Modul AjarBab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 3: Allah Memelihara Hidupku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 untuk Bab 3 "Allah Memelihara Hidupku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 3: Allah Memelihara Hidupku

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 3 — Allah Memelihara Hidupku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 3 — Allah Memelihara Hidupku
Alokasi Waktu10 JP (10 x 35 menit = 350 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.3.1 Mengidentifikasi bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya dalam kehidupan sehari-hari
  2. TP 3.3.2 Menceritakan pemeliharaan Allah pada dirinya melalui pengalaman pribadi
  3. TP 3.3.3 Menunjukkan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang-orang di sekitarnya di lingkungan keluarga
  4. TP 3.3.4 Menunjukkan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang-orang di sekitarnya di lingkungan sekolah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja hal yang kalian butuhkan setiap hari agar tubuh kalian tetap sehat dan aman?
  2. Siapakah yang menyediakan udara untuk bernapas, makanan untuk dimakan, dan tubuh yang sehat bagi kita?
  3. Kapan kamu pernah merasa sangat ditolong dan dijaga oleh Tuhan dalam hidupmu?
  4. Bagaimana caramu menceritakan pertolongan Tuhan itu kepada temanmu?
  5. Siapa saja orang-orang di rumah yang merawat dan mengasihimu setiap hari?
  6. Siapa saja orang-orang di sekolah yang menolongmu saat belajar dan bermain?
  7. Bagaimana kehadiran keluarga dan teman-temanmu menunjukkan bahwa Allah sedang memelihara hidupmu?
  8. Bagaimana caramu membuktikan bahwa Allah memelihara hidupmu setiap hari?
  9. Siapa saja orang di rumah dan di sekolah yang dipakai Allah untuk memelihara hidupmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Bentuk Pemeliharaan Allah pada Dirinya dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.1 Mengidentifikasi bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, memimpin doa singkat, dan menyanyikan bersama lagu pujian 'Kidung Ceria 194: Bila Yesus Berada di Tengah Keluarga' atau pujian syukur anak sekolah minggu (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengangkat jempol bila pernyataan merupakan bentuk pemeliharaan Allah pada tubuh/diri sendiri dan jempol ke bawah bila bukan berdasarkan 3 pernyataan: (1) Tubuh yang sehat dan dapat bergerak; (2) Mendapat nilai ulangan bagus karena mencontek teman; (3) Masih dapat bernapas dan menikmati udara segar (acuan kunci: 1 = pemeliharaan Allah/jempol ke atas, 2 = bukan/jempol ke bawah, 3 = pemeliharaan Allah/jempol ke atas) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pembacaan teks Alkitab dari Mazmur 40:6 dan penjelasan guru bahwa Allah memelihara hidup manusia secara nyata melalui hal-hal mendasar pada dirinya seperti nafas hidup, kesehatan tubuh, makanan sehari-hari, dan perlindungan saat tidur hingga bangun (10 menit).
  • Guru menyajikan 4 kartu gambar wujud kebutuhan diri di papan tulis: Gambar A (Anak makan makanan bergizi), Gambar B (Anak tidur nyenyak di tempat tidur yang aman), Gambar C (Anak menghirup udara segar pagi hari), dan Gambar D (Anak bersyukur memiliki anggota tubuh lengkap). Murid mengamati dan bersama guru mengidentifikasi bahwa keempat hal tersebut merupakan wujud pemeliharaan Allah pada diri sendiri (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan 'Detektif Pemeliharaan Allah' secara berpasangan: murid menerima lembar aktivitas berisi 6 pernyataan situasi dan menandai (memberi centang) pada situasi yang merupakan bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya dalam kehidupan sehari-hari (15 menit). Lembar berisi 6 pernyataan: (1) Diberi nafas hidup dan udara segar setiap hari; (2) Memiliki tubuh yang sehat untuk belajar dan bermain; (3) Membeli mainan mahal dengan merengek dan memaksa; (4) Menikmati makanan dan minuman yang cukup setiap hari; (5) Diberikan perlindungan saat tidur hingga bangun di pagi hari; (6) Menghabiskan waktu seharian bermain gawai tanpa makan (acuan kunci jawaban: pernyataan yang dicentang adalah nomor 1, 2, 4, dan 5).
  • Murid memeriksa hasil pilihan detektifnya bersama pasangan dan mencocokkan dengan kunci acuan yang dikonfirmasi oleh guru (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara hening dan berkesadaran meletakkan tangan di dada merasakan detak jantung dan tarikan nafasnya, menyadari bahwa hidup dan tubuhnya sepenuhnya adalah anugerah pemeliharaan Allah (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali bentuk-bentuk pemeliharaan Allah pada diri sendiri (nafas hidup, kesehatan fisik, makanan/minuman, perlindungan) (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman lisan, menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya (menceritakan pemeliharaan Allah melalui pengalaman pribadi), lalu menutup sesi dengan doa syukur bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan disiapkan kartu bergambar konkret (makanan, tidur, nafas); bagi murid yang cepat disediakan kartu teks deskripsi situasi pemeliharaan Allah yang lebih variatif.
  • Proses: Murid yang belum lancar membaca dibimbing guru secara terbimbing dalam membaca pernyataan pada lembar aktivitas; murid yang mandiri mengerjakan secara berpasangan mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan penandaan centang pada lembar pernyataan identifikasi bentuk pemeliharaan Allah sesuai acuan yang ditetapkan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik gestur jempol: Murid merespons 3 pernyataan lisan guru: (1) Tubuh yang sehat dan dapat bergerak; (2) Mendapat nilai ulangan bagus karena mencontek teman; (3) Masih dapat bernapas dan menikmati udara segar. Acuan jawaban benar: Pernyataan 1 = jempol ke atas (pemeliharaan Allah), Pernyataan 2 = jempol ke bawah (bukan pemeliharaan Allah), Pernyataan 3 = jempol ke atas (pemeliharaan Allah).

