Modul AjarPertemuan 2Bab 8Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Sikap Baik kepada Teman dan Guru

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Sikap Baik kepada Teman dan Guru". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Sikap Baik kepada Teman dan Guru

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 8 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Sikap Baik kepada Teman dan Guru

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikSikap Baik kepada Teman dan Guru
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan contoh sikap baik, ramah, dan sopan kepada teman dan guru di sekolah
  2. Murid dapat meneladani sikap persahabatan Daud dan Yonatan (1 Samuel 18:1-4) sebagai contoh mengasihi sesama dalam kehidupan sehari-hari bersama teman dan guru

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana perasaanmu ketika teman atau guru berbuat baik kepadamu?
  2. Apa yang bisa kamu lakukan untuk menunjukkan kasih kepada teman dan guru?
  3. Siapa sahabat terbaik dalam cerita Alkitab yang kita pelajari hari ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid
  • Guru menyapa murid dengan penuh kasih dan menanyakan kabar mereka hari ini
  • Guru menyanyikan lagu pembuka yang ceria bersama murid untuk menciptakan suasana gembira
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang punya teman di kelas ini? Siapa nama guru kalian?' dan mendengarkan jawaban murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini kita akan belajar tentang sikap baik kepada teman dan guru, serta belajar dari kisah persahabatan Daud dan Yonatan
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana perasaanmu ketika teman atau guru berbuat baik kepadamu?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid mengamati gambar atau foto teman-teman dan guru di sekolah, lalu bertanya: 'Siapa yang ada dalam gambar ini?'
  • Murid diminta menyebutkan nama teman-teman dan guru mereka di kelas (kegiatan menuliskan nama-nama teman dan guru di buku)
  • Guru menjelaskan bahwa Tuhan memberikan teman dan guru untuk menolong dan mengasihi kita
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Bagaimana cara Tuhan mengasihi kita melalui teman? Bagaimana cara Tuhan mengasihi kita melalui guru?'
  • Murid mendengarkan penjelasan guru dan menyebutkan contoh konkret, misalnya: teman meminjamkan pensil, guru mengajar dengan sabar
  • Guru menceritakan kisah persahabatan Daud dan Yonatan (1 Samuel 18:1-4) dengan menggunakan media gambar atau boneka tangan agar menarik bagi murid kelas 1
  • Murid mendengarkan cerita dengan penuh perhatian dan merespons pertanyaan sederhana dari guru tentang tokoh dan peristiwa dalam cerita
  • Guru menjelaskan bahwa Yonatan dan Daud adalah sahabat yang saling mengasihi meskipun berbeda latar belakang, dan Yonatan bahkan menolong Daud

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid diminta mengidentifikasi contoh sikap baik, ramah, dan sopan kepada teman dan guru di sekolah berdasarkan pemahaman mereka
  • Guru membimbing murid mengisi lembar kerja: menuliskan atau menggambar sikap baik kepada teman (misal: berbagi, membantu, bermain bersama) dan kepada guru (misal: mendengarkan, mengucap terima kasih, merapikan buku)
  • Murid bekerja dalam kelompok kecil (2-3 orang) untuk membuat roleplay sederhana yang menunjukkan sikap mengasihi teman, seperti membantu teman yang jatuh atau berbagi bekal
  • Setiap kelompok mempraktikkan roleplay mereka di depan kelas
  • Guru memberikan penguatan positif terhadap setiap penampilan dan mengaitkannya dengan teladan Daud dan Yonatan
  • Murid mengerjakan kegiatan kreatif: menuliskan percakapan pada balon kata antara Daud dan Yonatan yang menunjukkan persahabatan (misalnya: 'Terima kasih Yonatan, sudah menolongku' dan 'Kamu sahabatku Daud')
  • Guru memfasilitasi murid untuk membuat kartu ucapan syukur sederhana untuk teman atau guru sebagai wujud kasih

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan merefleksikan pengalaman belajar hari ini dengan pertanyaan: 'Apa yang kalian pelajari tentang mengasihi teman dan guru?'
  • Murid diminta menceritakan satu hal baik yang akan mereka lakukan untuk teman atau guru minggu ini
  • Guru memandu murid menebalkan dan menghafal ayat Alkitab 1 Yohanes 4:7b 'Marilah kita saling mengasihi' sebagai pengingat
  • Murid melakukan penilaian diri sederhana dengan pertanyaan: 'Apakah aku sudah bersikap baik kepada teman dan guru hari ini? Apa yang bisa aku perbaiki?'
  • Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan komitmen murid untuk meneladani sikap Daud dan Yonatan dalam kehidupan sehari-hari
  • Murid menuliskan atau menggambar satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan sebagai bentuk mengasihi teman atau guru

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: Tuhan mengasihi kita melalui teman dan guru, dan kita dipanggil untuk saling mengasihi dengan sikap baik, ramah, dan sopan
  • Murid menyanyikan lagu penutup bertema kasih atau persahabatan
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif dan memberikan motivasi kepada semua murid
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menyebutkan kembali contoh sikap baik kepada teman dan guru
  • Guru memberikan tugas sederhana: mempraktikkan satu sikap baik kepada teman atau guru di rumah atau sekolah esok hari
  • Pembelajaran ditutup dengan doa syukur yang dipimpin oleh guru

