Modul AjarPertemuan 6Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Kerendahan Hati Raja Shun: Kisah, Karakter, dan Keteladanannya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Kerendahan Hati Raja Shun: Kisah, Karakter, dan Keteladanannya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Kerendahan Hati Raja Shun: Kisah, Karakter, dan Keteladanannya

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Kerendahan Hati Raja Shun: Kisah, Karakter, dan Keteladanannya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKerendahan Hati Raja Shun: Kisah, Karakter, dan Keteladanannya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan kisah Raja Yu Shun (虞舜) termasuk latar belakang keluarganya dan sikap berbakti serta rendah hatinya sebagai wujud menerima wahyu Tian
  2. Murid dapat memahami arti serta menulis dan melafalkan hanzi 虞舜 dengan tepat
  3. Murid dapat meneladani sikap setia, bakti, rendah hati, suka mengalah dan peduli dari Raja Shun dalam kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana perasaan kalian jika diperlakukan tidak adil oleh keluarga sendiri? Apa yang akan kalian lakukan?
  2. Mengapa Raja Tang Yao memilih Shun yang bukan anaknya sendiri untuk menjadi raja?
  3. Nilai-nilai apa yang bisa kita teladani dari Raja Shun untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru memimpin pembacaan Delapan Pengakuan Iman secara bersama-sama
  • Guru mengajak murid mempraktikkan jingzuo (duduk tenang) selama 2-3 menit sambil merenungkan ayat Kitab Lunyu VI:30 tentang cinta kasih
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah mendengar tentang Raja Shun? Apa yang kalian ketahui tentang beliau?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan pertanyaan pemantik tentang bagaimana perasaan jika diperlakukan tidak adil oleh keluarga

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menceritakan kisah Raja Yu Shun secara menarik: kelahirannya di Yaoxu (Provinsi Shanxi), ibu kandungnya meninggal saat ia masih kecil, ayahnya Gu Sou yang menikah lagi dengan ibu tiri yang jahat
  • Guru menjelaskan bagaimana ibu tiri dan adik tiri Xiang selalu menyakiti Shun, bahkan mencoba membunuhnya, namun Shun tetap berbakti dan rendah hati
  • Murid menyimak penjelasan mengapa Raja Tang Yao memilih Shun sebagai penggantinya karena kebijaksanaan, kebaktian, dan kerendahan hatinya sebagai wujud menerima wahyu Tian
  • Guru menuliskan hanzi 虞舜 (Yú Shùn) di papan tulis, menjelaskan arti dan cara penulisan yang benar, serta melafalkannya bersama-sama
  • Murid berlatih menulis hanzi 虞舜 di buku masing-masing dengan bimbingan guru
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu rohani 'Semua Saudara' untuk menghayati semangat persaudaraan universal yang diajarkan Raja Shun

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) untuk bermain peran singkat tentang masa kecil Raja Shun
  • Setiap kelompok membuat percakapan singkat dengan peran: ayah Gu Sou, ibu tiri, Shun, dan adik Xiang, menggambarkan situasi ketidakadilan yang dihadapi Shun dan bagaimana ia merespons dengan kebaktian
  • Setiap kelompok menampilkan role play selama 3-5 menit di depan kelas
  • Murid lain mengamati dan memberikan apresiasi terhadap penampilan teman-temannya
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Bagaimana perasaan kalian saat memerankan Shun? Apakah mudah tetap berbakti saat diperlakukan tidak adil?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menulis karangan pendek berjudul 'Jika Aku Menjadi Raja Shun' yang berisi refleksi pribadi: bagaimana mereka akan berperilaku jika tidak disayangi orang tua dan bagaimana cara meyakinkan orang tua bahwa mereka layak disayangi
  • Beberapa murid secara sukarela membacakan karangannya di depan kelas
  • Guru mengajak murid merefleksikan nilai-nilai karakter Raja Shun (setia, bakti, rendah hati, suka mengalah, peduli) dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari mereka
  • Murid menuliskan satu komitmen konkret untuk meneladani Raja Shun dalam kehidupan mereka minggu ini
  • Guru mengajak murid kembali melakukan jingzuo singkat untuk menginternalisasi pembelajaran hari ini