Proses:

  • Observasi kinerja penugasan lembar aktivitas 'Detektif Pemeliharaan Allah' yang memuat 6 butir pernyataan. Kriteria ketepatan: Murid menandai centang secara tepat pada 4 pernyataan pemeliharaan Allah pada dirinya: (1) Diberi nafas hidup dan udara segar setiap hari, (2) Memiliki tubuh yang sehat untuk belajar dan bermain, (4) Menikmati makanan dan minuman yang cukup setiap hari, dan (5) Diberikan perlindungan saat tidur hingga bangun di pagi hari; serta tidak mencentang butir nomor (3) dan (6).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: (1) Sebutkan 2 contoh bukti pemeliharaan Allah yang kamu rasakan pada tubuh dan dirimu hari ini! (Acuan kriteria jawaban diterima: menyebutkan minimal 2 dari nafas hidup/udara bernapas, kesehatan tubuh, makanan/minuman, istirahat/tidur nyenyak, atau perlindungan fisik); (2) Siapakah yang memberikan semua pemeliharaan tersebut? (Acuan kunci: Allah / Tuhan Yesus).

Formatif:

  • Asesmen Awal: Deteksi kesiapan mengidentifikasi pemeliharaan Allah lewat respon gestur jempol (3 butir pernyataan)
  • Asesmen Proses: Pengamatan ketepatan murid mengidentifikasi 4 bentuk pemeliharaan Allah pada lembar aktivitas 6 butir pernyataan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya dalam kehidupan sehari-hariMurid mengidentifikasi kurang dari 2 bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya dari 4 target acuan lembar aktivitas (butir 1, 2, 4, 5) meskipun dengan bimbingan penuh guru.Murid tepat mengidentifikasi 2 dari 4 target acuan bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya (butir 1, 2, 4, 5) dengan bimbingan atau arahan berkala guru.Murid tepat mengidentifikasi 3 sampai 4 target acuan bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya (butir 1, 2, 4, 5) secara mandiri tanpa keliru menandai butir pengecoh (butir 3 dan 6).Murid tepat mengidentifikasi seluruh 4 target acuan bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya (butir 1, 2, 4, 5) secara tepat dan konsisten mandiri, serta mampu menunjukkan contoh nyata kebutuhan tubuh lainnya yang dipelihara Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat membedakan antara kebutuhan diri yang dipelihara Allah dengan hal-hal yang bukan berasal dari pemeliharaan Allah?
  • Bagian kegiatan mana dari tahap memahami hingga mengaplikasi yang paling efektif membantu murid mengenali karya Allah pada dirinya?

