Modul AjarBab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 2: Manusia Ciptaan Allah

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 3 untuk Bab 2 "Manusia Ciptaan Allah", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 2: Manusia Ciptaan Allah

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 2 — Manusia Ciptaan Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 2 — Manusia Ciptaan Allah
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.2.1 Menyebutkan Allah yang menciptakan manusia perempuan dan laki-laki
  2. TP 3.2.2 Mengidentifikasi perbedaan manusia perempuan dan laki-laki sebagai ciptaan Allah
  3. TP 3.2.3 Menceritakan diri sebagai makhluk ciptaan Allah yang dapat bergaul dengan teman
  4. TP 3.2.4 Menunjukkan sikap bekerja sama dengan teman dalam kerukunan sesama manusia ciptaan Allah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah yang menciptakan manusia di bumi ini?
  2. Siapa nama manusia laki-laki dan perempuan pertama yang diciptakan Allah menurut Alkitab?
  3. Apa saja ciri fisik yang membedakan anak laki-laki dan anak perempuan di kelas kita?
  4. Mengapa Allah menciptakan manusia berbeda-beda, ada laki-laki dan ada perempuan?
  5. Bagaimana pengalamanmu saat bermain atau belajar bersama teman di sekolah?
  6. Apa contoh tindakan nyata saling membantu saat bekerja sama dalam kelompok agar tetap rukun?
  7. Siapakah yang menciptakan manusia perempuan dan laki-laki?
  8. Apa saja perbedaan ciri manusia perempuan dan laki-laki yang diciptakan Allah?
  9. Bagaimana caramu menunjukkan sikap bekerja sama dengan rukun bersama teman di sekolah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyebutkan Allah yang Menciptakan Manusia Perempuan dan Laki-Laki Berdasarkan Kisah Penciptaan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.1 Menyebutkan Allah yang menciptakan manusia perempuan dan laki-laki

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan bernyanyi lagu 'Burung Pipit yang Kecil' dari Kidung Ceria 17 (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: '1. Siapakah yang menciptakan manusia?' (acuan: Allah/Tuhan) dan '2. Sebutkan dua jenis manusia yang diciptakan Allah!' (acuan: laki-laki dan perempuan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak guru membacakan kisah penciptaan manusia berdasarkan Kejadian 1:26-28 serta penjelasan bahwa Allah menciptakan manusia laki-laki bernama Adam dan manusia perempuan bernama Hawa menurut gambar dan rupa Allah (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain kuis cepat tebak kata berpasangan secara bergantian menyebutkan jawaban atas 3 pertanyaan panduan guru: (1) Siapa Pencipta manusia? (acuan: Allah), (2) Siapa nama manusia laki-laki pertama ciptaan Allah? (acuan: Adam), dan (3) Siapa nama manusia perempuan pertama ciptaan Allah? (acuan: Hawa) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri melengkapi 3 kalimat rumpang pada lembar refleksi: (1) Manusia diciptakan oleh ___, (2) Manusia laki-laki pertama bernama ___, (3) Manusia perempuan pertama bernama ___ (acuan jawaban: 1. Allah; 2. Adam; 3. Hawa) (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa Allah adalah Sang Pencipta yang menciptakan manusia perempuan dan laki-laki (7 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata kunci bergambar (Allah, Adam, Hawa), sedangkan murid yang lebih mahir membaca langsung teks Kejadian 1:26-28 dari Alkitab anak.
  • Proses: Pada kuis cepat tebak kata, murid yang ragu diberikan pilihan 2 opsi jawaban lisan oleh guru, sedangkan murid yang lancar menjawab langsung secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menyebutkan Allah sebagai Pencipta manusia laki-laki dan perempuan baik secara lisan maupun menuliskan kata kunci pada lembar refleksi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik 2 butir: (1) Siapakah yang menciptakan manusia? (acuan jawaban benar: Allah/Tuhan); (2) Sebutkan dua jenis manusia yang diciptakan Allah! (acuan jawaban benar: laki-laki dan perempuan).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian murid saat kuis cepat tebak kata untuk menyebutkan 3 hal secara tepat: (1) Pencipta manusia adalah Allah; (2) Manusia laki-laki pertama adalah Adam; (3) Manusia perempuan pertama adalah Hawa.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis melengkapi 3 kalimat rumpang: (1) Manusia diciptakan oleh [Allah], (2) Manusia laki-laki pertama bernama [Adam], (3) Manusia perempuan pertama bernama [Hawa] (kriteria ketercapaian: tepat mengisi minimal 2 dari 3 kata kunci acuan).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik pada kegiatan pendahuluan.
  • Observasi unjuk kerja menyebutkan jawaban pada kuis tebak kata berpasangan.
  • Pemeriksaan lembar latihan melengkapi 3 kalimat rumpang pada tahap refleksi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan Allah yang menciptakan manusia perempuan dan laki-lakiBelum dapat menyebutkan Allah sebagai Pencipta manusia serta belum dapat menyebutkan Adam (laki-laki) dan Hawa (perempuan) meskipun dibimbing guru.Dapat menyebutkan Allah sebagai Pencipta manusia, namun belum tepat menyebutkan nama manusia laki-laki (Adam) dan perempuan (Hawa) ciptaan Allah.Dapat menyebutkan dengan tepat bahwa Allah menciptakan manusia perempuan (Hawa) dan laki-laki (Adam) sesuai kisah penciptaan.Dapat menyebutkan dengan tepat, lengkap, dan mandiri tanpa keraguan bahwa Allah menciptakan manusia perempuan (Hawa) dan laki-laki (Adam) berdasarkan kisah penciptaan Kejadian 1:26-28.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat menyebutkan bahwa Allah yang menciptakan manusia perempuan dan laki-laki?
  • Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya?

