Modul AjarPertemuan 1Bab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Telinga sebagai Anugerah Tuhan yang Istimewa

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Telinga sebagai Anugerah Tuhan yang Istimewa". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Telinga sebagai Anugerah Tuhan yang Istimewa

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Telinga sebagai Anugerah Tuhan yang Istimewa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikTelinga sebagai Anugerah Tuhan yang Istimewa
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan minimal dua guna telinga dalam kehidupan sehari-hari sebagai bukti bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa
  2. Murid dapat menyebutkan minimal dua contoh perbuatan menggunakan telinga sesuai kehendak Tuhan, seperti mendengar nasihat orang tua dan guru

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian dengar saat di rumah dan di sekolah?
  2. Bagaimana kalau telinga kita tidak bisa mendengar?
  3. Siapa yang memberikan telinga kepada kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid
  • Guru menyapa murid dengan ramah dan mengecek kehadiran
  • Guru menyanyikan lagu Tuhan Kau Memanggilku bersama murid dengan gerakan menyentuh telinga
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: Siapa yang tadi mendengar suara guru? Coba tutup telinga kalian, masih bisa dengar tidak?
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran: Telinga sebagai Anugerah Tuhan yang Istimewa
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: Hari ini kita akan belajar tentang telinga pemberian Tuhan dan bagaimana kita menggunakannya dengan baik

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati gambar telinga di buku siswa halaman 42 dan bertanya: Apa ini? (menunjuk telinga)
  • Guru meminta murid menyentuh telinga mereka sendiri dan merasakan bentuknya
  • Guru bertanya dengan pertanyaan pemantik: Apa saja yang bisa kalian dengar dengan telinga? (murid menjawab: suara ibu, ayah, guru, teman, musik, dll)
  • Guru menjelaskan bahwa telinga adalah pemberian Tuhan yang sangat istimewa karena dengan telinga kita bisa mendengar banyak hal
  • Guru membacakan 1 Samuel 3:1-10 tentang Samuel yang mendengar panggilan Tuhan dengan telinga yang baik
  • Guru menjelaskan minimal 4 guna telinga: mendengar panggilan orang tua, mendengar nasihat guru, mendengar firman Tuhan, mendengar teman berbicara
  • Guru meminta murid menyebutkan 2 guna telinga yang mereka pahami

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menunjukkan gambar-gambar situasi di buku siswa: anak mendengar nasihat ibu, mendengar panggilan ayah, mendengar firman Tuhan
  • Guru meminta murid mewarnai gambar sikap baik menggunakan telinga (kegiatan di buku siswa halaman 42-44)
  • Guru mengajak murid bermain peran sederhana: guru memanggil nama murid, murid menjawab Ya Bu dengan menjawab panggilan
  • Guru meminta murid menyebutkan 2 contoh perbuatan baik menggunakan telinga: mendengar nasihat orang tua dan mendengar guru saat mengajar
  • Guru mengajak murid membuat ikat kepala telinga dengan kegiatan menggunting dan menempel (aktivitas di buku siswa halaman 45)
  • Guru membimbing murid membaca ayat Amsal 12:15b: Tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak
  • Guru menjelaskan arti bijak: pandai menggunakan telinga dengan baik

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: Apa yang kalian rasakan setelah belajar tentang telinga hari ini?
  • Guru meminta murid menceritakan pengalaman mereka menggunakan telinga dengan baik di rumah atau di sekolah
  • Guru bertanya: Apakah kalian sudah mendengar nasihat orang tua dan guru dengan baik? Bagaimana perasaan kalian?
  • Guru mengajak murid mengucapkan syukur: Terima kasih Tuhan untuk telinga yang Engkau berikan
  • Guru meminta murid menuliskan atau menggambar satu hal yang akan mereka lakukan untuk menggunakan telinga dengan baik (mendengar nasihat)
  • Guru memberikan umpan balik positif kepada setiap murid atas partisipasi mereka

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid menyebutkan guna telinga dan contoh menggunakan telinga dengan baik
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Telinga adalah anugerah Tuhan yang istimewa, kita harus menggunakannya untuk mendengar nasihat
  • Guru memberikan penguatan: Kalian semua istimewa karena Tuhan menciptakan telinga untuk kalian
  • Guru menyampaikan kegiatan bersama orang tua: berlatih menjawab panggilan orang tua di rumah
  • Guru mengajak murid berdoa penutup dengan mengucap syukur atas telinga pemberian Tuhan
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan lagu Tuhan Kau Memanggilku

