MODUL AJAR Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 5 — Teladan Nabi Kongzi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Teladan Nabi Kongzi |
|---|
| Alokasi Waktu | 15 JP (15 x 35 menit = 525 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.5.1 Menerapkan sikap dan perilaku luhur Nabi Kongzi dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.5.2 Menginterpretasikan cita-cita mulia Nabi Kongzi
- TP 3.5.3 Menginterpretasikan semangat belajar Nabi Kongzi
- TP 3.5.4 Menjelaskan tanda-tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang kalian lakukan ketika mendapatkan nilai bagus atau pujian dari guru agar tidak bersikap sombong?
- Bagaimana cara meneladani sikap Nabi Kongzi yang tetap ramah dan rendah hati kepada siapa pun dalam kehidupan sehari-hari?
- Mengapa Nabi Kongzi rela berkelana ke berbagai negeri walau sering mengalami kesulitan?
- Apa yang diinginkan Nabi Kongzi terjadi pada kehidupan masyarakat di dunia saat itu?
- Mengapa Nabi Kongzi dijuluki sebagai sosok yang gemar belajar sepanjang hayat tanpa pernah merasa jemu?
- Bagaimana makna perkataan Nabi Kongzi bahwa belajar tanpa merasa jemu dan mengajar tanpa merasa lelah dapat kita teladani saat menuntut ilmu?
- Pernahkah kalian melihat tanda-tanda alam sebelum hujan lebat atau sebelum malam tiba?
- Tahukah kalian peristiwa atau tanda-tanda khusus apa saja yang terjadi menjelang Nabi Kongzi wafat?
- Bagaimana teladan cita-cita luhur dan semangat belajar Nabi Kongzi dapat membimbing kita menjadi anak yang berbakti?
- Apa makna peristiwa dan tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi bagi keteguhan iman kita kepada Tian?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Sikap dan Perilaku Luhur Rendah Hati Nabi Kongzi dalam Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Menerapkan sikap dan perilaku luhur Nabi Kongzi dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), membimbing murid bersikap doa (bao xin bade), dan memeriksa kehadiran (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar situasi: (1) Anak yang memamerkan piala sambil mengejek teman, dan (2) Anak yang mengucapkan terima kasih dengan santun saat dipuji, lalu meminta murid memilih gambar mana yang mencerminkan sikap rendah hati (acuan: situasi 2 mencerminkan sikap rendah hati; situasi 1 mencerminkan sikap sombong) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menerapkan sikap dan perilaku luhur rendah hati Nabi Kongzi dalam kehidupan sehari-hari, serta mengaitkannya dengan pentingnya menjadi seorang Junzi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks ringkas tentang lima sikap luhur Nabi Kongzi, khususnya keteladanan sifat rendah hati (wen, liang, gong, jian, rang: ramah, baik hati, hormat, hemat/sederhana, mengalah/rendah hati) yang bersumber dari Kitab Liji dan Lunyu (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti kuis tebak kartu ceria 'Cermin Junzi' untuk mengidentifikasi 4 tindakan rendah hati versus sombong berdasarkan 4 kartu situasi: Kartu 1: Membantu teman yang belum paham tanpa mengejek; Kartu 2: Memamerkan sepatu baru di depan kelas; Kartu 3: Mengakui kekeliruan saat keliru menghitung kelereng; Kartu 4: Menolak bermain dengan anak yang nilainya lebih rendah (acuan: Kartu 1 dan 3 = rendah hati/Junzi; Kartu 2 dan 4 = sombong/bukan teladan luhur) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja 'Menerapkan Teladan Rendah Hati Junzi' yang berisi 4 skenario kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah (10 menit).
- Murid secara mandiri menerapkan perilaku luhur rendah hati dengan menentukan dan menuliskan tindakan nyata yang tepat untuk ke-4 skenario tersebut: Skenario 1 (Mendapat ranking satu di kelas -> tindakan: mengucapkan terima kasih, bersyukur kepada Tian, tidak mengejek teman, dan bersedia belajar bersama); Skenario 2 (Secara tidak sengaja menumpahkan pensil teman -> tindakan: meminta maaf dengan tulus dan segera membantu membereskan pensil); Skenario 3 (Membawa bekal makanan lebih ke sekolah -> tindakan: berbagi dengan teman tanpa pamrih atau sikap sombong); Skenario 4 (Menang dalam perlombaan lari -> tindakan: menyalami lawan tanding dan tidak menyombongkan kemenangan) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan hening sejenak (jing zuo) untuk merenungkan sikap diri selama satu minggu terakhir dan menuliskan 1 komitmen tindakan rendah hati yang akan diterapkan di rumah hari ini pada secarik kartu komitmen kebajikan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil penerapan skenario sikap rendah hati murid (5 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa kemuliaan seorang Junzi terletak pada perilakunya yang luhur dan rendah hati, kemudian menutup pertemuan dengan doa penutup dan salam kebajikan (Huang Yi Shang Di, Wei Tian You De) (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja berskenario dengan bantuan ilustrasi visual bagi murid yang membutuhkan perancah membaca, serta skenario teks analitis bagi murid yang sudah lancar.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menentukan tindakan nyata, serta memberikan tantangan tambahan bagi murid yang cepat untuk merumuskan alasan moral tindakan tersebut.