Murid:

  • Siapakah yang menciptakan diriku, teman laki-laki, dan teman perempuanku?
  • Apakah aku merasa gembira mengetahui bahwa Allah menciptakan manusia dengan istimewa?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Perbedaan Manusia Perempuan dan Laki-Laki sebagai Ciptaan Allah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.2 Mengidentifikasi perbedaan manusia perempuan dan laki-laki sebagai ciptaan Allah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama mengucap syukur atas ciptaan Allah, dan memeriksa kehadiran (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi perbedaan manusia perempuan dan laki-laki sebagai ciptaan Allah yang istimewa (5 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik lisan kepada murid: 'Sebutkan 1 nama manusia laki-laki dan 1 nama manusia perempuan pertama yang diciptakan Allah!' dan meminta murid menunjukkan 1 perbedaan ciri fisik luar yang terlihat antara anak laki-laki dan perempuan (acuan: laki-laki pertama adalah Adam, perempuan pertama adalah Hawa; perbedaan fisik luar misalnya laki-laki umumnya berambut pendek/tidak memakai rok seragam, perempuan bisa berambut panjang/memakai rok seragam) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan kembali ringkasan Kejadian 1:26-28 dan Kejadian 2 bahwa Allah menciptakan laki-laki (Adam) dan perempuan (Hawa) dengan fisik dan ciri yang berbeda namun sama-sama berharga di mata Allah (10 menit).
  • Guru menampilkan gambar peraga dua orang anak (anak laki-laki dan anak perempuan dengan seragam sekolah) dan mengajak murid mengamati ciri-ciri yang tampak dari gambar tersebut (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan bahwa perbedaan fisik (seperti jenis kelamin, ciri fisik luar, serta pakaian khas) adalah anugerah Allah agar laki-laki dan perempuan saling melengkapi (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Permainan Tebak Ciri 'Siapa Dia?': Guru membacakan satu per satu petunjuk ciri ciptaan, lalu murid secara menggembirakan mengangkat papan tanda huruf 'L' (Laki-laki) atau 'P' (Perempuan) berdasarkan petunjuk yang dibacakan: (1) Manusia pertama yang diciptakan bernama Adam [Kunci: L], (2) Manusia penolong yang diciptakan dari rusuk bernama Hawa [Kunci: P], (3) Ciri murid yang umumnya memakai pita rambut atau bando ke sekolah [Kunci: P], (4) Ciri murid laki-laki yang memakai celana seragam sekolah [Kunci: L] (15 menit).
  • Guru membagikan Lembar Kerja 'Mengidentifikasi Perbedaan Laki-laki dan Perempuan Ciptaan Allah' yang memuat 4 butir pernyataan untuk diklasifikasikan ke kolom Laki-laki atau Perempuan: (1) Tokoh manusia pertama yang diberi nama Adam (acuan: Laki-laki), (2) Tokoh perempuan pertama yang diciptakan sebagai penolong bernama Hawa (acuan: Perempuan), (3) Suara pria dewasa yang umumnya lebih berat/dalam (acuan: Laki-laki), (4) Memiliki kemampuan kelak mengandung dan melahirkan anak (acuan: Perempuan) (5 menit).
  • Murid mengerjakan lembar kerja tersebut secara mandiri dengan menandai atau mencentang kolom yang tepat untuk setiap butir perbedaan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa hasil pengerjaan lembar kerja dan mencocokkannya dengan acuan kunci jawaban secara bersama-sama (10 menit).
