MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 4 — Telingaku Mendengar Nasihat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Telingaku Mendengar Nasihat |
|---|
| Alokasi Waktu | 9 JP (9 x 35 menit = 315 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.4.1 Menyebutkan fungsi telinga sebagai wujud syukur bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa
- TP 1.4.2 Menunjukkan tindakan mendengar nasihat keluarga untuk membangun interaksi dengan lingkungan terdekat
- TP 1.4.3 Menjelaskan contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah
- TP 1.4.4 Menunjukkan sikap ramah dan sopan dalam mendengar nasihat dan arahan guru di sekolah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa Tuhan memberi kita dua telinga di kanan dan kiri kepala kita?
- Apa yang kamu lakukan saat ayah atau ibu memanggil dan memberi nasihat di rumah?
- Bagaimana sikap tubuh dan wajah kita saat ayah atau ibu sedang memberi nasihat di rumah?
- Apa yang kita lakukan saat ibu atau bapak guru memberikan arahan di dalam kelas?
- Untuk apa Tuhan memberikan kita sepasang telinga?
- Bagaimana sikap tubuh dan wajah kita saat ayah, ibu, atau guru sedang memberikan nasihat?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyebutkan Fungsi Telinga sebagai Pribadi Istimewa dan Menunjukkan Tindakan Mendengar Nasihat Keluarga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.1 Menyebutkan fungsi telinga sebagai wujud syukur bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa
- TP 1.4.2 Menunjukkan tindakan mendengar nasihat keluarga untuk membangun interaksi dengan lingkungan terdekat
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak bernyanyi lagu 'Tuhan Kau Memanggilku' (Kidung Ceria No. 223), dan memimpin doa pembuka untuk mengawali pembelajaran (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan secara lisan fungsi telinga dan tindakan saat dipanggil orang tua kepada murid secara klasikal (acuan respon benar: telinga untuk mendengar suara/bunyi/nasihat/firman Tuhan; tindakan saat dipanggil: menjawab/menghampiri/mendengarkan) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyebutkan fungsi telinga sebagai ciptaan Allah yang istimewa dan menunjukkan tindakan mendengar nasihat di dalam keluarga (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru tentang cerita Samuel yang mendengarkan panggilan Tuhan (1 Samuel 3:1-10) dan bagaimana Allah merancang telinga kita secara istimewa untuk mendengar (10 menit).
- Murid secara bergantian menyebutkan fungsi telinga berdasarkan 3 gambar acuan yang ditunjukkan guru: (1) gambar anak mendengarkan musik/pujian, (2) gambar anak mendengarkan nasihat ibu, (3) gambar anak mendengarkan firman Tuhan di gereja (acuan: murid menyebutkan telinga berguna untuk mendengar lagu/bunyi, mendengar nasihat keluarga, dan mendengar cerita firman Tuhan) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan menggembirakan 'Tebak Bunyi & Pesan': guru memperdengarkan rekaman 3 suara hewan (kucing mengeong, anjing menggonggong, ayam berkokok) yang harus ditebak murid, dilanjutkan guru membisikkan 1 pesan nasihat keluarga pendek 'Rapikan mainanmu' yang ditirukan secara berantai untuk melatih pendengaran telinga (15 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja Aktivitas berisi 4 gambar skenario situasi mendengar: (1) Gambar anak menoleh dan mendekat saat dipanggil ibu, (2) Gambar anak pura-pura tidak dengar dan tetap bermain gawai saat dipanggil ayah, (3) Gambar anak mendengarkan nasihat kakek dengan tenang, (4) Gambar anak menutup telinga sambil berteriak saat dinasihati kakak. Murid diminta memberikan tanda centang (V) pada gambar yang menunjukkan tindakan mendengar nasihat keluarga yang benar dan tanda silang (X) pada tindakan yang salah (acuan kunci jawaban: nomor 1 centang [V], nomor 2 silang [X], nomor 3 centang [V], nomor 4 silang [X]) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dibimbing guru merenungkan wujud syukur atas telinga pemberian Tuhan dengan mengamati telinga sendiri di cermin kecil atau meraba kedua telinganya, lalu mengungkapkan satu kalimat rasa syukur secara mandiri (acuan: 'Terima kasih Tuhan untuk telingaku yang bisa mendengar nasihat') (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama mengenai fungsi telinga sebagai bukti kasih Allah dan pentingnya menunjukkan tindakan segera mendengar saat keluarga memberi nasihat (10 menit).