- Produk: Murid dapat menuliskan tindakan penerapan dalam bentuk kalimat terstruktur atau memilih serta melengkapi opsi tindakan berpedoman moral Junzi pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan perilaku moral: Murid mengamati 2 gambar situasi (Situasi A: memamerkan barang dan mengejek teman; Situasi B: bersikap santun saat dipuji) dan memilih mana yang mencerminkan sikap rendah hati (acuan: Situasi B adalah sikap rendah hati; Situasi A adalah sikap sombong).
Proses:- Pengamatan formatif keaktifan murid dalam membedakan 4 kartu situasi perilaku rendah hati vs sombong (acuan: Kartu 1 & 3 = rendah hati; Kartu 2 & 4 = sombong).
- Pemeriksaan ketepatan penerapan tindakan rendah hati pada 4 skenario di Lembar Kerja Murid (acuan: Skenario 1 = tidak pamer/bersyukur; Skenario 2 = minta maaf dan merapikan pensil; Skenario 3 = berbagi dengan santun tanpa pamrih; Skenario 4 = menyalami kawan/tidak sombong).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi: Murid menuliskan 1 tindakan konkret penerapan sikap rendah hati di rumah pada kartu komitmen (kriteria penerimaan: tindakan berupa perilaku nyata yang mencerminkan sikap tidak menyombongkan diri, menghormati orang lain, atau mau mengakui kesalahan di lingkungan keluarga).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengelompokan kartu situasi rendah hati pada tahap Memahami
- Penilaian penugasan lembar kerja penerapan perilaku luhur pada 4 skenario kehidupan sehari-hari pada tahap Mengaplikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan sikap dan perilaku luhur rendah hati Nabi Kongzi dalam kehidupan sehari-hari | Belum mampu menentukan tindakan penerapan perilaku rendah hati yang tepat pada 4 skenario yang diberikan (benar 0-1 skenario). | Mampu menentukan tindakan penerapan perilaku rendah hati secara tepat pada 2 dari 4 skenario kehidupan sehari-hari dengan bimbingan guru. | Mampu menentukan tindakan penerapan perilaku rendah hati secara tepat pada 3 dari 4 skenario kehidupan sehari-hari secara mandiri sesuai acuan. | Mampu menerapkan perilaku luhur rendah hati secara tepat pada seluruh (4 dari 4) skenario kehidupan sehari-hari secara mandiri dan konsisten sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dan memahami esensi sikap luhur rendah hati Nabi Kongzi melalui skenario yang disajikan?
- Bagaimana efektivitas penggunaan kartu situasi dan skenario kontekstual dalam membantu murid menerapkan sikap rendah hati dalam keseharian?
Murid:- Bagian mana dari teladan rendah hati Nabi Kongzi yang paling mudah kalian terapkan bersama teman di sekolah?
- Apa yang akan kalian lakukan jika melihat teman sedang bersikap sombong atau memamerkan kelebihannya?
Pertemuan 2 — Menginterpretasikan Cita-Cita Mulia Nabi Kongzi untuk Memulihkan Keteraturan Moral Dunia — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.2 Menginterpretasikan cita-cita mulia Nabi Kongzi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam religius Wei De Dong Tian, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Ketika melihat keadaan yang kacau dan orang saling bertengkar, apakah Nabi Kongzi memilih diam atau berusaha memperbaiki keadaan?' (acuan jawaban: Nabi Kongzi berusaha memperbaiki keadaan moral dunia agar damai dan teratur) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak kisah narasi riwayat Nabi Kongzi yang berkelana ke berbagai negeri untuk menegakkan Jalan Suci (Dao), memulihkan keteraturan moral, dan menciptakan masyarakat yang hidup damai berlandaskan cinta kasih (Ren) dan kebenaran (Yi) (15 menit).
- Murid membaca ringkasan teks panduan dan mengidentifikasi 3 makna pokok cita-cita mulia Nabi Kongzi: (1) menegakkan kebajikan moral pemimpin dan rakyat, (2) mewujudkan perdamaian dunia di mana semua manusia hidup rukun bersaudara (Si Hai Zhi Nei Jie Xiong Di Ye), dan (3) menjadikan ajaran suci sebagai pedoman hidup harmonis (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tebak Makna Mulia' secara menggembirakan dengan mencocokkan kartu peristiwa riwayat pengembaraan Nabi Kongzi dengan makna cita-cita moralnya (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Interpretasi untuk menafsirkan 3 skenario situasi riwayat Nabi Kongzi: Skenario 1: 'Nabi Kongzi tetap menasihati para penguasa negeri meski sering ditolak' -> Makna cita-cita: Menginginkan para pemimpin memerintah dengan kebajikan moral, bukan kekerasan; Skenario 2: 'Nabi Kongzi mengajarkan bahwa empat penjuru lautan semua saudara' -> Makna cita-cita: Mewujudkan persaudaraan dan perdamaian sejati antar-sesama manusia; Skenario 3: 'Nabi Kongzi mendidik murid dari kalangan rakyat jelata tanpa membeda-bedakan status' -> Makna cita-cita: Menyebarkan pendidikan moral agar setiap orang menjadi manusia berbudi luhur (Junzi) (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menghubungkan makna cita-cita mulia Nabi Kongzi dengan panggilan iman diri sendiri untuk senantiasa mendambakan kedamaian dan keteraturan di lingkungan sekitar (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran mengenai interpretasi cita-cita mulia Nabi Kongzi dalam memulihkan keteraturan moral dunia (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan penutup dan mengakhiri sesi dengan doa bersama serta salam Xian You Yi De (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario dengan kata kunci pembantu, sedangkan murid mahir diberikan teks situasi kontekstual yang lebih naratif.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membaca skenario kalimat per kalimat, sedangkan murid mahir menginterpretasikan makna secara mandiri.
