Modul AjarBab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 1: Agama Khonghucu Pedoman Hidupku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 4 untuk Bab 1 "Agama Khonghucu Pedoman Hidupku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 1: Agama Khonghucu Pedoman Hidupku

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 1 — Agama Khonghucu Pedoman Hidupku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase Fase B / Kelas 4
TopikBab 1 — Agama Khonghucu Pedoman Hidupku
Alokasi Waktu28 JP (28 x 35 menit = 980 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.1.1 Menjelaskan bagian-bagian kitab suci yang pokok (Sishu) sebagai pedoman hidup
  2. TP 4.1.2 Menjelaskan bagian-bagian kitab suci yang mendasari (Wujing)
  3. TP 4.1.3 Menjelaskan Zhu Xi sebagai tokoh pembaharuan agama Khonghucu
  4. TP 4.1.4 Menerapkan sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana perasaanmu ketika disapa dengan senyum ramah oleh teman yang baru kamu kenal?
  2. Mengapa kita perlu menyapa dan bersikap ramah kepada semua teman tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka?
  3. Bagaimana perasaanmu ketika harus bekerja kelompok bersama teman yang berbeda suku, agama, atau kesukaan?
  4. Mengapa dalam ajaran Khonghucu dikatakan 'Di empat penjuru lautan semua saudara' saat kita bekerja bersama orang lain?
  5. Apa nama kitab suci pokok umat Khonghucu yang terdiri atas empat bagian?
  6. Bagaimana isi pokok Kitab Daxue dan Zhongyong membimbing kita dalam membina diri dan menjaga keimanan sehari-hari?
  7. Apa arti nama Kitab Lunyu dan Kitab Mengzi yang termasuk dalam empat kitab pokok (Sishu)?
  8. Bagaimana ajaran dalam Kitab Lunyu dan Kitab Mengzi dijadikan pedoman hidup bagi seorang Junzi?
  9. Apa arti sebutan Wujing dalam kitab suci agama Khonghucu?
  10. Apa perbedaan isi pokok antara Kitab Shijing, Shujing, dan Yijing sebagai kitab yang mendasari?
  11. Apakah kamu tahu kitab suci apa dalam Wujing yang berisi tentang aturan kesusilaan dan peribadahan?
  12. Siapakah tokoh agung yang menulis sendiri Kitab Chunqiu tentang peristiwa sejarah?
  13. Siapakah tokoh terpelajar pada masa Dinasti Song yang tekun belajar sejak usia belia hingga mendirikan akademi terkenal?
  14. Peristiwa penting apa saja yang dialami oleh Zhu Xi dalam perjalanan hidupnya sejak masa kanak-kanak hingga usia lanjut?
  15. Siapakah tokoh yang menghimpun dan membukukan kitab Daxue, Zhongyong, Lunyu, dan Mengzi menjadi satu kesatuan Kitab Sishu?
  16. Mengapa Zhu Xi disebut sebagai tokoh pembaharuan dalam sejarah agama Khonghucu?
  17. Bagaimana caramu bersikap ketika ada teman baru yang berbeda agama, suku, atau kebiasaan ingin bergabung bermain?
  18. Mengapa dalam ajaran Khonghucu kita diajarkan bahwa di empat penjuru lautan semua orang adalah saudara?
  19. Bagaimana urutan kitab suci Sishu dan apa saja kitab-kitab yang mendasari dalam Wujing?
  20. Mengapa keteladanan dan karya Zhu Xi penting bagi umat Khonghucu hingga saat ini?
  21. Bagaimana kita membuktikan sikap ramah dan mau bergaul tanpa membeda-bedakan teman saat bekerja sama di kelas?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Sikap Ramah dan Saling Menyapa Tanpa Membeda-bedakan Teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.4 Menerapkan sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam keagamaan Khonghucu (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), mengajak murid bersikap doa secara khidmat, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab tentang tindakan yang tepat ketika berpapasan dengan teman yang berbeda latar belakang berdasarkan 2 situasi konkret (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang prinsip ajaran Khonghucu 'Di empat penjuru lautan semua saudara' (Si Hai Zhi Nei Jie Xiong Di Ye) serta makna sikap mudah bergaul dan ramah menyapa tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun penampilan fisik (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi contoh perilaku menyapa ramah dan perilaku membeda-bedakan teman melalui analisis 3 kartu pernyataan perilaku: Kartu 1 'Tersenyum dan menyapa teman baru pindahan dari luar kota', Kartu 2 'Hanya mau menyapa dan bermain dengan teman yang seagama saja', Kartu 3 'Mengucapkan salam ramah kepada siapa pun yang berpapasan di lorong kelas' (acuan pemilahan: Kartu 1 dan 3 = perilaku ramah tanpa membeda-bedakan; Kartu 2 = perilaku membeda-bedakan) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan berpasangan 'Tebar Sapa Persaudaraan': murid berpasangan secara acak dengan teman yang berbeda tempat duduk untuk mempraktikkan sapaan ramah, senyum terbuka, dan salam persahabatan secara bergantian (15 menit).
  • Secara berpasangan, murid mempraktikkan simulasi penerapan sikap ramah berdasarkan 2 skenario pergaulan: Skenario A (bertemu teman baru yang pemalu di teras sekolah) dan Skenario B (berpapasan dengan teman yang berbeda suku dan agama di gerbang sekolah) dengan menyapa ramah tanpa memilih-milih teman (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengungkapkan perasaan mereka saat mempraktikkan sapaan ramah kepada teman yang bukan teman dekatnya dan merefleksikan pentingnya tidak membeda-bedakan teman dalam pergaulan sehari-hari (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan atas komitmen murid untuk selalu ramah menyapa siapa pun di lingkungan sekolah, lalu menutup pembelajaran dengan salam penutup keagamaan Khonghucu (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kalimat sapaan ramah sederhana, sedangkan murid yang mandiri langsung menyusun kalimat sapaan ramah secara spontan.
  • Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru berlatih menyapa berpasangan, sementara murid yang sudah percaya diri mempraktikkan simulasi secara mandiri.
  • Produk: Praktik penerapan sapaan ramah dinilai melalui observasi unjuk kerja simulasi berpasangan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik kesiapan: Guru membacakan 2 situasi: (1) 'Kamu melihat murid baru yang berbeda suku berdiri sendirian saat jam istirahat, apa tindakan ramahmu?' (acuan: menghampiri, tersenyum, menyapa, atau mengajak berkenalan); (2) 'Ada teman yang berbeda agama berpapasan denganmu di gerbang sekolah, apa tindakanmu?' (acuan: memberi salam/menyapa dengan ramah tanpa menghindar).

Proses:

  • Pengamatan formatif saat simulasi berpasangan: Mengamati apakah murid menerapkan sikap ramah (tersenyum dan menggunakan kalimat sapaan yang santun) kepada pasangan simulasinya tanpa membeda-bedakan latar belakangnya berdasarkan Skenario A dan Skenario B.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan 1 tindakan nyata menyapa ramah tanpa membeda-bedakan yang akan langsung dipraktikkan saat jam pulang sekolah (kriteria penerimaan: memuat tindakan menyapa/memberi salam ramah kepada teman sekolah tanpa memandang perbedaan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penerapan sikap ramah dan saling menyapa tanpa membeda-bedakan teman pada simulasi berpasangan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan sikap ramah dan menyapa tanpa membeda-bedakanBelum menunjukkan sikap ramah dan enggan menyapa teman dalam simulasi pergaulan.Menerapkan sikap ramah dan menyapa teman hanya pada 1 skenario simulasi serta masih memerlukan dorongan guru untuk menyapa teman yang berbeda.Menerapkan sikap ramah dan menyapa teman secara mandiri pada kedua skenario simulasi tanpa membeda-bedakan teman.Menerapkan sikap ramah dan menyapa teman secara konsisten dan mandiri pada kedua skenario simulasi serta menunjukkan inisiatif menyapa terlebih dahulu kepada teman yang berbeda latar belakang.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah menunjukkan rasa nyaman dan antusias saat mempraktikkan sapaan ramah kepada teman yang berbeda latar belakang?
  • Langkah apa yang perlu diperkuat untuk membantu murid yang masih merasa canggung atau pemalu saat bergaul tanpa membeda-bedakan?

Murid:

  • Apakah aku sudah menyapa teman-temanku dengan ramah dan tersenyum hari ini?
  • Apakah aku masih memilih-milih teman saat ingin menyapa atau berbicara di kelas?

