Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Raja Suci Huangdi: Wahyu, Karya, dan Keteladanannya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Raja Suci Huangdi: Wahyu, Karya, dan Keteladanannya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Raja Suci Huangdi: Wahyu, Karya, dan Keteladanannya

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Raja Suci Huangdi: Wahyu, Karya, dan Keteladanannya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikRaja Suci Huangdi: Wahyu, Karya, dan Keteladanannya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan wahyu Tian yang diterima Raja Huangdi dan karya-karya yang ditemukannya serta sumbangsihnya bagi ilmu pengetahuan dan budaya
  2. Murid dapat mengemukakan teladan sikap Raja Fu Xi dan Huangdi yang patut diteladani dalam kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara Raja Huangdi menerima petunjuk dari Tian?
  2. Karya-karya apa saja yang ditemukan Raja Huangdi untuk membantu rakyatnya?
  3. Sikap apa dari Raja Huangdi yang bisa kita tiru dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid melakukan jingzuo (meditasi) selama 3 menit untuk memusatkan pikiran
  • Guru menyanyikan lagu rohani 'Puji Syukur' bersama murid untuk menumbuhkan rasa syukur
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang masih ingat Raja Fu Xi yang kita pelajari sebelumnya?' dan 'Apa yang kalian ketahui tentang Raja Huangdi?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami wahyu Tian yang diterima Raja Huangdi dan meneladani sikap beliau

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar Raja Huangdi dan bertanya: 'Mengapa Raja Huangdi disebut sebagai raja suci?' (Berkesadaran)
  • Guru menceritakan kisah Raja Huangdi yang melakukan puasa dan menyucikan diri selama tujuh hari, kemudian menerima wahyu dari Tian setelah membawa perdamaian bagi rakyatnya
  • Murid membaca teks tentang karya-karya Raja Huangdi dari buku siswa: cara beribadah, astronomi, pembagian sawah, huruf tulis, pakaian sopan, nama hari dan tahun, undang-undang, pengobatan
  • Guru membimbing murid membuat mind map sederhana tentang wahyu dan karya Raja Huangdi di buku tulis masing-masing (Bermakna)
  • Murid berdiskusi berkelompok (4-5 orang) untuk mengidentifikasi karya Raja Huangdi yang masih kita rasakan manfaatnya hingga sekarang
  • Guru menulis hanzi 黄帝 (Huangdi) di papan tulis dan murid meniru menulisnya sambil memahami artinya

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok membuat poster sederhana yang menggambarkan satu karya Raja Huangdi dan hubungannya dengan kehidupan sekarang (misalnya: huruf tulis → buku pelajaran kita, pengobatan → rumah sakit) (Bermakna)
  • Guru memfasilitasi murid menganalisis sumbangsih karya Raja Huangdi bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya melalui diskusi kelompok
  • Murid mempresentasikan hasil poster kelompoknya di depan kelas dengan percaya diri (Menggembirakan)
  • Guru membimbing murid menghubungkan teladan Raja Huangdi (puasa untuk menyucikan diri, membawa perdamaian, menciptakan karya untuk rakyat) dengan sikap Jūnzĭ dalam kehidupan sehari-hari
  • Murid menulis dalam buku tugas: 'Satu sikap Raja Huangdi yang akan saya tiru minggu ini adalah...' dengan contoh konkret

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid melakukan refleksi diri dengan pertanyaan: 'Apa yang paling berkesan dari kisah Raja Huangdi?' dan 'Bagaimana kita bisa meniru ketulusan Raja Huangdi dalam membantu orang lain?' (Berkesadaran)
  • Murid menulis jurnal refleksi singkat: 'Hari ini saya belajar bahwa...' dan 'Saya akan mempraktikkan...'
  • Beberapa murid diminta membagikan refleksinya secara sukarela
  • Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap pemahaman murid tentang wahyu Tian dan keteladanan Raja Huangdi

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menceritakan kembali wahyu dan karya Raja Huangdi secara lisan (penilaian acak 5-6 murid)
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Raja Huangdi menerima wahyu Tian setelah menyucikan diri dan membawa perdamaian, beliau menemukan banyak karya untuk kemajuan rakyat, kita harus meneladani ketulusan dan dedikasinya
  • Guru memberikan tugas rumah: menulis cerita sederhana tentang 'Jika saya menjadi Raja Huangdi, saya akan...' (minimal 5 kalimat)
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan menyanyikan lagu rohani 'Puji Syukur' sebagai ungkapan syukur atas pembelajaran hari ini

