Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Mempraktikkan Sikap Hidup Disiplin di Rumah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Mempraktikkan Sikap Hidup Disiplin di Rumah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Mempraktikkan Sikap Hidup Disiplin di Rumah

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mempraktikkan Sikap Hidup Disiplin di Rumah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMempraktikkan Sikap Hidup Disiplin di Rumah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan minimal lima contoh sikap hidup disiplin yang dapat dilakukan di rumah sesuai aturan keluarga.
  2. Murid dapat merancang rencana kegiatan hidup disiplin di rumah dalam bentuk tabel jadwal mingguan dan berkomitmen untuk melaksanakannya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja aturan yang ada di rumah kalian, dan siapa saja yang harus menaatinya?
  2. Pernahkah kalian merasa malas mengikuti aturan di rumah? Apa yang terjadi kalau aturan itu tidak dijalankan?
  3. Bagaimana perasaan kalian ketika berhasil melakukan sesuatu tepat waktu tanpa disuruh?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (doa dipimpin salah satu murid atau guru).
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan 4–5 gambar singkat (atau menyebutkan situasi) yang menggambarkan anak melakukan kegiatan di rumah—ada yang disiplin dan ada yang tidak. Murid diminta mengacungkan tangan jika gambar tersebut menunjukkan sikap disiplin. Guru mencatat respons murid untuk mengetahui pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang sederhana: 'Hari ini kita akan belajar tentang cara hidup disiplin di rumah dan membuat rencana kegiatan disiplin kita sendiri.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan kepada beberapa murid untuk membangun rasa ingin tahu dan mengaitkan pengalaman sehari-hari.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid membaca bersama teks singkat di buku siswa Bab 6 tentang hidup disiplin di rumah (hal. 91–92), lalu menampilkan gambar atau video pendek yang memperlihatkan anak-anak melakukan kegiatan disiplin di rumah (berdoa, merapikan tempat tidur, menyiapkan buku, dll.).
  • Guru meminta murid mengamati gambar/video tersebut dan bertanya: 'Kegiatan disiplin apa saja yang kamu lihat?'
  • Murid secara bergantian menyebutkan contoh sikap disiplin yang mereka amati. Guru menuliskan jawaban murid di papan tulis dalam bentuk daftar.
  • Guru melengkapi daftar dengan contoh dari buku siswa jika ada yang belum disebut: berdoa setelah bangun tidur dan sebelum tidur, merapikan tempat tidur, menyiapkan buku pelajaran, mengerjakan tugas, membaca Alkitab, merapikan mainan setelah bermain, makan tepat waktu, merapikan meja belajar.
  • Guru menjelaskan bahwa sikap disiplin di rumah dimulai dari diri sendiri dan merupakan bentuk ketaatan kepada aturan keluarga yang diberikan Tuhan melalui orang tua.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan cara mengisi tabel 'Jurnal Hidup Disiplin di Rumah' yang ada di buku siswa (hal. 92): kolom kegiatan, waktu pelaksanaan, dan tanda centang untuk setiap hari (Senin–Minggu).
  • Murid secara mandiri mulai merancang tabel jadwal mingguan mereka sendiri di buku siswa atau lembar kerja yang disediakan guru—minimal 5 kegiatan disiplin yang ingin mereka lakukan di rumah beserta waktu pelaksanaannya.
  • Guru berkeliling memantau dan memberi bimbingan individual: membantu murid yang kesulitan menentukan kegiatan atau menuliskan waktu, serta menantang murid yang sudah selesai untuk menambahkan kegiatan ekstra atau menuliskan alasan mengapa kegiatan itu penting.
  • Setelah selesai merancang, beberapa murid (2–3 orang) diminta berbagi jadwal yang mereka buat di depan kelas. Murid lain diberikan kesempatan untuk memberikan komentar atau saran yang membangun.
