Modul AjarBab 10Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 10: Keragaman Suku dan Agama

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 10 "Keragaman Suku dan Agama", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 10: Keragaman Suku dan Agama

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 10

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 10 — Keragaman Suku dan Agama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 10 — Keragaman Suku dan Agama
Alokasi Waktu9 JP (9 x 35 menit = 315 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.10.1 Menyebutkan keragaman suku bangsa di lingkungan sekolah sebagai anugerah Allah
  2. TP 1.10.2 Menyebutkan keragaman suku bangsa di lingkungan rumah sebagai anugerah Allah
  3. TP 1.10.3 Menunjukkan sikap menghargai keragaman suku bangsa di sekolah sebagai anugerah Allah
  4. TP 1.10.4 Menceritakan rasa syukur atas keragaman suku bangsa sebagai anugerah Allah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa saja nama teman sekelasmu dan dari suku apa mereka berasal?
  2. Mengapa Tuhan menciptakan suku yang berbeda-beda di sekolah kita?
  3. Apa saja nama suku dari tetangga atau orang-orang yang ada di sekitar rumahmu?
  4. Bagaimana caramu menunjukkan sikap menghargai teman yang berbeda suku saat berada di sekolah?
  5. Mengapa kita perlu bersyukur kepada Tuhan atas keragaman suku bangsa yang ada di sekitar kita?
  6. Bagaimana caramu menyapa teman yang berbeda suku bangsa di sekolah sebagai anugerah Allah?
  7. Mengapa kita perlu bersyukur kepada Allah atas adanya suku yang berbeda-beda di sekolah dan di sekitar rumah kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyebutkan Keragaman Suku Bangsa di Lingkungan Sekolah sebagai Anugerah Allah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.10.1 Menyebutkan keragaman suku bangsa di lingkungan sekolah sebagai anugerah Allah

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan menyanyikan lagu rohani anak tentang kasih Tuhan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenal dan menyebutkan keragaman suku bangsa teman-teman di lingkungan sekolah sebagai anugerah Tuhan (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperlihatkan gambar 3 pakaian adat suku di Indonesia (Jawa, Batak, Papua) dan bertanya: 'Siapa yang tahu nama suku dari gambar ini?' (acuan: gambar 1 pakaian adat Jawa/kebaya lurik = Suku Jawa; gambar 2 kain ulos = Suku Batak; gambar 3 rumbai koteka/papua = Suku Papua) untuk memetakan pengetahuan awal murid (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan dan menjelaskan pesan dari Kisah Para Rasul 10:1-35 bahwa Allah menciptakan dan mengasihi semua orang dari berbagai bangsa dan suku, serta menegaskan bahwa keragaman suku di sekolah adalah anugerah Allah yang indah (15 menit).
  • Guru mengenalkan beberapa contoh nama suku bangsa yang umum ada di lingkungan sekolah di Indonesia, seperti suku Jawa, Batak, Sunda, Ambon, Minahasa, Toraja, Tionghoa, Dayak, dan Papua dengan media gambar pakaian adat (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan gembira 'Cari Teman Berbeda Suku': murid saling bertanya nama dan suku asal kepada teman sebangku/sekelas, lalu mencocokkan suku temannya dengan kartu suku yang dibagikan guru (15 menit).
  • Murid secara bergantian menyebutkan minimal 2 sampai 3 nama suku bangsa yang ada di antara teman-teman atau guru di lingkungan sekolah (misalnya: 'Teman saya Joko suku Jawa, teman saya Butet suku Batak, dan guru saya suku Minahasa, semuanya anugerah Allah') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid hening sejenak menyadari kebaikan Tuhan yang menciptakan teman-teman dengan berbagai latar belakang suku yang berbeda di kelas mereka (10 menit).
  • Murid mengungkapkan kembali secara lisan kalimat refleksi sederhana bersama-sama: 'Keragaman suku di sekolahku adalah anugerah Allah' (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran bahwa di sekolah ada berbagai macam suku bangsa dan semua itu adalah anugerah ciptaan Allah (5 menit).
  • Guru memberi penguatan atas keaktifan murid dalam menyebutkan keragaman suku di sekolah, tanpa memberikan tugas sumatif akhir bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar pakaian adat bertuliskan nama suku bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Murid yang sudah lancar dapat langsung menyebutkan 3 atau lebih nama suku bangsa teman sekolah secara mandiri; murid yang masih ragu didampingi guru dengan pilihan kartu suku.
  • Produk: Penyebutan nama suku dapat disampaikan secara lisan langsung atau dengan menunjukkan kartu suku yang sesuai dengan suku teman di sekolah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan mengenali 3 suku bangsa dari gambar: (1) Gambar pakaian adat lurik Jawa -> Suku Jawa, (2) Gambar kain ulos Batak -> Suku Batak, (3) Gambar pakaian adat Papua -> Suku Papua (kriteria siap: dapat mengenali minimal 1 nama suku dengan benar).

