Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Manusia Ciptaan Allah Dipanggil untuk Hidup Rukun dengan Sesama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Manusia Ciptaan Allah Dipanggil untuk Hidup Rukun dengan Sesama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Manusia Ciptaan Allah Dipanggil untuk Hidup Rukun dengan Sesama

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Manusia Ciptaan Allah Dipanggil untuk Hidup Rukun dengan Sesama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikManusia Ciptaan Allah Dipanggil untuk Hidup Rukun dengan Sesama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bahwa sebagai ciptaan Allah, manusia adalah makhluk sosial yang dipanggil untuk mengasihi dan hidup rukun dengan sesama berdasarkan Yohanes 15:17.
  2. Murid dapat menerapkan sikap hidup rukun terhadap teman, saudara, dan orang tua sebagai wujud nyata menjadi ciptaan Allah yang mencerminkan gambar dan rupa-Nya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu bertengkar dengan teman atau saudaramu? Bagaimana perasaanmu setelah bertengkar?
  2. Menurutmu, mengapa Allah menciptakan kita untuk hidup bersama orang lain, bukan sendirian saja?
  3. Apa yang harus kita lakukan agar bisa hidup damai dan rukun dengan teman-teman di sekolah maupun di rumah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar secara singkat.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid menuliskan atau menyebutkan secara lisan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka saat bermain bersama teman — hasilnya digunakan untuk memetakan pemahaman awal murid tentang kerukunan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu bertengkar dengan teman atau saudaramu? Bagaimana perasaanmu setelah itu?' dan memberi waktu 2–3 murid untuk menjawab.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah dipahami: 'Hari ini kita akan belajar tentang mengapa Allah ingin kita saling mengasihi dan hidup rukun, serta bagaimana cara kita melakukannya.'
  • Guru menginformasikan alur kegiatan: membaca Alkitab bersama, bermain peran, dan merefleksikan pelajaran.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Alkitab atau buku siswa dan membaca Yohanes 15:17 bersama-sama dengan lantang: 'Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemandu: 'Siapakah yang memberikan perintah ini? Kepada siapa perintah ini ditujukan? Apa artinya saling mengasihi?'
  • Murid menjawab pertanyaan secara lisan; guru menampung semua jawaban di papan tulis tanpa menghakimi — ini membangun kesadaran bahwa setiap suara dihargai (Berkesadaran).
  • Guru menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial — artinya kita butuh orang lain dan orang lain pun butuh kita, sehingga hidup rukun bukan sekadar aturan tetapi adalah panggilan Allah bagi kita.
  • Guru menjelaskan arti kata 'rukun': baik, damai, tidak bertengkar, bersatu hati, serta memberikan contoh konkret: menghargai perbedaan pendapat, mau mendengarkan, saling menolong.
  • Guru menunjukkan gambar atau ilustrasi dari buku siswa (halaman 'Mari Mengamati') yang memperlihatkan anak-anak hidup rukun, dan meminta murid menceritakan apa yang mereka lihat.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan kartu situasi — setiap kartu berisi skenario kehidupan sehari-hari, misalnya: 'Adikmu merusak mainanmu secara tidak sengaja', 'Temanmu tidak diajak bermain oleh kelompok lain', 'Saudaramu mengambil camilanmu tanpa izin'.
  • Setiap kelompok mendiskusikan: apa yang seharusnya dilakukan sesuai perintah Allah dalam Yohanes 15:17, lalu memeragakannya dalam bentuk bermain peran singkat (role-play) di depan kelas (Menggembirakan).
