Modul AjarBab 8Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 8: Mengasihi Teman dan Guru

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 8 "Mengasihi Teman dan Guru", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 8: Mengasihi Teman dan Guru

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 8 — Mengasihi Teman dan Guru

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 8 — Mengasihi Teman dan Guru
Alokasi Waktu9 JP (9 x 35 menit = 315 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.8.1 Menyebutkan contoh interaksi yang baik dengan teman sebagai lingkungan terdekat ciptaan Allah
  2. TP 1.8.2 Menyebutkan makna kebaikan kepada teman di sekolah
  3. TP 1.8.3 Menunjukkan contoh sikap ramah kepada teman di sekolah
  4. TP 1.8.4 Menunjukkan contoh sikap sopan kepada guru di sekolah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa nama teman yang duduk di dekatmu dan apa kegiatan baik yang sering kalian lakukan bersama di sekolah?
  2. Mengapa Tuhan senang jika kita berbuat baik dan tidak bertengkar dengan teman kita di sekolah?
  3. Bagaimana caramu menyapa teman saat bertemu di halaman sekolah?
  4. Apa yang kamu lakukan saat berpapasan dengan bapak atau ibu guru di lorong kelas?
  5. Apa saja contoh tindakan rukun saat kita berinteraksi dengan teman di sekolah?
  6. Mengapa Tuhan ingin kita melakukan kebaikan dan bersikap ramah kepada teman?
  7. Bagaimana caramu menunjukkan sikap sopan ketika bertemu bapak atau ibu guru?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyebutkan Contoh Interaksi yang Baik dan Makna Kebaikan kepada Teman di Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.8.1 Menyebutkan contoh interaksi yang baik dengan teman sebagai lingkungan terdekat ciptaan Allah
  • TP 1.8.2 Menyebutkan makna kebaikan kepada teman di sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyanyikan lagu pujian bersama murid 'Besarlah Kasih Bapaku' (Kidung Ceria No. 22), dan memimpin doa syukur atas teman-teman yang Tuhan berikan di sekolah (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan tempat duduk berpasangan agar murid siap belajar dengan nyaman (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik kesiapan: (1) 'Sebutkan 1 hal baik yang kamu lakukan saat bermain bersama teman!' dan (2) 'Mengapa kita harus berbuat baik kepada teman di sekolah?' untuk memetakan pemahaman awal murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menyebutkan contoh interaksi yang baik dengan teman sebagai sesama ciptaan Allah dan menyebutkan makna kebaikan kepada teman di sekolah (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru menceritakan kisah persahabatan Daud dan Yonatan (1 Samuel 18:1-4) serta membacakan nats 1 Yohanes 4:7a yang menegaskan bahwa teman adalah sesama ciptaan Allah dan kasih berasal dari Allah (10 menit).
  • Guru memperlihatkan 3 gambar situasi interaksi di sekolah dan meminta murid mengamati: Gambar A (berbagi bekal makanan), Gambar B (berebut mainan), dan Gambar C (menolong teman yang terjatuh di halaman) (10 menit).
  • Secara klasikal, guru membimbing murid mengidentifikasi dan menyebutkan mana yang termasuk contoh interaksi yang baik (Gambar A dan C) serta menyebutkan makna kebaikan kepada teman, yaitu menciptakan suasana rukun, aman, damai, dan membuat teman merasa disayangi sebagai wujud kasih Allah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi kelas menjadi pasangan sebangku dan membagikan lembar aktivitas visual berisi 4 kartu ilustrasi kegiatan di sekolah: Kartu 1 (meminjamkan pensil), Kartu 2 (mengejek teman yang menangis), Kartu 3 (bermain bola bersama secara rukun), dan Kartu 4 (mendorong teman saat berbaris) (10 menit).
  • Dalam permainan berpasangan 'Pilih Kebaikan', setiap pasangan murid berdiskusi untuk memilih dan menyebutkan kartu mana yang merupakan contoh interaksi baik (Kartu 1 dan Kartu 3) dan kartu mana yang bukan (Kartu 2 dan Kartu 4) (3 menit).