  • Murid diajak merenungkan bahwa perbedaan laki-laki dan perempuan bukan untuk saling merendahkan atau mengejek, melainkan untuk disyukuri sebagai rancangan Allah yang indah dan sempurna (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas pemahaman murid mengenai identifikasi perbedaan fisik dan karakteristik dasar laki-laki dan perempuan ciptaan Allah (5 menit).
  • Guru memandu doa penutup mengucap syukur kepada Allah atas keunikan diri masing-laki dan perempuan, serta mengakhiri pembelajaran (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar kerja bergambar untuk murid yang membutuhkan bantuan visual dan teks tertulis terstruktur untuk murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung dengan mengajukan pertanyaan penuntun pada ciri fisik konkret; bagi murid cepat, murid diminta mengidentifikasi perbedaan tambahan pada peran fisik alami ciptaan Allah tanpa membuka materi di luar TP.
  • Produk: Murid dapat memberikan tanda centang pada tabel klasifikasi atau menghubungkan garis panah antara ciri dengan gambar laki-laki/perempuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta menyebutkan nama manusia laki-laki dan perempuan pertama serta 1 ciri fisik pembeda luar (Acuan benar: manusia laki-laki pertama adalah Adam, perempuan pertama adalah Hawa; ciri pembeda luar misalnya rambut/pakaian seragam rok vs celana).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja mengidentifikasi perbedaan perempuan dan laki-laki ciptaan Allah pada 4 butir: (1) Tokoh manusia pertama yang diciptakan bernama Adam -> Laki-laki; (2) Tokoh perempuan pertama diciptakan bernama Hawa -> Perempuan; (3) Suara pria dewasa umumnya lebih berat/dalam -> Laki-laki; (4) Memiliki kemampuan kodrati melahirkan anak -> Perempuan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru mengonfirmasi kembali pemahaman dengan meminta murid menentukan apakah perbedaan diciptakan Allah agar manusia saling melengkapi atau saling mengejek (Acuan benar: Allah menciptakan perbedaan agar saling melengkapi dan disyukuri sebagai ciptaan yang istimewa).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal mengenai Adam dan Hawa serta ciri fisik luar laki-laki dan perempuan
  • Observasi respon saat permainan Tebak Ciri 'Siapa Dia?'
  • Penilaian lembar kerja mengidentifikasi 4 butir perbedaan laki-laki dan perempuan ciptaan Allah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi perbedaan manusia perempuan dan laki-laki sebagai ciptaan AllahBelum mampu mengidentifikasi perbedaan manusia perempuan dan laki-laki (0-1 butir tepat dari 4 butir acuan).Mampu mengidentifikasi sebagian kecil perbedaan manusia perempuan dan laki-laki (tepat 2 butir dari 4 butir acuan).Mampu mengidentifikasi sebagian besar perbedaan manusia perempuan dan laki-laki dengan tepat (tepat 3 butir dari 4 butir acuan).Mampu mengidentifikasi seluruh perbedaan manusia perempuan dan laki-laki secara tepat dan mandiri (tepat 4 butir dari 4 butir acuan: Adam = laki-laki, Hawa = perempuan, suara pria dewasa lebih berat = laki-laki, kemampuan melahirkan = perempuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas mengidentifikasi perbedaan fisik laki-laki dan perempuan sudah dipahami murid sebagai anugerah Allah tanpa timbul sikap saling mengejek?
  • Bagian langkah manakah yang paling efektif membantu murid memahami perbedaan ciptaan Allah secara berkesadaran dan bermakna?

