Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Bersyukur atas Telinga: Mendengar Nasihat adalah Tanda Kebijaksanaan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Bersyukur atas Telinga: Mendengar Nasihat adalah Tanda Kebijaksanaan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Bersyukur atas Telinga: Mendengar Nasihat adalah Tanda Kebijaksanaan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bersyukur atas Telinga: Mendengar Nasihat adalah Tanda Kebijaksanaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBersyukur atas Telinga: Mendengar Nasihat adalah Tanda Kebijaksanaan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan rasa syukur atas telinga sebagai berkat Tuhan dengan mempraktikkan sikap mendengarkan nasihat secara aktif di dalam kelas
  2. Murid dapat menjelaskan makna Amsal 12:15b bahwa orang yang mau mendengar nasihat adalah orang yang bijak, dengan kalimatnya sendiri

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang terjadi jika kita tidak mau mendengar nasihat dari orang tua atau guru?
  2. Mengapa Tuhan memberikan telinga kepada kita?
  3. Siapa yang pernah mendengar nasihat baik dari orang tua? Bagaimana perasaanmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama
  • Guru menyapa murid dengan ramah dan mengajak bernyanyi lagu rohani tentang anggota tubuh atau lagu 'Kepala, Pundak, Lutut, Kaki'
  • Asesmen awal: Guru bertanya kepada murid 'Siapa yang tadi pagi mendengar nasihat dari ayah atau ibu?' dan meminta 2-3 murid berbagi pengalaman singkat
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar bersyukur atas telinga dan memahami bahwa mendengar nasihat adalah tanda orang yang bijak
  • Guru menunjukkan pertanyaan pemantik: 'Mengapa Tuhan memberikan telinga kepada kita?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali fungsi telinga yang sudah dipelajari di pertemuan sebelumnya
  • Guru membacakan ayat Amsal 12:15b dengan suara jelas: 'Tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak'
  • Guru menjelaskan dengan bahasa sederhana: bijak artinya pandai, pintar menggunakan pikiran dengan baik
  • Guru memberikan contoh konkret: 'Ketika ibu bilang jangan main di jalan karena berbahaya, anak yang bijak akan mendengar dan tidak main di jalan'
  • Guru meminta murid menyebutkan contoh nasihat lain yang pernah mereka dengar dari orang tua atau guru
  • Observasi: Guru mencatat partisipasi murid dalam menjawab pertanyaan

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Kegiatan Kreatif: Murid membuat ikat kepala dengan gambar telinga (Kegiatan 8 dari buku siswa)
  • Guru membagikan pola gambar ikat kepala, gambar telinga, dan tulisan ayat Amsal 12:15b
  • Murid mewarnai pola gambar dengan pensil warna
  • Murid menggunting gambar yang sudah diwarnai dengan hati-hati
  • Murid menempel gambar telinga di bagian kanan dan kiri ikat kepala, serta menempel tulisan ayat di tengah
  • Setelah selesai, murid memakai ikat kepala yang telah dibuat
  • Guru mengajak semua murid membaca ayat Amsal 12:15b bersama-sama dengan suara lantang sambil memakai ikat kepala
  • Guru memberikan simulasi sederhana: guru berpura-pura menjadi orang tua yang memberi nasihat, murid mempraktikkan sikap mendengar dengan baik (duduk tenang, mata melihat, tidak bicara)
  • Asesmen proses: Guru mengamati keterampilan murid dalam menggunting, menempel, dan mempraktikkan sikap mendengar

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid melepas ikat kepala dan meletakkannya di meja
  • Guru mengajak murid duduk melingkar untuk refleksi bersama
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Apa yang kamu pelajari hari ini tentang telinga?'
  • Guru meminta 3-4 murid menjelaskan dengan kalimat sendiri apa artinya orang yang bijak menurut Amsal 12:15b
  • Guru bertanya: 'Bagaimana perasaanmu ketika kamu mendengar nasihat dengan baik?'
  • Guru mengajak murid berkomitmen: 'Mulai hari ini, siapa yang mau mendengar nasihat dari orang tua dan guru dengan baik?' (murid mengacungkan tangan)
  • Guru memberikan umpan balik positif atas partisipasi dan komitmen murid

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: 'Hari ini kita belajar bahwa telinga adalah berkat Tuhan. Kita harus bersyukur dan menggunakan telinga dengan baik untuk mendengar nasihat. Orang yang mau mendengar nasihat adalah orang yang bijak'
  • Asesmen akhir: Guru meminta murid menjelaskan satu hal yang akan mereka lakukan untuk menggunakan telinga dengan bijak
  • Guru memberikan tugas untuk dilakukan di rumah: Latihan menjawab panggilan orang tua dengan baik (kegiatan bersama orang tua dari buku siswa)
  • Guru menutup dengan doa syukur: 'Tuhan Yesus, terima kasih sudah memberikan telinga. Tolong kami untuk selalu mendengar nasihat dengan baik. Amin'
  • Guru meminta murid membawa pulang ikat kepala sebagai pengingat

