MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Mengenal Keragaman Suku Bangsa di Sekitarku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Mengenal Keragaman Suku Bangsa di Sekitarku |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menyebutkan keunikan sukunya sendiri (nama suku, daerah asal, makanan khas, tarian, rumah adat) melalui kegiatan wawancara dengan orang tua dan menuliskan hasilnya.
- Murid dapat menyebutkan nama suku teman-teman sekelasnya melalui kegiatan wawancara kelas sebagai bentuk pengenalan keragaman suku di lingkungan sekolah.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa yang tahu kamu berasal dari suku apa? Apa yang membuatnya istimewa?
- Apakah teman-temanmu di kelas berasal dari suku yang sama denganmu? Apa yang berbeda?
- Mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan suku yang berbeda-beda?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama. Guru mengingatkan bahwa keragaman suku adalah anugerah Tuhan yang patut disyukuri.
- Asesmen Awal (diagnostik): Guru bertanya secara lisan kepada beberapa murid, 'Siapa yang tahu nama suku sendiri?' dan 'Siapa yang punya teman dari suku lain?' Guru mencatat jawaban murid sebagai peta pengetahuan awal.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengenal keunikan sukunya sendiri dan suku teman-temannya di kelas.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang keragaman suku.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan bahwa Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang berbeda-beda, dan setiap suku memiliki keunikannya masing-masing — nama suku, daerah asal, makanan khas, tarian, dan rumah adat.
- Guru menampilkan contoh sederhana di papan tulis: satu kartu contoh suku (misalnya Suku Ambon: daerah asal Maluku, makanan khas Sagu, tarian Cakalele, rumah adat Baileo) agar murid memahami format informasi yang akan mereka cari.
- Guru mengingatkan murid bahwa sebelum hari ini mereka sudah diminta mewawancarai orang tua di rumah. Murid diminta mengambil hasil catatan wawancara mereka dari tas.
- Guru memandu murid membaca ulang hasil wawancaranya bersama-sama, kemudian menjelaskan bahwa keragaman suku adalah bukti Allah Pencipta yang menciptakan manusia sebagai pribadi yang istimewa dan unik (mengacu CP 1.1.1).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Kegiatan 1 — Menulis Keunikan Sukuku: Murid membuka buku murid pada halaman 'Mari Menuliskan Keunikan Sukumu' dan menuliskan hasil wawancara dengan orang tua (nama suku, daerah asal, makanan khas, tarian, rumah adat) ke dalam kotak yang tersedia. Murid yang belum sempat mewawancarai orang tua dibantu guru atau menuliskan informasi yang diketahui sebisanya.
- Asesmen Proses (formatif): Saat murid menulis, guru berkeliling mengamati kelengkapan isian dan memberikan umpan balik langsung. Guru mencatat murid yang belum mampu mengisi minimal 3 dari 5 kolom sebagai catatan tindak lanjut.
- Kegiatan 2 — Wawancara Suku Teman: Guru menjelaskan aturan kegiatan: murid akan berkeliling kelas dan menanyakan nama suku kepada teman-temannya, lalu menuliskan hasilnya di gambar lingkaran pada buku murid.
- Murid bangkit dari tempat duduk dan melakukan wawancara mini kepada minimal 5 teman. Mereka menuliskan nama teman dan nama suku teman tersebut di lingkaran yang tersedia.
- Guru mengatur waktu (sekitar 8–10 menit) dan mengingatkan murid untuk menyapa teman dengan ramah serta mengucapkan terima kasih setelah wawancara selesai.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid kembali ke tempat duduk. Guru mengajak murid berbagi: 'Suku apa saja yang kalian temukan di kelas kita hari ini?' Guru menuliskan nama-nama suku yang disebutkan murid di papan tulis.
- Guru mengajak murid mengamati daftar suku di papan dan bertanya: 'Wah, ada berapa suku berbeda di kelas kita? Apa yang kalian rasakan melihat ini?'
