Modul AjarPertemuan 9Bab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Refleksi dan Penguatan: Sanjak Shijing tentang Para Leluhur Mulia dan Karakter Jūnzĭ Berbakti

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Refleksi dan Penguatan: Sanjak Shijing tentang Para Leluhur Mulia dan Karakter Jūnzĭ Berbakti". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Refleksi dan Penguatan: Sanjak Shijing tentang Para Leluhur Mulia dan Karakter Jūnzĭ Berbakti

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Refleksi dan Penguatan: Sanjak Shijing tentang Para Leluhur Mulia dan Karakter Jūnzĭ Berbakti

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikRefleksi dan Penguatan: Sanjak Shijing tentang Para Leluhur Mulia dan Karakter Jūnzĭ Berbakti
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membacakan dan merenungkan sanjak Shijing IV (San Song), Jilid III, Shang Song II – Lie Zu 烈祖 tentang para leluhur mulia sebagai inspirasi menumbuhkan keimanan dan kepribadian luhur.
  2. Murid dapat menampilkan karakter Jūnzĭ berbakti dengan membuat laporan atau karya nyata tentang pengalaman mengikuti sembahyang Qīngmíng bersama keluarga dan menyebutkan makna serta perlengkapannya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa kita perlu menghormati dan mengingat jasa para leluhur?
  2. Apa makna sembahyang Qīngmíng bagi kehidupan kalian sebagai keturunan yang berbakti?
  3. Bagaimana ajaran dalam Shijing tentang leluhur mulia dapat menginspirasi kita menjadi pribadi yang luhur?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa pembuka.
  • Guru mengajak murid melakukan jingzuo 静坐 (duduk tenang) selama 2-3 menit untuk menenangkan pikiran dan mempersiapkan hati menerima pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: merenungkan sanjak Shijing tentang leluhur mulia dan merefleksikan pengalaman sembahyang Qīngmíng.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah mengikuti sembahyang Qīngmíng bersama keluarga? Apa yang kalian rasakan saat itu?'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks sanjak Shijing IV (San Song), Jilid III, Shang Song II – Lie Zu 烈祖 kepada setiap murid.
  • Guru membacakan sanjak tersebut dengan lafal yang tepat, murid menyimak dengan penuh perhatian (Berkesadaran).
  • Murid membaca bersama-sama sanjak tersebut secara bergantian per baris atau kelompok kecil.
  • Guru menjelaskan makna sanjak: bagaimana para leluhur mulia menjadi inspirasi bagi keturunannya untuk memiliki kepribadian luhur dan keimanan yang kuat.
  • Murid mendiskusikan dalam kelompok kecil (3-4 orang): nilai-nilai apa yang dapat dipetik dari sanjak tentang para leluhur mulia? (Bermakna)
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
  • Guru memberikan observasi proses: mencatat keaktifan, pemahaman, dan sikap hormat murid terhadap ajaran leluhur.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan tugas: murid akan membuat laporan atau karya nyata tentang pengalaman mengikuti sembahyang Qīngmíng bersama keluarga.
  • Murid mulai menyusun laporan secara mandiri dengan panduan: kapan dan di mana sembahyang dilakukan, siapa saja yang hadir, apa yang dilakukan, perlengkapan apa saja yang digunakan (hio, buah, bunga, makanan, dll), dan apa makna kegiatan tersebut bagi diri dan keluarga.
  • Murid yang belum pernah mengikuti sembahyang Qīngmíng dapat membuat rencana atau imajinasi berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajari, atau mewawancarai keluarga/teman yang pernah mengikuti.
  • Murid dapat melengkapi laporan dengan gambar, foto, atau ilustrasi perlengkapan sembahyang (Menggembirakan, Kreatif).
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan, umpan balik, dan dorongan kepada murid yang membutuhkan bantuan.
  • Guru melakukan asesmen proses: mengamati keterampilan menulis, kreativitas, dan pemahaman murid tentang sembahyang Qīngmíng.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Beberapa murid (3-5 orang) diminta mempresentasikan laporan atau karya mereka di depan kelas.
  • Murid lain memberikan apresiasi dan tanggapan positif terhadap presentasi teman.
  • Guru memfasilitasi sesi refleksi dengan pertanyaan: 'Apa yang kalian rasakan setelah merenungkan sanjak Shijing dan mengingat kembali pengalaman sembahyang Qīngmíng?', 'Bagaimana kalian akan menunjukkan sikap bakti kepada leluhur dalam kehidupan sehari-hari?', 'Apa komitmen kalian sebagai Jūnzĭ yang berbakti?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi dalam buku catatan: satu hal berharga yang dipelajari hari ini dan satu tindakan nyata yang akan dilakukan untuk menghormati leluhur (Berkesadaran, Kemandirian).
  • Guru memberikan penguatan: pentingnya laku bakti kepada leluhur sebagai wujud kesusilaan (lĭ 礼) dan jalan menumbuhkan kepribadian luhur.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengumpulkan laporan atau karya nyata yang telah dibuat.
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi dan kerja keras mereka.
  • Guru menyampaikan ringkasan pembelajaran: sanjak Shijing mengajarkan kita untuk menghormati leluhur mulia, dan sembahyang Qīngmíng adalah wujud nyata laku bakti kita.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu rohani 'Jangan Teralah dalam Hidup' bersama-sama untuk memperkuat semangat bakti.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami dapat diberikan contoh konkret laporan sembahyang Qīngmíng, sedangkan murid yang sudah paham dapat diminta mendalami makna filosofis dari sanjak Shijing.
  • Proses: Murid yang kesulitan menulis dapat menyampaikan laporan secara lisan atau melalui gambar/ilustrasi, sedangkan murid yang cepat dapat menambahkan analisis nilai-nilai karakter Jūnzĭ dalam laporan mereka.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk karya: laporan tertulis, poster, mind map, atau presentasi multimedia sesuai kekuatan dan minat mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang pernah mengikuti sembahyang Qīngmíng? Apa yang kalian ingat tentang kegiatan tersebut?'
  • Observasi respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengetahui pengetahuan awal dan pengalaman mereka.

