Modul AjarBab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 4: Teladan Ibunda Agung

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 4 untuk Bab 4 "Teladan Ibunda Agung", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 4: Teladan Ibunda Agung

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 4 — Teladan Ibunda Agung

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 4 — Teladan Ibunda Agung
Alokasi Waktu27 JP (27 x 35 menit = 945 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.4.1 Menjelaskan keteladanan ibunda Nabi Kongzi
  2. TP 4.4.2 Menjelaskan keteladanan ibunda Mengzi
  3. TP 4.4.3 Menjelaskan keteladanan ibunda Ouyang Xiu
  4. TP 4.4.4 Menjelaskan keteladanan ibunda Yue Fei

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah sosok ibunda yang membesarkan dan membimbing Nabi Kongzi sejak kecil?
  2. Keteladanan dan budi pekerti apa saja yang dimiliki oleh Ibunda Yan Zhengzai yang dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Bagaimana cara Ibunda Yan Zhengzai membimbing Kongzi kecil agar tetap tekun belajar meskipun hidup dalam kesederhanaan?
  4. Mengapa Ibunda Yan Zhengzai mengantar Kongzi kecil belajar kepada kakeknya (Kakek Yan Xiang)?
  5. Mengapa lingkungan tempat tinggal dan teman bermain sangat memengaruhi kebiasaan belajar kita?
  6. Apa alasan Ibunda Mengzi rela berpindah rumah hingga tiga kali demi Mengzi kecil?
  7. Mengapa Ibunda Mengzi rela memotong kain tenun yang sedang ditenunnya ketika Mengzi membolos sekolah?
  8. Apa arti perumpamaan kain tenun yang terpotong dengan ketekunan kita dalam belajar?
  9. Apa yang dapat dilakukan seorang ibu jika ingin anaknya pandai menulis tetapi tidak memiliki uang untuk membeli buku dan pensil?
  10. Bagaimana ibunda Ouyang Xiu memanfaatkan tanaman di alam sekitar untuk mengajarkan ketekunan kepada anaknya?
  11. Mengapa Ibunda Ouyang Xiu tetap mengajarkan sikap jujur dan berbudi luhur meskipun keluarganya hidup dalam kemiskinan?
  12. Bagaimana nasihat Ibunda Ouyang Xiu menjaga Ouyang Xiu agar tetap menjadi pejabat yang jujur dan tidak menerima suap?
  13. Bagaimana cara Ibunda Yue Fei mendidik Yue Fei ketika keluarga mereka hidup dalam keterbatasan?
  14. Apa arti empat huruf 'Jing Zhong Bao Guo' yang dituliskan sang ibu di punggung Yue Fei untuk pengabdian kepada tanah air?
  15. Mengapa Ibunda Yue Fei rela merelakan anak satu-satunya pergi ke medan perang demi membela negara?
  16. Apa makna pesan moral 'Jing Zhong Bao Guo' yang diukirkan di punggung Yue Fei bagi kehidupan kita saat ini?
  17. Nilai keteladanan apa yang paling berkesan dari para Ibunda Agung yang telah kita pelajari?
  18. Bagaimana keteladanan ibunda Nabi Kongzi, Mengzi, Ouyang Xiu, dan Yue Fei dapat kita jelaskan secara runtut dan tepat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Latar Belakang dan Pribadi Luhur Ibunda Nabi Kongzi (Yan Zhengzai) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.1 Menjelaskan keteladanan ibunda Nabi Kongzi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan Wei De Dong Tian dan mengajak murid melakukan hening sejenak (jingzuo) untuk mempersiapkan kesadaran belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menjelaskan keteladanan dan latar belakang Ibunda Nabi Kongzi (Yan Zhengzai) (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan: (1) 'Siapakah nama ibunda Nabi Kongzi?' (acuan: Yan Zhengzai) dan (2) 'Sebutkan 1 contoh sikap luhur ibunda Nabi Kongzi yang kamu ketahui!' (acuan salah satu: sabar, setia/berbakti bersembahyang di bukit Ni, rajin beribadah, atau sangat memperhatikan pendidikan anak) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan dan membaca teks riwayat ringkas tentang latar belakang kehidupan Ibunda Yan Zhengzai yang setia mendampingi ayah Nabi bersembahyang memohon putra di bukit Ni, serta membesarkan Nabi Kongzi seorang diri sejak usia 3 tahun dengan penuh kesabaran dan ketaatan ibadah (15 menit).
  • Murid mengidentifikasi 4 pilar pribadi luhur Ibunda Yan Zhengzai berdasarkan teks bacaan: (1) Sabar membesarkan anak seorang diri, (2) Setia bersembahyang bersama ayah Nabi di bukit Ni, (3) Rajin beribadah dengan mengajak Kongzi kecil bersembahyang, (4) Memperhatikan pendidikan anak dengan membimbing belajar sejak dini (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kuis interaktif berpasangan 'Tebak Kartu Keteladanan Yan Zhengzai' yang menggembirakan, di mana murid mencocokkan 4 kartu kisah dengan 4 nilai keteladanan yang tepat: Kisah 1 'Ikut suami bersembahyang ke bukit Ni memohon putra' -> Setia; Kisah 2 'Membesarkan Nabi Kongzi seorang diri tanpa mengeluh sejak usia 3 tahun' -> Sabar; Kisah 3 'Kerap mengajak Kongzi kecil melakukan persembahyangan' -> Rajin beribadah; Kisah 4 'Mendampingi Nabi belajar membaca dan mengenal buku sejak usia dini' -> Memperhatikan pendidikan anak (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja penjelasan dengan menjelaskan secara tertulis 4 keteladanan Ibunda Yan Zhengzai berdasarkan fakta kisahnya sesuai acuan yang dipelajari (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil penjelasan keteladanan yang telah ditulisnya dan menyimpulkan nilai budi pekerti Ibunda Yan Zhengzai yang paling berkesan bagi dirinya (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang 4 keteladanan Ibunda Yan Zhengzai (sabar, setia, rajin beribadah, dan memperhatikan pendidikan anak) (8 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid serta menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai kegigihan Ibunda Nabi Kongzi dalam mendidik Kongzi kecil (5 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa syukur bersama dan salam penutup Xian You Yi De (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar teks kisah dengan bantuan penanda kata kunci nilai keteladanan bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan penuntun bertahap, sedangkan murid yang cepat menjelaskan diminta menambahkan ulasan mengapa sikap setia dan sabar Ibunda Yan Zhengzai sangat penting bagi masa kecil Nabi Kongzi.
  • Produk: Format penjelasan dapat berupa peta pikiran deskriptif atau uraian kalimat terstruktur berisi 4 keteladanan lengkap beserta peristiwanya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) 'Siapakah nama ibunda Nabi Kongzi?' (acuan tepat: Yan Zhengzai); (2) 'Sebutkan 1 contoh sikap luhur ibunda Nabi Kongzi yang kamu ketahui!' (acuan tepat salah satu dari: sabar, setia mendampingi suami/bersembahyang di bukit Ni, rajin beribadah, atau memperhatikan pendidikan anak).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan mencocokkan 4 kartu kisah dengan 4 nilai keteladanan pada kuis berpasangan (acuan: Kisah bersembahyang ke bukit Ni = Setia; Kisah merawat sendirian tanpa mengeluh = Sabar; Kisah membawa Kongzi sembahyang = Rajin beribadah; Kisah mendampingi belajar = Memperhatikan pendidikan anak).
  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan mandiri yang memuat 4 keteladanan Ibunda Yan Zhengzai secara lengkap dan runtut.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi: Murid menjelaskan 4 keteladanan Ibunda Yan Zhengzai beserta bukti peristiwanya: (1) Sabar (bukti: merawat dan membesarkan Nabi Kongzi seorang diri setelah sang ayah wafat ketika Nabi berusia 3 tahun); (2) Setia (bukti: patuh dan setia mendampingi ayah Nabi bersembahyang di bukit Ni); (3) Rajin beribadah (bukti: senantiasa mengajak Kongzi kecil bersembahyang); (4) Memperhatikan pendidikan anak (bukti: mendampingi Kongzi kecil belajar dan membaca buku sejak dini).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal lisan tentang tokoh ibunda Nabi Kongzi dan sikap luhurnya
  • Observasi unjuk kerja permainan pencocokan kartu keteladanan berpasangan
  • Penilaian tugas lembar kerja menjelaskan 4 keteladanan Ibunda Yan Zhengzai beserta fakta peristiwanya