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: kisah Raja Shun, arti hanzi 虞舜, dan nilai keteladanan yang dapat diterapkan
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid menceritakan kembali kisah Raja Shun dan nilai yang mereka pelajari
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi dan karya murid
  • Guru menyampaikan tugas tindak lanjut: mempraktikkan satu nilai keteladanan Raja Shun di rumah dan mencatatnya di buku jurnal
  • Pembelajaran ditutup dengan menyanyikan lagu rohani 'Semua Saudara' bersama-sama dan doa penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat menangkap: berikan teks tambahan tentang pencapaian Raja Shun sebagai kaisar dan ajari hanzi tambahan terkait karakter mulia. Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: sediakan gambar komik kisah Raja Shun dan panduan menulis hanzi dengan garis putus-putus
  • Proses: Murid yang cepat dapat menjadi pemimpin kelompok role play dan membantu teman yang kesulitan. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat memilih peran yang lebih sederhana dalam role play atau bekerja berpasangan dengan teman yang lebih mahir
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk refleksi: karangan tertulis, komik sederhana, atau rekaman audio. Murid yang mahir menulis dapat membuat karangan lebih panjang dengan analisis mendalam, sedangkan yang kesulitan menulis dapat membuat poin-poin singkat dengan ilustrasi

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengetahuan awal murid mengenai Raja Shun
  • Pengamatan kemampuan awal murid dalam menulis hanzi sederhana

Proses:

  • Observasi partisipasi aktif murid saat mendengarkan cerita dan menyanyikan lagu rohani
  • Monitoring kemampuan murid menulis dan melafalkan hanzi 虞舜
  • Penilaian kinerja saat bermain peran: penghayatan karakter dan kerja sama
  • Cek pemahaman melalui pertanyaan spontan selama pembelajaran

Akhir:

  • Penilaian karangan refleksi 'Jika Aku Menjadi Raja Shun' dengan rubrik holistik
  • Tes lisan: murid menceritakan kembali kisah Raja Shun secara runtut
  • Penilaian tulisan hanzi 虞舜 dan pelafalan yang tepat
  • Refleksi tertulis murid tentang nilai keteladanan yang akan diterapkan

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam jingzuo dan diskusi
  • Pengamatan kemampuan menulis dan melafalkan hanzi 虞舜
  • Penilaian proses selama bermain peran: kesesuaian karakter, ekspresi, dan kerja sama kelompok
  • Umpan balik lisan terhadap pemahaman murid tentang kisah Raja Shun

Sumatif:

  • Penilaian karangan 'Jika Aku Menjadi Raja Shun' menggunakan rubrik
  • Penilaian kemampuan menceritakan kembali kisah Raja Shun dengan runtut dan lengkap
  • Penilaian tulisan hanzi 虞舜 (ketepatan bentuk dan urutan guratan)
  • Penilaian kemampuan mengidentifikasi dan menjelaskan nilai keteladanan Raja Shun