- Produk: Murid menuangkan interpretasi makna cita-cita mulia dalam bentuk kalimat ringkas terstruktur sesuai acuan skenario.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: 'Ketika melihat keadaan moral dunia kacau, apakah Nabi Kongzi membiarkannya atau memiliki cita-cita memperbaikinya?' (acuan: Nabi Kongzi memiliki cita-cita mulia memulihkan keteraturan moral, menegakkan Jalan Suci, dan membawa perdamaian bagi dunia).
Proses:- Pengerjaan Lembar Interpretasi pada 3 skenario riwayat cita-cita mulia Nabi Kongzi. Kunci acuan interpretasi: (1) Skenario nasihat penguasa = Cita-cita menegakkan kepemimpinan berlandaskan kebajikan/moral; (2) Skenario empat penjuru lautan bersaudara = Cita-cita perdamaian dan kerukunan umat manusia tanpa perpecahan; (3) Skenario mendidik rakyat jelata = Cita-cita memulihkan moral masyarakat melalui pembinaan watak sejati.
Akhir Pertemuan:- Pertanyaan penutup: 'Apa makna utama dari cita-cita Nabi Kongzi mengembara ke berbagai negeri?' (acuan: Memulihkan keteraturan moral dunia dan menegakkan Jalan Suci Tian agar tercipta kehidupan yang damai dan selaras).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal kesiapan interpretasi cita-cita Nabi Kongzi
- Lembar interpretasi makna 3 skenario cita-cita mulia Nabi Kongzi
- Cek pemahaman lisan pada akhir kegiatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Interpretasi Cita-Cita Mulia Nabi Kongzi | Belum mampu menginterpretasikan makna cita-cita mulia Nabi Kongzi dari ketiga skenario yang diberikan meski dengan bimbingan penuh (0 skenario tepat). | Mampu menginterpretasikan makna cita-cita mulia Nabi Kongzi pada 1 dari 3 skenario secara tepat sesuai acuan (skenario 1, 2, atau 3). | Mampu menginterpretasikan makna cita-cita mulia Nabi Kongzi pada 2 dari 3 skenario secara tepat sesuai acuan. | Mampu menginterpretasikan makna cita-cita mulia Nabi Kongzi pada seluruh (3 dari 3) skenario secara tepat dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat menangkap esensi cita-cita mulia Nabi Kongzi bukan sekadar sebagai fakta sejarah, melainkan sebagai penegakan nilai moral dunia?
- Apakah alokasi waktu 105 menit terlaksana secara proporsional di setiap tahapan Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi?
Murid:- Bagian mana dari cita-cita mulia Nabi Kongzi yang paling membuatmu kagum?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui perjuangan Nabi Kongzi yang ingin dunia ini hidup damai dan teratur?
Pertemuan 3 — Menginterpretasikan Semangat Belajar Nabi Kongzi Sepanjang Hayat Tanpa Jemu — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.3 Menginterpretasikan semangat belajar Nabi Kongzi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), mengajak murid Jingzuo (duduk hening) selama 3 menit untuk memusatkan perhatian, dan menyanyikan lagu rohani pembuka (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai konsep semangat belajar Nabi Kongzi dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Apakah Nabi Kongzi berhenti belajar setelah dewasa atau menjadi guru besar?' (acuan: Nabi Kongzi tidak pernah berhenti belajar, beliau belajar sepanjang hayat/seumur hidup), dan (2) 'Apa arti kata jemu dalam ungkapan belajar tanpa jemu?' (acuan: jemu artinya bosan/menyerah/malas) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru tentang riwayat semangat belajar Nabi Kongzi sejak usia 15 tahun mencurahkan perhatian pada belajar, belajar tata krama di Kuil Agung (Taimiao), belajar musik kepada Guru Xiang, hingga terus mengkaji kitab Yi Jing sampai tali pengikat bambunya putus berkali-kali (15 menit).
- Murid membaca bersama kutipan sabda Nabi Kongzi dari Kitab Lunyu: 'Belajar dengan tidak merasa jemu, mengajar orang lain dengan tidak merasa lelah' (xue er bu yan, hui ren bu juan) dan menelaah maknanya secara mendalam (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tantangan Kartu Hikmah Belajar Nabi Kongzi': setiap pasangan mencocokkan 4 kartu kisah teladan belajar Nabi Kongzi dengan kartu interpretasi makna maknawi yang tepat: (1) Kartu Kisah A 'Nabi Kongzi bertanya tentang setiap hal saat berada di Kuil Agung' dipasangkan dengan Kartu Makna 1 'Tidak merasa malu untuk bertanya demi menuntut kebenaran'; (2) Kartu Kisah B 'Nabi Kongzi mengulang memainkan lagu pada kecapi hingga memahami betul watak penciptanya' dipasangkan dengan Kartu Makna 2 'Belajar secara tuntas, bersungguh-sungguh, dan tidak tergesa-gesa'; (3) Kartu Kisah C 'Nabi Kongzi membaca kitab Yi Jing berulang-ulang sampai tali kulit pengikat bambunya putus 3 kali' dipasangkan dengan Kartu Makna 3 'Kegigihan tekun membaca dan menelaah tanpa merasa jemu'; (4) Kartu Kisah D 'Nabi Kongzi berkata saat berjalan bertiga pasti ada salah satu yang menjadi gurunya' dipasangkan dengan Kartu Makna 4 'Selalu rendah hati dan siap belajar dari siapa saja dalam kehidupan' (acuan pasangan: A-1, B-2, C-3, D-4) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja 'Interpretasi Semangat Belajar Nabi Kongzi' dengan menginterpretasikan makna semangat belajar Nabi Kongzi ke dalam 3 pernyataan/konteks sikap belajar (acuan: 1. Makna belajar sepanjang hayat = menuntut ilmu tidak dibatasi usia; 2. Makna tidak jemu = tidak mudah mengeluh/bosan saat materi sulit; 3. Makna belajar dari siapa pun = menghargai kelebihan orang lain sebagai sumber ilmu) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merenungkan hambatan pribadi yang selama ini dihadapi saat belajar (seperti rasa bosan, mudah menyerah, atau malas membaca) dan menghubungkannya dengan teladan kegigihan Nabi Kongzi (10 menit).
