Modul AjarBab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 3: Mulutku Memuji Tuhan

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 3 "Mulutku Memuji Tuhan", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 3: Mulutku Memuji Tuhan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 3 — Mulutku Memuji Tuhan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 3 — Mulutku Memuji Tuhan
Alokasi Waktu9 JP (9 x 35 menit = 315 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.3.1 Menunjukkan pemahaman bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa melalui anugerah mulut untuk berkata-kata
  2. TP 1.3.2 Menunjukkan sikap membangun interaksi dengan lingkungan terdekat menggunakan tutur kata mulut yang baik
  3. TP 1.3.3 Menyebutkan makna kebaikan, ramah dan sopan di rumah dan di sekolah melalui tutur kata mulut
  4. TP 1.3.4 Menunjukkan tindakan ramah dan sopan di rumah dan di sekolah dalam menggunakan mulut sehari-hari
  5. TP 1.3.5 Menunjukkan pelaksanaan kewajiban berdoa dan memuji Tuhan menggunakan mulut

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah yang menciptakan mulut kita dan menjadikannya istimewa?
  2. Untuk apa sajakah Tuhan memberikan mulut kepada kita setiap hari?
  3. Kata apa yang kalian ucapkan saat bertemu bapak/ibu guru atau teman di pagi hari?
  4. Bagaimana caramu menjawab dengan sopan saat orang tua memanggil namamu di rumah?
  5. Untuk apa sajakah Tuhan menganugerahkan mulut yang istimewa kepada kita?
  6. Kata-kata santun apa saja yang dapat kita ucapkan kepada keluarga dan teman setiap hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menunjukkan Pemahaman Mulut sebagai Ciptaan Istimewa serta Menunjukkan Pelaksanaan Berdoa dan Memuji Tuhan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.1 Menunjukkan pemahaman bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa melalui anugerah mulut untuk berkata-kata
  • TP 1.3.5 Menunjukkan pelaksanaan kewajiban berdoa dan memuji Tuhan menggunakan mulut

