MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 5 — Bergaul dengan Semua Orang INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Bergaul dengan Semua Orang |
|---|
| Alokasi Waktu | 11 JP (11 x 35 menit = 385 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.5.1 Mengidentifikasi diri sebagai makhluk individu dan sosial dalam konteks bergaul dengan teman
- TP 3.5.2 Menunjukkan sikap bergaul dengan teman tanpa membeda-bedakan
- TP 3.5.3 Menunjukkan perilaku bekerja sama dengan teman dalam pergaulan sehari-hari
- TP 3.5.4 Menceritakan contoh pergaulan dan kerja sama dengan saudara di lingkungan keluarga
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa ciri khas atau kegemaran diri kalian yang berbeda dari teman?
- Mengapa kita membutuhkan teman saat berada di sekolah?
- Bagaimana caramu bersikap ketika ada teman yang berbeda suku, fisik, atau kemampuan mengajakmu bermain?
- Mengapa firman Tuhan mengajarkan kita untuk mengasihi dan bergaul dengan semua orang tanpa membeda-bedakan?
- Kegiatan apa saja yang pernah kamu lakukan bersama teman di sekolah sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat selesai?
- Bagaimana caramu dan saudaramu di rumah bekerja sama saat membantu orang tua atau bermain bersama?
- Bagaimana caramu menunjukkan sikap mau bekerja sama dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan teman?
- Mengapa kita membutuhkan orang lain dan saudara untuk saling tolong-menolong dalam kehidupan sehari-hari?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Diri sebagai Makhluk Individu dan Sosial dalam Bergaul dengan Teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Mengidentifikasi diri sebagai makhluk individu dan sosial dalam konteks bergaul dengan teman
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi diri sebagai makhluk individu yang unik ciptaan Allah dan makhluk sosial yang membutuhkan teman dalam bergaul (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik: (1) 'Apakah setiap anak memiliki ciri atau kesukaan pribadi yang berbeda?' (acuan: Ya, manusia diciptakan unik sebagai individu); (2) 'Bisakah seorang anak bermain petak umpet atau belajar kelompok sendirian tanpa orang lain?' (acuan: Tidak, manusia membutuhkan teman sebagai makhluk sosial) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid membaca dan menyimak penjelasan singkat bahwa manusia diciptakan Allah sebagai makhluk individu yang memiliki ciri khas pribadi (nama, bakat, kesukaan) sekaligus makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk bergaul (10 menit).
- Guru membimbing murid mengamati 4 gambar situasi pergaulan: Gambar A (seorang anak sedang membaca buku doa sendiri di meja), Gambar B (tiga anak sedang bermain lompat tali bersama di halaman), Gambar C (seorang anak sedang menggambar lukisan pribadinya), Gambar D (dua anak sedang saling meminjamkan pensil warna); murid mencermati mana yang menunjukkan peran diri sebagai individu dan mana peran diri sebagai makhluk sosial yang bergaul (acuan: A dan C = individu; B dan D = sosial) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menyelenggarakan permainan interaktif 'Kartu Peran Pergaulan': setiap murid menerima 1 lembar kerja berisi 4 pernyataan situasi dan diminta memberi tanda centang pada kolom 'Individu' atau 'Sosial'. Pernyataan 1: 'Edo memiliki kegemaran menyanyi lagu pujian di kamarnya' (acuan: Individu). Pernyataan 2: 'Siti mengajak Lani bermain ayunan bersama saat jam istirahat' (acuan: Sosial). Pernyataan 3: 'Marta berdoa pribadi mengucap syukur kepada Tuhan sebelum tidur' (acuan: Individu). Pernyataan 4: 'Budi dan Dedi saling berbagi bekal makanan di kelas' (acuan: Sosial) (15 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan 2 identitas dirinya dalam bergaul pada kolom 'Diriku': (1) satu ciri/kegemaran pribadi sebagai makhluk individu, dan (2) satu kegiatan yang membutuhkan teman sebagai makhluk sosial (kriteria penerimaan: butir 1 memuat hal khas diri sendiri misal hobi melukis/membaca; butir 2 memuat aktivitas interaksi dengan teman misal bermain bola/belajar bersama) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid memeriksa kecocokan klasifikasi kartu bersama-sama dan menyadari bahwa sebagai ciptaan Allah, manusia memiliki keunikan diri sekaligus tidak dapat hidup sendiri tanpa kehadiran teman (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa manusia adalah makhluk individu yang istimewa dan makhluk sosial yang selalu membutuhkan teman untuk bergaul (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas hasil latihan murid dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi dengan ilustrasi visual gambar, sedangkan murid cepat diberikan lembar teks situasi langsung.
