Modul AjarBab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 2: Bersyukur untuk Mataku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 2 "Bersyukur untuk Mataku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 2: Bersyukur untuk Mataku

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 2 — Bersyukur untuk Mataku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 2 — Bersyukur untuk Mataku
Alokasi Waktu9 JP (9 x 35 menit = 315 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.2.1 Menyebutkan bukti Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa melalui anugerah mata untuk melihat
  2. TP 1.2.2 Menunjukkan perilaku bersyukur atas ciptaan Allah pada dirinya dengan menggunakan mata untuk perbuatan baik
  3. TP 1.2.3 Menceritakan cara membangun interaksi dengan lingkungan terdekat menggunakan mata pemberian Allah
  4. TP 1.2.4 Menunjukkan kebaikan melalui penggunaan mata untuk memperhatikan kebutuhan sesama di rumah dan di sekolah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja ciptaan Tuhan di dalam kelas yang bisa kalian lihat dengan mata?
  2. Bagaimana rasanya jika mata kita dipejamkan sebentar saat berjalan?
  3. Bagaimana cara kita menyapa atau memperhatikan teman di sekitar kita menggunakan mata pemberian Tuhan?
  4. Bagaimana kita memakai mata pemberian Tuhan untuk berbuat baik?
  5. Apa yang dapat matamu lihat saat ada teman di sekolah atau keluarga di rumah yang membutuhkan bantuan?
  6. Bagaimana caramu membuktikan rasa terima kasih kepada Tuhan yang sudah memberi mata?
  7. Apa yang kamu lakukan saat melihat teman di kelas memerlukan bantuan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyebutkan Bukti Keistimewaan Diri Ciptaan Allah melalui Anugerah Mata dan Menceritakan Interaksi dengan Lingkungan Terdekat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menyebutkan bukti Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa melalui anugerah mata untuk melihat
  • TP 1.2.3 Menceritakan cara membangun interaksi dengan lingkungan terdekat menggunakan mata pemberian Allah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa singkat mengucap syukur kepada Tuhan atas tubuh dan mata, serta menyanyikan lagu rohani anak 'Lihatlah Burung di Udara' bersama-sama (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan fisik maupun psikis murid di kelas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab lisan: 'Sebutkan apa fungsi mata yang Tuhan berikan kepada kita?' (acuan: mata berfungsi untuk melihat/memandang benda di sekitar) dan 'Benda apa yang kamu lihat di kelas?' (acuan: meja, kursi, papan tulis, buku, atau teman) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyebutkan bukti Allah menciptakan diri istimewa melalui mata untuk melihat dan menceritakan cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar menggunakan mata (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan simulasi kesadaran indra penglihatan: murid diminta menutup mata selama 10 detik, lalu membuka mata kembali untuk menyadari betapa berharganya anugerah penglihatan ciptaan Allah (5 menit).
  • Guru menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia secara istimewa dan menganugerahkan dua mata agar manusia dapat melihat keindahan alam dan benda-benda di sekitarnya (10 menit).
  • Guru membimbing murid mengamati 3 gambar ciptaan Tuhan di papan tulis: (1) pemandangan alam/burung, (2) buku bacaan, dan (3) wajah teman tersenyum, kemudian murid secara lisan menyebutkan bukti keistimewaan diri karena dapat melihat ketiga objek tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan edukatif 'Mata Detektif Kebaikan': murid berdiri dan secara bergantian menyebutkan 1 bukti keistimewaan memiliki mata untuk melihat lingkungan sekitarnya (misalnya melihat bunga di halaman, melihat tulisan guru, atau melihat jalan saat melangkah) (3 menit).
  • Murid duduk berpasangan dan saling menceritakan cara berinteraksi dengan lingkungan terdekat menggunakan mata pemberian Allah, dengan panduan 2 situasi: (1) cara berinteraksi saat bertemu teman di kelas (acuan cerita: memandang wajah teman lalu tersenyum/menyapa ramah), (2) cara berinteraksi saat melihat guru melintas (acuan cerita: menatap guru dengan sopan lalu mengangguk/memberi salam) (12 menit).
