MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bersyukur kepada Tuhan melalui Tutur Kata yang Sopan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bersyukur kepada Tuhan melalui Tutur Kata yang Sopan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menunjukkan rasa syukur atas anugerah mulut dari Tuhan dengan mempraktikkan tutur kata yang sopan di rumah dan di sekolah, seperti memberi salam dan menjawab panggilan orang tua
- Murid dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas pemberian mulut melalui doa dan nyanyian pujian
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa yang tadi pagi sudah mengucapkan salam kepada Papa dan Mama?
- Bagaimana perasaan Papa dan Mama ketika kalian menjawab panggilannya dengan sopan?
- Apa yang bisa kita ucapkan dengan mulut kita untuk berterima kasih kepada Tuhan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid secara hangat dan mengajak berdoa bersama
- Guru menyanyikan lagu 'Anak-anak Mari Nyanyi Riang dan Gembiralah' untuk menciptakan suasana gembira
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan kepada murid: 'Siapa yang tadi pagi sudah memberi salam kepada Papa dan Mama?' dan meminta beberapa anak menceritakan pengalamannya
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar cara berterima kasih kepada Tuhan dengan menggunakan mulut kita untuk berkata sopan
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menceritakan kisah Debora dari Hakim-hakim 4:1-5 dengan menggunakan media gambar sederhana: Debora duduk di bawah pohon, orang-orang datang bertanya, dan Debora menjawab dengan baik
- Guru mengajak murid mengamati gambar Debora dan bertanya: 'Apa yang dilakukan Debora dengan mulutnya?' (menjawab, memberi nasihat dengan baik)
- Guru menghubungkan cerita dengan kehidupan murid: 'Mulut kita adalah pemberian Tuhan. Kita bisa menggunakannya untuk hal baik seperti Debora'
- Guru menunjukkan gambar situasi di buku siswa: anak memberi salam, anak menjawab panggilan mama, anak berkata 'Ayo belajar', 'Ayo berteman'
- Murid bersama guru mengidentifikasi mana tutur kata yang sopan dan mana yang tidak sopan
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan lembar kegiatan 'Mari Memberi Tanda Centang pada Gambar Sikap yang Baik' kepada murid
- Murid mengamati 4 gambar situasi dan memberi tanda centang pada sikap yang menunjukkan tutur kata sopan (memberi salam, menjawab panggilan mama, mengajak belajar, mengajak berteman)
- Guru berkeliling membimbing murid sambil melakukan asesmen proses melalui observasi
- Guru mengajak murid mempraktikkan tutur kata sopan melalui role play sederhana: berpasangan, satu anak menjadi orang tua yang memanggil, satunya menjadi anak yang menjawab dengan sopan 'Iya Mama/Papa'
- Guru meminta beberapa pasangan maju ke depan untuk mendemonstrasikan role play mereka
- Guru memberikan pujian dan apresiasi kepada semua murid atas usaha mereka
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: 'Bagaimana perasaan kalian ketika berkata sopan kepada orang lain?'
- Murid diberi kesempatan untuk berbagi perasaan dan pengalaman mereka
- Guru membacakan ayat Amsal 10:31a: 'Mulut orang benar mengeluarkan hikmat' dan menjelaskan dengan bahasa sederhana bahwa Tuhan senang ketika kita menggunakan mulut untuk hal baik
- Guru mengajak murid melakukan kegiatan kreatif: mewarnai gambar wajah dan lidah, menggunting, lalu menempel lidah di bagian mulut sambil mengingat ayat Alkitab
- Guru meminta murid merefleksikan: 'Mulai besok, kata sopan apa yang akan kamu ucapkan di rumah dan di sekolah?'
