Modul AjarPertemuan 2Bab 9Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Manfaat Sekolah Minggu dan Sikap Baik saat Beribadah di Sekolah Minggu

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Manfaat Sekolah Minggu dan Sikap Baik saat Beribadah di Sekolah Minggu". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Manfaat Sekolah Minggu dan Sikap Baik saat Beribadah di Sekolah Minggu

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 9 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Manfaat Sekolah Minggu dan Sikap Baik saat Beribadah di Sekolah Minggu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikManfaat Sekolah Minggu dan Sikap Baik saat Beribadah di Sekolah Minggu
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui diskusi dan kegiatan menebalkan tulisan, murid dapat menyebutkan minimal tiga manfaat mengikuti Sekolah Minggu bagi dirinya sebagai pribadi yang bertumbuh dalam iman dengan benar.
  2. Melalui pengamatan gambar dan kegiatan mewarnai, murid dapat membedakan sikap yang baik dan kurang baik saat mengikuti ibadah di Sekolah Minggu (tertib, berdoa sungguh-sungguh, bernyanyi dengan semangat) dengan tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang suka pergi ke Sekolah Minggu? Apa yang kalian lakukan di sana?
  2. Mengapa kita perlu datang ke Sekolah Minggu setiap minggu?
  3. Bagaimana sikap yang baik saat kita beribadah di Sekolah Minggu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid secara bergiliran.
  • Guru menyapa murid dengan ramah dan menanyakan kabar mereka.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang datang ke Sekolah Minggu kemarin?' dan 'Apa yang kalian rasakan saat ke Sekolah Minggu?'
  • Guru menyanyikan lagu 'Jesus Loves Me' bersama murid untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menggembirakan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar mengapa Sekolah Minggu penting dan bagaimana sikap yang baik saat beribadah.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membacakan cerita dari Markus 10:13-16 tentang Yesus memberkati anak-anak dengan nada yang menarik dan ekspresif.
  • Guru mengajak murid berdiskusi sederhana: 'Mengapa Yesus senang anak-anak datang kepada-Nya?' dan 'Apa artinya bagi kita?'
  • Guru menjelaskan bahwa Sekolah Minggu adalah tempat anak-anak belajar firman Tuhan, sama seperti anak-anak yang datang kepada Yesus.
  • Guru meminta murid menyebutkan kegiatan yang biasa dilakukan di Sekolah Minggu (bernyanyi, berdoa, mendengar firman, bermain, mewarnai).
  • Guru menuliskan jawaban murid di papan tulis dan mengajak mereka membaca bersama-sama.
  • Guru membagikan lembar kerja berisi tulisan putus-putus tentang manfaat Sekolah Minggu (contoh: 'Belajar Firman Tuhan', 'Berteman dengan anak Tuhan', 'Memuji Tuhan bersama').
  • Murid menebalkan tulisan tersebut sambil guru membimbing mereka memahami setiap kalimat.
  • Guru mengajak murid menyebutkan minimal tiga manfaat Sekolah Minggu secara lisan dan memberikan pujian untuk setiap jawaban.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menampilkan atau menunjukkan gambar-gambar sikap anak-anak di Sekolah Minggu (tertib mendengar, berdoa sungguh-sungguh, bernyanyi semangat, berlari-lari, berbicara saat ibadah, bermain saat guru mengajar).