- Proses: Murid yang belum lancar mengelompokkan dibimbing guru dengan pertanyaan penuntun ('Apakah ini dilakukan sendiri atau bersama teman?'), sedangkan murid mahir mengerjakan secara mandiri.
- Produk: Murid cepat mengidentifikasi 2 contoh tambahan peran individu dan sosial dalam kehidupan sekolah, sedangkan murid yang berkembang cukup mengidentifikasi 1 contoh masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: (1) 'Apakah setiap anak memiliki ciri atau kesukaan pribadi yang berbeda?' (acuan: Ya, manusia diciptakan unik sebagai individu); (2) 'Bisakah seorang anak bermain petak umpet atau belajar kelompok sendirian tanpa orang lain?' (acuan: Tidak, manusia membutuhkan teman sebagai makhluk sosial).
Proses:- Pengecekan hasil pengerjaan klasifikasi 4 pernyataan situasi pada kegiatan inti: Pernyataan 1 'Edo memiliki kegemaran menyanyi lagu pujian di kamarnya' (Individu); Pernyataan 2 'Siti mengajak Lani bermain ayunan bersama saat jam istirahat' (Sosial); Pernyataan 3 'Marta berdoa pribadi mengucap syukur kepada Tuhan sebelum tidur' (Individu); Pernyataan 4 'Budi dan Dedi saling berbagi bekal makanan di kelas' (Sosial).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan lembar isian 'Diriku': ketepatan menuliskan 1 ciri pribadi sebagai makhluk individu (kriteria: memuat kesukaan/sifat/keahlian diri sendiri) dan 1 kegiatan bergaul dengan teman sebagai makhluk sosial (kriteria: memuat aktivitas nyata bersama teman).
Formatif:- Penilaian proses unjuk kerja lembar 'Kartu Peran Pergaulan' mengidentifikasi peran makhluk individu dan sosial.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi diri sebagai makhluk individu dan sosial dalam konteks bergaul dengan teman | Belum mampu mengidentifikasi peran diri sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial (tepat 0-1 dari 4 pernyataan situasi acuan). | Mulai mampu mengidentifikasi peran diri sebagai makhluk individu atau sosial dengan bimbingan (tepat 2 dari 4 pernyataan situasi acuan). | Mampu mengidentifikasi diri sebagai makhluk individu dan sosial dalam konteks bergaul dengan teman secara tepat (tepat 3-4 dari 4 pernyataan situasi acuan: Pernyataan 1 Individu, Pernyataan 2 Sosial, Pernyataan 3 Individu, Pernyataan 4 Sosial). | Mampu mengidentifikasi seluruh peran diri sebagai makhluk individu dan sosial secara tepat dan mandiri (tepat 4 dari 4 pernyataan situasi acuan) serta melengkapi contoh identitas diri (individu dan sosial) secara tepat tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu membedakan peran dirinya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam bergaul dengan teman?
- Bagian kegiatan mana yang paling membantu murid memahami bahwa mereka membutuhkan teman dalam kehidupan sehari-hari?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang dirimu sendiri?
- Mengapa kamu membutuhkan teman saat bermain dan belajar di sekolah?
