Modul AjarPertemuan 1Bab 10Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal Keragaman Agama di Sekitarku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Mengenal Keragaman Agama di Sekitarku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal Keragaman Agama di Sekitarku

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 10 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Keragaman Agama di Sekitarku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Keragaman Agama di Sekitarku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan nama-nama agama yang diakui di Indonesia beserta rumah ibadah dan hari rayanya melalui kegiatan mengamati gambar dan menebalkan tulisan.
  2. Murid dapat menyebutkan nama teman-teman di sekitarnya yang berbeda agama sebagai wujud kesadaran akan keragaman yang ada di lingkungan sekolah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu tahu agama apa saja yang ada di Indonesia? Coba sebutkan satu!
  2. Apakah di kelasmu ada teman yang agamanya berbeda denganmu? Siapa namanya?
  3. Menurutmu, mengapa Tuhan menciptakan banyak orang dengan agama yang berbeda-beda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan menyapa murid dengan hangat. Guru mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Bermacam-macam Anak' (Kidung Ceria No. 184) bersama-sama untuk membangun suasana gembira dan tematik.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: guru bertanya secara lisan, 'Siapa yang tahu nama-nama agama yang ada di Indonesia? Angkat tangan!' Guru mengamati dan mencatat respon murid sebagai peta kesiapan belajar.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar mengenal agama-agama yang ada di Indonesia dan mengenal teman kita yang berbeda agama.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau menunjukkan gambar enam rumah ibadah (masjid, gereja Protestan, gereja Katolik, pura Hindu, vihara Buddha, klenteng Konghucu) di papan tulis atau melalui kartu gambar besar.
  • Guru mengajak murid mengamati gambar dengan saksama: 'Coba lihat baik-baik, bangunan mana yang pernah kamu lihat di sekitar rumah atau sekolahmu?'
  • Guru menjelaskan nama setiap agama yang diakui di Indonesia (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) sambil menunjuk gambar rumah ibadah masing-masing agama. Guru mengucapkan nama agama dengan jelas dan mengajak murid mengulanginya bersama.
  • Guru menjelaskan nama hari raya setiap agama secara singkat dan sederhana: Idul Fitri (Islam), Natal (Kristen & Katolik), Nyepi (Hindu), Waisak (Buddha), Imlek (Konghucu).
  • Murid membuka buku murid dan mengamati gambar rumah ibadah beserta nama agama yang tersedia. Guru memberi waktu murid mengamati gambar secara tenang selama 2–3 menit (berkesadaran: murid hadir penuh pada tugas mengamati).
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat: 'Rumah ibadah agama Islam namanya apa? Rumah ibadah agama Kristen namanya apa?' untuk memastikan pemahaman awal murid.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Kegiatan Menebalkan Nama Agama: Murid diminta menebalkan tulisan nama enam agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) pada buku murid. Guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik positif.
  • Kegiatan Menebalkan Nama Hari Raya: Murid diminta menebalkan tulisan nama-nama hari raya setiap agama pada buku murid. Guru mengingatkan pasangan agama–hari raya sambil berkeliling.
  • Diferensiasi proses: Bagi murid yang sudah cepat selesai menebalkan, guru memberikan tantangan tambahan: 'Coba gambar salah satu rumah ibadah yang kamu suka di bagian kosong bukumu.' Bagi murid yang membutuhkan bantuan lebih, guru duduk mendampingi dan membimbing satu per satu dengan sabar.
  • Kegiatan Menuliskan Nama Teman Berbeda Agama: Guru mengajak murid berpikir tentang teman-teman di kelas atau di lingkungan sekolah yang agamanya berbeda. Guru berkata: 'Sekarang coba ingat, siapa teman kamu yang agamanya berbeda denganmu? Tuliskan namanya di lingkaran yang ada di bukumu.'
  • Murid menuliskan nama teman-teman yang berbeda agama pada gambar lingkaran di buku murid. Guru mengingatkan bahwa berteman dengan semua orang adalah hal yang baik dan disukai Tuhan.
  • Guru mengajak 2–3 murid secara sukarela untuk berbagi: 'Siapa yang mau ceritakan nama teman berbeda agamamu kepada teman-teman kelas?' Murid lain mendengarkan dengan tertib (komunikasi dan kolaborasi).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar atau tetap di tempat masing-masing, lalu bertanya dengan suara tenang: 'Tadi kita sudah belajar tentang agama-agama di Indonesia. Apa yang paling kamu ingat dari pelajaran hari ini?'
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Bagaimana perasaanmu ketika tahu bahwa kamu punya teman yang berbeda agama?' Guru memberi ruang bagi 2–3 murid untuk menjawab dengan bebas.
  • Guru menyampaikan pesan nilai: 'Tuhan menciptakan kita semua berbeda-beda, termasuk agama kita. Itu adalah anugerah Tuhan yang indah. Kita dipanggil untuk mengasihi semua orang, termasuk teman yang berbeda agama.'
  • Murid diajak mengucapkan kalimat syukur bersama-sama: 'Terima kasih Tuhan, Engkau ciptakan banyak teman berbeda agama di sekitarku. Aku bersyukur bisa berteman dengan semua orang.' (berkesadaran: murid meresapi makna keragaman secara pribadi)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar bahwa di Indonesia ada 6 agama yang diakui. Setiap agama punya rumah ibadah dan hari raya masing-masing. Kita juga punya teman yang berbeda agama, dan itu adalah hal yang indah.'
  • Guru melakukan asesmen akhir: murid diminta menyebutkan secara lisan (bergantian) minimal satu nama agama beserta rumah ibadah atau hari rayanya.
  • Guru memberikan pesan moral penutup: 'Ingat ya, Tuhan ingin kita berteman baik dengan semua orang, apapun agamanya.'
  • Guru mengajak murid berdoa penutup bersama-sama, dipimpin oleh salah satu murid secara sukarela.
  • Guru menutup pelajaran dengan salam dan ungkapan semangat: 'Sampai jumpa di pelajaran berikutnya!'

