari guru.Murid menunjukkan sikap menghargai secara mandiri dan konsisten dalam bermain peran — menggunakan kata-kata sopan, ekspresi ramah, tindakan inklusif — dan dapat menjelaskan alasan di balik sikap tersebut kepada teman.
Refleksi dan rencana tindak lanjutMurid tidak dapat mengungkapkan refleksi apa pun tentang pembelajaran, baik secara lisan maupun melalui lembar refleksi.Murid dapat mengungkapkan satu hal yang dipelajari tetapi belum dapat merumuskan rencana konkret untuk menghargai teman yang berbeda.Murid dapat mengungkapkan satu hal yang dipelajari dan menyebutkan satu rencana konkret sikap menghargai yang akan dilakukan di sekolah.Murid dapat mengungkapkan pembelajaran secara bermakna, merumuskan rencana konkret yang spesifik, dan mengaitkan rencana tersebut dengan nilai iman Kristen tentang manusia sebagai ciptaan Allah.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memahami kaitan antara Allah sebagai Pencipta dan pentingnya menghargai keragaman? Murid mana yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah kegiatan bermain peran cukup memberikan pengalaman nyata bagi murid untuk mempraktikkan sikap menghargai? Apa yang perlu diperbaiki dari desain simulasinya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
  • Apakah penggunaan ayat Alkitab (Mazmur 133:1) terasa bermakna dan terhubung dengan kehidupan murid, bukan sekadar hafalan?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang teman yang berbeda suku, budaya, atau agama?
  • Bagaimana perasaanmu setelah bermain peran tadi? Apakah mudah atau sulit menunjukkan sikap menghargai?
  • Satu sikap menghargai apa yang ingin kamu lakukan mulai besok kepada teman yang berbeda dari kamu?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — Mazmur 133:1; Galatia 6:2; Lukas 10:25-37
  2. Buku Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemdikbudristek, 2022)
  3. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Penulis: Poppy Febrina Purba (ISBN: 978-602-244-689-7)
  4. Gambar atau video keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia (pakaian adat, rumah adat, suasana perayaan)
  5. Lembar refleksi murid (disiapkan guru, berisi kolom tulisan dan pilihan gambar/ekspresi)
  6. Lembar ceklis observasi bermain peran (disiapkan guru)
  7. Kartu kata kunci: suku, budaya, agama, menghargai, rukun (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan)
  8. Skrip dialog sederhana untuk bermain peran (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.