Pertemuan 2 — Menunjukkan Sikap Bergaul dengan Teman Tanpa Membeda-bedakan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.2 Menunjukkan sikap bergaul dengan teman tanpa membeda-bedakan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama yang dipimpin salah satu murid, dan menyanyikan lagu pujian yang bertema kasih Kristus (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang diri sebagai makhluk sosial dengan sikap bergaul tanpa membeda-bedakan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar 1 (anak mengajak anak yang berbeda fisik bermain bersama) dan Gambar 2 (anak menjauhi teman karena berbeda suku/penampilan), lalu meminta murid mengacungkan jempol ke atas untuk sikap yang benar dan jempol ke bawah untuk sikap yang keliru (acuan: Gambar 1 = sikap benar/jempol ke atas; Gambar 2 = sikap keliru/jempol ke bawah) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mendengarkan pembacaan firman Tuhan dari Amsal 17:17a dan kisah persahabatan Daud dan Yonatan (1 Samuel 18:1-4) yang diceritakan guru untuk memahami teladan persahabatan yang tulus tanpa membeda-bedakan status atau latar belakang (10 menit).
- Murid mengamati 4 kartu skenario pergaulan yang dibagikan guru, yaitu: Skenario 1 (mengajak teman baru yang pendiam untuk makan bersama saat jam istirahat), Skenario 2 (hanya mau bermain dengan teman yang memiliki mainan mahal), Skenario 3 (memilih teman satu suku saja saat membentuk regu belajar), Skenario 4 (membantu teman yang kesulitan membawa buku tanpa memandang latar belakangnya) (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengidentifikasi mana tindakan yang menunjukkan sikap bergaul tanpa membeda-bedakan dan mana yang membeda-bedakan (acuan: Skenario 1 dan 4 = sikap bergaul tanpa membeda-bedakan; Skenario 2 dan 3 = sikap membeda-bedakan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana menggembirakan melalui permainan 'Lingkaran Sahabat Kristus', murid berbaris melingkar mengikuti irama tepuk tangan, lalu saat musik berhenti murid berpasangan secara acak dengan teman yang berbeda gender, suku, atau kemampuan untuk saling menyapa dan mengucapkan salam kasih (15 menit).
- Murid mempraktikkan simulasi bermain peran (role play) sikap bergaul tanpa membeda-bedakan berdasarkan 2 pilihan peran nyata di kelas: Peran A (menghampiri dan mengajak teman yang sedang duduk sendirian untuk ikut permainan bersama) atau Peran B (menerima teman yang berbeda logat bicara masuk ke dalam kelompok belajar tanpa mengejek) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi lembar cek refleksi diri berisi 4 pernyataan sikap pergaulan sehari-hari dengan memberi tanda centang pada kolom 'Sudah' atau 'Belum' (10 menit).
- Murid merumuskan satu komitmen pribadi sederhana untuk bergaul dengan semua orang di kelas/sekolah dengan bimbingan guru (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran hari ini bahwa setiap orang adalah ciptaan Allah yang berharga sehingga kita wajib bergaul dan bersahabat tanpa membeda-bedakan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap komitmen murid dan menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya tentang bekerja sama dengan teman dan saudara (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu skenario bergambar visual bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca dan kartu narasi teks lengkap bagi murid yang telah lancar membaca.
- Proses: Memberikan pendampingan terbimbing saat simulasi peran bagi murid yang pemalu/ragu, serta memberi kesempatan bagi murid yang mandiri untuk memeragakan variasi situasi pergaulan nyata secara langsung.
- Produk: Murid dapat menunjukkan komitmen bergaul tanpa membeda-bedakan secara lisan langsung kepada teman atau melalui tulisan/centang pada lembar komitmen.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik respons gerak terhadap 2 gambar situasi: Murid mengacungkan jempol ke atas untuk sikap benar dan jempol ke bawah untuk sikap membeda-bedakan pada Gambar 1 (anak mengajak anak yang berbeda fisik bermain bersama) dan Gambar 2 (anak menjauhi teman karena berbeda suku/penampilan) (acuan: Gambar 1 = jempol ke atas; Gambar 2 = jempol ke bawah).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja simulasi bermain peran: Menilai kemampuan murid menunjukkan sikap menerima, menyapa, dan mengajak teman bergaul tanpa membeda-bedakan berdasarkan kriteria rubrik.