  • Guru memanggil beberapa perwakilan murid ke depan untuk menceritakan kembali di depan kelas cara mereka berinteraksi dengan teman atau keluarga menggunakan mata pemberian Allah (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membimbing murid merefleksikan anugerah Tuhan dengan mengulang kalimat pengakuan iman sederhana: 'Tuhan Yesus baik, mataku istimewa, aku bisa melihat ciptaan-Mu' (10 menit).
  • Murid mengungkapkan perasaan mereka setelah menyadari kebaikan Allah yang memberi sepasang mata untuk melihat dan berinteraksi secara damai dengan teman (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa mata adalah bukti Allah menciptakan diri kita istimewa untuk melihat dan membangun hubungan baik dengan sesama (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir lisan dan menutup pembelajaran dengan doa syukur atas mata yang sehat untuk melihat sesama dan ciptaan Tuhan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar benda konkrit berukuran besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual lebih jelas dalam mengenali ciptaan Allah.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah dan kalimat pemantik bagi murid yang belum percaya diri bercerita; memberikan kesempatan kepada murid cepat untuk menceritakan lebih dari 2 situasi interaksi di lingkungan sekitar (misalnya interaksi dengan orang tua di rumah).
  • Produk: Murid dapat menyampaikan ceritanya secara lisan singkat 1-2 kalimat atau menceritakan dengan menghubungkan kartu gambar situasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: (1) 'Apa fungsi kedua mata yang Tuhan ciptakan pada tubuhmu?' (acuan: melihat/memandang); (2) 'Sebutkan 2 benda atau orang yang bisa kamu lihat di kelas saat ini!' (acuan: meja, kursi, papan tulis, buku, guru, atau teman).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam menyebutkan bukti keistimewaan diri melalui mata (acuan ketepatan: murid menyebutkan bahwa mata membuat dirinya bisa melihat warna, benda, atau ciptaan Tuhan).
  • Pemeriksaan kemampuan murid saat menceritakan cara berinteraksi dengan lingkungan terdekat menggunakan mata pemberian Allah berdasarkan 2 situasi: situasi 1 (melihat teman lalu tersenyum/menyapa) dan situasi 2 (menatap guru/orang tua lalu memberi salam/mengangguk sopan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi pembelajaran: Guru menunjuk murid secara acak dan bertanya: 'Mengapa mata membuktikan bahwa Tuhan menciptakan kita istimewa?' (acuan: karena dengan mata kita bisa melihat pemandangan/benda dan melihat orang lain untuk diajak berinteraksi dengan ramah).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan pengenalan guna mata dan ciptaan Allah
  • Observasi unjuk kerja saat menceritakan cara interaksi dengan teman menggunakan mata

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan bukti keistimewaan diri ciptaan Allah melalui anugerah mata untuk melihat (TP 1.2.1)Belum mampu menyebutkan bukti keistimewaan diri melalui anugerah mata meskipun telah diberikan bimbingan langsung oleh guru.Mampu menyebutkan 1 bukti fungsi mata untuk melihat benda sekitar dengan bantuan arahan dan contoh dari guru.Mampu menyebutkan 2 bukti keistimewaan diri secara mandiri melalui anugerah mata untuk melihat benda atau keindahan ciptaan Allah.Mampu menyebutkan 3 atau lebih bukti keistimewaan diri secara mandiri dan lancar melalui anugerah mata untuk melihat berbagai ciptaan Allah.
