Modul AjarPertemuan 3Bab 12Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Merawat Tumbuhan sebagai Wujud Syukur kepada Tuhan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Merawat Tumbuhan sebagai Wujud Syukur kepada Tuhan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Merawat Tumbuhan sebagai Wujud Syukur kepada Tuhan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 12 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Merawat Tumbuhan sebagai Wujud Syukur kepada Tuhan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMerawat Tumbuhan sebagai Wujud Syukur kepada Tuhan
Alokasi Waktu1x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pentingnya merawat tumbuhan ciptaan Tuhan di lingkungan rumah sebagai tanggung jawab yang diberikan Allah kepada manusia.
  2. Murid dapat menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan atas tumbuhan di lingkungan rumah melalui tindakan nyata merawat tumbuhan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang punya tumbuhan atau tanaman di rumah? Apa nama tumbuhannya?
  2. Apa yang akan terjadi kalau tumbuhan tidak pernah disiram atau dirawat?
  3. Mengapa Tuhan menciptakan tumbuhan untuk kita? Apa yang bisa kita lakukan sebagai tanda terima kasih kepada Tuhan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama, mengajak murid bersyukur atas hari yang baru dan alam ciptaan Tuhan (2 menit).
  • Guru menayangkan atau memperlihatkan gambar dua tumbuhan: satu yang terawat (segar dan hijau) dan satu yang tidak terawat (layu dan kering). Guru bertanya: 'Mana tumbuhan yang kelihatan sehat? Kenapa bisa begitu?' (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid diminta mengangkat tangan — siapa yang pernah menyiram tanaman di rumah? Siapa yang belum pernah? Guru mencatat sebagai peta kesiapan belajar (1 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara sederhana: 'Hari ini kita akan belajar mengapa merawat tumbuhan itu penting dan bagaimana cara menunjukkan syukur kita kepada Tuhan melalui merawat tumbuhan.' (1 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan Kejadian 1:11 dengan suara nyaring dan ekspresif: 'Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda...' Guru bertanya: 'Siapa yang menciptakan tumbuhan?' (2 menit).
  • Guru menampilkan gambar berbagai tumbuhan di lingkungan rumah (bunga, sayuran, pohon buah) dan mengajak murid menyebut nama tumbuhan yang mereka kenal. Guru menegaskan bahwa semua tumbuhan adalah ciptaan Tuhan yang indah (2 menit).
  • Guru menjelaskan secara sederhana mengapa merawat tumbuhan adalah tanggung jawab manusia: 'Allah mempercayakan tumbuhan kepada kita untuk dijaga. Kalau kita merawatnya, itu artinya kita menghargai karya Tuhan.' (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada 2-3 murid: 'Apa yang terjadi kalau kita tidak merawat tumbuhan?' untuk mengecek pemahaman (1 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja bergambar: murid diminta menggambar atau mewarnai satu cara merawat tumbuhan yang bisa mereka lakukan di rumah (menyiram, membersihkan daun, memberi pupuk). Murid mengerjakan secara mandiri (5 menit).
  • Guru mengajak murid bermain simulasi 'Aku Merawat Tumbuhan': setiap murid berpura-pura menyiram pot tanaman (menggunakan gerakan tangan), lalu bergiliran menyebutkan satu kalimat syukur kepada Tuhan seperti 'Terima kasih Tuhan untuk bunga yang indah' (3 menit).
  • Murid berpasangan saling memperlihatkan gambar yang mereka buat dan menceritakan tumbuhan apa yang ingin mereka rawat di rumah dan mengapa (3 menit).
  • Guru berkeliling mengamati dan memberikan umpan balik singkat kepada setiap murid sebagai asesmen proses (2 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak dan menutup mata selama 10 detik sambil membayangkan tumbuhan favorit mereka di rumah. Guru berkata pelan: 'Pikirkan, apa yang sudah kamu lakukan untuk tumbuhan itu?' (1 menit).
  • Guru membagikan kartu kecil berbentuk daun. Murid menuliskan atau menggambar (bagi yang belum lancar menulis) satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan minggu ini untuk merawat tumbuhan di rumah sebagai wujud syukur kepada Tuhan (3 menit).
  • Beberapa murid dipilih secara sukarela untuk membacakan atau menunjukkan kartu daun mereka kepada teman-teman (2 menit).
  • Guru menegaskan makna refleksi: 'Dengan merawat tumbuhan, kita sedang berterima kasih kepada Tuhan yang sudah menciptakannya untuk kita.' (1 menit).

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama dengan pertanyaan: 'Apa yang kita pelajari hari ini? Siapa yang menciptakan tumbuhan? Apa yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan syukur kita?' (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir: murid mengacungkan jempol ke atas (paham dan siap merawat tumbuhan), jempol ke samping (masih agak bingung), atau jempol ke bawah (belum paham). Guru mencatat hasilnya (1 menit).
  • Guru memberikan tugas rumah: murid diminta menyiram satu tumbuhan di rumah selama 3 hari ke depan dan melaporkan kepada orang tua. Jika tidak ada tumbuhan di rumah, murid bisa membantu menyiram tumbuhan milik tetangga atau sekolah (1 menit).
  • Guru menutup pelajaran dengan doa syukur bersama atas tumbuhan ciptaan Tuhan dan mengucapkan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca atau menulis diberikan lembar kerja bergambar penuh (tanpa teks) sehingga cukup mewarnai atau menggambar untuk menunjukkan pemahaman. Murid yang sudah lancar membaca diberi kartu kalimat pendek dari Kejadian 1:11 untuk dibaca dan direnungkan.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan ekstra didampingi guru atau teman sebaya saat mengerjakan lembar kerja dan saat sesi simulasi menyiram tumbuhan. Murid yang lebih cepat selesai diajak menjadi 'guru kecil' yang membantu temannya menceritakan gambarnya.
  • Produk: Murid bebas memilih cara menunjukkan karya pada kartu daun: menggambar, menulis satu kata, atau menceritakan secara lisan kepada guru. Semua bentuk ekspresi diterima dan dihargai.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: guru bertanya siapa yang pernah merawat tumbuhan di rumah dan apa yang mereka lakukan (angkat tangan).
  • Guru mencatat peta kesiapan awal: murid yang sudah memiliki pengalaman merawat tumbuhan dan yang belum, sebagai dasar pengelompokan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi saat murid mengerjakan lembar kerja bergambar: apakah gambar menunjukkan tindakan merawat tumbuhan yang benar.
  • Pengamatan saat simulasi dan diskusi berpasangan: apakah murid dapat menghubungkan tindakan merawat tumbuhan dengan rasa syukur kepada Tuhan.
  • Pertanyaan lisan oleh guru kepada 2-3 murid secara acak untuk mengecek pemahaman tentang tanggung jawab manusia terhadap tumbuhan ciptaan Tuhan.