Pertemuan 2 — Menerapkan Kerja Sama Kelompok Tanpa Membeda-bedakan Latar Belakang Sahabat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.4 Menerapkan sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam kebajikan (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De) dan mengajak murid berdoa bersama (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid untuk belajar bekerja sama dengan teman beragam (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat melalui pertanyaan lisan: 'Jika dalam kelompok ada teman yang agamanya berbeda atau dari suku berbeda, apa yang harus kamu lakukan agar tugas kelompok selesai?' (acuan jawaban: mau menerima, mengajak bekerja sama, membagi peran secara adil tanpa mengejek atau menolak latar belakang teman) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati tayangan/gambar keberagaman teman kelompok dengan semangat 'Di empat penjuru lautan semua bersaudara' (Si Hai Zhi Nei Jie Xiong Di Ye) sebagai wujud perilaku Junzi yang mudah bergaul tanpa membeda-bedakan (15 menit).
  • Murid bersama guru membahas 3 contoh tindakan mudah bergaul dalam kerja sama kelompok: (1) Mau satu kelompok dengan siapa pun tanpa memilih-milih suku/agama; (2) Berbagi tugas kelompok secara adil kepada setiap anggota; (3) Menghargai usulan teman saat menyelesaikan tugas bersama (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok heterogen acak beranggotakan 4 orang tanpa membeda-bedakan latar belakang sahabat untuk memainkan aktivitas menggembirakan 'Misi Rumah Kebajikan' (5 menit).
  • Setiap kelompok berkolaborasi menyusun menara kartu stik kebajikan di mana setiap anggota memegang peran bergilir (penyusun, penjaga keseimbangan, pencatat langkah, penentu keputusan bersama) tanpa memilah teman berdasarkan suku, gender, atau agamanya (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap murid memeriksa lembar cek diri penerapan sikap mudah bergaul saat kerja sama berlangsung berdasarkan 3 indikator: kesediaan bergabung tanpa memilih teman, pembagian peran bersama, dan saling mendukung tanpa membeda-bedakan (15 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik kerja sama murid dan menegaskan pentingnya sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakan latar belakang sahabat dalam kehidupan sehari-hari (10 menit).
  • Murid dan guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam kebajikan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu peran visual bergambar bagi murid yang membutuhkan panduan konkret dalam pembagian tugas kelompok.
  • Proses: Murid yang sudah mahir mempraktikkan kerja sama mandiri bertindak sebagai pendukung kelancaran alur tugas kelompok tanpa mendominasi, sedangkan kelompok yang membutuhkan bimbingan didampingi guru secara berkala.
  • Produk: Refleksi penerapan sikap kerja sama dapat diungkapkan secara lisan langsung kepada guru atau mencentang lembar cek diri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Jika dalam kelompok ada teman yang agamanya berbeda atau dari suku berbeda, apa yang harus kamu lakukan agar tugas kelompok selesai?' (acuan: mau menerima satu kelompok, berbagi peran bersama, dan tidak menolak/mengejek latar belakang teman).

Proses:

  • Lembar observasi perilaku kerja sama kelompok selama aktivitas 'Misi Rumah Kebajikan' dengan 3 indikator teramati: (1) Mau menerima anggota kelompok yang ditentukan tanpa mengeluh/menolak; (2) Berbagi peran dan tugas secara merata bersama seluruh anggota; (3) Berinteraksi aktif dan saling mendukung tanpa membeda-bedakan latar belakang teman.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi diri di akhir sesi: Murid mencentang lembar evaluasi diri dengan 3 pernyataan: (1) Saya bersedia bekerja sama dengan teman mana pun; (2) Saya tidak memilih-milih teman berdasarkan suku atau agamanya saat kerja kelompok; (3) Saya ikut menyelesaikan tugas kelompok bersama teman (kriteria ketercapaian: memenuhi minimal 2 dari 3 pernyataan dengan jujur).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penerapan kerja sama kelompok tanpa membeda-bedakan latar belakang sahabat menggunakan lembar observasi perilaku Junzi
  • Lembar cek mandiri/refleksi murid tentang sikap bergaul tanpa membeda-bedakan saat penugasan kelompok

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakan dalam kerja sama kelompokMenolak bergabung dalam kelompok heterogen atau hanya mau bekerja sama dengan teman tertentu yang berlatar belakang sama meski telah diarahkan guru.Mau bergabung dalam kelompok heterogen tetapi masih enggan berbagi tugas dan sesekali menunjukkan keengganan berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang kecuali diingatkan guru.Menerapkan kerja sama kelompok dengan menerima seluruh anggota, berbagi peran, dan bergaul ramah tanpa membeda-bedakan latar belakang teman sesuai arahan.Menerapkan kerja sama kelompok secara konsisten dan mandiri dengan menerima siapa pun, membagi peran secara adil, serta aktif merangkul semua teman tanpa membeda-bedakan latar belakang sepanjang kegiatan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pembagian kelompok secara acak dan heterogen berjalan efektif dalam melatih murid bergaul tanpa membeda-bedakan?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang awalnya pasif atau enggan bekerja sama dengan teman yang berbeda latar belakang?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang dapat menyelesaikan misi bersama teman-teman yang berbeda latar belakang?
  • Tindakan apa yang sudah kamu lakukan hari ini untuk menunjukkan bahwa kamu mudah bergaul dan tidak membeda-bedakan teman?

Pertemuan 3 — Menjelaskan Kitab Daxue dan Zhongyong sebagai Bagian Pokok Kitab Suci Sishu — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.1 Menjelaskan bagian-bagian kitab suci yang pokok (Sishu) sebagai pedoman hidup

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam peneguhan iman Wei De Dong Tian, mengajak murid bersikap hormat (Xian Bei), dan berdoa bersama (5 menit).
  • Guru mengajak murid melakukan hening sejenak (Jingzuo) untuk menenangkan pikiran dan menumbuhkan kesadaran diri sebelum mulai belajar (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang nama rangkaian empat kitab pokok (Sishu) serta dua kitab pertamanya yaitu Daxue dan Zhongyong (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai pengertian Kitab Sishu (Empat Kitab Pokok) dengan fokus pada dua kitab pertama: Kitab Daxue (Ajaran Besar, ditulis oleh Zengzi, berisi tentang pembinaan diri) dan Kitab Zhongyong (Tengah Sempurna, ditulis oleh Zisi, berisi tentang ajaran keimanan dan jalan tengah) (15 menit).
  • Murid mengidentifikasi 4 kartu informasi materi yang dibagikan guru di papan tulis: Kartu 1 (Nama kitab: Daxue; Arti: Ajaran Besar), Kartu 2 (Penyusun: Zengzi; Isi pokok: Bimbingan pembinaan diri), Kartu 3 (Nama kitab: Zhongyong; Arti: Tengah Sempurna), Kartu 4 (Penyusun: Zisi; Isi pokok: Ajaran keimanan dan membina jalan tengah) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan berpasangan tantangan 'Tebak Kartu Kitab Daxue & Zhongyong': secara bergantian murid mengambil kartu pertanyaan dan pasangannya menjelaskan nama kitab, arti nama, tokoh penyusun, serta isi pokoknya (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Penjelasan Kitab Suci untuk menguraikan secara tertulis penjelasan Kitab Daxue dan Zhongyong (mencakup nama kitab, arti nama, penyusun, dan pokok ajarannya sebagai pedoman hidup) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama bimbingan guru meninjau kembali ketepatan uraian penjelasan tentang Kitab Daxue dan Kitab Zhongyong yang telah dikerjakan (10 menit).
  • Murid menyampaikan pemaknaan pribadi tentang bagaimana bimbingan membina diri dari Daxue dan menjaga keimanan dari Zhongyong dapat menjadi pedoman perbuatannya di sekolah maupun di rumah (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja penjelasan murid dan bersama murid merangkum pokok penjelasan Kitab Daxue dan Zhongyong (5 menit).
  • Pelajaran diakhiri dengan doa syukur atas bimbingan kebajikan Tian dan salam penutup Huang Yi Shang Di, Shanzai (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu ringkasan bergambar bertuliskan hanzi Daxue dan Zhongyong beserta artinya bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan panduan berupa kartu kata bantu (Zengzi, pembinaan diri, Zisi, keimanan); bagi murid yang cepat paham, murid diminta menjelaskan kaitan antara pembinaan diri Daxue dengan keimanan Zhongyong secara mandiri.
  • Produk: Uraian penjelasan pada lembar kerja dapat berupa pengisian tabel rincian terstruktur atau paragraf penjelasan utuh sesuai kesiapan belajar murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 1) 'Apa sebutan untuk empat kitab pokok dalam agama Khonghucu?' (Acuan jawaban: Sishu); 2) 'Sebutkan dua kitab pertama yang termasuk dalam Sishu!' (Acuan jawaban: Daxue dan Zhongyong).