Menceritakan cara membangun interaksi dengan lingkungan terdekat menggunakan mata (TP 1.2.3)Belum mampu menceritakan cara berinteraksi dengan teman atau guru menggunakan mata walaupun telah dipandu guru.Mampu menceritakan 1 cara berinteraksi dengan orang terdekat menggunakan mata (misal: melihat teman sambil tersenyum) dengan bantuan pertanyaan penuntun.Mampu menceritakan 2 cara berinteraksi dengan lingkungan terdekat menggunakan mata (pada situasi bertemu teman dan bertemu guru) secara mandiri.Mampu menceritakan lebih dari 2 cara berinteraksi dengan lingkungan terdekat (teman, guru, orang tua) menggunakan mata secara runtut dan jelas tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menyadari bahwa kemampuan melihat merupakan bukti anugerah istimewa dari Allah?
  • Apakah kegiatan bercerita berpasangan berjalan efektif dalam melatih murid berinteraksi dengan sesama?
  • Langkah perbaikan apa yang diperlukan untuk membantu murid yang masih malu menceritakan pengalamannya?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar bahwa Tuhan Yesus memberikan mata yang indah untukmu?
  • Apa hal paling indah yang sudah kamu lihat hari ini menggunakan matamu?
  • Bagaimana caramu melihat temanmu agar temanmu merasa senang dan dihargai?

Pertemuan 2 — Menunjukkan Perilaku Bersyukur dan Kebaikan melalui Penggunaan Mata di Rumah dan di Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Menunjukkan perilaku bersyukur atas ciptaan Allah pada dirinya dengan menggunakan mata untuk perbuatan baik
  • TP 1.2.4 Menunjukkan kebaikan melalui penggunaan mata untuk memperhatikan kebutuhan sesama di rumah dan di sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa mengucap syukur atas anugerah mata, dan menyanyikan lagu 'Lihatlah' (Kidung Ceria No. 5) bersama-sama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar perilaku penggunaan mata: Gambar A (anak menggunakan mata untuk membaca buku pelajaran) dan Gambar B (anak menonton gawai terlalu dekat sambil merengut), lalu meminta murid menunjuk gambar mana yang merupakan penggunaan mata untuk perbuatan baik sebagai rasa syukur kepada Tuhan (acuan: murid menunjuk Gambar A) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mendengarkan penjelasan guru berdasarkan nats Lukas 11:34a ('Matamu adalah pelita tubuhmu') bahwa rasa syukur atas anugerah mata diwujudkan dengan memandang hal-hal baik dan menggunakan mata untuk berbuat baik di rumah maupun di sekolah (10 menit).
  • Murid mengamati 4 kartu situasi penggunaan mata yang dipajang guru di papan tulis: (1) Melihat teman yang pensilnya jatuh lalu mengambilkannya; (2) Memejamkan mata dan pura-pura tidak melihat saat adik menangis; (3) Memperhatikan ibu yang sedang repot membawa barang belanjaan untuk dibantu; (4) Mengedipkan mata untuk mengejek teman. Murid bersama guru mengelompokkan kartu yang menunjukkan perbuatan baik dan memperhatikan kebutuhan sesama (acuan perilaku baik: kartu nomor 1 dan 3; bukan perilaku baik: kartu nomor 2 dan 4) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan interaktif menggembirakan 'Mata Terang Pelita Kebaikan': guru menyebutkan secara lisan 4 situasi kebutuhan sesama secara bertahap: (1) Teman di sekolah terjatuh saat berlari; (2) Ibu di rumah menjatuhkan sendok di lantai dapur; (3) Teman sebangku kesulitan membuka kotak pensil; (4) Adik di rumah mencari mainan yang terselip di bawah kursi. Murid memperagakan respons spontan dengan mengarahkan pandangan mata ke arah situasi lalu menunjukkan gestur kebaikan yang sesuai (acuan respons: (1) melihat teman jatuh lalu bergerak menolong berdiri; (2) melihat sendok jatuh lalu mengambilkannya untuk ibu; (3) melihat tangan teman lalu membantu membuka kotak pensil; (4) melihat ke kolong kursi lalu membantu mengambilkan mainan) (20 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Aktivitas Bergambar secara mandiri dengan memberi tanda