  • Saat kelompok lain tampil, murid yang menonton diberikan tugas mengamati dan mencatat satu sikap rukun yang mereka lihat dalam penampilan kelompok tersebut.
  • Setelah semua kelompok tampil, guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Sikap rukun apa saja yang sudah kalian lihat tadi? Apakah mudah atau sulit melakukannya? Mengapa?'
  • Guru menghubungkan kembali hasil diskusi dengan konsep bahwa menerapkan sikap rukun adalah cara kita mencerminkan gambar dan rupa Allah dalam kehidupan nyata (Bermakna).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar refleksi sederhana berisi tiga pertanyaan: (1) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah..., (2) Satu sikap rukun yang sudah aku lakukan adalah..., (3) Satu hal yang ingin aku lakukan lebih baik mulai besok adalah... (Berkesadaran).
  • Murid mengisi lembar refleksi secara mandiri selama 3–4 menit dalam suasana tenang.
  • Guru mengajak 2–3 murid secara sukarela berbagi hasil refleksinya kepada kelas.
  • Guru menutup tahap inti dengan menegaskan: 'Kita semua adalah ciptaan Allah yang berharga. Ketika kita hidup rukun, kita sedang menunjukkan kasih Allah kepada dunia.' (Bermakna)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pelajaran hari ini: Allah memerintahkan kita untuk saling mengasihi (Yohanes 15:17) karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan; hidup rukun adalah wujud kita sebagai gambar dan rupa Allah.
  • Asesmen Akhir: Murid menjawab 2 pertanyaan tertulis di buku tulis — (1) Apa tugas yang Allah berikan kepada manusia sesuai Yohanes 15:17? (2) Sebutkan dua contoh sikap rukun yang bisa kamu lakukan di rumah dan di sekolah.
  • Guru memberikan penguatan positif kepada murid yang aktif berpartisipasi dan mendorong semua murid untuk mempraktikkan satu sikap rukun di rumah malam ini.
  • Guru meminta murid melengkapi kotak jawaban refleksi di buku siswa sebagai penanda akhir pelajaran.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa syukur bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah familiar dengan teks Alkitab diberi kartu situasi yang lebih kompleks (konflik antar teman berbeda pendapat). Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu situasi yang lebih sederhana dengan gambar pendukung dan pilihan jawaban.
  • Proses: Murid yang cepat memahami materi dapat langsung mengerjakan lembar refleksi lanjutan dan diminta menuliskan satu ayat Alkitab lain yang berkaitan dengan kerukunan. Murid yang membutuhkan waktu lebih dibimbing guru atau teman sebaya saat mengisi lembar refleksi.
  • Produk: Murid yang lebih mampu dapat menuliskan paragraf pendek (3–4 kalimat) tentang pengalamannya hidup rukun. Murid yang membutuhkan dukungan cukup menggambar satu contoh sikap rukun dan menuliskan satu kalimat deskripsinya.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menyebutkan atau menuliskan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka saat bermain atau bekerja sama dengan teman — digunakan guru untuk memetakan pemahaman awal tentang kerukunan sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Menurutmu, apa itu hidup rukun?' — jawaban dicatat di papan tulis sebagai peta konsep awal yang akan disempurnakan bersama selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi saat diskusi kelompok: guru berkeliling mengamati apakah murid mampu mengidentifikasi sikap rukun dan menghubungkannya dengan perintah Allah dalam Yohanes 15:17.
  • Penilaian bermain peran: guru menggunakan rubrik observasi singkat untuk menilai kemampuan murid menerapkan sikap rukun dalam skenario kehidupan sehari-hari.
  • Lembar refleksi tiga pertanyaan: guru membaca hasil isian murid untuk mengetahui pemahaman dan kesadaran diri murid sebelum sesi penutup.