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan keteladanan ibunda Nabi Kongzi (Yan Zhengzai)Belum mampu menjelaskan keteladanan Ibunda Yan Zhengzai atau hanya menyebutkan 1 keteladanan secara tepat dengan bantuan penuh pendidik (acuan 4 keteladanan: sabar, setia, rajin beribadah, memperhatikan pendidikan anak).Menjelaskan 2 dari 4 keteladanan Ibunda Yan Zhengzai secara tepat berdasarkan kisah riwayatnya (acuan: sabar merawat sendirian, setia bersembahyang di bukit Ni, rajin beribadah mengajak anak, memperhatikan pendidikan membimbing belajar).Menjelaskan 3 dari 4 keteladanan Ibunda Yan Zhengzai secara tepat berdasarkan kisah riwayatnya secara mandiri (acuan: sabar merawat sendirian, setia bersembahyang di bukit Ni, rajin beribadah mengajak anak, memperhatikan pendidikan membimbing belajar).Menjelaskan seluruh 4 keteladanan Ibunda Yan Zhengzai (sabar merawat sendirian, setia bersembahyang di bukit Ni, rajin beribadah mengajak anak, dan memperhatikan pendidikan membimbing belajar) secara tepat, lengkap beserta peristiwanya, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah kegiatan mencocokkan kartu kisah keteladanan berhasil mengaktifkan pemahaman murid tentang pribadi luhur Ibunda Yan Zhengzai?
  • Bagian penjelasan mana yang masih membutuhkan pendalaman atau scaffolding tambahan bagi murid di pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Teladan luhur apakah dari Ibunda Yan Zhengzai yang paling ingin kamu tiru dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apakah kamu dapat menjelaskan kisah Ibunda Yan Zhengzai dengan jelas kepada teman sebangkumu?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Kegigihan Ibunda Nabi Kongzi dalam Mendidik Kongzi Kecil — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.1 Menjelaskan keteladanan ibunda Nabi Kongzi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam religius (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), mengajak murid membacakan doa pembuka belajar bersama secara khidmat (5 menit).
  • Guru bersama murid melantunkan lagu pujian bertema bakti kepada orang tua untuk membangkitkan suasana gembira (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik lisan mengenai latar belakang Ibunda Yan Zhengzai yang telah dipelajari sebelumnya: (1) Siapa nama ibunda Nabi Kongzi? (acuan: Yan Zhengzai); (2) Pada usia berapa Nabi Kongzi ditinggal wafat oleh ayahnya? (acuan: usia 3 tahun) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan dan membaca teks materi tentang kegigihan Ibunda Yan Zhengzai dalam mendidik Kongzi kecil seorang diri: membiasakan bersembahyang sejak dini, mendampingi belajar membaca buku di rumah, dan mengantarkannya belajar ke rumah Kakek Yan Xiang saat usia 7 tahun agar wawasannya semakin berkembang luas (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati 3 pertanyaan panduan untuk memahami bentuk kegigihan Ibunda Yan Zhengzai: (1) Mengapa Ibunda Yan Zhengzai sering mengajak Kongzi kecil bersembahyang? (acuan: agar mengenal tata krama persembahyangan dan memupuk rasa hormat/bakti kepada Tian dan leluhur); (2) Apa wujud keteladanan Ibunda dalam mendampingi belajar di rumah? (acuan: mendampingi membaca buku dengan sabar sehingga Kongzi kecil gemar membaca dan tekun belajar); (3) Apa tujuan Ibunda mengantar Kongzi ke rumah Kakek Yan Xiang? (acuan: memperluas wawasan, rasa ingin tahu, dan memperdalam ilmu pengetahuan) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Kartu Keteladanan Ibunda Yan Zhengzai', di mana tiap pasangan mencocokkan kartu peristiwa dengan kartu bentuk kegigihan Ibunda yang relevan secara antusias dan menggembirakan; daftar kartu: Kartu Peristiwa 1 'Kongzi diajak ikut sembahyang di bukit dan rumah' dipasangkan dengan Kartu Keteladanan A 'Membiasakan tata cara ibadah dan rasa hormat sejak usia dini'; Kartu Peristiwa 2 'Kongzi didampingi membaca buku di rumah' dipasangkan dengan Kartu Keteladanan B 'Menumbuhkan kecintaan membaca dan ketekunan belajar di tengah keterbatasan'; Kartu Peristiwa 3 'Kongzi diantar ke rumah Kakek Yan Xiang pada usia 7 tahun' dipasangkan dengan Kartu Keteladanan C 'Mengusahakan pendidikan terbaik untuk memperluas wawasan keilmuan' (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja 'Penjelasan Kegigihan Ibunda Yan Zhengzai' yang memuat 3 tugas penjelasan tertulis: Butir 1: Jelaskan kegigihan Ibunda Yan Zhengzai dalam mendidik tata ibadah Kongzi kecil (acuan: Ibunda mengajak serta Kongzi kecil bersembahyang sehingga Kongzi terbiasa meniru dan mempraktikkan tata cara sembahyang dengan khidmat sejak kecil); Butir 2: Jelaskan kegigihan Ibunda Yan Zhengzai dalam mendidik belajar di rumah (acuan: Ibunda selalu meluangkan waktu mendampingi Kongzi kecil membaca buku secara teratur sehingga terbangun kecerdasan dan kecintaan belajar); Butir 3: Jelaskan alasan dan keteladanan Ibunda Yan Zhengzai mengantar Kongzi belajar kepada kakeknya (acuan: Ibunda berkorban tenaga mengantarkannya ke Kakek Yan Xiang demi memperoleh bimbingan belajar yang lebih luas dan bermutu) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk tenang (jingzuo) sejenak merenungkan keteladanan kegigihan Ibunda Yan Zhengzai serta menghubungkannya dengan pengorbanan orang tua masing-masing dalam mendidik mereka sehari-hari (10 menit).
  • Guru memfasilitasi perwakilan murid untuk menyampaikan satu hal yang disadari tentang pentingnya menghargai kegigihan orang tua dalam mendidik anak (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali poin-poin penjelasan mengenai keteladanan kegigihan Ibunda Yan Zhengzai dalam mendidik Kongzi kecil (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap proses belajar yang telah dilakukan dan menutup pembelajaran dengan doa penutup serta salam penutup (Xian You Yi De - Wei De Dong Tian) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkas bergambar tentang 3 peristiwa kegigihan Ibunda Yan Zhengzai, sedangkan murid yang sudah mahir membaca teks narasi yang lebih komprehensif.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan merumuskan penjelasan didampingi dengan pertanyaan pancingan terstruktur, sedangkan murid yang mandiri langsung menjelaskan secara tertulis.
  • Produk: Pada tugas penjelasan tertulis, murid yang membutuhkan bimbingan cukup menuliskan 2-3 kalimat penjelasan kunci per butir, sedangkan murid yang mahir menuliskan penjelasan mendalam beserta contoh konkret kegigihannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik kesiapan materi: (1) Siapa nama ibunda Nabi Kongzi? (acuan: Yan Zhengzai); (2) Pada usia berapa Nabi Kongzi ditinggal wafat oleh ayahnya? (acuan: usia 3 tahun)

Proses:

  • Observasi formatif saat kuis pencocokan kartu: menilai ketepatan pasangan antara 3 peristiwa Kongzi kecil dengan 3 kartu keteladanan kegigihan Ibunda Yan Zhengzai (acuan pasangan: Peristiwa 1 - Keteladanan A; Peristiwa 2 - Keteladanan B; Peristiwa 3 - Keteladanan C)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis berupa lembar kerja menjelaskan 3 butir kegigihan Ibunda Yan Zhengzai: (1) Menjelaskan keteladanan membiasakan tata cara ibadah sejak dini; (2) Menjelaskan keteladanan mendampingi belajar membaca di rumah; (3) Menjelaskan keteladanan mengusahakan pendidikan terbaik ke rumah kakek Yan Xiang (acuan jawaban: sesuai butir acuan pada langkah inti Mengaplikasi)

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan tentang latar belakang Ibunda Yan Zhengzai
  • Asesmen proses melalui pengamatan ketepatan pencocokan kartu keteladanan saat kegiatan kuis
  • Asesmen tertulis mandiri menjelaskan 3 bentuk kegigihan Ibunda Yan Zhengzai pada lembar kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan keteladanan kegigihan Ibunda Nabi Kongzi dalam mendidikBelum mampu menjelaskan keteladanan kegigihan Ibunda Nabi Kongzi pada ketiga butir tugas (ibadah, belajar di rumah, mengantar ke kakek) meskipun telah diberikan panduan dan bantuan guru.Mampu menjelaskan 1 dari 3 butir keteladanan kegigihan Ibunda Nabi Kongzi secara tepat sesuai acuan dengan bantuan/arahan guru.Mampu menjelaskan 2 dari 3 butir keteladanan kegigihan Ibunda Nabi Kongzi secara tepat sesuai acuan secara mandiri.Mampu menjelaskan seluruh (3 dari 3) butir keteladanan kegigihan Ibunda Nabi Kongzi (ibadah, belajar di rumah, mengantar ke kakek) secara tepat dan runtut sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan telah memfasilitasi murid memahami keteladanan kegigihan Ibunda Yan Zhengzai?
  • Apakah teknik scaffolding dan diferensiasi proses efektif membantu murid yang kesulitan menjelaskan secara tertulis?