Proses:

  • Formatif pada Lembar Penjelasan Kitab Suci berisi 4 butir uraian: 1) Jelaskan Kitab Daxue: arti nama, penulis, dan isi pokok pedomannya! (Acuan: Daxue berarti Ajaran Besar, ditulis oleh Zengzi/Cingcu, berisi pokok pembinaan diri); 2) Jelaskan Kitab Zhongyong: arti nama, penulis, dan isi pokok pedomannya! (Acuan: Zhongyong berarti Tengah Sempurna, ditulis oleh Zisi/Cu Su, berisi ajaran keimanan dan memegang jalan tengah); 3) Pasangkan kartu rincian 1-4 secara tepat ke kolom Daxue atau Zhongyong; 4) Jelaskan alasan mengapa Daxue dan Zhongyong dijadikan pedoman hidup (Acuan: Daxue membimbing manusia meluruskan hati dan membina diri, Zhongyong membimbing manusia hidup harmonis penuh iman kepada Tian).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup lisan/tulis singkat: Sebutkan secara berurutan nama penulis dan isi pedoman utama dari Kitab Daxue dan Kitab Zhongyong! (Acuan: Daxue disusun oleh Zengzi berisi pembinaan diri; Zhongyong disusun oleh Zisi berisi keimanan dan jalan tengah).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai pengenalan nama Kitab Daxue dan Zhongyong.
  • Observasi unjuk kerja saat permainan tantangan tebak kartu berpasangan.
  • Penilaian tugas tertulis Lembar Penjelasan Kitab Suci Daxue dan Zhongyong.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Kitab Daxue sebagai bagian pokok Kitab Suci SishuBelum dapat menjelaskan Kitab Daxue, keliru menyebutkan arti nama (Ajaran Besar), penulis (Zengzi), dan isi pokoknya (pembinaan diri) walau telah dibimbing.Menjelaskan 1 dari 3 komponen Kitab Daxue secara tepat (hanya arti nama 'Ajaran Besar', atau nama penulis 'Zengzi', atau isi pokok 'pembinaan diri') dengan bantuan bimbingan guru.Menjelaskan 2 dari 3 komponen Kitab Daxue secara tepat (memuat kombinasi tepat antara arti nama 'Ajaran Besar', penulis 'Zengzi', atau isi pokok 'pembinaan diri') secara mandiri.Menjelaskan seluruh 3 komponen Kitab Daxue secara lengkap dan tepat (arti nama: Ajaran Besar, penulis: Zengzi, isi pokok: pembinaan diri sebagai pedoman hidup) secara mandiri dan runtut.
Menjelaskan Kitab Zhongyong sebagai bagian pokok Kitab Suci SishuBelum dapat menjelaskan Kitab Zhongyong, keliru menyebutkan arti nama (Tengah Sempurna), penulis (Zisi), dan isi pokoknya (ajaran keimanan/jalan tengah) walau telah dibimbing.Menjelaskan 1 dari 3 komponen Kitab Zhongyong secara tepat (hanya arti nama 'Tengah Sempurna', atau nama penulis 'Zisi', atau isi pokok 'keimanan/jalan tengah') dengan bimbingan guru.Menjelaskan 2 dari 3 komponen Kitab Zhongyong secara tepat (memuat kombinasi tepat antara arti nama 'Tengah Sempurna', penulis 'Zisi', atau isi pokok 'keimanan/jalan tengah') secara mandiri.Menjelaskan seluruh 3 komponen Kitab Zhongyong secara lengkap dan tepat (arti nama: Tengah Sempurna, penulis: Zisi, isi pokok: keimanan dan jalan tengah sebagai pedoman hidup) secara mandiri dan runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran aktif dan permainan kartu berhasil membantu seluruh murid memahami penjelasan Kitab Daxue dan Zhongyong secara mendalam?
  • Bagian penjelasan mana yang masih membutuhkan penekanan tambahan agar murid tidak tertukar antara tokoh penyusun Zengzi dan Zisi?

Murid:

  • Hal baru apa yang saya pelajari hari ini tentang Kitab Daxue dan Kitab Zhongyong?
  • Bagaimana ajaran pembinaan diri dalam Kitab Daxue dapat saya terapkan dalam perilaku belajar saya setiap hari?

Pertemuan 4 — Menjelaskan Kitab Lunyu dan Mengzi dalam Rangkaian Kitab Suci Sishu sebagai Pedoman Hidup — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.1 Menjelaskan bagian-bagian kitab suci yang pokok (Sishu) sebagai pedoman hidup

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), berdoa bersama, dan mengajak murid duduk tenang (jingzuo) sejenak untuk memusatkan perhatian (5 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu gubahan 'Kitab Sishu' (nada Balonku Ada Lima) untuk mengingat 4 bagian Sishu (Daxue, Zhongyong, Lunyu, Mengzi) (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'Sebutkan 2 kitab yang melengkapi Daxue dan Zhongyong dalam Sishu!' (acuan: Lunyu dan Mengzi); (2) 'Siapa tokoh utama yang percakapannya dihimpun dalam Kitab Lunyu?' (acuan: Nabi Kongzi dan murid-muridnya) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati tayangan/kartu teks tentang Kitab Lunyu (Kitab Sabda Suci, berisi percakapan Nabi Kongzi dengan murid-muridnya yang dicatat oleh para murid) dan Kitab Mengzi (berisi penegasan dan uraian ajaran Nabi Kongzi yang ditulis oleh Mengzi) (5 menit).
  • Murid membaca bersama ayat suci Lunyu I:6 ('Di rumah berlakulah bakti, di luar berlakulah rendah hati, berhati-hati memegang janji, menaruh cinta kepada masyarakat, dan berhubungan erat dengan orang yang berperi cinta kasih...') serta penjelasan maknanya sebagai pedoman hidup (15 menit).
  • Guru memberikan penjelasan mendalam mengenai kedudukan Lunyu dan Mengzi yang menyempurnakan Daxue dan Zhongyong dalam rangkaian empat kitab pokok (Sishu) sebagai panduan perilaku Junzi sehari-hari (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan edukatif 'Tantangan Kartu Sishu': secara berpasangan, murid mengambil dan memasangkan 4 kartu rincian kitab dengan tepat: (1) Kartu 'Kitab Sabda Suci / percakapan Nabi Kongzi' dipasangkan ke nama 'Lunyu'; (2) Kartu 'Penulis Kitab Lunyu' dipasangkan ke 'Murid-murid Nabi Kongzi'; (3) Kartu 'Kitab penegasan watak sejati dan uraian ajaran' dipasangkan ke 'Mengzi'; (4) Kartu 'Penulis Kitab Mengzi' dipasangkan ke 'Mengzi' (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja 'Lunyu dan Mengzi Pedoman Hidupku' secara mandiri: menuliskan arti nama kitab, penghimpun/penulis, serta 2 contoh pengamalan ayat Lunyu I:6 dalam kehidupan sehari-hari (berbakti di rumah, setia pada janji/rendah hati kepada teman) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil lembar kerja dengan bimbingan guru dan mengevaluasi ketepatan pemahamannya tentang isi dan kedudukan Kitab Lunyu serta Mengzi (10 menit).
  • Murid mengutarakan secara singkat satu komitmen perilaku berpedoman pada ajaran Kitab Lunyu yang akan dipraktikkan minggu ini (misalnya: berbakti kepada orang tua di rumah atau menepati janji kepada teman) (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan intisari pembelajaran: Kitab Lunyu dan Kitab Mengzi adalah dua bagian penting dari Sishu yang membimbing tutur kata dan kebajikan moral manusia (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, mengingatkan materi berikutnya tentang kitab Wujing, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam kebajikan (Huang Yi Shang Di, Wei Tian You De - Shanzai) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantu rincian nama dan penulis kitab, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kutipan tambahan dari Kitab Mengzi tentang watak sejati.
  • Proses: Pada permainan berpasangan, murid yang masih ragu dipasangkan dengan teman yang sudah memahami konsep agar dapat saling mengonfirmasi pasangan kartu.
  • Produk: Pada lembar kerja, murid yang membutuhkan bimbingan dapat memilih opsi jawaban yang disediakan, sedangkan murid yang mahir menuliskan penjelasan lengkap dengan kata-kata sendiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Sebutkan 2 kitab yang dipelajari hari ini yang melengkapi Daxue dan Zhongyong dalam Sishu! (acuan: Kitab Lunyu dan Kitab Mengzi); (2) Siapa yang menghimpun percakapan dalam Kitab Lunyu? (acuan: Murid-murid Nabi Kongzi).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam memasangkan 4 kartu telaah Kitab Lunyu dan Mengzi saat permainan edukatif (acuan: Lunyu = Sabda Suci dihimpun oleh murid Nabi Kongzi; Mengzi = Kitab Mengzi ditulis oleh Mengzi).
  • Penilaian lembar kerja mandiri: ketepatan menjelaskan arti, penulis, dan penerapan Lunyu I:6 sebagai pedoman hidup (acuan: Lunyu = Kitab Sabda Suci, penulis = murid-murid Nabi Kongzi; Mengzi = Kitab Mengzi, penulis = Mengzi; penerapan Lunyu I:6 = berbakti kepada orang tua dan memegang janji).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan ciri kitab secara acak, murid menjawab nama kitabnya: (1) 'Kitab yang berisi kumpulan sabda dan percakapan Nabi Kongzi dengan murid-muridnya' (acuan: Lunyu); (2) 'Kitab yang menguraikan ajaran kebajikan yang ditulis oleh Mengzi' (acuan: Mengzi).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang bagian Sishu
  • Observasi unjuk kerja permainan memasangkan kartu Kitab Lunyu dan Mengzi
  • Pemeriksaan Lembar Kerja 'Lunyu dan Mengzi Pedoman Hidupku'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Bagian Kitab Sishu (Lunyu dan Mengzi)Belum mampu menjelaskan arti nama dan penulis Kitab Lunyu maupun Kitab Mengzi sesuai acuan.Mampu menjelaskan arti nama dan penulis 1 dari 2 kitab (Lunyu atau Mengzi) secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan guru.Mampu menjelaskan arti nama dan penulis kedua kitab (Lunyu dan Mengzi) serta 1 contoh penerapannya sebagai pedoman hidup secara tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan arti nama, penulis/penghimpun kedua kitab (Lunyu dan Mengzi), serta 2 contoh penerapannya berdasarkan ayat Lunyu I:6 sebagai pedoman hidup secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah permainan kartu edukatif berhasil membantu murid membedakan karakteristik Kitab Lunyu dan Kitab Mengzi secara menyenangkan?
  • Bagian penjelasan manakah dari ayat Lunyu I:6 yang paling dipahami murid sebagai pedoman hidup sehari-hari?