- Murid menuliskan atau menyebutkan komitmen mereka (dengan bantuan guru jika perlu)
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta setiap murid menyebutkan satu contoh tutur kata sopan yang akan mereka lakukan
- Guru memberikan penguatan: 'Tuhan memberikan mulut kepada kita untuk berkata baik dan sopan. Itu adalah cara kita berterima kasih kepada-Nya'
- Guru mengajak murid berdoa bersama dengan doa sederhana: 'Tuhan Yesus, terima kasih sudah memberikan mulut. Tolong aku selalu berkata sopan. Amin'
- Guru menyanyikan lagu pujian 'Anak-anak Mari Nyanyi' kembali sebagai penutup yang menggembirakan
- Guru memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah bersama orang tua: mempraktikkan memberi salam dan menjawab panggilan orang tua dengan sopan, lalu meminta orang tua menuliskan catatan di buku penghubung
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan gambar visual lebih banyak. Untuk yang sudah lancar, guru memberikan teks sederhana untuk dibaca sendiri
- Proses: Murid yang cepat menangkap dapat membantu teman yang masih kesulitan saat kegiatan mewarnai dan menggunting. Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu diberi pendampingan lebih intensif saat role play
- Produk: Murid yang sudah mampu dapat membuat kalimat sendiri tentang tutur kata sopan. Murid yang belum mampu cukup menyebutkan atau menunjukkan gambar
ASESMENAwal:- Tanya jawab tentang pengalaman murid memberi salam dan menjawab panggilan orang tua di pagi hari
- Observasi pemahaman awal murid tentang tutur kata sopan melalui respons terhadap pertanyaan pemantik
Proses:- Observasi saat murid mengidentifikasi gambar sikap yang baik dan tidak baik
- Observasi saat murid melakukan role play mempraktikkan tutur kata sopan
- Catatan anekdotal tentang partisipasi dan respons murid selama kegiatan mewarnai dan menggunting
Akhir:- Penilaian kemampuan murid menyebutkan minimal satu contoh tutur kata sopan yang akan dipraktikkan
- Penilaian produk hasil kegiatan mewarnai dan menempel gambar mulut
- Evaluasi kemampuan murid mengucapkan doa syukur atas anugerah mulut
- Laporan orang tua di buku penghubung tentang praktik tutur kata sopan anak di rumah (follow up)
Formatif:- Observasi saat murid memberi tanda centang pada gambar sikap yang baik
- Observasi saat murid melakukan role play tutur kata sopan
- Tanya jawab selama proses pembelajaran
Sumatif:- Penilaian praktik: murid mendemonstrasikan tutur kata sopan (memberi salam, menjawab panggilan)
- Penilaian produk: hasil kegiatan mewarnai dan menempel gambar mulut dengan ayat Alkitab
- Penilaian sikap: kemampuan murid merefleksikan komitmen berkata sopan
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mempraktikkan tutur kata sopan | Murid belum mampu mengucapkan kata sopan seperti salam atau menjawab panggilan, meski dengan bantuan | Murid mampu mengucapkan kata sopan dengan bantuan penuh dari guru | Murid mampu mengucapkan kata sopan dengan sedikit bantuan guru atau temannya | Murid mampu mengucapkan kata sopan (memberi salam, menjawab panggilan) secara mandiri dan konsisten | | Mengidentifikasi sikap bertutur kata sopan | Murid belum mampu membedakan tutur kata sopan dan tidak sopan | Murid mampu mengidentifikasi 1-2 contoh tutur kata sopan dengan bantuan guru | Murid mampu mengidentifikasi 3 contoh tutur kata sopan dengan sedikit bantuan | Murid mampu mengidentifikasi semua contoh tutur kata sopan secara mandiri dan menjelaskan alasannya | | Mengungkapkan syukur melalui doa | Murid belum mau atau belum mampu mengikuti doa syukur | Murid mengikuti doa syukur dengan bimbingan penuh guru | Murid mengikuti doa syukur dan sesekali mengucapkan sendiri dengan bantuan | Murid mampu mengucapkan doa syukur atas anugerah mulut secara mandiri dengan bahasa sendiri | | Sikap selama pembelajaran | Murid tidak fokus dan tidak berpartisipasi dalam kegiatan | Murid sesekali fokus dan berpartisipasi dengan dorongan terus-menerus | Murid cukup fokus dan berpartisipasi aktif dengan sedikit dorongan | Murid sangat fokus, antusias, dan berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan tanpa perlu dorongan |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah kegiatan role play efektif membantu murid memahami dan mempraktikkan tutur kata sopan?
- Bagaimana saya dapat memberikan pendampingan lebih baik kepada murid yang masih kesulitan berkata sopan?
- Apakah penggunaan cerita Debora dan gambar visual membantu murid memahami konsep penggunaan mulut yang baik?
- Diferensiasi apa yang perlu saya tambahkan untuk pembelajaran berikutnya agar semua murid dapat mencapai tujuan?
Refleksi Murid:- Apa yang kamu pelajari hari ini tentang mulutmu?
- Bagaimana perasaanmu ketika berkata sopan kepada orang lain?
- Kata sopan apa yang akan kamu ucapkan besok di rumah dan di sekolah?
- Bagaimana kamu bisa berterima kasih kepada Tuhan atas mulutmu?
SUMBER BELAJAR- Alkitab (Hakim-hakim 4:1-5; Amsal 10:31a)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemdikbudristek, 2021) halaman 27-30
- Buku Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemdikbudristek, 2021) halaman 41-49
- Gambar visual cerita Debora (pohon, Debora, orang-orang yang bertanya)
- Lembar kegiatan 'Mari Memberi Tanda Centang pada Gambar Sikap yang Baik'
- Pola gambar wajah dan lidah untuk kegiatan mewarnai, menggunting, dan menempel
- Pensil warna, gunting, lem
- Lagu 'Anak-anak Mari Nyanyi Riang dan Gembiralah'
- Buku penghubung untuk komunikasi dengan orang tua
|