Murid:

  • Teladan apa dari Ibunda Yan Zhengzai dalam mendidik Kongzi kecil yang paling menginspirasiku?
  • Bagaimana caraku menunjukkan rasa hormat dan terima kasih atas jerih payah orang tuaku yang telah mendidikku?

Pertemuan 3 — Menjelaskan Keteladanan Ibunda Mengzi Memilih Lingkungan Pendidikan Tiga Kali Pindah Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.2 Menjelaskan keteladanan ibunda Mengzi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam keagamaan Khonghucu (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai riwayat Mengzi dan ibunya: Guru menanyakan (1) siapa nama tokoh ibu bijaksana yang melahirkan tokoh Mengzi, dan (2) mengapa lingkungan belajar itu penting bagi seorang anak (acuan diagnostik: (1) Ibunda Mengzi / Ibu Meng; (2) karena lingkungan membentuk kebiasaan dan perilaku anak) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penuturan guru dan membaca teks kisah teladan Ibunda Mengzi yang berpindah rumah tiga kali: (1) Lingkungan makam: Mengzi menirukan orang berkabung/menangis; (2) Lingkungan pasar: Mengzi menirukan pedagang memotong daging babi/kambing dan tawar-menawar; (3) Lingkungan sekolah: Mengzi menirukan murid-murid yang tekun belajar dan bersikap sopan (15 menit).
  • Guru memberikan penjelasan mendalam bahwa keputusan Ibunda Mengzi berpindah rumah menunjukkan keteladanan kebijaksanaan, rasa kasih sayang, dan kepekaan orang tua dalam menyediakan lingkungan terbaik bagi pendidikan karakter dan kebajikan anak (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti aktivitas kuis pasangan interaktif 'Menata Jejak Tiga Rumah Ibunda Mengzi': murid berpasangan mencocokkan kartu 3 lokasi rumah dengan kartu perilaku Mengzi dan kartu alasan Ibunda Mengzi berpindah: Lokasi 1 Makam -> Mengzi meniru tangisan berkabung -> Alasan: bukan lingkungan yang baik untuk pembentukan perilaku anak; Lokasi 2 Pasar -> Mengzi meniru memotong hewan dan berdagang -> Alasan: mengalihkan perhatian dari belajar kebajikan; Lokasi 3 Dekat Sekolah -> Mengzi meniru adab belajar dan membaca -> Alasan: lingkungan yang tepat untuk membentuk watak terpelajar dan berbudi pekerti luhur (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Aktivitas 'Penjelasan Keteladanan Ibunda Mengzi': murid menuliskan penjelasan terstruktur mengenai: (1) urutan 3 lingkungan tempat tinggal Mengzi, (2) alasan Ibunda Mengzi memutuskan pindah dari makam dan pasar, serta (3) nilai keteladanan Ibunda Mengzi dalam memilih lingkungan belajar yang baik (acuan jawaban: urutan makam -> pasar -> sekolah; alasan: tingkah laku Mengzi meniru lingkungan sekitarnya sehingga dibutuhkan lingkungan pendidikan yang teratur; nilai teladan: kebijaksanaan, ketegasan memilih lingkungan moral, dan kasih sayang ibu demi masa depan anak) (27 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak merenungkan suasana lingkungan belajar masing-masing dengan bimbingan pertanyaan: 'Bagaimana lingkungan belajar di kelas dan rumah membantuku menjadi anak yang rajin dan berbudi luhur?' (10 menit).
  • Murid bersama guru merumuskan makna penting dari tindakan Ibunda Mengzi: bahwa keteladanan Ibunda Mengzi mengajarkan kita untuk selalu mencari dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan budi pekerti yang luhur (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik atas lembar kerja penjelasan yang telah dikerjakan murid mengenai keteladanan Ibunda Mengzi (3 menit).
  • Guru menyampaikan topik materi pembelajaran berikutnya yaitu Keteladanan Ibunda Mengzi Memotong Kain Tenun untuk Mengajarkan Ketekunan Belajar (3 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa syukur dan salam penutup Khonghucu (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, disediakan kartu panduan bergambar urutan 3 lingkungan (makam, pasar, sekolah). Untuk murid yang cepat paham, disediakan bahan bacaan tambahan ayat Zhong Yong XIX:10 tentang kebijaksanaan memilih jalan kebajikan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan bertahap saat menyusun penjelasan, sedangkan murid mahir menuliskan penjelasan sebab-akibat kepindahan rumah secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan alasan dan nilai keteladanan secara tertulis atau secara lisan terstruktur sesuai tingkat kesiapan belajarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: (1) Siapa nama ibu yang terkenal bijaksana mendidik putranya Mengzi? (Acuan jawaban: Ibunda Mengzi / Ibu Meng); (2) Mengapa tempat tinggal dan pergaulan memengaruhi kebiasaan belajar seorang anak? (Acuan jawaban: Karena anak mudah meniru perbuatan, ucapan, dan kebiasaan orang-orang di sekitarnya).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam mencocokkan kartu 3 lingkungan rumah dengan perilaku Mengzi dan alasan kepindahan (Acuan pasangan: Makam - menirukan berkabung - tidak mendidik; Pasar - menirukan jagal hewan dan berdagang - mengalihkan dari adab; Sekolah - menirukan membaca dan adab sopan santun - tempat yang mendidik watak luhur).
  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan mengenai 3 alasan kepindahan rumah dan nilai keteladanan Ibunda Mengzi (Acuan: memuat 3 lokasi secara berurutan, menjelaskan alasan Mengzi pindah dari makam dan pasar, serta menyimpulkan keteladanan kebijaksanaan ibu dalam memilih lingkungan belajar yang baik).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: 'Jelaskan satu teladan utama dari sikap Ibunda Mengzi yang berpindah rumah 3 kali!' (Acuan kriteria penerimaan: Jawaban murid memuat konsep keteladanan kebijaksanaan/pengorbanan ibu dalam mengutamakan lingkungan yang baik agar anaknya tumbuh berpendidikan dan berakhlak mulia).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang sosok Ibunda Mengzi dan arti penting lingkungan belajar
  • Kuis permainan kartu pasangan 'Menata Jejak Tiga Rumah Ibunda Mengzi'
  • Penilaian lembar kerja tertulis penjelasan keteladanan Ibunda Mengzi berpindah rumah 3 kali

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan keteladanan Ibunda Mengzi memilih lingkungan pendidikan (3 kali pindah rumah)Belum mampu menjelaskan urutan 3 lingkungan rumah maupun alasan kepindahan Ibunda Mengzi meskipun telah diberikan panduan.Mampu menyebutkan 3 lokasi lingkungan rumah (makam, pasar, sekolah), namun belum tepat dalam menjelaskan alasan Ibunda Mengzi berpindah dan nilai keteladanannya.Mampu menjelaskan urutan 3 lokasi kepindahan rumah (makam, pasar, sekolah), alasan Ibunda Mengzi berpindah, serta nilai keteladanan kebijaksanaannya dengan tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan urutan 3 lokasi kepindahan rumah, alasan kepindahan, dan nilai keteladanan Ibunda Mengzi secara tepat, runtut, mendalam, dan mandiri tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami dengan jelas alasan moral dan pendidikan di balik keputusan Ibunda Mengzi berpindah rumah tiga kali?
  • Apakah aktivitas kuis kartu pasangan efektif dalam membangun antusiasme dan kejelasan berpikir murid?

Murid:

  • Apa pelajaran penting yang aku peroleh dari keteladanan Ibunda Mengzi yang rela pindah rumah tiga kali?
  • Bagaimana aku menjaga lingkungan belajarku di sekolah dan rumah agar aku bisa belajar dengan baik seperti Mengzi?

