Modul AjarPertemuan 2Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Keragaman Agama di Indonesia dan Sikap Toleran

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Keragaman Agama di Indonesia dan Sikap Toleran". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Keragaman Agama di Indonesia dan Sikap Toleran

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 8 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Keragaman Agama di Indonesia dan Sikap Toleran

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikKeragaman Agama di Indonesia dan Sikap Toleran
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan keragaman agama yang ada di sekolah dan lingkungan rumahnya serta menjelaskan bahwa keragaman agama adalah anugerah Allah berdasarkan Mazmur 133:1.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap toleran terhadap teman yang berbeda agama dengan memberi contoh tindakan nyata menghormati peribadatan agama lain di lingkungan sekitarnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Agama apa saja yang dianut oleh teman-teman kalian di sekolah atau di lingkungan rumah? Apa yang membuat mereka berbeda dari kalian?
  2. Kalau ada teman yang berbeda agama sedang beribadah, apa yang sebaiknya kalian lakukan? Mengapa?
  3. Menurut kalian, mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan agama yang bermacam-macam? Apakah itu baik atau buruk?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sesuai kepercayaan masing-masing (1 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menciptakan suasana hangat dengan menanyakan kabar (2 menit).
  • ASESMEN AWAL — Guru menampilkan atau menggambar di papan tulis simbol-simbol agama di Indonesia (salib, bulan bintang, om, swastika dharma, lilin menorah, dll.), lalu bertanya: 'Siapa yang tahu ini simbol agama apa? Adakah di antara teman kalian yang beragama seperti ini?' Guru mencatat respons murid sebagai pemetaan awal pemahaman (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar tentang keragaman agama di sekitar mereka dan bagaimana bersikap toleran sebagai anak Tuhan (2 menit).
  • Guru memperkenalkan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum menjawab secara lisan singkat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau kartu bergambar tempat ibadah enam agama di Indonesia (gereja, masjid, pura, vihara, klenteng, gurdwara) dan meminta murid mengamati dengan seksama. Guru mengarahkan murid untuk fokus dan hadir sepenuhnya pada gambar yang diamati (Berkesadaran).
  • Guru memimpin tanya jawab: 'Tempat ibadah mana yang pernah kalian lihat? Agama apa yang beribadah di sana? Adakah tempat ibadah itu di dekat rumah atau sekolah kalian?' Murid menjawab bergantian secara lisan.
  • Guru menjelaskan secara singkat enam agama resmi di Indonesia (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) beserta tempat ibadah dan hari raya utamanya menggunakan tabel sederhana di papan tulis.
  • Guru membacakan Mazmur 133:1 bersama murid: 'Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!' Guru menjelaskan bahwa ayat ini mengajarkan bahwa kerukunan — termasuk dengan orang yang berbeda agama — adalah sesuatu yang indah dan disukai Allah. Keragaman agama adalah anugerah Allah, bukan ancaman (Bermakna).
  • Guru mengajak murid mengisi 'Peta Keragaman' sederhana di buku tulis: murid menuliskan nama minimal 2 teman atau tetangga yang berbeda agama dan agama mereka. Bila murid tidak tahu, guru membantu dengan contoh hipotetis.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu skenario kartu situasi, misalnya: (a) 'Temanmu yang Muslim sedang shalat di mushola sekolah. Apa yang kamu lakukan?', (b) 'Tetanggamu yang Hindu sedang merayakan Nyepi dan tidak boleh keluar rumah. Apa sikapmu?', (c) 'Teman sebangkumu yang Katolik ingin pergi misa tapi kamu ingin mengajaknya main. Apa yang kamu lakukan?' (Bermakna — konteks nyata kehidupan murid).
  • Setiap kelompok berdiskusi selama 5 menit untuk menentukan sikap toleran yang tepat sesuai skenario, lalu menuliskan minimal 2 tindakan nyata yang bisa dilakukan.
  • Setiap kelompok mempresentasikan jawaban mereka dengan cara bermain peran singkat (role-play) di depan kelas selama 1–2 menit. Kelompok lain menyimak dan boleh memberikan masukan (Menggembirakan — aktivitas dramatisasi).
