MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Allah Menciptakan Manusia Menurut Gambar dan Rupa-Nya INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Allah Menciptakan Manusia Menurut Gambar dan Rupa-Nya |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia (laki-laki dan perempuan) menurut gambar dan rupa-Nya berdasarkan Kejadian 1:26-28.
- Murid dapat membedakan cara Allah menciptakan manusia dengan cara Allah menciptakan makhluk lainnya sebagai bukti keistimewaan manusia sebagai ciptaan-Nya.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Menurutmu, siapa yang menciptakan kamu? Mengapa kamu yakin demikian?
- Apakah ada perbedaan antara cara Allah menciptakan manusia dengan cara Allah menciptakan hewan atau tumbuhan? Apa yang kamu ketahui?
- Apa artinya jika dikatakan bahwa kamu diciptakan menurut 'gambar dan rupa Allah'? Apa yang terlintas di pikiranmu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama untuk membuka pembelajaran.
- Guru melakukan presensi kehadiran murid.
- Asesmen awal (diagnostik): Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada murid — 'Siapa yang menciptakan manusia?' dan 'Bagaimana caranya?' — untuk mengetahui pemahaman awal murid sebelum pembelajaran dimulai. Guru mencatat respons murid secara singkat.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang murid merespons secara bebas tanpa penilaian benar/salah.
- Guru menyampaikan topik hari ini: 'Allah Menciptakan Manusia Menurut Gambar dan Rupa-Nya' dan menjelaskan tujuan pembelajaran secara singkat dengan bahasa yang mudah dipahami murid kelas 3.
- Guru membacakan Kejadian 1:26-28 bersama-sama sebagai pembuka sebelum masuk ke kegiatan inti.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid membaca ulang Kejadian 1:26-28 secara bergantian (satu kalimat per murid atau baris per baris) agar murid benar-benar menyimak teks Alkitab.
- Guru menjelaskan makna 'gambar dan rupa' (tselem dan demuth) dengan bahasa sederhana: manusia diciptakan dengan sifat-sifat baik seperti Allah, misalnya bisa mengasihi, berpikir, dan membedakan yang baik dan buruk.
- Guru menampilkan atau menggambar tabel perbandingan sederhana di papan tulis: (1) Cara Allah menciptakan hewan/tumbuhan — dengan berfirman 'Jadilah!'; (2) Cara Allah menciptakan manusia — dengan musyawarah ilahi 'Baiklah Kita menjadikan manusia...' dan dengan cara khusus.
- Guru mengajukan pertanyaan pengecekan pemahaman: 'Apa kata yang dipakai Allah sebelum menciptakan hewan?' dan 'Kata apa yang berbeda ketika Allah hendak menciptakan manusia?' Murid merespons secara lisan.
- Guru menegaskan bahwa manusia — laki-laki maupun perempuan — sama-sama diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, keduanya istimewa dan setara di hadapan Allah.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menerima lembar kerja 'Aku Istimewa Ciptaan Allah' yang berisi dua bagian: (1) kolom 'Sifat-sifat baik yang aku miliki sebagai gambar Allah' dan (2) kolom 'Perbedaan cara Allah menciptakan manusia dan makhluk lainnya'.
- Murid mengisi kolom pertama secara mandiri: menuliskan minimal 2 sifat baik dalam diri mereka (misalnya: bisa mengasihi teman, bisa berpikir, bisa menolong). Guru berkeliling membimbing murid yang kesulitan.
- Murid mengisi kolom kedua: menuliskan atau menggambar perbedaan cara Allah menciptakan manusia vs. makhluk lain berdasarkan Kejadian 1:26-28 yang sudah dipelajari.
- Guru meminta 2-3 murid secara sukarela membacakan atau menceritakan isian mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik positif dan meluruskan jika ada pemahaman yang kurang tepat.