Murid:

  • Apakah kamu dapat mengenali perbedaan ciri fisik anak laki-laki dan anak perempuan ciptaan Allah?
  • Mengapa kita harus bersyukur atas perbedaan yang Allah ciptakan pada diri kita?

Pertemuan 3 — Menceritakan Pengalaman Bergaul dan Menunjukkan Sikap Bekerja Sama dengan Teman dalam Kerukunan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.3 Menceritakan diri sebagai makhluk ciptaan Allah yang dapat bergaul dengan teman
  • TP 3.2.4 Menunjukkan sikap bekerja sama dengan teman dalam kerukunan sesama manusia ciptaan Allah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa pembuka bersama, dan menyapa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan pengalaman bergaul dengan teman sebagai sesama ciptaan Allah dan menunjukkan sikap bekerja sama dalam kerukunan (5 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan 2 pertanyaan diagnostik lisan mengenai pergaulan dan kerja sama: (1) Sebutkan 1 contoh kegiatan bergaul bersama teman di sekolah (acuan: bermain bersama saat istirahat, belajar kelompok, makan bersama, atau saling menyapa); (2) Sebutkan 1 contoh sikap bekerja sama yang menciptakan kerukunan (acuan: saling berbagi alat tulis/tugas, menolong teman yang kesusahan, membersihkan kelas bersama, atau tidak berebut giliran) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru berdasarkan Kejadian 1:26-28 dan teks buku bahwa manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang saling membutuhkan sehingga dipanggil untuk bergaul dan hidup rukun bersama sesama (10 menit).
  • Permainan Menggembirakan 'Tebak Kartu Rukun': Murid secara interaktif mencocokkan 4 kartu situasi pergaulan ke dalam kelompok 'Sikap Bekerja Sama/Rukun' atau 'Bukan Kerja Sama'. Kartu 1: 'Merapikan meja belajar bersama teman regu piket' (acuan: Sikap Bekerja Sama/Rukun); Kartu 2: 'Mengejek teman yang kalah dalam permainan' (acuan: Bukan Kerja Sama); Kartu 3: 'Membantu teman mengumpulkan buku tugas' (acuan: Sikap Bekerja Sama/Rukun); Kartu 4: 'Berebut pensil warna tanpa mau bergantian' (acuan: Bukan Kerja Sama) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan menceritakan pengalaman nyata bergaul dengan teman: siapa teman yang diajak bergaul, kegiatan yang dilakukan bersama, serta perasaan bersyukur dapat bergaul sebagai ciptaan Allah (kriteria: memuat nama teman/kelompok bergaul, aktivitas bergaul yang dilakukan, dan pengakuan bersyukur sebagai ciptaan Allah) (20 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) melakukan aktivitas kolaboratif 'Menyusun Puzzle Cerita Kerukunan', di mana setiap anggota menunjukkan sikap bekerja sama dengan berbagi kepingan puzzle, mendengarkan usul teman, dan menyelesaikan susunan bersama tanpa bertengkar (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengisi lembar refleksi diri mengenai sikap kerja sama dan kerukunan selama aktivitas kelompok (memeriksa apakah dirinya berbagi peran, mau mendengarkan teman, dan tidak memaksakan kehendak) (10 menit).

