Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Memuliakan Allah dengan Anggota Tubuh melalui Teladan Alkitab

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Memuliakan Allah dengan Anggota Tubuh melalui Teladan Alkitab". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Memuliakan Allah dengan Anggota Tubuh melalui Teladan Alkitab

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Memuliakan Allah dengan Anggota Tubuh melalui Teladan Alkitab

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMemuliakan Allah dengan Anggota Tubuh melalui Teladan Alkitab
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui membaca dan menelaah kisah Bileam (Bilangan 22:2-35) serta nasihat Paulus (1 Korintus 6:19-20), murid dapat menjelaskan bahwa anggota tubuh harus digunakan sesuai kehendak Allah untuk memuliakan-Nya.
  2. Melalui kegiatan berkreasi membuat amplop bangunan gereja, murid dapat mempraktikkan contoh cara memuliakan Allah dengan anggota tubuh saat beribadah (berdoa, bernyanyi, membaca Alkitab, mendengarkan firman, memberi persembahan).

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa mulut kalian hampir berkata hal yang tidak baik? Apa yang kalian lakukan saat itu?
  2. Menurutmu, apa yang terjadi jika kita menggunakan tangan, mulut, atau kaki kita untuk hal-hal yang tidak baik?
  3. Bagaimana caramu menggunakan anggota tubuhmu ketika beribadah di gereja atau di rumah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengkondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru menampilkan gambar anggota tubuh (tangan, mulut, kaki, telinga, mata) dan bertanya secara lisan kepada beberapa murid: 'Untuk apa saja anggota tubuh ini bisa digunakan? Apakah semua penggunaan itu baik?' Guru mencatat pemahaman awal murid secara informal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid dan memberikan waktu singkat bagi 2–3 murid untuk menjawab secara spontan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara singkat dan jelas: hari ini kita akan belajar dari kisah Bileam dan nasihat Paulus, lalu membuat karya kreatif amplop bangunan gereja.
  • Guru memberikan semangat dengan menyanyikan bersama satu lagu pujian pendek yang dikenal murid (misalnya 'Tubuhku Milik Tuhan') sebagai apersepsi yang menggembirakan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar cerita bergambar kisah Bileam (Bilangan 22:2-35) yang telah disiapkan atau meminta murid membuka Buku Siswa halaman 59.
  • Guru membaca cerita Bileam dengan intonasi yang hidup dan ekspresif, kemudian meminta murid mengikuti membaca secara bergantian per paragraf (membaca berpasangan atau bergiliran).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman secara lisan: (a) 'Apa yang diminta Raja Balak kepada Bileam?' (b) 'Mengapa Allah membuat keledai Bileam bisa berbicara?' (c) 'Apa yang akhirnya dilakukan Bileam dengan mulutnya?' — murid menjawab secara lisan.
  • Guru menghubungkan kisah Bileam dengan nasihat Paulus dalam 1 Korintus 6:19-20: guru membacakan ayat tersebut dengan lantang, lalu menjelaskan bahwa tubuh kita adalah milik Allah dan kita dipanggil untuk memuliakan Allah dengan tubuh kita.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan pelajaran dari kedua teks Alkitab dengan pertanyaan: 'Jadi, bagaimana seharusnya kita menggunakan anggota tubuh kita menurut Allah?' Murid menjawab dan guru menuliskan poin-poin penting di papan tulis.
  • Guru menjelaskan contoh konkret penggunaan anggota tubuh yang memuliakan Allah: mulut untuk berdoa dan bernyanyi, telinga untuk mendengarkan firman, tangan untuk memberi persembahan dan membantu sesama, kaki untuk pergi beribadah.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar amplop bangunan gereja yang sudah diperbanyak kepada setiap murid (sesuai petunjuk Buku Siswa halaman 58).
  • Guru menjelaskan langkah kegiatan secara singkat: (1) Warnai gambar gereja dengan rapi menggunakan pensil warna atau krayon; (2) Di bagian dalam amplop / di sisi-sisi bangunan, tuliskan atau gambarkan cara-cara memuliakan Allah dengan anggota tubuh saat beribadah (contoh: berdoa, bernyanyi, membaca Alkitab, mendengarkan firman, memberi persembahan); (3) Lipat kertas mengikuti pola sehingga membentuk bangunan gereja.