  • Guru meminta murid mengamati gambar dan mengidentifikasi sikap mana yang baik dan mana yang kurang baik.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (2-3 orang) untuk mengelompokkan sikap-sikap tersebut.
  • Guru memfasilitasi diskusi dengan memberikan umpan balik dan penguatan: 'Kenapa sikap ini baik?' atau 'Apa yang terjadi kalau kita berlari saat ibadah?'
  • Guru membagikan lembar kerja dengan gambar tiga sikap baik di Sekolah Minggu: tertib mendengar firman Tuhan, berdoa dengan sungguh, bernyanyi dengan semangat.
  • Murid mewarnai gambar-gambar tersebut sambil guru mengingatkan makna dari setiap sikap.
  • Guru meminta beberapa murid mempraktikkan sikap baik tersebut di depan kelas (misalnya cara duduk tertib, berdoa dengan tangan dilipat, bernyanyi dengan semangat).
  • Murid lain memberikan tepuk tangan dan guru memberikan apresiasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar atau di karpet untuk sesi refleksi.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Dari tiga manfaat Sekolah Minggu yang kita pelajari, mana yang paling kalian rasakan?' dan 'Sikap baik apa yang ingin kalian tunjukkan di Sekolah Minggu nanti?'
  • Murid diberi kesempatan berbicara satu per satu atau secara sukarela untuk menyampaikan refleksi mereka.
  • Guru memberikan umpan balik yang mendorong dan menghargai setiap pendapat murid.
  • Guru mengajak murid membuat komitmen sederhana: menuliskan atau menggambar satu sikap baik yang akan mereka lakukan di Sekolah Minggu berikutnya.
  • Guru meminta murid berbagi komitmen mereka dengan teman sebangku (penilaian sejawat sederhana).
  • Guru menegaskan kembali pentingnya rajin ke Sekolah Minggu dan menunjukkan sikap yang baik sebagai wujud kasih kepada Tuhan.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan kembali tiga manfaat Sekolah Minggu dan tiga sikap baik saat beribadah.
  • Guru memberikan penguatan positif dan merayakan pencapaian murid dengan tepuk tangan bersama.
  • Guru menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari: 'Minggu depan, coba tunjukkan sikap baik ini di Sekolah Minggu kalian, ya!'
  • Guru memberikan tugas kegiatan bersama orang tua: menceritakan manfaat Sekolah Minggu kepada orang tua dan menggambar kegiatan favorit di Sekolah Minggu.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama yang dipimpin oleh murid lain, mengucap syukur atas pembelajaran hari ini.
  • Guru mengucapkan salam penutup dan mengingatkan murid untuk rajin ke Sekolah Minggu.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar menulis, guru menyediakan lembar kerja dengan tulisan putus-putus yang lebih besar dan lebih sedikit. Untuk murid yang sudah lancar, guru memberikan kesempatan untuk menulis sendiri kalimat tentang manfaat Sekolah Minggu.
  • Proses: Murid yang pemalu atau kurang percaya diri dapat menyampaikan refleksi dengan menggambar atau berbisik kepada guru. Murid yang aktif dapat memimpin diskusi kelompok atau mempraktikkan sikap baik di depan kelas.
  • Produk: Murid dapat memilih untuk mengekspresikan komitmen mereka melalui gambar, tulisan sederhana, atau menceritakan secara lisan. Guru menerima semua bentuk produk sebagai hasil belajar yang berharga.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid tentang pengalaman mereka ke Sekolah Minggu: 'Siapa yang datang ke Sekolah Minggu?' dan 'Apa yang kalian lakukan di sana?'
  • Guru mengamati antusiasme dan pengetahuan awal murid tentang Sekolah Minggu melalui respons mereka.