Murid:

  • Apa saja kebaikan Tuhan yang kamu rasakan pada tubuhmu mulai bangun pagi sampai siang ini?
  • Bagaimana perasaanmu setelah tahu bahwa Allah terus menjagamu setiap saat?

Pertemuan 2 — Menceritakan Pemeliharaan Allah pada Dirinya Melalui Pengalaman Pribadi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.2 Menceritakan pemeliharaan Allah pada dirinya melalui pengalaman pribadi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan menyanyikan lagu pujian syukur Kidung Ceria 194 (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah pada diri sendiri (5 menit).
  • Asesmen Awal: Guru mengajukan 1 pertanyaan diagnostik lisan berantai, 'Sebutkan 1 pengalaman pribadimu saat merasakan pemeliharaan atau pertolongan Allah!' kepada murid untuk memetakan kesiapan bercerita (acuan jawaban: peristiwa nyata yang dialami diri sendiri, misalnya saat sembuh dari sakit, terlindung saat terjatuh/hujan lebat, atau ditenangkan saat takut) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pembacaan Mazmur 40:6 bersama guru dan mencermati bahwa perbuatan ajaib dan pemeliharaan Allah sungguh nyata terjadi dalam kehidupan setiap orang (10 menit).
  • Guru memberikan contoh cerita pengalaman pribadi sederhana tentang pemeliharaan Allah dengan memuat 3 unsur: (1) peristiwa yang dialami diri sendiri (misalnya: pernah demam tinggi/sakit perut), (2) bentuk pertolongan Allah yang dialami (misalnya: Tuhan memberi kesembuhan setelah minum obat dan beristirahat), dan (3) ungkapan syukur pribadi kepada Allah atas peristiwa tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Permainan Menggembirakan 'Tongkat Bergilir Cerita Berkat': Sambil bernyanyi riang, sebuah tongkat kecil diedarkan; murid yang memegang tongkat saat lagu berhenti memilih kartu panduan cerita (pilihan topik: saat sembuh dari sakit, saat dilindungi di perjalanan, saat dihibur waktu sedih) untuk mulai menyusun kerangka pengalaman pribadinya (15 menit).
  • Murid secara berpasangan saling menceritakan 1 pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah pada dirinya secara lisan dengan panduan 3 unsur: peristiwa yang dialami, bentuk pertolongan Allah, dan ungkapan syukur (15 menit).
  • Secara bergiliran, murid menceritakan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah pada dirinya di depan kelas di hadapan teman dan guru berdasarkan 3 unsur tersebut (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merenungkan bahwa setiap peristiwa pertolongan yang baru saja diceritakan adalah bukti nyata kasih setia Allah yang memelihara hidupnya secara pribadi (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan bahwa Allah senantiasa memelihara hidup kita melalui berbagai peristiwa sehari-hari dan patut diceritakan dengan rasa syukur (3 menit).
  • Cek pemahaman akhir dan umpan balik: Guru meminta 2 murid secara acak menyebutkan 3 bagian penting saat menceritakan pengalaman pemeliharaan Allah (acuan: peristiwa yang dialami, bentuk pertolongan Allah, dan ungkapan syukur) (5 menit).
  • Kelas diakhiri dengan doa syukur atas pemeliharaan Allah dalam kehidupan setiap murid (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar pemicu ingatan (kartu sembuh sakit, kartu terlindung hujan/bahaya, kartu dihibur saat cemas) bagi murid yang kesulitan mengingat pengalaman pribadi.
  • Proses: Bagi murid yang belum lancar bercerita mandiri, guru membimbing dengan pertanyaan pemandu satu per satu; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan menceritakan pengalaman pribadi secara utuh dan terperinci tanpa bantuan panduan pertanyaan.
  • Produk: Semua murid mencapai target menceritakan pengalaman pribadi pemeliharaan Allah secara lisan, dengan variasi kedalaman cerita sesuai kemandirian masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 pengalaman pribadimu saat merasakan pertolongan Allah!' Kriteria penerimaan operasional: murid mampu menyebutkan 1 peristiwa nyata yang dialami diri sendiri (acuan contoh: sembuh dari demam/sakit, terhindar dari cedera saat jatuh dari sepeda, atau ditenangkan saat merasa takut di tempat gelap).

