Modul AjarPertemuan 3Bab 9Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengasihi Teman di Sekolah Minggu dan Ayat Hafalan Ibrani 10:25

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Mengasihi Teman di Sekolah Minggu dan Ayat Hafalan Ibrani 10:25". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengasihi Teman di Sekolah Minggu dan Ayat Hafalan Ibrani 10:25

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 9 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengasihi Teman di Sekolah Minggu dan Ayat Hafalan Ibrani 10:25

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengasihi Teman di Sekolah Minggu dan Ayat Hafalan Ibrani 10:25
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membuat kartu ucapan, murid dapat mempraktikkan perbuatan mengasihi teman di Sekolah Minggu sebagai bentuk nilai kasih Kristiani dengan sungguh-sungguh.
  2. Melalui kegiatan membaca bersama, menggunting, dan menempel puzzle ayat, murid dapat mengucapkan ayat hafalan Ibrani 10:25a sebagai dasar firman Tuhan untuk rajin beribadah di Sekolah Minggu dengan lancar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu punya teman di Sekolah Minggu? Apa yang membuat teman itu istimewa bagimu?
  2. Bagaimana caramu menunjukkan rasa sayang kepada teman di Sekolah Minggu?
  3. Apa yang Tuhan inginkan dari kita saat kita pergi ke Sekolah Minggu bersama teman-teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama untuk membuka pelajaran.
  • Guru menyapa murid dengan hangat dan menanyakan kabar: 'Siapa yang hari ini pergi ke Sekolah Minggu minggu lalu? Siapa yang bertemu teman di sana?'
  • Guru melakukan asesmen awal: menampilkan dua gambar (anak yang memberi salam kepada teman vs anak yang mengabaikan teman di Sekolah Minggu) dan bertanya, 'Gambar mana yang menunjukkan kasih kepada teman? Mengapa?'
  • Guru mencatat respons murid sebagai data diagnostik kesiapan belajar.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu untuk membangun rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara sederhana: 'Hari ini kita akan belajar cara mengasihi teman di Sekolah Minggu dengan membuat kartu kasih, dan kita akan belajar ayat Alkitab Ibrani 10:25a bersama-sama.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan cerita singkat tentang dua anak (Ruben dan Hana) yang saling mengasihi di Sekolah Minggu — saling menyapa, duduk bersama, dan saling mendoakan.
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif: 'Apa yang Ruben dan Hana lakukan untuk menunjukkan kasih? Bagaimana perasaan mereka?'
  • Murid diajak mengamati gambar di buku siswa halaman 124-125 tentang kartu kasih dan berdiskusi singkat berpasangan: 'Apa yang tertulis di kartu itu? Bagaimana perasaan yang menerimanya?'
  • Guru menjelaskan bahwa mengasihi teman adalah perintah Tuhan dan merupakan bagian dari nilai kasih Kristiani.
  • Guru bersama murid membaca nyaring ayat Ibrani 10:25a: 'Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita...' sebanyak dua kali bersama-sama.
  • Guru menjelaskan makna ayat tersebut dengan bahasa sederhana: 'Tuhan ingin kita rajin ke Sekolah Minggu karena di sana kita bertemu teman, belajar firman Tuhan, dan memuji Tuhan bersama-sama.'