Murid:

  • Apa hal baru yang aku ketahui hari ini tentang Kitab Lunyu dan Kitab Mengzi?
  • Perilaku baik apa dari Kitab Lunyu I:6 yang akan aku lakukan di rumah dan di sekolah mulai hari ini?

Pertemuan 5 — Menjelaskan Tiga Kitab Mendasari Wujing: Shijing, Shujing, dan Yijing — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.2 Menjelaskan bagian-bagian kitab suci yang mendasari (Wujing)

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam keagamaan Khonghucu (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu menjelaskan tiga kitab suci yang mendasari (Wujing): Shijing, Shujing, dan Yijing (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan arti dari kata Wujing dan sebutkan 3 nama kitab di dalamnya yang kamu ketahui!' (acuan jawaban: Wujing berarti lima kitab suci yang mendasari; 3 kitab di antaranya adalah Shijing, Shujing, Yijing) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru berbantu bagan visual mengenai kitab Wujing (五经) sebagai kitab suci yang mendasari, khususnya 3 kitab pertama: Shijing (Kitab Sanjak / nyanyian purba memuliakan Tian), Shujing (Kitab Hikayat / dokumen sejarah suci berisi sabda, maklumat, dan nasihat para Nabi/Raja Purba), dan Yijing (Kitab Perubahan / kejadian alam semesta dan wahyu) (15 menit).
  • Murid membaca teks ringkas pada Buku Siswa halaman 16-21 tentang nama Mandarin, sebutan Indonesia, dan isi pokok dari Shijing, Shujing, dan Yijing secara hening dan berkesadaran (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan kuis tantangan mencocokkan cepat 'Trio Wujing' secara berpasangan yang menggembirakan, di mana murid mencocokkan 3 kartu nama kitab dengan kartu intisarinya: Kartu 1 Shijing dipasangkan dengan 'Teks nyanyian purba dan sanjak yang mengagungkan Tian'; Kartu 2 Shujing dipasangkan dengan 'Teks sabda, peraturan, dan maklumat para Nabi dan Raja Purba'; Kartu 3 Yijing dipasangkan dengan 'Kejadian dan peristiwa alam semesta serta wahyu perubahan' (pengalih: 'Uraian ajaran Nabi Kongzi oleh Mengzi', 'Catatan pembinaan diri Zengzi') (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja penjelasan tertulis untuk menjelaskan sebutan Indonesia dan isi pokok dari Shijing, Shujing, dan Yijing (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa lembar kerja dan saling memberikan konfirmasi ketepatan atas penjelasan ketiga kitab yang mendasari (Wujing) tersebut (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan nama dan isi pokok dari 3 kitab Wujing (Shijing, Shujing, Yijing) yang telah dipelajari (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya akan dibahas 2 kitab Wujing berikutnya (Liji dan Chunqiu), lalu menutup sesi dengan doa penutup dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci (Sanjak/Pujian, Hikayat/Sabda Raja, Perubahan/Alam), sedangkan murid cepat diberikan rincian tokoh terkait (Raja Ding/Dinasti Shang pada Shijing, Raja Yao/Qinmugong pada Shujing, Fu Xi/Raja Wen pada Yijing).
  • Proses: Murid dengan kesiapan awal kurang dibimbing langsung oleh guru pada saat latihan mencocokkan kartu, sedangkan murid mahir langsung menuliskan penjelasan mandiri.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan isi pokok 3 kitab Wujing dalam bentuk tabel deskriptif atau bagan uraian ringkas sesuai lembar kerja yang disediakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Apa arti Wujing dan sebutkan 3 nama bagian kitabnya!' Acuan jawaban tepat: Wujing = Lima Kitab yang Mendasari; 3 kitab di antaranya adalah Shijing (Kitab Sanjak), Shujing (Kitab Hikayat), Yijing (Kitab Perubahan).

Proses:

  • Pemeriksaan unjuk kerja mencocokkan 3 kartu kitab dengan kartu isinya. Acuan pasangan benar: (1) Shijing -> Teks nyanyian purba dan sanjak yang mengagungkan Tian; (2) Shujing -> Teks sabda, peraturan, dan maklumat para Nabi dan Raja Purba; (3) Yijing -> Kejadian dan peristiwa alam semesta serta wahyu perubahan. Pengalih yang tidak boleh dipilih: 'Uraian ajaran Nabi Kongzi oleh Mengzi', 'Catatan pembinaan diri Zengzi'.
  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan tertulis: menilai ketepatan penjelasan nama Indonesia dan isi pokok ketiga kitab Wujing (Shijing, Shujing, Yijing).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 3 butir soal uraian singkat pada akhir sesi: (1) Jelaskan isi pokok Kitab Shijing! (Acuan: memuat nyanyian purba pemujaan kepada Tian dan sanjak-sanjak pujian); (2) Jelaskan isi pokok Kitab Shujing! (Acuan: memuat catatan sejarah suci, sabda, peraturan, maklumat para Nabi dan Raja Purba); (3) Jelaskan isi pokok Kitab Yijing! (Acuan: memuat hukum perubahan kejadian dan peristiwa alam semesta serta wahyu). Kriteria tuntas: menjawab minimal 2 dari 3 butir dengan tepat sesuai acuan.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal lisan tentang pengertian Wujing dan nama-nama kitabnya.
  • Asesmen proses formatif melalui observasi permainan pencocokan kartu Trio Wujing dan pemeriksaan ketepatan lembar kerja penjelasan Shijing, Shujing, dan Yijing.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Bagian Kitab Suci Wujing (Shijing, Shujing, Yijing)Belum mampu menjelaskan nama Indonesia maupun isi pokok dari ketiga kitab (Shijing, Shujing, Yijing), atau hanya 1 kitab yang dijelaskan dengan benar walau dibimbing guru.Mampu menjelaskan nama Indonesia dan isi pokok dari 1 sampai 2 kitab (dari Shijing, Shujing, Yijing) secara tepat dengan bantuan/bimbingan guru.Mampu menjelaskan nama Indonesia dan isi pokok dari ketiga kitab (Shijing, Shujing, dan Yijing) secara tepat dan mandiri sesuai acuan materi.Mampu menjelaskan nama Indonesia, isi pokok, serta konteks tokoh/penyusun ketiga kitab (Shijing, Shujing, Yijing) secara lengkap, mendalam, tepat, dan mandiri tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan kekhasan isi pokok antara Shijing, Shujing, dan Yijing secara jelas?
  • Apakah kegiatan mencocokkan kartu Trio Wujing efektif membantu pemahaman murid tentang ketiga kitab yang mendasari?

Murid:

  • Apa hal baru yang aku ketahui tentang Kitab Shijing, Shujing, dan Yijing hari ini?
  • Bagian mana dari ketiga kitab Wujing tersebut yang paling mudah atau paling menantang untuk aku jelaskan?

Pertemuan 6 — Menjelaskan Kitab Liji dan Chunqiu sebagai Bagian Kitab Suci yang Mendasari (Wujing) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.2 Menjelaskan bagian-bagian kitab suci yang mendasari (Wujing)

