Modul AjarPertemuan 2Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Makna Melayani Tuhan dan Sesama di Sekolah Minggu

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Makna Melayani Tuhan dan Sesama di Sekolah Minggu". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Makna Melayani Tuhan dan Sesama di Sekolah Minggu

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 7 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Makna Melayani Tuhan dan Sesama di Sekolah Minggu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMakna Melayani Tuhan dan Sesama di Sekolah Minggu
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui membaca dan diskusi Kisah Para Rasul 9:36-39 tentang Dorkas serta Ibrani 10:25, murid dapat menjelaskan arti melayani Tuhan dan sesama di Sekolah Minggu dengan bahasa sendiri secara tepat.
  2. Melalui kegiatan belajar dari Alkitab dan tanya jawab, murid dapat memahami bahwa melayani di Sekolah Minggu merupakan bentuk kerja sama dan kepedulian kepada sesama sebagai makhluk sosial ciptaan Allah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membantu teman atau orang lain di sekitar kalian? Bagaimana perasaan kalian setelah melakukannya?
  2. Menurut kalian, mengapa kita perlu melayani Tuhan dan sesama di Sekolah Minggu?
  3. Apa saja hal sederhana yang bisa kalian lakukan untuk melayani di Sekolah Minggu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru menyapa murid dengan hangat dan menanyakan kabar serta kehadiran.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat — 'Siapa yang pernah ikut Sekolah Minggu? Apa yang biasanya kalian lakukan di sana?' — dan mencatat respons murid untuk mengetahui pengetahuan awal mereka tentang pelayanan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara berurutan untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan mengaitkan pengalaman murid dengan topik hari ini.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara singkat dan ramah: 'Hari ini kita akan belajar tentang apa artinya melayani Tuhan dan sesama di Sekolah Minggu melalui kisah Dorkas dari Alkitab.'
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara garis besar agar murid siap mengikuti pembelajaran.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Alkitab atau lembar teks yang dibagikan pada Kisah Para Rasul 9:36-39. Guru membacakan narasi kisah Dorkas dengan ekspresif, lalu murid membaca bersama secara bergantian (membaca bersuara berantai).
  • Guru menampilkan gambar ilustrasi Dorkas yang sedang menjahit pakaian dan membagikannya kepada orang yang membutuhkan (dapat berupa gambar di papan tulis atau lembar kerja). Guru mengajak murid mengamati gambar dan bertanya: 'Apa yang sedang dilakukan Dorkas? Untuk siapa pakaian itu?'
  • Guru membacakan Ibrani 10:25 dan menjelaskan bahwa berkumpul bersama dalam ibadah adalah bagian dari pelayanan kepada Tuhan.
  • Guru memandu diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Apa yang membuat pelayanan Dorkas bermakna bagi orang lain? Apa hubungannya dengan kita di Sekolah Minggu?'
  • Guru mencatat poin-poin penting jawaban murid di papan tulis dan merangkumnya bersama: bahwa melayani berarti membantu dan peduli kepada sesama sebagai bentuk syukur kepada Tuhan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang). Tiap kelompok mendapat lembar kerja bergambar yang berisi 4-5 ilustrasi kegiatan (contoh: memimpin doa, membagikan buku, menolong teman yang jatuh, bernyanyi bersama, membersihkan ruang ibadah).
  • Setiap kelompok berdiskusi dan menuliskan atau menyebutkan: (1) kegiatan mana yang termasuk melayani Tuhan di Sekolah Minggu, (2) kegiatan mana yang termasuk melayani sesama, dan (3) alasannya dengan kata-kata sendiri.
  • Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat di depan kelas. Guru memberikan umpan balik positif dan meluruskan pemahaman bila diperlukan.
  • Guru mengajak murid membuat komitmen pribadi sederhana: masing-masing murid menuliskan di selembar kertas kecil (atau 'kartu janji') satu hal nyata yang akan mereka lakukan sebagai bentuk pelayanan di Sekolah Minggu minggu depan.
  • Asesmen Proses: Guru berkeliling mengamati diskusi kelompok, mencatat siapa yang sudah mampu menjelaskan arti melayani dan siapa yang masih memerlukan bimbingan, menggunakan catatan anekdotal singkat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk melingkar atau di tempat masing-masing. Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Apa hal baru yang kalian pelajari hari ini tentang melayani? Bagaimana perasaan kalian setelah belajar kisah Dorkas?'
  • Beberapa murid diberi kesempatan berbagi secara sukarela. Guru menerima semua respons dengan hangat tanpa menghakimi.
  • Guru menghubungkan refleksi murid dengan nilai inti: 'Ketika kita melayani sesama, kita sedang menunjukkan kasih kepada Tuhan. Dorkas melakukannya dengan menjahit pakaian — kita bisa melakukannya dengan cara kita sendiri di Sekolah Minggu.'
  • Guru meminta murid membacakan kartu janji yang sudah mereka tulis secara bergantian (bagi yang bersedia), sebagai peneguhan komitmen bersama.