Pertemuan 4 — Menjelaskan Keteladanan Ibunda Mengzi Memotong Kain Tenun untuk Mengajarkan Ketekunan Belajar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.2 Menjelaskan keteladanan ibunda Mengzi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan (Wei De Dong Tian), mengajak murid berdoa bersama, dan melafalkan Delapan Pengakuan Iman (8 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan bersama lagu 'Semua Saudara' untuk membangun suasana yang riang dan gembira (7 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapa tokoh ibu teladan yang kita pelajari pada pertemuan sebelumnya yang berpindah rumah 3 kali?' (acuan: Ibunda Mengzi / Ibu Mengzi); (2) 'Pekerjaan apa yang dilakukan Ibunda Mengzi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari?' (acuan: menenun kain). Guru mencatat kesiapan awal murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penuturan guru dan membaca cuplikan kisah keteladanan Ibunda Mengzi memotong kain tenun saat Mengzi kecil pulang sebelum jam belajar usai (Buku Siswa hlm. 146-147) (10 menit).
  • Murid mendengarkan penjelasan makna perumpamaan kain tenun: menenun membutuhkan benang demi benang, hari demi hari untuk menjadi sehelai kain utuh; belajar juga menuntut ketekunan hari demi hari, dan bila berhenti di tengah jalan, ilmu yang didapat akan rusak dan tidak berguna seperti kain tenun yang tergunting putus (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain kuis tantangan berpasangan 'Tebak Benar Peristiwa Tenun' yang menggembirakan: murid secara berpasangan saling menguji pemahaman dengan mencocokkan 4 kartu sebab-akibat kisah: Kartu A 'Tindakan Mengzi' (Mengzi pulang sekolah lebih awal/malas), Kartu B 'Tindakan Ibu' (Ibu mengambil gunting memotong kain tenun), Kartu C 'Makna Tindakan' (Malas belajar membuat diri tidak berguna seperti kain rusak), Kartu D 'Perubahan Mengzi' (Mengzi sadar dan menjadi tekun belajar) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Berpikir Kritis untuk menjelaskan keteladanan Ibunda Mengzi melalui 3 butir pertanyaan esai terstruktur: (1) Jelaskan alasan Ibunda Mengzi memotong kain tenunnya di depan Mengzi; (2) Jelaskan pesan nasihat Ibunda Mengzi mengenai kaitan kain tenun dengan ketekunan belajar; (3) Jelaskan dampak tindakan keteladanan Ibunda Mengzi tersebut terhadap sikap belajar Mengzi (acuan jawaban: 1. Karena sedih dan kecewa Mengzi membolos/malas belajar; 2. Belajar seperti menenun kain sedikit demi sedikit sampai berhasil, jika berhenti di tengah jalan akan sia-sia/tidak berguna seperti kain terpotong; 3. Mengzi menyadari kesalahannya, berubah menjadi anak yang sangat tekun, rajin belajar, hingga menjadi orang terpelajar/tokoh penegak Rujiao) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merenungkan keteladanan Ibunda Mengzi yang mengajarkan ketekunan belajar dan menghubungkannya dengan komitmen ketekunan belajar diri sendiri setiap hari (10 menit).
  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung terhadap penjelasan yang dibuat murid pada lembar kerja, menegaskan keutamaan sikap tidak mudah putus asa dalam menuntut ilmu (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan butir inti keteladanan Ibunda Mengzi: ketegasan demi kebaikan anak dan nasihat ketekunan belajar melalui pemotongan kain tenun (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas ketekunan belajar murid hari ini, mengajak berdoa penutup, dan mengucapkan salam penutup (Xian You Yi De) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual berisi urutan alur peristiwa pemotongan kain tenun, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks rujukan pengayaan tentang kutipan Zhong Yong / Dizi Gui terkait menghormati harapan orang tua.
  • Proses: Murid yang belum lancar menguraikan secara tertulis dipandu guru dengan pertanyaan pemantik bertahap, sementara murid mandiri langsung menguraikan penjelasan lengkap secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan keteladanan Ibunda Mengzi dengan menuliskan kalimat sederhana terstruktur atau menyusun penjelasan esai terperinci pada lembar kerja sesuai kapasitas pemahamannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pelajaran dengan 2 pertanyaan acuan pasti: (1) 'Siapa nama ibunda teladan yang kita pelajari pada pertemuan sebelumnya yang tiga kali pindah rumah demi lingkungan belajar putranya?' (acuan: Ibunda Mengzi); (2) 'Apa pekerjaan tangan yang ditekuni Ibunda Mengzi di rumah?' (acuan: menenun kain).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Berpikir Kritis yang memuat 3 butir penjelasan: (1) Alasan Ibunda Mengzi memotong kain tenun (acuan: Mengzi pulang sebelum usai sekolah/malas belajar); (2) Makna nasihat kain tenun (acuan: belajar butuh ketekunan berkala seperti menenun helai demi helai benang, jika malas/berhenti akan sia-sia seperti kain rusak terpotong); (3) Dampak keteladanan bagi Mengzi (acuan: Mengzi menyadari kesalahan dan berubah menjadi tekun serta giat belajar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi pembelajaran: Murid secara tertulis atau lisan merangkum dalam 1 kalimat inti: 'Apa teladan utama yang diberikan Ibunda Mengzi saat memotong kain tenun?' (acuan: Memberikan teladan ketegasan mendidik agar anak memiliki ketekunan belajar dan tidak berhenti di tengah jalan).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik awal mengenai latar belakang Ibunda Mengzi dan kegiatan menenun.
  • Observasi unjuk kerja saat kuis tantangan berpasangan 'Tebak Benar Peristiwa Tenun'.
  • Penilaian Lembar Kerja Berpikir Kritis berisi 3 penjelasan inti keteladanan Ibunda Mengzi memotong kain tenun.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan keteladanan Ibunda Mengzi memotong kain tenunBelum mampu menjelaskan alasan Ibunda Mengzi memotong kain tenun, makna nasihat perumpamaan kain tenun, maupun dampaknya bagi Mengzi meskipun dengan bimbingan penuh guru.Mampu menjelaskan 1 dari 3 hal (alasan pemotongan kain tenun, makna perumpamaan ketekunan belajar, atau dampak bagi Mengzi) sesuai acuan dengan bimbingan guru.Mampu menjelaskan 2 dari 3 hal (alasan pemotongan kain tenun, makna perumpamaan ketekunan belajar, dan dampak bagi Mengzi) secara tepat sesuai acuan secara mandiri.Mampu menjelaskan seluruh 3 hal (alasan pemotongan kain tenun, makna perumpamaan ketekunan belajar, dan dampak perubahan ketekunan Mengzi) secara lengkap, runtut, dan tepat sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas kuis berpasangan dan lembar kerja efektif membantu murid memahami makna filosofis ketekunan belajar dari tindakan Ibunda Mengzi?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam merefleksikan pentingnya ketekunan belajar dalam kehidupan sehari-hari mereka?

Murid:

  • Apa pelajaran paling berharga yang kamu dapatkan dari sikap tegas Ibunda Mengzi saat memotong kain tenunnya?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika merasa bosan atau malas saat belajar di sekolah maupun di rumah?

Pertemuan 5 — Menjelaskan Keteladanan Ibunda Ouyang Xiu Mendidik dengan Alang-Alang di Tengah Keterbatasan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.3 Menjelaskan keteladanan ibunda Ouyang Xiu