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), membimbing doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru bersama murid melakukan jingzuo (duduk tenang) sejenak untuk memusatkan perhatian dan menumbuhkan kesadaran diri (5 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya (Shijing, Shujing, Yijing) dengan dua bagian Wujing berikutnya, yaitu Kitab Liji dan Kitab Chunqiu (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat melalui pertanyaan lisan: 'Sebutkan arti nama Kitab Liji dan Kitab Chunqiu!' (acuan jawaban: Liji adalah Kitab Kesusilaan, Chunqiu adalah Kitab Musim Semi dan Gugur) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati tayangan/bagan tentang Kitab Liji (Kitab Kesusilaan) yang memuat tiga bagian pokok: (1) Kitab Dinasti Zhou, (2) Kitab Peribadahan, (3) Catatan Kesusilaan; serta Kitab Chunqiu (Kitab Musim Semi dan Gugur) yang ditulis langsung oleh Nabi Kongzi berisi sejarah zaman Chunqiu tahun 722-481 SM (5 menit).
  • Murid mencocokkan penjelasan guru dengan membaca uraian materi pada Buku Siswa halaman 17-18 mengenai isi pokok Kitab Liji dan Kitab Chunqiu (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan kartu edukatif 'Tebak Tepat Liji & Chunqiu', di mana setiap pasang murid saling membacakan 4 petunjuk kartu dan pasangannya menebak nama kitab yang dimaksud (15 menit). (Daftar 4 petunjuk dan kunci: (1) 'Kitab yang memuat catatan sejarah zaman 722-481 SM' -> Chunqiu; (2) 'Kitab yang berisi Kitab Peribadahan dan Catatan Kesusilaan' -> Liji; (3) 'Kitab Wujing yang ditulis langsung oleh Nabi Kongzi' -> Chunqiu; (4) 'Kitab yang sering disebut Kitab Kesusilaan dan memiliki bagian Kitab Dinasti Zhou' -> Liji).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja pengelompokan fakta berisi 4 butir pernyataan untuk menguji pemahaman isi Kitab Liji dan Chunqiu (15 menit). (Isi lembar kerja: Tentukan apakah pernyataan berikut terkait Kitab Liji atau Kitab Chunqiu: [1] Berisi Kitab Dinasti Zhou, Kitab Peribadahan, Catatan Kesusilaan -> Liji; [2] Berisi peristiwa sejarah tahun 722-481 SM -> Chunqiu; [3] Kitab yang ditulis sendiri oleh Nabi Kongzi -> Chunqiu; [4] Kitab yang mengatur tentang kesusilaan peribadahan -> Liji).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mereview kembali lembar kerja yang telah dikerjakan untuk memastikan pemahaman penjelasan tentang Kitab Liji dan Chunqiu sudah tepat (15 menit).
  • Murid menyampaikan pemaknaan pentingnya belajar dari teladan sejarah (Chunqiu) dan menjaga kesusilaan (Liji) dalam kehidupan beriman sehari-hari (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap penjelasan murid mengenai isi pokok dan penulis/penyusun Kitab Liji dan Kitab Chunqiu (5 menit).
  • Guru memandu murid melakukan cek pemahaman akhir melalui 2 pertanyaan lisan singkat, mengakhiri sesi dengan doa syukur, dan mengucapkan salam penutup Huang You Shi Ji (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu bertuliskan kata kunci isi kitab (Kesusilaan, Peribadahan, Sejarah, Dinasti Zhou, 722-481 SM) bagi murid yang memerlukan perancah.
  • Proses: Bagi murid yang cepat menyelesaikan, diberikan tantangan menyebutkan alasan mengapa Kitab Chunqiu mencatat sejarah tahun 722-481 SM secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan isi lembar kerja melalui tulisan ringkas atau lisan langsung kepada guru sesuai kemampuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan arti nama Kitab Liji dan Kitab Chunqiu!' (Acuan jawaban: Liji = Kitab Kesusilaan; Chunqiu = Kitab Musim Semi dan Gugur).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid saat menjawab 4 kartu petunjuk pada permainan tebak pasangan 'Tebak Tepat Liji & Chunqiu'. (Daftar petunjuk dan kunci: [1] Catatan sejarah zaman 722-481 SM -> Chunqiu; [2] Berisi Kitab Peribadahan dan Catatan Kesusilaan -> Liji; [3] Ditulis langsung oleh Nabi Kongzi -> Chunqiu; [4] Disebut Kitab Kesusilaan dan berisi Kitab Dinasti Zhou -> Liji).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis/lisan pada lembar kerja 4 butir: (1) Berisi Kitab Dinasti Zhou, Kitab Peribadahan, Catatan Kesusilaan (Kunci: Liji); (2) Berisi peristiwa sejarah zaman Chunqiu tahun 722-481 SM (Kunci: Chunqiu); (3) Kitab yang ditulis langsung oleh Nabi Kongzi (Kunci: Chunqiu); (4) Kitab yang mengatur tata kesusilaan (Kunci: Liji).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik pada apersepsi (asesmen awal)
  • Pengamatan kinerja berpasangan pada permainan tebak kartu petunjuk (asesmen proses)
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri pengelompokan 4 fakta Kitab Liji dan Chunqiu (asesmen akhir)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan bagian Kitab Liji dan Kitab Chunqiu dalam WujingBelum mampu menjelaskan fakta isi maupun nama Kitab Liji dan Chunqiu (tepat 0-1 dari 4 butir acuan).Mampu menjelaskan sebagian kecil fakta Kitab Liji dan Chunqiu dengan bimbingan (tepat 2 dari 4 butir acuan).Mampu menjelaskan sebagian besar fakta isi dan penulis Kitab Liji dan Chunqiu secara tepat (tepat 3 dari 4 butir acuan).Mampu menjelaskan seluruh 4 fakta isi, bagian, dan penulis Kitab Liji dan Chunqiu secara mandiri dan tepat (seluruh 4 butir acuan benar).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu petunjuk efektif membantu murid memahami perbedaan isi Kitab Liji dan Chunqiu?
  • Bagian penjelasan mana yang paling sering membuat murid tertukar antara bagian-bagian kitab Liji dan Chunqiu?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari tentang Kitab Liji dan Kitab Chunqiu hari ini?
  • Dari kedua kitab tersebut, fakta mana yang paling menarik perhatianmu?

Pertemuan 7 — Menjelaskan Riwayat Kehidupan Zhu Xi pada Masa Dinasti Song — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.3 Menjelaskan Zhu Xi sebagai tokoh pembaharuan agama Khonghucu

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan, mengajak murid bersikap hormat (jingli), dan memimpin doa pembuka bersama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang riwayat tokoh: 'Pada zaman dinasti apakah Zhu Xi hidup?' (acuan: Dinasti Song) dan 'Siapakah nama guru tempat Zhu Xi belajar saat berusia 30 tahun?' (acuan: Li Dong) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, garis besar kegiatan mengenai riwayat hidup Zhu Xi berdasarkan garis waktu usianya, serta manfaat mempelajari ketekunannya (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati bagan kronologis riwayat Zhu Xi pada masa Dinasti Song yang memuat 6 tonggak usia: (1) Usia 4 tahun: masuk sekolah, tekun belajar dan membaca; (2) Usia 10 tahun: hafal Kitab Xiaojing; (3) Usia 19 tahun: lulus ujian negara dengan sukses; (4) Usia 30 tahun: menjadi murid dan belajar kepada guru Li Dong; (5) Masa dewasa: mendirikan Akademi Rusa Putih untuk mendidik murid; (6) Usia 70 tahun: wafat karena sakit disentri (15 menit).
  • Guru memandu murid menelusuri hubungan antartonggak peristiwa dalam kehidupan Zhu Xi dan memverifikasi pemahaman konsep riwayat hidup tersebut secara terstruktur (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Garis Waktu Cepat Zhu Xi': tiap pasangan menerima 6 kartu peristiwa acak untuk diurutkan sesuai kronologi usia Zhu Xi secara tepat dan bergembira (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Mandiri 'Riwayat Kehidupan Zhu Xi' yang berisi 4 pertanyaan penjelasan kronologis: (1) Peristiwa saat Zhu Xi berusia 10 tahun (acuan: hafal Kitab Xiaojing); (2) Usia saat Zhu Xi lulus ujian negara (acuan: 19 tahun); (3) Nama guru Zhu Xi pada usia 30 tahun (acuan: Guru Li Dong); (4) Nama akademi terkenal yang didirikan Zhu Xi (acuan: Akademi Rusa Putih) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid melakukan jingzuo (duduk hening) sejenak merenungkan keteladanan ketekunan belajar Zhu Xi sepanjang perjalanan hidupnya (10 menit).
  • Murid menyampaikan satu hal paling berkesan dari perjuangan belajar Zhu Xi sejak kecil hingga mendirikan akademi pendidikan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali garis besar riwayat kehidupan Zhu Xi pada masa Dinasti Song (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan materi untuk pertemuan berikutnya tentang peran pembaharuan Zhu Xi, memimpin doa penutup, dan mengucapkan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan lembar alur dengan bantuan kata kunci angka tahun/usia, sedangkan murid yang mahir menggunakan lembar garis waktu tanpa kata kunci pemandu.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi secara berpasangan dalam mengurutkan kartu, sedangkan murid mahir mengurutkan kartu kronologi secara mandiri.
  • Produk: Murid menyajikan penjelasan riwayat hidup Zhu Xi baik melalui tabel garis waktu berurutan maupun narasi kronologis tertulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Pada zaman dinasti apakah Zhu Xi hidup? (acuan: Dinasti Song); (2) Siapakah guru tempat Zhu Xi belajar ketika berusia 30 tahun? (acuan: Li Dong).