Proses:

  • Pengamatan formatif saat murid menceritakan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah di depan kelas/dalam kelompok menggunakan rubrik unjuk kerja bercerita (memuat 3 unsur: peristiwa pribadi, bentuk pertolongan Allah, dan ungkapan syukur).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menyebutkan 3 unsur utama dalam cerita pengalaman pemeliharaan Allah (kunci acuan: 1. peristiwa yang dialami diri sendiri, 2. bentuk pertolongan/pemeliharaan Allah yang dialami, 3. ungkapan syukur kepada Allah).

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menceritakan pengalaman pribadi pemeliharaan Allah berdasarkan 3 unsur cerita

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan Pemeliharaan Allah pada Diri Sendiri Melalui Pengalaman PribadiBelum mampu menceritakan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah, atau hanya menceritakan peristiwa tanpa menyebutkan bentuk pemeliharaan Allah meski telah dibimbing intensif.Mampu menceritakan pengalaman pribadi pemeliharaan Allah yang memuat 1-2 unsur cerita (peristiwa pribadi / bentuk pertolongan Allah / rasa syukur) dengan bantuan panduan pertanyaan guru.Mampu menceritakan pengalaman pribadi pemeliharaan Allah secara mandiri dengan memuat lengkap 3 unsur cerita: (1) peristiwa yang dialami diri sendiri, (2) bentuk pertolongan/pemeliharaan Allah, dan (3) ungkapan syukur kepada Allah.Mampu menceritakan pengalaman pribadi pemeliharaan Allah secara mandiri, lengkap memuat 3 unsur cerita secara runtut dan terperinci (menyebutkan situasi kejadian dengan jelas, tindakan pertolongan Allah, serta ungkapan syukur yang mendalam).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berani dan mampu mengungkapkan pengalaman pribadinya mengenai pemeliharaan Allah?
  • Bagaimana efektivitas permainan 'Tongkat Bergilir Cerita Berkat' dalam membangun rasa percaya diri murid untuk bercerita?

Murid:

