MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Belajar dari Teladan Daud dan Yonatan: Bergaul Tanpa Membeda-bedakan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Belajar dari Teladan Daud dan Yonatan: Bergaul Tanpa Membeda-bedakan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menceritakan kembali kisah persahabatan Daud dan Yonatan (1 Samuel 18:1-4) sebagai contoh bergaul dengan semua orang tanpa memandang perbedaan latar belakang.
- Murid dapat menghubungkan nilai persahabatan Daud dan Yonatan dengan kehidupan bergaulnya sehari-hari bersama teman, saudara, dan orang-orang di sekitarnya.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apakah kalian pernah berteman dengan seseorang yang latar belakangnya berbeda dari kalian? Bagaimana rasanya?
- Menurut kalian, apakah perbedaan — seperti rumah yang berbeda, pekerjaan orang tua yang berbeda, atau kebiasaan yang berbeda — boleh menghalangi kita untuk bersahabat?
- Apa yang membuat seseorang bisa menjadi sahabat yang benar-benar baik?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (3 menit)
- Guru melakukan asesmen awal secara lisan: mengajukan 2 pertanyaan diagnostik ringan — 'Siapa yang punya sahabat baik di kelas ini?' dan 'Apakah sahabatmu sama persis seperti kamu, atau ada perbedaan?' — untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang persahabatan. (3 menit)
- Guru memperlihatkan dua gambar sederhana: seorang anak berpakaian mewah dan seorang anak berpakaian sederhana. Guru bertanya, 'Menurutmu, bisakah dua anak ini menjadi sahabat baik? Mengapa?' (4 menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar dari kisah persahabatan Daud dan Yonatan untuk memahami cara bergaul dengan semua orang tanpa membeda-bedakan. (2 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid membuka Alkitab atau buku siswa, lalu membaca bersama-sama teks 1 Samuel 18:1-4 dengan suara nyaring dan penuh semangat. (5 menit)
- Guru menceritakan ulang kisah Daud dan Yonatan dengan bahasa sederhana dan menarik: siapa Yonatan (putra Raja Saul), siapa Daud (gembala domba biasa), perbedaan latar belakang keduanya, dan bagaimana Yonatan mengasihi Daud seperti dirinya sendiri hingga memberikan jubah dan perlengkapan perangnya. (5 menit)
- Murid diajak menjawab pertanyaan pemahaman secara lisan: 'Apa perbedaan latar belakang Daud dan Yonatan?' dan 'Apa bukti Yonatan benar-benar mengasihi Daud?' Guru menampung jawaban murid di papan tulis. (5 menit)
- Guru menegaskan nilai inti: Yonatan tidak melihat perbedaan sebagai halangan. Ia melihat Daud sebagai manusia yang layak dikasihi. Inilah teladan bergaul tanpa membeda-bedakan. (3 menit)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat lembar kerja 'Rencana Sahabat Baikku' (adaptasi dari aktivitas di buku siswa). Murid mendiskusikan dan mengisi tabel: 'Siapa temanku yang berbeda dariku?' — 'Apa perbedaannya?' — 'Apa yang bisa aku lakukan untuk menjadi sahabat baik baginya?' (8 menit)
- Setiap murid membuat gelang persahabatan sederhana (dari kertas yang sudah disiapkan guru sesuai panduan buku siswa). Murid menuliskan ayat Amsal 17:17a di bagian tengah gelang dan pesan singkat untuk seorang teman yang ingin ia jadikan sahabat baik. (7 menit)
- Murid memberikan gelang persahabatan tersebut kepada teman yang dipilihnya sambil menyampaikan pesan secara lisan: 'Aku mau menjadi sahabat baikmu.' Guru memfasilitasi suasana yang hangat dan apresiasif. (5 menit)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk. Murid diminta menjawab 2 pertanyaan refleksi secara tertulis singkat di buku tulis masing-masing: (1) 'Apa satu hal yang kamu pelajari dari Daud dan Yonatan hari ini?' (2) 'Satu hal apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menjadi sahabat yang baik bagi semua orang?' (5 menit)
- Beberapa murid (2–3 orang, sukarela) berbagi jawaban refleksinya di depan kelas. Guru memberikan penguatan positif atas setiap jawaban. (3 menit)
- Murid mewarnai gambar hati di lembar 'Rencana Sahabat Baikku' sebagai ekspresi perasaan mereka setelah melakukan aktivitas hari ini (sebagaimana panduan buku siswa). (2 menit)
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Daud dan Yonatan mengajarkan kita bahwa perbedaan latar belakang tidak menghalangi persahabatan yang tulus. Kita dipanggil untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri. (3 menit)
- Guru melakukan asesmen akhir lisan singkat: meminta 2–3 murid menceritakan kembali secara singkat kisah Daud dan Yonatan dengan kata-kata mereka sendiri. (3 menit)
- Guru memberikan penugasan rumah: murid menuliskan satu rencana nyata menjadi sahabat baik yang akan dilakukan di rumah bersama saudara atau tetangga minggu ini.
- Guru menutup pelajaran dengan doa syukur dan mengajak murid mengucapkan bersama-sama: 'Aku mau menjadi sahabat baik bagi semua orang!' (2 menit)
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum lancar membaca disediakan versi teks 1 Samuel 18:1-4 bergambar (komik strip sederhana) sehingga dapat mengikuti kisah melalui visual. Murid yang sudah lancar dapat membaca langsung dari Alkitab.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menjawab pertanyaan pemahaman secara lisan berpasangan dengan teman sebangku sebelum menjawab sendiri. Murid yang cepat memahami dapat diminta menulis minimal 3 persamaan antara kisah Daud-Yonatan dengan pengalaman persahabatannya sendiri.
- Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup menggambar wajah senang/sedih sebagai ekspresi perasaan mereka di lembar refleksi. Murid yang sudah berkembang menuliskan paragraf pendek (2–3 kalimat) tentang rencana menjadi sahabat baik.
ASESMENAwal:- Pertanyaan diagnostik lisan sebelum kegiatan inti: 'Siapa yang punya sahabat baik? Apakah sahabatmu berbeda darimu?' untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang persahabatan dan keberagaman.
- Guru mencatat respons murid sebagai peta awal pemahaman untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan selama pembelajaran.
Proses:- Observasi aktif guru selama diskusi kelompok pada tahap Mengaplikasi: apakah murid mampu mengidentifikasi perbedaan antara dirinya dan temannya serta merencanakan tindakan nyata.
- Pengecekan hasil gelang persahabatan: apakah murid menuliskan ayat Amsal 17:17a dengan benar dan pesan yang ditulis mencerminkan pemahaman nilai persahabatan.
- Pertanyaan lisan guru kepada beberapa murid secara acak selama kegiatan inti untuk memastikan pemahaman konsep berjalan.
Akhir:- Tes lisan di penutup: murid menceritakan kembali kisah Daud dan Yonatan (1 Samuel 18:1-4) secara singkat — dinilai berdasarkan rubrik kemampuan bercerita.
- Penilaian lembar refleksi tertulis: murid menuliskan satu pelajaran dari kisah Daud-Yonatan dan satu rencana tindakan nyata — dinilai berdasarkan rubrik menghubungkan nilai dengan kehidupan sehari-hari.
Formatif:- Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok dan tanya jawab lisan (menggunakan catatan anekdotal guru).
- Pengecekan lembar kerja 'Rencana Sahabat Baikku' selama kegiatan berlangsung untuk melihat pemahaman murid terhadap nilai persahabatan Daud dan Yonatan.
- Penilaian diri melalui gambar hati yang diwarnai murid sebagai ekspresi perasaan dan keterlibatan dalam kegiatan.
Sumatif:- Tes lisan singkat di penutup: murid menceritakan kembali kisah persahabatan Daud dan Yonatan dengan kata-kata sendiri (minimal 3 poin isi: siapa mereka, apa perbedaan mereka, bagaimana mereka bersahabat).
- Penugasan tertulis rumah: murid menuliskan satu rencana nyata menjadi sahabat baik di rumah dan hasilnya dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kembali kisah persahabatan Daud dan Yonatan (TP 3.5.3.1) | Murid belum dapat menceritakan kisah Daud dan Yonatan meskipun dengan bantuan guru. Tidak menyebutkan tokoh, perbedaan latar belakang, atau tindakan persahabatan. | Murid dapat menyebutkan nama tokoh (Daud dan Yonatan) dengan bantuan guru, namun belum dapat menjelaskan perbedaan latar belakang dan makna persahabatan mereka. | Murid dapat menceritakan kembali kisah Daud dan Yonatan secara mandiri dengan menyebutkan siapa mereka, perbedaan latar belakang, dan satu bukti tindakan persahabatan (misalnya pemberian jubah/perlengkapan perang). | Murid dapat menceritakan kembali kisah Daud dan Yonatan secara runtut, menyebutkan perbedaan latar belakang, minimal dua bukti tindakan persahabatan, dan menyimpulkan nilai yang dapat diteladani dari kisah tersebut. | | Menghubungkan nilai persahabatan Daud-Yonatan dengan kehidupan sehari-hari (TP 3.5.3.2) | Murid belum dapat menghubungkan nilai persahabatan Daud dan Yonatan dengan kehidupan nyata sehari-hari, bahkan dengan bantuan guru. | Murid dapat menyebutkan satu nilai persahabatan (misalnya 'harus baik kepada teman') namun belum dapat mengaitkannya secara konkret dengan situasi kehidupannya sendiri. | Murid dapat menghubungkan nilai persahabatan Daud-Yonatan dengan pengalamannya bergaul sehari-hari dan merencanakan satu tindakan nyata yang mencerminkan nilai tersebut. | Murid dapat menghubungkan nilai persahabatan Daud-Yonatan dengan kehidupan sehari-hari secara spesifik (menyebut nama teman, situasi nyata, dan perbedaan yang ada), merencanakan lebih dari satu tindakan nyata, serta mengungkapkan alasan mengapa bergaul tanpa membeda-bedakan penting bagi dirinya. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok dan pembuatan gelang persahabatan? Jika tidak, apa yang perlu disesuaikan?
- Apakah pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan sudah cukup memandu murid untuk memahami nilai persahabatan Daud dan Yonatan secara mendalam?
- Seberapa efektif aktivitas gelang persahabatan dalam membantu murid menghubungkan kisah Alkitab dengan kehidupan nyata mereka?
- Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih lanjut pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil asesmen hari ini?
Refleksi Murid:- Satu hal paling penting yang aku pelajari hari ini dari kisah Daud dan Yonatan adalah...
- Aku merasa (senang / biasa saja / masih bingung) saat belajar hari ini karena...
- Satu hal yang akan aku lakukan minggu ini untuk menjadi sahabat baik bagi semua orang adalah...
SUMBER BELAJAR- Alkitab — 1 Samuel 18:1-4 dan Amsal 17:17a
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbud)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbud)
- Lembar kerja 'Rencana Sahabat Baikku' (diperbanyak oleh guru dari pola buku siswa)
- Pola gelang persahabatan (diperbanyak oleh guru sesuai panduan buku siswa)
- Lem/selotip, gunting, pensil warna untuk aktivitas gelang persahabatan
- Gambar ilustrasi dua anak dengan latar belakang berbeda (untuk kegiatan pendahuluan, dapat digambar di papan tulis atau dicetak)
- Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat jawaban murid
|