- Guru menghubungkan temuan murid dengan nilai iman: 'Tuhan Allah menciptakan kita dengan suku yang berbeda-beda. Ini adalah anugerah yang luar biasa! Kita patut bersyukur karena keragaman suku membuat kita semakin kaya.'
- Murid diminta mengisi refleksi diri sederhana (asesmen diri): guru membacakan 3 pernyataan dan murid menjawab dengan mengacungkan jempol ke atas (ya/sudah bisa) atau jempol ke samping (belum): (1) 'Aku bisa menyebutkan nama sukuku sendiri.' (2) 'Aku tahu nama suku minimal 3 temanku.' (3) 'Aku bersyukur karena teman-temanku berasal dari suku yang berbeda-beda.'
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Indonesia punya banyak suku, setiap suku istimewa, dan keragaman suku adalah anugerah Tuhan.
- Asesmen Akhir (sumatif): Guru meminta murid secara bergantian (3–4 murid dipilih acak) menyebutkan satu keunikan sukunya sendiri dan satu nama suku teman yang baru dikenalnya hari ini.
- Guru mengajak murid berdoa syukur atas keragaman suku yang Tuhan ciptakan, menggunakan doa sederhana yang dipandu guru.
- Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid menyanyikan sebuah lagu sederhana tentang persahabatan atau keberagaman sebagai ekspresi syukur.
- Guru menyampaikan pesan penutup: 'Tuhan mengasihi semua orang dari semua suku. Kita juga dipanggil untuk mengasihi dan menghargai teman kita, siapapun dia.'
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum bisa membaca/menulis dengan lancar dapat menggambar atau mewarnai simbol suku (misalnya gambar rumah adat atau makanan khas) sebagai pengganti tulisan, dengan bantuan guru yang menuliskan labelnya.
- Proses: Murid yang cepat selesai dan sudah mengisi lengkap dapat diminta mencari informasi suku tambahan dari teman lain yang belum diwawancarai, atau membantu teman yang kesulitan menulis. Murid yang kesulitan dipandu guru secara individual dengan pertanyaan pengarah: 'Mama atau Papa dari mana asalnya?'
- Produk: Murid yang lebih siap dapat menuliskan satu kalimat pendek tentang perasaannya mengenal suku teman (misalnya: 'Aku senang temanku dari suku Batak.'). Murid yang masih berkembang cukup menuliskan nama suku saja tanpa kalimat tambahan.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan di pendahuluan: guru bertanya 'Siapa yang tahu nama sukunya?' dan 'Siapa yang punya teman dari suku lain?' untuk memetakan pengetahuan awal murid sebelum kegiatan inti dimulai.
- Guru mencatat secara cepat murid yang sudah tahu nama suku sendiri dan yang belum, sebagai dasar diferensiasi selama kegiatan.
Proses:- Observasi berkeliling saat murid mengisi lembar 'Keunikan Sukuku': guru memberi umpan balik langsung jika ada kolom yang kosong atau keliru.
- Pengamatan sikap saat wawancara kelas: apakah murid menyapa teman dengan ramah, mendengarkan jawaban, dan mencatat nama suku dengan benar.
- Catatan anekdotal singkat: guru mencatat murid yang sangat aktif atau yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
Akhir:- Unjuk kerja lisan: 3–4 murid dipilih acak untuk menyebutkan satu keunikan suku sendiri dan satu nama suku teman yang baru dikenalnya — dinilai dengan rubrik.
- Produk tertulis: hasil isian buku murid (lembar keunikan suku dan lembar nama suku teman) dikumpulkan atau diperiksa guru sebagai bukti belajar.
- Asesmen diri murid dengan teknik jempol (ya/belum) untuk 3 pernyataan reflektif tentang kemampuan dan rasa syukur.
Formatif:- Observasi guru selama kegiatan menulis keunikan suku: apakah murid dapat mengisi minimal 3 dari 5 kolom (nama suku, daerah asal, makanan khas, tarian, rumah adat).