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum mengenal agama-agama di Indonesia, guru menyediakan kartu gambar berwarna bergambar rumah ibadah dengan nama agama yang tertulis besar dan jelas sebagai alat bantu visual tambahan.
  • Proses: Murid yang sudah cepat memahami diberi tantangan menggambar rumah ibadah pilihan mereka. Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat pendampingan langsung dari guru saat menebalkan tulisan dan menuliskan nama teman.
  • Produk: Murid yang mampu dapat menulis lebih dari tiga nama teman berbeda agama pada lingkaran di buku. Murid yang masih berkembang cukup menuliskan satu nama teman dengan bantuan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: 'Siapa yang tahu nama-nama agama yang ada di Indonesia? Angkat tangan dan sebutkan!' Guru mencatat murid yang sudah memiliki pengetahuan awal dan yang belum, sebagai dasar diferensiasi.
  • Guru mengamati respon murid terhadap pertanyaan pemantik untuk memetakan kesiapan dan pengalaman awal murid terkait topik keragaman agama.

Proses:

  • Selama kegiatan menebalkan, guru mengamati apakah murid dapat mencocokkan nama agama dengan gambar rumah ibadah yang tepat.
  • Saat murid menuliskan nama teman berbeda agama, guru mengamati apakah murid mampu mengidentifikasi minimal satu teman yang berbeda agama di lingkungan sekolahnya.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan saat berkeliling: 'Agama apa ini? Rumah ibadahnya namanya apa?' untuk mengecek pemahaman individual.

Akhir:

  • Murid secara bergantian menyebutkan minimal satu nama agama beserta rumah ibadah atau hari rayanya secara lisan kepada guru.
  • Guru memeriksa buku murid: apakah tulisan nama agama dan hari raya sudah ditebalkan dengan benar, dan apakah sudah ada minimal satu nama teman berbeda agama yang dituliskan.

Formatif:

  • Observasi lisan: guru mengajukan pertanyaan selama kegiatan inti untuk memantau pemahaman murid tentang nama agama, rumah ibadah, dan hari raya.
  • Pengamatan proses: guru mengamati keterlibatan murid saat menebalkan tulisan dan menuliskan nama teman berbeda agama.
  • Umpan balik lisan langsung: guru memberikan pujian spesifik dan koreksi singkat saat berkeliling memantau pekerjaan murid.

