Modul AjarPertemuan 5Bab 5Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Menjadi Sahabat yang Baik berdasarkan Firman Tuhan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menjadi Sahabat yang Baik berdasarkan Firman Tuhan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Menjadi Sahabat yang Baik berdasarkan Firman Tuhan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 5 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menjadi Sahabat yang Baik berdasarkan Firman Tuhan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenjadi Sahabat yang Baik berdasarkan Firman Tuhan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan ciri-ciri sahabat yang baik berdasarkan Amsal 17:17 dan Amsal 13:20, yaitu mengasihi, menolong, dan memilih pergaulan yang mendatangkan kebaikan.
  2. Murid dapat mempraktikkan sikap menjadi sahabat yang baik melalui tindakan nyata seperti menolong, memaafkan, dan menasihati teman dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu punya sahabat? Apa yang membuat seseorang bisa kamu sebut sebagai sahabat yang baik?
  2. Pernahkah kamu menolong sahabatmu saat ia sedang susah? Bagaimana perasaanmu setelah melakukannya?
  3. Apa yang Firman Tuhan ajarkan tentang bagaimana kita seharusnya bersahabat dengan orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama, mengajak murid bersyukur atas persahabatan yang Tuhan berikan dalam hidup mereka.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa di sini punya sahabat dekat? Apa satu kata yang menggambarkan sahabat yang baik menurutmu?' — murid menjawab secara bergiliran atau melalui tunjuk jari.
  • Guru menampilkan gambar dua anak yang saling menolong (buku siswa hal. 77) dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang sedang dilakukan kedua anak ini? Mengapa mereka mau melakukannya?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan menemukan ciri-ciri sahabat yang baik dari Firman Tuhan dan membuat gelang persahabatan sebagai tanda komitmen menjadi sahabat yang baik.
  • Guru memotivasi murid dengan menyampaikan bahwa setiap orang bisa menjadi sahabat yang baik jika mau belajar dan berlatih setiap hari.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Alkitab dan membaca bersama Amsal 17:17 ('Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran') dan Amsal 13:20 ('Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang').
  • Guru mengajukan pertanyaan berpikir: 'Berdasarkan dua ayat ini, menurut kalian apa saja ciri-ciri sahabat yang baik?' — murid diberi waktu 2 menit untuk merenung secara mandiri sebelum berbagi.
  • Murid berbagi jawaban secara lisan; guru mencatat kata kunci di papan tulis: MENGASIHI, MENOLONG, MEMILIH PERGAULAN YANG BAIK.
  • Guru menjelaskan ketiga ciri tersebut secara singkat menggunakan contoh konkret yang dekat dengan kehidupan murid kelas 3 (misalnya: meminjamkan pensil, membantu teman yang menangis, mengajak teman yang suka berbohong untuk berubah).
  • Guru menampilkan ilustrasi dari buku siswa (hal. 78) tentang sahabat yang mengasihi, menolong, menghargai, dan mendoakan temannya — murid mengamati dan mengidentifikasi contoh tindakan nyata di gambar tersebut.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menjelaskan aktivitas membuat gelang persahabatan sesuai petunjuk di buku siswa (hal. 79-80): memperbanyak pola, menggunting, menuliskan Amsal 17:17a di bagian tengah, menuliskan janji atau pesan kepada sahabat, menambahkan hiasan, dan memberikan gelang kepada sahabat.
  • Guru membagikan lembar pola gelang yang sudah diperbanyak, gunting, alat tulis warna, lem/selotip, dan hiasan sederhana (seperti stiker kecil atau krayon).
  • Murid membuat dua gelang persahabatan secara mandiri — satu untuk diberikan kepada sahabat, satu untuk dipakai sendiri. Guru mendampingi dan membimbing murid yang membutuhkan bantuan.
  • Sambil mengerjakan, guru memotivasi murid dengan pertanyaan ringan: 'Kamu mau berikan gelang ini kepada siapa? Apa janjimu sebagai sahabat yang baik?' — murid menjawab dan menuliskan janji mereka di gelang.
  • Setelah gelang selesai, murid diminta berbagi dengan teman sebangku atau teman yang ingin mereka ajak bersahabat, sambil menyampaikan secara lisan pesan yang mereka tuliskan. Guru mengamati dan memberikan umpan balik positif.
  • Guru mengajak murid mendiskusikan: 'Selain membuat gelang, tindakan nyata apa lagi yang bisa kita lakukan hari ini untuk menjadi sahabat yang baik?' — murid menyebutkan contoh seperti memaafkan, menasihati dengan baik, dan menolong teman yang kesulitan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang sejenak dan merenungkan pertanyaan: 'Sudahkah aku menjadi sahabat yang baik seperti yang Firman Tuhan ajarkan?' — murid diberi waktu hening sekitar 1-2 menit.
  • Guru membagikan lembar refleksi singkat berisi tiga pernyataan yang murid tandai dengan centang: (1) Aku sudah mengasihi sahabatku dengan tulus. (2) Aku bersedia menolong sahabat saat ia susah. (3) Aku mau memilih pergaulan yang mendatangkan kebaikan.
  • Murid juga menuliskan satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan minggu depan untuk menjadi sahabat yang lebih baik.
  • Beberapa murid diundang secara sukarela untuk membacakan komitmen mereka di depan kelas — guru dan teman-teman memberikan tepuk tangan sebagai bentuk dukungan.
  • Guru menghubungkan kembali kegiatan ini dengan Amsal 17:17 dan menegaskan: 'Menjadi sahabat yang baik butuh proses, tapi Tuhan memampukan kita untuk terus belajar dan bertumbuh dalam kasih.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: sahabat yang baik adalah yang mengasihi setiap waktu, menolong saat susah, dan memilih pergaulan yang mendatangkan kebaikan (Amsal 17:17 dan Amsal 13:20).
  • Guru memberikan asesmen akhir lisan atau tertulis singkat: murid diminta menyebutkan dua ciri sahabat yang baik berdasarkan Firman Tuhan dan satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan.
  • Guru menutup kelas dengan mengajak murid berdoa bersama, mendoakan sahabat-sahabat mereka agar Tuhan memberkati persahabatan tersebut.
  • Guru memberikan pesan penutup: 'Bawa gelangmu pulang, ingat janjimu, dan jadilah sahabat yang baik mulai hari ini.'
  • Guru menutup dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca Alkitab dapat didampingi guru atau teman sebangku saat membaca Amsal 17:17 dan Amsal 13:20. Guru dapat menyediakan kartu bergambar sederhana yang mengilustrasikan ciri-ciri sahabat yang baik sebagai pendukung visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu diperbolehkan menyelesaikan satu gelang saja. Murid yang sudah selesai lebih cepat dapat menambahkan kreasi lebih pada gelang, menulis ayat Alkitab lainnya yang berkaitan, atau membantu teman yang membutuhkan bantuan.
  • Produk: Murid yang memiliki kemampuan lebih dapat menuliskan dua komitmen berbeda pada masing-masing gelang dan menceritakan makna komitmen tersebut di depan kelas. Murid yang membutuhkan dukungan tambahan cukup menuliskan satu kata janji sederhana pada gelangnya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Apa satu kata yang menggambarkan sahabat yang baik menurutmu?' untuk menggali pengetahuan awal dan pengalaman murid tentang persahabatan.
  • Guru mengamati respons murid saat melihat gambar dua anak yang saling menolong — untuk mengetahui sejauh mana murid sudah memahami konsep menolong sebagai bagian dari persahabatan.

