Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Silsilah Keluargaku: Tiga Tingkatan Laku Bakti dan Akhir Laku Bakti

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Silsilah Keluargaku: Tiga Tingkatan Laku Bakti dan Akhir Laku Bakti". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Silsilah Keluargaku: Tiga Tingkatan Laku Bakti dan Akhir Laku Bakti

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Silsilah Keluargaku: Tiga Tingkatan Laku Bakti dan Akhir Laku Bakti

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikSilsilah Keluargaku: Tiga Tingkatan Laku Bakti dan Akhir Laku Bakti
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan tiga tingkatan dalam laku bakti dan membedakan Awal serta Akhir Laku Bakti berdasarkan sanjak Kitab Liji XXI (Ji Yi II):4 dan Liji XXI (Ji Yi II):11
  2. Murid dapat memahami arti serta melafalkan hanzi 爷爷 (yéye) dan 奶奶 (nǎinai) sebagai bentuk pengenalan dan penghormatan kepada kakek dan nenek
  3. Murid dapat membuat silsilah keluarga sendiri dan mengidentifikasi posisi leluhur dalam struktur keluarga

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa saja anggota keluarga kalian dari kakek-nenek sampai ke kalian?
  2. Mengapa kita perlu mengenal dan menghormati leluhur kita?
  3. Apa saja cara kita menunjukkan sikap bakti kepada orang tua dan leluhur dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang masih ingat apa itu laku bakti?' dan 'Siapa yang tahu nama kakek dan nenek kalian dalam bahasa Mandarin?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami tiga tingkatan laku bakti, membedakan Awal dan Akhir Laku Bakti, serta belajar menyebut kakek-nenek dalam hanzi.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Mengapa kita perlu mengenal silsilah keluarga kita?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan bagan silsilah keluarga sederhana di papan tulis atau proyektor, menjelaskan struktur dari kakek-nenek hingga cucu.
  • Guru membacakan sanjak dari Kitab Liji XXI (Ji Yi II):4 dan 11 tentang Awal dan Akhir Laku Bakti, lalu menjelaskan artinya dengan bahasa sederhana.
  • Guru menjelaskan tiga tingkatan dalam laku bakti: (1) Memberi perawatan kepada orang tua, (2) Memuliakan orang tua, (3) Mengikuti garis ayah/menjaga nama baik keluarga sebagai wujud dan akhir laku bakti.
  • Guru menjelaskan perbedaan Awal Laku Bakti (merawat orang tua saat masih hidup) dan Akhir Laku Bakti (menghormati leluhur yang telah wafat dan menjaga nama baik keluarga).
  • Guru memperkenalkan hanzi 爷爷 (yéye) untuk kakek dan 奶奶 (nǎinai) untuk nenek, menulis di papan tulis, dan melafalkan bersama murid beberapa kali.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid diminta membuat bagan silsilah keluarga sendiri di buku tugas, mengisi nama kakek-nenek dari ayah dan ibu, nama orang tua, dan diri sendiri.
  • Murid menuliskan hanzi 爷爷 dan 奶奶 di samping nama kakek dan nenek mereka, lalu berlatih melafalkannya.
  • Guru membagikan lembar kerja berisi gambar berbagai aktivitas anak terhadap orang tua. Murid menganalisis dan mengelompokkan gambar mana yang menunjukkan Awal Laku Bakti dan mana yang menunjukkan Akhir Laku Bakti, kemudian menuliskan alasannya.
  • Murid berpasangan untuk saling menceritakan silsilah keluarga mereka dan mempraktikkan menyebut 爷爷 dan 奶奶 dalam kalimat sederhana.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: murid berbagi satu contoh konkret bagaimana mereka bisa menerapkan ketiga tingkatan laku bakti di rumah.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merenung: 'Apa yang baru kalian pahami hari ini tentang laku bakti kepada keluarga dan leluhur?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di buku catatan: satu hal yang akan mereka lakukan minggu ini untuk menunjukkan laku bakti kepada orang tua atau kakek-nenek.
  • Beberapa murid secara sukarela membagikan refleksinya kepada teman-teman.
  • Guru memberikan penguatan positif dan menekankan pentingnya menjaga nama baik keluarga sebagai wujud tertinggi laku bakti.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan kuis lisan singkat: 'Sebutkan tiga tingkatan laku bakti' dan 'Apa perbedaan Awal dan Akhir Laku Bakti?'
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: pentingnya mengenal silsilah keluarga, memahami tiga tingkatan laku bakti, dan menghormati leluhur.
  • Guru memberikan tugas rumah: melengkapi silsilah keluarga dengan foto bila ada dan menanyakan cerita kakek-nenek kepada orang tua.
  • Guru menutup pembelajaran dengan menyanyikan lagu 'Jangan Teralah Dalam Hidup' bersama-sama.
  • Berdoa penutup dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan dapat diberi bagan silsilah yang sudah terstruktur dengan panduan pengisian. Murid yang cepat dapat diminta menambahkan informasi tambahan seperti tempat lahir atau pekerjaan anggota keluarga.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan dapat bekerja dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru. Murid yang mandiri dapat mengeksplorasi silsilah hingga generasi lebih jauh (buyut).
  • Produk: Murid dapat memilih membuat silsilah dalam bentuk bagan tulisan, gambar berwarna, atau diagram kreatif dengan dekorasi. Murid yang cepat dapat menambahkan narasi singkat tentang jasa leluhur keluarga mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid: 'Siapa yang masih ingat apa itu laku bakti?' dan mencatat pemahaman awal murid
  • Guru menanyakan: 'Siapa yang tahu nama kakek dan nenek kalian dalam bahasa Mandarin?' untuk mengukur pengetahuan hanzi dasar

