Modul AjarPertemuan 7Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Meneladani Sikap Bakti dan Rendah Hati Raja Shun dalam Keseharian

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Meneladani Sikap Bakti dan Rendah Hati Raja Shun dalam Keseharian". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Meneladani Sikap Bakti dan Rendah Hati Raja Shun dalam Keseharian

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Meneladani Sikap Bakti dan Rendah Hati Raja Shun dalam Keseharian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMeneladani Sikap Bakti dan Rendah Hati Raja Shun dalam Keseharian
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menguraikan sifat-sifat luhur Raja Shun seperti bakti, kesetiaan, rendah hati, dan suka mengalah sebagai cerminan perilaku Jūnzĭ
  2. Murid dapat menelaah diri sendiri terhadap keagungan teladan Raja Shun dan menghubungkannya dengan sikap bakti kepada orang tua dalam kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana perasaanmu jika tidak disayangi orang tua seperti Raja Shun? Apa yang akan kamu lakukan?
  2. Sikap apa dari Raja Shun yang menurutmu paling sulit ditiru dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Mengapa Raja Shun tetap berbakti meskipun diperlakukan tidak adil oleh keluarganya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa pembuka serta membaca Delapan Pengakuan Iman bersama-sama
  • Guru mengajak murid melakukan jingzuo (duduk tenang) selama 2-3 menit untuk memusatkan pikiran sambil merenungkan ayat Lunyu VI:30 tentang cinta kasih dan keinginan memajukan orang lain
  • Guru menyanyikan lagu rohani 'Semua Saudara' bersama murid untuk menciptakan suasana harmonis
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah merasa tidak diperlakukan adil di rumah? Bagaimana perasaan dan sikapmu?' untuk menggali pengalaman murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar tentang sikap luhur Raja Shun dan bagaimana kita bisa menerapkannya dalam kehidupan kita

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menceritakan kisah masa kecil Raja Shun yang tidak disayangi ayah dan ibu tiri, bahkan kerap disakiti adik tirinya Xiang, namun tetap berbakti dan rendah hati
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi sifat-sifat luhur Raja Shun: bakti (tetap patuh dan hormat meski tidak disayang), kesetiaan (tidak pernah membenci keluarga), rendah hati (tidak sombong meski dipilih Raja Yao), dan suka mengalah (memberi kesempatan kepada orang lain)
  • Murid mencatat sifat-sifat luhur Raja Shun dalam buku tulis dan mendiskusikan dalam kelompok kecil (3-4 orang) mengapa sifat-sifat ini penting bagi seorang Jūnzĭ
  • Guru menjelaskan hubungan sikap Raja Shun dengan konsep Wŭlún (lima hubungan kemasyarakatan), khususnya hubungan anak-orang tua
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang bagaimana sikap Raja Shun menjadi teladan dalam menjalankan bakti kepada Tiāndìrén (Tian, Bumi, Manusia)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid bermain peran singkat tentang situasi masa kecil Raja Shun: 4-5 murid menjadi Shun, ayah, ibu tiri, dan Xiang, dengan percakapan sederhana yang menggambarkan sikap bakti Shun meski diperlakukan tidak adil
  • Setelah bermain peran, murid lain memberikan tanggapan: sikap apa dari Raja Shun yang bisa kita tiru?
  • Murid secara individual menulis karangan pendek (1/2 halaman) dengan judul 'Jika Aku Menjadi Raja Shun': menuliskan bagaimana perasaan dan sikap mereka jika berada di posisi Raja Shun
  • Guru membimbing murid menghubungkan sikap Raja Shun dengan kehidupan nyata: murid diminta menyebutkan 3 contoh konkret cara menerapkan sikap bakti dan rendah hati di rumah (misal: membantu pekerjaan rumah tanpa disuruh, tidak membantah orang tua, mengalah kepada adik)
  • Murid menuliskan komitmen pribadi di kertas kecil: satu sikap Raja Shun yang akan diterapkan minggu ini di rumah

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang kembali (jingzuo singkat 1-2 menit) untuk merefleksikan diri: 'Sudahkah aku berbakti seperti Raja Shun? Apa yang masih perlu kuperbaiki?'
  • Murid menuliskan hasil refleksi diri dalam jurnal pribadi atau buku catatan: kelebihan dan kekuranganku dalam berbakti kepada orang tua, dan langkah perbaikan yang akan kulakukan
  • Beberapa murid (yang bersedia) membagikan refleksi mereka di depan kelas
  • Guru memberikan penguatan positif dan mengajak murid untuk terus meneladani Raja Shun dalam keseharian
  • Murid diminta membuat tabel jadwal kegiatan berbakti di rumah selama 1 minggu ke depan sebagai bentuk komitmen nyata

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan kembali 3 sifat luhur Raja Shun dan 1 cara menerapkannya di rumah
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Raja Shun mengajarkan kita untuk tetap berbakti dan rendah hati meski menghadapi kesulitan, karena itulah cerminan perilaku Jūnzĭ
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif dan berpartisipasi baik
  • Guru menugaskan murid untuk mempraktikkan komitmen yang telah ditulis dan melaporkan hasilnya pertemuan depan
  • Pembelajaran ditutup dengan doa penutup dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberi bacaan tambahan tentang kisah Raja Shun yang lebih lengkap dari kitab Sìshū. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberi ringkasan cerita bergambar sederhana
  • Proses: Murid visual belajar melalui gambar komik kisah Raja Shun, murid auditori mendengarkan cerita guru, murid kinestetik terlibat aktif dalam bermain peran. Waktu bermain peran bisa diperpanjang bagi murid yang memerlukan eksplorasi lebih
  • Produk: Murid yang cepat menulis karangan pendek bisa mengembangkan menjadi dialog atau puisi. Murid yang lambat menulis bisa menyampaikan pendapat secara lisan atau menggambar komik sederhana tentang sikap Raja Shun yang ingin ditiru