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak bernyanyi lagu 'Anak-anak Mari Nyanyi' (Kidung Ceria No. 26) bersama-sama (5 menit).
  • Guru bersama murid memanjatkan doa pembuka singkat menggunakan mulut dengan sikap hormat (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terpimpin: 'Siapa yang menciptakan mulut kita?' dan 'Sebutkan 2 kegiatan beribadah yang kita lakukan memakai mulut!' (acuan jawaban: Pencipta = Allah/Tuhan Yesus; 2 kegiatan beribadah = berdoa dan memuji/bernyanyi lagu pujian) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia secara istimewa dan menganugerahkan mulut untuk berkata-kata yang baik, serta menegaskan kewajiban anak Tuhan untuk berdoa dan memuji Dia (10 menit).
  • Murid mengamati gambar wajah yang belum memiliki mulut pada lembar kerja, lalu menggambar bentuk mulut yang tersenyum sebagai ungkapan syukur atas ciptaan Tuhan yang istimewa (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang kegunaan mulut ciptaan Tuhan berdasarkan 3 kartu gambar aktivitas: Gambar 1 = anak melipat tangan berdoa; Gambar 2 = anak bernyanyi memuji Tuhan; Gambar 3 = anak berteriak mengejek teman. Murid menunjukkan gambar mana yang merupakan kehendak Tuhan (acuan: Gambar 1 dan Gambar 2 benar; Gambar 3 salah) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mempraktikkan permainan tebak gerak dan suara gembira 'Mulutku Memuji': guru menyebutkan kata 'Puji Tuhan' atau 'Haleluya' dengan irama tepuk tangan, lalu murid bersama-sama mengulanginya dengan riang gembira melatih penggunaan mulut untuk memuji Allah (5 menit).
  • Murid mempraktikkan doa syukur singkat bersama secara terbimbing dengan melafalkan kalimat doa: 'Tuhan Yesus yang baik, terima kasih Engkau menciptakan mulutku yang istimewa. Aku mau memakai mulutku untuk berdoa dan bernyanyi memuji nama-Mu. Amin.' (15 menit).
  • Murid secara berpasangan saling menunjukkan pelaksanaan memuji Tuhan dengan menyanyikan bersama satu bait lagu pujian sekolah minggu 'Anak-anak Mari Nyanyi' atau 'Tuhan Cinta Semua Anak' (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak hening sejenak, memegang mulut masing-masing dengan lembut, dan menyadari bahwa mulut adalah anugerah suci dari Tuhan (5 menit).
  • Guru memandu murid memeriksa lembar kerja berpasangan: murid memberi tanda centang pada gambar anak yang sedang berdoa dan bernyanyi memuji Tuhan sebagai komitmen menggunakan mulut sesuai kehendak Allah (acuan: mencentang 2 gambar, yaitu gambar anak berdoa dan gambar anak menyanyi lagu rohani) (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa Allah menciptakan mulut kita sebagai anugerah istimewa untuk berkata-kata baik, berdoa, dan memuji Tuhan (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama yang dipimpin oleh guru mengucap syukur atas anugerah mulut yang istimewa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar konkret dengan simbol warna (hijau untuk perbuatan baik memuji/berdoa, merah untuk perbuatan yang tidak berkenan) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih pemalu atau belum lancar melafalkan doa, guru mendampingi dengan menuntun kata demi kata doa syukur; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan memimpin satu baris pujian.
  • Produk: Bagi murid yang belum terampil menggambar detail, cukup melengkapi garis lengkung senyum pada gambar mulut; bagi yang mahir, dapat menambahkan pewarnaan pada gambar wajah secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan awal (3 pertanyaan diagnostik): (1) 'Siapakah yang menciptakan mulutmu?' (acuan: Allah/Tuhan Yesus); (2) 'Mengapa mulutmu istimewa?' (acuan: karena diberi anugerah untuk berbicara/berkata-kata baik oleh Tuhan); (3) 'Sebutkan 2 kegiatan menggunakan mulut untuk Tuhan!' (acuan: berdoa dan menyanyi memuji Tuhan).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja keterlibatan berdoa dan bernyanyi memuji Tuhan: Guru mengamati apakah murid melafalkan doa syukur 'Tuhan Yesus, terima kasih atas mulutku' dan menyanyikan bait lagu pujian 'Anak-anak Mari Nyanyi' (kriteria: murid melafalkan doa syukur dan menyanyikan lagu pujian dengan kata-kata yang jelas secara mandiri atau dengan bimbingan).
  • Pemeriksaan lembar kerja melengkapi gambar mulut dan memilih 2 gambar penggunaan mulut yang benar dari 3 pilihan (acuan: Gambar anak berdoa dan Gambar anak menyanyi diberi tanda centang; Gambar anak mengejek disilang/dikosongkan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menyebutkan kembali fungsi utama mulut yang telah dipelajari hari ini (acuan: untuk berkata-kata yang baik, berdoa, dan memuji Tuhan).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik awal mengenai Pencipta mulut dan fungsinya untuk beribadah.
  • Observasi unjuk kerja saat murid menggambar mulut serta mempraktikkan doa syukur dan pujian menggunakan mulut.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Mulut sebagai Ciptaan Istimewa (TP 1.3.1)Belum mampu menunjukkan bahwa Allah yang menciptakan mulut sebagai anugerah istimewa untuk berkata-kata meskipun telah dibimbing.Mampu menunjukkan bahwa Allah menciptakan mulut sebagai anugerah istimewa dengan bantuan bimbingan penuh dari guru.Mampu menunjukkan pemahaman bahwa Allah menciptakan mulut sebagai anugerah istimewa untuk berkata-kata secara tepat dan mandiri.Mampu menunjukkan pemahaman bahwa Allah menciptakan mulut sebagai anugerah istimewa untuk berkata-kata secara tepat, mandiri, dan konsisten dalam setiap aktivitas pembelajaran.
Pelaksanaan Kewajiban Berdoa Menggunakan Mulut (TP 1.3.5)Belum menunjukkan pelaksanaan melafalkan doa syukur menggunakan mulut meskipun telah diarahkan.Mampu melafalkan doa syukur menggunakan mulut dengan dituntun kata demi kata oleh guru.Mampu menunjukkan pelaksanaan berdoa menggunakan mulut dengan melafalkan doa syukur secara mandiri dan runtut.Mampu menunjukkan pelaksanaan berdoa menggunakan mulut secara mandiri, khidmat, dan konsisten tanpa perlu diingatkan.
Pelaksanaan Kewajiban Memuji Tuhan Menggunakan Mulut (TP 1.3.5)Belum mau menggunakan mulut untuk menyanyikan lagu pujian bersama teman dan guru.Mampu menyanyikan lagu pujian menggunakan mulut dengan dorongan dan bantuan guru.Mampu menunjukkan pelaksanaan memuji Tuhan dengan menyanyikan lagu pujian menggunakan mulut secara mandiri dan ceria.Mampu menunjukkan pelaksanaan memuji Tuhan dengan bernyanyi secara mandiri, bersemangat, dan konsisten mengikuti seluruh pujian.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah aktif menggunakan mulutnya untuk berdoa dan bernyanyi memuji Tuhan?
  • Bagian kegiatan mana yang paling menggembirakan bagi murid dalam menyadari keistimewaan mulut ciptaan Tuhan?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat bernyanyi memuji Tuhan bersama teman-teman hari ini?
  • Apakah kamu senang bersyukur kepada Tuhan atas mulut yang diberikan kepadamu?

