Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Kearifan Raja Yao dalam Mengatasi Banjir dan Memilih Penerus

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Kearifan Raja Yao dalam Mengatasi Banjir dan Memilih Penerus". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Kearifan Raja Yao dalam Mengatasi Banjir dan Memilih Penerus

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Kearifan Raja Yao dalam Mengatasi Banjir dan Memilih Penerus

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKearifan Raja Yao dalam Mengatasi Banjir dan Memilih Penerus
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis peranan Raja Tang Yao dalam mengatasi banjir dan upayanya memilih penerus yang bijaksana sebagai wujud tanggung jawab pemimpin berdasarkan wahyu Tian
  2. Murid dapat mengemukakan nilai-nilai kearifan Raja Yao yang dapat diteladani sebagai perilaku Jūnzĭ dalam kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa Raja Yao tidak memilih putranya sendiri sebagai penerus, tetapi memilih Shun?
  2. Apa yang akan terjadi pada rakyat jika banjir tidak dapat diatasi selama bertahun-tahun?
  3. Nilai kepemimpinan apa yang dapat kita teladani dari Raja Yao dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama (5 menit)
  • Guru melakukan jingzuo (duduk tenang) bersama murid untuk memusatkan pikiran selama 2-3 menit
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang masih ingat Raja Yao yang kita pelajari sebelumnya? Apa yang kalian ketahui tentang beliau?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar tentang kearifan Raja Yao dalam menghadapi bencana banjir dan memilih penerus yang bijaksana
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Mengapa seorang raja memilih orang lain, bukan putranya sendiri, sebagai penerus?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menceritakan kisah Raja Yao yang menghadapi bencana banjir Sungai Kuning selama 9 tahun dengan menggunakan media visual (gambar atau video sederhana)
  • Murid membaca teks dari buku siswa tentang usaha Raja Yao menyatukan suku-suku, mengajarkan pertanian, dan menghadapi bencana banjir
  • Guru membimbing diskusi kelas: 'Apa saja masalah yang dihadapi Raja Yao? Bagaimana sikap beliau menghadapi masalah tersebut?'
  • Murid mengidentifikasi karya-karya dan kebijaksanaan Raja Yao melalui kegiatan Aku Bisa: mengelompokkan informasi tentang Raja Yao menggunakan kertas warna-warni (merah: sejarah, kuning: penemuan, biru: masalah, hijau: kearifan)
  • Guru menjelaskan konsep wahyu Tian dan tanggung jawab pemimpin berdasarkan Kitab Lunyu XX:1

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid melakukan kegiatan Ice Breaking 'Cerita Berantai Raja Yao' secara berkelompok: setiap murid menyampaikan satu jasa Raja Yao secara berurutan
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk menganalisis: 'Apa dampak yang terjadi jika banjir tidak dapat diatasi? Mengapa Raja Yao memilih Shun, bukan putranya?'
  • Setiap kelompok menempelkan hasil identifikasi mereka di karton A3 yang telah disiapkan dengan bagan (Sejarah, Penemuan, Masalah, Kearifan)
  • Murid mempresentasikan hasil kerja kelompok dan mengemukakan nilai-nilai kearifan Raja Yao yang dapat diteladani
  • Guru memfasilitasi murid untuk menghubungkan nilai kepemimpinan Raja Yao dengan perilaku Jūnzĭ dalam kehidupan sehari-hari (contoh: bertanggung jawab, mengutamakan kepentingan umum, bijaksana dalam mengambil keputusan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan jingzuo untuk merenungkan kebijaksanaan Raja Yao dalam memilih Shun sebagai penerus
  • Murid menulis refleksi pribadi di buku tugas: 'Nilai kepemimpinan Raja Yao apa yang ingin saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana caranya?'
  • Beberapa murid berbagi refleksi mereka secara sukarela
  • Guru membimbing murid menyimpulkan pembelajaran: Raja Yao menunjukkan tanggung jawab pemimpin yang menerima wahyu Tian dengan mengutamakan kesejahteraan rakyat dan memilih penerus berdasarkan kebijaksanaan, bukan hubungan darah
  • Murid mengerjakan kegiatan Keluarga Junzi (tugas rumah): bertanya kepada orang tua tentang pemimpin yang baik dan mencatat jawabannya

Penutup:

  • Guru melakukan konfirmasi dengan menanyakan hal-hal yang belum dipahami murid
  • Guru memberikan penguatan materi melalui fitur 'Kini Kutahu' tentang sejarah dan kearifan Raja Tang Yao
  • Murid bersama guru menyanyikan lagu rohani 'Puji Syukur' sebagai ungkapan syukur atas teladan para Raja Suci
  • Guru memberikan asesmen akhir secara lisan: meminta 3-4 murid menyebutkan satu nilai kearifan Raja Yao
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya tentang Raja Da Yu dan Raja Wen
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan pendampingan lebih diberikan teks bergambar atau video pendek tentang Raja Yao. Murid yang cepat menangkap dapat membaca kutipan langsung dari Kitab Lunyu
  • Proses: Murid yang memerlukan waktu lebih dapat bekerja dalam kelompok dengan bimbingan guru. Murid yang lebih cepat dapat menjadi tutor sebaya atau diberi tantangan menganalisis kutipan Kitab Lunyu XX:1 lebih mendalam
  • Produk: Murid dapat memilih cara mempresentasikan hasil analisis: poster visual, drama pendek, atau presentasi lisan. Murid yang kesulitan menulis refleksi dapat menyampaikan secara lisan kepada guru