Proses:

  • Observasi selama diskusi: apakah murid dapat menyebutkan kegiatan di Sekolah Minggu?
  • Pemeriksaan lembar kerja menebalkan tulisan: apakah murid dapat menyelesaikan tugas dengan rapi?
  • Observasi saat kegiatan mengamati gambar: apakah murid dapat membedakan sikap baik dan kurang baik?
  • Penilaian saat praktik: apakah murid dapat menunjukkan sikap baik (tertib, berdoa, bernyanyi) dengan tepat?
  • Mendengarkan refleksi murid: apakah mereka memahami pentingnya Sekolah Minggu dan sikap baik?

Akhir:

  • Penilaian lisan: murid diminta menyebutkan minimal tiga manfaat Sekolah Minggu.
  • Penilaian lisan: murid diminta menyebutkan tiga sikap baik saat beribadah di Sekolah Minggu.
  • Penilaian produk: guru mengumpulkan dan menilai lembar kerja menebalkan tulisan dan mewarnai gambar menggunakan rubrik.
  • Penilaian kinerja: guru menilai kemampuan murid mempraktikkan sikap baik menggunakan rubrik.

Formatif:

  • Observasi sikap dan partisipasi murid selama diskusi dan kegiatan kelompok.
  • Penilaian proses saat murid menebalkan tulisan dan mewarnai gambar.
  • Tanya jawab lisan untuk memeriksa pemahaman murid tentang manfaat Sekolah Minggu dan sikap baik.
  • Penilaian sejawat sederhana saat murid berbagi komitmen dengan teman.

Sumatif:

  • Penilaian produk: lembar kerja menebalkan tulisan dan mewarnai gambar sikap baik.
  • Penilaian kinerja: praktik menunjukkan sikap baik di Sekolah Minggu di depan kelas.
  • Penilaian lisan: kemampuan menyebutkan minimal tiga manfaat Sekolah Minggu dan membedakan sikap baik dan kurang baik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan manfaat Sekolah MingguMurid belum dapat menyebutkan manfaat Sekolah Minggu atau menyebutkan hal yang tidak relevan.Murid dapat menyebutkan satu manfaat Sekolah Minggu dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan dua manfaat Sekolah Minggu secara mandiri.Murid dapat menyebutkan tiga atau lebih manfaat Sekolah Minggu dengan jelas dan percaya diri.
Membedakan sikap baik dan kurang baik di Sekolah MingguMurid belum dapat membedakan sikap baik dan kurang baik atau memberikan jawaban yang tidak sesuai.Murid dapat membedakan satu sikap baik dan kurang baik dengan bantuan guru.Murid dapat membedakan dua sikap baik dan kurang baik secara mandiri.Murid dapat membedakan tiga atau lebih sikap baik dan kurang baik dengan tepat dan memberikan alasan sederhana.
Mempraktikkan sikap baik di Sekolah MingguMurid belum dapat menunjukkan sikap baik (tertib, berdoa, bernyanyi) dengan tepat.Murid dapat menunjukkan satu sikap baik dengan bimbingan guru.Murid dapat menunjukkan dua sikap baik dengan tepat secara mandiri.Murid dapat menunjukkan tiga sikap baik dengan percaya diri, tepat, dan antusias.
Hasil lembar kerja (menebalkan dan mewarnai)Lembar kerja belum selesai atau dikerjakan tidak sesuai instruksi.Lembar kerja selesai sebagian dengan hasil kurang rapi.Lembar kerja selesai dengan hasil cukup rapi dan sesuai instruksi.Lembar kerja selesai dengan hasil rapi, warna sesuai, dan menunjukkan kesungguhan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Indikator apa yang menunjukkan keberhasilan?
  • Apakah kegiatan pembelajaran cukup menarik dan sesuai dengan karakteristik murid kelas 1?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif dan mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan semua murid?
  • Apa yang akan saya lakukan berbeda untuk meningkatkan pembelajaran di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu sukai dari pelajaran hari ini?
  • Manfaat Sekolah Minggu apa yang paling kamu rasakan?
  • Sikap baik apa yang akan kamu tunjukkan di Sekolah Minggu nanti?
  • Apakah ada yang masih sulit dipahami? Apa itu?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: Markus 10:13-16 dan Ibrani 10:25
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemdikbudristek, 2021)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemdikbudristek, 2021)
  4. Lembar kerja menebalkan tulisan tentang manfaat Sekolah Minggu
  5. Gambar-gambar sikap anak di Sekolah Minggu (bisa dicetak atau ditampilkan)
  6. Krayon atau pensil warna untuk kegiatan mewarnai
  7. Lagu 'Jesus Loves Me' (audio atau dinyanyikan langsung)
  8. Papan tulis dan spidol untuk mencatat jawaban murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.