- Guru mengajak murid mengungkapkan rasa syukur secara lisan: 'Ucapkan dalam hatimu satu kalimat syukur kepada Allah karena kamu diciptakan istimewa.' Beberapa murid diminta berbagi kalimat syukurnya.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk tenang sejenak (berkesadaran) dan mengajukan pertanyaan refleksi: 'Setelah belajar hari ini, apa yang kamu pahami tentang dirimu sebagai ciptaan Allah yang istimewa?'
- Murid menuliskan jawaban refleksi singkat pada bagian bawah lembar kerja mereka: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah...' dan 'Karena aku diciptakan menurut gambar Allah, aku akan...'
- Murid melakukan penilaian diri (self-assessment) dengan mengisi tabel sederhana: memberi tanda centang pada kolom 'Sudah Paham / Belum Paham' untuk dua tujuan pembelajaran yang dipelajari hari ini.
- Guru memfasilitasi diskusi singkat: murid yang sudah paham diminta membantu menjelaskan kepada teman yang belum paham dengan kalimat mereka sendiri (peer learning).
- Guru merangkum poin-poin utama pembelajaran dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari murid: 'Karena kita diciptakan menurut gambar Allah, kita dipanggil untuk bertindak baik kepada sesama, hewan, dan alam.'
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: Allah menciptakan manusia dengan cara yang istimewa, menurut gambar dan rupa-Nya, berbeda dari cara Ia menciptakan makhluk lainnya.
- Asesmen akhir: Guru memberikan 2 pertanyaan lisan/tertulis singkat sebagai post-test — (1) 'Tuliskan satu perbedaan cara Allah menciptakan manusia dibanding hewan!' dan (2) 'Apa artinya manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah?' Murid menjawab di selembar kertas kecil (exit ticket).
- Guru menyampaikan kegiatan tindak lanjut di rumah: murid diminta bercerita kepada orang tua tentang apa yang dipelajari hari ini dan menanyakan kepada orang tua sifat baik apa yang mereka lihat ada dalam diri murid.
- Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid menyanyikan bersama lagu rohani anak sederhana yang relevan (misalnya: 'Tuhan Menciptakan Aku') sebagai ekspresi syukur.
- Guru memimpin doa penutup dan mengucapkan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum lancar membaca Alkitab diberikan teks Kejadian 1:26-28 versi yang sudah disederhanakan dalam bahasa anak. Murid yang sudah mahir diberikan teks asli dan diminta mencari kata kunci 'tselem' dan 'demuth' dalam catatan Alkitab atau kamus Alkitab sederhana.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengisi lembar kerja dengan bantuan gambar/ilustrasi dan diizinkan menjawab secara lisan daripada tertulis. Murid yang cepat memahami materi diberi tantangan tambahan: membuat komik strip 3 panel yang menggambarkan perbedaan cara Allah menciptakan hewan dan manusia.
- Produk: Murid dapat memilih cara mengekspresikan pemahaman mereka: (1) menuliskan penjelasan singkat di lembar kerja, (2) menggambar ilustrasi perbedaan penciptaan manusia dan makhluk lain, atau (3) menceritakan secara lisan kepada guru atau teman.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan secara klasikal di pendahuluan: 'Siapa yang menciptakan manusia?' dan 'Apa yang kamu ketahui tentang cara Allah menciptakan manusia?' untuk mengidentifikasi pengetahuan awal murid.
- Guru mencatat respons murid (benar, mendekati, atau belum tepat) sebagai dasar menentukan titik mulai penjelasan materi.
Proses:- Pengamatan guru selama diskusi tanya jawab pada tahap Memahami: apakah murid mampu mengidentifikasi perbedaan frasa 'Jadilah' vs. 'Baiklah Kita menjadikan manusia' dari teks Kejadian 1:26-28.
- Penilaian isian lembar kerja pada tahap Mengaplikasi: kelengkapan dan ketepatan murid menuliskan sifat-sifat baik sebagai gambar Allah dan perbedaan cara penciptaan.
- Observasi pada saat murid berbagi hasil di depan kelas: kejelasan dan ketepatan penjelasan murid.
