MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 1 — Aku Istimewa INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Aku Istimewa |
|---|
| Alokasi Waktu | 9 JP (9 x 35 menit = 315 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.1.1 Menunjukkan bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa melalui penyampaian ciri keistimewaan diri
- TP 1.1.2 Membangun interaksi dengan lingkungan terdekat sebagai pribadi yang istimewa ciptaan Allah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapakah yang menciptakan dirimu?
- Apa ciri tubuh atau keistimewaan yang Tuhan berikan kepadamu yang berbeda dari temanmu?
- Bagaimana caramu menyapa teman saat bertemu di pagi hari?
- Apa kata ramah yang kamu ucapkan ketika menerima bantuan dari teman atau guru?
- Apa keistimewaan yang Tuhan berikan di dalam dirimu?
- Bagaimana caramu menyapa teman dengan ramah sebagai sesama ciptaan Tuhan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menunjukkan Ciri Keistimewaan Diri sebagai Pribadi Ciptaan Allah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menunjukkan bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa melalui penyampaian ciri keistimewaan diri
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama mengucap syukur kepada Tuhan, dan menyanyikan lagu 'Anak-anak Puji Nama Allah' (Kidung Ceria No. 23) (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapakah yang menciptakan diri kita?' (acuan jawaban: Allah / Tuhan); (2) 'Sebutkan 1 contoh ciri fisik tubuhmu yang diciptakan Tuhan!' (acuan jawaban: menyebutkan salah satu ciri fisik nyata seperti rambut lurus/keriting, kulit sawo matang/kuning, mata bulat/sipit, atau anggota tubuh seperti tangan/kaki) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu murid dapat menunjukkan bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa melalui penyampaian ciri keistimewaan diri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan dan menjelaskan pesan dari Kejadian 1:27 dan Mazmur 139:13 bahwa setiap anak diciptakan secara khusus dan istimewa oleh Allah dengan ciri masing-masing (10 menit).
- Guru menampilkan 3 gambar peraga ragam ciptaan Allah: Gambar A (anak laki-laki rambut keriting kulit sawo matang), Gambar B (anak perempuan rambut lurus berkepang kulit kuning langsat), Gambar C (anak memakai kacamata tersenyum lebar). Murid mengamati bahwa semuanya berbeda tetapi semuanya istimewa buatan Allah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Prinsip Menggembirakan diwujudkan melalui permainan 'Cermin Keistimewaan Ciptaan Tuhan': murid berpasangan saling mengamati dan bergantian menyebutkan ciri temannya (rambut, bentuk wajah, senyuman), lalu menyanyikan lagu gerak 'Siapa Buat Mata' ciptaan Pak Kasur bersama-sama dengan riang (15 menit).
- Murid menerima Lembar Ciri Diriku dan melengkapi pilihan centang/tanda pada 3 aspek ciri tubuh buatan Allah: (1) Jenis rambut (pilihan: lurus / keriting / ikal); (2) Bentuk mata/wajah (pilihan: bulat / lonjong); (3) Ciri khas lain (pilihan: memakai kacamata / lesung pipit / berkulit sawo matang / kuning langsat) (15 menit).
- Secara bergiliran dalam kelompok kecil (3-4 orang), setiap murid menunjukkan hasil lembar cirinya sambil menyampaikan secara lisan pernyataan keistimewaan diri ciptaan Allah: 'Saya [nama], diciptakan Allah istimewa dengan ciri rambut [lurus/keriting] dan mata/kulit [sebutkan]' (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memaknai bahwa perbedaan ciri fisik di antara teman sekelas adalah bukti kebesaran dan kebaikan Allah Pencipta yang membuat setiap orang istimewa (10 menit).
Penutup:- Guru melaksanakan cek pemahaman akhir (asesmen akhir) dengan meminta murid secara serempak dan acak menjawab 1 konfirmasi kebenaran: 'Apakah ada manusia yang sama persis atau kita semua diciptakan Tuhan berbeda dan istimewa?' (acuan: berbeda dan istimewa ciptaan Tuhan) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan apresiasi terhadap keberanian murid menyampaikan ciri keistimewaan dirinya, lalu menutup kegiatan dengan doa syukur atas tubuh dan keistimewaan yang Tuhan anugerahkan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar pilihan bentuk fisik konkret (rambut keriting/lurus, kulit cerah/gelap, kacamata) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu/pemalu, guru membimbing langsung dengan menanyakan pilihan ciri satu per satu di dekat meja; bagi murid yang sudah lancar, dipersilakan menyebutkan lebih dari 2 ciri fisik keistimewaan ciptaan Allah secara mandiri.