centang (V) pada 4 gambar situasi yang menunjukkan perilaku bersyukur memakai mata untuk kebaikan dan memperhatikan kebutuhan sesama: (Gambar 1) Anak melihat teman sendirian di jam istirahat lalu mengajaknya bermain; (Gambar 2) Anak melihat sampah berserakan di dekat meja kelas lalu memungutnya; (Gambar 3) Anak melihat adik kesulitan memakai sepatu lalu membantunya; (Gambar 4) Anak melihat ayah menyapu halaman lalu ikut membantu mengambil serok (acuan kunci: keempat gambar 1, 2, 3, dan 4 seluruhnya diberi tanda centang karena merupakan tindakan memperhatikan kebutuhan sesama di sekolah dan di rumah) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk tenang dalam lingkaran, diajak menyadari indera penglihatan yang dimiliki, lalu masing-masing secara bergiliran menyebutkan satu hal konkret yang akan dilihat dan dibantu hari ini, baik kepada teman di kelas maupun keluarga di rumah (acuan kriteria: menyebutkan tindakan nyata memperhatikan kebutuhan teman atau keluarga melalui penglihatan) (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa mata yang sehat adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri dengan cara peka melihat dan menolong sesama di rumah serta di sekolah (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama, memohon bimbingan Tuhan agar murid selalu memiliki mata yang menjadi pelita untuk berbuat baik kepada sesama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar situasi berukuran besar dan berwarna kontras bagi murid yang membutuhkan bantuan visual lebih jelas.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi saat mengamati gambar Lembar Aktivitas; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tantangan tambahan menunjukkan 2 contoh tindakan kebaikan lain yang bisa dilihat matanya saat pulang sekolah.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pilihan perilaku baik dengan memberi tanda centang pada lembar kerja, melingkari gambar, atau menunjuk langsung gambar secara lisan kepada guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual awal di pendahuluan: Murid diminta menunjuk gambar perilaku penggunaan mata yang baik sebagai tanda syukur kepada Tuhan dari 2 pilihan gambar: Gambar A (anak menggunakan mata untuk membaca buku pelajaran) dan Gambar B (anak menonton gawai terlalu dekat sambil merengut) (acuan: tepat menunjuk Gambar A).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam mengelompokkan 4 kartu situasi di papan tulis (acuan: tepat membedakan kartu 1 dan 3 sebagai perbuatan baik, kartu 2 dan 4 sebagai bukan perbuatan baik).
  • Penilaian lembar aktivitas mengidentifikasi 4 gambar situasi kebaikan memperhatikan kebutuhan sesama di rumah dan di sekolah (acuan kunci: keempat gambar 1, 2, 3, dan 4 dicentang dengan tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman reflektif di akhir sesi: Murid menyebutkan 1 tindakan konkret penggunaan mata untuk memperhatikan kebutuhan teman di sekolah atau keluarga di rumah (acuan kriteria: tindakan realistis yang melibatkan penggunaan mata untuk melihat situasi sesama dan berbuat baik menolongnya).

Formatif:

  • Observasi unjuk respons murid pada permainan interaktif 'Mata Terang Pelita Kebaikan'
  • Pemeriksaan hasil kerja Lembar Aktivitas Bergambar menandai perbuatan baik menggunakan mata di rumah dan di sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perilaku bersyukur atas ciptaan Allah melalui penggunaan mata untuk perbuatan baik (TP 1.2.2)Belum mampu menunjukkan perilaku bersyukur menggunakan mata untuk perbuatan baik walaupun telah dibimbing guru.Mampu menunjukkan 1 perilaku bersyukur menggunakan mata untuk perbuatan baik dengan bimbingan guru.Mampu menunjukkan minimal 2 perilaku bersyukur menggunakan mata untuk perbuatan baik secara tepat dan mandiri.Mampu menunjukkan seluruh (4) perilaku bersyukur menggunakan mata untuk perbuatan baik secara konsisten dan mandiri.
