Modul AjarPertemuan 3Bab 10Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Belajar dari Kisah Petrus dan Kornelius: Mengasihi Semua Orang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Belajar dari Kisah Petrus dan Kornelius: Mengasihi Semua Orang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Belajar dari Kisah Petrus dan Kornelius: Mengasihi Semua Orang

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 10 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Belajar dari Kisah Petrus dan Kornelius: Mengasihi Semua Orang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBelajar dari Kisah Petrus dan Kornelius: Mengasihi Semua Orang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pesan cerita Petrus dan Kornelius (Kisah Para Rasul 10:1-35) bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang berdasarkan suku dan agama melalui kegiatan mendengar cerita dan bermain peran.
  2. Murid dapat menyebutkan contoh sikap menghargai teman yang berbeda suku dan agama (seperti menyapa dengan ramah, mengucapkan selamat hari raya, dan mendoakan teman) melalui kegiatan mengamati gambar dan menggambar ekspresi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu punya teman yang berbeda suku atau agama? Bagaimana perasaanmu saat bermain bersama mereka?
  2. Jika kamu bertemu seseorang yang berbeda dari kamu, apa yang akan kamu lakukan?
  3. Menurutmu, apakah Tuhan mengasihi semua orang, termasuk orang yang berbeda suku dan agama dari kita? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama mengawali pembelajaran.
  • Guru melakukan absensi dan menanyakan kabar murid.
  • Guru melakukan asesmen awal: menunjukkan dua gambar (gambar orang berpakaian adat berbeda suku dan gambar orang sedang beribadah di tempat ibadah berbeda), lalu bertanya singkat: 'Siapa yang punya teman yang berbeda suku atau agamanya?' dan 'Apa yang sudah pernah kamu lakukan untuk teman yang berbeda itu?'
  • Guru mencatat respons murid sebagai peta pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang bagi beberapa murid untuk menjawab.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar dari kisah Petrus dan Kornelius, dan kita akan tahu bagaimana cara mengasihi teman yang berbeda dari kita.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk nyaman dan mempersiapkan diri untuk mendengarkan cerita (ajak murid menarik napas dalam satu kali bersama sebagai penanda cerita akan dimulai — prinsip berkesadaran).
  • Guru membacakan cerita Petrus dan Kornelius (Kisah Para Rasul 10:1-35) secara ringkas dan ekspresif menggunakan buku siswa halaman 142-144, dengan intonasi berbeda untuk setiap tokoh.
  • Guru menunjukkan gambar ilustrasi Petrus dan Kornelius yang ada di buku siswa, lalu mengajukan pertanyaan lisan sederhana: 'Siapa nama dua tokoh dalam cerita ini?', 'Dari bangsa mana mereka berasal?', 'Apa yang Tuhan ajarkan kepada Petrus melalui penglihatan?'
  • Guru menjelaskan pesan utama cerita dengan kalimat sederhana: 'Tuhan mengajarkan Petrus bahwa tidak boleh membeda-bedakan orang. Tuhan mengasihi semua orang, tidak peduli suku atau agamanya.'
  • Guru mengajak murid bersama-sama mengulang kalimat kunci: 'Tuhan mengasihi semua orang!' (diucapkan tiga kali dengan nada semangat).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi pasangan atau kelompok kecil (2-3 orang) dan menjelaskan kegiatan bermain peran singkat sebagai Petrus dan Kornelius.
  • Guru memberikan contoh percakapan sederhana di papan tulis atau kartu dialog: Petrus berkata 'Tuhan mengasihimu!' dan Kornelius menjawab 'Terima kasih, Bapak Petrus!' — murid mempraktikkan bersama pasangannya.
  • Setelah bermain peran, guru menunjukkan 3 gambar situasi di papan atau kartu bergambar: (a) seorang anak menyapa ramah teman berbeda agama, (b) seorang anak mengucapkan 'Selamat Hari Raya' kepada teman, (c) seorang anak berdoa untuk temannya yang sedang sakit.
  • Guru bertanya: 'Mana gambar yang menunjukkan sikap mengasihi teman yang berbeda?' dan meminta murid mengangkat tangan atau menunjuk gambar yang dipilih.
  • Murid diminta menggambar di buku atau lembar kerja: ekspresi wajah mereka saat menyapa teman yang berbeda suku atau agama, lalu menuliskan satu kata atau kalimat pendek di bawah gambar (contoh: 'Aku menyapa', 'Aku mendoakan').
  • Guru berkeliling memandu dan memberi semangat kepada murid yang menggambar, sambil menanyakan: 'Apa yang kamu gambar? Ceritakan ke Ibu/Bapak Guru!'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid meletakkan tangan di dada dan bertanya pelan: 'Apa yang kamu rasakan setelah belajar tentang Petrus dan Kornelius hari ini?' — beri waktu beberapa murid untuk menjawab.
  • Guru meminta 2-3 murid memperlihatkan gambar ekspresi mereka dan menceritakan secara singkat apa yang mereka gambar.
  • Guru mengajak murid membaca bersama ayat Alkitab pendek yang tertulis di buku siswa sebagai pengingat pesan firman Tuhan.
  • Guru bertanya reflektif: 'Mulai hari ini, satu sikap mengasihi apa yang mau kamu lakukan kepada teman yang berbeda suku atau agama?' — beberapa murid berbagi jawaban.
  • Guru merangkum pelajaran: 'Seperti Petrus yang belajar dari Tuhan untuk tidak membeda-bedakan orang, kita juga bisa belajar mengasihi semua teman kita, apa pun suku dan agamanya.'