Proses:

  • Observasi ketepatan mengurutkan 6 kartu garis waktu riwayat Zhu Xi: (1) Usia 4 tahun: masuk sekolah; (2) Usia 10 tahun: hafal Kitab Xiaojing; (3) Usia 19 tahun: lulus ujian negara; (4) Usia 30 tahun: belajar kepada Li Dong; (5) Masa dewasa: mendirikan Akademi Rusa Putih; (6) Usia 70 tahun: wafat karena disentri (acuan: urutan kronologis 1-2-3-4-5-6).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri penjelasan 4 butir riwayat hidup Zhu Xi: butir 1 usia 10 tahun (acuan: hafal Kitab Xiaojing), butir 2 usia lulus ujian (acuan: 19 tahun), butir 3 guru usia 30 tahun (acuan: Li Dong), butir 4 akademi yang didirikan (acuan: Akademi Rusa Putih).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Menjelaskan 2 peristiwa penting dalam kehidupan Zhu Xi sebelum berusia 20 tahun (acuan: pada usia 10 tahun hafal Kitab Xiaojing dan pada usia 19 tahun sukses lulus ujian negara).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai dinasti dan nama guru Zhu Xi
  • Unjuk kerja berpasangan mengurutkan 6 kartu garis waktu peristiwa hidup Zhu Xi
  • Tes tertulis formatif berupa lembar kerja penjelasan 4 fakta riwayat Zhu Xi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Riwayat Kehidupan Zhu XiMenjelaskan dengan tepat 1 dari 4 fakta riwayat kehidupan Zhu Xi pada lembar kerja (acuan: usia 10 tahun hafal Xiaojing; usia 19 tahun lulus ujian negara; usia 30 tahun belajar kepada Li Dong; mendirikan Akademi Rusa Putih).Menjelaskan dengan tepat 2 dari 4 fakta riwayat kehidupan Zhu Xi pada lembar kerja sesuai acuan.Menjelaskan dengan tepat 3 dari 4 fakta riwayat kehidupan Zhu Xi pada lembar kerja sesuai acuan.Menjelaskan dengan tepat seluruh 4 fakta riwayat kehidupan Zhu Xi pada lembar kerja sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur kronologis riwayat Zhu Xi melalui media garis waktu memudahkan murid memahami urutan peristiwa kehidupannya?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan garis waktu berpasangan?

Murid:

  • Peristiwa usia berapakah dalam riwayat Zhu Xi yang paling membuatmu kagum?
  • Apa kesulitan yang kamu hadapi saat mengingat urutan peristiwa hidup Zhu Xi?

Pertemuan 8 — Menjelaskan Peran Zhu Xi sebagai Tokoh Pembaharuan Agama Khonghucu — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.3 Menjelaskan Zhu Xi sebagai tokoh pembaharuan agama Khonghucu

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam Wei De Dong Tian, mengajak murid bersikap hormat Xian You Yi De, lalu berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapa nama tokoh Dinasti Song yang menyusun Kitab Sishu?' (acuan: Zhu Xi); (2) 'Sebutkan 1 hal yang dilakukan Zhu Xi untuk agama Khonghucu!' (acuan: menghimpun/membukukan Kitab Sishu, memberi tafsir/kata pengantar, atau mendirikan Akademi Rusa Putih) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang 3 peran utama Zhu Xi sebagai tokoh pembaharuan agama Khonghucu: (1) Menghimpun, menyusun urutan, menerbitkan, dan memberi ulasan/tafsir atas 4 kitab (Daxue, Zhongyong, Lunyu, Mengzi) menjadi satu kesatuan Kitab Sishu; (2) Membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan yaitu Akademi Rusa Putih (Bai Lu Dong Shu Yuan); (3) Menyusun kurikulum dan materi belajar yang terstruktur mulai dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi (25 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tebak peran berpasangan 'Tantangan Kartu Peran Zhu Xi' secara bergembira: murid mengambil 3 kartu acak dari tumpukan kartu yang berisi peran Zhu Xi dan kartu pengecoh, lalu menentukan peran pembaharuan Zhu Xi yang benar. Kartu peran benar: (1) Menghimpun 4 kitab menjadi satu Kitab Sishu, (2) Mendirikan Akademi Rusa Putih, (3) Memberi kata pengantar dan ulasan pada Kitab Sishu. Kartu pengecoh: (A) Menulis Kitab Shijing, (B) Menjadi murid langsung Nabi Kongzi (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Peran Pembaharuan Zhu Xi' dengan menjawab 3 pertanyaan tertulis: (1) Apa jasa Zhu Xi terhadap Kitab Sishu? (acuan: menghimpun/membukukan 4 kitab: Daxue, Zhongyong, Lunyu, Mengzi dan memberi ulasan/kata pengantar); (2) Apa nama akademi terkenal yang didirikan Zhu Xi? (acuan: Akademi Rusa Putih / Bai Lu Dong Shu Yuan); (3) Mengapa Zhu Xi disebut tokoh pembaharuan? (acuan: memperbaharui sistem pendidikan Khonghucu dan menetapkan Sishu sebagai dasar pembelajaran) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan hening sejenak (jingzuo) merenungkan keteladanan semangat belajar Zhu Xi dalam memajukan ajaran Khonghucu, lalu guru memberikan penguatan dan umpan balik atas lembar kerja yang telah diselesaikan murid (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan peran Zhu Xi sebagai tokoh pembaharuan agama Khonghucu, yaitu pembukuan Kitab Sishu dan pendirian Akademi Rusa Putih (5 menit).
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang sikap saling menghormati dalam pergaulan, menutup pertemuan dengan doa penutup, dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan kata kunci peran Zhu Xi (Sishu, Akademi Rusa Putih, Tafsir Kitab); murid yang berpencapaian tinggi menelaah kaitan peran Zhu Xi dengan keberadaan Kitab Sishu saat ini.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam membaca kartu peran, sedangkan murid mandiri langsung mengidentifikasi dan menjelaskan peran Zhu Xi.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan peran Zhu Xi melalui lembar kerja isian singkat atau penjelasan lisan terstruktur sesuai acuan peran pembaharuan Zhu Xi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Siapakah nama tokoh Dinasti Song yang menyusun Kitab Sishu?' (acuan: Zhu Xi); (2) 'Sebutkan 1 karya atau jasa Zhu Xi bagi agama Khonghucu!' (acuan: menghimpun/membukukan Kitab Sishu, memberi ulasan/kata pengantar, atau mendirikan Akademi Rusa Putih).

Proses:

  • Pemeriksaan tugas mandiri lembar kerja penjelasan peran Zhu Xi: (1) Menjelaskan jasa Zhu Xi terhadap Kitab Sishu (acuan: menghimpun 4 kitab yaitu Daxue, Zhongyong, Lunyu, Mengzi menjadi satu kesatuan Sishu serta memberi ulasan/kata pengantar); (2) Menyebutkan nama akademi yang didirikan (acuan: Akademi Rusa Putih); (3) Menjelaskan alasan Zhu Xi disebut tokoh pembaharuan (acuan: mereformasi kurikulum/materi belajar dan menetapkan Kitab Sishu sebagai pedoman pokok pembelajaran agama Khonghucu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menjelaskan secara ringkas 2 pilar pembaharuan Zhu Xi (acuan: membukukan Kitab Sishu dan mendirikan Akademi Rusa Putih).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal kesiapan belajar tentang tokoh Zhu Xi
  • Observasi unjuk kerja permainan identifikasi Kartu Peran Zhu Xi
  • Pemeriksaan lembar kerja tertulis penjelasan 3 peran pembaharuan Zhu Xi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan peran Zhu Xi sebagai tokoh pembaharuan agama KhonghucuBelum mampu menjelaskan peran pembaharuan Zhu Xi secara tepat sesuai acuan (0 peran benar).Mampu menjelaskan 1 dari 3 peran pembaharuan Zhu Xi secara tepat sesuai acuan (pembukuan Kitab Sishu, pendirian Akademi Rusa Putih, atau pembaharuan kurikulum belajar).Mampu menjelaskan 2 dari 3 peran pembaharuan Zhu Xi secara tepat sesuai acuan (pembukuan Kitab Sishu, pendirian Akademi Rusa Putih, atau pembaharuan kurikulum belajar).Mampu menjelaskan seluruh 3 peran pembaharuan Zhu Xi secara lengkap dan tepat sesuai acuan (pembukuan Kitab Sishu, pendirian Akademi Rusa Putih, dan pembaharuan kurikulum belajar).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami keterkaitan antara tokoh Zhu Xi dengan Kitab Sishu yang dipelajari umat Khonghucu saat ini?
  • Apakah metode permainan Kartu Peran Zhu Xi efektif membantu murid membedakan peran Zhu Xi dengan tokoh lainnya?

Murid:

  • Apa jasa paling berkesan dari Zhu Xi yang kamu ketahui hari ini?
  • Bagaimana caramu meneladani semangat Zhu Xi dalam belajar sehari-hari?