Akhir:

  • Asesmen jempol tiga level di akhir pembelajaran untuk mengukur pemahaman keseluruhan.
  • Kartu daun refleksi: penilaian tertulis/gambar tentang satu tindakan nyata merawat tumbuhan yang akan dilakukan murid sebagai wujud syukur kepada Tuhan.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi dan simulasi menyiram tumbuhan.
  • Penilaian lembar kerja bergambar: apakah murid menggambar tindakan merawat tumbuhan yang tepat.
  • Umpan balik lisan saat murid berpasangan berbagi cerita tentang tumbuhan yang ingin dirawat.
  • Kartu daun refleksi: guru menilai apakah murid mampu menyebutkan satu tindakan nyata merawat tumbuhan sebagai wujud syukur.

Sumatif:

  • Asesmen akhir jempol (tiga level): mengukur pemahaman dan kesiapan murid untuk merawat tumbuhan sebagai wujud syukur.
  • Laporan lisan atau gambar dari tugas rumah menyiram tumbuhan selama 3 hari (disampaikan pada pertemuan berikutnya).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pentingnya merawat tumbuhan ciptaan Tuhan (TP 1.12.3.1)Murid belum dapat menyebutkan alasan mengapa tumbuhan perlu dirawat, bahkan dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan satu alasan sederhana mengapa tumbuhan perlu dirawat (misalnya: supaya tidak layu) dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat menjelaskan bahwa merawat tumbuhan adalah tanggung jawab yang diberikan Allah kepada manusia, meskipun penjelasannya masih sederhana.Murid dapat menjelaskan dengan jelas bahwa merawat tumbuhan adalah tanggung jawab yang diberikan Allah kepada manusia dan menghubungkannya dengan kebaikan Tuhan yang menciptakan tumbuhan untuk kehidupan.
Menunjukkan rasa syukur melalui tindakan nyata merawat tumbuhan (TP 1.12.3.2)Murid belum dapat menyebutkan atau menggambarkan tindakan nyata merawat tumbuhan sebagai wujud syukur.Murid dapat menyebutkan satu tindakan merawat tumbuhan (misalnya: menyiram) tetapi belum menghubungkannya dengan rasa syukur kepada Tuhan.Murid dapat menyebutkan satu tindakan nyata merawat tumbuhan dan menjelaskan bahwa hal itu adalah cara berterima kasih kepada Tuhan.Murid dapat menyebutkan lebih dari satu tindakan nyata merawat tumbuhan, menghubungkannya secara langsung dengan rasa syukur kepada Tuhan, dan menunjukkan komitmen untuk melakukannya di rumah.
Partisipasi aktif dan sikap selama pembelajaranMurid tidak terlibat aktif dalam kegiatan dan tidak merespons pertanyaan guru.Murid terlibat dalam sebagian kegiatan tetapi masih membutuhkan dorongan terus-menerus dari guru.Murid terlibat aktif dalam sebagian besar kegiatan, mau menjawab pertanyaan, dan menyelesaikan lembar kerja.Murid terlibat penuh dalam semua kegiatan, berinisiatif berbagi ide, menyelesaikan lembar kerja dengan baik, dan menunjukkan antusiasme dalam simulasi dan refleksi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami hubungan antara merawat tumbuhan dan rasa syukur kepada Tuhan? Siapa yang masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah kegiatan simulasi dan kartu daun efektif membantu murid menginternalisasi nilai tanggung jawab terhadap alam ciptaan Tuhan?
  • Apakah alokasi waktu 35 menit cukup untuk ketiga tahap pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kecepatan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu pelajari hari ini tentang tumbuhan ciptaan Tuhan?
  • Apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk merawat tumbuhan di rumahmu?
  • Bagaimana perasaanmu ketika tahu bahwa merawat tumbuhan adalah cara kita berterima kasih kepada Tuhan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I — Veronika Hematang (Kemdikbudristek, 2021, ISBN: 978-602-244-463-3)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemdikbudristek, 2021)
  3. Alkitab — Kejadian 1:11-13
  4. Gambar dua tumbuhan (terawat dan tidak terawat) — dicetak atau ditampilkan melalui proyektor/gambar di papan tulis
  5. Gambar berbagai jenis tumbuhan di lingkungan rumah (bunga, sayuran, pohon buah) untuk kegiatan identifikasi
  6. Lembar kerja bergambar untuk aktivitas menggambar tindakan merawat tumbuhan
  7. Kartu kecil berbentuk daun (dibuat dari kertas warna, 1 per murid) untuk aktivitas refleksi
  8. Alat tulis dan krayon/pensil warna

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.