  • Setiap pasangan murid bergantian menyebutkan di depan kelas contoh interaksi yang baik yang mereka pilih dan menyebutkan makna kebaikan dari tindakan tersebut bagi teman mereka di sekolah (acuan: Kartu 1 maknanya menolong teman agar bisa belajar bersama; Kartu 3 maknanya menjaga kerukunan saat bermain) (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid duduk hening sejenak menyadari bahwa teman di sampingnya adalah anugerah terdekat yang Tuhan hadirkan di sekolah untuk dikasihi (5 menit).
  • Murid secara lisan mengungkapkan refleksi terbimbing: menyebutkan 1 teman terdekatnya dan 1 janji tindakan baik yang akan ia sebutkan dan lakukan bersama teman tersebut selama di sekolah (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 2 poin utama pelajaran: (1) interaksi yang baik dengan teman ciptaan Allah contohnya berbagi, menolong, dan bermain bersama; (2) makna kebaikan kepada teman adalah hidup rukun, saling mengasihi, dan membuat suasana sekolah menyenangkan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan lisan atas keaktifan murid dalam menyebutkan contoh interaksi baik dan makna kebaikan (5 menit).
  • Kelas ditutup dengan doa bersama mengucap syukur kepada Tuhan atas teman-teman di sekolah dan memohon bimbingan Tuhan untuk terus berbuat baik (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kegiatan bergambar warna dengan simbol visual tanda senyum (interaksi baik) dan tanda silang (bukan interaksi baik) untuk membantu murid yang belum lancar membaca.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung dengan pertanyaan pancingan sederhana. Bagi murid yang cepat memahami, diberikan kesempatan menyebutkan 3 contoh interaksi baik tambahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
  • Produk: Murid dapat menyampaikan contoh interaksi baik dan makna kebaikan secara lisan langsung kepada guru atau dengan menunjuk kartu gambar yang sesuai disertai penjelasan lisan singkat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) 'Sebutkan 1 contoh perbuatan baik yang pernah kamu lakukan kepada temanmu!' (acuan jawaban: meminjamkan alat tulis, berbagi makanan, menolong saat jatuh, atau mengajak bermain bersama); (2) 'Mengapa kita harus berbuat baik kepada teman di sekolah?' (acuan jawaban: supaya rukun, tidak bertengkar, teman merasa senang, atau karena Tuhan mengasihi kita).

Proses:

  • Penilaian performa lisan berpasangan saat murid menyebutkan pilihan pada 4 kartu ilustrasi kegiatan di sekolah: Kartu 1 (meminjamkan pensil), Kartu 2 (mengejek teman), Kartu 3 (bermain bola bersama), Kartu 4 (mendorong teman). Acuan jawaban benar: Kartu 1 dan 3 adalah interaksi baik; Kartu 2 dan 4 bukan interaksi baik. Murid juga menyebutkan makna kebaikannya (acuan: Kartu 1 menolong teman agar bisa belajar; Kartu 3 menciptakan kerukunan bermain).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan kepada setiap murid: (1) 'Sebutkan 2 contoh interaksi yang baik dengan teman di kelas!' (acuan jawaban: berbagi alat tulis/bekal, menolong teman terjatuh, menyapa teman, bermain bersama secara rukun); (2) 'Sebutkan 1 makna atau alasan mengapa kita perlu berbuat baik kepada teman di sekolah!' (acuan jawaban: agar suasana kelas rukun dan damai, membuat teman bahagia, atau membalas kasih Tuhan).

Formatif:

  • Observasi partisipasi dan unjuk kerja lisan saat murid memilih kartu interaksi baik dan menyebutkan makna kebaikan kepada teman dalam kegiatan berpasangan 'Pilih Kebaikan'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan contoh interaksi yang baik dengan teman sebagai lingkungan terdekat ciptaan Allah (TP 1.8.1)Belum mampu menyebutkan contoh interaksi yang baik dengan teman di sekolah meskipun telah diberikan panduan gambar.Mampu menyebutkan 1 contoh interaksi yang baik dengan teman di sekolah berdasarkan panduan gambar dengan bantuan guru.Mampu menyebutkan 2 contoh interaksi yang baik dengan teman di sekolah secara tepat dan mandiri (misalnya: berbagi bekal dan menolong teman terjatuh).Mampu menyebutkan 3 atau lebih contoh interaksi yang baik dengan teman di sekolah secara tepat, runtut, dan mandiri tanpa bantuan.
