Modul AjarPertemuan 4Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengasihi Keluarga dengan Hidup Rukun dan Bersyukur

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Mengasihi Keluarga dengan Hidup Rukun dan Bersyukur". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengasihi Keluarga dengan Hidup Rukun dan Bersyukur

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 7 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengasihi Keluarga dengan Hidup Rukun dan Bersyukur

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengasihi Keluarga dengan Hidup Rukun dan Bersyukur
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan perbuatan mengasihi anggota keluarga melalui tindakan sederhana seperti menolong ayah, menolong ibu, mendengar nasihat orang tua, dan menolong saudara sebagai wujud syukur kepada Tuhan
  2. Murid dapat menjelaskan makna ayat Amsal 6:20 bahwa menaati perintah ayah dan ajaran ibu adalah bentuk ketaatan kepada Tuhan sekaligus wujud kasih sayang kepada keluarga

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa saja yang ada di keluargamu?
  2. Bagaimana caramu menunjukkan kasih sayang kepada ayah dan ibu di rumah?
  3. Mengapa kita perlu mendengarkan nasihat orang tua?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru menyanyikan lagu 'Kasih Ibu' atau lagu tentang keluarga untuk menciptakan suasana hangat dan menggembirakan
  • Guru menanyakan kepada murid: 'Hari ini siapa yang membantu ibu atau ayah di rumah?' untuk mengaktifkan pengalaman pribadi murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini kita akan belajar cara mengasihi keluarga dan memahami pesan Tuhan dalam Amsal 6:20

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar keluarga yang sedang melakukan kegiatan bersama dan bertanya: 'Apa yang sedang dilakukan keluarga ini?'
  • Guru membacakan ayat Amsal 6:20: 'Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu' dengan suara jelas
  • Guru menjelaskan makna ayat dengan bahasa sederhana: Tuhan senang bila kita mendengarkan dan menaati perintah ayah dan ibu. Ini menunjukkan kasih kita kepada keluarga dan ketaatan kepada Tuhan
  • Guru meminta murid menebalkan tulisan ayat Amsal 6:20 di buku siswa sambil membaca bersama-sama dengan suara lantang
  • Guru memberikan contoh konkret: menolong ayah menyapu, menolong ibu membereskan mainan, mendengar nasihat tidak bermain kotor, menolong kakak atau adik

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Mari Menunjukkan Syukur Kepada Tuhan Melalui Keluarga' yang berisi gambar aktivitas: menolong ayah, menolong ibu, berdoa, mendengar nasihat, menolong saudara
  • Murid diminta menarik garis menghubungkan gambar dengan kalimat yang sesuai di lembar kerja
  • Guru mengajak murid bermain peran sederhana berpasangan: satu murid menjadi anak, satu menjadi orang tua. Anak mempraktikkan cara menolong atau mendengarkan nasihat
  • Setiap pasangan maju ke depan kelas untuk menunjukkan satu cara mengasihi keluarga yang sudah dipraktikkan
  • Guru memberikan apresiasi positif untuk setiap praktik yang ditunjukkan murid

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid duduk melingkar dan bertanya: 'Bagaimana perasaanmu saat menolong keluarga? Apakah menyenangkan?'
  • Guru meminta 3-5 murid menceritakan pengalaman pribadi mereka menolong keluarga di rumah
  • Guru mengajak murid merenungkan: 'Mengapa Tuhan ingin kita mengasihi keluarga? Apa hubungannya dengan Amsal 6:20?'
  • Murid menuliskan atau menggambar satu tindakan mengasihi keluarga yang akan mereka lakukan minggu ini sebagai komitmen pribadi
  • Guru menegaskan kembali bahwa mengasihi keluarga adalah wujud syukur kepada Tuhan dan ketaatan pada firman-Nya

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: Tuhan memberikan keluarga sebagai berkat, dan kita mengasihi mereka dengan menolong, mendengar nasihat, dan hidup rukun
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Kasih Ibu' atau lagu tentang keluarga sekali lagi sebagai ungkapan syukur
  • Guru memberikan tugas rumah: Murid diminta berdoa bersama orang tua sebelum tidur dan menceritakan apa yang dipelajari hari ini
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama: 'Tuhan Yesus, terima kasih untuk keluarga. Ajar kami untuk mengasihi keluarga. Amin'

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat diberikan tantangan membaca ayat Amsal 6:20 secara mandiri dan menjelaskannya dengan kata-kata sendiri. Murid yang lambat diberikan gambar visual lebih banyak untuk memahami konsep mengasihi keluarga
  • Proses: Murid yang cepat dapat memimpin bermain peran dan membantu teman yang kesulitan. Murid yang lambat diberikan waktu lebih lama untuk menebalkan tulisan dan didampingi guru secara personal
  • Produk: Murid yang cepat membuat daftar 5 cara mengasihi keluarga dengan tulisan sendiri. Murid yang lambat cukup menggambar 2-3 cara mengasihi keluarga dengan bimbingan guru