  • Murid mengerjakan kegiatan secara mandiri. Guru berkeliling, memberi semangat, dan mengajukan pertanyaan panduan kepada murid: 'Cara apa yang kamu tulis? Mengapa kamu pilih itu?'
  • Bagi murid yang selesai lebih cepat, guru meminta mereka menambahkan satu gambar ekstra di amplop gereja yang menunjukkan anggota tubuh tertentu sedang digunakan untuk memuliakan Allah.
  • Bagi murid yang membutuhkan bantuan lebih, guru mendampingi dan memberikan kata kunci (berdoa, bernyanyi, dll.) yang bisa mereka salin atau gambar.
  • Setelah selesai, beberapa murid (3–4 orang secara sukarela) diminta maju ke depan untuk menunjukkan karya mereka dan menjelaskan isi tulisan/gambar yang dibuat pada amplop gereja tersebut.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar (atau tetap di tempat duduk) dan memimpin refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Dari kisah Bileam dan nasihat Paulus, apa satu hal penting yang kamu pelajari hari ini tentang tubuhmu?'
  • Murid diberi waktu 1–2 menit untuk berpikir (think time), kemudian 3–4 orang berbagi secara lisan.
  • Guru membagikan 'kartu refleksi diri' sederhana (selembar kertas kecil berisi 2 pertanyaan): (a) 'Satu cara yang akan aku lakukan untuk memuliakan Allah dengan tubuhku adalah...' (b) 'Satu hal yang perlu aku perbaiki dari cara aku menggunakan tubuhku adalah...' — murid mengisi secara mandiri.
  • Guru mengumpulkan kartu refleksi sebagai bukti proses belajar dan asesmen formatif.
  • Guru menutup tahap ini dengan mengajak murid membaca bersama 1 Korintus 6:20b: 'Karena itu, muliakanlah Allah dengan tubuhmu!' sebagai penguatan nilai dan komitmen.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman singkat pelajaran hari ini: (1) Allah menghendaki kita menggunakan tubuh untuk memuliakan-Nya; (2) Kisah Bileam mengajarkan kita menjaga perkataan; (3) Nasihat Paulus mengingatkan bahwa tubuh kita milik Allah; (4) Cara memuliakan Allah saat beribadah: berdoa, bernyanyi, membaca Alkitab, mendengarkan firman, memberi persembahan.
  • Asesmen Akhir (sumatif): Guru meminta murid secara lisan menjawab satu pertanyaan penutup: 'Sebutkan dua cara memuliakan Allah dengan anggota tubuhmu saat beribadah dan anggota tubuh apa yang digunakan!' — guru mencatat jawaban sebagai penilaian akhir lisan.
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi dan karya murid hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan untuk kegiatan bersama orang tua: 'Ceritakan kepada orang tua kalian tentang kisah Bileam dan tunjukkan amplop gereja yang kalian buat. Ajaklah orang tua kalian untuk berdoa bersama malam ini sebagai cara memuliakan Allah.'
  • Guru menutup pelajaran dengan doa syukur bersama, dipimpin oleh salah satu murid secara sukarela.
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan membaca dapat mendengarkan guru membacakan kisah Bileam secara ekspresif atau mendapatkan versi cerita bergambar yang lebih ringkas dan visual. Murid yang sudah lancar membaca dapat langsung membaca teks Alkitab asli (Bilangan 22:2-35) dari Alkitab.
  • Proses: Murid yang cepat dalam memahami dapat diberikan pertanyaan tantangan lebih dalam: 'Menurutmu, mengapa Allah tidak langsung menghukum Bileam tetapi justru memakai keledainya?' Murid yang membutuhkan lebih banyak bantuan mendapatkan pendampingan langsung dari guru saat kegiatan mewarnai dan menulis di amplop gereja, serta diberikan daftar kata bantu (berdoa, bernyanyi, membaca Alkitab, dll.).
  • Produk: Murid yang cepat dan kreatif dapat menambahkan lebih banyak ilustrasi dan kalimat penjelasan pada amplop gereja mereka, atau membuat amplop gereja kedua untuk diberikan kepada teman. Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan cukup menuliskan minimal dua cara memuliakan Allah dan mewarnai gambar gereja dengan bebas tanpa tekanan estetika.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar anggota tubuh (tangan, mulut, kaki, telinga, mata) dan bertanya secara lisan: 'Untuk apa saja anggota tubuh ini bisa kamu gunakan? Apakah semua penggunaan itu baik atau buruk?' — guru mencatat respons murid untuk mengetahui pemahaman awal sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara terbuka dan mengamati respons spontan 2–3 murid sebagai peta awal pengetahuan kelas.