- Guru memberikan penguatan, mengajak murid mengucapkan doa syukur atas telinga yang sehat, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar situasi dengan tulisan teks sederhana bagi murid yang sudah mulai membaca, dan gambar ilustrasi murni bagi murid yang masih membaca permulaan.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) dengan menunjuk langsung bagian gambar bagi murid yang membutuhkan bantuan dalam mengidentifikasi tindakan mendengar nasihat.
- Produk: Murid cepat diminta menunjukkan dan menyebutkan kembali 4 tindakan mendengar nasihat secara mandiri, sedangkan murid yang berkembang menyebutkan 2 tindakan dengan panduan gambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Apa guna telinga yang Tuhan berikan kepadamu?' dan 'Apa yang kamu lakukan jika ayah atau ibu memanggil namamu di rumah?' (acuan jawaban: telinga untuk mendengar suara/bunyi/firman/nasihat; tindakan: menyahut/menjawab panggilan dan menghampiri/mendengarkan orang tua).
Proses:- Lembar Kerja Aktivitas 4 Skenario Gambar Pilihan Tindakan Mendengar Nasihat Keluarga: Murid memberi tanda centang (V) atau silang (X) pada 4 skenario berikut: (1) Skenario anak menoleh dan mendekat saat dipanggil ibu -> Kunci: centang (V); (2) Skenario anak pura-pura tidak dengar dan tetap bermain gawai -> Kunci: silang (X); (3) Skenario anak duduk tenang mendengar nasihat kakek -> Kunci: centang (V); (4) Skenario anak menutup telinga saat dinasihati kakak -> Kunci: silang (X).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menyebutkan 2 fungsi telinga ciptaan Tuhan dan menunjukkan 1 contoh tindakan nyata mendengar nasihat keluarga yang akan dilakukan di rumah hari ini (acuan: fungsi telinga untuk mendengar suara orang tua/lagu pujian/nasihat; tindakan: langsung menjawab saat dipanggil atau berhenti bermain saat dinasihati ibu/ayah).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik pada awal pembelajaran mengenai fungsi telinga dan tindakan saat dipanggil orang tua.
- Observasi unjuk kerja saat murid menandai dan memilih gambar tindakan mendengar nasihat keluarga pada Lembar Kerja Aktivitas.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan fungsi telinga sebagai wujud syukur pribadi istimewa | Belum dapat menyebutkan fungsi telinga meskipun telah diberikan contoh dan bimbingan guru. | Menyebutkan 1 fungsi telinga (misalnya: untuk mendengar) dengan bimbingan dan arahan guru. | Menyebutkan 2-3 fungsi telinga (mendengar suara/lagu, mendengar firman Tuhan, mendengar nasihat) secara tepat dengan sedikit arahan. | Menyebutkan seluruh 3 fungsi telinga (mendengar lagu/bunyi, mendengar nasihat keluarga, mendengar firman Tuhan) secara tepat dan mandiri sebagai wujud syukur kepada Allah. | | Menunjukkan tindakan mendengar nasihat keluarga | Belum mampu mengidentifikasi tindakan mendengar nasihat keluarga (kurang dari 2 tanda tepat pada lembar kerja 4 skenario). | Mampu menunjukkan tindakan mendengar nasihat keluarga dengan tepat pada 2 dari 4 skenario gambar pada lembar kerja. | Mampu menunjukkan tindakan mendengar nasihat keluarga dengan tepat pada 3 dari 4 skenario gambar pada lembar kerja. | Mampu menunjukkan tindakan mendengar nasihat keluarga dengan tepat pada seluruh 4 skenario gambar (skenario 1 [V], skenario 2 [X], skenario 3 [V], skenario 4 [X]) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan tebak bunyi dan lembar kerja gambar berhasil memfasilitasi murid memahami fungsi telinga dan tindakan mendengar nasihat secara menggembirakan?