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat memahami, guru memberikan tambahan cerita Alkitab tentang orang tuli yang disembuhkan Yesus. Untuk murid yang lambat, guru menggunakan gambar konkret dan demonstrasi langsung dengan memanggil nama mereka
  • Proses: Murid yang cepat dapat membantu teman yang lambat dalam kegiatan menggunting dan menempel. Murid yang lambat mendapat bimbingan individual dari guru saat mewarnai dan menggunting. Guru memberikan waktu lebih untuk murid yang membutuhkan
  • Produk: Murid yang cepat membuat ikat kepala telinga dengan tambahan hiasan dan menulis ayat Alkitab sendiri. Murid yang lambat cukup mewarnai dan menempel dengan bantuan guru, ayat ditulis oleh guru

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya: Siapa yang tadi mendengar suara guru? Coba tutup telinga kalian, masih bisa dengar tidak?
  • Guru mengamati respon murid saat diminta menyentuh telinga mereka
  • Guru mencatat pengetahuan awal murid tentang fungsi telinga

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat mengamati gambar dan menyentuh telinga
  • Penilaian kemampuan murid menyebutkan guna telinga (minimal 2)
  • Observasi saat murid mewarnai gambar sikap baik menggunakan telinga
  • Penilaian kemampuan murid menyebutkan contoh perbuatan baik (minimal 2)
  • Observasi saat murid bermain peran menjawab panggilan
  • Penilaian proses pembuatan ikat kepala telinga
  • Catatan anekdot tentang ekspresi syukur murid

Akhir:

  • Tes lisan individual: murid menyebutkan minimal 2 guna telinga
  • Tes lisan individual: murid menyebutkan minimal 2 contoh perbuatan menggunakan telinga sesuai kehendak Tuhan
  • Penilaian produk: ikat kepala telinga yang sudah selesai
  • Penilaian refleksi: gambar atau cerita tentang menggunakan telinga dengan baik

Formatif:

  • Observasi saat murid menyebutkan guna telinga
  • Penilaian proses saat murid mewarnai gambar sikap baik
  • Penilaian praktik saat murid bermain peran menjawab panggilan
  • Umpan balik langsung saat murid menceritakan pengalaman menggunakan telinga

Sumatif:

  • Penilaian hasil karya ikat kepala telinga
  • Tes lisan: murid menyebutkan minimal 2 guna telinga dan 2 contoh perbuatan baik menggunakan telinga
  • Penilaian refleksi murid melalui gambar atau cerita

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan guna telingaMurid belum dapat menyebutkan guna telingaMurid dapat menyebutkan 1 guna telinga dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 2 guna telinga secara mandiriMurid dapat menyebutkan lebih dari 2 guna telinga secara mandiri dengan penjelasan
Menyebutkan contoh perbuatan baik menggunakan telingaMurid belum dapat menyebutkan contoh perbuatan baikMurid dapat menyebutkan 1 contoh perbuatan baik dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 2 contoh perbuatan baik (mendengar nasihat orang tua dan guru) secara mandiriMurid dapat menyebutkan lebih dari 2 contoh perbuatan baik secara mandiri dan menceritakan pengalamannya
Menunjukkan rasa syukur atas telinga pemberian TuhanMurid belum menunjukkan rasa syukurMurid menunjukkan rasa syukur dengan bimbingan guru (mengucap terima kasih saat diminta)Murid menunjukkan rasa syukur secara mandiri melalui ucapan atau gambarMurid menunjukkan rasa syukur secara mandiri melalui ucapan, gambar, dan sikap mendengarkan dengan baik
Karya ikat kepala telingaMurid belum dapat menyelesaikan karya meskipun dengan bantuanMurid dapat menyelesaikan karya dengan bantuan penuh guru (mewarnai sebagian, menggunting dengan bantuan)Murid dapat menyelesaikan karya dengan sedikit bantuan guru (mewarnai sendiri, menggunting dengan bantuan)Murid dapat menyelesaikan karya secara mandiri dengan rapi dan menambahkan kreativitas

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mencapai tujuan pembelajaran minimal 2 guna telinga dan 2 contoh perbuatan baik?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik bagi murid?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran selanjutnya?
  • Apakah prinsip pembelajaran bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan sudah diterapkan dengan baik?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang telinga?
  • Bagaimana perasaanmu setelah tahu telinga adalah pemberian Tuhan?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk menggunakan telingamu dengan baik?
  • Bagian mana yang paling kamu sukai dari pelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: 1 Samuel 3:1-10 dan Amsal 12:15b
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 halaman 42-47
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1
  4. Lagu Tuhan Kau Memanggilku (Kidung Ceria No. 223)
  5. Alat dan bahan: krayon/pensil warna, gunting, lem, pola gambar ikat kepala telinga
  6. Gambar-gambar situasi menggunakan telinga dengan baik
  7. Cerita Alkitab bergambar tentang Samuel

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.