Menunjukkan kebaikan melalui penggunaan mata untuk memperhatikan kebutuhan sesama di rumah dan di sekolah (TP 1.2.4)Belum mampu mengenali atau menunjukkan kebutuhan sesama di rumah maupun di sekolah melalui penggunaan mata.Mampu menunjukkan 1 contoh kebaikan memperhatikan kebutuhan sesama di rumah atau di sekolah dengan bantuan arahan guru.Mampu menunjukkan minimal 2 contoh kebaikan memperhatikan kebutuhan sesama di rumah dan di sekolah secara mandiri sesuai gambar/situasi.Mampu menunjukkan seluruh (4) contoh kebaikan memperhatikan kebutuhan sesama di rumah dan di sekolah secara tepat, runtut, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam permainan dan simulasi menggunakan mata untuk kebaikan?
  • Apakah murid kelas 1 sudah mampu memahami kaitan antara bersyukur kepada Tuhan dengan menolong sesama yang mereka lihat membutuhkan bantuan?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan?
  • Kebaikan apa yang akan kamu lakukan hari ini setelah melihat kebutuhan teman atau keluargamu?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menyebutkan bukti Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa melalui anugerah mata untuk melihat
  • TP 1.2.2 Menunjukkan perilaku bersyukur atas ciptaan Allah pada dirinya dengan menggunakan mata untuk perbuatan baik
  • TP 1.2.3 Menceritakan cara membangun interaksi dengan lingkungan terdekat menggunakan mata pemberian Allah
  • TP 1.2.4 Menunjukkan kebaikan melalui penggunaan mata untuk memperhatikan kebutuhan sesama di rumah dan di sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama mengucap syukur atas anugerah mata dari Tuhan, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini, yaitu melaksanakan asesmen sumatif untuk mengukur pemahaman dan pembiasaan rasa syukur serta perbuatan baik menggunakan mata ciptaan Allah (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan Lembar Kerja Bergambar serentak yang berisi 4 butir pilihan gambar tindakan di kelas, yaitu: Butir 1: (A) Murid membaca buku cerita Alkitab bergambar vs (B) Murid mencoret-coret meja; Butir 2: (A) Murid memperhatikan penjelasan guru di depan kelas vs (B) Murid melamun dan menutup mata; Butir 3: (A) Murid melihat teman menangis lalu menghampirinya vs (B) Murid mengejek teman yang terjatuh; Butir 4: (A) Murid melihat pensil teman jatuh lalu memungutkannya vs (B) Murid mengabaikan barang teman yang jatuh. Murid diberi tahu bahwa mereka harus memberi tanda centang pada gambar tindakan bersyukur dan perbuatan baik (acuan jawaban benar: 1-A, 2-A, 3-A, 4-A) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Lembar Kerja Bergambar dengan mencentang gambar tindakan bersyukur menggunakan mata untuk perbuatan baik di kelas (30 menit).
  • Secara paralel bersamaan dengan murid yang mengerjakan lembar kerja, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk unjuk kerja lisan bergiliran (alokasi 2 menit per anak x 28 anak = 56 menit). Guru menanyakan dua hal: (1) Menyebutkan bukti Allah menciptakan dirinya istimewa melalui mata (acuan jawaban: menyebutkan fungsi mata untuk melihat ciptaan Tuhan/belajar/membaca), dan (2) Menceritakan cara berinteraksi memperhatikan dan menolong teman terdekat menggunakan mata (acuan jawaban: menceritakan pengalaman/tindakan konkret saat melihat teman butuh bantuan seperti melihat teman jatuh lalu menolong, atau melihat teman tidak punya pensil lalu meminjamkannya) (46 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru melakukan observasi perilaku kebaikan secara langsung terhadap seluruh murid saat merapikan alat mewarnai dan ruang kelas secara tertib, mencatat kepekaan murid dalam melihat dan menolong kebutuhan sesama di kelas pada lembar ceklis observasi (acuan perilaku teramati: segera menolong teman yang kesulitan membereskan krayon/buku atau berbagi ruang tanpa disuruh) (10 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja bergambar dan mengajak murid duduk kembali dengan tenang (2 menit).