Proses:

  • Pengamatan performa murid saat menyebutkan suku bangsa teman di sekolah. Acuan target: Murid menyebutkan minimal 2 nama suku bangsa yang ada di lingkungan sekolah sebagai anugerah Allah (daftar acuan nama suku yang diterima: Jawa, Batak, Sunda, Ambon, Minahasa, Toraja, Dayak, Papua, Betawi, Tionghoa, atau suku lain yang relevan di sekolah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir pembelajaran: meminta murid menyebutkan kembali satu kalimat penegasan 'Suku apa saja yang ada di sekolahmu dan ciptaan siapa?' (acuan jawaban: menyebutkan minimal 2 nama suku yang valid dan menegaskan bahwa suku-suku tersebut adalah ciptaan/anugerah Allah).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal mengenali gambar suku bangsa.
  • Observasi unjuk kerja menyebutkan keragaman suku bangsa di lingkungan sekolah saat permainan dan latihan lisan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan keragaman suku bangsa di lingkungan sekolah sebagai anugerah AllahBelum mampu menyebutkan nama suku bangsa di lingkungan sekolah meskipun dengan bimbingan penuh guru.Mampu menyebutkan 1 nama suku bangsa di lingkungan sekolah dengan bantuan panduan visual/kartu dari guru.Mampu menyebutkan 2 nama suku bangsa di lingkungan sekolah dan mengakui keragaman tersebut sebagai anugerah Allah secara mandiri.Mampu menyebutkan 3 atau lebih nama suku bangsa di lingkungan sekolah serta menegaskan keragaman tersebut sebagai anugerah Allah secara mandiri dan lancar.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengenali dan menyebutkan suku bangsa teman di sekolah dengan antusias?
  • Apakah metode permainan 'Cari Teman Berbeda Suku' efektif membuat suasana belajar menggembirakan dan bermakna?

Murid:

  • Suku apa saja yang kamu temukan pada teman-temanmu di sekolah hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu tahu bahwa Tuhan menciptakan teman-temanmu dari suku yang berbeda?