- Murid menuliskan satu tekad perbaikan sikap belajar berdasarkan teladan semangat Nabi Kongzi yang dipelajari hari ini pada lembar refleksi diri (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap hasil pengerjaan interpretasi lembar kerja murid mengenai semangat belajar tanpa jemu Nabi Kongzi (3 JP Pertemuan 3 selesai, materi berlanjut ke Pertemuan 4) (5 menit).
- Guru bersama murid menutup pelajaran dengan doa syukur dan salam penutup kebajikan Huang Yi Shang Di, Shan Zai (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks narasi kisah bergambar bagi murid yang memerlukan dukungan visual dalam memahami kisah belajar Nabi Kongzi.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan pertanyaan pemandu terarah saat memasangkan kartu kisah dan makna; bagi murid yang berpikiran cepat, diberikan kartu skenario tambahan berupa teks percakapan pendek untuk diinterpretasikan nilai semangat belajarnya.
- Produk: Murid menuangkan interpretasi semangat belajar Nabi Kongzi dalam bentuk lembar kerja isian singkat berpemandu atau uraian naratif sesuai kesiapan belajarnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) 'Apakah Nabi Kongzi berhenti belajar setelah dewasa atau menjadi guru besar?' (acuan jawaban: Nabi Kongzi tidak pernah berhenti belajar, beliau belajar sepanjang hayat/seumur hidup); (2) 'Apa arti kata jemu dalam ungkapan belajar tanpa jemu?' (acuan jawaban: jemu berarti bosan/menyerah/malas).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid dalam mencocokkan 4 kartu kisah dan makna semangat belajar Nabi Kongzi (acuan kunci pasangan: A-1, B-2, C-3, D-4)
- Penilaian lembar kerja interpretasi makna semangat belajar Nabi Kongzi sepanjang hayat tanpa jemu (3 butir interpretasi: makna belajar sepanjang hayat, makna tidak jemu, makna belajar dari siapa pun)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tertulis akhir sesi: Murid menjelaskan makna inti dari ungkapan 'belajar tanpa jemu' yang diteladankan oleh Nabi Kongzi (kriteria penerimaan operasional: murid menyatakan bahwa belajar tanpa jemu bermakna tekun menuntut ilmu secara terus-menerus, pantang menyerah, dan tidak merasa bosan walaupun menghadapi kesulitan).
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan penjodohan 4 Kartu Kisah dan Makna Semangat Belajar Nabi Kongzi
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri interpretasi semangat belajar Nabi Kongzi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menginterpretasikan Semangat Belajar Nabi Kongzi | Belum mampu menginterpretasikan makna semangat belajar Nabi Kongzi (tepat mencocokkan kurang dari 2 pasang kartu kisah-makna dan belum mampu menginterpretasikan makna pernyataan semangat belajar pada lembar kerja). | Mulai mampu menginterpretasikan makna semangat belajar Nabi Kongzi dengan bantuan guru (tepat mencocokkan 2-3 pasang kartu kisah-makna: A-1, B-2, C-3, D-4 dan menginterpretasikan 1 makna pernyataan dengan tepat). | Mampu menginterpretasikan makna semangat belajar Nabi Kongzi secara tepat dan mandiri (tepat mencocokkan seluruh 4 pasang kartu kisah-makna: A-1, B-2, C-3, D-4 serta tepat menginterpretasikan minimal 2 dari 3 makna pernyataan pada lembar kerja). | Sangat mampu menginterpretasikan makna semangat belajar Nabi Kongzi secara komprehensif, tepat, dan mandiri (tepat mencocokkan seluruh 4 pasang kartu kisah-makna: A-1, B-2, C-3, D-4 serta tepat menginterpretasikan seluruh 3 makna pernyataan semangat belajar pada lembar kerja secara mendalam). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kartu kisah dan makna berhasil membantu murid menginterpretasikan nilai semangat belajar Nabi Kongzi?
- Bagaimana keterlibatan murid yang masih ragu saat diajak menghubungkan sikap belajar pribadi dengan teladan Nabi Kongzi?
Murid:- Hal penting apa yang saya pelajari tentang cara dan semangat belajar Nabi Kongzi hari ini?
- Sikap belajar apa yang ingin saya ubah agar bisa meneladani semangat pantang jemu Nabi Kongzi?