- Bagian kegiatan mana yang memerlukan pendampingan lebih intensif bagi murid kelas 1 dalam memahami tindakan mendengar nasihat keluarga?
Murid:- Apakah kamu senang belajar tentang telinga ciptaan Tuhan hari ini?
- Apakah kamu mau langsung menjawab dan mendengarkan ketika ayah dan ibu memanggilmu di rumah?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Sikap Sopan Mendengar Nasihat di Rumah dan Menunjukkan Sikap Ramah serta Sopan Mendengar Nasihat Guru — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.3 Menjelaskan contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah
- TP 1.4.4 Menunjukkan sikap ramah dan sopan dalam mendengar nasihat dan arahan guru di sekolah
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan ramah, mengajak berdoa bersama mengucap syukur atas anugerah telinga, serta menyanyikan lagu pujian 'Tuhan Kau Memanggilku' (Kidung Ceria No. 223) (5 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan ayat Alkitab Amsal 12:15b ('Tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak') dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Apa yang anak-anak lakukan jika dipanggil orang tua di rumah?' (acuan jawaban: menghentikan mainan/kegiatan, menatap wajah orang tua, dan menjawab dengan kata santun seperti 'Iya, Ibu/Ayah') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati 3 gambar ilustrasi sikap mendengar nasihat di rumah: Gambar 1 (anak tetap asyik menonton televisi saat dinasihati), Gambar 2 (anak duduk tenang memandang ibu yang berbicara), dan Gambar 3 (anak cemberut dan membelakangi ayah) (10 menit).
- Murid secara lisan menjelaskan contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah berdasarkan gambar tersebut (acuan: Gambar 2 adalah contoh sopan karena anak duduk tenang, memandang wajah orang tua yang menasihati, dan mendengarkan sampai selesai tanpa memotong pembicaraan) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Mata Melihat, Telinga Mendengar': murid bersama teman berpasangan berlatih menunjukkan respons langsung saat mendengar arahan guru (ketika bel/aba-aba berbunyi, murid duduk tegak menghadap guru, tersenyum ramah, dan berkata 'Siap, Ibu Guru') (15 menit).
- Guru membacakan 3 skenario situasi sekolah: Skenario 1 (Guru meminta merapikan krayon di meja), Skenario 2 (Guru menasihati agar antre saat mencuci tangan), Skenario 3 (Guru meminta berjalan tertib di koridor). Murid secara bergantian menunjukkan sikap ramah dan sopan saat mendengar nasihat/arahan tersebut (acuan tindakan teramati: menghadap ke arah guru, wajah tersenyum/ramah, mengangguk sopan, dan melaksanakan arahan tanpa membantah) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid diajak merenungkan perasaannya saat berhasil mendengarkan nasihat orang tua dan guru dengan sopan sebagai wujud nilai Kristiani anak bijak (10 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa telinga ciptaan Tuhan dipakai untuk mendengarkan nasihat orang tua di rumah dan guru di sekolah dengan sopan serta ramah (10 menit).
Penutup:- Murid menjawab cek pemahaman lisan singkat yang diajukan guru (acuan: menyebutkan 1 contoh sopan di rumah dan 1 contoh ramah di sekolah saat dinasihati) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan pesan moral iman Kristiani untuk selalu menghormati orang tua dan guru, membagikan lembar aktivitas rumah bersama orang tua, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar visual berwarna bagi murid yang memerlukan dukungan konkret untuk memahami situasi nasihat di rumah dan sekolah.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan contoh gestur sopan terlebih dahulu (scaffolding); bagi murid yang mandiri, langsung merespons skenario mandiri.
- Produk: Penjelasan contoh sikap sopan dapat disampaikan secara lisan satu kalimat sederhana bagi murid yang baru belajar berbicara di depan umum, atau penjelasan lebih terperinci bagi murid yang lancar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di awal pembelajaran: Guru bertanya, 'Ketika Ibu memanggil namamu di rumah saat kamu bermain, apa yang harus kamu lakukan?' (Acuan jawaban yang diharapkan: Menghentikan kegiatan/mainan, menoleh/mendatangi orang tua, dan menyahut dengan sopan seperti 'Iya Ibu/Ayah').