  • Pengalaman pemeliharaan Allah mana yang paling kamu ingat dan syukuri hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu setelah menceritakan pertolongan Allah kepada teman-temanmu?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Pemeliharaan Allah Melalui Kehadiran Orang-orang di Lingkungan Keluarga dan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.3 Menunjukkan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang-orang di sekitarnya di lingkungan keluarga
  • TP 3.3.4 Menunjukkan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang-orang di sekitarnya di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan menyanyikan lagu pujian 'Bila Yesus Berada di Tengah Keluarga' dengan gembira (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan satu contoh tindakan orang tua di rumah dan satu tindakan guru atau teman di sekolah yang membuatmu merasa dipelihara oleh Allah!' (acuan jawaban: di rumah seperti orang tua memasak, merawat saat sakit, atau memberi nasihat; di sekolah seperti guru mengajar dengan sabar atau teman mengajak bermain dan berbagi alat tulis) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak pembacaan teks Alkitab Amsal 4:1-4 dan penjelasan guru bahwa Allah memelihara hidup manusia secara nyata melalui orang-orang di sekitarnya, yaitu anggota keluarga di rumah (ayah, ibu, saudara) serta guru dan teman di sekolah (10 menit).
  • Murid mengamati 4 kartu situasi pemeliharaan Allah yang ditempel di papan tulis: Kartu A (Ibu merawat anak yang sedang demam di rumah), Kartu B (Guru membimbing murid membaca di kelas), Kartu C (Ayah membacakan cerita dan menasihati anak sebelum tidur), dan Kartu D (Teman meminjamkan pensil saat belajar di kelas), kemudian murid bersama guru membedakan lingkungan kehadiran orang-orang tersebut (acuan: Kartu A & C = Lingkungan Keluarga; Kartu B & D = Lingkungan Sekolah) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Tebak & Tunjuk Kartu Pemeliharaan' secara menggembirakan: secara bergantian, seorang murid mengambil 1 dari 4 kartu peran lalu membacakan kegiatannya, dan pasangannya berlari kecil menunjukkan papan pos yang tepat ('Pos Keluarga' atau 'Pos Sekolah') serta menyebutkan bentuk pemeliharaan Allah di dalamnya (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar aktivitas 'Menjodohkan Pemeliharaan Allah' dengan menghubungkan 4 pernyataan kehadiran orang kepada lingkungan yang tepat (Keluarga atau Sekolah): (1) 'Ayah bekerja keras memenuhi kebutuhan makan dan sekolah' -> Lingkungan Keluarga; (2) 'Ibu guru mengajarkan kami membaca Alkitab dan berhitung' -> Lingkungan Sekolah; (3) 'Kakak membantu merapikan tempat tidur adik' -> Lingkungan Keluarga; (4) 'Teman sekelas menjenguk dan mendoakan saat aku sakit' -> Lingkungan Sekolah (acuan: butir 1 & 3 ke Keluarga; butir 2 & 4 ke Sekolah) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru merefleksikan bagaimana Allah hadir memelihara hidup mereka setiap hari lewat kasih sayang orang tua dan pertolongan teman serta bimbingan guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan bahwa kehadiran keluarga di rumah dan guru serta teman di sekolah adalah bukti nyata kasih dan pemeliharaan Allah (5 menit).
  • Murid dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini, melantunkan doa syukur atas kehadiran keluarga dan sekolah, lalu mengakhiri kelas dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan kartu teks deskriptif bagi murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan membedakan peran orang di keluarga dan sekolah; memberikan tantangan tambahan bagi murid yang cepat untuk menyebutkan contoh kehadiran anggota keluarga besar (kakek/nenek) dan petugas sekolah (penjaga/satpam).
