Modul AjarBab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 8: Menghargai Keragaman

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 untuk Bab 8 "Menghargai Keragaman", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 8: Menghargai Keragaman

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 8 — Menghargai Keragaman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 8 — Menghargai Keragaman
Alokasi Waktu12 JP (12 x 35 menit = 420 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.8.1 Menyebutkan keragaman budaya sebagai anugerah Allah di lingkungan sekitar
  2. TP 3.8.2 Menyebutkan keragaman agama sebagai anugerah Allah di lingkungan sekolah dan masyarakat
  3. TP 3.8.3 Menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya sebagai anugerah Allah dalam pergaulan di sekolah
  4. TP 3.8.4 Menceritakan contoh tindakan menghargai keragaman agama sebagai anugerah Allah dalam kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja perbedaan suku atau adat yang pernah kalian jumpai di antara teman atau tetangga di sekitar kalian?
  2. Mengapa Tuhan menciptakan bangsa Indonesia dengan berbagai macam suku, bahasa, dan budaya daerah?
  3. Agama apa saja yang kalian ketahui ada di sekitar sekolah dan tempat tinggal kita?
  4. Mengapa adanya berbagai macam agama di sekitar kita patut kita syukuri sebagai anugerah Allah?
  5. Bagaimana caramu bersikap ketika teman di sekolah berbicara dengan logat daerah atau membawa bekal makanan khas budayanya?
  6. Pernahkah kamu menceritakan kepada teman caramu menghargai tetangga atau teman yang sedang menjalankan ibadah agamanya?
  7. Apa saja keragaman budaya dan agama di sekitar kita yang merupakan anugerah Allah?
  8. Bagaimana caramu menunjukkan sikap menghargai teman yang berbeda budaya dan agama di sekolah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyebutkan Keragaman Budaya sebagai Anugerah Allah di Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.8.1 Menyebutkan keragaman budaya sebagai anugerah Allah di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan menyanyikan lagu rohani bertema syukur atas ciptaan Allah (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai asal suku/budaya keluarga murid (acuan: murid dapat menyebutkan nama minimal 1 suku/daerah asalnya atau keluarga di lingkungan sekitarnya, misalnya Jawa, Batak, Sunda, Minahasa, Dayak, Toraja, atau Ambon) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyebutkan keragaman budaya (suku, bahasa daerah, pakaian adat, makanan tradisional) sebagai anugerah Allah di lingkungan sekitar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mendengarkan pembacaan Alkitab dari Mazmur 133:1 serta penjelasan guru bahwa berbagai suku dan budaya di lingkungan sekitar merupakan anugerah dan karya ciptaan Allah yang indah (10 menit).
  • Guru menayangkan gambar/kartu peraga 4 ragam budaya di Indonesia: (1) Suku Jawa - Rumah Joglo & bahasa Jawa; (2) Suku Batak - Kain Ulos & rumah Bolon; (3) Suku Sunda - Alat musik Angklung & bahasa Sunda; (4) Suku Papua - Pakaian Honai & tarian daerah (5 menit).
  • Murid bersama guru mengidentifikasi dan menyebutkan unsur-unsur keragaman budaya tersebut (nama suku, pakaian adat, bahasa daerah) yang ada di lingkungan sekitar (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan permainan kelompok 'Tebak Kartu Budaya Anugerah Allah', di mana setiap kelompok menerima 4 set kartu nama suku dan mencocokkannya dengan kartu ciri budayanya: Kartu 1: Suku Jawa dipasangkan dengan Bahasa Jawa/Gamelan; Kartu 2: Suku Batak dipasangkan dengan Kain Ulos/Tor-tor; Kartu 3: Suku Sunda dipasangkan dengan Angklung; Kartu 4: Suku Dayak dipasangkan dengan Tari Mandau (15 menit).
  • Secara berpasangan, murid menyebutkan 3 contoh keragaman budaya (misal: suku, makanan tradisional, atau bahasa daerah) yang ada pada teman-teman atau tetangga di lingkungan sekitar mereka pada lembar kerja sederhana (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyampaikan kembali secara lisan di tempat duduknya masing-masing bahwa keragaman budaya yang baru saja mereka pelajari adalah bentuk anugerah kebaikan Allah bagi manusia (10 menit).
  • Guru memberikan penguatan bahwa perbedaan budaya di lingkungan sekitar membuat kehidupan bersama menjadi kaya dan indah seturut rancangan Allah (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang ragam budaya sebagai anugerah Allah di sekitar kita (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat melalui kuis lisan menyebutkan suku dan ciri khas budaya anugerah Allah (acuan: murid menyebutkan tepat 1 suku beserta ciri khas budayanya) (5 menit).
  • Kelas diakhiri dengan doa syukur atas anugerah keragaman dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar konkret dengan label nama suku tertulis jelas, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu gambar tanpa label teks untuk ditebak.
  • Proses: Bimbingan langsung dari guru untuk murid yang kesulitan mengingat nama budaya lokal, sedangkan murid yang mandiri dipersilakan mengeksplorasi hingga 4 ragam budaya.
  • Produk: Penyebutan keragaman budaya dapat dilakukan secara lisan terbimbing atau tertulis pada lembar kerja sesuai kesiapan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik: Murid diminta menyebutkan suku asal diri atau keluarganya sendiri (Acuan jawaban yang diterima: Murid dapat menyebutkan minimal 1 nama suku bangsa di Indonesia, seperti Jawa, Batak, Sunda, Melayu, Tionghoa, Dayak, Toraja, Minang, Ambon, Papua, dll.).