Menyebutkan makna kebaikan kepada teman di sekolah (TP 1.8.2)Belum mampu menyebutkan makna kebaikan kepada teman di sekolah meski telah dibimbing dengan pertanyaan pemantik.Mampu menyebutkan makna kebaikan kepada teman di sekolah secara sederhana dengan bantuan arahan guru (misalnya: supaya teman senang).Mampu menyebutkan makna kebaikan kepada teman di sekolah secara tepat dan mandiri (misalnya: menciptakan kerukunan dan rasa aman di sekolah sebagai wujud kasih).Mampu menyebutkan makna kebaikan kepada teman di sekolah secara tepat, mendalam, dan mandiri dengan mengaitkannya pada kasih Allah yang melingkupi sesama.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dan mampu menyebutkan contoh interaksi yang baik dengan teman serta maknanya?
  • Apakah media kartu gambar interaksi di sekolah membantu murid kelas 1 memahami materi dengan konkret dan menyenangkan?
  • Bagian kegiatan mana yang memerlukan penyederhanaan instruksi atau alokasi waktu tambahan untuk pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Apa contoh perbuatan baik kepada teman yang paling kamu sukai hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu setelah tahu bahwa teman di sekolah adalah pemberian Tuhan yang harus dikasihi?

Pertemuan 2 — Menunjukkan Contoh Sikap Ramah kepada Teman dan Sikap Sopan kepada Guru di Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.8.3 Menunjukkan contoh sikap ramah kepada teman di sekolah
  • TP 1.8.4 Menunjukkan contoh sikap sopan kepada guru di sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam kasih Kristiani dan mengajak seorang murid memimpin doa syukur atas teman dan guru di sekolah (5 menit).
  • Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Besarlah Kasih Bapaku' (Kidung Ceria No. 22) untuk mengondisikan suasana hati yang gembira dan penuh kasih (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik cepat dengan memperlihatkan 2 kartu situasi bergambar di depan kelas: Kartu A (anak tersenyum melambaikan tangan saat bertemu teman) dan Kartu B (anak menunduk memberi salam 'Selamat pagi, Bu' saat berpapasan dengan guru) lalu meminta murid menunjuk mana sikap ramah kepada teman dan mana sikap sopan kepada guru (acuan: Kartu A = sikap ramah kepada teman; Kartu B = sikap sopan kepada guru) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan papan peraga berisi 4 kartu gambar contoh sikap di sekolah: (1) Gambar anak tersenyum dan menyapa teman 'Halo Dina'; (2) Gambar anak mengetuk pintu ruang guru dan mengucap salam sebelum masuk; (3) Gambar anak membagikan bekal dengan wajah ceria kepada teman; (4) Gambar anak mendengarkan penjelasan guru di kelas dengan tenang tanpa memotong pembicaraan (10 menit).
  • Guru memandu murid mengamati dan mengelompokkan keempat kartu tersebut ke dalam dua kolom di papan tulis: Kolom 'Sikap Ramah kepada Teman' dan Kolom 'Sikap Sopan kepada Guru' (acuan pengelompokan: Gambar 1 dan 3 masuk kolom Sikap Ramah kepada Teman; Gambar 2 dan 4 masuk kolom Sikap Sopan kepada Guru) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid melakukan permainan interaktif 'Tunjukkan Sikap Kasih': guru membacakan 4 skenario perilaku di sekolah, lalu murid secara bergantian menunjukkan kartu simbol 'Tersenyum untuk Teman' (ramah) atau kartu simbol 'Membungkuk Hormat untuk Guru' (sopan) (15 menit).