Pertemuan 2 — Menyebutkan Makna dan Menunjukkan Sikap serta Tindakan Ramah dan Sopan melalui Tutur Kata Mulut di Rumah dan di Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.2 Menunjukkan sikap membangun interaksi dengan lingkungan terdekat menggunakan tutur kata mulut yang baik
  • TP 1.3.3 Menyebutkan makna kebaikan, ramah dan sopan di rumah dan di sekolah melalui tutur kata mulut
  • TP 1.3.4 Menunjukkan tindakan ramah dan sopan di rumah dan di sekolah dalam menggunakan mulut sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak bernyanyi bersama lagu singkat pujian sekolah minggu dan berdoa pembuka (5 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan diagnostik awal lisan dengan menanyakan 2 situasi interaksi tutur kata: (1) Ucapan salam saat pagi tiba di sekolah; (2) Jawaban santun saat dipanggil mama (acuan diagnostik: salam santun seperti 'Selamat pagi', respon panggilan santun seperti 'Iya Mama') (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak kisah Alkitab tentang Nabiah Debora yang memakai tutur kata mulutnya untuk memberi nasihat baik dan bijaksana kepada orang lain (Hakim-hakim 4:1-5 serta Amsal 10:31a: 'Mulut orang benar mengeluarkan hikmat') (15 menit).
  • Guru menjelaskan makna tutur kata yang baik, ramah, dan sopan di rumah dan di sekolah, yaitu perkataan yang menyenangkan hati sesama, tidak menyakiti, dan membawa damai seperti sapaan ramah, terima kasih, maaf, tolong, dan jawaban patuh pada orang tua (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid bermain peran berpasangan 'Tebak & Ucap Kata Santun' secara bergembira: saling mempraktikkan pengucapan tutur kata ramah dan sopan dalam interaksi nyata di sekolah dan di rumah (mengucapkan 'Selamat pagi', 'Ayo bermain bersama', 'Terima kasih', 'Maaf', 'Permisi') (20 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Aktivitas Memilih Sikap Baik (Buku Siswa hlm. 30): memberi tanda centang (✓) pada 4 gambar tutur kata ramah dan sopan serta tanda silang (✗) pada tuturan tidak sopan. Butir lembar: (1) Menyapa 'Selamat pagi'; (2) Menjawab 'Iya Mama'; (3) Mengajak 'Ayo belajar / Ayo berteman'; (4) Menolak ketus 'Nggak mau!' (Acuan kunci: butir 1, 2, 3 dicentang ✓; butir 4 disilang ✗) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan pentingnya menjaga tutur kata mulut sehari-hari sebagai ciptaan Tuhan yang berharga, menyatakan komitmen sederhana untuk selalu bertutur kata ramah kepada orang tua di rumah dan teman di sekolah (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil lembar tanda centang gambar sikap tutur kata ramah murid dan menegaskan kebiasaan tutur kata santun (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama bersyukur atas mulut yang dianugerahkan Tuhan untuk berkata-kata ramah dan sopan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar situasi visual konkret beserta balon kata sederhana bagi murid yang memerlukan dukungan membaca.
  • Proses: Murid yang masih malu/belum lancar dibimbing guru secara berpasangan dalam menirukan pengucapan kata santun, sedangkan murid yang sudah lancar diminta mempraktikkan sapaan ramah pada skenario rumah dan sekolah secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman melalui tanda centang gambar atau mengucapkan langsung contoh tutur kata ramah kepada guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Apa yang kamu katakan saat berpapasan dengan guru di gerbang sekolah?' (Acuan jawaban: 'Selamat pagi bapak/ibu guru' atau sapaan hormat senada); (2) 'Bagaimana jawaban mulutmu saat ibu memanggilmu dari dapur?' (Acuan jawaban: 'Iya Mama/Ibu, saya datang' atau respon santun sejenis).