Proses:

  • Pengamatan saat permainan 'Tebak Kartu Budaya Anugerah Allah': Murid memasangkan kartu suku dengan ciri budaya secara tepat. Daftar acuan pasangan kartu: (1) Suku Jawa -> Bahasa Jawa/Gamelan, (2) Suku Batak -> Kain Ulos/Tor-tor, (3) Suku Sunda -> Alat musik Angklung, (4) Suku Dayak -> Tari Mandau. Skor dihitung dari ketepatan pasangan kartu yang dipasang kelompok.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid secara acak menyebutkan 1 contoh keragaman budaya di lingkungan sekitar beserta penegasan bahwa itu anugerah Allah (Acuan: menyebutkan 1 nama suku/bahasa/makanan/alat musik tradisional, misalnya 'Gudeg dan bahasa Jawa anugerah Allah' atau 'Kain ulos suku Batak anugerah Allah').

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik awal mengenai pengetahuan suku keluarga/tetangga
  • Observasi unjuk kerja saat memasangkan kartu budaya dalam kelompok 'Tebak Kartu Budaya Anugerah Allah'
  • Cek pemahaman lembar kerja berpasangan menyebutkan 3 keragaman budaya di sekitar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan keragaman budaya sebagai anugerah Allah di lingkungan sekitarBelum dapat menyebutkan keragaman budaya (suku/bahasa/adat) di lingkungan sekitar meskipun telah diberikan bimbingan.Dapat menyebutkan 1 contoh keragaman budaya di lingkungan sekitar dengan bantuan dan bimbingan guru.Dapat menyebutkan 2-3 contoh keragaman budaya (suku, bahasa, atau pakaian adat) di lingkungan sekitar secara mandiri sebagai anugerah Allah.Dapat menyebutkan 4 atau lebih contoh keragaman budaya (suku, pakaian adat, bahasa daerah, kesenian) di lingkungan sekitar secara lengkap, tepat, dan mandiri sebagai anugerah Allah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam kegiatan mencocokkan kartu keragaman budaya?
  • Apakah penjelasan mengenai keragaman budaya sebagai anugerah Allah dapat dipahami dengan baik oleh murid kelas 3?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu ketahui tentang suku atau budaya temanmu hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa Allah menciptakan berbagai suku dan budaya yang berbeda di sekitar kita?

