Modul AjarPertemuan 2Bab 5Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Sikap yang Tepat terhadap Perbedaan dalam Pergaulan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Sikap yang Tepat terhadap Perbedaan dalam Pergaulan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Sikap yang Tepat terhadap Perbedaan dalam Pergaulan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 5 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Sikap yang Tepat terhadap Perbedaan dalam Pergaulan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikSikap yang Tepat terhadap Perbedaan dalam Pergaulan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menerapkan sikap menghargai perbedaan teman di sekolah sebagai wujud nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Murid dapat menunjukkan perilaku terbuka dan tidak membeda-bedakan teman berdasarkan perbedaan yang ada pada diri mereka.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa tidak mau bermain dengan teman karena ia berbeda dari kalian? Apa yang kalian rasakan saat itu?
  2. Menurut kalian, apakah Allah senang jika kita menolak berteman dengan seseorang hanya karena ia berbeda? Mengapa?
  3. Bagaimana caranya kita bisa berteman baik dengan semua orang, meskipun kita punya banyak perbedaan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama: 'Tuhan Yesus, mampukan kami agar dapat bersahabat dengan semua orang. Amin.'
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar secara hangat.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta murid mengacungkan tangan jika punya teman yang berbeda suku, berbeda fisik, atau berbeda kegemaran, lalu menanyakan secara lisan 1–2 murid tentang pengalaman mereka berteman dengan teman yang berbeda.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian merasa tidak mau bermain dengan teman karena ia berbeda dari kalian? Apa yang kalian rasakan?' — beri ruang 2–3 murid menjawab secara spontan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita belajar tentang sikap yang tepat saat kita melihat perbedaan pada teman, dan bagaimana kita bisa bergaul dengan semua orang seperti yang Tuhan inginkan.'
  • Guru mengingatkan aturan kelas yang saling menghormati selama diskusi berlangsung.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau menggambar sederhana di papan tulis dua gambar: satu gambar anak-anak yang bergandengan tangan dengan beragam penampilan (tinggi-pendek, rambut berbeda, pakaian berbeda); satu gambar anak yang berdiri sendiri karena dikucilkan. Murid diminta mengamati kedua gambar dengan saksama. (Berkesadaran)
  • Guru bertanya: 'Apa perbedaan yang kalian lihat pada gambar pertama? Bagaimana perasaan anak-anak di gambar itu?' dan 'Bagaimana dengan anak di gambar kedua? Apa yang mungkin ia rasakan?' — murid menjawab secara bergantian.
  • Guru memandu murid menggali berbagai jenis perbedaan yang ada di kelas: penampilan fisik, suku, kegemaran, kemampuan, dan lain-lain. Guru mencatat hasil temuan murid di papan tulis bersama-sama. (Bermakna — dikaitkan dengan konteks nyata murid)
  • Guru membacakan Amsal 17:17 — 'Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran' — lalu menjelaskan secara singkat bahwa nilai Kristiani mengajarkan kita untuk mengasihi dan menghargai semua orang, bukan hanya yang sama dengan kita.
  • Guru menjelaskan tiga sikap tepat terhadap perbedaan: (1) Menerima perbedaan sebagai anugerah Allah, (2) Tidak mengejek atau menjauhi teman karena perbedaannya, (3) Bersikap terbuka dan mau berteman dengan siapa saja.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapatkan 'Kartu Situasi' berisi skenario pendek. Contoh skenario: (a) 'Doni tidak mau duduk di sebelah Riko karena Riko berbicara dengan logat yang berbeda.' (b) 'Sari selalu bermain hanya dengan teman yang sama sukunya.' (c) 'Beni mengajak semua teman, termasuk yang baru pindah, untuk bermain bersama.'