Proses:

  • Observasi selama bermain peran: Mengamati kemampuan murid melafalkan tutur kata ramah ('Selamat pagi', 'Ayo belajar', 'Terima kasih', 'Maaf') saat berinteraksi dengan teman sebaya.
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Mengidentifikasi Gambar Sikap Baik (4 butir gambar): (1) Gambar anak menyapa 'Selamat pagi' (kunci: ✓); (2) Gambar anak menyahut 'Iya Mama' (kunci: ✓); (3) Gambar anak mengajak 'Ayo berteman / belajar' (kunci: ✓); (4) Gambar anak membentak 'Nggak mau!' (kunci: ✗).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 3 situasi dan murid menjawab dengan ucapan santun yang tepat: (1) Diberi pensil oleh teman (Acuan: 'Terima kasih'); (2) Tidak sengaja menyenggol teman (Acuan: 'Maaf'); (3) Mau lewat di depan guru (Acuan: 'Permisi').

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik awal tentang sapaan dan jawaban santun
  • Observasi unjuk kerja bermain peran tutur kata ramah dan sopan
  • Pemeriksaan lembar kerja pemilihan gambar sikap bertutur kata baik (4 butir)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan sikap interaksi dengan tutur kata mulut yang baik (TP 1.3.2)Belum mampu mengucapkan tutur kata baik saat berinteraksi dengan teman meski dipandu guru.Mampu menirukan pengucapan 1 bentuk tutur kata baik saat berinteraksi dengan bimbingan guru.Mampu menunjukkan sikap interaksi menggunakan minimal 2 macam tutur kata baik (sapaan/terima kasih) secara mandiri.Konsisten dan spontan menunjukkan interaksi ramah menggunakan beragam tutur kata baik dalam berbagai situasi tanpa perlu diingatkan.
Menyebutkan makna kebaikan, ramah dan sopan melalui tutur kata mulut (TP 1.3.3)Belum dapat menyebutkan makna atau contoh tutur kata ramah dan sopan.Dapat menyebutkan makna kebaikan tutur kata dengan bantuan contoh pancingan dari guru.Dapat menyebutkan makna kebaikan tutur kata ramah dan sopan (perkataan yang menyenangkan hati, membawa damai, tidak menyakiti) dengan bahasa sendiri.Dapat menyebutkan makna kebaikan ramah dan sopan secara jelas beserta contoh penerapannya di rumah dan di sekolah.
Menunjukkan tindakan ramah dan sopan di rumah dan sekolah pada lembar pilihan gambar (TP 1.3.4)Tepat menandai 0-1 dari 4 butir gambar sikap bertutur kata ramah dan sopan.Tepat menandai 2 dari 4 butir gambar sikap bertutur kata ramah dan sopan (Acuan: butir 1, 2, 3 centang, butir 4 silang).Tepat menandai 3 dari 4 butir gambar sikap bertutur kata ramah dan sopan sesuai acuan kunci.Tepat menandai seluruh 4 butir gambar sikap bertutur kata ramah dan sopan sesuai acuan kunci secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas bermain peran berpasangan efektif menumbuhkan keberanian murid kelas 1 dalam mempraktikkan tutur kata sopan?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling membantu murid memahami bahwa mulut dianugerahkan Allah untuk berkata-kata baik?