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan salam peneguhan 'Wei De Dong Tian' yang dijawab 'Xian You Yi De', lalu mengajak berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan diagnostik untuk memetakan kesiapan memahami latar kisah Ouyang Xiu: (1) 'Siapakah tokoh yang sejak usia 4 tahun sudah ditinggal wafat ayahnya dan hidup dalam keterbatasan ekonomi?' (acuan: Ouyang Xiu); (2) 'Alat apa yang biasanya dipakai zaman dahulu untuk menulis huruf kanji sebelum ada pulpen?' (acuan: kuas dan tinta / kertas) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan keteladanan ibunda Ouyang Xiu dalam mendidik putranya menggunakan batang alang-alang/buluh air di atas pasir saat menghadapi keterbatasan sarana belajar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penuturan guru dan mencermati teks kisah Ibunda Ouyang Xiu: bagaimana ayah Ouyang Xiu wafat saat Ouyang Xiu berusia 4 tahun, kemiskinan membuat mereka tidak mampu membeli kuas dan kertas, hingga sang ibunda menemukan ide memanfaatkan buluh air/batang alang-alang sebagai pena dan pasir sebagai media menulis (15 menit).
  • Guru membagikan Lembar Penelaahan Keteladanan berisi 3 butir telaah konsep: (1) Keadaan hidup Ouyang Xiu kecil dan ibunya; (2) Cara kreatif ibunda Ouyang Xiu mengatasi ketiadaan alat tulis; (3) Sikap keteladanan yang ditunjukkan ibunda saat mengajar (sabar, ulet, pantang menyerah meski dalam keterbatasan) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan aktivitas menggembirakan 'Tantangan Menulis Alang-Alang': murid mencoba memegang batang alang-alang/ranting dan menuliskan goresan di atas nampan pasir mini di mejanya secara bergantian berpasangan, guna merasakan secara langsung keuletan belajar yang diajarkan ibunda Ouyang Xiu (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Penjelasan Keteladanan berisi 4 pertanyaan penjelasan terstruktur: (1) Mengapa ibunda Ouyang Xiu tidak membelikan kertas dan kuas bagi Ouyang Xiu kecil? (acuan: karena kondisi keluarga sangat miskin/terbatas setelah sang ayah meninggal saat Ouyang Xiu berusia 4 tahun); (2) Benda apa dari alam yang dimanfaatkan ibunda Ouyang Xiu sebagai pengganti kuas dan kertas? (acuan: batang alang-alang/buluh air pengganti kuas/pena dan pasir/tanah pengganti kertas); (3) Bagaimana cara ibunda Ouyang Xiu membimbing Ouyang Xiu belajar setiap hari? (acuan: membimbing dengan sabar dan ulet menulis huruf baru di atas pasir hari demi hari tanpa lelah); (4) Keteladanan luhur apa dari ibunda Ouyang Xiu yang patut diteladani seorang anak saat menghadapi keterbatasan? (acuan: tidak berputus asa, memanfaatkan apa yang ada dengan kreatif, serta tekun berusaha/ulet dalam belajar) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan jawaban penjelasan dengan kunci acuan pembelajaran, lalu murid memeriksa kejelasan dan kelengkapan penjelasannya masing-masing (10 menit).
  • Murid menuliskan 1 butir kesadaran diri: 'Ketika aku kekurangan sarana atau fasilitas belajar, sikap ibunda Ouyang Xiu yang akan aku tiru adalah ...' (acuan penerimaan: menyebutkan sikap pantang menyerah, kreatif memanfaatkan alat yang ada, atau tetap rajin belajar tanpa mengeluh) (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penegasan atas 4 poin penjelasan keteladanan ibunda Ouyang Xiu dalam mendidik anak di tengah keterbatasan (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa syukur dan salam penutup 'Xian You Yi De' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan disiapkan kartu panduan bergambar urutan peristiwa (kemiskinan -> melihat buluh air -> menulis di pasir); bagi murid yang cepat diberikan teks pengantar yang lebih rinci mengenai ketekunan belajar Ouyang Xiu hingga usia belasan tahun.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diarahkan menjawab lembar kerja dengan bantuan kata kunci pemantik; murid yang cepat diarahkan merumuskan penjelasan dengan kalimat mandiri yang utuh dan mendalam.
  • Produk: Seluruh murid menyelesaikan 4 butir lembar kerja penjelasan yang sama dengan kedalaman uraian sesuai tingkat kemandirian berpikir masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan 2 butir sebelum masuk materi: (1) 'Siapakah tokoh yang sejak usia 4 tahun sudah ditinggal wafat ayahnya dan hidup dalam keterbatasan ekonomi?' (acuan jawaban: Ouyang Xiu); (2) 'Alat apa yang biasanya dipakai zaman dahulu untuk menulis huruf kanji sebelum ada pulpen?' (acuan jawaban: kuas dan tinta / kertas).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja penjelasan tertulis 4 butir pada tahap mengaplikasi: (1) Alasan keterbatasan sarana (acuan: kemiskinan setelah ayah wafat saat usia 4 tahun); (2) Benda alam pengganti alat tulis (acuan: batang alang-alang/buluh air dan pasir); (3) Cara ibunda membimbing (acuan: sabar dan ulet membimbing menulis huruf baru tiap hari); (4) Keteladanan luhur menghadapi keterbatasan (acuan: kreatif, pantang menyerah, tekun belajar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi tertulis: Murid melengkapi pernyataan kesadaran diri: 'Ketika aku kekurangan sarana atau fasilitas belajar, sikap ibunda Ouyang Xiu yang akan aku tiru adalah ...' (acuan penerimaan: memuat sikap pantang menyerah / kreatif memanfaatkan sarana yang ada / tekun belajar tanpa mengeluh).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan
  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan 4 butir keteladanan ibunda Ouyang Xiu pada tahap mengaplikasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan keteladanan ibunda Ouyang Xiu dalam mendidik di tengah keterbatasanHanya mampu menjelaskan 1 dari 4 butir pertanyaan keteladanan ibunda Ouyang Xiu dengan tepat sesuai acuan, memerlukan bimbingan penuh guru.Mampu menjelaskan 2 dari 4 butir pertanyaan keteladanan ibunda Ouyang Xiu dengan tepat sesuai acuan secara terbimbing.Mampu menjelaskan 3 dari 4 butir pertanyaan keteladanan ibunda Ouyang Xiu dengan tepat sesuai acuan secara mandiri.Mampu menjelaskan seluruh 4 butir pertanyaan keteladanan ibunda Ouyang Xiu (kondisi keterbatasan, pemanfaatan alang-alang/pasir, cara membimbing, dan pesan keteladanan) secara tepat dan lengkap sesuai acuan tanpa kekeliruan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan simulasi menulis di nampan pasir mini dengan batang alang-alang efektif membangkitkan penghayatan murid terhadap keteladanan ibunda Ouyang Xiu?
  • Apakah penjelasan tertulis murid telah mencakup pemahaman mengenai sikap pantang menyerah di tengah keterbatasan ekonomi dan fasilitas?

Murid:

  • Apa hal paling berharga yang kamu pelajari dari kegigihan ibunda Ouyang Xiu saat mengajari anaknya menulis dengan alang-alang?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mencoba menulis di atas pasir menggunakan batang alang-alang?

Pertemuan 6 — Menjelaskan Keteladanan Budi Pekerti dan Kejujuran Ibunda Ouyang Xiu — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.3 Menjelaskan keteladanan ibunda Ouyang Xiu

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), doa bersama, dan memeriksa kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan singkat untuk memetakan pemahaman awal mengenai keteladanan Ibunda Ouyang Xiu: (1) 'Selain mendidik dengan batang alang-alang, nilai budi pekerti apa yang sangat ditekankan Ibunda Ouyang Xiu kepada anaknya?' (acuan: kejujuran, tidak serakah/sederhana); (2) 'Mengapa Ibunda menolak hadiah yang tidak jelas asal-usulnya?' (acuan: menjaga harga diri dan melarang korupsi/suap) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak paparan guru dan membaca teks kisah sejarah suci tentang keteladanan budi pekerti dan kejujuran Ibunda Ouyang Xiu (Ibu Zheng), khususnya saat beliau menolak barang mewah pemberian orang yang ingin menyuap anaknya dan selalu menasihati Ouyang Xiu agar hidup sederhana, berintegritas, serta berpegang pada kebajikan (20 menit).
  • Guru memberikan penguatan konsep mengenai nilai kejujuran (xin) dan rasa tahu malu (chi) yang diajarkan Ibunda Ouyang Xiu sebagai fondasi karakter seorang Junzi (susilawan) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tebak Benar Teladan Ibunda' menggunakan 4 kartu pernyataan keteladanan budi pekerti dan kejujuran Ibunda Ouyang Xiu: Pernyataan 1: 'Ibunda Ouyang Xiu mengajarkan hidup jujur dan menolak harta haram/suap' (Jawaban: Tepat); Pernyataan 2: 'Ibunda Ouyang Xiu menyuruh anaknya menerima hadiah dari siapa saja agar lekas kaya' (Jawaban: Salah); Pernyataan 3: 'Ibunda Ouyang Xiu mendidik anaknya tetap berhati luhur walau hidup serba sederhana' (Jawaban: Tepat); Pernyataan 4: 'Ibunda Ouyang Xiu mengajarkan bahwa kemiskinan harta tidak boleh membuat kita miskin budi pekerti' (Jawaban: Tepat) (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja untuk menjelaskan secara tertulis 3 bentuk keteladanan budi pekerti dan kejujuran Ibunda Ouyang Xiu: (1) Penjelasan keteladanan kejujuran dalam menolak suap/harta tidak halal; (2) Penjelasan keteladanan kesederhanaan hidup dalam keterbatasan ekonomi; (3) Penjelasan keteladanan nasihat moral agar Ouyang Xiu menjadi abdi negara yang berintegritas (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengheningkan cipta sejenak dan mengevaluasi pemahamannya tentang makna memiliki budi pekerti luhur dan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana diteladankan oleh Ibunda Ouyang Xiu (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran mengenai keteladanan budi pekerti dan kejujuran Ibunda Ouyang Xiu (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil lembar kerja murid, menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya mengenai keteladanan Ibunda Yue Fei, berdoa penutup, dan memberi salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkasan dengan poin-poin tebal mengenai 3 keteladanan Ibunda Ouyang Xiu, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi diberikan teks riwayat lengkap riwayat Ibu Zheng.
  • Proses: Murid dengan pemahaman awal kurang mendapatkan bimbingan terarah melalui pertanyaan penuntun pada Lembar Kerja, sedangkan murid yang mandiri langsung menjelaskan secara tertulis.
  • Produk: Semua murid menjelaskan 3 keteladanan budi pekerti dan kejujuran Ibunda Ouyang Xiu; murid cepat menuliskan penjelasan yang lebih rinci dan mendalam.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: (1) 'Selain mendidik dengan alang-alang, nilai budi pekerti apa yang ditekankan Ibunda Ouyang Xiu?' (Acuan: kejujuran, kesederhanaan budi pekerti, tidak serakah); (2) 'Mengapa Ibunda Ouyang Xiu menolak barang atau hadiah yang meragukan?' (Acuan: mencegah perbuatan curang/suap, menjaga kejujuran dan martabat keluarga).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam permainan 'Tebak Benar Teladan Ibunda' yang memeriksa ketepatan identifikasi 4 pernyataan teladan Ibunda Ouyang Xiu.
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri murid dalam menjelaskan 3 keteladanan budi pekerti dan kejujuran Ibunda Ouyang Xiu: (1) Penjelasan keteladanan menolak harta haram/suap demi kejujuran; (2) Penjelasan keteladanan hidup sederhana tanpa mengorbankan moral; (3) Penjelasan keteladanan nasihat moral agar anak menjadi pejabat yang adil dan berintegritas.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir melalui 1 pertanyaan konfirmasi: 'Sebutkan pesan utama Ibunda Ouyang Xiu mengenai hubungan antara kemiskinan dan kejujuran!' (Acuan jawaban yang diterima: kemiskinan harta tidak boleh dijadikan alasan untuk berbuat curang atau tidak jujur; budi pekerti dan kejujuran jauh lebih berharga daripada harta).