Akhir:- Exit ticket tertulis: (1) 'Tuliskan satu perbedaan cara Allah menciptakan manusia dibanding hewan atau tumbuhan!' (2) 'Apa artinya manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah? Tuliskan dengan kalimatmu sendiri!'
- Hasil exit ticket digunakan guru untuk mengevaluasi ketercapaian dua tujuan pembelajaran (3.2.1.1 dan 3.2.1.2) dan merencanakan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.
Formatif:- Observasi partisipasi murid selama tanya jawab lisan pada tahap Memahami.
- Penilaian lembar kerja 'Aku Istimewa Ciptaan Allah' yang diisi murid pada tahap Mengaplikasi.
- Penilaian diri (self-assessment) murid pada lembar refleksi di tahap Merefleksi.
- Umpan balik guru saat murid mempresentasikan hasil lembar kerja mereka.
Sumatif:- Exit ticket di akhir pembelajaran: murid menjawab 2 pertanyaan tertulis singkat tentang cara Allah menciptakan manusia dan makna 'gambar dan rupa Allah'.
- Hasil lembar kerja murid dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik 4 level.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya (TP 3.2.1.1) | Murid belum dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya, atau penjelasannya tidak berkaitan dengan Kejadian 1:26-28. | Murid dapat menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia, tetapi belum dapat menjelaskan makna 'gambar dan rupa-Nya' dengan tepat. | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia (laki-laki dan perempuan) menurut gambar dan rupa-Nya berdasarkan Kejadian 1:26-28 dengan penjelasan yang cukup tepat. | Murid dapat menjelaskan secara lengkap dan tepat bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya, menyebutkan bahwa hal ini berarti manusia memiliki sifat-sifat baik seperti Allah, dan mengaitkannya dengan sikap hidup sehari-hari. | | Membedakan cara Allah menciptakan manusia dengan cara Allah menciptakan makhluk lainnya (TP 3.2.1.2) | Murid belum dapat menyebutkan perbedaan cara Allah menciptakan manusia dengan cara Allah menciptakan makhluk lainnya. | Murid dapat menyebutkan satu perbedaan, namun penjelasannya kurang lengkap atau belum mengacu pada teks Alkitab. | Murid dapat membedakan cara Allah menciptakan manusia (dengan pernyataan khusus 'Baiklah Kita menjadikan manusia...') dengan cara Allah menciptakan makhluk lain (hanya dengan berfirman 'Jadilah!') dan menyebutkannya sebagai bukti keistimewaan manusia. | Murid dapat membedakan secara rinci cara Allah menciptakan manusia vs. makhluk lainnya, menjelaskan implikasinya (manusia adalah puncak ciptaan Allah yang paling istimewa), dan menyampaikan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat memahami perbedaan cara Allah menciptakan manusia dan makhluk lainnya berdasarkan kegiatan hari ini?
- Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Pertanyaan mana yang paling efektif?
- Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah cukup mengakomodasi murid dengan kecepatan belajar yang berbeda?
- Apa yang perlu saya perbaiki pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil exit ticket murid hari ini?
Refleksi Murid:- Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang dirimu sebagai ciptaan Allah?
- Apakah kamu sudah bisa menjelaskan apa artinya manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah? Apakah ada bagian yang masih membingungkanmu?
- Karena kamu tahu bahwa kamu adalah ciptaan Allah yang istimewa, apa satu hal baik yang ingin kamu lakukan minggu ini kepada teman, keluarga, hewan, atau alam?
SUMBER BELAJAR- Alkitab (Kejadian 1:26-28)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2021) — Bab 2: Manusia Ciptaan Allah, halaman 18-19
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2021) — halaman 42-46
- Lembar Kerja Murid 'Aku Istimewa Ciptaan Allah' (dibuat/disiapkan oleh guru)
- Papan tulis dan spidol/kapur untuk tabel perbandingan penciptaan
- Kertas kecil untuk exit ticket
- Lagu rohani anak: 'Tuhan Menciptakan Aku' (atau lagu rohani serupa yang relevan dengan topik)
|