Proses:- Formatif 1 (TP 1.4.3): Murid menjelaskan alasan mengapa Gambar 2 merupakan contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah (Acuan: menyebutkan sikap duduk tenang/memperhatikan orang tua dan tidak membantah/memotong kata).
- Formatif 2 (TP 1.4.4): Pengamatan saat simulasi 3 skenario arahan guru (Skenario 1: merapikan krayon, Skenario 2: antre cuci tangan, Skenario 3: tertib di koridor). Kriteria teramati: kontak mata ke arah guru, ekspresi ramah/tersenyum, mengangguk tanda paham, dan merespons tanpa bersungut-sungut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Setiap murid menyebutkan 1 contoh sikap sopan mendengar nasihat di rumah (acuan: menatap wajah orang tua/mendengarkan hingga selesai) dan 1 contoh sikap ramah mendengar arahan guru di sekolah (acuan: tersenyum/mengangguk dan merespons dengan tutur kata santun).
Formatif:- Tanya jawab lisan penjelasan contoh sikap sopan di rumah
- Lembar observasi unjuk tindakan sikap ramah dan sopan mendengar nasihat guru di sekolah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah (TP 1.4.3) | Belum mampu menjelaskan contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah meski diberi bantuan gambar. | Menjelaskan 1 contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah dengan bimbingan penuh guru (acuan: menatap orang tua yang berbicara). | Menjelaskan minimal 2 contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah secara tepat dan mandiri (acuan: duduk tenang, menatap wajah orang tua, tidak memotong pembicaraan). | Menjelaskan lebih dari 2 contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah secara rinci dan mandiri (acuan: duduk tenang, menatap wajah orang tua, mendengarkan hingga selesai, dan menjawab dengan kata santun). | | Menunjukkan sikap ramah dan sopan dalam mendengar nasihat dan arahan guru di sekolah (TP 1.4.4) | Belum menunjukkan sikap ramah dan sopan saat guru memberikan nasihat atau arahan. | Menunjukkan sikap sopan (menghadap ke guru) saat dinasihati namun belum menunjukkan keramahan/masih cemberut atau perlu diingatkan. | Menunjukkan sikap ramah dan sopan (kontak mata, tersenyum ramah, mengangguk tanda mengerti) pada 2 skenario arahan guru secara mandiri. | Menunjukkan sikap ramah dan sopan secara konsisten pada seluruh (3) skenario arahan guru tanpa diingatkan (kontak mata, wajah ramah/tersenyum, merespons 'Siap Ibu/Bapak Guru', dan siap melaksanakan arahan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid antusias dan merasa gembira saat mempraktikkan respons sopan melalui permainan?
- Apakah seluruh murid sudah mampu menjelaskan contoh sopan di rumah dan menunjukkan sikap ramah kepada guru?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah belajar mendengarkan nasihat dengan sopan hari ini?
- Maukah kamu tersenyum ramah dan mendengarkan ketika bapak/ibu guru memberi nasihat di kelas?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.1 Menyebutkan fungsi telinga sebagai wujud syukur bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa
- TP 1.4.2 Menunjukkan tindakan mendengar nasihat keluarga untuk membangun interaksi dengan lingkungan terdekat
- TP 1.4.3 Menjelaskan contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah
- TP 1.4.4 Menunjukkan sikap ramah dan sopan dalam mendengar nasihat dan arahan guru di sekolah
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama mengucap syukur atas karunia telinga ciptaan Allah, dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
- Guru menjelaskan bahwa pertemuan ini adalah sesi asesmen sumatif bab untuk menunjukkan peragaan sikap sopan mendengar nasihat dan tanya jawab lisan tentang fungsi telinga (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membacakan dan mendemonstrasikan teknis pelaksanaan asesmen unjuk kerja simulasi kelompok serta tanya jawab lisan individual (2 menit).