Formatif:

  • Penilaian lisan pada diagnostik awal pertemuan
  • Penilaian unjuk kerja permainan berpasangan 'Tebak Benar Teladan Ibunda'
  • Penilaian tertulis lembar kerja penjelasan keteladanan budi pekerti dan kejujuran Ibunda Ouyang Xiu

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Keteladanan Budi Pekerti dan Kejujuran Ibunda Ouyang XiuBelum mampu menjelaskan keteladanan budi pekerti dan kejujuran Ibunda Ouyang Xiu, atau penjelasan keliru untuk ketiga aspek (menolak suap, kesederhanaan, nasihat integritas).Mampu menjelaskan 1 dari 3 aspek keteladanan budi pekerti dan kejujuran Ibunda Ouyang Xiu dengan tepat (Acuan: (1) menolak pemberian/suap haram, (2) hidup bersahaja dalam kemiskinan tanpa mencuri/curang, (3) membina integritas moral anak) dengan bimbingan guru.Mampu menjelaskan 2 dari 3 aspek keteladanan budi pekerti dan kejujuran Ibunda Ouyang Xiu dengan tepat secara mandiri.Mampu menjelaskan seluruh 3 aspek keteladanan budi pekerti dan kejujuran Ibunda Ouyang Xiu (menolak suap, kesederhanaan hidup, dan nasihat integritas moral abdi negara) secara lengkap, tepat, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran aktif dan permainan kartu efektif membantu murid memahami keteladanan budi pekerti dan kejujuran Ibunda Ouyang Xiu?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang membutuhkan scaffolding dalam menjelaskan keteladanan secara tertulis?

Murid:

  • Teladan kejujuran apa dari Ibunda Ouyang Xiu yang paling menginspirasiku hari ini?
  • Bagaimana aku akan mencontoh keteladanan Ibunda Ouyang Xiu ketika menghadapi situasi yang menuntut kejujuran di sekolah?

Pertemuan 7 — Menjelaskan Keteladanan Ibunda Yue Fei Menanamkan Kesetiaan dan Pengabdian pada Negeri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.4 Menjelaskan keteladanan ibunda Yue Fei

Pendahuluan:

  • Guru bersama murid mengawali pembelajaran dengan salam kebajikan (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), doa pembuka belajar, serta menyanyikan lagu 'Jalan Yang Benar' secara bersama (10 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang tokoh Yue Fei dan ibundanya untuk memetakan pengetahuan dasar murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati gambar Ibunda Yue Fei yang menuliskan empat huruf Hanzi di punggung Yue Fei serta menyimak pemaparan guru mengenai keteladanan Ibunda Yue Fei dalam mendidik putranya dengan cerita kepahlawanan dan menulis beralaskan tanah menggunakan ranting/bilah (15 menit).
  • Murid berpartisipasi dalam kuis tebak makna ceria 'Kartu Teladan Ibunda Yue Fei' yang menggembirakan secara berpasangan untuk mengidentifikasi 3 cara mendidik Ibunda Yue Fei: (1) mendidik sejarah pahlawan, (2) menggunakan bilah dan tanah saat serba terbatas, dan (3) menuliskan Jing Zhong Bao Guo (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Menjelaskan Keteladanan Ibunda Yue Fei' yang berisi 3 butir pertanyaan terstruktur: (1) Bagaimana Ibunda Yue Fei mengajari Yue Fei menulis di tengah kemiskinan? (2) Nilai luhur apa yang ditanamkan Ibunda Yue Fei melalui kisah-kisah pahlawan masa lalu? (3) Apa makna tulisan Jing Zhong Bao Guo (精忠报国) yang dituliskan di punggung Yue Fei bagi pengabdian kepada negeri? (30 menit).
  • Murid saling mencocokkan hasil uraian penjelasannya dengan panduan rubrik guru dalam kelompok berpasangan untuk mengonfirmasi kelengkapan fakta sejarah suci Ibunda Yue Fei (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dibimbing guru merefleksikan makna kesetiaan dan keteguhan hati Ibunda Yue Fei dalam mendidik anak agar memiliki cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap penjelasan murid mengenai keteladanan Ibunda Yue Fei serta memberikan umpan balik cek pemahaman penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks narasi bergambar bagi murid yang membutuhkan penguatan visual mengenai kisah Ibunda Yue Fei menorehkan Jing Zhong Bao Guo.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan pertanyaan pemandu bertahap saat menjelaskan 3 keteladanan Ibunda Yue Fei, sedangkan murid yang mahir diminta menjelaskan secara komprehensif tanpa bantuan kartu pemandu.
  • Produk: Murid dapat menuliskan penjelasannya dalam bentuk peta pikiran deskriptif atau uraian paragraf terstruktur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Siapakah Yue Fei dan bagaimana cara ibunya mengajarinya menulis di tanah?' (Acuan jawaban benar: Yue Fei adalah pahlawan/jenderal setia Dinasti Song; ibunya mengajarinya menulis menggunakan bilah/ranting beralaskan tanah karena keterbatasan ekonomi).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat kuis ceria kartu teladan dan pemeriksaan lembar kerja mandiri tentang penjelasan 3 keteladanan Ibunda Yue Fei (Acuan: 1. Cara mendidik menulis di tanah dengan bilah, 2. Penanaman nilai kepahlawanan masa lalu, 3. Penulisan Jing Zhong Bao Guo [setia membela tanah air]).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat: Menjelaskan arti dari 4 huruf 'Jing Zhong Bao Guo' yang dituliskan Ibunda Yue Fei di punggung anaknya serta tujuan penulisan tersebut (Acuan jawaban: 'Jing Zhong Bao Guo' bermakna semangat kesetiaan membela/berbakti kepada negara; tujuannya agar Yue Fei selalu mengingat kewajiban mempertahankan negeri dan pantang berkhianat).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Penilaian lembar kerja uraian terstruktur menjelaskan keteladanan Ibunda Yue Fei

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan keteladanan Ibunda Yue Fei dalam mendidik dan menanamkan kesetiaanBelum mampu menjelaskan keteladanan Ibunda Yue Fei, atau hanya menyebutkan 1 fakta tanpa penjelasan yang tepat (keliru pada cara mendidik dan makna Jing Zhong Bao Guo).Mampu menjelaskan 1 dari 3 poin keteladanan Ibunda Yue Fei secara tepat sesuai acuan (misal hanya menjelaskan cara mendidik dengan bilah di atas tanah, namun belum tepat menjelaskan nilai kepahlawanan dan makna tulisan Jing Zhong Bao Guo).Mampu menjelaskan 2 dari 3 poin keteladanan Ibunda Yue Fei secara tepat sesuai acuan (meliputi cara mendidik di tengah keterbatasan dan penanaman makna kesetiaan Jing Zhong Bao Guo).Mampu menjelaskan seluruh 3 poin keteladanan Ibunda Yue Fei secara lengkap, runtut, dan tepat sesuai acuan materi sejarah suci secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu memahami dan menjelaskan latar belakang serta makna tulisan Jing Zhong Bao Guo yang ditorehkan Ibunda Yue Fei?
  • Bagaimana efektivitas aktivitas kuis kartu ceria dalam memfasilitasi keterlibatan murid memahami keteladanan sejarah suci ini?