Pertemuan 2 — Menyebutkan Keragaman Suku Bangsa di Rumah, Menunjukkan Sikap Menghargai di Sekolah, dan Menceritakan Rasa Syukur atas Keragaman Suku Bangsa sebagai Anugerah Allah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.10.2 Menyebutkan keragaman suku bangsa di lingkungan rumah sebagai anugerah Allah
  • TP 1.10.3 Menunjukkan sikap menghargai keragaman suku bangsa di sekolah sebagai anugerah Allah
  • TP 1.10.4 Menceritakan rasa syukur atas keragaman suku bangsa sebagai anugerah Allah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan menyapa murid, mengajak bernyanyi lagu pujian bersama, dan memimpin doa pembuka (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan suasana kelas agar tertib, aman, dan siap belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan meminta murid menyebutkan suku keluarga mereka atau tetangga di sekitar tempat tinggal untuk memetakan kesiapan awal murid (acuan jawaban: murid dapat menyebutkan minimal 1 nama suku bangsa yang dikenalnya di sekitar rumah seperti Jawa, Batak, Sunda, Dayak, Toraja, Papua, Minahasa, atau Ambon) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyebutkan suku di sekitar rumah, menunjukkan sikap menghargai teman di sekolah, dan menceritakan rasa syukur kepada Allah (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membimbing murid menyimak penjelasan singkat tentang keragaman suku bangsa di lingkungan rumah (misalnya tetangga, asisten rumah tangga, pedagang keliling, atau kerabat keluarga) sebagai ciptaan dan anugerah Allah (10 menit).
  • Murid secara berpasangan saling menyebutkan nama suku tetangga atau orang di lingkungan rumah masing-masing berdasarkan tugas wawancara bersama orang tua yang telah disiapkan sebelumnya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan aktivitas ceria 'Tepuk Sahabat Bhinneka': murid bergerak membentuk lingkaran dan menunjukkan ekspresi ramah kepada teman dari suku berbeda sambil melatih sikap menghargai (10 menit).
  • Murid mengerjakan lembar kerja bergambar yang memuat 4 kartu situasi sikap di sekolah: (1) Mau bermain dan berbagi tempat duduk bersama teman yang berbeda suku (kunci: sikap menghargai); (2) Mengejek logat bicara teman yang berasal dari suku lain (kunci: sikap tidak menghargai); (3) Menyapa teman baru yang berlainan suku dengan senyuman (kunci: sikap menghargai); (4) Hanya mau berkelompok dengan teman yang sesuku saja (kunci: sikap tidak menghargai). Murid menempelkan tanda senyum pada kartu sikap menghargai dan tanda silang pada kartu tidak menghargai (5 menit).
  • Murid secara bergiliran menunjukkan sikap menghargai di depan kelas melalui simulasi singkat menyapa dan mengajak bermain teman yang berlainan suku dengan sikap ramah (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diajak duduk hening menyadari bahwa keragaman suku yang indah di rumah dan di sekolah adalah bukti kebaikan Allah yang patut disyukuri (10 menit).
  • Secara bergantian dalam kelompok kecil, murid menceritakan rasa syukur atas keragaman suku bangsa sebagai anugerah Allah menggunakan kalimat sederhana (acuan cerita: memuat ungkapan terima kasih kepada Tuhan dan alasan bersyukur karena memiliki banyak teman dari berbagai suku) (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali nama-nama suku di sekitar rumah, contoh sikap menghargai di sekolah, dan pentingnya bersyukur kepada Allah (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan apresiatif serta mengajak murid berdoa mengucap syukur kepada Tuhan Yesus atas keindahan keragaman suku bangsa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar ilustrasi rumah adat atau nama suku yang sudah tertulis jelas; murid mahir diberikan kartu dengan variasi nama suku nusantara yang lebih luas.
  • Proses: Murid yang belum lancar bercerita dipandu menggunakan kalimat pemantik terstruktur ('Aku bersyukur kepada Tuhan Yesus karena...'), sedangkan murid yang percaya diri langsung menceritakan pengalamannya secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menyampaikan rasa syukurnya secara lisan langsung, memilih stiker ekspresi syukur pada lembar refleksi, atau menceritakannya melalui kartu doa sederhana.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 nama suku bangsa dari tetangga atau orang yang tinggal di dekat rumahmu!' (Kriteria kesiapan/acuan: Murid dapat menyebutkan minimal 1 nama suku bangsa nyata di Indonesia, misal: Jawa, Sunda, Batak, Ambon, Manado, Papua, Dayak, Toraja, Bali, Minang).

Proses:

  • Formatif 1 (TP 1.10.2): Penilaian ketepatan menyebutkan minimal 2 nama suku di lingkungan rumah berdasarkan hasil wawancara keluarga (acuan: nama-nama suku bangsa di Indonesia yang ada di sekitar rumah murid).
  • Formatif 2 (TP 1.10.3): Penilaian lembar kerja 4 kartu situasi (Kunci: situasi 1 dan 3 = sikap menghargai / tanda senyum; situasi 2 dan 4 = bukan sikap menghargai / tanda silang).
  • Formatif 3 (TP 1.10.4): Penilaian pengamatan saat murid menceritakan rasa syukur (Kriteria penerimaan: memuat pengakuan bahwa suku-suku adalah anugerah Allah dan ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas adanya teman/tetangga berbeda suku).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan satu contoh tindakan nyata menghargai teman berbeda suku di sekolah besok pagi (acuan jawaban: menyapa dengan ramah, mengajak bermain bersama, atau berbagi bekal/alat tulis tanpa membeda-bedakan suku bangsa).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menyebutkan keragaman suku di sekitar rumah dan saat melakukan simulasi menunjukkan sikap menghargai di sekolah
  • Pemeriksaan lembar kerja 4 kartu situasi sikap menghargai keragaman suku bangsa
  • Penilaian lisan saat murid menceritakan rasa syukur atas keragaman suku bangsa sebagai anugerah Allah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan keragaman suku bangsa di lingkungan rumah sebagai anugerah Allah (TP 1.10.2)Belum mampu menyebutkan nama suku bangsa di lingkungan rumah meskipun telah diberikan bantuan atau contoh.Mampu menyebutkan 1 nama suku bangsa di lingkungan rumah dengan bantuan arahan guru.Mampu menyebutkan 2 nama suku bangsa di lingkungan rumah sebagai anugerah Allah secara mandiri.Mampu menyebutkan 3 atau lebih nama suku bangsa di lingkungan rumah sebagai anugerah Allah secara mandiri dan lancar.
Menunjukkan sikap menghargai keragaman suku bangsa di sekolah sebagai anugerah Allah (TP 1.10.3)Belum mampu mengidentifikasi dan menunjukkan sikap menghargai teman yang berbeda suku (hanya tepat 1 dari 4 kartu situasi).Mampu menunjukkan sikap menghargai teman berbeda suku dengan tepat pada 2 dari 4 kartu situasi.Mampu menunjukkan sikap menghargai teman berbeda suku dengan tepat pada 3-4 kartu situasi serta mempraktikkannya dalam simulasi kelas.Mampu menunjukkan sikap menghargai keragaman suku pada seluruh kartu situasi secara tepat dan konsisten menunjukkan sikap ramah kepada semua teman tanpa membedakan suku.
Menceritakan rasa syukur atas keragaman suku bangsa sebagai anugerah Allah (TP 1.10.4)Belum mampu menceritakan rasa syukur atas keragaman suku bangsa meskipun dipandu dengan pertanyaan pemantik.Mampu menceritakan rasa syukur dengan menyebutkan kata terima kasih kepada Tuhan namun belum menyebutkan alasan anugerah keragaman suku.Mampu menceritakan rasa syukur kepada Allah atas adanya keragaman suku bangsa di sekitarnya dengan kalimat sederhana secara mandiri.Mampu menceritakan rasa syukur kepada Allah atas keberagaman suku bangsa secara runtut, tulus, dan menghubungkannya dengan sukacita hidup berteman.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menyebutkan nama-nama suku bangsa di sekitar rumahnya dengan rasa percaya diri?
  • Bagaimana respons murid saat melakukan simulasi menunjukkan sikap menghargai teman yang berbeda suku di kelas?
  • Apakah kegiatan menceritakan rasa syukur membantu murid menyadari bahwa keragaman suku adalah anugerah Allah yang indah?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah mengenal suku-suku teman dan tetangga di sekitar rumahmu?
  • Sikap baik apa yang akan kamu tunjukkan kepada teman yang berbeda suku di sekolah besok?
  • Apakah kamu senang bersyukur kepada Tuhan atas teman-temanmu yang beragam?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.10.1 Menyebutkan keragaman suku bangsa di lingkungan sekolah sebagai anugerah Allah
  • TP 1.10.2 Menyebutkan keragaman suku bangsa di lingkungan rumah sebagai anugerah Allah