Murid:

  • Kata sopan apa yang paling kamu sukai saat berbicara dengan teman hari ini?
  • Maukah kamu berjanji menjawab 'Iya Mama/Papa' dengan lembut saat dipanggil di rumah?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.1 Menunjukkan pemahaman bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa melalui anugerah mulut untuk berkata-kata
  • TP 1.3.2 Menunjukkan sikap membangun interaksi dengan lingkungan terdekat menggunakan tutur kata mulut yang baik
  • TP 1.3.3 Menyebutkan makna kebaikan, ramah dan sopan di rumah dan di sekolah melalui tutur kata mulut
  • TP 1.3.4 Menunjukkan tindakan ramah dan sopan di rumah dan di sekolah dalam menggunakan mulut sehari-hari
  • TP 1.3.5 Menunjukkan pelaksanaan kewajiban berdoa dan memuji Tuhan menggunakan mulut

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa pembuka bersama mengucap syukur atas anugerah mulut ciptaan Tuhan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 3, yaitu menunjukkan pemahaman dan praktik nyata penggunaan mulut istimewa ciptaan Tuhan untuk memuji, berdoa, dan bertutur kata sopan (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Bergambar dan menjelaskan petunjuk pengerjaan 4 butir visual serentak: Butir 1 memilih gambar mulut untuk memuji Tuhan (gambar A anak bernyanyi vs gambar B anak mengejek); Butir 2 memilih gambar mulut berdoa (gambar A anak berdoa dengan tenang vs gambar B anak berteriak marah); Butir 3 memilih gambar ucapan ramah memberi salam di sekolah (gambar A 'Selamat pagi Ibu Guru' vs gambar B anak cemberut diam); Butir 4 memilih ucapan sopan meminjam pensil (gambar A 'Boleh tolong pinjam pensil?' vs gambar B anak merebut pensil) (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri dan serentak mengerjakan penandaan centang pada Lembar Kerja Bergambar untuk 4 butir pilihan visual situasi penggunaan mulut [kunci jawaban: Butir 1 = Gambar A bernyanyi memuji Tuhan; Butir 2 = Gambar A berdoa dengan tenang; Butir 3 = Gambar A 'Selamat pagi Ibu Guru'; Butir 4 = Gambar A 'Boleh tolong pinjam pensil?'] (25 menit).
  • Pelaksanaan unjuk kerja lisan dan praktik bergiliran di meja guru berdurasi 2 menit per murid (untuk seluruh 28-30 murid di kelas), dengan tugas melafalkan doa syukur pendek [acuan teks doa: 'Tuhan Yesus, terima kasih atas anugerah mulutku. Amin.'], menyanyikan 1 bait lagu pujian 'Anak-anak Mari Nyanyi' [lirik: 'Anak-anak mari nyanyi riang dan gembiralah, puji Tuhan Pencipta'], serta memperagakan 1 tutur kata santun [pilihan acuan: mengucap 'terima kasih' atau 'tolong' kepada guru saat berinteraksi], sementara murid lain duduk tenang mewarnai pola gambar pengingat ayat hafalan Amsal 10:31a pada lembar kerjanya (55 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja bergambar murid dan memberikan penjelasan konfirmasi makna bahwa setiap gambar yang benar menunjukkan mulut sebagai anugerah istimewa untuk berbuat baik dan memuliakan Tuhan (5 menit).