Proses:

  • Observasi diskusi: guru mengamati kemampuan murid mengidentifikasi kata kunci dari Amsal 17:17 dan Amsal 13:20 (mengasihi, menolong, memilih pergaulan baik).
  • Observasi produk gelang: guru memeriksa apakah murid menuliskan Amsal 17:17a dengan benar dan menulis janji/pesan yang mencerminkan nilai persahabatan Kristiani.
  • Observasi interaksi: guru memperhatikan apakah murid menyampaikan pesan gelang kepada teman dengan tulus dan komunikatif.

Akhir:

  • Murid menjawab secara lisan atau tertulis: sebutkan dua ciri sahabat yang baik berdasarkan Firman Tuhan.
  • Murid menuliskan pada lembar refleksi: satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan minggu depan untuk menjadi sahabat yang lebih baik.
  • Guru menilai lembar refleksi berdasarkan kejujuran dan kekonkretan komitmen yang dituliskan murid.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi ciri-ciri sahabat yang baik berdasarkan Amsal 17:17 dan Amsal 13:20.
  • Pengamatan proses pembuatan gelang persahabatan: apakah murid menuliskan ayat Alkitab dengan benar dan menyertakan janji/pesan yang bermakna.
  • Umpan balik lisan guru saat murid menyampaikan pesan gelang kepada teman.