- Produk: Penyampaian ciri keistimewaan diri dapat dilakukan lewat ucapan lisan terbimbing atau dengan menunjukkan gambar ciri yang telah dicentang/diwarnai pada lembar aktivitas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di pendahuluan dengan 2 pertanyaan acuan: (1) 'Siapakah yang menciptakan diri kita?' (acuan jawaban: Allah / Tuhan); (2) 'Sebutkan 1 contoh ciri tubuhmu yang diciptakan Tuhan!' (acuan jawaban: murid dapat menyebutkan minimal 1 anggota tubuh atau ciri fisik seperti rambut, mata, kulit, hidung, atau tangan).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid bermain 'Cermin Keistimewaan Ciptaan Tuhan' dan saat murid menyampaikan ciri keistimewaan dirinya di kelompok kecil berdasarkan 3 butir Lembar Ciri Diriku: jenis rambut, bentuk mata/wajah, dan ciri fisik lainnya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup berupa pertanyaan penguatan: 'Apakah ada anak yang tidak istimewa di mata Tuhan, dan siapakah yang menciptakan perbedaan ciri kita?' (acuan jawaban: semua anak istimewa dan Allah/Tuhan yang menciptakan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penyampaian ciri keistimewaan diri sebagai ciptaan Allah menggunakan lembar ceklis indikator
- Pemeriksaan Lembar Ciri Diriku (kelengkapan identifikasi 3 ciri fisik diri ciptaan Allah)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa melalui penyampaian ciri keistimewaan diri | Belum mampu menyebutkan bahwa dirinya ciptaan Allah dan belum dapat menyampaikan ciri fisik keistimewaan dirinya meskipun dibimbing. | Mampu menyebutkan bahwa dirinya ciptaan Allah, namun hanya mampu menyampaikan 1 ciri keistimewaan fisik dirinya dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menyatakan bahwa Allah menciptakan dirinya istimewa dan menyampaikan 2-3 ciri keistimewaan fisik diri (rambut, wajah/kulit, ciri khusus) secara tepat sesuai Lembar Ciri Diriku. | Mampu menyatakan secara mandiri dan meyakinkan bahwa Allah menciptakan dirinya istimewa serta menyampaikan lebih dari 3 ciri keistimewaan fisik diri dengan tepat dan percaya diri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat mengenali dan menerima ciri fisik keistimewaan dirinya sebagai ciptaan Allah?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif menumbuhkan rasa syukur dan kegembiraan murid atas keistimewaan dirinya?
Murid:- Bagian tubuh atau ciri diri mana yang paling kamu syukuri sebagai pemberian Tuhan?
- Bagaimana perasaanmu setelah tahu bahwa Tuhan menciptakanmu secara istimewa dan berbeda dari temanmu?
Pertemuan 2 — Membangun Interaksi Ramah dengan Lingkungan Terdekat sebagai Ciptaan Allah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Membangun interaksi dengan lingkungan terdekat sebagai pribadi yang istimewa ciptaan Allah
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan ramah, memimpin doa pembuka bersama, dan menyanyikan lagu 'Anak-anak Puji Nama Allah' untuk membangun suasana bersyukur sebagai ciptaan Allah (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan cara membangun interaksi ramah (menyapa, berterima kasih, dan meminta tolong) dengan lingkungan terdekat (teman dan guru) (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan: memperagakan situasi saat berpapasan dengan teman di gerbang sekolah dan meminta murid memilih respons yang ramah di antara 2 pilihan: (A) tersenyum dan berkata 'Selamat pagi', atau (B) melengos diam; semua murid merespons serentak dengan isyarat tangan (acuan: pilihan A adalah interaksi ramah) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan peragaan guru tentang 3 kata/tindakan santun dalam berinteraksi dengan lingkungan terdekat sebagai sesama ciptaan Allah: (1) Sapaan ramah ('Halo/Selamat pagi'), (2) Permintaan tolong ('Tolong bantu aku'), dan (3) Ucapan terima kasih ('Terima kasih') (10 menit).