Penutup:

  • Asesmen Akhir: Guru melakukan cek pemahaman akhir dengan meminta murid menuliskan/menyebutkan 1 komitmen sederhana sikap bekerja sama yang akan ditunjukkan kepada teman esok hari (acuan: mau berbagi tugas piket, meminjamkan alat tulis bergantian, atau bermain bersama tanpa memilih-milih kawan) (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya hidup rukun dan saling bekerja sama sebagai wujud syukur kepada Allah Pencipta, dilanjutkan dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kalimat rumpang untuk menceritakan pengalaman bergaul ('Saya bergaul dengan ... saat kegiatan ... dan saya merasa ...'); murid yang lebih cepat diberikan keleluasaan menceritakan lebih dari satu pengalaman bergaul.
  • Proses: Pada aktivitas kelompok, murid yang pendiam dipasangkan dengan teman suportif dan didampingi guru agar dapat menunjukkan kontribusi dalam kerja sama.
  • Produk: Cerita pengalaman bergaul dapat disampaikan secara lisan langsung kepada pasangan atau dituliskan dalam lembar cerita sederhana.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik 2 butir: (1) Sebutkan 1 contoh kegiatan bergaul bersama teman di sekolah (kriteria penerimaan/acuan: menyebutkan bermain bersama, belajar kelompok, makan bersama, atau saling menyapa); (2) Sebutkan 1 contoh sikap bekerja sama dalam kerukunan (kriteria penerimaan/acuan: menyebutkan berbagi alat/tugas, menolong teman, piket kelas bersama, atau antre/bergantian).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid menceritakan pengalaman bergaul dengan teman berpasangan (kriteria: menyebutkan teman bergaul, aktivitas nyata yang dilakukan bersama, dan rasa syukur diri sebagai ciptaan Allah).
  • Lembar observasi sikap bekerja sama dalam kelompok: murid menunjukkan kerelaan berbagi peran, mendengarkan usulan teman, dan menjaga kerukunan selama menyelesaikan tugas menyusun puzzle.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Setiap murid menyebutkan 1 tindakan konkret bekerja sama yang akan dipraktikkan di sekolah (kriteria penerimaan/acuan: tindakan operasional saling membantu atau berbagi, misalnya membantu teman piket, meminjamkan penghapus dengan rukun, atau merapikan bangku bersama).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
  • Lembar observasi unjuk kerja sikap bekerja sama dalam aktivitas kelompok
  • Penilaian lisan/tulisan cerita pengalaman bergaul dengan teman

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan diri sebagai makhluk ciptaan Allah yang dapat bergaul dengan teman (TP 3.2.3)Belum mampu menceritakan pengalaman bergaul dengan teman meski diberikan bimbingan.Mampu menceritakan pengalaman bergaul dengan teman hanya sebatas menyebut nama teman setelah dibimbing guru, belum memuat aktivitas pergaulan.Mampu menceritakan pengalaman bergaul dengan teman secara runtut yang memuat nama teman dan aktivitas pergaulan secara mandiri.Mampu menceritakan pengalaman bergaul dengan teman secara lengkap dan runtut, memuat nama teman, aktivitas pergaulan, serta ungkapan syukur diri sebagai ciptaan Allah secara mandiri.
Menunjukkan sikap bekerja sama dengan teman dalam kerukunan sesama manusia ciptaan Allah (TP 3.2.4)Belum menunjukkan sikap bekerja sama dalam tugas kelompok (bekerja sendiri atau memicu pertengkaran).Menunjukkan sikap bekerja sama dalam tugas kelompok hanya jika terus diingatkan dan diarahkan oleh guru.Menunjukkan sikap bekerja sama secara aktif (berbagi peran dan mendengarkan teman) dalam kelompok secara mandiri tanpa diingatkan.Menunjukkan sikap bekerja sama secara konsisten sepanjang aktivitas kelompok, aktif berbagi peran, mendengarkan teman, serta menjaga kerukunan kelompok secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang merata untuk menceritakan pengalaman bergaulnya?
  • Bagaimana efektivitas kerja kelompok dalam melatih murid menunjukkan sikap bekerja sama dan menjaga kerukunan?