  • Daftar 4 skenario permainan: Skenario 1 = 'Menyapa teman yang baru datang dengan senyuman ceria' (acuan: Sikap Ramah kepada Teman); Skenario 2 = 'Mengucapkan permisi saat berjalan lewat di depan bapak/ibu guru' (acuan: Sikap Sopan kepada Guru); Skenario 3 = 'Mengajak teman bermain bersama di lapangan saat jam istirahat' (acuan: Sikap Ramah kepada Teman); Skenario 4 = 'Menjawab pertanyaan ibu guru dengan suara lembut dan santun' (acuan: Sikap Sopan kepada Guru) (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mempraktikkan langsung satu peragaan singkat di tempat duduk: satu murid menunjukkan peragaan sikap ramah kepada teman (tersenyum sambil melambaikan tangan) dan satu murid menunjukkan peragaan sikap sopan kepada guru (mengangguk hormat sambil mengucap salam 'Selamat siang, Guru') secara bergantian (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar ceklis gambar refleksi diri berisi 2 butir pernyataan bergambar: Butir 1 = 'Saya bersedia menunjukkan sikap ramah (tersenyum dan menyapa) kepada teman'; Butir 2 = 'Saya bersedia menunjukkan sikap sopan (mengucap salam dan tertib) kepada guru' (10 menit).
  • Murid mewarnai simbol bintang pada lembar refleksi sebagai tanda kesediaan mempraktikkan sikap ramah kepada teman dan sikap sopan kepada guru sebagai wujud kasih Allah di sekolah (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pelajaran bahwa anak Tuhan selalu menunjukkan senyum ramah kepada teman dan sikap hormat sopan kepada bapak/ibu guru (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas keaktifan murid dan mengingatkan bahwa pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan kegiatan asesmen sumatif bab, lalu menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyediakan gambar situasi visual yang diperbesar dan simbol gestur konkret bagi murid yang membutuhkan panduan visual, serta kartu skenario teks pendek bagi murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung dan permodelan gestur terlebih dahulu; bagi murid yang sudah cepat memahami, murid diberi kesempatan langsung memilih dan menunjukkan contoh sikap ramah atau sopan dari skenario tambahan secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan contoh sikap melalui gestur tubuh langsung (menunjukkan sikap) atau memilih kartu bergambar situasi yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Identifikasi awal pemahaman murid melalui 2 kartu situasi bergambar di awal pelajaran: Kartu A (anak tersenyum melambaikan tangan saat bertemu teman) dan Kartu B (anak menunduk memberi salam 'Selamat pagi, Bu' saat berpapasan dengan guru). Guru meminta murid menunjuk mana contoh sikap ramah kepada teman dan mana contoh sikap sopan kepada guru (acuan: Kartu A = contoh sikap ramah kepada teman; Kartu B = contoh sikap sopan kepada guru).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam menunjukkan kartu simbol sikap saat guru membacakan 4 skenario di kegiatan inti: (1) Menyapa teman baru dengan senyum (acuan: sikap ramah kepada teman); (2) Mengucap permisi saat lewat di depan guru (acuan: sikap sopan kepada guru); (3) Mengajak teman bermain bersama (acuan: sikap ramah kepada teman); (4) Menjawab pertanyaan guru dengan santun (acuan: sikap sopan kepada guru).
  • Pengamatan langsung saat peragaan berpasangan: kesesuaian gestur murid dalam menunjukkan contoh sikap ramah kepada teman (tersenyum/melambaikan tangan) dan sikap sopan kepada guru (mengangguk hormat/mengucap salam).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir melalui pengisian lembar ceklis gambar 2 butir komitmen perilaku: (1) Menunjukkan sikap ramah kepada teman; (2) Menunjukkan sikap sopan kepada guru (kriteria penerimaan: murid menandai/mewarnai bintang pada kedua butir perilaku ramah dan sopan tersebut).

