Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Manusia sebagai Ciptaan Allah yang Istimewa dan Bersyukur atas Keberadaan Diri

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Manusia sebagai Ciptaan Allah yang Istimewa dan Bersyukur atas Keberadaan Diri". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3: Manusia sebagai Ciptaan Allah yang Istimewa dan Bersyukur atas Keberadaan Diri

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Manusia sebagai Ciptaan Allah yang Istimewa dan Bersyukur atas Keberadaan Diri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikManusia sebagai Ciptaan Allah yang Istimewa dan Bersyukur atas Keberadaan Diri
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan sikap bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan dirinya dengan cara menerima dan menghargai keberadaan diri sendiri sebagai ciptaan Allah yang berharga.
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa dirinya sebagai makhluk individu diciptakan Allah dengan keunikan dan keistimewaan tersendiri yang patut disyukuri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu bercermin dan memperhatikan dirimu dengan seksama? Apa yang kamu lihat dan rasakan?
  2. Menurutmu, mengapa setiap orang tampak berbeda satu sama lain, padahal kita semua diciptakan oleh Allah?
  3. Apa artinya menjadi 'istimewa' bagimu? Apakah kamu merasa dirimu istimewa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka. Guru mengajak murid untuk duduk dengan tenang, memejamkan mata sejenak, dan mengucap syukur dalam hati atas hari yang baru.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid dengan cara yang hangat.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid menuliskan atau menyebutkan satu kata yang menggambarkan diri mereka sendiri di selembar kertas kecil (sticky note atau kertas HVS yang dipotong). Guru mengamati respons murid untuk mengetahui seberapa jauh murid sudah mengenal dan menghargai diri sendiri.
  • Guru menempelkan kata-kata murid di papan tulis dan membacanya bersama-sama. Guru menyampaikan bahwa semua kata itu menggambarkan keistimewaan masing-masing murid yang merupakan pemberian Allah.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar bahwa kita masing-masing adalah ciptaan Allah yang istimewa dan bagaimana kita bersyukur atas keberadaan diri kita.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik kepada murid untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan diskusi awal.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks Alkitab Kejadian 1:26-28 dengan suara yang jelas dan ekspresif. Murid mengikuti dari Alkitab atau buku siswa masing-masing.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman: 'Apa yang kamu pahami dari ayat ini tentang bagaimana Allah menciptakan manusia?' dan 'Apa yang membuat manusia berbeda dari ciptaan Allah lainnya seperti tumbuhan dan hewan?'
  • Guru menjelaskan bahwa manusia diciptakan Allah sebagai puncak ciptaan-Nya — diciptakan dengan penuh perhatian dan kasih, bukan sekadar dengan berfirman seperti ciptaan lainnya. Guru menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak kelas 3.
  • Guru menampilkan gambar atau ilustrasi dari buku siswa (halaman bab 2) yang menunjukkan keragaman anak-anak: berbeda warna rambut, tinggi badan, suku, dan ciri fisik lainnya.
  • Guru mengajak murid mendiskusikan: 'Kalau Allah menciptakan kita berbeda-beda, apa artinya? Apakah perbedaan itu membuat salah satu dari kita kurang berharga?' Guru memandu murid untuk memahami bahwa setiap perbedaan adalah bagian dari rencana Allah dan setiap orang diciptakan unik dan istimewa.
  • Guru merangkum poin utama: (1) Manusia adalah puncak ciptaan Allah; (2) Setiap manusia diciptakan unik dan istimewa; (3) Keunikan kita adalah tanda kasih Allah kepada kita.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Cermin Istimewa-ku' (pola cermin seperti yang ada di buku siswa, halaman 21-22, yang sudah diperbanyak oleh guru). Setiap murid mendapatkan satu lembar.
  • Guru menjelaskan petunjuk kegiatan: murid menempelkan foto diri (yang sudah disiapkan guru/murid dari rumah) atau menggambar wajah sendiri di tengah pola cermin. Di sekeliling gambar/foto, murid menuliskan 3-5 keistimewaan atau hal yang mereka syukuri dari diri mereka sendiri (contoh: 'saya pandai bernyanyi', 'saya suka menolong teman', 'saya memiliki senyum yang indah').