Pertemuan 2 — Menyebutkan Keragaman Agama sebagai Anugerah Allah di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.8.2 Menyebutkan keragaman agama sebagai anugerah Allah di lingkungan sekolah dan masyarakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama yang dipimpin salah satu murid, dan menyanyikan lagu pujian tentang anugerah Tuhan (5 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang keragaman budaya dengan materi hari ini mengenai keragaman agama sebagai pemberian indah dari Allah di lingkungan sekolah dan masyarakat (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal lisan dengan meminta murid menyebutkan agama yang dianut teman di sekolah atau tetangga sekitar (acuan jawaban: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, atau Konghucu) untuk memetakan kesiapan awal murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar ilustrasi tempat-tempat ibadah dan simbol 6 agama resmi di Indonesia yang dipajang guru di papan tulis (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru bahwa keberadaan beragam agama di sekolah dan masyarakat merupakan anugerah Allah yang memperkaya kehidupan bersama agar saling menghargai (10 menit).
  • Secara bergantian, murid melafalkan dan menyebutkan 6 agama di Indonesia beserta tempat ibadahnya (Islam - Masjid, Kristen - Gereja, Katolik - Gereja, Hindu - Pura, Buddha - Vihara, Konghucu - Klenteng) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti kuis permainan gembira 'Tebak Pasangan Agama': guru menunjukkan kartu nama tempat ibadah/hari besar dan murid secara berpasangan cepat menyebutkan nama agama terkait secara tepat sebagai anugerah Allah (15 menit).
  • Murid menerima lembar kerja 'Tabel Keragaman Agama di Lingkunganku' yang berisi 6 baris isian agama. Murid secara mandiri menuliskan nama 6 agama resmi di Indonesia dan menyebutkan contoh tempat ibadah atau perayaannya yang ada di sekitar sekolah atau masyarakat (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengheningkan cipta sejenak dan bersama-sama merenungkan bahwa perbedaan agama di antara teman-teman sekolah dan tetangga adalah rancangan kasih Allah yang harus disyukuri (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan lisan tentang 6 agama di lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai anugerah Allah (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat secara lisan kepada murid untuk mengecek ketepatan penyebutan keragaman agama di lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa syukur atas anugerah keragaman yang Allah karuniakan bagi Indonesia (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar simbol tempat ibadah untuk membantu mengingat nama agama, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu tanpa gambar nama tempat ibadah.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi langsung oleh guru dalam menyebutkan nama-nama agama, sementara murid yang mahir langsung mengisi lembar kerja secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup menyebutkan minimal 4 agama di lingkungan sekitar secara tepat, sedangkan murid yang mahir menyebutkan seluruh 6 agama beserta tempat ibadahnya dengan lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 2 agama yang kalian ketahui dianut oleh teman di sekolah atau tetangga di dekat rumah!' (Acuan jawaban benar: menyebutkan minimal 2 dari 6 agama resmi: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam menyebutkan pasangan agama dan tempat ibadahnya pada permainan 'Tebak Pasangan Agama'. Bahan 6 kartu: (1) Masjid -> Islam, (2) Gereja Protestan -> Kristen, (3) Gereja Katolik -> Katolik, (4) Pura -> Hindu, (5) Vihara -> Buddha, (6) Klenteng -> Konghucu (acuan: tepat memasangkan dan menyebutkan nama agamanya).
  • Pemeriksaan lembar kerja 'Tabel Keragaman Agama di Lingkunganku' yang berisi 6 butir isian: (1) Islam - Masjid, (2) Kristen - Gereja, (3) Katolik - Gereja, (4) Hindu - Pura, (5) Buddha - Vihara, (6) Konghucu - Klenteng.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di penutup: Murid diminta menyebutkan keragaman agama yang ada di masyarakat sebagai anugerah Allah (Acuan: murid dapat menyebutkan minimal 4 hingga 6 agama: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, serta mengakui bahwa keragaman tersebut adalah anugerah Allah).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai nama-nama agama di lingkungan sekitar.
  • Observasi unjuk kerja saat kuis berpasangan 'Tebak Pasangan Agama'.
  • Penilaian lembar kerja mandiri 'Tabel Keragaman Agama di Lingkunganku'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan keragaman agama di lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai anugerah AllahHanya mampu menyebutkan 1-2 agama di lingkungan sekolah/masyarakat dan belum dapat mengidentifikasinya sebagai anugerah Allah walau dengan bimbingan penuh.Mampu menyebutkan 3 agama di lingkungan sekolah/masyarakat (dari daftar acuan: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) dengan bantuan arahan guru.Mampu menyebutkan 4-5 agama di lingkungan sekolah/masyarakat (dari daftar acuan: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) serta menyebutkannya sebagai anugerah Allah secara mandiri.Mampu menyebutkan seluruh 6 agama di lingkungan sekolah/masyarakat (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) beserta tempat ibadahnya secara lengkap dan tepat sebagai anugerah Allah secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat menyebutkan 6 agama di Indonesia dengan benar?
  • Bagaimana respons dan partisipasi murid saat aktivitas permainan 'Tebak Pasangan Agama'?
  • Apakah murid menunjukkan kesadaran bahwa keragaman agama adalah anugerah dari Allah?