Akhir:

  • Murid menjawab dua pertanyaan tertulis di buku tulis: (1) Apa tugas yang Allah berikan kepada manusia sesuai Yohanes 15:17? (2) Sebutkan dua contoh sikap rukun yang bisa kamu lakukan di rumah dan di sekolah.
  • Guru menilai jawaban menggunakan rubrik 4 level untuk mengukur ketercapaian TP 3.2.3.1 (menjelaskan) dan TP 3.2.3.2 (menerapkan).

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi tanya jawab dan aktivitas kelompok (bermain peran).
  • Catatan guru saat murid memeragakan sikap rukun dalam role-play — guru menilai kesesuaian sikap dengan nilai Kristiani.
  • Lembar refleksi tiga pertanyaan yang diisi murid secara mandiri pada tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Jawaban tertulis dua pertanyaan di buku tulis pada kegiatan penutup: (1) Perintah Allah dalam Yohanes 15:17, (2) Dua contoh sikap rukun di rumah dan di sekolah.
  • Kelengkapan pengisian kotak jawaban refleksi di buku siswa.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan makna hidup rukun berdasarkan Yohanes 15:17 (TP 3.2.3.1)Murid belum dapat menyebutkan isi perintah Allah dalam Yohanes 15:17 dan tidak dapat menjelaskan arti hidup rukun.Murid dapat menyebutkan isi Yohanes 15:17 namun belum dapat menjelaskan hubungannya dengan hidup rukun sebagai makhluk sosial ciptaan Allah.Murid dapat menjelaskan bahwa Yohanes 15:17 berisi perintah untuk saling mengasihi dan menghubungkannya dengan konsep manusia sebagai makhluk sosial ciptaan Allah.Murid dapat menjelaskan dengan lancar bahwa Allah memerintahkan manusia untuk saling mengasihi dan hidup rukun (Yohanes 15:17) karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan sebagai bagian dari rancangan Allah, disertai contoh konkret.
Menerapkan sikap hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari (TP 3.2.3.2)Murid belum dapat menyebutkan contoh sikap rukun di rumah maupun di sekolah.Murid dapat menyebutkan satu contoh sikap rukun tetapi belum dapat menghubungkannya dengan dirinya sebagai ciptaan Allah.Murid dapat menyebutkan dua atau lebih contoh sikap rukun di rumah dan di sekolah serta menjelaskan bahwa sikap tersebut mencerminkan dirinya sebagai ciptaan Allah.Murid dapat menyebutkan beragam contoh sikap rukun di berbagai konteks (dengan teman, saudara, dan orang tua), menjelaskan mengapa itu penting sebagai wujud menjadi gambar dan rupa Allah, dan menunjukkan komitmen untuk melakukannya.
Partisipasi dalam diskusi dan bermain peranMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok maupun bermain peran.Murid berpartisipasi dengan dorongan dari guru atau teman, namun kontribusinya masih sangat terbatas.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi dan bermain peran dengan menyampaikan pendapat atau memerankan sikap rukun secara memadai.Murid sangat aktif dalam diskusi, memerankan sikap rukun dengan tepat dan ekspresif, serta memberikan umpan balik yang membangun kepada kelompok lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami hubungan antara Yohanes 15:17 dan konsep hidup rukun? Murid mana yang masih membutuhkan pendampingan lebih?
  • Apakah aktivitas bermain peran efektif membantu murid menerapkan nilai kerukunan dalam konteks nyata? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah alokasi waktu sudah sesuai untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah cukup menjangkau murid dengan kecepatan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang hidup rukun adalah...
  • Satu contoh sikap rukun yang sudah aku lakukan adalah... dan rasanya...
  • Satu hal yang ingin aku lakukan lebih baik mulai besok agar hidupku lebih rukun dengan teman, saudara, atau orang tuaku adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — Yohanes 15:17
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas III SD (Kemendikbudristek)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas III SD (Kemendikbudristek)
  4. Kartu situasi (kartu skenario buatan guru untuk aktivitas bermain peran — dicetak atau ditulis tangan)
  5. Lembar refleksi tiga pertanyaan (disiapkan guru)
  6. Gambar atau ilustrasi anak-anak hidup rukun (dari buku siswa atau gambar tambahan dari guru)
  7. Papan tulis dan spidol untuk mencatat jawaban peta konsep awal

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.