  • Di bagian bawah gambar/foto, murid menuliskan kalimat: 'Allah menciptakan saya dengan istimewa.'
  • Guru memutarkan lagu rohani anak-anak yang bertemakan syukur dan kasih Allah sebagai latar belakang selama murid mengerjakan aktivitas kreatif ini, menciptakan suasana yang menyenangkan dan penuh sukacita.
  • Guru berkeliling kelas, mengamati pekerjaan murid, memberikan semangat dan umpan balik singkat kepada murid yang membutuhkan bantuan (misalnya murid yang kesulitan menemukan keistimewaan dirinya, guru membantu dengan pertanyaan pandu seperti: 'Kegiatan apa yang paling kamu suka? Apa yang teman-temanmu sering pujikan darimu?').
  • Setelah selesai, beberapa murid (3-4 orang sukarela) diminta maju ke depan untuk memperlihatkan dan menceritakan 'Cermin Istimewa-ku' mereka kepada teman-teman.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk duduk dengan nyaman, mengambil napas dalam-dalam, dan merenungkan sebentar kegiatan yang baru mereka lakukan.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan secara klasikal: 'Setelah kamu menuliskan keistimewaan dirimu, apa yang kamu rasakan tentang dirimu sendiri?' dan 'Bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa Allah menciptakanmu dengan penuh kasih dan perhatian?'
  • Guru meminta murid mengisi Lembar Penilaian Diri sederhana (diadaptasi dari buku siswa hal. 31) dengan memberikan tanda centang pada pernyataan: 'Saya menghargai kelebihan diri sendiri', 'Saya menerima kekurangan diri saya', 'Saya bersyukur atas diri saya yang diciptakan Allah', dengan pilihan: Tidak Pernah / Jarang / Sering / Selalu.
  • Guru memandu murid untuk menutup refleksi dengan doa syukur pendek yang dipimpin guru, mengucapkan terima kasih kepada Allah atas keistimewaan diri masing-masing. Guru dapat mengajak murid untuk menirukan doa bersama-sama.
  • Guru menegaskan pesan utama: bersyukur kepada Allah bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan cara menerima dan menghargai diri sendiri sebagaimana Allah telah menciptakan kita.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran hari ini: manusia adalah ciptaan Allah yang paling istimewa, setiap orang memiliki keunikan yang merupakan anugerah Allah, dan kita bersyukur dengan cara menerima dan menghargai diri sendiri.
  • Guru memajang beberapa karya 'Cermin Istimewa-ku' di papan display kelas sebagai apresiasi atas karya murid.
  • Guru memberikan pesan tindak lanjut untuk di rumah: 'Ceritakan kepada orang tuamu tiga hal istimewa yang kamu temukan tentang dirimu hari ini, dan bersama-sama ucapkan terima kasih kepada Allah atas keistimewaan tersebut.' (Kegiatan Bersama Orang Tua sesuai buku siswa).
  • Guru menutup pelajaran dengan doa penutup dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyediakan kartu kata bergambar berisi daftar contoh keistimewaan diri (seperti: 'suka menolong', 'pandai menggambar', 'rajin berdoa') sebagai referensi untuk mengisi lembar 'Cermin Istimewa-ku'. Untuk murid yang sudah cepat memahami, guru meminta mereka menuliskan juga ayat Alkitab favorit yang berkaitan dengan tema dan menjelaskan hubungannya dengan keistimewaan ciptaan Allah.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dapat mengerjakan lembar 'Cermin Istimewa-ku' secara lisan bersama guru atau teman sebaya, bukan tertulis. Murid yang sudah selesai lebih awal dapat diminta membantu teman yang kesulitan atau menambahkan hiasan pada karya mereka sambil memikirkan lebih banyak keistimewaan dirinya.
  • Produk: Murid dapat memilih cara mengekspresikan rasa syukur mereka: menggambar diri sendiri dan menuliskan keistimewaan, membuat cerita pendek lisan tentang dirinya, atau menghias lembar 'Cermin Istimewa-ku' dengan warna dan gambar sesuai kreativitas masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan satu kata yang menggambarkan diri mereka sendiri di kertas kecil (sticky note). Guru mengamati apakah murid menggunakan kata-kata positif atau negatif tentang diri sendiri, sebagai indikator pemahaman awal tentang penghargaan diri.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang merasa dirinya istimewa? Mengapa?' untuk mengukur pemahaman awal murid tentang konsep keistimewaan diri sebagai ciptaan Allah.