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: pengalaman murid tentang perasaan tidak diperlakukan adil dan bagaimana sikapnya
  • Pengamatan pengetahuan awal murid tentang Raja Shun melalui pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi saat murid mengidentifikasi sifat-sifat luhur Raja Shun dalam diskusi kelompok
  • Penilaian keterampilan bermain peran menunjukkan sikap bakti dan rendah hati
  • Pengamatan kemampuan murid menghubungkan teladan Raja Shun dengan kehidupan sehari-hari
  • Pertanyaan formatif: 'Sebutkan 2 sifat Raja Shun dan contoh penerapannya di rumah'

Akhir:

  • Penilaian karangan pendek 'Jika Aku Menjadi Raja Shun' dengan rubrik
  • Evaluasi lembar refleksi diri: kedalaman menelaah diri dan komitmen perbaikan
  • Tes lisan singkat: menyebutkan 3 sifat luhur Raja Shun dan 1 cara konkret menerapkannya
  • Penilaian tabel jadwal kegiatan berbakti (kelengkapan dan relevansi)

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok dan bermain peran
  • Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman
  • Pengamatan sikap murid saat jingzuo dan refleksi diri

Sumatif:

  • Karangan pendek 'Jika Aku Menjadi Raja Shun'
  • Lembar refleksi diri tertulis tentang sikap bakti dan rendah hati
  • Tabel jadwal kegiatan berbakti di rumah selama 1 minggu

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menguraikan sifat-sifat luhur Raja ShunMurid belum dapat menyebutkan sifat-sifat luhur Raja Shun dengan tepatMurid dapat menyebutkan 1-2 sifat luhur Raja Shun namun penjelasannya masih kurang lengkapMurid dapat menyebutkan 3 sifat luhur Raja Shun (bakti, kesetiaan, rendah hati, suka mengalah) dengan penjelasan yang cukup jelasMurid dapat menguraikan 4 sifat luhur Raja Shun secara lengkap dan menjelaskan hubungannya dengan perilaku Jūnzĭ
Menelaah diri dan menghubungkan dengan sikap bakti dalam keseharianMurid belum dapat merefleksikan diri atau menghubungkan teladan Raja Shun dengan kehidupan sehari-hariMurid mulai merefleksikan diri namun belum spesifik menghubungkan dengan sikap bakti kepada orang tuaMurid dapat menelaah diri dengan jujur dan menyebutkan 2-3 cara konkret menerapkan sikap bakti Raja Shun di rumahMurid mampu merefleksikan diri secara mendalam, mengidentifikasi kekurangan, dan menyusun komitmen perbaikan yang terukur dengan contoh penerapan sikap bakti dan rendah hati dalam kehidupan sehari-hari
Karangan pendapat 'Jika Aku Menjadi Raja Shun'Karangan belum menunjukkan pemahaman tentang sikap Raja Shun atau tidak relevan dengan topikKarangan menunjukkan pemahaman dasar tentang situasi Raja Shun namun belum menjelaskan sikap yang akan diterapkanKarangan menggambarkan dengan jelas perasaan dan sikap yang akan diterapkan jika menjadi Raja Shun, dengan bahasa yang runtutKarangan menunjukkan pemahaman mendalam tentang keagungan teladan Raja Shun, disertai refleksi pribadi yang jujur dan komitmen penerapan sikap luhur dalam bahasa yang ekspresif
Partisipasi dalam bermain peran dan diskusiMurid pasif, tidak terlibat dalam bermain peran atau diskusi kelompokMurid mulai terlibat namun partisipasinya masih terbatas, hanya mengikuti instruksiMurid aktif berpartisipasi dalam bermain peran atau diskusi, menunjukkan pemahaman tentang sikap Raja ShunMurid sangat aktif, mampu menghayati peran dengan baik, memberikan kontribusi bermakna dalam diskusi, dan menunjukkan sikap menghargai pendapat teman

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah kegiatan jingzuo dan bermain peran efektif membantu murid memahami dan menghayati sikap Raja Shun?
  • Bagaimana respons murid terhadap kisah Raja Shun? Apakah mereka dapat menghubungkannya dengan pengalaman pribadi?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling berhasil memfasilitasi pembelajaran murid dengan kebutuhan beragam?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam penyampaian materi atau pengelolaan waktu pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kisah Raja Shun bagimu?
  • Sikap apa dari Raja Shun yang menurutmu paling sulit untuk kamu terapkan? Mengapa?
  • Apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menunjukkan sikap bakti kepada orang tuamu?
  • Bagaimana perasaanmu setelah merefleksikan diri tentang sikap bakti dan rendah hatimu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas V (Pelajaran 4: Hormatku Pada Nabi dan Raja Suci, bagian C. Kerendahan Hati Raja Shun)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas V
  3. Kitab Lunyu 论语 VI:30
  4. Gambar atau komik ilustrasi kisah masa kecil Raja Shun
  5. Lagu rohani 'Semua Saudara'
  6. Papan tulis dan spidol untuk mencatat sifat-sifat luhur Raja Shun
  7. Kertas HVS untuk karangan dan refleksi diri
  8. Properti sederhana untuk bermain peran (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.