- Pemeriksaan lembar kerja pengelompokan 4 kartu skenario: Memeriksa ketepatan murid memilah tindakan bergaul tanpa membeda-bedakan (acuan: Skenario 1 dan 4 = tanpa membeda-bedakan; Skenario 2 dan 3 = membeda-bedakan; tepat minimal 3 dari 4 skenario).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan komitmen melalui lembar refleksi diri berisi 4 pernyataan: (1) Saya mau bermain dengan teman yang berbeda suku; (2) Saya tidak memilih-milih teman saat belajar bersama; (3) Saya menyapa teman yang sedang sendirian; (4) Saya menghormati teman yang berbeda kemampuan fisik/prestasi (acuan ketercapaian: murid mencentang minimal 3 pernyataan 'Sudah' disertai satu tindakan nyata yang akan dilakukan).
Formatif:- Penilaian kinerja simulasi bermain peran sikap bergaul dengan teman tanpa membeda-bedakan
- Penilaian lembar kerja klasifikasi 4 kartu skenario pergaulan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sikap bergaul dengan teman tanpa membeda-bedakan | Belum mampu menunjukkan sikap bergaul tanpa membeda-bedakan baik dalam simulasi maupun pengelompokan skenario (0-1 skenario tepat dan menolak berinteraksi saat simulasi). | Mulai menunjukkan sikap bergaul tanpa membeda-bedakan namun masih ragu-ragu dan membutuhkan dorongan penuh guru (2 skenario tepat dan bersedia berinteraksi hanya jika dipandu intensif). | Mampu menunjukkan sikap bergaul dengan teman tanpa membeda-bedakan secara tepat dan wajar (minimal 3 dari 4 skenario tepat serta mampu memeragakan ajakan bermain/menyapa tanpa memilah teman secara mandiri). | Menunjukkan sikap bergaul dengan teman tanpa membeda-bedakan secara konsisten dan berinisiatif tinggi (seluruh 4 skenario tepat serta secara spontan merangkul dan mengajak teman yang menyendiri dalam simulasi peran). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah menunjukkan kerelaan berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang saat aktivitas berpasangan?
- Bagaimana respons emosional murid saat mengikuti permainan 'Lingkaran Sahabat Kristus', apakah tercipta suasana yang saling memuliakan dan inklusif?
Murid:- Apakah kamu merasa senang dapat bergaul dan berpasangan dengan teman yang berbeda hari ini?
- Sikap apa yang akan kamu lakukan besok jika melihat ada teman sekelas yang duduk sendirian saat jam istirahat?
Pertemuan 3 — Menunjukkan Perilaku Bekerja Sama dengan Teman dan Menceritakan Contoh Kerja Sama dengan Saudara — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.3 Menunjukkan perilaku bekerja sama dengan teman dalam pergaulan sehari-hari
- TP 3.5.4 Menceritakan contoh pergaulan dan kerja sama dengan saudara di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa pembuka yang dipimpin salah satu murid, dan menyanyikan lagu puji-pujian bertema kasih persaudaraan (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar dalam suasana yang hangat dan tertib (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik cepat dengan membacakan 2 situasi pergaulan: (1) 'Doni melihat temannya kesulitan mengangkat tumpukan buku, ia langsung ikut mengangkat bersama' dan (2) 'Rani berebut mainan dengan adiknya dan menolak merapikannya bersama'. Murid diminta mengacungkan jempol ke atas jika situasi menunjukkan perilaku kerja sama dan jempol ke bawah jika bukan (acuan: situasi 1 = jempol atas/kerja sama; situasi 2 = jempol bawah/bukan kerja sama) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan perilaku bekerja sama dengan teman dan menceritakan pengalaman kerja sama dengan saudara di rumah (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru tentang firman Tuhan dari Amsal 17:17 mengenai pentingnya saling menolong dan hidup rukun sebagai wujud kasih kepada Allah dan sesama (10 menit).