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat, guru memberikan tantangan tambahan membaca cerita Daud dan Yonatan dari Alkitab Bergambar. Untuk murid yang lambat, guru menyediakan gambar-gambar visual yang lebih banyak dan contoh konkret sikap baik dalam kehidupan sehari-hari
  • Proses: Murid yang cepat dapat bekerja mandiri dalam membuat roleplay dan kartu ucapan. Murid yang lambat didampingi guru atau teman sebaya dalam menyelesaikan tugas, dengan panduan langkah demi langkah
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat kartu ucapan dengan tulisan dan gambar yang lebih detail, serta mempraktikkan roleplay dengan dialog lebih panjang. Murid yang lambat dapat membuat kartu ucapan sederhana dengan gambar atau stiker, dan mempraktikkan roleplay dengan dialog singkat yang sudah disiapkan guru

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan: 'Siapa yang punya teman di kelas ini? Siapa nama guru kalian?' untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang kehadiran teman dan guru
  • Guru meminta murid menunjukkan dengan jari berapa banyak teman yang mereka kenal

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelas tentang cara Tuhan mengasihi melalui teman dan guru
  • Observasi kemampuan murid mendengarkan dan merespons cerita Daud dan Yonatan
  • Penilaian lembar kerja: murid menuliskan/menggambar contoh sikap baik
  • Observasi roleplay kelompok: kekompakan, sikap, dan isi percakapan yang menunjukkan kasih
  • Observasi saat murid mengerjakan kegiatan kreatif (balon percakapan Daud-Yonatan, kartu ucapan)

Akhir:

  • Guru meminta 2-3 murid menyebutkan kembali contoh sikap baik kepada teman dan guru
  • Penilaian produk akhir: kartu ucapan syukur dan lembar kerja yang telah dikerjakan murid
  • Penilaian diri murid melalui pertanyaan refleksi: 'Apakah aku sudah bersikap baik hari ini?'
  • Observasi komitmen murid untuk mempraktikkan sikap baik di kehidupan nyata

Formatif:

  • Observasi sikap murid selama kegiatan diskusi dan roleplay
  • Tanya jawab lisan tentang contoh sikap baik kepada teman dan guru
  • Penilaian lembar kerja murid dalam menuliskan nama teman, guru, dan contoh sikap baik

Sumatif:

  • Penilaian produk kartu ucapan syukur untuk teman atau guru
  • Penilaian praktik roleplay kelompok yang menunjukkan sikap mengasihi
  • Penilaian tertulis sederhana: murid menuliskan atau menggambar 2 contoh sikap baik kepada teman dan guru

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menyebutkan contoh sikap baik kepada teman dan guruMurid belum dapat menyebutkan contoh sikap baik kepada teman dan guruMurid dapat menyebutkan 1 contoh sikap baik kepada teman atau guru dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 2 contoh sikap baik kepada teman dan guru dengan sedikit bantuanMurid dapat menyebutkan 3 atau lebih contoh sikap baik kepada teman dan guru secara mandiri
Kemampuan meneladani sikap persahabatan Daud dan YonatanMurid belum memahami kisah Daud dan Yonatan dan belum dapat menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hariMurid memahami sebagian kisah Daud dan Yonatan namun kesulitan menghubungkannya dengan sikap mengasihi temanMurid memahami kisah Daud dan Yonatan dan dapat menyebutkan 1-2 cara meneladani sikap tersebutMurid memahami kisah Daud dan Yonatan dengan baik, dapat menyebutkan beberapa cara meneladani, dan menunjukkan komitmen mempraktikkannya
Praktik sikap baik dalam roleplay dan kegiatan kelasMurid belum menunjukkan sikap baik, ramah, atau sopan selama kegiatanMurid mulai menunjukkan sikap baik dalam roleplay namun masih perlu banyak bimbinganMurid menunjukkan sikap baik, ramah, dan sopan dalam roleplay dan interaksi dengan temanMurid secara konsisten menunjukkan sikap baik, ramah, dan sopan dalam seluruh kegiatan, serta membantu teman lain melakukan hal yang sama
Kreativitas dalam membuat kartu ucapan syukurMurid belum dapat membuat kartu ucapan syukurMurid membuat kartu ucapan syukur sederhana dengan banyak bantuan guruMurid membuat kartu ucapan syukur dengan gambar atau tulisan sederhana secara mandiriMurid membuat kartu ucapan syukur yang kreatif dengan gambar dan tulisan yang rapi dan bermakna

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Indikator apa yang menunjukkan pencapaian tersebut?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik bagi murid? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang cepat dan lambat?
  • Bagaimana respons murid terhadap cerita Daud dan Yonatan? Apakah mereka dapat menghubungkannya dengan kehidupan mereka?
  • Asesmen apa yang paling efektif mengukur pemahaman murid tentang sikap baik kepada teman dan guru?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang mengasihi teman dan guru?
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling kamu sukai? Mengapa?
  • Sikap baik apa yang akan kamu lakukan untuk teman atau guru besok?
  • Apa yang kamu rasakan ketika mendengar cerita Daud dan Yonatan?
  • Apakah ada yang sulit bagimu dalam pelajaran hari ini? Apa yang bisa membantu?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (1 Samuel 18:1-4, 1 Yohanes 4:7)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 (Pelajaran 8: Mengasihi Teman dan Guru)
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1
  4. Gambar atau ilustrasi Daud dan Yonatan
  5. Foto teman-teman dan guru di sekolah
  6. Lembar kerja: menuliskan nama teman, guru, dan contoh sikap baik
  7. Kertas, pensil warna, dan alat tulis untuk membuat kartu ucapan
  8. Balon percakapan (template) untuk kegiatan menulis dialog Daud dan Yonatan
  9. Lagu rohani bertema kasih dan persahabatan
  10. Boneka tangan atau media visual untuk bercerita (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.