  • Setiap kelompok berdiskusi: apakah sikap dalam kartu situasi sudah mencerminkan nilai Kristiani? Sikap apa yang seharusnya dilakukan? (Bermakna — murid menghubungkan nilai Alkitab dengan situasi nyata)
  • Setiap kelompok menuliskan sikap yang tepat pada selembar kertas dan menggambar ekspresi wajah (senang/sedih) untuk menggambarkan perasaan teman yang diperlakukan dalam skenario tersebut. (Menggembirakan — aktivitas kreatif ringan)
  • Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat (masing-masing 1–2 menit). Kelompok lain diajak memberi tanggapan singkat.
  • Guru memberikan umpan balik positif dan meluruskan pemahaman yang belum tepat, dikaitkan kembali dengan ayat Amsal 17:17 dan nilai kasih dalam kekristenan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang sejenak dan memejamkan mata selama 30 detik sambil memikirkan: 'Apakah aku sudah bersikap baik kepada semua temanku hari ini, termasuk yang berbeda dariku?' (Berkesadaran — jeda hening untuk introspeksi)
  • Murid mengisi lembar Penilaian Diri secara individual dengan jujur. Lembar berisi pernyataan seperti: (1) Saya berteman dengan semua orang tanpa memilih-milih. (2) Saya tidak pernah mengejek teman karena penampilannya berbeda. (3) Saya mau bermain dengan teman baru yang berbeda dariku. Pilihan jawaban: Tidak Pernah / Jarang / Sering / Selalu.
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela berbagi satu hal yang ingin mereka perbaiki dalam bergaul dengan teman. (Bermakna — refleksi dikaitkan dengan tindak lanjut nyata)
  • Guru meneguhkan murid: 'Allah menciptakan setiap kita dengan unik dan berharga. Ketika kita menghargai perbedaan teman, kita sedang memuliakan Allah yang menciptakan mereka.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pelajaran: perbedaan adalah anugerah Allah, dan sikap Kristiani yang tepat adalah menerima, menghargai, dan bergaul dengan semua orang tanpa membeda-bedakan.
  • Guru memberikan asesmen akhir lisan atau tertulis: murid menjawab 2 pertanyaan — (1) 'Apa yang harus kita lakukan agar menjadi sahabat yang baik?' (2) 'Saya dan sahabat memiliki banyak perbedaan. Tuliskan pendapatmu terhadap perbedaan tersebut!'
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Mulai hari ini, cobalah untuk menyapa satu teman yang belum sering kalian ajak bicara. Tunjukkan kasih Tuhan melalui tindakan kalian.'
  • Guru mengajak murid berdoa penutup bersama: 'Tuhan Yesus, mampukan kami agar dapat bersahabat dengan semua orang. Amin.'
  • Guru menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mampu membaca dengan lancar diarahkan membaca sendiri Amsal 17:17 dari Alkitab atau buku siswa. Murid yang belum lancar membaca mendapatkan ayat yang dibacakan guru dan divisualisasikan dengan gambar sederhana di papan tulis.
  • Proses: Murid yang lebih cepat memahami dapat diminta membuat skenario situasi baru sendiri dan menuliskan sikap yang tepat. Murid yang membutuhkan dukungan lebih ditemani guru atau teman sebaya dalam mengisi kartu situasi dan lembar penilaian diri.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang dapat menggambar atau menulis pendek tentang pengalaman nyata mereka bergaul dengan teman yang berbeda. Murid yang masih berkembang cukup melengkapi kalimat rumpang yang disediakan guru, misalnya: 'Ketika aku melihat teman yang berbeda dariku, aku akan _____.'