- Murid mengamati 3 gambar aktivitas yang disajikan guru di papan tulis: Gambar A (membersihkan ruang kelas bersama teman piket), Gambar B (belajar kelompok menyelesaikan tugas menyusun puzzle), dan Gambar C (berbagi tugas menyapu halaman rumah bersama kakak/adik) (10 menit).
- Murid menjawab pertanyaan panduan guru untuk membedakan bentuk perilaku bekerja sama dengan teman di sekolah dan bentuk kerja sama dengan saudara di rumah berdasarkan ketiga gambar tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 anak untuk memainkan permainan kerja sama 'Estafet Menyusun Ayat Firman' (Amsal 17:17): setiap anak mengambil satu potongan kata secara bergantian dan bekerja sama menyusunnya menjadi kalimat utuh di atas meja kelompok (prinsip menggembirakan: permainan tantangan kelompok) (3 menit).
- Guru membagikan lembar aktivitas 'Perilaku Kerja Sama Teman' yang memuat 4 butir pernyataan pilihan perilaku. Murid memberi tanda centang (✔) pada tindakan yang menunjukkan perilaku kerja sama dengan teman: (1) Membantu teman merapikan peralatan mewarnai setelah belajar bersama; (2) Membiarkan teman piket menyapu kelas sendirian; (3) Berbagi peran saat mengerjakan tugas kelompok menghias mading; (4) Menolak meminjamkan alat tulis saat teman sekelompok membutuhkan (acuan benar: butir 1 dan 3 dicentang; butir 2 dan 4 tidak dicentang) (12 menit).
- Setiap murid secara mandiri menyiapkan cerita lisan sederhana tentang contoh pergaulan dan kerja sama dengan saudaranya (kakak, adik, atau sepupu) di lingkungan keluarga menggunakan lembar panduan bercerita berisi 3 butir: (1) Siapa nama saudaramu; (2) Kegiatan apa yang kalian kerjakan bersama di rumah; (3) Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengannya (15 menit).
- Murid secara bergiliran menceritakan pengalaman kerja sama dengan saudara tersebut kepada teman sebangku atau di depan kelompok belajarnya (acuan ketercapaian: memuat nama saudara, bentuk nyata kerja sama seperti merapikan mainan/membantu mencuci piring/belajar bersama, serta perasaan rukun) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru merefleksikan nilai-nilai Kristiani dari tindakan bekerja sama: menyadari bahwa manusia diciptakan untuk saling menolong dan melengkapi kekurangan satu sama lain (5 menit).
- Murid menuliskan satu komitmen singkat di selembar kertas kecil mengenai satu tindakan nyata bekerja sama yang akan dilakukannya bersama teman di sekolah dan bersama saudara di rumah pada hari ini (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan poin penting bahwa perilaku bekerja sama dengan teman dan saudara mendatangkan kerukunan serta damai sejahtera (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan apresiasi atas partisipasi aktif setiap murid selama kegiatan kerja sama kelompok dan saat bercerita (1 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa syukur bersama atas kebersamaan dan persaudaraan yang indah (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar situasi kerja sama konkret untuk murid yang membutuhkan bantuan visual dan teks firman Tuhan untuk murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan panduan kalimat rumpang bagi murid yang membutuhkan bimbingan saat menceritakan pengalaman bersama saudara; memberikan tantangan bagi murid yang cepat untuk menceritakan lebih dari satu contoh kerja sama.
- Produk: Penyampaian cerita contoh kerja sama dengan saudara dapat dilakukan secara lisan berpasangan dengan teman sebangku atau penuturan di depan kelompok kecil.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik cepat respon gerak jempol atas/bawah terhadap 2 butir pernyataan situasi pergaulan: (1) 'Doni melihat temannya kesulitan mengangkat tumpukan buku, ia langsung ikut mengangkat bersama' dan (2) 'Rani berebut mainan dengan adiknya dan menolak merapikannya bersama' (acuan jawaban: butir 1 = jempol atas/kerja sama; butir 2 = jempol bawah/bukan kerja sama).