Proses:

  • Observasi saat murid membuat bagan silsilah: apakah struktur sudah benar, apakah hanzi ditulis dengan tepat
  • Mendengarkan pelafalan 爷爷 dan 奶奶 saat praktik berpasangan
  • Memeriksa analisis gambar Awal dan Akhir Laku Bakti: apakah alasan yang diberikan menunjukkan pemahaman konsep
  • Mendengarkan diskusi kelas tentang penerapan tiga tingkatan laku bakti

Akhir:

  • Kuis lisan: 'Sebutkan tiga tingkatan laku bakti' dan 'Apa perbedaan Awal dan Akhir Laku Bakti?'
  • Penilaian bagan silsilah keluarga yang telah dibuat murid
  • Membaca refleksi tertulis murid tentang komitmen menerapkan laku bakti

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid saat diskusi dan praktik melafalkan hanzi
  • Pemeriksaan lembar kerja analisis gambar Awal dan Akhir Laku Bakti
  • Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran

Sumatif:

  • Penilaian hasil bagan silsilah keluarga
  • Kuis lisan tentang tiga tingkatan laku bakti dan perbedaan Awal-Akhir Laku Bakti
  • Penilaian refleksi tertulis murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Tiga Tingkatan Laku BaktiMurid belum dapat menyebutkan tingkatan laku bakti dengan benarMurid dapat menyebutkan 1-2 tingkatan laku bakti tetapi belum lengkapMurid dapat menyebutkan ketiga tingkatan laku bakti dengan benarMurid dapat menyebutkan dan menjelaskan ketiga tingkatan laku bakti dengan contoh konkret
Pemahaman Awal dan Akhir Laku BaktiMurid belum dapat membedakan Awal dan Akhir Laku BaktiMurid dapat menyebutkan definisi tetapi belum bisa membedakan keduanyaMurid dapat membedakan Awal dan Akhir Laku Bakti dengan tepatMurid dapat membedakan dan memberikan contoh konkret Awal dan Akhir Laku Bakti dalam kehidupan
Penguasaan Hanzi 爷爷 dan 奶奶Murid belum dapat menulis atau melafalkan hanzi dengan benarMurid dapat menulis hanzi tetapi pelafalan masih kurang tepatMurid dapat menulis dan melafalkan hanzi dengan benarMurid dapat menulis, melafalkan, dan menggunakan hanzi dalam kalimat sederhana
Pembuatan Bagan Silsilah KeluargaBagan silsilah belum lengkap atau struktur belum benarBagan silsilah lengkap tetapi struktur kurang rapiBagan silsilah lengkap dan struktur sudah benarBagan silsilah lengkap, terstruktur, dan disertai informasi tambahan atau dekorasi kreatif

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memahami konsep tiga tingkatan laku bakti?
  • Apakah penggunaan bagan silsilah dan analisis gambar efektif untuk membantu murid memahami materi?
  • Diferensiasi apa yang perlu ditingkatkan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu sudah sesuai atau perlu penyesuaian?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Apa yang masih sulit dipahami tentang laku bakti?
  • Bagaimana perasaan kalian setelah mengenal silsilah keluarga lebih dalam?
  • Apa yang akan kalian lakukan untuk menunjukkan laku bakti kepada keluarga?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas V
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas V
  3. Kitab Liji XXI (Ji Yi II) sanjak 4 dan 11
  4. Kartu hanzi untuk 爷爷 dan 奶奶
  5. Lembar kerja analisis gambar Awal dan Akhir Laku Bakti
  6. Kertas/karton untuk membuat bagan silsilah
  7. Papan tulis dan spidol
  8. Lirik lagu 'Jangan Teralah Dalam Hidup'

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.