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menceritakan kisah Raja ShunMurid belum dapat menceritakan kisah Raja Shun dengan lengkap, hanya menyebutkan satu atau dua fakta tanpa urutan yang jelasMurid dapat menceritakan sebagian kisah Raja Shun (latar belakang atau sikap baktinya) namun belum lengkap dan runtutMurid dapat menceritakan kisah Raja Shun secara lengkap mencakup latar belakang keluarga dan sikap baktinya dengan cukup runtutMurid dapat menceritakan kisah Raja Shun secara lengkap, runtut, dan detail, serta menghubungkannya dengan konsep wahyu Tian dengan bahasa yang lancar
Kemampuan menulis dan melafalkan hanzi 虞舜Murid belum dapat menulis hanzi 虞舜 dengan benar dan pelafalan masih sangat keliruMurid dapat menulis hanzi 虞舜 namun dengan banyak kesalahan bentuk atau urutan guratan, pelafalan kurang tepatMurid dapat menulis hanzi 虞舜 dengan cukup benar dan melafalkannya dengan tepat meskipun masih perlu latihan lebih lanjutMurid dapat menulis hanzi 虞舜 dengan bentuk dan urutan guratan yang benar, melafalkannya dengan tepat dan lancar, serta memahami artinya
Penghayatan nilai keteladanan Raja ShunMurid belum dapat mengidentifikasi nilai keteladanan Raja Shun dan belum menunjukkan pemahaman tentang penerapannyaMurid dapat menyebutkan satu atau dua nilai keteladanan Raja Shun namun belum dapat menjelaskan atau menghubungkannya dengan kehidupan nyataMurid dapat mengidentifikasi beberapa nilai keteladanan Raja Shun (bakti, rendah hati, sabar) dan memberikan contoh penerapan sederhana dalam kehidupan sehari-hariMurid dapat mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai nilai keteladanan Raja Shun dengan mendalam, memberikan contoh konkret penerapannya, dan menunjukkan komitmen untuk meneladaninya
Kreativitas dan ekspresi dalam bermain peranMurid belum dapat terlibat dalam bermain peran, enggan berpartisipasi atau tidak menunjukkan ekspresi sesuai karakterMurid bersedia bermain peran namun ekspresi dan dialog masih sangat sederhana, belum menunjukkan penghayatan karakterMurid dapat bermain peran dengan cukup baik, menunjukkan ekspresi yang sesuai karakter dan menyampaikan dialog dengan cukup lancarMurid bermain peran dengan penghayatan mendalam, ekspresi dan dialog sangat sesuai karakter, menunjukkan kreativitas dalam interpretasi, dan berkontribusi aktif dalam kelompok
Refleksi diri dalam karanganKarangan sangat sederhana, belum menunjukkan refleksi pribadi yang bermakna tentang keteladanan Raja ShunKarangan menunjukkan usaha refleksi namun masih sangat umum, belum menghubungkan dengan pengalaman atau komitmen pribadiKarangan menunjukkan refleksi pribadi yang cukup mendalam, ada upaya menghubungkan dengan kehidupan sendiri dan menyebutkan komitmen untuk berubahKarangan menunjukkan refleksi mendalam dan personal, analisis jujur tentang diri sendiri, komitmen konkret dan realistis untuk meneladani Raja Shun, ditulis dengan bahasa yang lugas dan bermakna

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah strategi bercerita dan bermain peran efektif membantu murid memahami kisah dan nilai keteladanan Raja Shun?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling membuat murid antusias dan mengapa?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan semua murid?
  • Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut dalam menulis hanzi atau menginternalisasi nilai?
  • Apa yang dapat saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih mampu merefleksikan dan mengaplikasikan nilai keteladanan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kisah Raja Shun untukmu?
  • Nilai apa dari Raja Shun yang paling ingin kamu teladani? Mengapa?
  • Bagaimana perasaanmu saat bermain peran sebagai Raja Shun atau tokoh lain?
  • Apa yang masih sulit bagimu dalam pembelajaran hari ini?
  • Apa komitmen konkret yang akan kamu lakukan minggu ini untuk meneladani Raja Shun?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (halaman 156-162)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (halaman 215-217)
  3. Kitab Lunyu 论语 VI:30
  4. Lagu rohani 'Semua Saudara'
  5. Papan tulis dan spidol untuk menulis hanzi
  6. Kertas dan alat tulis untuk latihan menulis hanzi dan karangan
  7. Media visual: gambar atau komik kisah Raja Shun (jika tersedia)
  8. Properti sederhana untuk bermain peran (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.