  • ASESMEN PROSES — Selama diskusi dan role-play, guru mengamati dan mencatat: apakah murid mampu menyebutkan contoh tindakan toleran yang konkret dan tepat sasaran. Guru memberikan umpan balik lisan langsung kepada tiap kelompok.
  • Guru mengajak murid membuat 'Poster Mini Toleransi' (di selembar kertas HVS yang sudah dipotong setengah atau di buku gambar): murid menggambar satu tindakan toleran yang ingin mereka lakukan dan menuliskan satu kalimat ajakan berdasarkan semangat Mazmur 133:1. Ini dikerjakan secara mandiri (Menggembirakan — berkreasi).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang sejenak dan memejamkan mata selama 30 detik. Guru membimbing dengan suara pelan: 'Bayangkan satu teman atau tetangga yang berbeda agama dengan kalian. Apa satu hal baik yang pernah kalian lakukan atau ingin kalian lakukan untuknya?' (Berkesadaran — momen hening reflektif).
  • Murid membuka mata dan menuliskan jawaban refleksi pribadi di buku tulis dengan menjawab dua pertanyaan: (1) 'Apa yang baru aku ketahui hari ini tentang agama-agama di sekitarku?', (2) 'Satu tindakan toleran apa yang akan aku coba lakukan minggu ini?' (Bermakna — menghubungkan pembelajaran dengan rencana tindakan nyata).
  • Beberapa murid (2–3 relawan) berbagi jawaban refleksi mereka di depan kelas. Guru merespons dengan hangat dan menguatkan setiap jawaban tanpa menghakimi.
  • Guru menutup kegiatan inti dengan menegaskan kembali: keragaman agama adalah anugerah Allah, dan sikap toleran adalah cara kita mensyukuri anugerah itu.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman lisan: murid menyebutkan kembali nama agama-agama di Indonesia dan satu contoh sikap toleran yang telah dipelajari (3 menit).
  • ASESMEN AKHIR — Guru membagikan lembar kecil exit ticket (atau murid menuliskan di secarik kertas): murid menjawab dua pertanyaan singkat: (1) Sebutkan 3 agama yang ada di Indonesia! (2) Tuliskan 1 contoh tindakan toleran yang bisa kamu lakukan kepada teman yang berbeda agama. Lembar dikumpulkan (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid hari ini dengan tepuk tangan bersama.
  • Guru mengingatkan murid untuk menyimpan poster mini toleransi yang dibuat dan boleh ditempel di rumah sebagai pengingat.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama, mendoakan agar murid dapat hidup rukun dengan semua orang di sekitar mereka (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca diberi kartu bergambar tempat ibadah dengan tulisan nama agama yang lebih besar dan jelas. Murid yang sudah lebih maju diberi tantangan tambahan: mencari tahu satu tradisi atau perayaan agama lain dan menjelaskannya kepada teman.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih dapat mengerjakan diskusi skenario bersama guru pendamping atau teman sebaya yang dipilih sebagai 'teman belajar'. Murid yang cepat selesai dapat membantu teman yang kesulitan atau memperluas poster mini mereka dengan menambahkan lebih banyak contoh tindakan toleran.
  • Produk: Murid yang kesulitan menulis dapat menyampaikan refleksi secara lisan kepada guru. Murid yang memiliki kemampuan lebih dapat membuat poster mini yang lebih detail dengan gambar dan minimal 3 kalimat ajakan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan simbol-simbol agama di Indonesia dan menanyakan murid secara lisan: 'Ini simbol agama apa? Siapa di antara teman atau tetangga kalian yang beragama seperti ini?' Guru mencatat sejauh mana murid sudah mengenal keragaman agama di lingkungannya sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan dan mengamati respons murid untuk mengidentifikasi murid yang sudah memiliki pemahaman awal tentang toleransi dan yang belum.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok skenario toleransi: guru mengelilingi kelompok, mendengar diskusi, dan mencatat apakah murid dapat memberikan contoh tindakan toleran yang konkret dan sesuai situasi yang diberikan.
  • Penilaian role-play: guru mengamati apakah murid dapat mendemonstrasikan sikap toleran yang tepat dalam skenario kehidupan nyata.
  • Guru memberikan umpan balik lisan langsung kepada setiap kelompok setelah presentasi role-play untuk memperkuat pemahaman.