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemeliharaan Allah melalui garis penghubung pada lembar kerja bergambar atau menuliskan tanda centang pada tabel klasifikasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid menyebutkan 1 contoh pemeliharaan Allah melalui keluarga (misal: ibu memasak/merawat saat sakit) dan 1 contoh melalui sekolah (misal: guru mengajar/teman menemani bermain).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam aktivitas 'Tebak & Tunjuk Kartu Pemeliharaan' berpasangan, mengamati kemampuan murid menunjukkan peran keluarga dan warga sekolah sebagai wujud pemeliharaan Allah.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil lembar kerja menjodohkan 4 butir pernyataan pemeliharaan Allah: (1) Ayah bekerja mencukupi kebutuhan (Keluarga); (2) Ibu guru mengajar di kelas (Sekolah); (3) Kakak membantu merapikan tempat tidur (Keluarga); (4) Teman sekelas mendoakan saat sakit (Sekolah). Acuan ketuntasan: minimal 3 dari 4 butir dijodohkan dengan tepat.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan memasangkan kartu pemeliharaan Allah di lingkungan keluarga dan sekolah.
  • Pemeriksaan ketepatan pengerjaan lembar kerja menjodohkan bentuk pemeliharaan Allah pada lingkungan keluarga dan sekolah.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang-orang di lingkungan keluargaBelum mampu menunjukkan bentuk pemeliharaan Allah melalui kehadiran anggota keluarga meski diberi bimbingan langsung.Mampu menunjukkan 1 bentuk pemeliharaan Allah melalui kehadiran anggota keluarga dengan bantuan arahan guru.Mampu menunjukkan 2 bentuk pemeliharaan Allah melalui kehadiran anggota keluarga (ayah merawat/bekerja, kakak/ibu menolong) secara tepat.Mampu menunjukkan lebih dari 2 bentuk pemeliharaan Allah melalui kehadiran anggota keluarga secara mandiri dan tepat.
Menunjukkan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang-orang di lingkungan sekolahBelum mampu menunjukkan bentuk pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang-orang di sekolah meski diberi bimbingan langsung.Mampu menunjukkan 1 bentuk pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang di sekolah (guru atau teman) dengan bantuan arahan guru.Mampu menunjukkan 2 bentuk pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang di sekolah (guru mengajar, teman menolong/berbagi) secara tepat.Mampu menunjukkan lebih dari 2 bentuk pemeliharaan Allah melalui kehadiran berbagai warga sekolah secara mandiri dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan berpasangan efektif membantu murid memahami kehadiran orang di sekitar sebagai cara Allah memelihara hidup mereka?
  • Apakah ada murid yang masih kesulitan membedakan bentuk pemeliharaan Allah di lingkungan keluarga dan sekolah?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan tadi yang paling membuatmu senang?
  • Siapa orang di rumah dan di sekolah yang ingin kamu ucapkan terima kasih atas pertolongan yang mereka berikan?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.1 Mengidentifikasi bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 3.3.2 Menceritakan pemeliharaan Allah pada dirinya melalui pengalaman pribadi
  • TP 3.3.3 Menunjukkan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang-orang di sekitarnya di lingkungan keluarga