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kartu ucapan yang telah diperbanyak (sesuai buku siswa halaman 125) beserta pensil warna dan gunting kepada setiap murid.
  • Guru memberikan instruksi langkah demi langkah: (1) Pikirkan satu teman di Sekolah Minggu yang ingin kamu beri kartu. (2) Tuliskan nama temanmu di kolom 'Untuk'. (3) Tuliskan ucapan kasih di kartu, misalnya 'Terima kasih sudah menjadi temanku'. (4) Warnai kartu dengan pensil warna. (5) Gunting kartu sesuai garis.
  • Murid mengerjakan kartu ucapan secara mandiri dengan iringan lagu rohani anak yang diputar pelan di latar belakang.
  • Guru berkeliling memantau dan memberi semangat kepada setiap murid, terutama yang membutuhkan bantuan dalam menulis atau menggunting.
  • Setelah kartu selesai, murid diajak ke kegiatan puzzle ayat: guru membagikan lembar puzzle Ibrani 10:25a yang telah diperbanyak.
  • Murid menggunting potongan puzzle, lalu menyusun dan menempel potongan tersebut hingga membentuk kalimat lengkap ayat Ibrani 10:25a di lembar yang telah disediakan.
  • Guru memandu murid membaca kembali ayat yang telah tersusun secara bersama-sama dengan suara keras dan riang.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak beberapa murid (3-4 anak) untuk maju ke depan dan memperlihatkan kartu kasih yang mereka buat, lalu menceritakan untuk siapa kartu itu dibuat dan mengapa.
  • Guru memberikan apresiasi verbal hangat kepada setiap anak yang berbagi: 'Wah, Tuhan senang sekali melihat kamu mengasihi temanmu!'
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Bagaimana perasaanmu setelah membuat kartu untuk temanmu? Apa yang akan kamu lakukan dengan kartu ini?'
  • Guru mengajak murid mengucapkan ayat Ibrani 10:25a bersama-sama sekali lagi, kali ini dengan gerakan tangan sederhana yang sudah dilatih bersama (misal: tangan dirapatkan untuk 'janganlah menjauhkan diri', tangan direntangkan untuk 'pertemuan-pertemuan ibadah kita').
  • Murid diminta mengisi lembar refleksi diri sederhana bergambar (centang wajah senyum jika sudah bisa mengucapkan ayat, centang hati jika sudah membuat kartu dengan sungguh-sungguh).
  • Guru menutup sesi inti dengan menegaskan pesan: 'Ketika kita mengasihi teman dan rajin ke Sekolah Minggu, kita sedang menjalankan firman Tuhan.'

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pelajaran bersama-sama: 'Apa yang sudah kita pelajari hari ini?'
  • Guru memberikan penguatan: mengasihi teman di Sekolah Minggu adalah wujud nyata kasih Kristiani, dan Ibrani 10:25a mengingatkan kita untuk rajin beribadah bersama.
  • Guru meminta murid menyimpan kartu ucapan untuk diberikan kepada teman di Sekolah Minggu pada kesempatan berikutnya.
  • Guru memberikan tantangan tindak lanjut di rumah: 'Coba hafalkan ayat Ibrani 10:25a dan ucapkan kepada orang tua atau anggota keluarga di rumah malam ini.'
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: meminta 2-3 murid mengucapkan ayat Ibrani 10:25a secara bergantian tanpa melihat catatan.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa syukur bersama, mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas pelajaran hari ini dan teman-teman yang ada.
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan kartu ucapan dengan kalimat yang sudah tercetak sebagian sehingga mereka hanya perlu mengisi nama. Untuk murid yang sudah lancar, mereka dapat menulis ucapan kasih sendiri dengan kalimat yang lebih panjang.
  • Proses: Murid yang kesulitan menggunting diberi bantuan guru atau teman sebangku. Murid yang cepat selesai diminta membantu teman yang belum selesai atau diminta membuat kartu untuk dua teman sekaligus.
  • Produk: Murid yang sudah fasih mengucapkan ayat diminta mengucapkannya sendiri di depan kelas. Murid yang belum hafal diperbolehkan membaca puzzle ayat yang sudah mereka susun sambil mengucapkannya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar situasi di Sekolah Minggu (anak yang menyapa teman vs mengabaikan teman) dan meminta murid menunjuk gambar mana yang mencerminkan kasih, serta menjelaskan alasannya secara lisan.
  • Guru bertanya lisan: 'Siapa yang tahu ayat Alkitab tentang beribadah bersama? Coba ceritakan!'
  • Respons murid digunakan guru untuk mengetahui pemahaman awal dan menyesuaikan penekanan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi selama tahap Memahami: guru mengamati partisipasi murid dalam diskusi berpasangan dan kemampuan menjawab pertanyaan tentang makna kasih kepada teman.
  • Observasi selama tahap Mengaplikasi: guru menilai proses pembuatan kartu (kesungguhan menulis ucapan kasih) dan proses menyusun puzzle ayat (urutan potongan yang benar).
  • Pertanyaan lisan berkeliling: guru bertanya kepada beberapa murid, 'Untuk siapa kartumu? Apa yang kamu tuliskan?' untuk memastikan pemahaman tentang kasih Kristiani.
  • Penilaian sejawat informal: saat murid berbagi kartu di depan kelas, teman-teman diminta memberikan respons positif.