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat membaca teks tambahan tentang hubungan Raja Huangdi dengan Nabi Kongzi sebagai keturunannya. Murid yang lambat diberikan teks yang lebih sederhana dengan poin-poin utama saja.
  • Proses: Murid yang cepat dapat membuat mind map yang lebih kompleks dengan cabang dan sub-cabang. Murid yang lambat dapat menggunakan template mind map yang sudah disediakan guru dengan kotak-kotak yang tinggal diisi.
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat poster dengan ilustrasi kreatif dan penjelasan tertulis yang lengkap. Murid yang lambat dapat membuat poster dengan gambar sederhana dan penjelasan singkat 2-3 kalimat.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan untuk mengecek pengetahuan awal murid tentang Raja Fu Xi dan Raja Huangdi
  • Mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik di awal pembelajaran

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok menggunakan checklist
  • Mengamati kemampuan murid membuat mind map tentang wahyu dan karya Raja Huangdi
  • Memberikan umpan balik langsung saat murid mempresentasikan poster
  • Mengecek tulisan hanzi 黄帝 yang dibuat murid

Akhir:

  • Unjuk kerja lisan: murid menceritakan wahyu Tian yang diterima Raja Huangdi dan karya-karyanya (dinilai dengan rubrik)
  • Penilaian produk poster kelompok dengan rubrik kreativitas dan keakuratan konten
  • Penilaian jurnal refleksi diri murid tentang teladan Raja Huangdi
  • Penilaian tugas rumah cerita 'Jika saya menjadi Raja Huangdi'

Formatif:

  • Observasi aktivitas murid saat membuat mind map dan berdiskusi kelompok
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman
  • Penilaian proses pembuatan poster kelompok

Sumatif:

  • Unjuk kerja menceritakan kembali wahyu dan karya Raja Huangdi
  • Penilaian produk poster kelompok
  • Penilaian tugas tertulis jurnal refleksi dan tugas rumah

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan wahyu dan karya Raja HuangdiMurid belum dapat menceritakan wahyu dan karya Raja Huangdi dengan tepat, butuh bimbingan penuhMurid dapat menceritakan sebagian wahyu atau karya Raja Huangdi dengan bantuan guruMurid dapat menceritakan wahyu dan minimal 3 karya Raja Huangdi dengan lancarMurid dapat menceritakan wahyu dan karya Raja Huangdi secara lengkap, runtut, dan menjelaskan sumbangsihnya bagi kehidupan
Mengemukakan teladan Raja HuangdiMurid belum dapat mengidentifikasi teladan dari Raja HuangdiMurid dapat menyebutkan 1 teladan Raja Huangdi dengan bantuanMurid dapat menyebutkan 2-3 teladan Raja Huangdi dan menjelaskan cara menerapkannyaMurid dapat mengemukakan teladan Raja Huangdi secara jelas dan memberikan contoh konkret penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Kreativitas poster kelompokPoster tidak sesuai tema, kurang rapi dan tidak ada penjelasanPoster sesuai tema namun sederhana, penjelasan kurang lengkapPoster menarik, sesuai tema, ada penjelasan yang cukup jelas tentang hubungan karya dengan kehidupan sekarangPoster sangat kreatif, informatif, rapi, menunjukkan pemahaman mendalam tentang sumbangsih karya Raja Huangdi
Sikap dalam pembelajaran (karakter Junzi)Murid kurang aktif, tidak menunjukkan sikap hormat dan syukur terhadap wahyu TianMurid mulai menunjukkan sikap hormat namun belum konsisten dalam partisipasiMurid aktif berpartisipasi, menunjukkan sikap hormat dan syukur terhadap wahyu Tian yang diterima Raja HuangdiMurid sangat antusias, menunjukkan sikap satya dan hormat yang konsisten, serta mampu menginspirasi teman-temannya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep wahyu Tian yang diterima Raja Huangdi?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif dalam membantu murid menghubungkan karya Raja Huangdi dengan kehidupan sekarang?
  • Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah cukup mengakomodasi kebutuhan murid yang beragam?
  • Bagaimana cara saya meningkatkan pemahaman murid tentang keteladanan Raja Huangdi agar lebih aplikatif?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari kisah Raja Huangdi yang kamu pelajari hari ini?
  • Karya Raja Huangdi mana yang menurutmu paling bermanfaat untuk kehidupan kita sekarang? Mengapa?
  • Sikap Raja Huangdi apa yang akan kamu tiru dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa yang masih ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang para Raja Suci?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V halaman 142-143
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V halaman 195-196
  3. Gambar Raja Huangdi dan ilustrasi karya-karyanya
  4. Kertas karton/manila untuk poster kelompok
  5. Spidol warna dan alat tulis
  6. Lagu rohani 'Puji Syukur'
  7. Papan tulis dan spidol untuk menulis hanzi 黄帝

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.