Pertemuan 9 — Menerapkan Sikap Saling Menghormati dan Menerima Perbedaan dalam Pergaulan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.4 Menerapkan sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakan

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam Wei De Dong Tian, membimbing doa pembuka, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid merespons 2 situasi pergaulan untuk memetakan kesiapan menerapkan sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang prinsip pergaulan Junzi berdasarkan semangat 'Di empat penjuru lautan semua saudara' (Si Hai Zhi Nei Jie Xiong Di Ye) dan menelaah 3 contoh konkret sikap menghormati perbedaan suku, agama, dan latar belakang dalam pergaulan sehari-hari (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid secara berpasangan mengikuti permainan simulasi peran 'Jembatan Sahabat' yang menggembirakan, di mana setiap pasangan memeragakan secara langsung cara menyapa, mengajak bermain, dan bekerja sama dengan teman yang berbeda latar belakang (15 menit).
  • Secara mandiri, murid menyelesaikan Lembar Penerapan Sikap yang berisi 4 skenario pergaulan dengan menuliskan tindakan nyata mudah bergaul tanpa membeda-bedakan untuk setiap skenario: Skenario 1 (Teman berbeda agama membawa bekal makanan khas yang belum pernah dilihat), Skenario 2 (Murid baru pindahan dari luar pulau tampak malu dan belum punya teman saat istirahat), Skenario 3 (Pembentukan regu piket kelas yang anggotanya berbeda suku dan agama), Skenario 4 (Teman berbeda keyakinan meminta izin beribadah saat sedang bermain bersama) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk hening sejenak melakukan introspeksi batin (Zisheng) untuk memeriksa apakah selama ini pernah memilih-milih teman dalam pergaulan, lalu menuliskan satu komitmen nyata sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakan yang akan diterapkan di kelas (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali intisari penerapan sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakan dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil latihan murid, mengingatkan persiapan belajar berikutnya, dan memimpin doa penutup serta salam peneguhan kebajikan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan berisi contoh kata-kata santun saat menyapa teman berbeda latar belakang bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum terbiasa berbaur, serta memberikan tantangan skenario pergaulan yang lebih beragam (lintas usia dan lingkungan masyarakat) bagi murid yang sudah mahir.
  • Produk: Tindakan penerapan pada lembar skenario dapat dituliskan dalam bentuk kalimat tindakan ringkas atau diuraikan dalam bentuk dialog tindakan nyata.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan respons pergaulan melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Apa yang kamu lakukan jika melihat anak baru dari suku berbeda duduk sendirian di kelas?' (acuan respons tepat: menghampiri, menyapa dengan ramah, atau mengajak berkenalan/bermain); (2) 'Bagaimana caramu bersikap jika ada teman berbeda agama ingin ikut dalam kelompok belajarmu?' (acuan respons tepat: menerima dengan senang hati tanpa menolak karena agamanya).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan ketepatan murid saat memperagakan pergaulan tanpa membeda-bedakan pada permainan peran berpasangan 'Jembatan Sahabat'.
  • Pemeriksaan ketepatan tindakan murid dalam menyelesaikan 4 skenario pada Lembar Penerapan Sikap: Skenario 1 (acuan: menghargai, tidak mengejek, atau menanyakan dengan sopan), Skenario 2 (acuan: menghampiri, menyapa, dan mengajak bermain bersama), Skenario 3 (acuan: bersedia bekerja sama membagi tugas piket dengan adil tanpa memilih-milih teman), Skenario 4 (acuan: mempersilakan beribadah dengan hormat dan menunggu atau menjaga ketenangan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan komitmen penutup: murid menuliskan 1 tindakan nyata yang akan langsung diterapkan saat jam istirahat atau pergaulan esok hari untuk merangkul teman tanpa membeda-bedakan (kriteria penerimaan: memuat tindakan operasional yang mencerminkan penerimaan atau penghormatan terhadap teman tanpa membedakan latar belakangnya).

Formatif:

  • Penilaian kinerja bermain peran simulasi 'Jembatan Sahabat' (menerapkan sikap ramah dan menerima teman berbeda).
  • Pemeriksaan lembar latihan pemecahan 4 skenario penerapan sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakanMenerapkan tindakan yang tepat pada 1 dari 4 skenario pergaulan tanpa membeda-bedakan dengan bimbingan penuh guru.Menerapkan tindakan yang tepat pada 2 dari 4 skenario pergaulan tanpa membeda-bedakan secara mandiri.Menerapkan tindakan yang tepat pada 3 dari 4 skenario pergaulan tanpa membeda-bedakan secara mandiri.Menerapkan tindakan yang tepat pada seluruh 4 skenario pergaulan tanpa membeda-bedakan secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah aktif terlibat dalam simulasi pergaulan inklusif tanpa rasa canggung?
  • Bagaimana respons murid saat menghadapi situasi keberagaman dalam skenario yang diberikan?

Murid:

  • Apakah aku sudah menyapa dan menerima semua teman di kelas tanpa membedakan agama atau sukunya?
  • Apa tindakan paling ramah yang ingin kulakukan kepada teman baruku hari ini?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.1 Menjelaskan bagian-bagian kitab suci yang pokok (Sishu) sebagai pedoman hidup
  • TP 4.1.2 Menjelaskan bagian-bagian kitab suci yang mendasari (Wujing)
  • TP 4.1.3 Menjelaskan Zhu Xi sebagai tokoh pembaharuan agama Khonghucu
  • TP 4.1.4 Menerapkan sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pertemuan dengan salam kebajikan Wei De Dong Tian, mengajak murid bersikap hormat (Xian He Bao), dan memandu doa bersama serta duduk hening (Jingzuo) sejenak untuk menata hati dan pikiran sebelum melaksanakan asesmen sumatif bab (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab yang mencakup pembuktian capaian pemahaman Kitab Sishu, Kitab Wujing, ketokohan Zhu Xi, dan penerapan sikap bergaul inklusif tanpa membeda-bedakan latar belakang sahabat (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Tertulis (Tugas 1) yang memuat tugas klasifikasi 5 nama kitab Wujing dari 8 opsi kartu kata serta kartu ringkasan 3 fakta peran pembaharuan Zhu Xi, lalu menjelaskan petunjuk pengerjaan secara mandiri dan transparan (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1 secara mandiri selama 45 menit: (a) Mengelompokkan 5 nama kitab Wujing yang benar dengan mencoret kartu pengalih (pilihan kata yang disediakan di lembar: Shijing, Shujing, Yijing, Liji, Chunqiu [5 benar]; serta Lunyu, Daxue, Zhongyong [3 pengalih Sishu]); (b) Menuliskan kartu ringkasan Zhu Xi yang memuat 3 fakta peran: hidup pada masa Dinasti Song, menghimpun serta memberi komentar/tafsir atas Kitab Sishu sehingga menjadi satu rangkaian pokok pedoman hidup, dan mendirikan/mengembangkan akademi pendidikan Bailudong Shuyuan untuk membina moral masyarakat (45 menit).
  • Secara paralel di meja guru selama 42 menit (berlangsung bergantian 1,5 menit per anak untuk 28 murid saat kelas mengerjakan lembar tertulis), murid dipanggil satu per satu untuk melakukan tes lisan terstruktur (Tugas 2): melafalkan secara urut dan tepat 4 kitab suci pokok Sishu: (1) Daxue, (2) Zhongyong, (3) Lunyu, dan (4) Mengzi (42 menit).
  • Setelah pengerjaan mandiri selesai, murid berkumpul dalam kelompok meja yang telah ditentukan secara acak oleh guru untuk merapikan, menata, dan mengumpulkan bundel portofolio lembar asesmen bersama, sementara guru melakukan observasi perilaku interaksi sosial (Tugas 3) mencakup sikap menyapa ramah, kesediaan duduk berdampingan tanpa membeda-bedakan suku/gender/kemampuan akademik, serta kerja sama santun merapikan berkas (3 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid melakukan refleksi kesadaran diri terkait kejujuran dan kemandirian saat menyelesaikan tugas tertulis dan tes lisan, serta merefleksikan perasaan saat berinteraksi ramah dengan teman sekelompok selama proses asesmen bab berlangsung (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik umum terhadap ketertiban pelaksanaan asesmen sumatif bab, menegaskan bahwa pemahaman ajaran kitab suci dan keteladanan Zhu Xi harus senantiasa diwujudkan dalam perilaku Junzi yang mudah bergaul dengan siapa saja tanpa prasangka (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa penutup rasa syukur dan salam keagamaan Xian He Bao: Shan Zai (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi aksesibilitas bagi murid dengan hambatan membaca/menulis lambat berupa pembacaan teks instruksi soal secara lisan dan penataan posisi meja tes lisan yang tenang tanpa mengubah indikator ketercapaian, bobot soal, maupun kriteria penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes lisan bergiliran, portofolio kartu ringkasan tertulis, dan observasi perilaku interaksi kelompok: rekaman tuturan lisan tentang empat nama kitab Sishu beserta urutan tepat, portofolio lembar klasifikasi Wujing dan kartu ringkasan fakta peran pembaharuan Zhu Xi, serta lembar observasi perilaku inklusif murid saat berkolaborasi
  • penugasan tertulis dan produk kartu ringkasan: lembar kerja pengelompokan 5 nama kitab Wujing secara benar dan kartu ringkasan berisi 3 fakta peran Zhu Xi sebagai tokoh pembaharuan agama Khonghucu yang dikerjakan seluruh kelas secara mandiri (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban klasifikasi Wujing (skor 1 tiap ketepatan nama kitab, maksimal skor 5) dan rubrik penskoran kartu ringkasan Zhu Xi dengan kriteria: penyebutan era dinasti Song, peran menghimpun dan memberi tafsir komentar kitab, serta ketepatan fakta tanpa salah konsep (rentang skor 1-4 per kriteria))
  • tes lisan terstruktur bergiliran: tuturan lisan tiap murid menyebutkan secara urut dan tepat 4 bagian kitab suci Sishu (Daxue, Zhongyong, Lunyu, Mengzi) selama 1,5 menit per murid di meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja tertulis (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, tuntas satu kelas) (42 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja tuturan lisan dengan 3 kriteria: ketepatan pelafalan nama 4 kitab Sishu, kebenaran urutan kanonisasi kitab, dan kelancaran penyampaian lisan (indikator skor minimal tercapai bila menyebutkan 4 nama kitab dengan urutan yang benar))
  • observasi perilaku interaksi sosial: perilaku nyata murid yang aktif menyapa, menerima pembagian tugas, dan bersedia bekerja sama tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, kemampuan akademik, atau gender selama sesi penataan hasil portofolio kelompok (18 menit; kelompok; instrumen: lembar cek observasi perilaku inklusif dengan 3 indikator ketercapaian: (1) bersedia duduk dan berbagi bahan belajar dengan teman mana pun, (2) berkomunikasi secara santun tanpa mengejek kekurangan teman, (3) menunjukkan kerja sama aktif dalam merapikan hasil karya bersama)