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum inti pembelajaran: arti melayani Tuhan dan sesama di Sekolah Minggu berdasarkan kisah Dorkas dan Ibrani 10:25.
  • Asesmen Akhir: Guru memberikan 2-3 pertanyaan lisan atau tertulis singkat sebagai cek pemahaman akhir (lihat bagian Asesmen Akhir).
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang menyemangati: 'Kalian semua bisa melayani Tuhan dengan cara sederhana. Tuhan senang melihat kalian mau membantu sesama dengan hati yang tulus.'
  • Guru mengajak murid berdoa bersama sebagai penutup, mendoakan agar mereka berani dan setia melayani Tuhan di Sekolah Minggu.
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca Alkitab, guru menyediakan teks kisah Dorkas dalam versi sederhana bergambar (lembar bacaan bergambar). Untuk murid yang sudah fasih, guru dapat memberikan teks Alkitab langsung dan meminta mereka membaca mandiri sebelum diskusi.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat dipasangkan dengan teman yang lebih paham dalam diskusi kelompok (peer tutoring). Murid yang cepat memahami dapat diberi tantangan tambahan: menyebutkan contoh pelayanan lain dari tokoh Alkitab yang mereka ketahui.
  • Produk: Murid yang belum dapat menulis dengan lancar diperbolehkan menggambar bentuk pelayanan yang akan mereka lakukan di kartu janji, sebagai alternatif dari menulis kalimat.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Siapa yang pernah ikut Sekolah Minggu? Apa yang biasanya kalian lakukan di sana?' — untuk mengetahui pengetahuan dan pengalaman awal murid tentang pelayanan di Sekolah Minggu.
  • Guru mencatat secara informal: murid yang sudah memiliki konsep melayani dan yang belum, sebagai dasar penyesuaian penjelasan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi guru saat diskusi kelompok pada tahap Mengaplikasi: apakah murid dapat mengidentifikasi kegiatan melayani Tuhan dan sesama dengan tepat.
  • Tanya jawab lisan pada tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan pancingan untuk mengecek apakah murid memahami pesan dari kisah Dorkas.
  • Pengamatan terhadap presentasi kelompok: ketepatan penjelasan dan kemampuan memberi alasan.

Akhir:

  • Pertanyaan tertulis atau lisan: 'Jelaskan dengan kata-katamu sendiri, apa artinya melayani Tuhan dan sesama di Sekolah Minggu?' (mengacu TP 3.7.2.1).
  • Pertanyaan tertulis atau lisan: 'Mengapa melayani di Sekolah Minggu merupakan bentuk kerja sama dan kepedulian kepada sesama?' (mengacu TP 3.7.2.2).
  • Penilaian kartu janji: murid menuliskan atau menggambarkan satu bentuk pelayanan nyata yang relevan dengan konteks Sekolah Minggu.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok: guru mencatat keaktifan dan ketepatan pemahaman murid saat berdiskusi tentang kisah Dorkas.
  • Tanya jawab lisan selama kegiatan inti untuk mengecek pemahaman langkah demi langkah.
  • Catatan anekdotal singkat terhadap kemampuan murid menjelaskan arti melayani dengan bahasa sendiri.