Sumatif:

  • Penilaian lisan akhir: murid menyebutkan minimal satu nama agama beserta rumah ibadah atau hari rayanya secara lisan.
  • Penilaian produk: melihat hasil tulisan nama teman berbeda agama pada buku murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan nama agama yang diakui di IndonesiaMurid belum dapat menyebutkan satu pun nama agama yang diakui di Indonesia meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan 1–2 nama agama yang diakui di Indonesia dengan bantuan guru atau gambar.Murid dapat menyebutkan 3–5 nama agama yang diakui di Indonesia secara mandiri.Murid dapat menyebutkan semua 6 nama agama yang diakui di Indonesia beserta rumah ibadah dan hari rayanya secara mandiri dan tepat.
Mencocokkan agama dengan rumah ibadah dan hari rayaMurid belum dapat mencocokkan nama agama dengan rumah ibadah atau hari rayanya meskipun sudah diberi bantuan.Murid dapat mencocokkan 1–2 pasangan agama–rumah ibadah atau agama–hari raya dengan bantuan.Murid dapat mencocokkan 3–5 pasangan agama–rumah ibadah dan agama–hari raya dengan benar secara mandiri.Murid dapat mencocokkan semua 6 pasangan agama–rumah ibadah dan agama–hari raya dengan benar dan lancar secara mandiri.
Menyebutkan nama teman yang berbeda agamaMurid belum dapat menyebutkan atau menuliskan nama teman yang berbeda agama meskipun sudah diajak berpikir bersama.Murid dapat menyebutkan atau menuliskan 1 nama teman yang berbeda agama dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan atau menuliskan 2–3 nama teman yang berbeda agama secara mandiri.Murid dapat menyebutkan atau menuliskan lebih dari 3 nama teman yang berbeda agama secara mandiri dan menunjukkan kesadaran bahwa keragaman agama di sekitarnya adalah hal yang indah.
Keterlibatan dan sikap saat pembelajaranMurid tidak terlibat aktif dalam kegiatan dan tidak menunjukkan sikap menghargai keragaman agama.Murid terlibat dalam sebagian kegiatan dan mulai menunjukkan sikap menerima keragaman agama.Murid terlibat aktif dalam kegiatan dan menunjukkan sikap menghargai teman yang berbeda agama.Murid terlibat sangat aktif, antusias, dan mampu mengungkapkan rasa syukur atas keragaman agama di sekitarnya secara verbal maupun dalam tulisan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam kegiatan mengamati gambar dan menebalkan tulisan hari ini?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memicu rasa ingin tahu murid tentang keragaman agama?
  • Murid mana yang masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut dalam mengenal nama-nama agama beserta rumah ibadah dan hari rayanya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup membantu murid dengan tingkat kesiapan belajar yang berbeda?
  • Bagaimana cara saya menyampaikan nilai menghargai keragaman agama agar lebih mengena di hati murid kelas 1?

Refleksi Murid:

  • Agama apa saja yang sudah kamu kenal hari ini? Coba sebutkan satu yang paling kamu ingat!
  • Apakah kamu punya teman yang berbeda agama? Bagaimana perasaanmu memiliki teman yang berbeda agama?
  • Apa yang ingin kamu lakukan untuk teman-temanmu yang berbeda agama setelah belajar hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Murid: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pelajaran 10: Keragaman Suku dan Agama), halaman 137–139
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, halaman 133–135
  3. Kartu gambar rumah ibadah enam agama (masjid, gereja, kapel/gereja Katolik, pura, vihara, klenteng) — dapat dicetak atau digambar tangan
  4. Kidung Ceria No. 184 'Bermacam-macam Anak' (buku nyanyian atau rekaman audio)
  5. Papan tulis dan spidol warna untuk menulis nama agama dan hari raya
  6. Alat tulis murid (pensil, pensil warna untuk menebalkan tulisan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.