- Murid mengamati 3 kartu situasi bergambar yang ditunjukkan guru: Situasi 1 (bertemu teman di kelas), Situasi 2 (pensil terjatuh dan butuh bantuan teman), Situasi 3 (menerima pinjaman penghapus); lalu murid secara bersama-sama menentukan kata interaksi ramah yang tepat untuk tiap situasi (acuan: Situasi 1 = menyapa 'Halo/Selamat pagi'; Situasi 2 = berkata 'Boleh minta tolong ambilkan?'; Situasi 3 = mengucapkan 'Terima kasih') (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Permainan interaktif 'Lingkaran Sahabat Ramah': Murid berdiri berpasangan, saling tersenyum, menyapa nama temannya dengan ramah, dan mempraktikkan interaksi meminta tolong serta mengucapkan terima kasih secara bergantian sesuai aba-aba guru (20 menit).
- Latihan interaksi berpasangan dengan simulasi 2 skenario nyata: Skenario A (Murid menyapa teman baru di sebelahnya: 'Halo [nama teman], salam kenal!') dan Skenario B (Murid meminjam krayon dengan ramah: 'Boleh tolong pinjam krayon birumu?' lalu merespons dengan: 'Terima kasih!') dengan saling berganti peran (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama teman sebangkunya menceritakan bagaimana perasaan mereka ketika disapa dengan senyuman dan kata ramah oleh temannya (10 menit).
- Guru memberikan penguatan bahwa berinteraksi secara ramah kepada orang-orang di sekitar (teman, guru, keluarga) adalah cara kita mengasihi sesama ciptaan Allah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 3 tindakan interaksi ramah sehari-hari: menyapa, meminta tolong, dan mengucapkan terima kasih (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas partisipasi aktif murid dalam mempraktikkan kata dan sikap ramah selama simulasi (3 menit).
- Murid diajak berdoa singkat mengucap syukur kepada Tuhan atas teman-teman di sekolah dan memohon bimbingan agar selalu ramah dalam berinteraksi, dipimpin oleh seorang murid (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar situasi visual dengan simbol wajah tersenyum untuk murid yang memerlukan dukungan pemahaman visual, serta teks sapaan sederhana bagi murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Murid yang masih pemalu atau ragu didampingi guru dengan bimbingan langsung dan contoh ucapan satu per satu; murid yang sudah percaya diri diberi kesempatan melakukan simulasi mandiri dengan lebih dari satu teman bergantian.
- Produk: Murid dapat menunjukkan interaksi ramah baik melalui ucapan lisan yang jelas maupun melalui gestur ramah (tersenyum, melambaikan tangan, dan mengangguk santun).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan diagnostik respons murid terhadap contoh interaksi sosial ramah melalui pemilihan tindakan saat berpapasan dengan teman di sekolah: murid memilih antara (A) Menyapa 'Selamat pagi' dan tersenyum, atau (B) Diam saja melengos (acuan: pilihan A adalah interaksi ramah).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam mempraktikkan 3 bentuk interaksi ramah pada 2 skenario simulasi: (1) Skenario A: menyapa teman dengan ramah menyebut nama, (2) Skenario B: mempraktikkan kata tolong dan terima kasih saat meminjam perlengkapan belajar (acuan ketercapaian: murid mempraktikkan sapaan, kata tolong, dan ucapan terima kasih dengan sikap ramah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 3 situasi dan murid menjawab kata ramah yang harus diucapkan: (1) Saat bertemu guru di koridor -> 'Selamat pagi/siang Guru', (2) Saat butuh dibantu mengambil buku di rak tinggi -> 'Tolong bantu saya', (3) Saat sudah dibantu -> 'Terima kasih' (kriteria: murid dapat menjawab minimal 2 dari 3 kata interaksi ramah dengan tepat).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja simulasi interaksi ramah (menyapa, meminta tolong, dan berterima kasih) saat kegiatan berpasangan 'Lingkaran Sahabat Ramah' dan simulasi skenario menggunakan lembar ceklis observasi guru.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membangun interaksi ramah dengan lingkungan terdekat (teman dan guru) | Belum mampu mempraktikkan interaksi ramah (sapaan, kata tolong, atau terima kasih) meskipun telah diberikan contoh dan bimbingan langsung. | Mampu mempraktikkan 1 dari 3 bentuk interaksi ramah (sapaan, tolong, atau terima kasih) dalam simulasi dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mempraktikkan seluruh 3 bentuk interaksi ramah (sapaan, tolong, dan terima kasih) dalam simulasi berpasangan secara mandiri. | Mampu mempraktikkan seluruh 3 bentuk interaksi ramah secara konsisten, spontan, dan antusias dengan sikap santun tanpa perlu diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif dan merasa aman saat mempraktikkan interaksi ramah dengan pasangannya?