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran: 'Apa yang kita pelajari hari ini?' — beberapa murid menjawab secara lisan.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: menunjuk beberapa murid secara acak dan meminta menyebutkan satu pesan cerita Petrus dan Kornelius serta satu contoh sikap mengasihi teman yang berbeda.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid dengan tepuk tangan bersama.
  • Guru menyampaikan pesan motivasi singkat: 'Kalian hebat! Ingat ya, Tuhan mengasihi semua orang, dan kita bisa menunjukkan kasih itu kepada teman-teman kita.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa syukur bersama, lalu mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca mendapatkan cerita Petrus dan Kornelius dalam versi bergambar komik (buku siswa hal. 143-144) sehingga dapat mengikuti alur cerita melalui gambar. Murid yang sudah lancar membaca dapat membaca narasi lebih panjang secara mandiri.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra duduk berdekatan dengan guru atau teman sebaya yang dapat membantu saat bermain peran dan kegiatan menggambar. Murid yang cepat memahami dapat langsung diminta menjadi 'narrator' atau memandu pasangannya bermain peran.
  • Produk: Murid yang belum bisa menulis kalimat cukup menggambar ekspresi dan mewarnai gambar Petrus-Kornelius tanpa tulisan. Murid yang sudah bisa menulis diminta menuliskan kalimat lengkap di bawah gambar ekspresinya, misalnya: 'Aku akan menyapa teman yang berbeda agama dengan ramah.'

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan dua gambar (orang berpakaian adat berbeda suku dan orang di depan tempat ibadah berbeda) lalu bertanya: 'Siapa yang punya teman yang berbeda suku atau agamanya?'
  • Guru bertanya: 'Apa yang sudah pernah kamu lakukan untuk menunjukkan bahwa kamu sayang kepada teman yang berbeda itu?' — guru mencatat respons untuk memetakan pemahaman awal murid.
  • Dari respons murid, guru mengidentifikasi: murid yang sudah memiliki pengalaman nyata berinteraksi dengan teman berbeda latar belakang, dan murid yang belum pernah memikirkan hal tersebut.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengajukan 3 pertanyaan lisan sederhana tentang tokoh, asal bangsa, dan pesan cerita — guru menandai murid yang belum mampu menjawab untuk diberi perhatian lebih.
  • Selama tahap Mengaplikasi (bermain peran): guru mengobservasi apakah murid dapat memperagakan dialog dengan percaya diri dan memahami makna percakapan Petrus-Kornelius.
  • Selama kegiatan menggambar: guru berkeliling dan menanyakan murid tentang gambar yang dibuat — 'Apa yang kamu gambar? Ini sikap apa yang kamu tunjukkan?' sebagai cek pemahaman.

Akhir:

  • Guru menunjuk beberapa murid secara acak untuk menjawab secara lisan: 'Apa pesan penting dari cerita Petrus dan Kornelius?'
  • Guru meminta murid menyebutkan satu contoh sikap mengasihi teman yang berbeda suku dan agama dari yang telah dipelajari hari ini.
  • Guru mengumpulkan lembar gambar ekspresi murid sebagai portofolio sederhana untuk dokumentasi perkembangan belajar.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat mendengarkan cerita: guru mengamati keterlibatan dan ekspresi murid.
  • Pertanyaan lisan selama tahap Memahami: guru menilai pemahaman murid terhadap isi cerita Petrus dan Kornelius.
  • Pengamatan saat bermain peran: guru menilai keberanian berkomunikasi dan pemahaman pesan cerita.
  • Hasil gambar ekspresi murid: guru melihat apakah gambar mencerminkan sikap mengasihi teman yang berbeda.