  • Guru mengajak murid untuk membuat 'Janji Disiplin': murid menuliskan satu kalimat komitmen di bawah tabel mereka, misalnya 'Saya berkomitmen melakukan rencana ini setiap hari dengan sungguh-sungguh karena saya ingin menjadi anak yang bertanggung jawab di hadapan Tuhan dan keluarga.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk nyaman dan mengajukan pertanyaan refleksi secara lisan: (1) 'Apakah kamu yakin bisa melakukan semua kegiatan yang kamu tuliskan? Mengapa?' (2) 'Bagaimana perasaanmu setelah merancang jadwal disiplinmu sendiri?' (3) 'Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu lupa atau malas melakukan rencanamu?'
  • Murid menuliskan jawaban singkat atas pertanyaan refleksi di bagian bawah lembar kerja atau di buku tulis mereka (3 pertanyaan, masing-masing 1–2 kalimat).
  • Guru memimpin diskusi singkat dari jawaban beberapa murid, menekankan bahwa hidup disiplin adalah bentuk tanggung jawab kepada Tuhan, diri sendiri, dan keluarga, dan bahwa kerendahan hati untuk mau dibentuk adalah kunci.
  • Murid diminta mengisi lembar 'Penilaian Diri' di buku siswa (hal. 103–104) dengan jujur sebagai bahan evaluasi diri tentang kebiasaan disiplin yang sudah dan belum mereka lakukan.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: hidup disiplin di rumah berarti menaati aturan keluarga dengan penuh tanggung jawab, dan dimulai dari diri sendiri.
  • Guru menyampaikan tugas rumah: murid membawa pulang tabel jadwal mingguan yang sudah dirancang dan mencoba melaksanakannya selama 7 hari, memberi tanda centang setiap kegiatan yang berhasil dilakukan, lalu menunjukkan hasilnya kepada orang tua dan mendiskusikannya.
  • Guru memberikan informasi tentang 'Kegiatan Bersama Orang Tua' di buku siswa: orang tua diminta mendukung dan memantau pelaksanaan jurnal disiplin anak di rumah.
  • Guru menutup kelas dengan mengajak murid berdoa bersama, memohon pertolongan Tuhan agar dapat menjalankan rencana disiplin dengan sungguh-sungguh.
  • Guru menyampaikan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih: guru menyediakan kartu bergambar kegiatan disiplin (berdoa, merapikan tempat tidur, dll.) sehingga murid cukup memilih dan menempelkan gambar ke tabel, tidak perlu menulis dari nol. Untuk murid yang sudah mahir: guru menantang mereka untuk menyertakan kegiatan disiplin yang berhubungan dengan tanggung jawab mereka sebagai anggota keluarga (misalnya membantu mencuci piring atau menyiram tanaman) di luar contoh yang sudah diberikan.
  • Proses: Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih: guru mendampingi secara langsung saat pengisian tabel dan membantu menentukan waktu yang realistis untuk setiap kegiatan. Untuk murid yang cepat: setelah menyelesaikan tabel, mereka diminta menjadi 'teman belajar' yang membantu teman di sekitarnya mengisi tabel, sehingga kolaborasi tetap terjaga.
  • Produk: Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih: hasil tabel minimal 5 kegiatan dengan waktu yang terisi sudah dianggap memadai. Untuk murid yang sudah mahir: tabel diharapkan memuat 7–8 kegiatan lengkap dengan kalimat komitmen yang lebih rinci dan refleksi tertulis yang lebih mendalam.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 4–5 gambar situasi di rumah (ada yang menggambarkan sikap disiplin, ada yang tidak) dan meminta murid mengidentifikasi mana yang termasuk sikap disiplin dengan mengacungkan tangan. Tujuan: mengetahui seberapa jauh murid sudah memahami konsep disiplin di rumah sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi lisan: guru mencatat murid yang dapat menyebutkan contoh sikap disiplin secara spontan saat diskusi kelompok besar pada tahap Memahami.
  • Pemantauan tertulis: guru berkeliling saat murid mengisi tabel jadwal mingguan dan memberikan umpan balik langsung (pujian atau pertanyaan pancingan) untuk mendorong pengisian yang lebih lengkap dan bermakna.
  • Umpan balik lisan: saat presentasi singkat, guru memberikan komentar konstruktif yang spesifik tentang isi jadwal murid.