Murid:

  • Apa teladan terpenting dari sikap Ibunda Yue Fei yang paling membuatmu kagum?
  • Bagaimana kamu dapat meneladani sikap setia dan berbakti kepada nusa dan bangsa seperti yang diajarkan Ibunda Yue Fei?

Pertemuan 8 — Menjelaskan Keteladanan Pengorbanan dan Pesan Moral Ibunda Yue Fei — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.4 Menjelaskan keteladanan ibunda Yue Fei

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-8, yaitu menjelaskan keteladanan pengorbanan dan pesan moral Ibunda Yue Fei (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Siapakah nama anak yang dididik dengan tegas dan penuh cinta oleh ibunya untuk membela negara?' (acuan: Yue Fei), dan (2) 'Huruf apa yang ditato/dituliskan sang ibu di punggung anaknya?' (acuan: Jing Zhong Bao Guo / Semangat kesetiaan membela negara) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak paparan guru dan membaca teks kisah sejarah suci tentang pengorbanan Ibunda Yue Fei yang rela melepas putranya berjuang, serta pesan moral rajahan 4 huruf hanzi Jing Zhong Bao Guo (精忠报国) (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti kuis ceria tebak makna 'Kartu Hikmah Yue Fei' di mana murid mencocokkan potongan kartu pengorbanan dan pesan moral Ibunda Yue Fei dengan artinya secara menggembirakan (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar analisis yang memuat 3 butir pertanyaan penjelasan: (1) Menjelaskan bentuk pengorbanan Ibunda Yue Fei saat melepas putranya bertugas demi negara (acuan: merelakan anak satu-satunya pergi ke medan pertempuran di tengah keterbatasan hidup); (2) Menjelaskan arti pesan moral 'Jing Zhong Bao Guo' (acuan: setia sebulat hati/semangat kesetiaan membela negara); (3) Menjelaskan 2 teladan budi pekerti Ibunda Yue Fei dalam mendidik anak (acuan: mengajarkan kejujuran, keteguhan prinsip, dan menomorsatukan kepentingan kebajikan bersama/negara) (20 menit).
  • Murid saling memeriksa jawaban dengan panduan kunci acuan yang dibacakan guru guna mengonfirmasi ketepatan penjelasan masing-masing (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merenungkan bagaimana keteladanan pengorbanan Ibunda Yue Fei dapat diwujudkan dalam pengabdian belajar tekun dan bakti kepada orang tua sehari-hari (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan inti pembelajaran mengenai keteladanan pengorbanan dan pesan moral Ibunda Yue Fei (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk pelaksanaan asesmen sumatif bab, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam kebajikan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks penggalan kisah ringkas dengan penanda visual kata kunci pesan moral; murid yang lebih cepat diberikan teks narasi lengkap dengan uraian latar sejarah Dinasti Song.
  • Proses: Murid lambat dipandu guru dalam menafsirkan 3 butir acuan penjelasan; murid cepat mengerjakan secara mandiri dengan melengkapi penjelasan alasan di balik pengorbanan sang ibu.
  • Produk: Semua murid menjelaskan 3 butir keteladanan pengorbanan dan pesan moral Ibunda Yue Fei sesuai acuan lembar tugas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik pemahaman awal: Murid menjawab 2 pertanyaan lisan: (1) 'Siapakah pahlawan yang dididik oleh ibunya yang berjiwa teguh?' (acuan: Yue Fei); (2) 'Apa pesan 4 huruf yang diukirkan di punggungnya?' (acuan: Jing Zhong Bao Guo / Semangat kesetiaan membela negara).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan mandiri yang mencakup 3 butir: (1) bentuk pengorbanan Ibunda Yue Fei (acuan: merelakan anak satu-satunya pergi berjuang demi keselamatan negara), (2) arti pesan moral Jing Zhong Bao Guo (acuan: semangat kesetiaan sebulat hati membela negara), dan (3) 2 teladan budi pekerti Ibunda Yue Fei (acuan: keteguhan prinsip moral dan mendidik anak berbakti serta mengabdi pada kebenaran/negara).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid menyebutkan kembali 1 nilai pengorbanan Ibunda Yue Fei yang paling menginspirasi (acuan: rela mengorbankan perasaan demi keselamatan bangsa dan negara).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Penilaian lembar kerja penjelasan tertulis tentang pengorbanan dan pesan moral Ibunda Yue Fei selama kegiatan inti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Keteladanan Pengorbanan dan Pesan Moral Ibunda Yue FeiBelum mampu menjelaskan bentuk pengorbanan maupun pesan moral Jing Zhong Bao Guo dari Ibunda Yue Fei sesuai acuan (0 butir tepat).Mampu menjelaskan 1 dari 3 butir materi keteladanan pengorbanan atau pesan moral Ibunda Yue Fei secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan guru.Mampu menjelaskan 2 dari 3 butir materi keteladanan pengorbanan dan pesan moral Ibunda Yue Fei secara tepat sesuai acuan secara mandiri.Mampu menjelaskan seluruh 3 butir materi keteladanan pengorbanan, pesan moral Jing Zhong Bao Guo, dan teladan budi pekerti Ibunda Yue Fei secara lengkap dan tepat sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur kegiatan pembelajaran berhasil menuntun murid memahami secara mendalam makna pengorbanan Ibunda Yue Fei tanpa keluar dari batasan TP Sejarah Suci?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas ceria memasangkan kartu hikmah?

Murid:

  • Keteladanan apa dari Ibunda Yue Fei yang paling menyentuh hatiku hari ini?
  • Apakah aku sudah memahami arti pesan Jing Zhong Bao Guo yang diukirkan Ibunda Yue Fei?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.1 Menjelaskan keteladanan ibunda Nabi Kongzi
  • TP 4.4.2 Menjelaskan keteladanan ibunda Mengzi
  • TP 4.4.3 Menjelaskan keteladanan ibunda Ouyang Xiu
  • TP 4.4.4 Menjelaskan keteladanan ibunda Yue Fei

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam pembuka (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De) dan doa bersama secara khidmat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-9 yaitu pelaksanaan asesmen sumatif Bab 4 untuk mengukur pemahaman murid mengenai keteladanan 4 Ibunda Agung melalui tes tertulis dan tes lisan (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar tes tertulis dan menjelaskan aturan pengerjaan tes tertulis yang berlangsung selama 40 menit serta alur pelaksanaan tes lisan rotasi meja guru selama 55 menit (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid mengerjakan tes tertulis secara serentak dan mandiri pada lembar tes berisi 2 soal uraian/singkat mengenai ibunda Mengzi dan ibunda Yue Fei: Soal 1: 'Jelaskan 2 wujud keteladanan ibunda Mengzi dalam mendidik putranya beserta alasannya!' (Kunci: (a) Pindah rumah tiga kali karena lingkungan pasar dan kuburan buruk bagi perilaku anak, sedangkan lingkungan dekat sekolah membentuk kebiasaan belajar dan sopan santun; (b) Memotong kain tenun untuk menegur Mengzi agar tekun belajar dan tidak putus di tengah jalan); Soal 2: 'Jelaskan pesan keteladanan dan pengorbanan ibunda Yue Fei untuk tanah air!' (Kunci: Menorehkan tato empat huruf Jin Zhong Bao Guo di punggung Yue Fei sebagai pesan agar setia dan berbakti membela negara tanpa pamrih meski harus berkorban raga dan keluarga) (40 menit).
  • Secara paralel dan bergiliran, guru memanggil satu per satu murid ke meja guru untuk tes lisan berdurasi 2 menit per anak (total 28 murid) menjawab 2 pertanyaan lisan: Pertanyaan 1: 'Jelaskan wujud keteladanan dan pribadi luhur ibunda Nabi Kongzi (Yan Zhengzai)!' (Acuan: Yan Zhengzai tekun beribadah memohon anak di Bukit Niqiu, tabah membesarkan Kongzi seorang diri dalam kemiskinan, serta gigih mengajarkan tata krama dan kesusilaan); Pertanyaan 2: 'Jelaskan keteladanan dan kegigihan ibunda Ouyang Xiu dalam mendidik putranya di tengah keterbatasan!' (Acuan: Menggunakan batang alang-alang untuk menulis di tanah karena tidak mampu membeli kertas dan tinta, serta menanamkan kejujuran dan budi pekerti luhur) (50 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tes tertulis murid dan memastikan catatan lembar observasi tes lisan seluruh murid telah terisi lengkap (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengajak murid merefleksikan pengalaman menyelesaikan asesmen sumatif bab secara jujur, tertib, dan mandiri (1 menit).
  • Guru menutup sesi asesmen bab dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan naskah soal tes tertulis dengan format ukuran huruf lebih besar bagi murid yang mengalami hambatan penglihatan.
  • Proses: Memberikan jeda waktu berpikir ekstra bagi murid yang membutuhkan waktu lebih lama dalam merangkai kalimat saat tes lisan tanpa mengubah pertanyaan dan kriteria penilaian.
  • Produk: Format bukti asesmen tetap sama bagi seluruh murid berupa lembar jawaban tertulis dan pemaparan lisan langsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan mental dan pemahaman instruksi asesmen sebelum tes dimulai melalui konfirmasi pemahaman petunjuk lembar kerja dan urutan giliran tes lisan.