- Observasi guru selama kegiatan wawancara kelas: apakah murid aktif mendekati teman, bertanya dengan sopan, dan menuliskan hasilnya.
- Asesmen diri murid dengan teknik 'jempol': murid menilai sendiri kemampuannya menyebutkan nama suku dan rasa syukurnya atas keragaman.
Sumatif:- Lisan spontan di penutup: murid menyebutkan satu keunikan suku sendiri dan satu nama suku teman yang baru dikenalnya — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
- Produk tulisan: kelengkapan isian pada lembar 'Keunikan Sukuku' dan lembar 'Nama Suku Teman' di buku murid.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan keunikan suku sendiri (TP 1.10.2.1) | Murid belum dapat menyebutkan nama suku sendiri meskipun dengan bantuan guru. | Murid dapat menyebutkan nama sukunya saja, belum dapat menyebutkan keunikan lainnya (daerah asal, makanan, tarian, atau rumah adat). | Murid dapat menyebutkan nama suku dan 2–3 keunikan sukunya (misalnya daerah asal dan makanan khas). | Murid dapat menyebutkan nama suku dan seluruh keunikannya (daerah asal, makanan khas, tarian, dan rumah adat) dengan lengkap dan benar. | | Menyebutkan nama suku teman sekelas (TP 1.10.2.2) | Murid belum dapat menyebutkan nama suku satu pun temannya meskipun sudah melakukan kegiatan wawancara. | Murid dapat menyebutkan nama suku 1–2 teman sekelasnya. | Murid dapat menyebutkan nama suku 3–4 teman sekelasnya. | Murid dapat menyebutkan nama suku 5 atau lebih teman sekelasnya dan menunjukkan antusias mengenal keragaman tersebut. | | Sikap menghargai keragaman suku sebagai anugerah Tuhan | Murid belum menunjukkan sikap positif terhadap teman yang berbeda suku selama kegiatan berlangsung. | Murid bersedia berinteraksi dengan teman yang berbeda suku ketika diminta guru, namun masih perlu dorongan. | Murid secara aktif menyapa dan mewawancarai teman dari berbagai suku dengan ramah tanpa perlu dorongan dari guru. | Murid mewawancarai teman dari berbagai suku dengan ramah, mengungkapkan rasa syukur secara verbal atau tertulis atas keragaman suku yang ditemukan di kelasnya. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam kegiatan wawancara kelas? Siapa yang perlu pendampingan lebih pada pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu untuk dua kegiatan (menulis keunikan suku dan wawancara teman) sudah cukup seimbang? Apa yang perlu disesuaikan?
- Apakah pertanyaan pemantik dan penjelasan guru berhasil menghubungkan keragaman suku dengan nilai iman bahwa Allah menciptakan manusia sebagai pribadi yang istimewa?
- Murid mana yang menunjukkan pemahaman menonjol, dan murid mana yang masih memerlukan penguatan pada pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Aku bisa menyebutkan nama sukuku sendiri. (Ya / Belum)
- Aku tahu nama suku minimal 3 teman di kelasku. (Ya / Belum)
- Aku merasa senang mengenal teman-teman dari suku yang berbeda. (Ya / Belum)
- Aku bersyukur kepada Tuhan karena Dia menciptakan banyak suku yang indah. (Ya / Belum)
SUMBER BELAJAR- Buku Murid: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021) — halaman 140–142 (lembar keunikan suku dan nama suku teman).
- Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Penulis: Veronika Hematang (ISBN: 978-602-244-463-3) — halaman 134–136.
- Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan daftar suku yang ditemukan murid selama wawancara kelas.
- Lembar catatan wawancara yang sudah diisi murid bersama orang tua di rumah sebelum pertemuan ini.
- Kartu contoh suku (opsional, dibuat guru): kartu berisi informasi satu suku sebagai contoh visual yang ditempel di papan tulis.
- Alkitab: Kisah Para Rasul 10:1–35 sebagai bahan Alkitab yang mendasari pelajaran tentang kesetaraan dan penghargaan terhadap semua orang.
|