Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Teman dan Guru adalah Anugerah Tuhan
Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Teman dan Guru adalah Anugerah Tuhan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR
Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Teman dan Guru adalah Anugerah Tuhan
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1
Bab 8 - Pertemuan 1
MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Teman dan Guru adalah Anugerah Tuhan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PROFIL LULUSAN
PERTANYAAN PEMANTIK
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran: Murid diminta untuk mengamati dan menyadari keberadaan teman dan guru di sekitar mereka, Bermakna: Menghubungkan kehadiran teman dan guru dengan pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari):
Mengaplikasi (Bermakna: Murid menunjukkan rasa syukur melalui tindakan nyata membuat dan memberikan kartu ucapan, Menggembirakan: Aktivitas membuat kartu yang kreatif dan menyenangkan untuk murid kelas 1):
Merefleksi (Berkesadaran: Murid merefleksikan pembelajaran dan menyadari sikap syukur yang perlu ditunjukkan, Bermakna: Menghubungkan pembelajaran dengan komitmen tindakan nyata di kehidupan sehari-hari):
Penutup:
Diferensiasi:
ASESMENAwal:
Proses:
Akhir:
Formatif:
Sumatif:
RUBRIK PENILAIAN
REFLEKSIRefleksi Guru:
Refleksi Murid:
SUMBER BELAJAR
|
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.