- Guru menjelaskan 2 skenario simulasi kelompok: Skenario A (mendengar nasihat orang tua di rumah untuk merapikan mainan) dan Skenario B (mendengar arahan guru di sekolah untuk berbaris tertib), serta mengingatkan 2 pertanyaan tes lisan: (1) Sebutkan fungsi telinga anugerah Allah! (2) Jelaskan 1 contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah! (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Sebanyak 6 kelompok kecil (masing-masing 4-5 murid) secara bergiliran maju ke depan kelas untuk memeragakan tindakan mendengar nasihat keluarga dan arahan guru secara sopan, ramah, dan tenang dengan durasi masing-masing 7,5 menit per kelompok (45 menit).
- Guru memanggil setiap murid satu per satu ke meja guru (28 murid x 2 menit) untuk melaksanakan tes lisan menjawab 2 pertanyaan terstruktur mengenai fungsi telinga dan penjelasan sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah sementara murid lain mewarnai lembar refleksi gambar telinga secara hening (49 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak seluruh murid merenungkan kembali pentingnya menggunakan telinga ciptaan Allah untuk selalu mendengarkan nasihat baik dari orang tua dan guru dalam kehidupan sehari-hari (1 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum apresiatif atas ketertiban dan kesungguhan murid selama pelaksanaan asesmen sumatif berlangsung (1 menit).
- Guru bersama murid menutup rangkaian pembelajaran Bab 4 dengan doa syukur dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi materi karena merupakan sesi asesmen sumatif yang baku.
- Proses: Akomodasi akses berupa pengulangan instruksi/pertanyaan lisan secara perlahan bagi murid yang membutuhkan tanpa mengubah kriteria penilaian.
- Produk: Standar bukti unjuk kerja dan jawaban lisan tetap seragam untuk seluruh murid sesuai acuan rubrik.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- unjuk kerja simulasi kelompok dan tanya jawab lisan singkat terintegrasi: peragaan sikap sopan mendengar nasihat guru dan keluarga serta jawaban lisan mengenai fungsi telinga dan contoh sikap sopan di rumah
- unjuk kerja simulasi kelompok: peragaan serentak per kelompok kecil (4-5 murid per kelompok, total 6 kelompok bergantian maju masing-masing 6 menit) yang menunjukkan sikap ramah, tenang, dan sopan saat mendengarkan nasihat guru di sekolah dan simulasi nasihat orang tua di rumah (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja simulasi sikap mendengar nasihat)
- tes lisan bergiliran: jawaban lisan langsung setiap murid saat dipanggil ke meja guru (durasi 2 menit per murid, 56 menit / 2 menit = 28 murid muat satu kelas penuh) untuk menyebutkan fungsi telinga anugerah Allah dan menjelaskan satu contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah (56 menit; individual; instrumen: lembar ceklis dan panduan pertanyaan lisan terstruktur)
Sumatif:- unjuk kerja simulasi kelompok dan tanya jawab lisan singkat terintegrasi: peragaan sikap sopan mendengar nasihat guru dan keluarga serta jawaban lisan mengenai fungsi telinga dan contoh sikap sopan di rumah
- unjuk kerja simulasi kelompok: peragaan serentak per kelompok kecil (4-5 murid per kelompok, total 6 kelompok bergantian maju masing-masing 6 menit) yang menunjukkan sikap ramah, tenang, dan sopan saat mendengarkan nasihat guru di sekolah dan simulasi nasihat orang tua di rumah (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja simulasi sikap mendengar nasihat)