Proses:- Observasi keterlibatan aktif dan sikap tolong-menolong saat murid berkolaborasi dalam kelompok menyusun potongan ayat Amsal 17:17 (kriteria: aktif berbagi peran dan saling mendukung).
- Pemeriksaan lembar kerja pemilihan perilaku kerja sama dengan teman berisi 4 butir: (1) Membantu teman merapikan peralatan mewarnai; (2) Membiarkan teman piket menyapu sendirian; (3) Berbagi peran menghias mading; (4) Menolak meminjamkan alat tulis (acuan ketepatan: centang butir 1 dan butir 3).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penuturan cerita contoh pergaulan dan kerja sama dengan saudara di lingkungan keluarga. Kriteria penerimaan cerita memuat 3 unsur: (1) menyebutkan identitas saudara [kakak/adik/sepupu], (2) menyebutkan satu bentuk nyata kerja sama [contoh: membersihkan kamar, mencuci piring bersama, merapikan mainan, belajar bersama], dan (3) menyebutkan perasaan saat hidup rukun bersama saudara.
Formatif:- Observasi unjuk kerja perilaku bekerja sama dalam permainan estafet menyusun ayat firman
- Pemeriksaan lembar aktivitas pemilihan perilaku kerja sama dengan teman
- Penilaian penuturan lisan menceritakan contoh kerja sama dengan saudara di lingkungan keluarga
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan perilaku bekerja sama dengan teman | Belum menunjukkan perilaku bekerja sama; memilih bekerja sendiri dan menolak berbagi peran dalam kelompok. | Mulai menunjukkan perilaku bekerja sama dalam kelompok tetapi masih perlu sering diingatkan atau diarahkan oleh guru. | Menunjukkan perilaku bekerja sama dengan teman secara konsisten, aktif berbagi peran dalam kelompok, dan tepat mengidentifikasi perilaku kerja sama pada lembar aktivitas (2 butir benar sesuai acuan). | Menunjukkan perilaku bekerja sama secara mandiri dan konsisten, berinisiatif menolong teman kelompok yang mengalami kesulitan, serta tepat pada seluruh butir tugas kerja sama. | | Menceritakan contoh pergaulan dan kerja sama dengan saudara | Belum mampu menceritakan contoh kerja sama dengan saudara di rumah meskipun sudah diberi pertanyaan pemandu. | Menceritakan contoh kerja sama dengan saudara di rumah tetapi hanya memuat 1 unsur panduan (hanya nama saudara atau hanya jenis kegiatan). | Menceritakan contoh kerja sama dengan saudara di rumah secara runtut dengan memenuhi 3 unsur panduan (nama saudara, bentuk kegiatan kerja sama nyata, dan perasaannya). | Menceritakan lebih dari satu contoh kerja sama dengan saudara di rumah secara lengkap memenuhi 3 unsur panduan secara mandiri dan lancar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kelompok efektif mendorong seluruh murid menunjukkan perilaku bekerja sama secara nyata?
- Bagaimana respons dan keterbukaan murid ketika menceritakan pengalaman kerja sama dengan saudaranya di rumah?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan bekerja sama hari ini yang paling membuatmu senang?
- Tindakan kerja sama apa yang ingin segera kamu lakukan bersama saudaramu di rumah hari ini?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Mengidentifikasi diri sebagai makhluk individu dan sosial dalam konteks bergaul dengan teman
- TP 3.5.2 Menunjukkan sikap bergaul dengan teman tanpa membeda-bedakan
- TP 3.5.3 Menunjukkan perilaku bekerja sama dengan teman dalam pergaulan sehari-hari
- TP 3.5.4 Menceritakan contoh pergaulan dan kerja sama dengan saudara di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan doa, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran sebagai wujud syukur kepada Tuhan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab: unjuk kerja kelompok simulasi permainan bersama dan penuturan lisan bergiliran tentang pengenalan diri serta pengalaman bergaul dengan saudara (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk teknis Tugas 1: setiap kelompok kecil beranggotakan 4-5 murid secara bersama menyelesaikan proyek simulasi permainan menyusun puzzle gambar kerukunan tanpa memilih-milih teman dan membagi peran secara adil (3 menit).