Akhir:

  • Penilaian produk: tabel 'Jurnal Hidup Disiplin di Rumah' yang telah dirancang murid dinilai berdasarkan rubrik 4 level mencakup aspek kelengkapan kegiatan (minimal 5) dan adanya kalimat komitmen.
  • Penilaian diri: lembar penilaian diri di buku siswa diisi murid sebagai refleksi jujur tentang kebiasaan disiplin yang sudah dan belum mereka lakukan sehari-hari di rumah.

Formatif:

  • Observasi guru selama kegiatan Memahami: mencatat apakah murid dapat menyebutkan minimal 5 contoh sikap disiplin di rumah secara lisan.
  • Pemantauan proses pengisian tabel jadwal mingguan: guru memeriksa apakah murid mengisi kolom kegiatan, waktu, dan kalimat komitmen dengan benar dan bermakna.
  • Presentasi singkat 2–3 murid di depan kelas tentang jadwal yang dirancang, dinilai menggunakan rubrik observasi lisan.

Sumatif:

  • Tabel 'Jurnal Hidup Disiplin di Rumah' yang diselesaikan murid (minimal 5 kegiatan lengkap dengan waktu dan kalimat komitmen), dinilai dengan rubrik 4 level.
  • Lembar Penilaian Diri di buku siswa (hal. 103–104) yang diisi murid secara jujur sebagai asesmen diri tentang kebiasaan disiplin.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan contoh sikap hidup disiplin di rumah (TP 3.6.2.1)Murid hanya dapat menyebutkan 1–2 contoh sikap disiplin di rumah, atau contoh yang disebutkan tidak relevan dengan aturan keluarga.Murid dapat menyebutkan 3–4 contoh sikap disiplin di rumah yang relevan dengan aturan keluarga.Murid dapat menyebutkan minimal 5 contoh sikap disiplin di rumah yang relevan dan dapat menjelaskan secara singkat mengapa sikap tersebut penting.Murid dapat menyebutkan lebih dari 5 contoh sikap disiplin di rumah yang relevan, menjelaskan alasannya dengan kalimat yang runtut, dan mengaitkannya dengan nilai-nilai iman Kristiani atau tanggung jawab sebagai anggota keluarga.
Merancang tabel jadwal mingguan hidup disiplin di rumah (TP 3.6.2.2)Murid mengisi tabel dengan kurang dari 5 kegiatan, waktu tidak terisi, atau tabel diisi tidak lengkap sehingga tidak dapat digunakan sebagai panduan.Murid mengisi tabel dengan 5 kegiatan dan waktu yang cukup lengkap, namun kalimat komitmen belum dituliskan atau belum menunjukkan kesungguhan.Murid mengisi tabel dengan minimal 5 kegiatan beserta waktu yang jelas dan menuliskan kalimat komitmen yang mencerminkan kesungguhan untuk melaksanakannya.Murid mengisi tabel dengan 7–8 kegiatan disiplin yang realistis beserta waktu yang spesifik, menuliskan kalimat komitmen yang bermakna, dan mampu menjelaskan alasan pemilihan kegiatan tersebut saat diminta guru.
Refleksi diri tentang pelaksanaan hidup disiplinMurid tidak mengisi lembar refleksi atau jawaban sangat singkat dan tidak menunjukkan pemahaman tentang pentingnya disiplin.Murid mengisi lembar refleksi dengan jawaban singkat yang menunjukkan kesadaran dasar bahwa disiplin itu penting.Murid mengisi lembar refleksi dengan jawaban yang menunjukkan pemahaman tentang pentingnya disiplin bagi diri sendiri dan keluarga, serta menyebutkan langkah konkret yang akan dilakukan.Murid mengisi lembar refleksi dengan jawaban yang mendalam, mengaitkan disiplin dengan nilai-nilai iman, tanggung jawab kepada Tuhan dan keluarga, serta menyebutkan strategi yang jelas untuk mengatasi hambatan dalam melaksanakan rencana disiplin.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil menyebutkan minimal 5 contoh sikap disiplin di rumah? Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah instruksi pengisian tabel jadwal mingguan sudah cukup jelas sehingga murid dapat mengisi secara mandiri? Apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan (kartu gambar untuk murid yang memerlukan dukungan, peran teman belajar untuk murid yang cepat) sudah berjalan efektif?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil membangkitkan rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid dalam diskusi?

Refleksi Murid:

  • Apakah kamu sudah dapat menyebutkan minimal 5 kegiatan disiplin yang ingin kamu lakukan di rumah? Kegiatan mana yang paling ingin kamu coba lakukan setiap hari?
  • Bagaimana perasaanmu setelah merancang jadwal disiplinmu sendiri? Apakah kamu yakin bisa melaksanakannya?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu lupa atau malas menjalankan rencanamu? Siapa yang bisa membantumu?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (sebagai landasan nilai disiplin dalam kehidupan Kristiani)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas III (Bab 6: Hidup Disiplin, hal. 91–104)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas III (Bab 6, hal. 124 dan skema pembelajaran)
  4. Gambar atau video pendek yang menggambarkan anak-anak melakukan kegiatan disiplin di rumah (disiapkan guru)
  5. Kartu bergambar kegiatan disiplin (untuk diferensiasi murid yang memerlukan dukungan — disiapkan guru)
  6. Lembar kerja 'Jurnal Hidup Disiplin di Rumah' (tabel jadwal mingguan di buku siswa atau cetakan dari guru)
  7. Papan tulis dan spidol (untuk mencatat jawaban murid saat diskusi kelas)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.