- Bagaimana respons murid yang awalnya pemalu ketika diajak berinteraksi dalam permainan berpasangan?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah menyapa dan berkata ramah kepada temanmu hari ini?
- Kata ramah apa yang paling ingin kamu ucapkan kepada temanmu saat bermain nanti?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menunjukkan bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai pribadi yang istimewa melalui penyampaian ciri keistimewaan diri
- TP 1.1.2 Membangun interaksi dengan lingkungan terdekat sebagai pribadi yang istimewa ciptaan Allah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan doa pembuka singkat, menyapa murid, dan menanyakan kesiapan mengikuti asesmen sumatif bab (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif hari ini, yaitu menunjukkan ciri keistimewaan diri sebagai ciptaan Allah dan mempraktikkan interaksi ramah kepada teman (4 menit).
- Guru menjelaskan alur pelaksanaan asesmen: Tugas 1 berupa unjuk kerja lisan bergantian di meja guru sambil murid lain mewarnai gambar diri, dilanjutkan Tugas 2 berupa simulasi berpasangan serentak (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan petunjuk pengerjaan Tugas 1 (menyebutkan nama dan minimal 1 ciri keistimewaan diri yang diciptakan Allah, durasi 1,5 menit per murid) serta membagikan lembar gambar diri untuk diwarnai secara mandiri dan tenang di meja masing-masing saat menunggu giliran (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid melaksanakan Tugas 1 secara individual bergiliran maju ke meja guru (1,5 menit per murid untuk 28 murid = total 42 menit) menyampaikan lisan: nama diri dan 1-2 ciri keistimewaan diri ciptaan Allah (misal: ciri fisik rambut ikal/senyuman manis/tangan yang terampil menggambar/kaki yang lincah berlari), sementara murid lain fokus mewarnai gambar diri (38 menit).
- Guru memberikan pengantar Tugas 2 dan murid membentuk pasangan dengan teman sebangku/kelompok kecil untuk bersiap melakukan simulasi interaksi ramah (3 menit).
- Murid melaksanakan Tugas 2 secara berpasangan serentak mempraktikkan 3 tindakan interaksi ramah: (1) tersenyum ramah kepada pasangan, (2) menyapa dengan memanggil nama teman, dan (3) mengucapkan satu kata/kalimat baik (contoh acuan kata baik: 'kamu hebat', 'senang berteman denganmu', 'terima kasih sudah jadi temanku', atau 'Tuhan memberkatimu') sementara guru berkeliling mencatat lembar observasi (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak duduk hening sejenak menyadari perasaan setelah berhasil menyampaikan keistimewaan dirinya dan menyapa teman dengan ramah sebagai sesama ciptaan Allah yang saling mengasihi (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketertiban dan keberanian menunjukkan diri istimewa serta berinteraksi ramah sepanjang asesmen sumatif Bab 1 (4 menit).
- Guru mengajak murid berdoa syukur bersama atas tubuh dan keistimewaan yang Tuhan ciptakan, lalu menutup pertemuan (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang sangat pemalu atau ragu saat berbicara di meja guru, guru memberikan dorongan dengan pertanyaan penuntun ('Apa yang kamu sukai dari dirimu yang diciptakan Tuhan?') tanpa mengubah kriteria penilaian unjuk kerja lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru memeriksa kesiapan psikologis murid dengan menanyakan kesiapan mengikuti giliran unjuk kerja lisan dan simulasi menyapa teman (acuan: murid mengangguk/menyatakan siap secara verbal tanpa paksaan).
Proses:- Guru mengamati ketertiban murid saat mengerjakan lembar mewarnai gambar diri mandiri sembari menunggu panggilan ke meja guru.