Murid:

  • Agama apa saja yang sekarang sudah aku ketahui ada di sekitarku?
  • Mengapa aku harus bersyukur kepada Allah atas keragaman agama yang ada di sekolah dan masyarakatku?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Sikap Menghargai Keragaman Budaya dalam Pergaulan di Sekolah dan Menceritakan Contoh Tindakan Menghargai Keragaman Agama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.8.3 Menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya sebagai anugerah Allah dalam pergaulan di sekolah
  • TP 3.8.4 Menceritakan contoh tindakan menghargai keragaman agama sebagai anugerah Allah dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memimpin doa pembuka syukur atas keberagaman ciptaan Allah, serta mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya di sekolah dan menceritakan contoh tindakan menghargai keragaman agama dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru membacakan 2 situasi sederhana untuk memetakan kesiapan murid: (1) 'Teman sekelas membawa kue tradisional daerahnya ke sekolah, apa sikapmu?' (acuan: menerima, memuji/mencicipi, tidak mengejek) dan (2) 'Sebutkan 1 contoh tindakan menghormati teman berbeda agama saat mereka berdoa/beribadah' (acuan: tenang, tidak mengganggu, menunggu selesai ibadah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pembacaan teks Alkitab dari Mazmur 133:1 ('Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!') yang dikaitkan dengan pesan menghargai perbedaan budaya dan agama sebagai anugerah Allah di lingkungan sekolah (10 menit).
  • Murid mencermati 3 gambar situasi pergaulan di sekolah yang disiapkan guru: Gambar A (anak-anak mengajak teman bersuku lain bermain bersama), Gambar B (anak mendengarkan teman memperkenalkan tarian daerahnya dengan ramah), Gambar C (anak mengejek logat bicara teman). Murid mengidentifikasi gambar mana yang menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya (acuan: Gambar A dan B adalah sikap menghargai; Gambar C bukan) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid melakukan permainan interaktif 'Kartu Pilihan Sikap'. Setiap murid menerima 3 lembar kartu skenario pergaulan budaya di sekolah: Skenario 1 ('Melihat teman memakai pakaian adat saat perayaan sekolah'), Skenario 2 ('Mendengar teman bernyanyi lagu daerah asalnya saat istirahat'), Skenario 3 ('Teman dari daerah lain membawa bekal khas daerahnya'). Murid menunjukkan pilihan sikap menghargai pada lembar respons (acuan sikap menghargai: Skenario 1 = memuji keindahan pakaian adat/tidak menertawakan; Skenario 2 = mendengarkan dengan senang hati/ikut bertepuk tangan; Skenario 3 = menghargai makanan tersebut/tidak mencela baunya) (20 menit).
  • Secara berpasangan, murid secara bergantian menceritakan 1 contoh tindakan nyata menghargai keragaman agama yang pernah dilakukan atau dilihat dalam kehidupan sehari-hari (kriteria penerimaan: cerita memuat konteks perbedaan agama, tindakan konkrit menghargai seperti menjaga ketenangan saat tetangga ibadah atau mengucapkan selamat hari raya, serta alasan bahwa perbedaan itu anugerah Allah) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua perwakilan murid menceritakan kembali di depan kelas contoh tindakan menghargai keragaman agama yang diceritakan pasangannya, lalu guru memberikan penguatan bahwa keragaman budaya dan agama adalah anugerah Allah yang indah (10 menit).