Murid:

  • Apa hal paling menyenangkan saat kamu bekerja sama dengan teman hari ini?
  • Sikap apa yang sudah kamu tunjukkan agar kelompokmu tetap rukun?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.1 Menyebutkan Allah yang menciptakan manusia perempuan dan laki-laki
  • TP 3.2.2 Mengidentifikasi perbedaan manusia perempuan dan laki-laki sebagai ciptaan Allah
  • TP 3.2.3 Menceritakan diri sebagai makhluk ciptaan Allah yang dapat bergaul dengan teman
  • TP 3.2.4 Menunjukkan sikap bekerja sama dengan teman dalam kerukunan sesama manusia ciptaan Allah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama bersyukur atas pemeliharaan Allah, serta mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-4, yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 2 'Manusia Ciptaan Allah' yang terdiri atas tes tertulis individual, observasi kerja sama kelompok, dan unjuk kerja lisan mandiri di meja guru (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar isian tes tertulis identifikasi perbedaan manusia perempuan dan laki-laki serta menjelaskan petunjuk pengerjaan dan kriteria penilaian secara lugas tanpa memberi petunjuk jawaban (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Tertulis Serentak): Seluruh murid mengerjakan secara mandiri lembar isian identifikasi 4 perbedaan manusia perempuan dan laki-laki: Soal 1: 'Panggilan jenis kelamin untuk Adam adalah ...' (acuan kunci: Laki-laki); Soal 2: 'Panggilan jenis kelamin untuk Hawa adalah ...' (acuan kunci: Perempuan); Soal 3: 'Ciri fisik khas anak laki-laki umumnya berambut ...' (acuan kunci: Pendek); Soal 4: 'Pakaian seragam sekolah bawahan yang umum dipakai anak perempuan adalah rok, sedangkan anak laki-laki adalah ...' (acuan kunci: Celana) (27 menit).
  • Tugas 2 (Kerja Sama Kelompok): Murid membentuk kelompok beranggotakan 4 anak untuk menyusun 4 kartu gambar kerukunan sesama ciptaan Allah: Kartu A: 'Bekerja sama membersihkan kelas bersama teman laki-laki dan perempuan'; Kartu B: 'Saling meminjamkan alat tulis saat belajar bersama'; Kartu C: 'Bermain lempar tangkap bola secara tertib tanpa membeda-bedakan'; Kartu D: 'Merapikan meja belajar kelompok bersama-sama'; guru mengamati perilaku kerja sama, pembagian peran, dan kerukunan murid menggunakan lembar observasi (30 menit).
  • Tugas 3 (Unjuk Kerja Lisan Bergiliran): Murid secara bergantian maju ke meja guru (durasi 1,5 menit per murid untuk 28 murid) untuk: (1) Menyebutkan siapa pencipta manusia perempuan dan laki-laki (acuan jawaban: Allah / Tuhan Allah), dan (2) Menceritakan satu pengalaman nyata bergaul dengan teman (kriteria: memuat nama teman yang diajak bergaul dan aktivitas pergaulan rukun yang dilakukan bersama); sementara murid lain merapikan karya kartu kelompoknya secara mandiri dan tertib di meja masing-masing (33 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid merefleksikan pengalaman menyelesaikan asesmen sumatif bab secara mandiri dan tertib serta menyadari pentingnya hidup rukun sebagai sesama manusia ciptaan Allah (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kejujuran, kerja sama, dan ketertiban seluruh murid selama pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 2 (1 menit).
  • Guru menyampaikan simpulan umum bab bahwa manusia perempuan dan laki-laki diciptakan Allah untuk saling mengasihi, hidup rukun, dan bekerja sama, lalu menutup sesi dengan doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi aksesibilitas bagi murid dengan hambatan membaca berupa pembacaan teks soal tes tertulis oleh guru secara netral tanpa mengubah substansi butir.
  • Proses: Pemberian format lembar isian dengan garis bantu tulisan lebih lebar bagi murid yang memerlukan dukungan motorik halus.
  • Produk: Standar bukti capaian tetap sama bagi seluruh murid sesuai kriteria ketercapaian asesmen sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman murid terhadap tata tertib pengerjaan asesmen sumatif mandiri