Sumatif:

  • Pertanyaan lisan atau tertulis singkat di akhir pertemuan: murid menjelaskan arti melayani Tuhan dan sesama di Sekolah Minggu dengan kalimat sendiri.
  • Kartu janji: murid menuliskan atau menggambarkan satu bentuk pelayanan nyata yang akan mereka lakukan, dinilai berdasarkan kesesuaian dengan konsep melayani yang dipelajari.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan arti melayani Tuhan dan sesama di Sekolah Minggu (TP 3.7.2.1)Murid belum dapat menyebutkan arti melayani, atau jawabannya tidak berkaitan dengan konteks Sekolah Minggu dan kisah Dorkas.Murid dapat menyebutkan arti melayani secara umum (misalnya: 'membantu orang') namun belum menghubungkannya dengan Sekolah Minggu atau kisah Dorkas.Murid dapat menjelaskan arti melayani Tuhan dan sesama di Sekolah Minggu dengan kalimat sendiri dan mengaitkannya dengan kisah Dorkas atau Ibrani 10:25 secara tepat.Murid dapat menjelaskan arti melayani Tuhan dan sesama di Sekolah Minggu secara tepat, mengaitkan dengan kisah Dorkas dan Ibrani 10:25, serta memberikan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari dengan lancar.
Memahami melayani di Sekolah Minggu sebagai bentuk kerja sama dan kepedulian sebagai makhluk sosial (TP 3.7.2.2)Murid belum dapat menghubungkan kegiatan melayani di Sekolah Minggu dengan kerja sama atau kepedulian kepada sesama.Murid memahami bahwa melayani berkaitan dengan membantu orang lain, namun belum dapat menjelaskan mengapa hal itu merupakan wujud kerja sama sebagai makhluk sosial ciptaan Allah.Murid dapat menjelaskan bahwa melayani di Sekolah Minggu merupakan bentuk kerja sama dan kepedulian kepada sesama sebagai makhluk sosial ciptaan Allah dengan kalimat yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan dengan rinci dan meyakinkan bahwa melayani di Sekolah Minggu adalah wujud kerja sama dan kepedulian, mengaitkannya dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial ciptaan Allah, dan memberi contoh nyata yang relevan.
Komitmen dan partisipasi aktif (sikap dan kartu janji)Murid tidak menunjukkan keterlibatan aktif dalam diskusi dan tidak mengisi kartu janji.Murid mengikuti kegiatan namun pasif; mengisi kartu janji dengan bentuk pelayanan yang tidak relevan atau sangat umum.Murid aktif dalam diskusi kelompok dan mengisi kartu janji dengan satu bentuk pelayanan yang relevan dan realistis sesuai konteks Sekolah Minggu.Murid sangat aktif dalam diskusi, berani mempresentasikan pendapat, dan mengisi kartu janji dengan bentuk pelayanan yang spesifik, relevan, dan disertai alasan yang mencerminkan pemahaman mendalam tentang melayani.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat terlibat aktif dalam diskusi kisah Dorkas? Siapa yang tampak kurang terlibat dan apa penyebabnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang makna melayani?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah membantu murid dengan kemampuan beragam untuk mencapai tujuan pembelajaran?
  • Apa yang perlu saya tingkatkan dari cara saya menyampaikan kisah Dorkas agar lebih bermakna bagi murid?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang melayani Tuhan dan sesama?
  • Dari kisah Dorkas, apa yang paling berkesan bagimu dan mengapa?
  • Satu hal apa yang akan kamu lakukan minggu depan sebagai bentuk pelayanan di Sekolah Minggu atau di sekitarmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: Kisah Para Rasul 9:36-39 dan Ibrani 10:25
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Poppy Febrina Purba, Kemendikbudristek 2022, ISBN: 978-602-244-689-7)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Bab 7: Melayani di Sekolah Minggu
  4. Lembar teks kisah Dorkas bergambar (disiapkan guru sebagai bahan bacaan sederhana untuk diferensiasi)
  5. Lembar kerja bergambar berisi ilustrasi berbagai kegiatan pelayanan (disiapkan guru untuk kegiatan kelompok)
  6. Kartu janji/komitmen (kertas kecil untuk setiap murid)
  7. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat poin diskusi
  8. Gambar ilustrasi Dorkas (dapat digambar di papan tulis atau dicetak)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.