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan: 'Siapa di antara kalian yang punya teman yang berbeda suku atau penampilannya? Ceritakan satu pengalaman berteman dengan teman yang berbeda dari kalian.' — digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal dan pengalaman nyata murid sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mengamati respons murid (verbal dan non-verbal) saat pertanyaan pemantik diajukan untuk mengidentifikasi murid yang sudah memiliki kesadaran menghargai perbedaan dan yang belum.

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok kartu situasi: apakah murid aktif menyampaikan pendapat, mendengarkan teman, dan mengaitkan skenario dengan nilai Kristiani.
  • Penilaian presentasi kelompok: kesesuaian sikap yang diusulkan kelompok dengan nilai menghargai perbedaan dan ajaran Alkitab.
  • Lembar penilaian diri (self-assessment) yang diisi murid saat tahap Merefleksi: guru membaca hasil centang untuk mengetahui gambaran diri murid dalam bergaul.

Akhir:

  • Murid menjawab secara tertulis dua pertanyaan: (1) Apa yang harus kita lakukan agar menjadi sahabat yang baik? (2) Saya dan sahabat memiliki banyak perbedaan. Tuliskan pendapatmu terhadap perbedaan tersebut.
  • Guru menilai jawaban murid berdasarkan rubrik 4 level yang mencakup aspek pemahaman nilai Kristiani dan perilaku terbuka terhadap perbedaan.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok: guru mengamati partisipasi, kerja sama, dan ketepatan argumen murid saat mendiskusikan kartu situasi.
  • Penilaian diri murid menggunakan lembar centang (Tidak Pernah / Jarang / Sering / Selalu) terkait perilaku bergaul dengan semua orang.
  • Umpan balik lisan dari guru selama presentasi kelompok untuk menilai pemahaman murid terhadap nilai-nilai Kristiani dalam bergaul.

Sumatif:

  • Jawaban tertulis atau lisan terhadap 2 pertanyaan penutup: (1) Apa yang harus kita lakukan agar menjadi sahabat yang baik? (2) Tuliskan pendapatmu terhadap perbedaan yang ada antara kamu dan sahabatmu.
  • Rubrik penilaian sikap berdasarkan hasil observasi kegiatan inti dan lembar penilaian diri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghargai Perbedaan Teman (TP 3.5.2.1)Murid belum mampu menyebutkan sikap menghargai perbedaan dan belum mengaitkan dengan nilai Kristiani.Murid dapat menyebutkan satu sikap menghargai perbedaan namun belum mengaitkannya dengan nilai Kristiani secara jelas.Murid dapat menjelaskan sikap menghargai perbedaan teman dan mengaitkannya dengan nilai kasih Kristiani, meskipun masih perlu dorongan guru.Murid mampu menjelaskan sikap menghargai perbedaan teman dengan jelas, mengaitkannya dengan ajaran Alkitab dan nilai Kristiani, serta memberikan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari secara mandiri.
Perilaku Terbuka dan Tidak Membeda-bedakan (TP 3.5.2.2)Murid belum menunjukkan kesadaran bahwa membeda-bedakan teman bertentangan dengan nilai Kristiani.Murid menyadari bahwa membeda-bedakan teman itu tidak baik, namun belum dapat menjelaskan alasannya secara Kristiani.Murid dapat menunjukkan contoh perilaku terbuka dan tidak membeda-bedakan serta menjelaskan alasannya berdasarkan iman Kristiani.Murid secara konsisten menunjukkan perilaku terbuka dalam diskusi dan aktivitas kelas, mampu menjelaskan alasan dari perspektif Kristiani, dan mengungkapkan komitmen nyata untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Partisipasi dalam Diskusi KelompokMurid pasif dan tidak berkontribusi dalam diskusi kelompok.Murid ikut serta dalam diskusi tetapi hanya sesekali menyampaikan pendapat, atau hanya mengikuti pendapat teman.Murid aktif berpendapat dan mendengarkan teman, mampu memberikan tanggapan yang relevan terhadap skenario kartu situasi.Murid sangat aktif, memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok, menyampaikan argumen yang jelas dan menghubungkannya dengan nilai Kristiani, serta menghargai pendapat teman yang berbeda.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil mengaktifkan pengalaman nyata murid dan memancing rasa ingin tahu mereka?
  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok? Murid mana yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah penjelasan nilai Kristiani tentang menghargai perbedaan tersampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami murid kelas 3?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah efektif menjangkau murid dengan kemampuan berbeda?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pertemuan berikutnya agar tujuan pembelajaran tercapai lebih optimal?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang bergaul dengan teman yang berbeda darimu?
  • Apakah kamu sudah bersikap terbuka kepada semua teman di sekolah? Apa yang ingin kamu perbaiki?
  • Bagaimana perasaanmu ketika berdiskusi tentang cara bersikap baik terhadap teman yang berbeda darimu?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: 1 Samuel 18:1-4; Amsal 17:17; Amsal 13:20; 1 Korintus 15:33
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Poppy Febrina Purba, Kemdikbudristek 2022, ISBN 978-602-244-689-7)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Bab 5 'Bergaul dengan Semua Orang'
  4. Kartu Situasi (dibuat guru, berisi 3 skenario pergaulan berdasarkan perbedaan)
  5. Lembar Penilaian Diri murid (cetak atau ditulis di buku tulis)
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat hasil temuan bersama
  7. Gambar ilustrasi anak-anak bermain bersama dengan beragam penampilan (dapat diambil dari buku siswa atau digambar sederhana)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.