Proses:

  • Observasi keaktifan murid saat diskusi kelompok tentang nilai-nilai dari sanjak Shijing
  • Mengamati keterampilan dan kreativitas murid saat menyusun laporan atau karya nyata
  • Memberikan umpan balik formatif selama proses pembelajaran untuk mendorong perbaikan dan penguatan

Akhir:

  • Penilaian laporan atau karya nyata tentang pengalaman sembahyang Qīngmíng menggunakan rubrik (kelengkapan informasi, pemahaman makna, kreativitas, kerapian)
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang komitmen menunjukkan sikap bakti kepada leluhur
  • Presentasi beberapa murid sebagai representasi pencapaian pembelajaran

Formatif:

  • Observasi keaktifan dan sikap hormat murid saat membaca dan mendiskusikan sanjak Shijing
  • Tanya jawab lisan untuk mengecek pemahaman murid tentang makna sembahyang Qīngmíng
  • Umpan balik saat murid menyusun laporan atau karya nyata

Sumatif:

  • Penilaian laporan atau karya nyata tentang pengalaman sembahyang Qīngmíng dengan rubrik
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang sikap bakti kepada leluhur

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman sanjak Shijing tentang leluhur muliaMurid belum dapat menjelaskan makna sanjak dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnyaMurid dapat menjelaskan makna sanjak secara sederhana namun belum menghubungkan dengan nilai-nilai kepribadian luhurMurid dapat menjelaskan makna sanjak dan mengidentifikasi beberapa nilai kepribadian luhur yang dapat diteladaniMurid dapat menjelaskan makna sanjak secara mendalam, mengidentifikasi nilai-nilai kepribadian luhur, dan menghubungkannya dengan sikap bakti dalam kehidupan sehari-hari
Laporan atau karya nyata tentang sembahyang QīngmíngLaporan tidak lengkap, tidak menyebutkan perlengkapan dan makna sembahyangLaporan berisi pengalaman sembahyang namun penjelasan perlengkapan dan makna masih sangat terbatasLaporan berisi pengalaman sembahyang dengan menyebutkan beberapa perlengkapan dan makna secara memadaiLaporan lengkap, rinci, menyebutkan perlengkapan sembahyang beserta makna dan fungsinya, disertai refleksi mendalam tentang sikap bakti, dan dilengkapi dengan gambar/foto/ilustrasi yang relevan
Karakter Jūnzĭ: sikap bakti kepada leluhurMurid belum menunjukkan sikap hormat dan pemahaman tentang pentingnya bakti kepada leluhurMurid mulai menunjukkan sikap hormat namun pemahaman tentang laku bakti masih terbatasMurid menunjukkan sikap hormat dan dapat menjelaskan pentingnya bakti kepada leluhur dalam kehidupanMurid menunjukkan sikap hormat yang konsisten, memahami makna mendalam bakti kepada leluhur, dan berkomitmen melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari
Refleksi dan kesadaran diriMurid belum dapat merefleksikan pembelajaran dan belum merumuskan tindakan nyataMurid dapat merefleksikan pembelajaran namun tindakan nyata yang dirumuskan masih umum dan tidak spesifikMurid dapat merefleksikan pembelajaran dengan baik dan merumuskan tindakan nyata yang spesifik untuk menunjukkan sikap baktiMurid merefleksikan pembelajaran secara mendalam, merumuskan tindakan nyata yang spesifik dan realistis, serta menunjukkan komitmen kuat untuk menjadi pribadi yang berbakti kepada leluhur

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Indikator apa yang menunjukkan pencapaian tersebut?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik perhatian murid? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid? Adakah murid yang memerlukan pendampingan khusus?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran tentang bakti kepada leluhur di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling berharga yang saya pelajari hari ini tentang para leluhur mulia dan sikap bakti?
  • Bagaimana perasaan saya setelah merenungkan sanjak Shijing dan mengingat kembali pengalaman sembahyang Qīngmíng?
  • Apa tindakan nyata yang akan saya lakukan untuk menunjukkan sikap bakti kepada leluhur dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa yang masih ingin saya ketahui lebih dalam tentang ajaran leluhur dan laku bakti?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5
  3. Teks sanjak Shijing IV (San Song), Jilid III, Shang Song II – Lie Zu 烈祖 (308): Para Leluhur Mulia
  4. Kalender Kongzili untuk referensi hari sembahyang
  5. Gambar atau foto perlengkapan sembahyang Qīngmíng (hio, buah, bunga, makanan persembahan)
  6. Video atau dokumentasi sembahyang Qīngmíng (jika tersedia)
  7. Alat tulis, kertas, pensil warna, atau peralatan menggambar untuk membuat laporan/karya
  8. Lagu rohani 'Jangan Teralah dalam Hidup'

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.