Akhir:

  • Exit ticket: murid menuliskan di secarik kertas — (1) sebutkan 3 agama yang ada di Indonesia, (2) tuliskan 1 contoh tindakan toleran nyata yang bisa kamu lakukan kepada teman atau tetangga yang berbeda agama. Dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Poster mini toleransi yang dibuat murid dinilai berdasarkan kesesuaian isi dengan TP 3.8.2.2 (menunjukkan sikap toleran dengan contoh tindakan nyata).

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama tanya jawab dan diskusi kelompok menggunakan lembar pengamatan sederhana (aktif bertanya, menjawab, mendengarkan).
  • Penilaian diskusi kelompok dan role-play skenario toleransi: apakah murid mampu menyebutkan tindakan toleran yang konkret dan sesuai konteks.
  • Poster mini toleransi: dinilai berdasarkan kesesuaian gambar dan kalimat dengan tema toleransi antar umat beragama.

Sumatif:

  • Exit ticket di akhir pertemuan: murid menyebutkan minimal 3 agama di Indonesia dan menuliskan 1 contoh tindakan toleran yang konkret.
  • Rubrik penilaian dua TP utama (3.8.2.1 dan 3.8.2.2) berdasarkan hasil exit ticket, peta keragaman, dan poster mini yang dikumpulkan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan keragaman agama di sekolah dan lingkungan rumah (TP 3.8.2.1)Murid tidak dapat menyebutkan agama-agama yang ada di lingkungan sekitarnya meskipun sudah diberi bantuan.Murid dapat menyebutkan 1–2 agama di lingkungan sekitarnya dengan bantuan guru atau gambar.Murid dapat menyebutkan 3 atau lebih agama di lingkungan sekitarnya secara mandiri.Murid dapat menyebutkan 3 atau lebih agama di lingkungan sekitarnya secara mandiri dan menjelaskan bahwa keragaman agama adalah anugerah Allah berdasarkan Mazmur 133:1 dengan kalimatnya sendiri.
Menjelaskan keragaman agama sebagai anugerah Allah (TP 3.8.2.1)Murid tidak dapat menjelaskan makna Mazmur 133:1 dalam kaitannya dengan keragaman agama.Murid dapat mengulangi kalimat Mazmur 133:1 namun belum dapat mengaitkannya dengan keragaman agama.Murid dapat menjelaskan bahwa Mazmur 133:1 mengajarkan hidup rukun, termasuk dengan orang yang berbeda agama.Murid dapat menjelaskan bahwa keragaman agama adalah anugerah Allah berdasarkan Mazmur 133:1 dan memberikan alasan yang menunjukkan pemahaman pribadi yang mendalam.
Menunjukkan sikap toleran melalui contoh tindakan nyata (TP 3.8.2.2)Murid tidak dapat memberikan contoh tindakan toleran kepada teman yang berbeda agama meskipun sudah diberi panduan.Murid dapat menyebutkan 1 contoh tindakan toleran yang masih bersifat umum (misalnya: 'bersikap baik') dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan 1–2 contoh tindakan toleran yang konkret dan spesifik (misalnya: 'tidak mengganggu teman yang sedang shalat') secara mandiri.Murid dapat menyebutkan 2 atau lebih contoh tindakan toleran yang konkret, spesifik, dan relevan dengan konteks kehidupannya, serta menunjukkan motivasi yang datang dari nilai iman Kristiani.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menyebutkan minimal 3 agama di Indonesia pada akhir pembelajaran? Jika belum, bagian mana yang perlu diperkuat pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah contoh skenario toleransi yang diberikan sudah cukup dekat dengan konteks kehidupan nyata murid kelas 3? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah ada murid yang terlihat tidak nyaman atau ragu saat membahas topik keragaman agama? Bagaimana cara menciptakan ruang yang lebih aman untuk diskusi ini?
  • Apakah tiga tahap pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) berjalan dengan alokasi waktu yang seimbang? Apa yang perlu disesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu pelajari hari ini tentang agama-agama yang ada di Indonesia?
  • Bagaimana perasaanmu saat mengetahui bahwa Tuhan senang ketika kita hidup rukun dengan orang yang berbeda agama?
  • Satu tindakan toleran apa yang paling ingin kamu coba lakukan minggu ini kepada teman atau tetangga yang berbeda agama?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Mazmur 133:1)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas III (Poppy Febrina Purba, Kemendikbudristek 2022)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek 2022)
  4. Kartu bergambar atau poster tempat ibadah enam agama di Indonesia (gereja, masjid, pura, vihara, klenteng, gurdwara) — dapat dicetak atau digambar guru
  5. Kartu skenario toleransi untuk diskusi kelompok (disiapkan guru)
  6. Kertas HVS atau buku gambar untuk membuat poster mini toleransi
  7. Spidol warna atau krayon untuk mewarnai poster mini
  8. Papan tulis dan spidol/kapur untuk tabel agama-agama di Indonesia
  9. Lembar exit ticket (dapat berupa secarik kertas yang disiapkan guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.