  • Murid menuliskan 1 komitmen sederhana tentang cara bersikap menghargai budaya teman di sekolah pada selembar kertas catatan kecil (kriteria: kalimat menunjukkan tindakan konkret menghargai teman berbeda budaya di sekolah) (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai pentingnya menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya di sekolah dan melakukan tindakan nyata menghargai keragaman agama (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas latihan bercerita dan pemilihan sikap murid, mengingatkan murid untuk tetap bersikap rukun dalam pergaulan sehari-hari, dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario bergambar visual jelas; murid dengan kemampuan cepat diberikan variasi skenario yang melibatkan situasi pergaulan majemuk yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang belum lancar bercerita dipandu menggunakan kalimat pemantik rumpang (misal: 'Saat teman saya merayakan ... saya melakukan ...'); murid yang mandiri bercerita langsung secara runtut kepada pasangannya.
  • Produk: Pilihan penyampaian cerita tindakan menghargai agama dapat disampaikan secara lisan langsung kepada pasangan atau dibantu dengan gambar ilustrasi tindakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan singkat di pendahuluan: Guru mengajukan 2 pertanyaan kesiapan: (1) 'Teman sekelas membawa kue tradisional daerahnya ke sekolah, apa sikapmu?' (acuan: menerima, memuji/mencicipi, tidak mengejek); (2) 'Sebutkan 1 contoh tindakan menghormati teman berbeda agama saat mereka beribadah!' (acuan: tenang/hening, tidak mengganggu jalannya ibadah, menunggu sampai selesai).

Proses:

  • Formatif 1: Penilaian ketepatan menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya pada 3 skenario: Skenario 1 (pakaian adat), Skenario 2 (lagu daerah), Skenario 3 (makanan khas daerah) (acuan: memilih opsi sikap santun/menghargai dan menolak opsi mengejek pada ketiga skenario).
  • Formatif 2: Penilaian keterampilan menceritakan contoh tindakan menghargai keragaman agama dalam pergaulan sehari-hari berpasangan (kriteria: memuat subjek yang berbeda agama, menyebutkan tindakan menghargai konkret seperti menjaga ketenangan atau memberi ucapan selamat, dan menyebut perbedaan sebagai anugerah Allah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menuliskan 1 tindakan konkret menghargai teman berbeda budaya di sekolah pada lembar komitmen kecil (kriteria penerimaan: tindakan realistis di lingkungan sekolah, misal tidak mengejek bahasa/logat teman, bermain bersama tanpa pilih suku).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pemilihan sikap menghargai keragaman budaya melalui lembar Kartu Pilihan Sikap
  • Penilaian kinerja bercerita contoh tindakan menghargai keragaman agama dalam kehidupan sehari-hari