Sumatif:

  • Murid menyebutkan minimal dua ciri sahabat yang baik berdasarkan Firman Tuhan (lisan atau tertulis).
  • Murid menuliskan satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan sebagai wujud menjadi sahabat yang baik.
  • Penilaian lembar refleksi: murid mengisi tiga pernyataan refleksi diri dengan jujur dan menuliskan komitmen ke depan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memahami ciri-ciri sahabat yang baik berdasarkan Firman Tuhan (TP 3.5.5.1)Murid belum dapat menyebutkan ciri-ciri sahabat yang baik meskipun dengan bantuan, dan belum dapat mengaitkan Amsal 17:17 atau Amsal 13:20 dengan konsep persahabatan.Dengan bantuan guru atau teman, murid dapat menyebutkan satu ciri sahabat yang baik dan mengulang isi salah satu ayat Alkitab yang dibacakan.Murid dapat menyebutkan dua ciri sahabat yang baik (misalnya mengasihi dan menolong) dan menjelaskannya menggunakan contoh sederhana dari kehidupan sehari-hari berdasarkan Amsal 17:17 atau Amsal 13:20.Murid dapat menjelaskan ketiga ciri sahabat yang baik (mengasihi, menolong, memilih pergaulan yang mendatangkan kebaikan) secara mandiri, mengaitkan keduanya dengan Amsal 17:17 dan Amsal 13:20, serta memberikan contoh konkret dari pengalaman pribadi.
Mempraktikkan sikap sahabat yang baik melalui tindakan nyata (TP 3.5.5.2)Murid belum menunjukkan tindakan nyata sebagai sahabat yang baik selama pembelajaran dan belum menuliskan komitmen pada gelang persahabatan.Murid membuat gelang persahabatan namun belum menuliskan janji/pesan yang bermakna, dan baru dapat menyebutkan satu tindakan nyata dengan bantuan guru.Murid membuat gelang persahabatan dengan menuliskan Amsal 17:17a dan janji kepada sahabat, serta menyebutkan satu tindakan nyata yang akan dilakukan sebagai sahabat yang baik secara mandiri.Murid membuat gelang persahabatan dengan kreatif dan penuh makna (ayat Alkitab, janji, hiasan), menyampaikan pesan dengan tulus kepada teman, dan menuliskan komitmen konkret yang spesifik untuk menjadi sahabat yang lebih baik ke depan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri sahabat yang baik berdasarkan Amsal 17:17 dan Amsal 13:20 secara mandiri? Jika belum, strategi apa yang perlu saya sesuaikan?
  • Apakah aktivitas membuat gelang persahabatan berhasil menghubungkan nilai Firman Tuhan dengan tindakan nyata murid? Apa yang perlu diperbaiki dari instruksi atau alokasi waktunya?
  • Apakah semua murid terlibat aktif, termasuk murid yang biasanya pendiam atau membutuhkan dukungan lebih? Diferensiasi apa yang terbukti efektif?
  • Apakah murid menunjukkan sikap tulus saat berbagi gelang dan menyampaikan pesan kepada teman? Bagaimana saya dapat memperkuat nilai kasih dan ketulusan ini di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu pelajari hari ini tentang menjadi sahabat yang baik dari Firman Tuhan?
  • Sudahkah kamu menjadi sahabat yang baik seperti yang diajarkan Amsal 17:17 dan Amsal 13:20? Apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu kamu perbaiki?
  • Satu tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan minggu depan untuk menjadi sahabat yang lebih baik bagi teman-temanmu?
  • Bagaimana perasaanmu saat memberikan gelang persahabatan kepada temanmu hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — Amsal 17:17 dan Amsal 13:20
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, halaman 77-80
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
  4. Lembar pola gelang persahabatan (diperbanyak oleh guru dari buku siswa)
  5. Alat tulis warna (krayon, spidol warna)
  6. Gunting dan lem atau selotip
  7. Hiasan sederhana: stiker kecil, manik-manik, atau potongan kertas warna (opsional)
  8. Gambar ilustrasi dua anak yang saling menolong (buku siswa hal. 77, sumber: Poppy Febrina Purba, 2020)
  9. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.