Pertemuan 4 — Menjelaskan Tanda-Tanda Khusus Menjelang Wafat Nabi Kongzi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.4 Menjelaskan tanda-tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam keimanan 'Wei De Dong Tian' yang dijawab murid 'Xian You Yi De', dilanjutkan berdoa bersama dan hening sejenak (Jingzuo/Duduk Tenang) selama 3 menit untuk memusatkan kesadaran (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan 4 tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi, serta mengaitkannya dengan keteraturan tanda-tanda perubahan di alam semesta (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan singkat dengan menanyakan: 'Sebutkan apa yang kalian ketahui mengenai tanda-tanda alam atau peristiwa sebelum Nabi Kongzi wafat?' untuk memetakan kesiapan awal murid (acuan jawaban: terbunuhnya hewan suci Qilin, cahaya merah di gerbang Luduan, nyanyian tentang Gunung Tai Shan runtuh, atau Nabi sakit 7 hari) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru berbantu media kartu bergambar dan teks cerita mengenai 4 tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi: (1) Terbunuhnya hewan suci Qilin dalam perburuan di negeri Lu; (2) Munculnya sorot cahaya merah membubung di Gerbang Luduan; (3) Nabi Kongzi menyanyikan syair ratapan 'Gunung Tai Shan runtuh, balok-balok patah, dan sang Budiman akan layu'; serta (4) Nabi Kongzi berbaring sakit selama 7 hari sebelum berpulang ke haribaan Tian (15 menit).
- Murid membaca bersama kutipan dialog dan nyanyian Nabi Kongzi ketika dikunjungi oleh muridnya, Zi Gong, dan mengidentifikasi makna simbolis dari nyanyian runtuhnya Gunung Tai Shan sebagai pertanda selesainya tugas sang Budiman di dunia (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan tantangan edukatif 'Cocok Kartu Tanda Khusus': murid secara berpasangan menerima amplop berisi 4 kartu nama peristiwa dan 4 kartu penjelasan detail peristiwa untuk dipasangkan secara tepat (Daftar kartu pasangan: Kartu Peristiwa 1 'Qilin Terbunuh' berpasangan dengan Kartu Penjelasan 'Hewan suci bertanduk tunggal terluka dan mati dalam perburuan di negeri Lu'; Kartu Peristiwa 2 'Cahaya Merah Luduan' berpasangan dengan Kartu Penjelasan 'Sorot cahaya merah yang memancar tinggi di gerbang barat kota Lu'; Kartu Peristiwa 3 'Syair Tai Shan' berpasangan dengan Kartu Penjelasan 'Nyanyian Nabi Kongzi tentang gunung runtuh dan balok penopang yang patah di hadapan Zi Gong'; Kartu Peristiwa 4 'Sakit 7 Hari' berpasangan dengan Kartu Penjelasan 'Nabi Kongzi tidak keluar rumah dan berbaring sakit selama satu pekan sebelum wafat') (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Aktivitas 'Menjelaskan 4 Tanda Khusus Menjelang Wafat Nabi Kongzi' dengan menuliskan penjelasan singkat dari 4 peristiwa tersebut berdasarkan kartu yang telah dicocokkan (acuan: penjelasan sesuai dengan keempat pasangan peristiwa di atas) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru memeriksa kebenaran hasil pengisian lembar aktivitas dan mengonfirmasi penjelasan masing-masing tanda khusus secara berkesadaran (10 menit).
- Murid merenungkan nilai keimanan bahwa tanda-tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi menegaskan kemuliaan misi rohani Nabi Kongzi sebagai Utusan Tian (Genta Rohani) yang telah menuntaskan tugas kebajikan di dunia (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi (Qilin terbunuh, cahaya merah Luduan, nyanyian Tai Shan runtuh, sakit 7 hari) (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan acak: meminta murid menjelaskan salah satu dari 4 tanda khusus secara tepat (acuan: sesuai 4 tanda khusus yang dipelajari) (3 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa syukur bersama dan salam penutup 'Zai Jian' (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar aktivitas dengan petunjuk kata kunci bergambar, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu narasi deskripsi peristiwa yang lebih lengkap.
- Proses: Pada aktivitas mencocokkan kartu, murid yang masih ragu didampingi guru dengan memeriksa satu per satu pasangan, sedangkan murid yang mahir langsung memasangkan secara mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan dapat menjelaskan tanda khusus dengan kalimat sederhana 1 frasa inti, sedangkan murid yang cepat menuliskan penjelasan lengkap mencakup nama tokoh/tempat peristiwa (seperti negeri Lu, Zi Gong, Gunung Tai Shan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan apa saja tanda-tanda atau peristiwa khusus sebelum Nabi Kongzi wafat yang pernah kalian dengar?' (Kriteria/acuan penerimaan: Murid dapat menyebutkan minimal 1 dari 4 tanda khusus: (1) Qilin terbunuh, (2) Cahaya merah di gerbang Luduan, (3) Nabi menyanyi tentang Tai Shan runtuh, (4) Nabi sakit 7 hari. Murid yang belum mengenal tanda khusus diberikan scaffolding saat tahap Memahami).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan mencocokkan 4 pasang kartu tanda khusus pada tahap Mengaplikasi (Kunci pasangan: (1) Qilin Terbunuh <-> Hewan suci bertanduk tunggal terluka dan mati dalam perburuan di negeri Lu; (2) Cahaya Merah Luduan <-> Sorot cahaya merah yang memancar tinggi di gerbang barat kota Lu; (3) Syair Tai Shan <-> Nyanyian Nabi Kongzi tentang gunung runtuh dan balok penopang yang patah di hadapan Zi Gong; (4) Sakit 7 Hari <-> Nabi Kongzi tidak keluar rumah dan berbaring sakit selama satu pekan sebelum wafat; Opsi kartu pengalih/distraktor yang tidak boleh dipilih: 'Matahari terbit dari barat', 'Terjadi gempa bumi besar').