Proses:

  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan tentang kisah Bileam dan nasihat Paulus untuk memantau perkembangan pemahaman murid secara langsung.
  • Observasi berkeliling saat murid membuat amplop gereja: guru memperhatikan apakah murid dapat menuliskan atau menggambarkan cara-cara memuliakan Allah yang relevan dan bermakna.
  • Kartu refleksi diri (assessment as learning): murid mengevaluasi dirinya sendiri tentang apa yang dipelajari dan komitmen ke depan.

Akhir:

  • Penilaian lisan penutup: setiap murid menjawab pertanyaan 'Sebutkan dua cara memuliakan Allah dengan anggota tubuhmu saat beribadah dan anggota tubuh apa yang digunakan!' — guru mencatat jawaban pada lembar observasi.
  • Penilaian produk amplop bangunan gereja menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: (1) kesesuaian isi dengan tujuan pembelajaran (cara memuliakan Allah saat beribadah), (2) kelengkapan (jumlah contoh yang ditulis/digambar), dan (3) kerapian hasil karya.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat membaca dan menelaah kisah Bileam serta nasihat Paulus (menilai pemahaman konsep).
  • Observasi proses kegiatan membuat amplop bangunan gereja: guru mengamati keterlibatan, kreativitas, dan isi tulisan/gambar murid.
  • Kartu refleksi diri yang diisi murid di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Penilaian lisan di akhir pembelajaran: murid menyebutkan dua cara memuliakan Allah dengan anggota tubuh saat beribadah beserta anggota tubuh yang digunakan.
  • Penilaian produk amplop bangunan gereja berdasarkan rubrik: kesesuaian isi (contoh cara memuliakan Allah saat beribadah), kelengkapan, dan kerapian.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep (menjelaskan bahwa anggota tubuh harus digunakan sesuai kehendak Allah)Murid belum dapat menjelaskan hubungan antara kisah Bileam / nasihat Paulus dengan penggunaan anggota tubuh untuk memuliakan Allah, meskipun sudah dibantu.Murid dapat menyebutkan satu poin dari kisah Bileam atau nasihat Paulus dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat menjelaskan bahwa anggota tubuh harus digunakan sesuai kehendak Allah berdasarkan kisah Bileam atau nasihat Paulus secara mandiri, meskipun belum menghubungkan keduanya.Murid dapat menjelaskan dengan kalimatnya sendiri bahwa anggota tubuh harus digunakan sesuai kehendak Allah untuk memuliakan-Nya, dengan menghubungkan pelajaran dari kisah Bileam dan nasihat Paulus secara koheren.
Kemampuan Mempraktikkan (menyebutkan cara memuliakan Allah dengan anggota tubuh saat beribadah)Murid belum dapat menyebutkan cara memuliakan Allah dengan anggota tubuh saat beribadah, meskipun sudah diberikan contoh.Murid dapat menyebutkan satu cara memuliakan Allah dengan anggota tubuh saat beribadah dengan bantuan kata kunci dari guru.Murid dapat menyebutkan dua cara memuliakan Allah dengan anggota tubuh saat beribadah dan menyebutkan anggota tubuh yang digunakan secara mandiri.Murid dapat menyebutkan tiga atau lebih cara memuliakan Allah dengan anggota tubuh saat beribadah, menyebutkan anggota tubuh yang digunakan, dan memberikan penjelasan atau contoh dari pengalaman pribadinya.
Produk Amplop Bangunan Gereja (kesesuaian isi dan kelengkapan)Amplop gereja tidak memuat tulisan atau gambar yang berkaitan dengan cara memuliakan Allah saat beribadah, atau hanya diwarnai tanpa isi.Amplop gereja memuat satu contoh cara memuliakan Allah saat beribadah dalam bentuk tulisan atau gambar, namun kurang jelas atau tidak lengkap.Amplop gereja memuat dua sampai tiga contoh cara memuliakan Allah saat beribadah yang jelas dan relevan, disertai pewarnaan yang cukup rapi.Amplop gereja memuat empat atau lebih contoh cara memuliakan Allah saat beribadah yang jelas, relevan, dan kreatif, disertai pewarnaan yang rapi dan menarik, serta menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang tujuan pembelajaran.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam membaca dan mendiskusikan kisah Bileam? Jika tidak, apa penyebabnya dan bagaimana saya bisa memperbaikinya di pertemuan berikutnya?
  • Apakah penjelasan tentang nasihat Paulus (1 Korintus 6:19-20) sudah cukup dipahami murid sesuai usia mereka? Apakah perlu pendekatan yang lebih konkret atau visual?
  • Apakah kegiatan membuat amplop bangunan gereja berhasil membantu murid mengaplikasikan pemahaman mereka? Apakah alokasi waktu mencukupi untuk semua murid menyelesaikan karya?
  • Apakah saya sudah memberikan diferensiasi yang memadai bagi murid yang cepat maupun yang membutuhkan bantuan lebih?
  • Apa yang perlu saya siapkan lebih baik untuk pertemuan berikutnya berdasarkan respons murid hari ini?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang tubuhku adalah...
  • Dari kisah Bileam, aku belajar bahwa aku harus menjaga... karena...
  • Cara memuliakan Allah dengan anggota tubuhku yang paling ingin aku lakukan adalah... dan aku akan melakukannya dengan...

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — Bilangan 22:2-35 dan 1 Korintus 6:19-20
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Penulis: Poppy Febrina Purba, ISBN: 978-602-244-639-2), halaman 58–59
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Penulis: Poppy Febrina Purba, ISBN: 978-602-244-689-7), halaman 78–85
  4. Lembar cetak amplop bangunan gereja (diperbanyak oleh guru sesuai jumlah murid)
  5. Pensil warna atau krayon
  6. Gunting dan lem (untuk melipat dan merekatkan amplop gereja)
  7. Kartu refleksi diri (kertas kecil berisi 2 pertanyaan refleksi yang disiapkan guru)
  8. Gambar anggota tubuh (tangan, mulut, kaki, telinga, mata) untuk apersepsi — dapat berupa flashcard atau gambar di papan tulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.