  • TP 1.10.3 Menunjukkan sikap menghargai keragaman suku bangsa di sekolah sebagai anugerah Allah
  • TP 1.10.4 Menceritakan rasa syukur atas keragaman suku bangsa sebagai anugerah Allah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan doa pembuka, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran di kelas (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan asesmen sumatif, yaitu menunjukkan sikap menghargai keragaman suku bangsa serta menyebutkan dan menceritakan rasa syukur atas keragaman suku bangsa di sekolah dan di rumah sebagai anugerah Allah (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan petunjuk dan alur pelaksanaan Tugas 1, yaitu simulasi berpasangan untuk menunjukkan sikap ramah menyapa teman yang berbeda suku bangsa tanpa membeda-bedakan (3 menit).
  • Guru menjelaskan petunjuk Tugas 2, yaitu wawancara lisan mandiri bergiliran di meja guru untuk menyebutkan suku di sekolah dan rumah serta mengungkapkan rasa syukur, sementara murid lain yang menunggu giliran mewarnai lembar pengingat doa bergambar keragaman anak Indonesia (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara serentak berpasangan melaksanakan unjuk kerja simulasi pertemanan selama 30 menit (Tugas 1): murid saling berhadapan, saling tersenyum ramah, menyapa pasangan yang berbeda suku bangsa dengan ucapan salam bersahabat (misalnya: 'Halo temanku, salam kenal/selamat pagi, senang bisa belajar bersama'), dan guru berkeliling mengamati serta menilai sikap menghargai menggunakan lembar observasi (30 menit).
  • Guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk melaksanakan wawancara lisan mandiri selama rata-rata 2,5 menit per murid (total 70 menit untuk 28 murid), dengan mengajukan 3 pertanyaan: (1) 'Sebutkan 1 contoh suku bangsa temanmu di sekolah!' (acuan: nama suku valid di Indonesia yang ada di lingkungan sekolah murid, misal: Jawa, Batak, Sunda, Ambon, Dayak, Toraja, Papua, Minahasa, dsb.), (2) 'Sebutkan 1 contoh suku bangsa tetanggamu di sekitar rumah!' (acuan: nama suku valid di Indonesia di lingkungan tempat tinggal), dan (3) 'Ceritakan kalimat singkat ucapan syukurmu kepada Allah atas keragaman suku bangsa!' (kriteria penerimaan: kalimat doa/tuturan lisan syukur yang menyebut rasa terima kasih kepada Allah/Tuhan atas keragaman/teman berbeda suku, misal: 'Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau menciptakan suku yang beragam sehingga kami punya banyak teman'); sementara murid yang belum atau sudah maju mewarnai lembar doa secara mandiri di bangku masing-masing (53 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid merefleksikan pengalaman saat melakukan simulasi menyapa teman dan mengungkapkan rasa syukur atas keberagaman suku bangsa ciptaan Allah yang indah (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan atas usaha seluruh murid dalam mempraktikkan sikap rukun dan menghargai teman berbeda suku di sekolah sebagai anugerah Allah (3 menit).
  • Guru merangkum pembelajaran Bab 10 bahwa keragaman suku bangsa adalah kekayaan anugerah Allah yang harus selalu disyukuri dan dihargai, lalu menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: guru membacakan pertanyaan lisan secara perlahan dan jelas bagi murid yang membutuhkan artikulasi lebih tegas tanpa mengubah bobot pertanyaan.
  • Proses: Akomodasi proses: murid yang memerlukan waktu dapat diberikan jeda sejenak untuk menenangkan diri sebelum menjawab di meja guru tanpa mengurangi kriteria penilaian lisan.
  • Produk: Standar bukti tetap sama untuk seluruh murid, yaitu peragaan sikap ramah menyapa teman serta tuturan lisan menyebutkan suku dan ucapan syukur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru memeriksa kesiapan murid mengikuti asesmen dengan menanyakan secara klasikal: 'Siapa yang ingat dan siap menunjukkan cara menyapa teman dengan ramah hari ini?' (kriteria kesiapan: murid merespons dengan senyuman dan menyatakan kesiapannya).