Sumatif:

  • Asesmen lisan di akhir pembelajaran: murid menyebutkan satu pesan cerita Petrus dan Kornelius.
  • Murid menyebutkan minimal satu contoh sikap menghargai teman yang berbeda suku dan agama.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pesan cerita Petrus dan Kornelius (TP 1.10.3.1)Murid belum dapat menyebutkan tokoh atau pesan cerita Petrus dan Kornelius meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan nama tokoh (Petrus dan Kornelius) tetapi belum dapat menjelaskan pesan cerita dengan kalimat sendiri.Murid dapat menjelaskan pesan cerita bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang, dengan sedikit bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat menjelaskan dengan lancar bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang berdasarkan suku dan agama, dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari tanpa bantuan guru.
Menyebutkan contoh sikap menghargai teman berbeda suku dan agama (TP 1.10.3.2)Murid belum dapat menyebutkan contoh sikap menghargai teman yang berbeda suku dan agama.Murid dapat menyebutkan satu contoh sikap menghargai (misalnya menyapa) setelah diberi pilihan atau contoh oleh guru.Murid dapat menyebutkan dua contoh sikap menghargai teman yang berbeda suku dan agama secara mandiri.Murid dapat menyebutkan tiga atau lebih contoh sikap menghargai (menyapa, mengucapkan selamat hari raya, mendoakan teman) dan menjelaskan alasannya dengan kalimat sederhana.
Partisipasi dalam bermain peranMurid tidak mau atau tidak mampu ikut serta dalam bermain peran meskipun sudah didorong guru.Murid ikut bermain peran tetapi hanya meniru ucapan teman atau guru tanpa inisiatif sendiri.Murid bermain peran dengan percaya diri dan mampu mengucapkan dialog sederhana Petrus-Kornelius bersama pasangannya.Murid bermain peran dengan ekspresif, percaya diri, dan mampu mengembangkan dialog melebihi contoh yang diberikan guru.
Hasil gambar ekspresi mengasihi temanMurid tidak menghasilkan gambar atau gambar tidak menunjukkan konteks sikap mengasihi teman.Murid menggambar ekspresi wajah sederhana tanpa kaitan yang jelas dengan sikap mengasihi teman yang berbeda.Murid menggambar ekspresi yang menggambarkan sikap mengasihi (misalnya senyum saat menyapa teman) disertai satu kata atau kalimat pendek.Murid menggambar ekspresi dengan detail yang jelas mencerminkan situasi mengasihi teman berbeda suku/agama, disertai kalimat yang mendeskripsikan sikap tersebut.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah cerita Petrus dan Kornelius yang saya sampaikan cukup mudah dipahami oleh murid kelas 1? Bagian mana yang perlu disederhanakan lagi?
  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam bermain peran? Murid mana yang perlu pendampingan lebih intensif?
  • Apakah pertanyaan-pertanyaan saya selama pembelajaran berhasil membantu murid mengungkapkan pemahamannya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan hari ini sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa cerita yang kita pelajari hari ini? Siapa saja tokohnya?
  • Apa yang Tuhan ajarkan kepada Petrus tentang cara memperlakukan orang lain?
  • Satu sikap mengasihi apa yang akan kamu lakukan besok kepada teman yang berbeda suku atau agama darimu?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar bahwa Tuhan mengasihi semua orang?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — Kisah Para Rasul 10:1-35
  2. Buku Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemdikbudristek, 2021) — halaman 142-145
  3. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, penulis Veronika Hematang (Kemdikbudristek, 2021) — halaman 130-138
  4. Kartu gambar ilustrasi: 3 gambar situasi sikap mengasihi teman berbeda (menyapa, mengucapkan selamat hari raya, mendoakan teman) — disiapkan guru
  5. Lembar kerja menggambar ekspresi — disiapkan guru
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan kalimat kunci dan dialog bermain peran
  7. Kartu dialog bermain peran Petrus dan Kornelius (opsional, disiapkan guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.