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya di sekolah (TP 3.8.3)Belum mampu menentukan sikap menghargai keragaman budaya pada 3 skenario yang diberikan (0 dari 3 skenario tepat sesuai acuan).Mampu menentukan sikap menghargai keragaman budaya pada 1 dari 3 skenario secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan guru.Mampu menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya pada 2-3 skenario secara tepat sesuai acuan secara mandiri.Mampu menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya pada seluruh (3 dari 3) skenario secara tepat sesuai acuan secara mandiri dan konsisten.
Menceritakan contoh tindakan menghargai keragaman agama (TP 3.8.4)Belum mampu menceritakan contoh tindakan menghargai keragaman agama dalam kehidupan sehari-hari meskipun dipandu guru.Mampu menceritakan 1 contoh tindakan menghargai keragaman agama namun isi cerita belum memuat tindakan konkret secara lengkap.Mampu menceritakan 1 contoh tindakan menghargai keragaman agama dalam kehidupan sehari-hari dengan memuat konteks dan tindakan konkret yang jelas.Mampu menceritakan 1 contoh tindakan menghargai keragaman agama secara runtut, jelas memuat konteks perbedaan agama, tindakan konkret menghargai, dan makna anugerah Allah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam menunjukkan sikap menghargai keragaman saat simulasi skenario kartu?
  • Apakah aktivitas bercerita berpasangan berjalan efektif melatih murid mengungkapkan contoh nyata toleransi beragama?

Murid:

  • Apa hal paling berkesan saat kamu menceritakan cara menghargai teman yang berbeda agama kepada pasanganmu?
  • Sikap apa yang akan kamu tunjukkan mulai besok jika melihat teman mengenakan pakaian atau berbicara bahasa daerahnya di sekolah?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.8.1 Menyebutkan keragaman budaya sebagai anugerah Allah di lingkungan sekitar
  • TP 3.8.2 Menyebutkan keragaman agama sebagai anugerah Allah di lingkungan sekolah dan masyarakat
  • TP 3.8.3 Menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya sebagai anugerah Allah dalam pergaulan di sekolah
  • TP 3.8.4 Menceritakan contoh tindakan menghargai keragaman agama sebagai anugerah Allah dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab untuk menunjukkan capaian murid dalam menyebutkan keragaman budaya dan agama sebagai anugerah Allah, menceritakan tindakan menghargai teman berbeda agama, serta menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya melalui simulasi pergaulan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan penjelasan teknis mengenai dua tugas asesmen sumatif yang akan dijalankan: Tugas 1 berupa unjuk kerja penuturan lisan secara individual bergiliran di meja guru (durasi 2 menit per anak), dan Tugas 2 berupa simulasi pergaulan berpasangan/kelompok kecil untuk menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya di sekolah (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Unjuk Kerja Lisan Individual): Setiap murid secara bergiliran maju ke meja guru selama 2 menit untuk menjawab 3 pertanyaan lisan berikut: (1) 'Sebutkan 2 contoh keragaman budaya di lingkungan sekitarmu sebagai anugerah Allah!' (Acuan jawaban: menyebutkan minimal 2 wujud budaya nyata seperti suku Jawa/Batak/Sunda/Dayak/dll, bahasa daerah, pakaian adat, tari daerah, atau rumah