- Guru menjelaskan petunjuk teknis Tugas 2: setiap murid secara bergiliran maju ke meja guru selama 2 menit untuk menuturkan secara lisan ciri diri sebagai makhluk individu dan sosial serta 1 contoh nyata kerja sama dengan saudara di rumah, sementara murid lain mengerjakan lembar refleksi mandiri bergambar (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Murid dalam kelompok kecil (4-5 murid) melaksanakan proyek simulasi permainan bersama di kelas, di mana setiap anggota mengambil bagian menyusun kepingan gambar kerukunan dan saling membantu tanpa memilah atau membeda-bedakan latar belakang teman, sementara guru mengamati dan mencatat perilaku kerja sama serta sikap inklusif pada lembar observasi (42 menit).
- Tugas 2: Tiap murid secara individual bergantian menuju meja guru untuk menuturkan secara lisan selama 2 menit (menjawab: ciri diri yang khas sebagai individu, kebutuhan berteman sebagai makhluk sosial, dan cerita 1 tindakan kerja sama dengan saudara di rumah), sementara murid lain di tempat duduk menyelesaikan lembar refleksi mandiri bergambar tentang pergaulan rukun (48 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar refleksi mandiri bergambar dan memfasilitasi murid mengheningkan cipta sejenak menyadari pengalaman bekerja sama dan bertutur jujur di hadapan Tuhan (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran, sikap saling menerima tanpa membeda-bedakan, dan kerja sama yang ditunjukkan seluruh murid sepanjang asesmen (1 menit).
- Guru merangkum pembelajaran Bab 5 tentang pentingnya hidup rukun, bersahabat dengan semua orang, dan menutup kelas dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses berupa kartu petunjuk visual urutan giliran berbicara bagi murid yang membutuhkan panduan visual tanpa mengubah butir penilaian.
- Proses: Akomodasi akses berupa pemanggilan giliran lisan dengan jeda tenang bagi murid yang memerlukan kesiapan mental saat menyampaikan penuturan di meja guru.
- Produk: Standar bukti unjuk kerja tetap sama bagi seluruh murid sesuai rubrik ketercapaian TP 1, 2, 3, dan 4.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penilaian unjuk kerja kolaboratif dan unjuk kerja bercerita bergiliran: lembar observasi keterlibatan bekerja sama tanpa membeda-bedakan teman dalam aktivitas kelompok serta rekaman catatan lisan murid saat mengidentifikasi diri dan menceritakan pergaulan dengan saudara
- penilaian unjuk kerja kelompok: lembar observasi guru saat murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) bekerja sama menyelesaikan proyek simulasi permainan bersama di kelas tanpa memilah atau membeda-bedakan teman (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi kerja sama dan inklusivitas pergaulan)
- unjuk kerja lisan bergiliran: penuturan lisan singkat tiap murid selama 2 menit secara bergiliran ke meja guru tentang ciri diri sebagai makhluk individu/sosial dan cerita pengalaman nyata bergaul serta bekerja sama dengan saudara di rumah sementara murid lain menyelesaikan refleksi mandiri bergambar (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat untuk 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan pengenalan diri dan pengalaman keluarga)
Sumatif:- penilaian unjuk kerja kolaboratif dan unjuk kerja bercerita bergiliran: lembar observasi keterlibatan bekerja sama tanpa membeda-bedakan teman dalam aktivitas kelompok serta rekaman catatan lisan murid saat mengidentifikasi diri dan menceritakan pergaulan dengan saudara
- penilaian unjuk kerja kelompok: lembar observasi guru saat murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) bekerja sama menyelesaikan proyek simulasi permainan bersama di kelas tanpa memilah atau membeda-bedakan teman (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi kerja sama dan inklusivitas pergaulan)