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri: Menjelaskan secara tertulis isi 4 tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi sesuai kunci acuan materi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menunjuk secara acak murid untuk menjelaskan isi salah satu dari 4 tanda khusus: misalnya 'Jelaskan apa yang dimaksud dengan tanda Qilin terbunuh!' (acuan: hewan suci bertanduk tunggal mati terluka dalam perburuan, pertanda ajaran Nabi telah selesai di dunia); 'Jelaskan apa isi nyanyian Nabi Kongzi menjelang wafat!' (acuan: nyanyian tentang Tai Shan runtuh, balok patah, sang Budiman akan layu).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal mengenai pengetahuan awal tanda-tanda alam/peristiwa menjelang wafat Nabi Kongzi.
- Observasi unjuk kerja permainan memasangkan kartu peristiwa dengan kartu penjelasan tanda-tanda khusus.
- Penilaian lembar kerja tertulis mandiri menjelaskan 4 tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan Tanda-Tanda Khusus Menjelang Wafat Nabi Kongzi | Belum mampu menjelaskan tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi, atau hanya mampu menjelaskan 1 tanda khusus dengan bantuan penuh guru (kurang dari 2 tanda tepat dari 4 tanda acuan: Qilin terbunuh, cahaya merah Luduan, nyanyian Tai Shan, sakit 7 hari). | Mampu menjelaskan 2 dari 4 tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi dengan tepat sesuai acuan materi, namun masih membutuhkan bimbingan dan arahan guru. | Mampu menjelaskan 3 sampai 4 tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi dengan tepat sesuai acuan materi secara mandiri. | Mampu menjelaskan seluruh 4 tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi (Qilin terbunuh, sorot cahaya merah Luduan, nyanyian runtuhnya Gunung Tai Shan kepada Zi Gong, dan sakit selama 7 hari) secara tepat, lengkap, dan runtut tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif dan antusias saat mengikuti permainan mencocokkan kartu tanda khusus?
- Apakah media kartu dan cerita bergambar efektif membantu murid menjelaskan keempat tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi secara tepat?
- Bagian penjelasan mana yang masih membutuhkan penguatan bagi murid berkemampuan lambat?
Murid:- Tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi manakah yang paling mudah kamu ingat dan jelaskan?
- Apakah kamu merasa senang belajar melalui permainan kartu mencocokkan tanda khusus hari ini?
- Apa hikmah yang kamu rasakan setelah mengetahui kisah keteladanan Nabi Kongzi hingga akhir hidup beliau?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Menerapkan sikap dan perilaku luhur Nabi Kongzi dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.5.2 Menginterpretasikan cita-cita mulia Nabi Kongzi
- TP 3.5.3 Menginterpretasikan semangat belajar Nabi Kongzi
- TP 3.5.4 Menjelaskan tanda-tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam keagamaan Khonghucu (salam Bao Xin Ba De / 'Salam dalam Kebajikan' dijawab 'Wei De Dong Tian') dan mengajak murid melakukan Jingzuo (duduk tenang) selama 3 menit untuk memusatkan kesadaran rohani (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib pengerjaan mandiri, serta alur pembagian sesi: tes tertulis uraian, wawancara lisan giliran ke meja guru, dan observasi sikap rendah hati di kelas (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Soal Uraian Sumatif yang memuat 2 butir soal: Soal 1: 'Jelaskan apa makna cita-cita mulia Nabi Kongzi untuk memulihkan keteraturan moral dunia?' (Acuan: Cita-cita Nabi Kongzi adalah menyadarkan manusia untuk kembali menempuh Jalan Suci / Dao, menegakkan kebajikan Ren dan Yi, memulihkan moral yang rusak agar tercipta perdamaian dan ketenteraman hidup di dunia); Soal 2: 'Tuliskan 2 contoh tindakan nyata semangat belajar Nabi Kongzi sepanjang hayat tanpa jemu yang dapat kamu teladani!' (Acuan: (1) Gemar membaca dan mendalami kitab kuno/Sishu-Wujing sampai tali jilidnya putus tiga kali / Wei Bian San Jue; (2) Tidak malu bertanya kepada siapa pun bahkan kepada orang yang jabatannya lebih rendah; (3) Belajar musik kepada Guru Xiang Zi secara tekun hingga memahami jiwa pembuatnya; murid menuliskan minimal 2 contoh yang benar) (5 menit).
- Guru menjelaskan petunjuk teknis pengisian lembar uraian dan kriteria penilaian secara berkesadaran agar murid mengerjakan dengan jujur dan tenang (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid mengerjakan secara mandiri Lembar Soal Uraian Sumatif pada meja masing-masing dengan tertib dan tenang tanpa berdiskusi (37 menit).