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik melalui penunjukan kartu gambar contoh sikap ramah kepada teman dan sopan kepada guru
  • Observasi unjuk kerja saat permainan 'Tunjukkan Sikap Kasih' (ketepatan menunjukkan contoh sikap ramah kepada teman dan sopan kepada guru)
  • Ceklis unjuk kerja peragaan berpasangan sikap ramah kepada teman dan sopan kepada guru

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan contoh sikap ramah kepada teman di sekolahBelum mampu menunjukkan contoh sikap ramah kepada teman meskipun telah diberikan bimbingan langsung.Mampu menunjukkan 1 contoh sikap ramah kepada teman di sekolah dengan bantuan dan bimbingan guru.Mampu menunjukkan 2 contoh sikap ramah kepada teman di sekolah (tersenyum menyapa dan mengajak bermain) secara tepat dan mandiri.Mampu menunjukkan lebih dari 2 contoh sikap ramah kepada teman di sekolah secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa diingatkan.
Menunjukkan contoh sikap sopan kepada guru di sekolahBelum mampu menunjukkan contoh sikap sopan kepada guru di sekolah meskipun telah dibimbing.Mampu menunjukkan 1 contoh sikap sopan kepada guru di sekolah dengan arahan guru.Mampu menunjukkan 2 contoh sikap sopan kepada guru di sekolah (mengucap salam permisi dan menjawab santun) secara tepat dan mandiri.Mampu menunjukkan lebih dari 2 contoh sikap sopan kepada guru di sekolah secara tepat, konsisten, dan mandiri pada berbagai situasi sekolah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu membedakan dan menunjukkan contoh sikap ramah kepada teman serta sikap sopan kepada guru?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan dan peragaan berpasangan, apakah suasana kelas menggembirakan?
  • Pendampingan apa yang perlu disiapkan bagi murid yang masih pemalu atau belum percaya diri menunjukkan sikap ramah dan sopan?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang belajar menunjukkan sikap ramah kepada teman dan sopan kepada guru hari ini?
  • Sikap ramah apa yang akan kamu tunjukkan kepada temanmu saat jam istirahat nanti?
  • Sikap sopan apa yang akan kamu tunjukkan saat bertemu bapak atau ibu guru besok pagi?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.8.1 Menyebutkan contoh interaksi yang baik dengan teman sebagai lingkungan terdekat ciptaan Allah
  • TP 1.8.2 Menyebutkan makna kebaikan kepada teman di sekolah
  • TP 1.8.3 Menunjukkan contoh sikap ramah kepada teman di sekolah
  • TP 1.8.4 Menunjukkan contoh sikap sopan kepada guru di sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi sumatif dengan salam kasih Kristiani, mengajak murid berdoa mengucap syukur atas anugerah teman dan guru, serta mengondisikan ketertiban kelas (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan sesi asesmen sumatif terpadu, yaitu menunjukkan pemahaman tentang mengasihi teman dan guru melalui tes lisan individual dan peragaan berpasangan (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan alur pelaksanaan asesmen: Bagian 1 tes lisan individual di meja guru (45 menit total, sekitar 1,5 menit per murid) dengan menjawab 2 pertanyaan pemantik; Bagian 2 unjuk kerja peragaan berpasangan di depan kelas (42 menit total, 3 menit per pasangan untuk 14 pasangan); serta membagikan lembar gambar aktivitas kasih untuk disimak murid yang sedang menunggu giliran (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Pelaksanaan Bagian 1 Asesmen Sumatif (Tes Lisan Individual): Murid dipanggil bergiliran ke meja guru secara individual untuk menjawab 2 pertanyaan pemantik: (1) Menyebutkan 2 contoh interaksi rukun dengan teman ciptaan Allah (acuan jawaban: bermain bersama tanpa bertengkar, meminjamkan alat tulis/pensil warna, berbagi makanan, belajar bersama, menyapa saat bertemu); (2) Menjelaskan makna kebaikan menolong teman di sekolah (acuan kriteria: menyebutkan bahwa kebaikan menolong teman mencerminkan kasih Tuhan/membuat teman senang/menciptakan kedamaian dan kerukunan di kelas). Guru mencatat ketercapaian pada daftar centang penilaian (durasi 1,5 menit per murid, total 28 murid selesai dalam 42 menit; 3 menit transisi; murid yang menunggu tertib menyimak lembar gambar kasih) (45 menit).