Proses:

  • Observasi aktif guru saat diskusi tahap Memahami: guru mencatat murid yang dapat menjawab pertanyaan tentang manusia sebagai puncak ciptaan Allah berdasarkan Kejadian 1:26-28.
  • Pengamatan saat murid mengerjakan lembar 'Cermin Istimewa-ku': guru memperhatikan apakah murid dapat mengidentifikasi minimal 3 keistimewaan dirinya dan menuliskan kalimat syukur.
  • Umpan balik lisan guru kepada murid selama kegiatan berlangsung, khususnya kepada murid yang tampak kesulitan menemukan keistimewaan dirinya.

Akhir:

  • Penilaian hasil karya 'Cermin Istimewa-ku' menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada dua aspek: (1) kemampuan menjelaskan keunikan diri sebagai ciptaan Allah, dan (2) ungkapan syukur kepada Allah atas keberadaan diri.
  • Lembar Penilaian Diri murid (diadaptasi dari buku siswa) yang mengukur seberapa sering murid menghargai kelebihan diri, menerima kekurangan diri, dan bersyukur atas diri yang diciptakan Allah.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi pada tahap Memahami: apakah murid dapat menjawab pertanyaan tentang keistimewaan manusia sebagai ciptaan Allah.
  • Pengamatan proses pengerjaan lembar 'Cermin Istimewa-ku': apakah murid mampu mengidentifikasi keistimewaan dirinya dan menghubungkannya dengan karya Allah.
  • Penilaian Diri murid menggunakan lembar centang (Tidak Pernah / Jarang / Sering / Selalu) pada tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Hasil karya 'Cermin Istimewa-ku': dinilai berdasarkan rubrik yang mencakup aspek pemahaman (keistimewaan diri sebagai ciptaan Allah) dan sikap syukur yang ditampilkan dalam karya.
  • Kemampuan murid menceritakan keistimewaan dirinya di depan kelas secara lisan (bagi murid yang tampil sukarela), dinilai menggunakan rubrik komunikasi dan pemahaman konsep.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan keunikan dan keistimewaan diri sebagai ciptaan Allah (TP 3.2.2.2)Murid belum mampu menyebutkan keistimewaan dirinya dan belum dapat menghubungkan dirinya dengan karya penciptaan Allah.Murid dapat menyebutkan 1 keistimewaan dirinya namun belum dapat menjelaskan hubungannya dengan Allah sebagai Pencipta.Murid dapat menyebutkan 2-3 keistimewaan dirinya dan menjelaskan bahwa keistimewaan tersebut merupakan pemberian Allah.Murid dapat menjelaskan dengan kalimat sendiri bahwa dirinya diciptakan Allah dengan unik dan istimewa, menyebutkan lebih dari 3 keistimewaan dirinya, serta mengaitkannya dengan teks Alkitab (Kejadian 1:26-28).
Menunjukkan sikap bersyukur kepada Allah melalui penerimaan dan penghargaan diri (TP 3.2.2.1)Murid belum menunjukkan sikap bersyukur dan cenderung merespons negatif terhadap diri sendiri (misalnya: menolak menuliskan keistimewaan diri atau merasa dirinya tidak istimewa).Murid menuliskan kalimat syukur pada lembar 'Cermin Istimewa-ku' namun tampak belum sepenuhnya meyakini apa yang ditulisnya.Murid menuliskan kalimat syukur dengan sungguh-sungguh dan mengekspresikan rasa syukur melalui karya yang dikerjakan dengan antusias.Murid mengekspresikan rasa syukur kepada Allah dengan tulus melalui karya dan kata-kata, serta mampu menjelaskan kepada teman mengapa ia merasa bersyukur atas dirinya yang diciptakan Allah.
Kualitas karya 'Cermin Istimewa-ku'Lembar kerja tidak diisi atau hanya diisi sebagian kecil tanpa kalimat syukur.Lembar kerja diisi dengan foto/gambar diri dan kalimat syukur, namun keistimewaan diri tidak ditulis.Lembar kerja diisi lengkap: foto/gambar diri, kalimat syukur, dan minimal 2 keistimewaan diri.Lembar kerja diisi lengkap dan kreatif: foto/gambar diri, kalimat syukur, lebih dari 3 keistimewaan diri, serta dihiasi dengan estetika yang mencerminkan ekspresi diri murid.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mengidentifikasi keistimewaan dirinya? Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih dalam membangun rasa percaya diri dan penghargaan diri?
  • Apakah pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan sudah cukup memancing murid untuk berpikir dan merasakan bahwa dirinya adalah ciptaan Allah yang berharga?
  • Apakah kegiatan 'Cermin Istimewa-ku' efektif sebagai jembatan antara pemahaman konsep (Allah Pencipta) dan sikap bersyukur yang konkret?
  • Apakah saya sudah memberikan umpan balik yang cukup dan tepat kepada murid yang membutuhkan dukungan, terutama mereka yang tampak kurang percaya diri?
  • Apa yang perlu saya perbaiki pada pertemuan berikutnya agar murid semakin memahami dan menghayati keistimewaan dirinya sebagai ciptaan Allah?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang dirimu sendiri sebagai ciptaan Allah?
  • Bagaimana perasaanmu setelah menuliskan keistimewaan-keistimewaan yang ada dalam dirimu?
  • Apa satu langkah kecil yang akan kamu lakukan mulai hari ini untuk menunjukkan bahwa kamu bersyukur atas dirimu yang diciptakan Allah dengan istimewa?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — Kejadian 1:26-28
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Bab 2: Manusia Ciptaan Allah, halaman 21-23 dan 30-32)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
  4. Lembar kerja 'Cermin Istimewa-ku' (diperbanyak oleh guru dari pola di buku siswa halaman 22-23)
  5. Foto diri murid (disiapkan murid dari rumah) atau krayon/pensil warna untuk menggambar wajah
  6. Kertas kecil/sticky note untuk asesmen awal
  7. Spidol dan papan tulis/papan display untuk menempelkan kata-kata murid
  8. Lagu rohani anak-anak bertema syukur dan kasih Allah (diputar melalui speaker/perangkat audio)
  9. Gambar/ilustrasi keragaman anak-anak (dari buku siswa atau gambar yang disiapkan guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.