  • Guru bersama murid membuat simpulan akhir bab bahwa mata adalah anugerah istimewa dari Allah yang harus selalu disyukuri dan dipakai untuk perbuatan baik serta menolong sesama, ditutup dengan doa syukur (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi konten karena asesmen sumatif menguji standar kompetensi yang sama.
  • Proses: Akomodasi akses: guru membacakan deskripsi visual gambar secara perlahan bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca instruksi tanpa mengubah kunci jawaban atau kriteria penilaian.
  • Produk: Standar bukti lembar kerja dan respon lisan tetap seragam sesuai acuan penilaian sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru memeriksa kesiapan murid mengikuti asesmen sumatif dengan menanyakan secara lisan: 'Sebutkan apa fungsi utama mata yang Tuhan berikan kepadamu?' (acuan jawaban benar: untuk melihat/melihat hal baik/membaca/belajar).

Proses:

  • Monitoring ketertiban pengerjaan lembar kerja bergambar mandiri dan kelancaran giliran unjuk kerja lisan di meja guru.

Sumatif Bab:

  • Unjuk kerja lisan dan portofolio lembar aktivitas bergambar yang didukung pengamatan pembiasaan di sekolah: Respon lisan murid tentang bukti Allah menciptakan mata dan cara berinteraksi menolong teman saat wawancara singkat bergiliran, lembar aktivitas visual menandai perbuatan baik menggunakan mata di kelas, serta catatan ceklis pengamatan tindakan kebaikan murid memperhatikan sesama di sekolah
  • penugasan visual serentak: lembar kerja bergambar yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan dengan mencentang atau mewarnai gambar tindakan bersyukur menggunakan mata untuk perbuatan baik di kelas (seperti membaca cerita Alkitab bergambar dan memperhatikan guru) (35 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran dan kunci lembar kerja bergambar)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: jawaban dan cerita lisan singkat murid saat dipanggil bergantian ke meja guru (2 menit per murid x 28 murid = 56 menit, berlangsung bergantian sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja bergambar) mengenai fungsi mata sebagai ciptaan Allah yang istimewa serta contoh berinteraksi memperhatikan dan menolong teman terdekat (56 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan)
  • observasi perilaku di sekolah: catatan pengamatan langsung tindakan kebaikan murid dalam menggunakan mata untuk peka melihat dan menolong teman yang membutuhkan bantuan (seperti saat berbagi alat mewarnai atau merapikan ruang kelas) (14 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi perilaku kebaikan)

Sumatif:

  • Unjuk kerja lisan dan portofolio lembar aktivitas bergambar yang didukung pengamatan pembiasaan di sekolah: Respon lisan murid tentang bukti Allah menciptakan mata dan cara berinteraksi menolong teman saat wawancara singkat bergiliran, lembar aktivitas visual menandai perbuatan baik menggunakan mata di kelas, serta catatan ceklis pengamatan tindakan kebaikan murid memperhatikan sesama di sekolah
  • penugasan visual serentak: lembar kerja bergambar yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan dengan mencentang atau mewarnai gambar tindakan bersyukur menggunakan mata untuk perbuatan baik di kelas (seperti membaca cerita Alkitab bergambar dan memperhatikan guru) (35 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran dan kunci lembar kerja bergambar)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: jawaban dan cerita lisan singkat murid saat dipanggil bergantian ke meja guru (2 menit per murid x 28 murid = 56 menit, berlangsung bergantian sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja bergambar) mengenai fungsi mata sebagai ciptaan Allah yang istimewa serta contoh berinteraksi memperhatikan dan menolong teman terdekat (56 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan)
  • observasi perilaku di sekolah: catatan pengamatan langsung tindakan kebaikan murid dalam menggunakan mata untuk peka melihat dan menolong teman yang membutuhkan bantuan (seperti saat berbagi alat mewarnai atau merapikan ruang kelas) (14 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi perilaku kebaikan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan bukti keistimewaan anugerah mata ciptaan Allah (TP 1.2.1)Belum mampu menyebutkan bukti dan fungsi mata yang diciptakan Allah meskipun sudah dipandu guru.Menyebutkan 1 bukti fungsi anugerah mata (melihat) dengan bimbingan dan pertanyaan pancingan guru.Menyebutkan secara mandiri bahwa Allah menciptakan mata untuk melihat ciptaan-Nya/belajar sebagai bukti diri istimewa.Menyebutkan secara mandiri dan lengkap bukti bahwa Allah menciptakan mata untuk melihat hal baik, belajar membaca, dan menikmati alam ciptaan-Nya.