  • Pelaksanaan Bagian 2 Asesmen Sumatif (Unjuk Kerja Berpasangan dan Simulasi Langsung): Murid tampil berpasangan (14 pasangan) di depan kelas untuk memperagakan 2 tindakan nyata: (1) Peragaan sikap ramah kepada teman sebangku dengan saling menyapa ramah dan tersenyum tulus; (2) Simulasi sikap sopan kepada guru di depan kelas dengan gestur membungkukkan badan secara santun serta mengucapkan salam hormat kepada guru (acuan kalimat: 'Selamat pagi/siang Bapak/Ibu Guru'). Guru menilai unjuk kerja per pasangan menggunakan rubrik (durasi 3 menit per pasangan x 14 pasangan = 42 menit) (42 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan pengalaman selama melaksanakan penilaian sumatif mengenai perasaan mereka saat membiasakan sikap ramah dan sopan dalam kehidupan sekolah sehari-hari (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas ketertiban serta kejujuran seluruh murid dalam mengikuti penilaian sumatif Bab 8 Mengasihi Teman dan Guru (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama mengucap syukur kepada Tuhan atas kelancaran seluruh proses belajar dan asesmen bab ini (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: Guru membacakan pertanyaan lisan dengan pengulangan kalimat yang jelas dan perlahan bagi murid yang membutuhkan artikulasi lebih lambat tanpa mengubah kompetensi materi.
  • Proses: Akomodasi proses: Murid yang ragu-ragu saat simulasi diberikan aba-aba hitungan tenang oleh guru untuk memulai peragaan menyapa dan gestur santun.
  • Produk: Standar bukti kinerja sumatif tetap sama bagi seluruh murid, yaitu respons lisan dan peragaan sikap ramah serta sopan sesuai acuan.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • tes lisan dan unjuk kerja terpadu bergiliran: rekaman respons lisan murid yang menyebutkan contoh interaksi baik dan makna kebaikan kepada teman, serta unjuk kerja peragaan sikap ramah kepada teman dan sikap sopan kepada guru di sekolah
  • tes lisan bergiliran: jawaban lisan murid saat dipanggil ke meja guru menjawab dua pertanyaan pemantik: menyebutkan dua contoh interaksi rukun dengan teman dan menjelaskan makna kebaikan menolong teman di sekolah (dinilai 1,5 menit per murid secara bergantian, 45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas sementara murid lain menyimak lembar gambar aktivitas kasih) (45 menit; individual; instrumen: daftar centang dan panduan pertanyaan lisan)
  • unjuk kerja berpasangan dan simulasi langsung: peragaan langsung murid berpasangan saling menyapa dengan ramah dan tersenyum kepada teman sebangku, dilanjutkan simulasi memperagakan gestur membungkuk santun dan memberi salam hormat kepada guru di depan kelas (dinilai per pasangan selama 3 menit, 14 pasangan x 3 menit = 42 menit, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan sikap ramah dan sopan)

Sumatif:

  • tes lisan dan unjuk kerja terpadu bergiliran: rekaman respons lisan murid yang menyebutkan contoh interaksi baik dan makna kebaikan kepada teman, serta unjuk kerja peragaan sikap ramah kepada teman dan sikap sopan kepada guru di sekolah
  • tes lisan bergiliran: jawaban lisan murid saat dipanggil ke meja guru menjawab dua pertanyaan pemantik: menyebutkan dua contoh interaksi rukun dengan teman dan menjelaskan makna kebaikan menolong teman di sekolah (dinilai 1,5 menit per murid secara bergantian, 45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas sementara murid lain menyimak lembar gambar aktivitas kasih) (45 menit; individual; instrumen: daftar centang dan panduan pertanyaan lisan)
  • unjuk kerja berpasangan dan simulasi langsung: peragaan langsung murid berpasangan saling menyapa dengan ramah dan tersenyum kepada teman sebangku, dilanjutkan simulasi memperagakan gestur membungkuk santun dan memberi salam hormat kepada guru di depan kelas (dinilai per pasangan selama 3 menit, 14 pasangan x 3 menit = 42 menit, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan sikap ramah dan sopan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan contoh interaksi baik dengan teman (TP 1.8.1)Belum mampu menyebutkan contoh interaksi baik dengan teman walau sudah dipandu guru.Menyebutkan 1 contoh interaksi baik dengan teman ciptaan Allah (acuan: bermain rukun/berbagi/belajar bersama) dengan bimbingan.Menyebutkan 2 contoh interaksi baik dengan teman ciptaan Allah secara tepat dan mandiri (acuan: bermain rukun, berbagi alat tulis/makanan, belajar bersama, atau menyapa).Menyebutkan lebih dari 2 contoh interaksi baik dengan teman ciptaan Allah secara mandiri, tepat, dan lancar.