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid: 'Siapa yang sudah pernah menolong ayah atau ibu di rumah? Apa yang kamu lakukan?' untuk menggali pengalaman awal murid
  • Guru meminta murid mengangkat tangan jika mereka tahu apa artinya 'mengasihi keluarga'

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat menebalkan tulisan ayat Alkitab
  • Observasi ketepatan murid saat menghubungkan gambar dengan tindakan mengasihi keluarga
  • Observasi kemampuan murid mempraktikkan sikap mengasihi dalam bermain peran
  • Penilaian kemampuan murid menceritakan pengalaman pribadi saat sesi refleksi

Akhir:

  • Penilaian hasil gambar atau tulisan komitmen murid untuk mengasihi keluarga
  • Guru menanyakan kepada 5-7 murid secara acak: 'Apa pesan dari Amsal 6:20?' untuk mengecek pemahaman
  • Penilaian laporan orang tua tentang kegiatan berdoa bersama di rumah (tugas rumah)

Formatif:

  • Observasi aktivitas menebalkan tulisan ayat Amsal 6:20
  • Penilaian proses saat murid menarik garis menghubungkan gambar dengan tindakan mengasihi keluarga
  • Observasi praktik bermain peran mengasihi keluarga

Sumatif:

  • Penilaian hasil karya murid: gambar atau tulisan komitmen tindakan mengasihi keluarga
  • Penilaian kemampuan murid menjelaskan makna Amsal 6:20 dengan bahasa sederhana

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memahami makna Amsal 6:20Murid belum dapat menjelaskan makna ayat Amsal 6:20 meskipun dengan bantuanMurid dapat menyebutkan satu kata kunci dari ayat (perintah ayah atau ajaran ibu) dengan bantuanMurid dapat menjelaskan bahwa ayat mengajarkan untuk mendengarkan orang tua dengan kalimat sederhanaMurid dapat menjelaskan bahwa menaati orang tua adalah bentuk ketaatan kepada Tuhan dan wujud kasih kepada keluarga
Mempraktikkan perbuatan mengasihi keluargaMurid belum dapat menunjukkan tindakan mengasihi keluarga dalam aktivitas bermain peranMurid dapat menunjukkan 1 tindakan mengasihi keluarga dengan banyak bantuanMurid dapat menunjukkan 2-3 tindakan mengasihi keluarga (menolong ayah, ibu, atau saudara) dengan sedikit bantuanMurid dapat menunjukkan dan menjelaskan 3-4 tindakan mengasihi keluarga secara mandiri dengan antusias
Menghubungkan gambar dengan tindakan mengasihiMurid belum dapat menghubungkan gambar dengan tindakan yang tepatMurid dapat menghubungkan 1-2 gambar dengan tindakan yang tepatMurid dapat menghubungkan 3-4 gambar dengan tindakan yang tepatMurid dapat menghubungkan semua gambar (5) dengan tindakan yang tepat dan menjelaskan alasannya
Mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas keluargaMurid belum menunjukkan pemahaman tentang bersyukur atas keluargaMurid dapat menyebutkan bahwa keluarga adalah pemberian Tuhan dengan bantuanMurid dapat mengungkapkan rasa syukur atas keluarga melalui kata-kata atau gambarMurid dapat mengungkapkan rasa syukur dengan membuat komitmen nyata untuk mengasihi keluarga dan menjelaskan alasannya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami makna ayat Amsal 6:20 dengan bahasa yang sederhana?
  • Kegiatan bermain peran apakah efektif untuk membantu murid mempraktikkan sikap mengasihi keluarga?
  • Bagaimana respons murid terhadap pertanyaan refleksi tentang perasaan saat menolong keluarga?
  • Apakah ada murid yang mengalami kesulitan dalam mengekspresikan kasih kepada keluarga? Bagaimana saya dapat mendukung mereka lebih baik?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang mengasihi keluarga?
  • Bagaimana perasaanmu saat mempraktikkan cara menolong ayah, ibu, atau saudara?
  • Apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menunjukkan kasih sayangmu kepada keluarga?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Amsal 6:20)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 (halaman 93-96)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 (halaman 87-98)
  4. Gambar keluarga yang sedang melakukan aktivitas bersama
  5. Lembar kerja 'Mari Menunjukkan Syukur Kepada Tuhan Melalui Keluarga'
  6. Pensil warna atau krayon untuk mewarnai
  7. Lagu 'Kasih Ibu' atau lagu rohani tentang keluarga

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.