Proses:

  • Guru memantau ketertiban kelas dan fokus murid yang sedang mewarnai lembar doa pengingat saat menunggu antrean wawancara lisan di meja guru.

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja simulasi pertemanan dan percakapan lisan bergiliran: peragaan sikap ramah menyapa teman berbeda suku di kelas serta tuturan lisan yang menyebutkan keragaman suku di sekolah dan rumah dibarengi ungkapan syukur kepada Allah
  • unjuk kerja simulasi berpasangan serentak: peragaan sikap bersahabat, tersenyum, dan menyapa teman sebangku atau sekelompok yang berbeda suku bangsa tanpa membeda-bedakan (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja sikap menghargai teman)
  • wawancara lisan bergiliran: tuturan lisan berdurasi 2 menit per murid di meja guru secara bergantian menyebutkan contoh suku teman di sekolah, tetangga di rumah, dan kalimat singkat terima kasih kepada Allah atas keragaman suku sementara murid lain mewarnai lembar pengingat doa (70 menit / 2,5 menit per murid = 28 murid selesai) (70 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan (kelengkapan penyebutan suku sekolah/rumah dan ungkapan syukur))

Sumatif:

  • unjuk kerja simulasi pertemanan dan percakapan lisan bergiliran: peragaan sikap ramah menyapa teman berbeda suku di kelas serta tuturan lisan yang menyebutkan keragaman suku di sekolah dan rumah dibarengi ungkapan syukur kepada Allah
  • unjuk kerja simulasi berpasangan serentak: peragaan sikap bersahabat, tersenyum, dan menyapa teman sebangku atau sekelompok yang berbeda suku bangsa tanpa membeda-bedakan (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja sikap menghargai teman)
  • wawancara lisan bergiliran: tuturan lisan berdurasi 2 menit per murid di meja guru secara bergantian menyebutkan contoh suku teman di sekolah, tetangga di rumah, dan kalimat singkat terima kasih kepada Allah atas keragaman suku sementara murid lain mewarnai lembar pengingat doa (70 menit / 2,5 menit per murid = 28 murid selesai) (70 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan (kelengkapan penyebutan suku sekolah/rumah dan ungkapan syukur))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan sikap menghargai keragaman suku bangsa di sekolah (TP 1.10.3)Belum menunjukkan senyuman maupun sapaan ramah kepada pasangan simulasi saat kegiatan peragaan berlangsung.Menunjukkan sapaan kepada teman namun belum disertai sikap tersenyum atau masih tampak ragu dan enggan berinteraksi.Menunjukkan sikap bersahabat dengan tersenyum dan menyapa teman pasangan yang berbeda suku bangsa secara ramah tanpa membeda-bedakan.Menunjukkan sikap bersahabat dengan sangat ramah, hangat, tersenyum spontan, dan menyapa teman secara tulus tanpa ragu.
Menyebutkan keragaman suku bangsa di lingkungan sekolah (TP 1.10.1)Belum mampu menyebutkan contoh nama suku bangsa yang ada di lingkungan sekolah.Menyebutkan nama suku bangsa di sekolah namun masih membutuhkan panduan/pancingan pilihan suku dari guru.Mampu menyebutkan minimal 1 nama suku bangsa di lingkungan sekolah secara mandiri dan tepat (acuan: nama suku valid di Indonesia, misal: Jawa/Sunda/Batak/Ambon/Dayak/Papua/Toraja/Minahasa).Mampu menyebutkan 2 atau lebih nama suku bangsa di lingkungan sekolah secara mandiri dan tepat tanpa ragu.
Menyebutkan keragaman suku bangsa di lingkungan rumah (TP 1.10.2)Belum mampu menyebutkan contoh nama suku bangsa tetangga di lingkungan tempat tinggal/rumah.Menyebutkan nama suku bangsa di sekitar rumah namun masih membutuhkan panduan/pancingan dari guru.Mampu menyebutkan minimal 1 nama suku bangsa tetangga di lingkungan rumah secara mandiri dan tepat (acuan: nama suku valid di Indonesia di lingkungan sekitar tempat tinggal).Mampu menyebutkan 2 atau lebih nama suku bangsa tetangga di sekitar rumah secara mandiri dan tepat tanpa ragu.
Menceritakan rasa syukur atas keragaman suku bangsa sebagai anugerah Allah (TP 1.10.4)Belum mampu menuturkan kalimat ucapan syukur kepada Allah atas keragaman suku bangsa.Menuturkan kalimat terima kasih kepada Tuhan tetapi belum mengaitkannya dengan keragaman suku bangsa/teman yang berbeda.Mampu menuturkan kalimat singkat ucapan syukur kepada Allah atas keragaman suku bangsa secara mandiri (kriteria penerimaan: tuturan memuat kata terima kasih/syukur kepada Allah/Tuhan atas keberagaman suku/teman berbeda).Mampu menceritakan ungkapan syukur kepada Allah atas keragaman suku bangsa dengan kalimat yang runtut, jelas, dan penuh penghayatan iman.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2,5 menit per anak mencukupi untuk mendengarkan tuturan lisan seluruh murid secara tertib dan objektif?
  • Bagaimana keterlibatan dan sikap murid dalam menunjukkan penerimaan terhadap teman yang berbeda latar belakang suku saat simulasi?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat menyapa teman yang berbeda suku dengan senyuman ramah?
  • Apakah kamu senang bersyukur kepada Tuhan atas teman-teman yang beragam sukunya?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Kisah Para Rasul 10:1-35)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  4. Kartu bergambar keragaman suku dan pakaian adat di Indonesia
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek RI, 2021
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek RI, 2021
  7. Gambar pakaian dan rumah adat nusantara serta lembar kartu situasi sikap menghargai
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021).
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021).
  10. Lembar pengingat doa bergambar keragaman anak nusantara untuk aktivitas mewarnai mandiri.
  11. Lembar observasi dan rubrik penilaian unjuk kerja asesmen sumatif.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.