Proses:

  • Pemantauan kemandirian selama pengerjaan tes tertulis dan pengamatan interaksi rukun saat aktivitas kelompok

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis identifikasi, penugasan proyek kerja sama kelompok kecil, dan unjuk kerja lisan singkat bergantian: lembar isian identifikasi manusia ciptaan Allah, lembar observasi kerja sama rukun kelompok, serta rekaman/catatan lisan saat murid menyebutkan pencipta dan menceritakan pengalaman bergaul dengan teman
  • tes tertulis serentak: lembar isian tertulis yang mengidentifikasi perbedaan ciri fisik dan keberadaan manusia perempuan dan laki-laki sebagai ciptaan Allah yang dikerjakan seluruh kelas secara serentak (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran lembar isian)
  • observasi kinerja aktivitas kelompok: lembar amatan perilaku murid yang menunjukkan sikap bekerja sama dan berbagi peran dengan rukun bersama teman sekelompok saat menyusun kartu gambar kerukunan sesama ciptaan Allah (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan dan kerukunan kelompok beranggotakan 4 anak)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: jawaban dan cerita lisan murid yang menyebutkan Allah sebagai pencipta manusia perempuan dan laki-laki serta menceritakan pengalaman bergaul dengan teman, dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat murid lain merapikan karya kelompok (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja lisan (kriteria: ketepatan menyebutkan Allah pencipta laki-laki/perempuan dan kelancaran bercerita pengalaman bergaul))