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah lancar membaca, berikan teks ayat Amsal 12:15b lengkap untuk dibaca sendiri. Untuk murid yang belum lancar, guru membacakan dan murid mengulangi
  • Proses: Murid yang cepat selesai membuat ikat kepala dapat membantu teman yang kesulitan menggunting atau menempel. Murid yang masih kesulitan motorik halus didampingi guru atau mendapat pola yang lebih besar
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat menambahkan hiasan pada ikat kepala (gambar hati, bintang). Murid yang belum mahir cukup menyelesaikan kegiatan dasar mewarnai dan menempel

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya: 'Siapa yang tadi pagi mendengar nasihat dari ayah atau ibu?' untuk mengukur pengalaman awal murid
  • Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengetahui pemahaman awal tentang fungsi telinga

Proses:

  • Observasi sikap mendengar aktif saat penjelasan guru dan pembacaan ayat
  • Pengamatan keterampilan motorik halus dalam kegiatan mewarnai, menggunting, dan menempel
  • Penilaian kemampuan murid mempraktikkan sikap mendengar dalam simulasi
  • Catatan anekdot tentang partisipasi dan respons murid selama pembelajaran

Akhir:

  • Guru meminta murid menjelaskan makna Amsal 12:15b: 'Apa artinya orang yang bijak menurut ayat ini?'
  • Guru meminta murid menyebutkan satu contoh cara menggunakan telinga dengan bijak di rumah atau sekolah
  • Penilaian hasil karya ikat kepala (kerapian, kelengkapan)
  • Refleksi diri murid: 'Apa yang akan kamu lakukan agar menjadi anak yang bijak dalam mendengar nasihat?'

Formatif:

  • Observasi sikap mendengar saat guru menjelaskan
  • Pengamatan partisipasi dalam diskusi dan simulasi
  • Penilaian proses pembuatan ikat kepala (keterampilan motorik halus)
  • Penilaian kemampuan mempraktikkan sikap mendengar nasihat

Sumatif:

  • Penilaian kemampuan menjelaskan makna Amsal 12:15b dengan kalimat sendiri
  • Penilaian hasil karya ikat kepala
  • Penilaian komitmen murid untuk mendengar nasihat (refleksi akhir)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan rasa syukur atas telingaMurid belum mampu menyebutkan manfaat telinga dan belum menunjukkan sikap mendengar yang baikMurid dapat menyebutkan satu manfaat telinga tetapi masih perlu diingatkan untuk mendengar dengan baikMurid dapat menyebutkan beberapa manfaat telinga dan kadang-kadang menunjukkan sikap mendengar yang baikMurid dapat menyebutkan banyak manfaat telinga dan secara konsisten mempraktikkan sikap mendengar nasihat dengan baik
Menjelaskan makna Amsal 12:15bMurid belum dapat menjelaskan makna ayat meskipun dengan bantuan guruMurid dapat mengulangi ayat tetapi belum memahami maknanyaMurid dapat menjelaskan sebagian makna ayat dengan bantuan guruMurid dapat menjelaskan makna ayat dengan kalimat sendiri: orang bijak adalah orang yang mau mendengar nasihat
Keterampilan membuat ikat kepalaMurid memerlukan banyak bantuan dalam mewarnai, menggunting, dan menempelMurid dapat mewarnai tetapi masih kesulitan menggunting dan menempel dengan rapiMurid dapat menyelesaikan kegiatan dengan sedikit bantuan, hasil cukup rapiMurid dapat menyelesaikan kegiatan secara mandiri dengan hasil rapi dan kreatif
Sikap mendengar nasihat dalam simulasiMurid tidak fokus, tidak melihat pembicara, atau melakukan aktivitas lain saat diberi nasihatMurid mulai mencoba duduk tenang tetapi masih mudah tergangguMurid dapat duduk tenang, melihat pembicara, dan mendengar nasihat dengan cukup baikMurid menunjukkan sikap mendengar aktif: duduk tenang, mata menatap, merespons dengan anggukan atau kata-kata, dan dapat mengulangi isi nasihat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami makna Amsal 12:15b sesuai tingkat perkembangan mereka?
  • Kegiatan mana yang paling efektif dalam membantu murid memahami pentingnya mendengar nasihat?
  • Apakah ada murid yang memerlukan pendampingan khusus dalam aspek motorik halus atau pemahaman konsep?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan kegiatan simulasi agar lebih bermakna bagi murid?
  • Apakah alokasi waktu sudah tepat untuk setiap tahap pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang telinga?
  • Bagaimana perasaanmu ketika mendengar nasihat dengan baik?
  • Apa yang akan kamu lakukan agar menjadi anak yang bijak?
  • Kegiatan apa yang paling kamu sukai hari ini? Mengapa?
  • Apa yang masih sulit bagimu dalam pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (1 Samuel 3:1-10; Amsal 12:15b)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 (halaman 42-47)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 (halaman 51-60)
  4. Pola gambar ikat kepala dan telinga (diperbanyak oleh guru)
  5. Pensil warna, krayon, atau spidol
  6. Gunting
  7. Lem kertas
  8. Papan tulis dan spidol untuk menulis ayat Alkitab
  9. Lagu rohani tentang anggota tubuh atau 'Kepala, Pundak, Lutut, Kaki'

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.