- tes lisan bergiliran: jawaban lisan langsung setiap murid saat dipanggil ke meja guru (durasi 2 menit per murid, 56 menit / 2 menit = 28 murid muat satu kelas penuh) untuk menyebutkan fungsi telinga anugerah Allah dan menjelaskan satu contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah (56 menit; individual; instrumen: lembar ceklis dan panduan pertanyaan lisan terstruktur)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan fungsi telinga wujud syukur karya Allah (TP 1.4.1) | Belum mampu menyebutkan fungsi telinga meskipun telah dituntun pertanyaan oleh guru (acuan: untuk mendengar perkataan/nasihat/firman Tuhan). | Menyebutkan fungsi telinga anugerah Allah secara kurang tepat atau memerlukan bantuan pancingan guru (acuan: untuk mendengar perkataan/nasihat/firman Tuhan). | Menyebutkan 1 fungsi telinga anugerah Allah secara tepat dan mandiri (acuan: untuk mendengar perkataan/nasihat/firman Tuhan). | Menyebutkan lebih dari 1 fungsi telinga anugerah Allah secara tepat, lugas, dan mandiri (acuan: mendengar firman Tuhan, mendengar nasihat orang tua/guru, mendengar hal-hal baik). | | Menunjukkan tindakan mendengar nasihat keluarga (TP 1.4.2) | Belum menunjukkan tindakan mau mendengarkan nasihat keluarga (tampak acuh, membelakangi, atau tetap asyik sendiri dalam simulasi). | Menunjukkan tindakan mendengar nasihat keluarga namun masih perlu diingatkan guru untuk bersikap tenang selama simulasi. | Menunjukkan tindakan mendengar nasihat keluarga dalam simulasi secara mandiri (bersikap tenang, memperhatikan orang yang berbicara). | Menunjukkan tindakan mendengar nasihat keluarga dalam simulasi secara konsisten, fokus, dan menunjukkan respon anggukan/kesiapan yang sangat baik. | | Menjelaskan contoh sikap sopan mendengar nasihat di rumah (TP 1.4.3) | Belum mampu menjelaskan contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah (acuan: diam mendengarkan, memandang ayah/ibu, tidak membantah, menjawab dengan lembut). | Menjelaskan contoh sikap sopan mendengar nasihat di rumah dengan kalimat belum tuntas atau dengan bantuan pancingan guru (acuan: diam mendengarkan, memandang ayah/ibu, tidak membantah, menjawab dengan lembut). | Menjelaskan 1 contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah secara jelas dan mandiri (acuan: diam mendengarkan, memandang ayah/ibu, tidak membantah, menjawab dengan lembut). | Menjelaskan 2 atau lebih contoh sikap sopan saat mendengar nasihat di rumah secara terperinci dan mandiri (acuan: diam mendengarkan, memandang ayah/ibu, tidak membantah, menjawab dengan lembut). | | Menunjukkan sikap ramah dan sopan mendengar arahan guru (TP 1.4.4) | Belum mampu menunjukkan sikap ramah dan sopan saat mendengar nasihat guru dalam simulasi (tampak gelisah, bercanda, atau tidak fokus). | Menunjukkan sikap mendengar arahan guru namun ekspresi keramahan dan kesopanan masih kaku atau perlu diarahkan. | Menunjukkan sikap ramah dan sopan (wajah ramah, tubuh tegak/tenang, menyimak) dalam mendengar arahan guru pada simulasi secara mandiri. | Menunjukkan sikap ramah dan sopan secara konsisten dan wajar dengan kontak mata terarah serta respon tanggap yang santun saat mendengar arahan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat mengikuti simulasi dan tes lisan dalam alokasi waktu yang direncanakan?
- Bagaimana ketercapaian murid secara umum dalam memahami fungsi telinga dan mempraktikkan sikap sopan mendengar nasihat?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah memperagakan sikap sopan mendengar nasihat hari ini?
- Apakah kamu berjanji akan selalu menggunakan telingamu untuk mendengar nasihat orang tua dan guru?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek 2021).
- Buku Panduan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021).
- Alkitab (Kisah Samuel: 1 Samuel 3:1-10; Amsal 12:15b).
- Buku Nyanyian Kidung Ceria No. 223 'Tuhan Kau Memanggilku'.
- Lembar Kerja Aktivitas 4 Skenario Tindakan Mendengar dan rekaman bunyi tiruan hewan.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Puskurbuk, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Puskurbuk, 2021)
- Gambar ilustrasi sikap anak mendengarkan nasihat di rumah
- Alkitab (Amsal 12:15b)
- Lagu Kidung Ceria No. 223 'Tuhan Kau Memanggilku'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, 2021
- Lembar penilaian unjuk kerja dan lembar catatan asesmen lisan guru
- Gambar/skenario simulasi nasihat di rumah dan di sekolah
|