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis identifikasi, penugasan proyek kerja sama kelompok kecil, dan unjuk kerja lisan singkat bergantian: lembar isian identifikasi manusia ciptaan Allah, lembar observasi kerja sama rukun kelompok, serta rekaman/catatan lisan saat murid menyebutkan pencipta dan menceritakan pengalaman bergaul dengan teman
  • tes tertulis serentak: lembar isian tertulis yang mengidentifikasi perbedaan ciri fisik dan keberadaan manusia perempuan dan laki-laki sebagai ciptaan Allah yang dikerjakan seluruh kelas secara serentak (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran lembar isian)
  • observasi kinerja aktivitas kelompok: lembar amatan perilaku murid yang menunjukkan sikap bekerja sama dan berbagi peran dengan rukun bersama teman sekelompok saat menyusun kartu gambar kerukunan sesama ciptaan Allah (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan dan kerukunan kelompok beranggotakan 4 anak)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: jawaban dan cerita lisan murid yang menyebutkan Allah sebagai pencipta manusia perempuan dan laki-laki serta menceritakan pengalaman bergaul dengan teman, dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat murid lain merapikan karya kelompok (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja lisan (kriteria: ketepatan menyebutkan Allah pencipta laki-laki/perempuan dan kelancaran bercerita pengalaman bergaul))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan Allah yang menciptakan manusia perempuan dan laki-laki (TP 3.2.1)Belum dapat menyebutkan Allah sebagai pencipta manusia perempuan dan laki-laki.Menyebutkan pencipta manusia perempuan dan laki-laki dengan bimbingan dan arahan guru.Menyebutkan dengan tepat bahwa Allah adalah pencipta manusia perempuan dan laki-laki secara mandiri (acuan: Allah / Tuhan Allah).Menyebutkan dengan tepat, jelas, dan tanpa ragu bahwa Allah menciptakan manusia perempuan dan laki-laki secara mandiri.
Mengidentifikasi perbedaan manusia perempuan dan laki-laki sebagai ciptaan Allah (TP 3.2.2)Mengidentifikasi dengan tepat 1 atau belum ada butir yang tepat dari 4 butir soal isian perbedaan perempuan dan laki-laki (acuan kunci: 1. Laki-laki, 2. Perempuan, 3. Pendek, 4. Celana).Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 butir soal isian perbedaan perempuan dan laki-laki sesuai acuan kunci jawaban.Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 butir soal isian perbedaan perempuan dan laki-laki sesuai acuan kunci jawaban.Mengidentifikasi dengan tepat seluruhnya (4 dari 4 butir soal isian) perbedaan perempuan dan laki-laki sesuai acuan kunci jawaban.
Menceritakan diri sebagai makhluk ciptaan Allah yang dapat bergaul dengan teman (TP 3.2.3)Belum mampu menceritakan pengalaman bergaul dengan teman meski telah dipantik guru.Menceritakan pengalaman bergaul hanya menyebut nama teman tanpa menyebutkan kegiatan pergaulannya.Menceritakan pengalaman bergaul secara mandiri dengan memuat minimal 1 nama teman dan 1 kegiatan bergaul rukun yang dilakukan bersama.Menceritakan pengalaman bergaul secara mandiri, runtut, dan lengkap memuat teman-teman dan ragam kegiatan bergaul rukun yang dilakukan bersama.
Menunjukkan sikap bekerja sama dengan teman dalam kerukunan sesama manusia ciptaan Allah (TP 3.2.4)Belum menunjukkan sikap kerja sama dan cenderung pasif atau enggan berbagi peran dalam kelompok.Menunjukkan sikap kerja sama dalam menyusun kartu gambar kerukunan hanya jika terus diarahkan oleh guru.Menunjukkan sikap bekerja sama secara aktif dan berbagi peran dengan rukun bersama teman sekelompok saat menyusun kartu gambar kerukunan.Menunjukkan sikap bekerja sama secara konsisten, proaktif berbagi peran, dan menjaga kerukunan kelompok secara mandiri tanpa pengawasan ketat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengikuti ketiga bentuk asesmen sumatif sesuai alokasi waktu yang ditentukan?
  • Bagaimana capaian ketercapaian TP murid pada bab 'Manusia Ciptaan Allah' secara keseluruhan?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas asesmen hari ini yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
  • Apakah kamu merasa senang telah menunjukkan sikap rukun dan bekerja sama dengan teman-temanmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Kejadian 1:26-28)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  4. Buku Nyanyian Kidung Ceria No. 17 'Burung Pipit yang Kecil'
  5. Alkitab (Kejadian 1:26-28; Kejadian 2)
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  8. Kartu tanda L dan P untuk permainan tebak ciri
  9. Lembar kerja klasifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021
  11. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021 (Bab 2: Manusia Ciptaan Allah)
  12. 4 Kartu Tebak Situasi Rukun dan Kepingan Puzzle Cerita Kerukunan
  13. Alkitab (Kejadian 1:26-28; Yohanes 15:17)
  14. Lembar Isian Tes Tertulis Sumatif Bab 2
  15. Paket Kartu Gambar Kerukunan Kelompok (Kartu A, B, C, D)
  16. Lembar Observasi Kerja Sama dan Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Lisan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.