Penutup:

  • Guru membagikan lembar daftar ceklis pengamatan pembiasaan tutur kata di rumah berdurasi 10 menit untuk diisi orang tua selama sepekan mencakup 3 indikator: berkata tolong, maaf, dan terima kasih (3 menit).
  • Guru merangkum keseluruhan pembelajaran Bab 3 dan menutup pertemuan dengan doa penutup bersyukur atas karunia mulut ciptaan Tuhan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi materi pada sesi asesmen sumatif demi menjaga kesetaraan standar pembuktian.
  • Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk butir visual secara lisan dan perlahan bagi murid yang membutuhkan pendampingan menyimak tanpa memberikan bocoran jawaban.
  • Produk: Produk akhir terstandar berupa lembar kerja bergambar bercentang, unjuk kerja lisan langsung di meja guru, dan lembar ceklis pembiasaan rumah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan kesiapan unjuk kerja: menanyakan kesiapan murid menghafal doa syukur pendek 'Tuhan Yesus terima kasih atas anugerah mulutku. Amin' (acuan kesiapan: murid mampu menyahut dan mengingat lafal doa syukur sederhana).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam menyimak arahan dan ketenangan mengerjakan lembar kerja secara mandiri di meja masing-masing.

Sumatif Bab:

  • Penilaian performa gabungan (unjuk kerja lisan-praktik bergantian dan penandaan lembar gambar berpanduan secara serentak) serta observasi pembiasaan di rumah: Hasil penandaan lembar visual pilihan tutur kata sopan, rekaman observasi lisan saat giliran melafalkan doa/pujian dan peragaan kata santun di meja guru, serta lembar cek list pembiasaan tutur kata dari orang tua di rumah
  • Pemberian tanda pada lembar bergambar serentak: Lembar kerja bergambar berisi pilihan situasi yang ditandai murid secara serentak terbimbing (mencentang gambar mulut ciptaan Tuhan yang istimewa serta memilih gambar ucapan ramah, sopan, dan baik di sekolah) (35 menit; kelompok; instrumen: Lembar kerja bergambar dan kunci pedoman penskoran visual)
  • Unjuk kerja lisan dan praktik bergiliran: Praktik lisan bergiliran 2 menit per murid di meja guru (melafalkan doa syukur sederhana, menyanyikan 1 bait lagu pujian syukur ciptaan mulut, dan memperagakan 1 contoh kata santun seperti 'terima kasih' / 'tolong') sementara murid lain mewarnai lembar kerja (60 menit / 2 menit per murid = 30 murid, muat satu kelas 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian unjuk kerja lisan dan praktik ibadah)
  • Pencatatan observasi pembiasaan tutur kata: Hasil pengamatan tindakan nyata tutur kata ramah dan sopan murid dalam penggunaan mulut sehari-hari di lingkungan keluarga selama sepekan (10 menit; individual; instrumen: Lembar daftar ceklis pengamatan orang tua dengan indikator berkata tolong, maaf, dan terima kasih di rumah)

Sumatif:

  • Penilaian performa gabungan (unjuk kerja lisan-praktik bergantian dan penandaan lembar gambar berpanduan secara serentak) serta observasi pembiasaan di rumah: Hasil penandaan lembar visual pilihan tutur kata sopan, rekaman observasi lisan saat giliran melafalkan doa/pujian dan peragaan kata santun di meja guru, serta lembar cek list pembiasaan tutur kata dari orang tua di rumah
  • Pemberian tanda pada lembar bergambar serentak: Lembar kerja bergambar berisi pilihan situasi yang ditandai murid secara serentak terbimbing (mencentang gambar mulut ciptaan Tuhan yang istimewa serta memilih gambar ucapan ramah, sopan, dan baik di sekolah) (35 menit; kelompok; instrumen: Lembar kerja bergambar dan kunci pedoman penskoran visual)
  • Unjuk kerja lisan dan praktik bergiliran: Praktik lisan bergiliran 2 menit per murid di meja guru (melafalkan doa syukur sederhana, menyanyikan 1 bait lagu pujian syukur ciptaan mulut, dan memperagakan 1 contoh kata santun seperti 'terima kasih' / 'tolong') sementara murid lain mewarnai lembar kerja (60 menit / 2 menit per murid = 30 murid, muat satu kelas 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian unjuk kerja lisan dan praktik ibadah)
  • Pencatatan observasi pembiasaan tutur kata: Hasil pengamatan tindakan nyata tutur kata ramah dan sopan murid dalam penggunaan mulut sehari-hari di lingkungan keluarga selama sepekan (10 menit; individual; instrumen: Lembar daftar ceklis pengamatan orang tua dengan indikator berkata tolong, maaf, dan terima kasih di rumah)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Mulut Istimewa & Makna Tutur Ramah/Sopan (TP 1.3.1, TP 1.3.3) — Lembar VisualMenandai dengan benar 1 dari 4 butir gambar situasi [acuan: 1=bernyanyi memuji, 2=berdoa, 3=salam 'selamat pagi', 4='tolong pinjam pensil'].Menandai dengan benar 2 dari 4 butir gambar situasi [acuan: 1=bernyanyi memuji, 2=berdoa, 3=salam 'selamat pagi', 4='tolong pinjam pensil'].Menandai dengan benar 3 dari 4 butir gambar situasi [acuan: 1=bernyanyi memuji, 2=berdoa, 3=salam 'selamat pagi', 4='tolong pinjam pensil'].Menandai dengan benar seluruh 4 butir gambar situasi secara mandiri dan tepat [acuan: 1=bernyanyi memuji, 2=berdoa, 3=salam 'selamat pagi', 4='tolong pinjam pensil'].
Pelaksanaan Doa, Pujian, dan Interaksi Santun (TP 1.3.2, TP 1.3.5) — Praktik Lisan Meja GuruMemeragakan 1 dari 3 tuntutan unjuk kerja [acuan: doa syukur pendek, 1 bait lagu pujian, kata santun tolong/terima kasih] dengan bantuan penuh guru.Memeragakan 2 dari 3 tuntutan unjuk kerja [acuan: doa syukur pendek, 1 bait lagu pujian, kata santun tolong/terima kasih] dengan sedikit arahan.Memeragakan ketiga tuntutan unjuk kerja secara lengkap [acuan: melafalkan doa syukur 'Tuhan Yesus, terima kasih atas anugerah mulutku. Amin', menyanyikan bait 1 lagu pujian, dan memperagakan kata santun 'terima kasih' / 'tolong'].Memeragakan ketiga tuntutan unjuk kerja secara lengkap, lancar, dan mandiri tanpa ragu-ragu di meja guru.
Tindakan Ramah dan Sopan Penggunaan Mulut di Rumah (TP 1.3.4) — Ceklis Orang TuaTeramati membiasakan 1 dari 3 tutur kata sopan di rumah [acuan: tolong, maaf, terima kasih] berdasarkan laporan orang tua.Teramati membiasakan 2 dari 3 tutur kata sopan di rumah [acuan: tolong, maaf, terima kasih] berdasarkan laporan orang tua.Teramati membiasakan seluruh 3 tutur kata sopan di rumah [acuan: tolong, maaf, terima kasih] secara konsisten selama sepekan.Teramati membiasakan seluruh 3 tutur kata sopan di rumah [acuan: tolong, maaf, terima kasih] dengan inisiatif sendiri tanpa perlu diingatkan orang tua.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2 menit per murid di meja guru berjalan tertib dan mencukupi untuk mengamati seluruh murid?
  • Bagaimana tingkat penguasaan murid kelas 1 dalam menghubungkan anugerah mulut dengan kebiasaan berdoa dan bertutur kata sopan?

Murid:

  • Apakah kamu senang bisa menyanyikan pujian dan melafalkan doa menggunakan mulutmu?
  • Kata sopan apa yang paling sering kamu ucapkan kepada papa, mama, dan teman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Alkitab (Bahan acuan: Hakim-hakim 4:1-5; Amsal 10:31a)
  4. Buku Kidung Ceria No. 26 'Anak-anak Mari Nyanyi'
  5. Kartu bergambar aktivitas penggunaan mulut dan lembar kerja gambar wajah
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Puskurbuk, Kemendikbudristek 2021) hlm. 41-49
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021) hlm. 27-30
  8. Teks Alkitab: Hakim-hakim 4:1-5 dan Amsal 10:31a
  9. Lembar Kerja Murid (gambar pilihan tutur kata sopan)
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Veronika Hematang, Kemendikbudristek 2021
  11. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  12. Lembar Kerja Bergambar Asesmen Sumatif Bab 3
  13. Lembar Ceklis Pembiasaan Rumah untuk Orang Tua
  14. Alkitab: Kitab Hakim-hakim 4:1-5 dan Amsal 10:31a

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.