- unjuk kerja lisan bergiliran: penuturan lisan singkat tiap murid selama 2 menit secara bergiliran ke meja guru tentang ciri diri sebagai makhluk individu/sosial dan cerita pengalaman nyata bergaul serta bekerja sama dengan saudara di rumah sementara murid lain menyelesaikan refleksi mandiri bergambar (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat untuk 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan pengenalan diri dan pengalaman keluarga)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sikap bergaul tanpa membeda-bedakan teman (TP 3.5.2) | Menolak bergabung atau memilih-milih teman dalam kelompok simulasi permainan. | Mau bergabung dalam kelompok simulasi permainan namun masih enggan berinteraksi dengan teman tertentu kecuali diingatkan guru. | Menunjukkan sikap bergaul dan menerima seluruh teman dalam kelompok simulasi tanpa membeda-bedakan secara mandiri. | Konsisten menunjukkan sikap bergaul dengan seluruh anggota kelompok tanpa membeda-bedakan serta menyambut rekan yang pasif untuk bermain bersama tanpa diarahkan guru. | | Perilaku bekerja sama dengan teman (TP 3.5.3) | Tidak ikut serta menyelesaikan permainan kelompok dan hanya diam atau bermain sendiri. | Ikut serta dalam tugas kelompok bila diminta secara berulang oleh teman atau guru. | Menunjukkan perilaku aktif berbagi tugas dan bekerja sama menyelesaikan simulasi permainan hingga tuntas bersama teman. | Menunjukkan perilaku bekerja sama secara proaktif dan konsisten membantu anggota kelompok menyelesaikan permainan hingga tuntas. | | Mengidentifikasi diri sebagai makhluk individu dan sosial (TP 3.5.1) | Belum mampu menyebutkan ciri khas diri maupun alasan membutuhkan teman dalam pergaulan. | Hanya mampu menyebutkan salah satu (ciri khas diri saja atau alasan butuh teman saja) dengan bimbingan stimulus guru. | Mampu mengidentifikasi diri sebagai makhluk individu (menyebutkan ciri khas/kegemaran diri) dan makhluk sosial (menyebutkan kebutuhan akan kehadiran teman) secara tepat. | Mampu mengidentifikasi diri sebagai makhluk individu dan sosial secara lengkap, jelas, dan mandiri tanpa keraguan. | | Menceritakan contoh kerja sama dengan saudara di keluarga (TP 3.5.4) | Belum dapat menceritakan contoh pergaulan atau kerja sama dengan saudara di rumah. | Menceritakan pergaulan dengan saudara namun belum memuat contoh konkret kerja sama. | Menceritakan 1 contoh nyata pergaulan dan kerja sama dengan saudara di lingkungan keluarga secara runtut sesuai fakta pengalamannya. | Menceritakan lebih dari 1 contoh nyata pergaulan dan kerja sama dengan saudara di lingkungan keluarga dengan jelas, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 2 menit per murid efektif untuk mendengarkan penuturan lisan seluruh murid di kelas?
- Bagaimana keterlibatan murid selama unjuk kerja kelompok, dan apakah seluruh murid menunjukkan sikap inklusif tanpa membeda-bedakan?
Murid:- Bagaimana perasaanku saat bekerja sama dengan teman-teman kelompok dalam permainan tadi?
- Apakah aku sudah bersikap adil dan mau berteman dengan siapa saja di sekolah dan rukun dengan saudara di rumah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
- Lembar kerja 'Kartu Peran Pergaulan'
- Alkitab
- Alkitab: 1 Samuel 18:1-4 dan Amsal 17:17
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Kartu bergambar 4 skenario pergaulan anak
- Alkitab: Kitab Amsal 17:17
- Kartu potongan ayat Amsal 17:17 dan gambar situasi kerja sama di sekolah dan keluarga
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022).
- Set kartu/keping puzzle simulasi permainan kelompok tentang hidup rukun.
- Lembar refleksi mandiri bergambar tentang kerukunan dan persahabatan.
|