Sumatif:

  • kombinasi tes lisan bergiliran, portofolio kartu ringkasan tertulis, dan observasi perilaku interaksi kelompok: rekaman tuturan lisan tentang empat nama kitab Sishu beserta urutan tepat, portofolio lembar klasifikasi Wujing dan kartu ringkasan fakta peran pembaharuan Zhu Xi, serta lembar observasi perilaku inklusif murid saat berkolaborasi
  • penugasan tertulis dan produk kartu ringkasan: lembar kerja pengelompokan 5 nama kitab Wujing secara benar dan kartu ringkasan berisi 3 fakta peran Zhu Xi sebagai tokoh pembaharuan agama Khonghucu yang dikerjakan seluruh kelas secara mandiri (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban klasifikasi Wujing (skor 1 tiap ketepatan nama kitab, maksimal skor 5) dan rubrik penskoran kartu ringkasan Zhu Xi dengan kriteria: penyebutan era dinasti Song, peran menghimpun dan memberi tafsir komentar kitab, serta ketepatan fakta tanpa salah konsep (rentang skor 1-4 per kriteria))
  • tes lisan terstruktur bergiliran: tuturan lisan tiap murid menyebutkan secara urut dan tepat 4 bagian kitab suci Sishu (Daxue, Zhongyong, Lunyu, Mengzi) selama 1,5 menit per murid di meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja tertulis (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, tuntas satu kelas) (42 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja tuturan lisan dengan 3 kriteria: ketepatan pelafalan nama 4 kitab Sishu, kebenaran urutan kanonisasi kitab, dan kelancaran penyampaian lisan (indikator skor minimal tercapai bila menyebutkan 4 nama kitab dengan urutan yang benar))
  • observasi perilaku interaksi sosial: perilaku nyata murid yang aktif menyapa, menerima pembagian tugas, dan bersedia bekerja sama tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, kemampuan akademik, atau gender selama sesi penataan hasil portofolio kelompok (18 menit; kelompok; instrumen: lembar cek observasi perilaku inklusif dengan 3 indikator ketercapaian: (1) bersedia duduk dan berbagi bahan belajar dengan teman mana pun, (2) berkomunikasi secara santun tanpa mengejek kekurangan teman, (3) menunjukkan kerja sama aktif dalam merapikan hasil karya bersama)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan bagian-bagian kitab suci yang pokok (Sishu) secara lisan (TP 4.1.1)Menyebutkan kurang dari 2 nama kitab Sishu dan urutannya tidak tepat (Daftar acuan urutan benar: 1. Daxue, 2. Zhongyong, 3. Lunyu, 4. Mengzi).Menyebutkan 2 sampai 3 nama kitab Sishu dengan benar, tetapi urutan kanonisasi belum tepat sesuai daftar acuan.Menyebutkan seluruh 4 nama kitab Sishu (Daxue, Zhongyong, Lunyu, Mengzi) secara runtut dan tepat sesuai daftar acuan, meskipun pelafalan masih terbata-bata.Menyebutkan seluruh 4 nama kitab Sishu (Daxue, Zhongyong, Lunyu, Mengzi) secara runtut, tepat sesuai daftar acuan, lancar, dan jelas pelafalannya.
Menjelaskan bagian-bagian kitab suci yang mendasari (Wujing) (TP 4.1.2)Hanya mengelompokkan 1-2 nama kitab Wujing secara benar dan masih mencantumkan lebih dari 1 kartu pengalih (Acuan benar: Shijing, Shujing, Yijing, Liji, Chunqiu; Pengalih: Daxue, Zhongyong, Lunyu).Mengelompokkan 3-4 nama kitab Wujing secara benar dan mencantumkan maksimal 1 kartu pengalih dari pilihan yang ada.Mengelompokkan seluruh 5 nama kitab Wujing (Shijing, Shujing, Yijing, Liji, Chunqiu) secara tepat tanpa memilih satupun kartu pengalih.Mengelompokkan seluruh 5 nama kitab Wujing secara tepat dan sempurna tanpa kartu pengalih, serta menuliskan arti/fokus inti masing-masing kitab Wujing dengan benar.
Menjelaskan Zhu Xi sebagai tokoh pembaharuan agama Khonghucu (TP 4.1.3)Kartu ringkasan hanya memuat 1 fakta atau memuat kesalahan konsep tentang sejarah Zhu Xi (Acuan fakta: 1. Hidup masa Dinasti Song; 2. Menghimpun dan memberi komentar/tafsir Kitab Sishu; 3. Mengembangkan akademi Bailudong Shuyuan).Kartu ringkasan memuat 2 fakta benar tentang Zhu Xi sesuai acuan, tetapi uraian masih belum lengkap.Kartu ringkasan memuat 3 fakta benar tentang peran pembaharuan Zhu Xi sesuai daftar acuan tanpa salah konsep.Kartu ringkasan memuat 3 fakta benar tentang peran pembaharuan Zhu Xi secara rinci, tepat konteks sejarahnya, serta rapi dan sistematis.
Menerapkan sikap mudah bergaul tanpa membeda-bedakan (TP 4.1.4)Hanya memenuhi 1 indikator perilaku inklusif (Indikator: 1. Duduk dan berbagi meja/bahan belajar dengan siapa saja; 2. Berkomunikasi santun tanpa mengejek kelemahan teman; 3. Menunjukkan kerja sama aktif dalam menata hasil karya bersama).Memenuhi 2 dari 3 indikator perilaku inklusif saat penataan hasil karya kelompok.Memenuhi seluruh 3 indikator perilaku inklusif secara konsisten selama sesi kelompok berlangsung.Memenuhi seluruh 3 indikator perilaku inklusif secara mandiri serta aktif merangkul dan menyemangati teman yang tampak ragu atau kesulitan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu tes lisan bergiliran di meja guru berjalan efektif tanpa mengganggu konsentrasi murid lain yang menyelesaikan tugas tertulis?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 4 pada penguasaan materi Sishu, Wujing, dan keteladanan Zhu Xi, serta aspek mana yang masih memerlukan penguatan tindak lanjut di bab berikutnya?
  • Apakah instrumen lembar cek observasi perilaku inklusif telah memberikan gambaran autentik mengenai sikap bergaul murid tanpa membeda-bedakan sahabat?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen hari ini (tes lisan Sishu, klasifikasi Wujing, atau ringkasan tokoh Zhu Xi) yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
  • Apakah aku sudah mampu bekerja sama, menyapa, dan menghargai teman di kelompokku tanpa membeda-bedakan latar belakang atau kemampuannya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
  3. Kartu skenario pergaulan dan kartu pernyataan perilaku ramah
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
  6. Kitab Suci Sishu (Zhongyong & Lunyu)
  7. Set stik es krim/kartu kebajikan untuk aktivitas kelompok
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021).
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021).
  10. Kitab Suci Sishu (Daxue dan Zhongyong).
  11. Set kartu pasangan bertuliskan nama kitab, arti nama, penulis, dan isi pedoman hidup.
  12. Kitab Suci Sishu (diterbitkan oleh MATAKIN)
  13. Kartu peraga nama kitab (Lunyu, Mengzi) dan kartu keterangan penulis/isi kitab
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021 (Halaman 60-71).
  15. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021 (Halaman 16-22).
  16. Set Kartu Permainan Trio Wujing (Kartu Nama Kitab dan Kartu Intisari Isi Kitab beserta Pengalih).
  17. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021 (Halaman 17-18)
  18. Kartu nama dan fakta Kitab Wujing (Liji dan Chunqiu)
  19. Lembar kerja pengelompokan fakta kitab suci
  20. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021)
  21. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021, Bab 1 hlm. 40-44)
  22. Set kartu garis waktu riwayat kehidupan Zhu Xi
  23. Kitab Suci Sishu (Daxue, Zhongyong, Lunyu, Mengzi)
  24. Set Kartu Peran Zhu Xi (kartu peran benar dan kartu pengecoh)
  25. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021).
  26. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021).
  27. Lembar Skenario Pergaulan 'Jembatan Sahabat'.
  28. Kitab Suci Sishu dan Wujing (MATAKIN)
  29. Lembar Kerja Asesmen Sumatif (Klasifikasi Wujing dan Kartu Ringkasan Zhu Xi)
  30. Lembar Observasi Perilaku Inklusif Guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.