- Sambil murid menyelesaikan lembar kerja dan bahan refleksi, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru (rotasi 28 murid x 1,5 menit) untuk tes lisan menyebutkan 2 tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi (Acuan jawaban lisan: (1) Mimpi duduk di antara dua tiang persembahan menghadap hidangan sesaji seperti adat dinasti Shang/Yin; (2) Berjalan perlahan sambil menyanyikan syair kidung bahwa Gunung Taishan runtuh, balok kokoh patah, dan orang bijak layu bagai pohon; kedua tanda harus disebutkan dengan runtut) (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengamati dan mencatat unjuk kerja keterlaksanaan sikap rendah hati dan santun murid di kelas menggunakan lembar observasi rating scale dengan 3 indikator perilaku nyata: (1) Memberi salam Bao Xin Ba De dengan sikap hormat; (2) Berbicara santun tanpa kata kasar/tidak meremehkan teman; (3) Mau mendengarkan saat orang lain berbicara dan tidak bersikap sombong (3 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi singkat pada bagian bawah lembar tes mengenai komitmen pribadi untuk meneladani semangat belajar Nabi Kongzi dalam kehidupan sehari-hari (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tertulis murid dan memastikan semua data tes lisan serta lembar observasi unjuk kerja terisi lengkap (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran dan kemandirian murid, merangkum pencapaian Bab 5 'Teladan Nabi Kongzi', serta menutup pertemuan dengan doa penutup dan salam Bao Xin Ba De (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; format teks lembar tes tertulis dicetak dengan huruf berukuran jelas (font size 14) untuk memudahkan keterbacaan seluruh murid.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk secara perlahan bagi murid yang memerlukan penegasan instruksi saat sesi lisan individual tanpa membocorkan jawaban acuan.
- Produk: Produk akhir terstandar sesuai ACUAN SUMATIF ATP: lembar jawaban tertulis mandiri, catatan tes lisan individual, dan lembar observasi perilaku guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman aturan ketertiban asesmen sumatif melalui 1 pertanyaan diagnostik kesiapan: 'Apakah setiap anak siap menunjukkan hasil belajarnya tentang teladan Nabi Kongzi secara mandiri dan jujur hari ini?' (acuan: kesiapan sikap mandiri dan perlengkapan tulis lengkap).
Proses:- Observasi keterlaksanaan perilaku rendah hati dan santun murid selama asesmen berlangsung (mengucapkan salam Bao Xin Ba De, bertutur kata sopan saat berinteraksi, dan tenang mendengarkan arahan guru).
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis serentak, unjuk kerja perilaku, dan tes lisan individual rotasi: lembar jawaban tertulis analisis cita-cita mulia dan semangat belajar Nabi Kongzi, lembar observasi unjuk kerja tutur kata santun dan rendah hati saat interaksi kelas, serta rekaman catatan lisan penyebutan tanda-tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi
- tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis individual murid berupa uraian ringkas berisi penjelasan makna cita-cita mulia Nabi Kongzi untuk memulihkan keteraturan moral dunia dan analisis 2 contoh tindakan semangat belajar Nabi Kongzi tanpa rasa jemu yang dikerjakan mandiri oleh seluruh murid (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik dengan kriteria kejelasan tafsir cita-cita damai/moral dan ketepatan contoh ketekunan belajar sepanjang hayat)
- tes lisan terstruktur bergantian: catatan jawaban lisan langsung tiap murid yang dipanggil ke meja guru selama 1,5 menit untuk menyebutkan secara runtut tanda-tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi (mimpi duduk di antara dua tiang persembahan dan nyanyian tentang Gunung Taishan runtuh) sementara murid lain menuntaskan refleksi lembar kerja (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, muat satu kelas penuh) (42 menit; individual; instrumen: pedoman wawancara lisan dan daftar cek ketercapaian 2 indikator tanda khusus wafatnya Nabi Kongzi)
- penilaian unjuk kerja perilaku: lembar observasi keterlaksanaan perilaku rendah hati dan santun yang dipraktikkan murid dalam interaksi nyata di kelas (menyapa teman/guru dengan salam Bao Xin Ba De, tutur kata santun tidak meremehkan teman, dan sikap hormat) (18 menit; individual; instrumen: lembar observasi perilaku harian dengan rubrik rating scale 4 tingkat (tutur kata santun, mendengarkan orang lain, dan kerendahan hati))
Sumatif:- kombinasi tes tertulis serentak, unjuk kerja perilaku, dan tes lisan individual rotasi: lembar jawaban tertulis analisis cita-cita mulia dan semangat belajar Nabi Kongzi, lembar observasi unjuk kerja tutur kata santun dan rendah hati saat interaksi kelas, serta rekaman catatan lisan penyebutan tanda-tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi
- tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis individual murid berupa uraian ringkas berisi penjelasan makna cita-cita mulia Nabi Kongzi untuk memulihkan keteraturan moral dunia dan analisis 2 contoh tindakan semangat belajar Nabi Kongzi tanpa rasa jemu yang dikerjakan mandiri oleh seluruh murid (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik dengan kriteria kejelasan tafsir cita-cita damai/moral dan ketepatan contoh ketekunan belajar sepanjang hayat)