adat; serta mengakui sebagai anugerah Allah); (2) 'Sebutkan minimal 3 agama resmi di Indonesia selain Kristen Protestan beserta tempat ibadahnya di lingkungan sekolah/masyarakat sebagai anugerah Allah!' (Acuan: Islam-Masjid, Katolik-Gereja, Hindu-Pura, Buddha-Vihara, Khonghucu-Kelenteng/Litang); (3) 'Ceritakan 1 contoh tindakan nyata menghargai keragaman agama yang pernah kamu lihat atau lakukan dalam kehidupan sehari-hari!' (Acuan: menceritakan tindakan konkret seperti tidak berisik saat tetangga/teman beribadah, mengucapkan selamat hari raya, bermain bersama teman yang berbeda agama tanpa memusuhi, atau menolong tetangga/teman yang berbeda agama). Guru mencatat ketercapaian pada rubrik unjuk kerja lisan (sementara murid lain menunggu giliran dengan tertib di meja masing-masing sambil mempersiapkan diri) (58 menit).
  • Tugas 2 (Observasi Simulasi Perilaku Pergaulan): Murid dibagi ke dalam pasangan/kelompok kecil untuk memainkan simulasi pergaulan di sekolah berdasarkan skenario: 'Kalian sedang berkumpul saat jam istirahat. Ada teman yang membawa bekal makanan khas daerah asalnya dan berbicara dengan logat daerahnya yang berbeda'. Guru mengamati perilaku nyata murid dengan indikator yang dinilai: (a) menyapa ramah teman tanpa mengejek dialek/kebiasaan budayanya, dan (b) mengajak bermain atau berbagi peran dalam kegiatan sekolah tanpa membedakan latar belakang sukunya. Guru mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi sikap (32 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid secara hening untuk mengamati kembali sikap diri mereka selama rangkaian pembelajaran Bab 8, menyadari pentingnya hidup rukun saling menghargai keragaman suku dan agama sebagai ciptaan Allah yang mulia (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan umum bahwa semua budaya dan agama adalah bagian dari keanekaragaman anugerah Allah yang harus dihargai dalam pergaulan sehari-hari (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dan rangkaian materi Bab 8 dengan doa syukur bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: Bagi murid yang cemas berbicara lisan, guru memberikan waktu jeda 10 detik untuk menenangkan diri dan membimbing melalui pertanyaan panduan tanpa mengubah indikator dan materi yang diukur.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja penuturan lisan bergiliran dan observasi simulasi interaksi berpasangan: jawaban lisan dan penuturan cerita mengenai keragaman budaya/agama sebagai anugerah Allah beserta peragaan tindakan menghargai teman berbeda budaya di sekolah
  • unjuk kerja lisan dan bercerita bergiliran: penuturan lisan tiap murid berdurasi 2 menit di meja guru yang menyebutkan contoh keragaman budaya dan agama di lingkungan sekitar/sekolah sebagai anugerah Allah serta menceritakan satu contoh tindakan menghargai teman berbeda agama dalam kehidupan sehari-hari (dinilai bergiliran: 60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penuturan lisan)
  • observasi simulasi perilaku pergaulan: tindakan nyata murid yang menunjukkan sikap menghargai teman berbeda budaya (seperti menyapa ramah, berbagi peran tanpa mengejek ciri/kebiasaan budaya) saat bermain peran mini berpasangan/kelompok kecil (14 pasangan diamati serentak/bergantian dalam kelompok kecil) (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi sikap)