Proses:

  • Pengamatan ketertiban, kejujuran, dan kemandirian murid selama mengerjakan lembar tes tertulis serta observasi pencatatan respons lisan pada instrumen penilaian meja guru.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis serentak dan tes lisan rotasi meja guru: lembar jawaban tertulis berisi penjelasan keteladanan ibunda Mengzi dan ibunda Yue Fei, serta rekaman penjelasan lisan langsung mengenai keteladanan ibunda Nabi Kongzi dan ibunda Ouyang Xiu
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis murid yang memuat uraian alasan dan wujud keteladanan ibunda Mengzi dalam mendidik putranya serta jawaban singkat mengenai pesan keteladanan dan pengorbanan ibunda Yue Fei untuk tanah air (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran tertulis)
  • tes lisan bergiliran: pemaparan lisan bergiliran di meja guru berdurasi 2 menit per murid mengenai bentuk keteladanan ibunda Nabi Kongzi dan kegigihan ibunda Ouyang Xiu dalam mendidik putranya (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencakup 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: lembar observasi dan rubrik penilaian lisan)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis serentak dan tes lisan rotasi meja guru: lembar jawaban tertulis berisi penjelasan keteladanan ibunda Mengzi dan ibunda Yue Fei, serta rekaman penjelasan lisan langsung mengenai keteladanan ibunda Nabi Kongzi dan ibunda Ouyang Xiu
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis murid yang memuat uraian alasan dan wujud keteladanan ibunda Mengzi dalam mendidik putranya serta jawaban singkat mengenai pesan keteladanan dan pengorbanan ibunda Yue Fei untuk tanah air (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran tertulis)
  • tes lisan bergiliran: pemaparan lisan bergiliran di meja guru berdurasi 2 menit per murid mengenai bentuk keteladanan ibunda Nabi Kongzi dan kegigihan ibunda Ouyang Xiu dalam mendidik putranya (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencakup 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: lembar observasi dan rubrik penilaian lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Keteladanan Ibunda Mengzi (Tes Tertulis - TP 4.4.2)Belum mampu menjelaskan wujud keteladanan ibunda Mengzi, atau penjelasan keliru dan tidak sesuai acuan.Menjelaskan 1 wujud keteladanan ibunda Mengzi secara tepat sesuai acuan (memilih lingkungan 3 kali pindah rumah ATAU memotong kain tenun untuk ketekunan belajar), namun alasan belum lengkap.Menjelaskan 2 wujud keteladanan ibunda Mengzi secara tepat sesuai acuan (3 kali pindah rumah DAN memotong kain tenun), namun penjelasan alasan hanya tepat pada salah satu wujud.Menjelaskan 2 wujud keteladanan ibunda Mengzi secara lengkap dan tepat sesuai acuan: (1) 3 kali pindah rumah demi lingkungan belajar yang baik, dan (2) memotong kain tenun agar tekun dan tidak putus belajar di tengah jalan.
Penjelasan Keteladanan Ibunda Yue Fei (Tes Tertulis - TP 4.4.4)Belum mampu menjelaskan pesan keteladanan dan pengorbanan ibunda Yue Fei, atau penjelasan keliru.Menyebutkan tindakan ibunda Yue Fei menorehkan tato namun belum menjelaskan pesan moral dan nilai pengorbanannya.Menjelaskan pesan keteladanan ibunda Yue Fei (Jin Zhong Bao Guo / setia pada negara) secara tepat sesuai acuan, namun belum menguraikan aspek pengorbanan bagi negeri secara utuh.Menjelaskan secara utuh dan tepat pesan keteladanan dan pengorbanan ibunda Yue Fei sesuai acuan: menorehkan tato Jin Zhong Bao Guo untuk menanamkan kesetiaan dan pengabdian total membela tanah air.
Penjelasan Keteladanan Ibunda Nabi Kongzi (Tes Lisan - TP 4.4.1)Belum mampu menjelaskan keteladanan ibunda Nabi Kongzi (Yan Zhengzai) saat pemaparan lisan.Menjelaskan 1 keteladanan ibunda Nabi Kongzi (misalnya rajin sembahyang di Bukit Niqiu atau membesarkan Kongzi) dengan bantuan bimbingan pertanyaan guru.Menjelaskan 2 keteladanan ibunda Nabi Kongzi secara tepat sesuai acuan (ketaatan beribadah dan kegigihan mendidik Kongzi dalam kesusilaan) secara mandiri.Menjelaskan 3 keteladanan ibunda Nabi Kongzi secara lengkap dan tepat sesuai acuan: ketaatan beribadah di Bukit Niqiu, ketabahan membesarkan Kongzi dalam kemiskinan, serta kegigihan mengajarkan kesusilaan dan budi pekerti.
Penjelasan Keteladanan Ibunda Ouyang Xiu (Tes Lisan - TP 4.4.3)Belum mampu menjelaskan keteladanan ibunda Ouyang Xiu saat pemaparan lisan.Menjelaskan keteladanan ibunda Ouyang Xiu mendidik dengan batang alang-alang namun belum mampu menjelaskan nilai budi pekertinya.Menjelaskan keteladanan ibunda Ouyang Xiu mendidik dengan alang-alang di tanah dan menanamkan budi pekerti secara tepat sesuai acuan, dengan sedikit keraguan.Menjelaskan keteladanan ibunda Ouyang Xiu secara tepat dan lancar sesuai acuan: kegigihan mendidik menulis dengan batang alang-alang di tengah kemiskinan serta menanamkan kejujuran dan budi pekerti luhur.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu antara tes tertulis serentak dan tes lisan individual di meja guru berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana capaian pemahaman murid secara menyeluruh terhadap keteladanan empat Ibunda Agung pada bab ini?

Murid:

  • Bagian mana dari tes tertulis atau tes lisan hari ini yang dapat saya kerjakan dengan paling lancar?
  • Keteladanan dari Ibunda Agung mana yang paling menginspirasi saya untuk rajin belajar dan berbakti kepada orang tua?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021) Pelajaran 4
  3. Kartu kisah bergambar keteladanan Ibunda Yan Zhengzai
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Teladan Ibunda Yan Zhengzai'
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas IV, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas IV, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek
  7. Set Kartu Kuis Peristiwa dan Keteladanan Ibunda Yan Zhengzai
  8. Lembar Kerja Murid (LKPD) Penjelasan Keteladanan Ibunda Yan Zhengzai
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021 (Halaman 143-145)
  11. Kitab Si Shu (Tengah Sempurna / Zhong Yong)
  12. Kartu bergambar dan kartu teks 'Tiga Lokasi Rumah Ibunda Mengzi'
  13. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021, Pelajaran 4 hlm. 207-212.
  14. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021, Pelajaran 4 hlm. 145-150.
  15. Kartu tantangan sebab-akibat 'Tebak Benar Peristiwa Tenun'.
  16. Lembar Kerja Berpikir Kritis 'Keteladanan Ibunda Mengzi'.
  17. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV
  18. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Pelajaran 4: Teladan Ibunda Agung (Halaman 158-159)
  19. Nampan datar kecil berisi pasir bersih dan batang alang-alang/buluh air untuk simulasi pembelajaran
  20. Lembar Kerja Penjelasan Keteladanan Ibunda Ouyang Xiu
  21. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV
  22. Kitab Sishu
  23. Kartu permainan 'Tebak Benar Teladan Ibunda' dan Lembar Kerja Siswa
  24. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
  25. Gambar ilustrasi Ibunda Yue Fei menulis Jing Zhong Bao Guo di punggung Yue Fei
  26. Kitab Sishu (Matakin)
  27. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas IV, Pusat Perbukuan Balitbang Kemendikbudristek RI, 2021
  28. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas IV, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek RI, 2021
  29. Kartu Hikmah Yue Fei (media cetak potongan teks kisah dan pesan moral)
  30. Buku Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek)
  31. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek)
  32. Kitab Sishu (MATAKIN)
  33. Lembar Soal dan Rubrik Penskoran Asesmen Sumatif Bab 4

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.