Menyebutkan makna kebaikan kepada teman di sekolah (TP 1.8.2)Belum mampu menyebutkan makna kebaikan menolong teman di sekolah.Menyebutkan makna kebaikan menolong teman dengan bantuan panduan guru.Menyebutkan makna kebaikan menolong teman di sekolah secara tepat dan mandiri (acuan kriteria: menyatakan bahwa menolong wujud kasih Tuhan/membuat suasana rukun dan teman bahagia).Menyebutkan makna kebaikan menolong teman di sekolah secara utuh, mendalam, dan mandiri.
Menunjukkan contoh sikap ramah kepada teman di sekolah (TP 1.8.3)Belum menunjukkan sikap ramah kepada teman sebangku saat peragaan.Menunjukkan sapaan kepada teman namun belum disertai ekspresi senyum ramah atau masih dengan dorongan guru.Menunjukkan contoh sikap ramah kepada teman secara mandiri dengan saling menyapa ramah dan tersenyum tulus.Menunjukkan contoh sikap ramah kepada teman secara konsisten, hangat, wajar, tersenyum tulus, dan mandiri.
Menunjukkan contoh sikap sopan kepada guru di sekolah (TP 1.8.4)Belum menunjukkan gestur santun membungkuk maupun salam hormat kepada guru.Menunjukkan salah satu tindakan (hanya membungkuk santun atau hanya mengucap salam hormat) dengan arahan guru.Menunjukkan contoh sikap sopan kepada guru secara lengkap dan mandiri (memperagakan gestur membungkuk santun dan mengucapkan salam hormat).Menunjukkan contoh sikap sopan kepada guru secara terpadu, santun, takzim, dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 45 menit untuk tes lisan individual dan 42 menit untuk unjuk kerja berpasangan berjalan efektif mencakup seluruh murid?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 dalam mempraktikkan secara nyata sikap ramah kepada teman dan sopan kepada guru?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang saat mempraktikkan sikap ramah kepada teman dan sopan kepada guru hari ini?
  • Sikap baik apa yang ingin terus kamu lakukan kepada teman dan gurumu setiap hari di sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, 2021 (Pelajaran 8: Mengasihi Teman dan Guru, Penulis: Veronika Hematang).
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, 2021 (Halaman 99-103).
  3. Alkitab: 1 Samuel 18:1-4 dan 1 Yohanes 4:7a.
  4. Set kartu gambar ilustrasi interaksi murid di sekolah (kegiatan berbagi bekal, menolong teman, bermain bersama, mengejek, dan mendorong teman).
  5. Lagu Kidung Ceria No. 22 'Besarlah Kasih Bapaku'.
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021, Penulis: Veronika Hematang)
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  8. Kidung Ceria No. 22 'Besarlah Kasih Bapaku'
  9. Kartu bergambar contoh situasi sikap ramah kepada teman dan sikap sopan kepada guru di sekolah
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Puskurbuk, 2021)
  11. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Puskurbuk, 2021)
  12. Alkitab: 1 Samuel 18:1-4 dan 1 Yohanes 4:7a
  13. Lembar pengamatan / lembar gambar aktivitas kasih untuk aktivitas murid menunggu giliran
  14. Daftar centang dan rubrik asesmen sumatif guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.