- tes lisan terstruktur bergantian: catatan jawaban lisan langsung tiap murid yang dipanggil ke meja guru selama 1,5 menit untuk menyebutkan secara runtut tanda-tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi (mimpi duduk di antara dua tiang persembahan dan nyanyian tentang Gunung Taishan runtuh) sementara murid lain menuntaskan refleksi lembar kerja (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, muat satu kelas penuh) (42 menit; individual; instrumen: pedoman wawancara lisan dan daftar cek ketercapaian 2 indikator tanda khusus wafatnya Nabi Kongzi)
- penilaian unjuk kerja perilaku: lembar observasi keterlaksanaan perilaku rendah hati dan santun yang dipraktikkan murid dalam interaksi nyata di kelas (menyapa teman/guru dengan salam Bao Xin Ba De, tutur kata santun tidak meremehkan teman, dan sikap hormat) (18 menit; individual; instrumen: lembar observasi perilaku harian dengan rubrik rating scale 4 tingkat (tutur kata santun, mendengarkan orang lain, dan kerendahan hati))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Interpretasi Cita-Cita Mulia Nabi Kongzi (TP 3.5.2 — Tes Tertulis) | Belum mampu menjelaskan makna cita-cita mulia Nabi Kongzi untuk memulihkan keteraturan moral dunia (jawaban kosong atau keliru di luar acuan moral/jalan suci). | Menyebutkan cita-cita Nabi Kongzi hanya sebatas ingin berbuat baik tanpa mengaitkan dengan keteraturan moral dunia atau pemulihan jalan suci Dao. | Menjelaskan cita-cita mulia Nabi Kongzi untuk memulihkan moral dunia dan mengajak manusia kembali menempuh Jalan Suci Dao secara tepat sesuai acuan materi. | Menjelaskan secara mendalam, utuh, dan runtut cita-cita mulia Nabi Kongzi dalam memulihkan moral, menegakkan kebajikan Ren-Yi, dan mewujudkan perdamaian dunia. | | Interpretasi Semangat Belajar Nabi Kongzi (TP 3.5.3 — Tes Tertulis) | Belum mampu menuliskan contoh nyata semangat belajar Nabi Kongzi (0 contoh benar dari 3 pilihan acuan). | Hanya menuliskan 1 contoh nyata semangat belajar Nabi Kongzi dengan tepat dari daftar acuan (pilihan acuan: Wei Bian San Jue/tali jilid putus 3 kali, tidak malu bertanya, tekun belajar musik kepada Guru Xiang Zi). | Menuliskan tepat 2 contoh nyata semangat belajar Nabi Kongzi sepanjang hayat tanpa jemu dari daftar acuan. | Menuliskan seluruh (3) contoh nyata semangat belajar Nabi Kongzi dari daftar acuan secara lengkap dan jelas tanpa kekeliruan. | | Penjelasan Tanda Khusus Menjelang Wafat Nabi Kongzi (TP 3.5.4 — Tes Lisan) | Belum mampu menyebutkan tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi (0 tanda benar dari 2 tanda acuan). | Hanya mampu menyebutkan 1 tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi secara tepat (antara mimpi duduk di antara dua tiang persembahan ATAU nyanyian syair Gunung Taishan runtuh). | Mampu menyebutkan kedua (2) tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi secara tepat (mimpi duduk di antara dua tiang persembahan DAN nyanyian syair Gunung Taishan runtuh) meskipun urutannya masih perlu diingatkan. | Mampu menyebutkan kedua (2) tanda khusus menjelang wafat Nabi Kongzi (mimpi duduk di antara dua tiang persembahan dan nyanyian syair Gunung Taishan runtuh) secara tepat, lengkap, runtut, dan mandiri. | | Penerapan Sikap Rendah Hati dan Perilaku Luhur (TP 3.5.1 — Unjuk Kerja Observasi) | Belum menunjukkan ketiga indikator perilaku (tidak memberi salam dengan hormat, tutur kata kurang santun, dan menyela/meremehkan orang lain). | Menunjukkan 1 dari 3 indikator perilaku luhur (daftar acuan: (1) salam Bao Xin Ba De dengan hormat; (2) bertutur kata santun tidak meremehkan; (3) mendengarkan saat orang lain berbicara). | Menunjukkan 2 dari 3 indikator perilaku luhur rendah hati dalam interaksi kelas secara konsisten. | Menunjukkan seluruh (3) indikator perilaku luhur rendah hati dan tutur kata santun secara konsisten dan mandiri sepanjang kegiatan di kelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu tes tertulis serentak (45 menit) dan tes lisan rotasi meja guru (42 menit) berjalan efektif untuk seluruh murid?
- Bagaimana tingkat pemahaman murid terhadap keterkaitan antara cita-cita moral Nabi Kongzi dan semangat belajar sepanjang hayat?
Murid:- Keteladanan apa dari Nabi Kongzi yang paling menginspirasi saya untuk rajin belajar dan bersikap rendah hati setiap hari?
- Apakah saya sudah bersikap jujur dan tenang saat menyelesaikan seluruh tugas asesmen hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Kitab Sishu (Lunyu dan Liji)
- Kartu situasi perilaku 'Cermin Junzi' dan Lembar Kerja Skenario Perilaku Sehari-hari
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
- Kitab Sishu (Lunyu)
- Kartu permainan skenario peristiwa riwayat Nabi Kongzi
- Lembar Kerja Siswa (Interpretasi Cita-Cita Mulia)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021
- Kitab Suci Sishu (Kitab Lunyu)
- Set Kartu Kisah dan Makna Semangat Belajar Nabi Kongzi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021 (Bab 5 Subpelajaran 5B, hlm. 147–152).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021 (hlm. 150–160).
- Kitab Suci Si Shu (Lunyu dan Liji).
- Set kartu edukatif 'Tanda-Tanda Menjelang Wafat Nabi Kongzi' dan gambar ilustrasi pendukung.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021 (Bab 5: Teladan Nabi Kongzi)
- Kitab Suci Sishu (Lunyu dan Liji)
- Lembar Soal Uraian Tertulis, Pedoman Wawancara Lisan, dan Format Lembar Observasi Guru
|