Sumatif Bab:- Unjuk kerja lisan terpadu dan simulasi interaksi ramah: Penyampaian lisan tentang 1-2 ciri keistimewaan diri sebagai ciptaan Allah dan peragaan interaksi ramah menyapa teman sebangku/kelompok
- kinerja lisan bergantian di meja guru: penyampaian lisan singkat (menyebutkan nama dan 1 keistimewaan diri seperti ciri fisik/kegemaran yang diciptakan Allah) berdurasi 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain melakukan kegiatan mewarnai gambar diri (45 menit / 1,5 menit = 30 kapasitas, muat untuk 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan (kriteria: pengenalan diri, penyebutan keistimewaan sebagai ciptaan Allah))
- simulasi interaksi berpasangan serentak: perilaku murid mempraktikkan interaksi ramah (tersenyum, menyapa nama teman, dan mengucapkan satu kata baik) dengan teman sebangku/kelompok kecil yang diamati guru berkeliling (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi interaksi ramah (ceklis: menyapa teman, bersikap sopan dan ramah))
Sumatif:- Unjuk kerja lisan terpadu dan simulasi interaksi ramah: Penyampaian lisan tentang 1-2 ciri keistimewaan diri sebagai ciptaan Allah dan peragaan interaksi ramah menyapa teman sebangku/kelompok
- kinerja lisan bergantian di meja guru: penyampaian lisan singkat (menyebutkan nama dan 1 keistimewaan diri seperti ciri fisik/kegemaran yang diciptakan Allah) berdurasi 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain melakukan kegiatan mewarnai gambar diri (45 menit / 1,5 menit = 30 kapasitas, muat untuk 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan (kriteria: pengenalan diri, penyebutan keistimewaan sebagai ciptaan Allah))
- simulasi interaksi berpasangan serentak: perilaku murid mempraktikkan interaksi ramah (tersenyum, menyapa nama teman, dan mengucapkan satu kata baik) dengan teman sebangku/kelompok kecil yang diamati guru berkeliling (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi interaksi ramah (ceklis: menyapa teman, bersikap sopan dan ramah))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Ciri Keistimewaan Diri Ciptaan Allah (TP 1.1.1) | Belum mampu menyebutkan keistimewaan diri ciptaan Allah meskipun telah diberikan pertanyaan pemantik oleh guru di meja guru. | Menyebutkan 1 ciri diri (misal: nama atau ciri fisik saja), namun belum mampu mengaitkannya sebagai anugerah atau ciptaan Allah. | Menyebutkan nama diri dan 1 ciri keistimewaan diri (ciri fisik/kegemaran) secara tepat sebagai pribadi yang diciptakan Allah. | Menyebutkan nama diri dan 2 atau lebih ciri keistimewaan diri (ciri fisik dan kegemaran) dengan jelas dan bangga sebagai pribadi istimewa ciptaan Allah. | | Membangun Interaksi Ramah dengan Lingkungan Terdekat (TP 1.1.2) | Hanya melakukan 1 dari 3 tindakan interaksi ramah (hanya tersenyum tanpa menyapa nama dan tanpa kata baik) saat simulasi bersama teman berpasangan. | Melakukan 2 dari 3 tindakan interaksi ramah (misal: tersenyum dan menyebut nama teman, tetapi belum mengucapkan kata/kalimat baik). | Melakukan lengkap ketiga tindakan interaksi ramah: tersenyum, menyapa nama teman, dan mengucapkan minimal satu kata/kalimat baik kepada pasangan. | Melakukan lengkap ketiga tindakan interaksi ramah (tersenyum, menyapa nama, mengucap kata baik) secara konsisten dan spontan kepada pasangan dan teman lain di sekitarnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 1,5 menit per murid di meja guru terlaksana secara tertib dan cukup bagi murid untuk menyampaikan keistimewaannya?
- Bagaimana respons dan suasana hati murid saat mempraktikkan interaksi ramah berpasangan?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah menyebutkan keistimewaan dirimu di depan guru?
- Bagaimana perasaanmu saat tersenyum dan menyapa temanmu dengan kata yang baik hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Puskurbuk Balitbangbuk Kemendikbudristek 2021, Penulis: Veronika Hematang)
- Buku Panduan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
- Alkitab (Kejadian 1:27 dan Mazmur 139:13)
- Gambar ilustrasi ragam ciri fisik anak (rambut keriting/lurus, warna kulit, kacamata)
- Lembar Ciri Diriku
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021).
- Kartu gambar situasi interaksi sosial ramah (bertemu teman, meminta bantuan, menerima pertolongan).
- Benda konkret kelas (pensil, krayon, buku) untuk bahan simulasi pinjam-meminjam.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021) Halaman 3-11
- Lembar aktivitas gambar diri untuk diwarnai
- Lembar observasi penilaian unjuk kerja lisan dan simulasi interaksi ramah
|