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengetahuan awal murid mengenai Raja Yao
  • Pertanyaan pemantik untuk mengukur pemahaman murid tentang konsep kepemimpinan dan pengambilan keputusan

Proses:

  • Observasi selama kegiatan mengidentifikasi karya Raja Yao dengan kertas warna-warni
  • Pengamatan partisipasi murid dalam cerita berantai dan diskusi kelompok
  • Pertanyaan sondasi untuk menggali pemahaman murid tentang hubungan wahyu Tian dengan tanggung jawab pemimpin
  • Penilaian presentasi kelompok tentang dampak bencana banjir dan alasan Raja Yao memilih Shun

Akhir:

  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang nilai kearifan Raja Yao yang dapat diteladani
  • Pertanyaan lisan: meminta murid menyebutkan satu nilai kearifan Raja Yao dan cara menerapkannya
  • Penilaian poster atau karton hasil kerja kelompok tentang kategorisasi sejarah, penemuan, masalah, dan kearifan Raja Yao

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok dan kegiatan cerita berantai
  • Penilaian hasil kerja kelompok dalam mengidentifikasi karya dan kearifan Raja Yao menggunakan kertas warna-warni
  • Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman

Sumatif:

  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang nilai kepemimpinan Raja Yao yang ingin diterapkan
  • Penilaian presentasi kelompok tentang analisis kearifan Raja Yao
  • Penilaian tugas Keluarga Junzi (wawancara dengan orang tua tentang pemimpin yang baik)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menganalisis peranan Raja Yao dalam mengatasi banjir dan memilih penerusMurid belum dapat menyebutkan usaha Raja Yao dalam mengatasi banjir dan belum memahami alasan pemilihan penerusMurid dapat menyebutkan minimal 1 usaha Raja Yao dalam mengatasi banjir tetapi belum dapat menjelaskan alasan pemilihan Shun sebagai penerusMurid dapat menyebutkan 2-3 usaha Raja Yao dalam mengatasi banjir dan dapat menjelaskan alasan pemilihan Shun dengan bimbingan guruMurid dapat menganalisis secara lengkap usaha Raja Yao dalam mengatasi banjir dan menjelaskan dengan jelas alasan pemilihan Shun sebagai wujud tanggung jawab pemimpin berdasarkan wahyu Tian
Kemampuan mengemukakan nilai-nilai kearifan Raja Yao sebagai teladan perilaku JūnzĭMurid belum dapat menyebutkan nilai kearifan Raja Yao yang dapat diteladaniMurid dapat menyebutkan 1 nilai kearifan Raja Yao tetapi belum dapat menghubungkannya dengan perilaku Jūnzĭ dalam kehidupan sehari-hariMurid dapat menyebutkan 2-3 nilai kearifan Raja Yao dan dapat memberikan 1 contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hariMurid dapat mengemukakan 3 atau lebih nilai kearifan Raja Yao dan memberikan contoh konkret penerapannya sebagai perilaku Jūnzĭ dalam kehidupan sehari-hari dengan refleksi mendalam
Partisipasi dalam kegiatan kelompok dan diskusiMurid pasif dalam kegiatan kelompok dan tidak memberikan kontribusi dalam diskusiMurid mengikuti kegiatan kelompok tetapi kontribusi dalam diskusi masih sangat terbatasMurid aktif dalam kegiatan kelompok dan memberikan pendapat dalam diskusi dengan bimbinganMurid sangat aktif dalam kegiatan kelompok, memberikan ide kreatif, dan berkontribusi dalam diskusi secara mandiri
Kualitas refleksi tertulisMurid belum dapat menulis refleksi tentang nilai kearifan Raja Yao yang ingin diterapkanMurid menulis refleksi secara sederhana tetapi belum menunjukkan pemahaman yang mendalamMurid menulis refleksi dengan menyebutkan nilai kearifan Raja Yao dan cara penerapannya secara umumMurid menulis refleksi mendalam dengan menunjukkan pemahaman nilai kearifan Raja Yao, rencana penerapan konkret, dan kesadaran diri untuk menjadi Jūnzĭ

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid dapat memahami konsep tanggung jawab pemimpin berdasarkan wahyu Tian melalui kisah Raja Yao?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik bagi murid dan bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apakah kegiatan jingzuo dan cerita berantai efektif membantu murid merenungkan dan memahami materi?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih mampu menerapkan nilai kearifan Raja Yao dalam kehidupan sehari-hari?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling menarik yang saya pelajari hari ini tentang Raja Yao?
  • Nilai kearifan Raja Yao apa yang ingin saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Bagaimana perasaan saya ketika mengetahui Raja Yao memilih Shun bukan putranya sendiri sebagai penerus?
  • Apa yang masih sulit saya pahami dari pembelajaran hari ini?
  • Bagaimana saya bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab seperti Raja Yao dalam kehidupan sekolah dan keluarga?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5
  3. Kitab Lunyu (论语) XX:1
  4. Karton ukuran A3 warna putih
  5. Kertas warna-warni (merah, kuning, biru, hijau) untuk kegiatan identifikasi
  6. Video atau gambar visual tentang Raja Yao dan bencana banjir Sungai Kuning
  7. Lagu rohani 'Puji Syukur'
  8. Spidol dan lem untuk kegiatan kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.