  • TP 3.3.4 Menunjukkan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang-orang di sekitarnya di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama mengucap syukur atas pemeliharaan Allah, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-4, yaitu melaksanakan asesmen sumatif bab untuk menunjukkan pemahaman mengenai pemeliharaan Allah pada diri sendiri, keluarga, dan sekolah melalui tugas tertulis kelompok serta unjuk kerja lisan mandiri (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Tertulis kepada setiap kelompok dan menjelaskan petunjuk pengerjaan Bagian A (menjodohkan 4 peran anggota keluarga) dan Bagian B (menentukan 4 tindakan saling mengasihi/menghormati di sekolah), serta menjelaskan mekanisme rotasi unjuk kerja lisan di meja guru (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid bekerja dalam kelompok mengerjakan Lembar Kerja Tertulis (durasi 40 menit): Bagian A menjodohkan peran keluarga: (1) Ayah/Ibu bekerja mencari nafkah dan merawat anak -> pemeliharaan Allah melalui orang tua mencukupi kebutuhan jasmani; (2) Kakek/Nenek memberikan nasihat bijak -> pemeliharaan Allah memberi bimbingan hidup; (3) Kakak/Adik saling menemani bermain dan belajar -> pemeliharaan Allah memberi sukacita dan persahabatan di rumah; (4) Orang tua mendoakan dan mengajarkan firman Tuhan -> pemeliharaan Allah melalui pendidikan iman (acuan: kunci penjodohan 1-4 tepat). Bagian B menentukan tindakan di sekolah: (1) Menolong teman yang terjatuh saat berbaris; (2) Memperhatikan guru yang sedang mengajar di kelas; (3) Berbagi makanan atau alat tulis dengan rukun; (4) Menyapa petugas kebersihan dan penjaga sekolah dengan sopan (acuan: murid menentukan 4 tindakan tepat sebagai bukti mengasihi/menghormati di sekolah) (40 menit).
  • Secara bergiliran dan berotasi selama kelas beraktivitas kelompok dan mandiri, setiap murid maju ke meja guru secara individual (2 menit per murid x 28 murid = 56 menit, pembulatan sesi 50 menit) untuk unjuk kerja lisan: (1) Mengidentifikasi minimal 2 bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya sehari-hari (acuan: kesehatan, makanan/pakaian, perlindungan saat berangkat ke sekolah, atau nafas hidup); (2) Menceritakan 1 pengalaman pribadi nyata saat merasakan pemeliharaan Allah (acuan kriteria: menyebutkan peristiwa nyata, pertolongan/pemeliharaan Allah yang dialami, dan rasa syukurnya) (45 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis kelompok dan memfasilitasi murid merefleksikan proses pengerjaan tugas sumatif serta pengalaman menceritakan pemeliharaan Allah yang baru saja mereka selesaikan (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum seluruh pembelajaran Bab 3 bahwa Allah memelihara hidup manusia secara nyata melalui diri sendiri, kehadiran keluarga, teman, dan guru (1 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas ketertiban dan kejujuran murid selama asesmen, lalu menutup sesi dengan doa syukur atas kasih pemeliharaan Allah (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format lembar kerja dengan huruf yang lebih besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual tanpa mengubah teks soal.
  • Proses: Pemberian waktu jeda hening sejenak sebelum penuturan lisan bagi murid yang memerlukan penyesuaian kecemasan tanpa mengubah pertanyaan pemantik lisan.
  • Produk: Format tugas tertulis dan unjuk kerja lisan tetap seragam sesuai ketentuan asesmen sumatif bab.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan asesmen sumatif melalui pertanyaan lisan singkat di awal: 'Sebutkan satu contoh pemeliharaan Allah yang kamu rasakan sejak bangun tidur hingga tiba di sekolah pagi ini!' (acuan jawaban: nafas hidup/tubuh sehat, sarapan pagi, atau diantar orang tua dengan selamat).