Sumatif:

  • unjuk kerja penuturan lisan bergiliran dan observasi simulasi interaksi berpasangan: jawaban lisan dan penuturan cerita mengenai keragaman budaya/agama sebagai anugerah Allah beserta peragaan tindakan menghargai teman berbeda budaya di sekolah
  • unjuk kerja lisan dan bercerita bergiliran: penuturan lisan tiap murid berdurasi 2 menit di meja guru yang menyebutkan contoh keragaman budaya dan agama di lingkungan sekitar/sekolah sebagai anugerah Allah serta menceritakan satu contoh tindakan menghargai teman berbeda agama dalam kehidupan sehari-hari (dinilai bergiliran: 60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penuturan lisan)
  • observasi simulasi perilaku pergaulan: tindakan nyata murid yang menunjukkan sikap menghargai teman berbeda budaya (seperti menyapa ramah, berbagi peran tanpa mengejek ciri/kebiasaan budaya) saat bermain peran mini berpasangan/kelompok kecil (14 pasangan diamati serentak/bergantian dalam kelompok kecil) (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi sikap)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan keragaman budaya sebagai anugerah Allah di lingkungan sekitar (TP 3.8.1)Belum mampu menyebutkan contoh keragaman budaya di lingkungan sekitar, atau menyebutkan di luar acuan wujud budaya.Menyebutkan 1 contoh wujud keragaman budaya (suku, bahasa daerah, tarian, pakaian, atau rumah adat) di lingkungan sekitar dengan bimbingan guru.Menyebutkan tepat 2 contoh wujud keragaman budaya di lingkungan sekitar secara mandiri sesuai acuan (misalnya suku Jawa dan bahasa Sunda).Menyebutkan 2 contoh atau lebih wujud keragaman budaya di lingkungan sekitar dengan tepat serta menegaskan keragaman tersebut sebagai anugerah Allah secara mandiri.
Menyebutkan keragaman agama sebagai anugerah Allah di lingkungan sekolah dan masyarakat (TP 3.8.2)Menyebutkan kurang dari 2 nama agama beserta tempat ibadahnya, atau terjadi kekeliruan pasangan nama agama dan tempat ibadahnya.Menyebutkan tepat 2 pasangan nama agama dan tempat ibadahnya sesuai acuan (Acuan: Islam-Masjid, Katolik-Gereja, Hindu-Pura, Buddha-Vihara, Khonghucu-Kelenteng).Menyebutkan tepat minimal 3 pasangan nama agama dan tempat ibadahnya sesuai acuan secara mandiri.Menyebutkan 4 atau lebih pasangan nama agama dan tempat ibadahnya secara tepat serta menegaskannya sebagai anugerah Allah.
Menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya dalam pergaulan di sekolah (TP 3.8.3)Menolak berinteraksi atau menunjukkan sikap mengejek logat/makanan/kebiasaan budaya teman saat simulasi.Menunjukkan 1 indikator sikap (menyapa ramah teman tanpa mengejek ATAU mengajak bermain bersama) namun masih perlu diingatkan guru.Menunjukkan 2 indikator sikap (menyapa ramah tanpa mengejek dan mengajak bermain bersama/berbagi peran) secara konsisten selama simulasi.Menunjukkan 2 indikator sikap secara konsisten serta aktif menunjukkan penerimaan penuh terhadap teman yang berbeda budaya tanpa ragu.
Menceritakan contoh tindakan menghargai keragaman agama dalam kehidupan sehari-hari (TP 3.8.4)Belum mampu menceritakan tindakan menghargai keragaman agama atau cerita tidak relevan dengan konteks menghargai agama lain.Menceritakan contoh tindakan menghargai agama lain secara singkat dengan bantuan pertanyaan pemantik dari guru.Menceritakan 1 contoh tindakan nyata menghargai keragaman agama dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri dan jelas (misal: tenang saat teman sholat, berteman tanpa membeda-bedakan agama).Menceritakan 1 contoh tindakan nyata menghargai keragaman agama secara runtut dan menjelaskan tindakan tersebut sebagai bentuk kasih anugerah Allah secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah terfasilitasi untuk menunjukkan pemahaman dan sikap toleransi keragaman sesuai waktu yang disediakan?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 3 secara umum dalam menerapkan nilai kasih dan menghargai keragaman budaya serta agama?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menceritakan dan menunjukkan sikap menghargai teman yang berbeda budaya dan agama?
  • Tindakan menghargai teman berbeda apa yang akan terus kamu lakukan di sekolah setiap hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Mazmur 133:1)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  4. Kartu bergambar keragaman suku dan pakaian/alat musik adat Indonesia
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022 (Pelajaran 8).
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022 (Bab 8, hlm. 130-134).
  7. Alkitab: Mazmur 133:1.
  8. Gambar atau kartu peraga 6 tempat ibadah dan simbol agama di Indonesia.
  9. Alkitab: Mazmur 133:1
  10. Kartu bergambar situasi pergaulan budaya dan kartu skenario pergaulan sekolah
  11. Alkitab: Mazmur 133:1, Galatia 6:2, Lukas 10:25-37
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
  14. Lembar Observasi Sikap dan Rubrik Asesmen Sumatif Bab 8

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.