Akhir:

  • Unjuk kerja lisan: murid mengucapkan ayat Ibrani 10:25a secara mandiri kepada guru (dinilai kelancaran dan ketepatan).
  • Produk kartu ucapan dikumpulkan atau ditunjukkan guru sebagai bukti praktik kasih Kristiani.
  • Lembar refleksi diri bergambar dikumpulkan sebagai data asesmen diri murid.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan kartu ucapan: ketekunan, keseriusan, dan isi ucapan yang ditulis.
  • Pengamatan saat murid menyusun puzzle ayat: kemampuan mengurutkan potongan kalimat menjadi ayat yang benar.
  • Penilaian diri menggunakan lembar refleksi bergambar (wajah senyum dan simbol hati) yang diisi murid di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Unjuk kerja: murid mengucapkan ayat hafalan Ibrani 10:25a secara lisan kepada guru di akhir pertemuan.
  • Produk kartu ucapan: dinilai berdasarkan rubrik (kelengkapan nama, ucapan kasih, dan kerapian).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengucapkan Ayat Hafalan Ibrani 10:25aMurid belum dapat mengucapkan ayat meskipun sudah dibantu dan diberi contoh berulang kali.Murid dapat mengucapkan ayat dengan banyak bantuan dari guru (melihat teks atau diberi petunjuk kata per kata).Murid dapat mengucapkan ayat dengan sedikit bantuan atau pengingat dari guru.Murid dapat mengucapkan ayat Ibrani 10:25a secara mandiri, lancar, dan tepat tanpa bantuan.
Membuat Kartu Ucapan Kasih untuk TemanMurid tidak menyelesaikan kartu atau kartu tidak berisi ucapan kasih yang relevan.Murid menyelesaikan kartu dengan bantuan penuh guru (nama dan ucapan dibantu sepenuhnya oleh guru).Murid menyelesaikan kartu dengan sedikit bantuan; ucapan kasih ditulis sendiri meski perlu dorongan.Murid menyelesaikan kartu secara mandiri dengan ucapan kasih yang tulus, nama teman yang dituju jelas, dan kartu dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
Menyusun Puzzle Ayat Ibrani 10:25aMurid belum dapat menyusun potongan puzzle menjadi urutan yang benar meskipun sudah diberi contoh.Murid dapat menyusun puzzle dengan bantuan penuh dari guru atau teman.Murid dapat menyusun puzzle dengan sedikit bantuan dan dapat membaca hasil susunannya.Murid dapat menyusun puzzle secara mandiri dengan urutan yang benar dan membaca ayat dengan lancar.
Sikap Kasih dan Kesungguhan dalam BelajarMurid tidak menunjukkan ketertiban dan keseriusan selama kegiatan; tidak menyelesaikan tugas.Murid mengikuti kegiatan tetapi perlu diingatkan berulang kali untuk tetap fokus dan sungguh-sungguh.Murid mengikuti kegiatan dengan cukup serius dan menyelesaikan sebagian besar tugas dengan baik.Murid mengikuti seluruh kegiatan dengan sungguh-sungguh, antusias, dan menunjukkan sikap kasih kepada teman secara spontan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menyelesaikan kartu ucapan kasih? Apa hambatan yang muncul dan bagaimana saya mengatasinya?
  • Apakah kegiatan puzzle ayat efektif membantu murid mengingat Ibrani 10:25a? Adakah cara lain yang lebih menarik untuk kelas ini?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang lambat dan yang cepat secara efektif?
  • Seberapa besar murid memahami hubungan antara mengasihi teman dan rajin beribadah di Sekolah Minggu sebagai nilai Kristiani?

Refleksi Murid:

  • Siapa teman di Sekolah Minggu yang ingin kamu berikan kartu kasih? Mengapa kamu memilih teman itu?
  • Apa yang kamu rasakan saat membuat kartu untuk temanmu hari ini?
  • Bisakah kamu mengucapkan ayat Ibrani 10:25a? Apa artinya bagimu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I — Veronika Hematang (ISBN: 978-602-244-463-3), Kemdikbudristek 2021, halaman 124-125
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemdikbudristek 2021, halaman 124-128
  3. Lembar kartu ucapan kasih yang diperbanyak oleh guru (template dari buku siswa halaman 125)
  4. Lembar puzzle ayat Ibrani 10:25a yang diperbanyak oleh guru (template dari buku siswa halaman 128)
  5. Alkitab (Ibrani 10:25a dan Markus 10:13-16)
  6. Pensil warna
  7. Gunting (sesuai jumlah murid atau satu per dua anak)
  8. Lem atau perekat untuk menempel puzzle ayat
  9. Lembar refleksi diri bergambar (wajah senyum dan simbol hati) yang dibuat guru
  10. Lagu rohani anak (diputar sebagai latar belakang saat kegiatan membuat kartu)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.