Proses:

  • Pemantauan keterlibatan murid dalam pengerjaan lembar kerja tertulis kelompok dan pencatatan ketertiban rotasi giliran unjuk kerja lisan ke meja guru.

Sumatif Bab:

  • kombinasi penugasan tertulis dan unjuk kerja bercerita bergiliran: lembar kerja tertulis pemeliharaan Allah dalam keluarga dan sekolah serta penuturan lisan pengalaman pribadi dan contoh pemeliharaan Allah secara bergantian
  • penugasan tertulis: lembar kerja berisi penjodohan peran anggota keluarga dan penentuan tindakan saling mengasihi/menghormati di sekolah sebagai bukti pemeliharaan Allah (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
  • unjuk kerja bercerita dan menjawab lisan secara bergiliran: penuturan lisan pengalaman pribadi dan jawaban lisan menyebutkan bentuk pemeliharaan Allah dinilai 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat kelas beraktivitas mandiri (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita dan identifikasi lisan)

Sumatif:

  • kombinasi penugasan tertulis dan unjuk kerja bercerita bergiliran: lembar kerja tertulis pemeliharaan Allah dalam keluarga dan sekolah serta penuturan lisan pengalaman pribadi dan contoh pemeliharaan Allah secara bergantian
  • penugasan tertulis: lembar kerja berisi penjodohan peran anggota keluarga dan penentuan tindakan saling mengasihi/menghormati di sekolah sebagai bukti pemeliharaan Allah (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
  • unjuk kerja bercerita dan menjawab lisan secara bergiliran: penuturan lisan pengalaman pribadi dan jawaban lisan menyebutkan bentuk pemeliharaan Allah dinilai 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat kelas beraktivitas mandiri (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita dan identifikasi lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya (TP 3.3.1)Belum mampu menyebutkan bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya dalam kehidupan sehari-hari.Menyebutkan 1 bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya dalam kehidupan sehari-hari (acuan: kesehatan, makanan/pakaian, perlindungan perjalanan, nafas hidup).Mengidentifikasi 2 bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat (acuan: kesehatan, makanan/pakaian, perlindungan perjalanan, nafas hidup).Mengidentifikasi 3 atau lebih bentuk pemeliharaan Allah pada dirinya dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat dan lancar secara mandiri.
Menceritakan pemeliharaan Allah pada dirinya melalui pengalaman pribadi (TP 3.3.2)Belum mampu menceritakan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah meskipun dipandu guru.Menceritakan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah namun belum memuat unsur pertolongan Allah yang dialami secara jelas.Menceritakan 1 pengalaman pribadi nyata saat merasakan pemeliharaan Allah dengan memuat peristiwa, wujud pertolongan Allah, dan ungkapan syukur.Menceritakan pengalaman pribadi nyata tentang pemeliharaan Allah secara runtut, utuh (peristiwa, wujud pertolongan, rasa syukur), dan percaya diri tanpa ragu.
Menunjukkan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang-orang di keluarga (TP 3.3.3)Menjodohkan 0-1 butir peran anggota keluarga sebagai wujud pemeliharaan Allah dengan tepat.Menjodohkan 2 butir peran anggota keluarga sebagai wujud pemeliharaan Allah dengan tepat sesuai acuan kunci jawaban.Menjodohkan 3-4 butir peran anggota keluarga (orang tua bekerja/merawat, kakek/nenek menasihati, kakak/adik menemani, orang tua mendidik iman) dengan tepat sesuai acuan kunci jawaban.Menjodohkan seluruh 4 butir peran anggota keluarga dengan tepat sempurna dan mampu memberikan contoh peran tambahan di keluarga.
Menunjukkan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang-orang di sekolah (TP 3.3.4)Menentukan 0-1 butir tindakan mengasihi/menghormati di lingkungan sekolah dengan tepat.Menentukan 2 butir tindakan mengasihi/menghormati di lingkungan sekolah sebagai wujud pemeliharaan Allah dengan tepat.Menentukan 3-4 butir tindakan mengasihi/menghormati di sekolah (menolong teman jatuh, memperhatikan guru mengajar, berbagi rukun, menyapa petugas) dengan tepat sesuai acuan.Menentukan seluruh 4 butir tindakan di sekolah dengan tepat sempurna serta menjelaskan wujud saling mengasihi dengan teman dan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu rotasi unjuk kerja lisan 2 menit per murid terlaksana efektif dan mencakup seluruh murid kelas 3?
  • Bagaimana capaian ketuntasan murid pada materi pemeliharaan Allah di diri sendiri, keluarga, dan sekolah untuk tindak lanjut pembelajaran bab berikutnya?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas sumatif hari ini yang paling menunjukkan bahwa Allah benar-benar memelihara hidupmu?
  • Apakah kamu merasa senang dan bersyukur bisa menceritakan kebaikan Tuhan di depan guru hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Mazmur 40:6)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  4. Kartu gambar aktivitas pemeliharaan Allah (makan, bernapas, tidur, beraktivitas)
  5. Lembar Aktivitas Siswa 'Detektif Pemeliharaan Allah'
  6. Alkitab (Mazmur 40:6; Amsal 4:1-6)
  7. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  8. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  9. Buku Kidung Ceria (No. 194)
  10. Kartu topik panduan bercerita dan tongkat kecil untuk permainan bergilir
  11. Alkitab (Amsal 4:1-4)
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
  14. Set kartu situasi pemeliharaan Allah di keluarga dan sekolah
  15. Lembar kerja murid
  16. Alkitab: Amsal 4:1-6, Mazmur 40:6, Lukas 2:41-51
  17. Lembar Kerja Tertulis Asesmen Sumatif Bab 3

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.