Menunjukkan perilaku bersyukur melalui perbuatan baik pada lembar kerja (TP 1.2.2)Menandai dengan tepat paling banyak 1 dari 4 gambar perbuatan baik (acuan: 1-A membaca cerita Alkitab, 2-A memperhatikan guru, 3-A menghampiri teman menangis, 4-A memungutkan pensil teman).Menandai dengan tepat 2 dari 4 gambar perbuatan baik sesuai acuan.Menandai dengan tepat 3 dari 4 gambar perbuatan baik sesuai acuan.Menandai dengan tepat seluruh 4 gambar perbuatan baik (1-A, 2-A, 3-A, dan 4-A) secara mandiri.
Menceritakan interaksi dengan lingkungan terdekat menggunakan mata (TP 1.2.3)Belum mampu menceritakan contoh interaksi menolong teman menggunakan mata walaupun dibimbing guru.Menceritakan 1 contoh interaksi sederhana dengan teman (misalnya melihat teman) setelah diberikan pertanyaan pancingan.Menceritakan secara mandiri 1 contoh konkret interaksi memperhatikan dan menolong teman terdekat (misal: melihat teman sedih lalu mendekati/menolong saat jatuh).Menceritakan secara mandiri dan runtut lebih dari 1 contoh interaksi nyata saat menggunakan mata untuk memperhatikan dan menolong teman di sekolah maupun di rumah.
Menunjukkan kebaikan memperhatikan kebutuhan sesama di kelas (TP 1.2.4)Belum menunjukkan kepekaan melihat dan menolong teman yang membutuhkan bantuan selama observasi di kelas.Menunjukkan tindakan kebaikan menolong teman (seperti merapikan alat/berbagi ruang) hanya ketika ditegur atau diarahkan guru.Menunjukkan tindakan kebaikan secara langsung dan tanggap melihat teman yang butuh bantuan merapikan alat/kelas tanpa harus disuruh.Menunjukkan tindakan kebaikan secara konsisten, sigap melihat kebutuhan sesama di kelas dan mengajak teman lain bekerja sama dengan ramah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu unjuk kerja lisan bergantian sebanyak 28 murid terlaksana secara efektif dan kondusif bersamaan dengan pengerjaan lembar kerja?
  • Bagaimana tingkat pemahaman dan pembiasaan murid kelas 1 dalam menggunakan matanya untuk perbuatan baik dan memperhatikan sesama?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang telah menggunakan matamu untuk melihat dan menolong teman hari ini?
  • Perbuatan baik apa yang ingin kamu lakukan di rumah nanti dengan menggunakan matamu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  3. Alkitab (Kisah Bartimeus dalam Markus 10:46-52 dan Lukas 11:34a)
  4. Gambar pemandangan ciptaan Tuhan, gambar anak belajar, dan gambar interaksi ramah antar-teman
  5. Alkitab: nats Lukas 11:34a
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  8. Set kartu gambar situasi kebaikan di rumah dan di sekolah
  9. Lembar Aktivitas Murid bergambar
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021).
  11. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021).
  12. Alkitab (Kisah Bartimeus dalam Markus 10:46-52 dan nats Lukas 11:34a).
  13. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bergambar 4 butir pilihan tindakan perbuatan baik.
  14. Lembar Rubrik Penilaian Lisan dan Lembar Ceklis Observasi Perilaku Kebaikan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.